BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Daya Mandiri merencanakan investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang.

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Daya Mandiri merencanakan investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang."

Transkripsi

1 42 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Dalam upaya mengembangkan usaha bisnisnya, manajemen PT Estika Daya Mandiri merencanakan investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang. Langkah pertama yang dilakukan manajemen PT Estika Daya Mandiri adalah mengadakan survey lapangan untuk memperoleh data dan informasi secara lengkap berkaitan dengan rencana investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang. Data hasil survey lapangan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 1. Resume hasil survey lapangan dan perhitungan yang dilakukan berkaitan dengan data hasil survey tersebut seperti disajikan dalam tabel 3 sebagai berikut : Tabel 3 Hasil Survey Lapangan per 31 Mei 2008 (dalam Rupiah) No Uraian Bio Solar Premium Jumlah 1 Kebutuhan BBM per hari (Liter) , , ,28 2 Penebusan BBM per Tahun 50,762,141,250 39,640,169,484 90,402,310,734 3 Kebutuhan Modal Kerja 554,777, ,225, ,003,396 4 Penjualan BBM per Tahun 52,677,693,750 41,007,071,880 93,684,765,630 Berdasarkan data hasil survey tersebut (tabel 1) diperoleh gambaran kondisi awal sebagai berikut : 1) Proyeksi rata-rata kebutuhan BBM per hari adalah ,75 liter untuk bio solar dan ,53 liter untuk premium. 48

2 43 2) Proyeksi dana yang dibutuhkan untuk penebusan atau pembelian BBM per tahun adalah Rp ,-. 3) Proyeksi kebutuhan modal kerja per hari adalah Rp ,-. 4) Proyeksi penjualan BBM per tahun adalah Rp ,-. Setelah melakukan survey lapangan, langkah selanjutnya adalah menyusun perencanaan anggaran biaya modal investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang meliputi biaya modal investasi pembanguan SPBU dan biaya usaha (operasional). Perencanaan anggaran biaya modal investasi pembangunan SPBU dan biaya usaha selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 2 dan 3. Resume hasil perencanaan biaya modal investasi seperti disajikan dalam tabel 4 sebagai berikut: Tabel 4 Perencanaan Anggaran Biaya Investasi Pendirian SPBU di KIIC Karawang (dalam Rupiah) No Uraian Jumlah A Biaya investasi 1 Investasi pembangunan SPBU 5,016,806,896 2 Investasi non bangunan 408,900,000 3 Uang jaminan waralaba kelas C 300,000,000 4 Modal kerja 988,003,396 Total Investasi 6,977,550,637 Dibulatkan 7,000,000,000 B Biaya usaha (operasional) Per Tahun 1 Beban usaha penjualan 41,580,000 2 Beban pengelolaan 137,820,001 3 Sewa tanah 150,000,000 4 Biaya personil 442,089,218 5 Beban administrasi dan umum 87,504,000 6 Beban biaya lainnya 1,800,000 7 Pendapatan lainnya 7,560,000

3 44 Berdasarkan data hasil perencanaan anggaran biaya investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang (tabel 4) diperoleh total nilai biaya modal investasi adalah Rp 7 Milyar. Manajemen PT Estika Daya Mandiri merencanakan batas maksimal jangka waktu pengembalian biaya modal investasi tersebut dalam lima tahun (umur investasi aktiva tetap adalah 5 tahun). Sumber pendanaan biaya modal investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang berasal dari pinjaman bank. Hal ini dilakukan karena kondisi keuangan PT Estika Daya Mandiri per Desember 2007 tidak mampu menutup biaya modal investasi tersebut. Sumber pendanaan biaya modal investasi melalui pinjaman bank tersebut diklasifikasikan menjadi dua katagori sebagai berikut : 1) Pinjaman untuk investasi pembangunan SPBU adalah Rp 6 Milyar dengan tingkat suku bunga sebesar 13,50%. 2) Pinjaman untuk modal kerja adalah Rp 1 Milyar dengan tingkat suku bunga sebesar 14,00%. B. Rencana Investasi SPBU di KIIC Karawang Menggunakan Prinsipprinsip Metode Investasi 1. Proyeksi Cash Flow Berdasarkan hasil perencanaan anggaran biaya investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang diperoleh total biaya investasi adalah Rp 7 Milyar dengan umur investasi aktiva tetap (ekonomis) selama lima tahun. Sumber pendanaan biaya modal investasi tersebut direncanakan sepenuhnya berasal dari pinjaman bank. Kebijakan

4 45 manajemen PT Estika Daya Mandiri merencanakan investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang berarti perusahaan melakukan investasi dalam aktiva tetap sehingga modal yang tertanam untuk investasi akan diterima kembali oleh perusahaan dalam waktu beberapa tahun (umur ekonomis aktiva), dan kembalinya secara berangsur-angsur melalui depresiasi. Penganggaran biaya modal investasi harus dilakukan secara hati-hati, tepat, dan teliti sehingga investasi yang dilakukan memberikan keuntungan maksimal bagi perusahaan. Biaya modal (cost capital) merupakan biaya yang harus dikeluarkan PT Estika Daya Mandiri untuk mendapatkan modal investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang. Dalam praktiknya, seringkali biaya modal dianggap sebagai pembahas (cut off rate) terhadap investasi sehingga jika usulan investasi dapat menghasilkan keuntungan lebih besar daripada biaya modal investasinya, maka investasi layak dilakukan. Hasil perhitungan penggunaan biaya modal investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4. Berdasarkan hasil perhitungan cut off rate diperoleh biaya penggunaan modal investasi adalah 9,50%. Hal ini berarti tingkat pengembalian wajib diperoleh dari beberapa tipe pendanaan investasi sebesar 9,50%. Pengeluaran biaya modal investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang tersebut diklasifikasikan dalam beberapa kelompok (katagori) dengan umur investasi aktiva tetap (umur ekonomis) dan

5 46 nilai sisa (residu) yang direncanakan berbeda-beda sehingga perhitungan depresiasi terhadap investasi dilakukan pada masingmasing katagori investasi. Hasil perhitungan depresiasi dari masingmasing katagori investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 5. berdasarkan hasil perhitungan depresiasi aktiva tetap diperoleh total nilai depresiasi adalah Rp ,-. Nilai depresiasi aktiva tetap tersebut merupakan beban biaya yang harus dikeluarkan oleh PT Estika Daya Mandiri setiap tahunnya selama umur ekonomis yang diharapkan (lima tahun). Pengeluaran biaya modal investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang yang dilakukan PT Estika Daya Mandiri harus mampu memberikan keuntungan secara finansial (profit) bagi perusahaan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini dapat diketahui melalui proyeksi cash flow dalam bentuk analisis laba (rugi). Berdasarkan data hasil survey, data perencanaan anggaran biaya investasi, data perhitungan depresiasi (lampiran 1 s.d. 5) dapat disusun proyeksi cash flow selama lima tahun pertama. Perhitungan proyeksi cash flow dilakukan dengan beberapa asumsi dasar sebagai berikut : 1) Kenaikan penjualan BBM adalah 5% dari tahun sebelumnya. 2) Kenaikan harga pokok penebusan BBM adalah 5% dari tahun sebelumnya.

6 47 3) Kenaikan biaya usaha (operasional) adalah 10% dari tahun sebelumnya. 4) Beban depresiasi aktiva tetap sebagai komponen biaya operasional adalah tetap atau sama untuk setiap tahunnya. 5) Kenaikan pendapatan-biaya lainnya adalah 10% dari tahun sebelumnya. 6) PPH final BBM adalah 0,3% dari penjualan BBM. Hasil perhitungan proyeksi Laba Rugi, dari investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang selama periode lima tahun pertama seperti dapat dilihat pada lampiran 6. Resume Proyeksi Laba Rugi disajikan pada tabel 5 sebagai berikut : Tabel 5 Investasi Pendirian SPBU di KIIC Karawang Proyeksi Laba Rugi Periode Lima Tahun Pertama (dalam Rp Jutaan) Uraian Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Penjualan BBM 93, , , , , Harga Pokok Penebusan BBM 90, , , , , Susut Penebusan BBM Laba Kotor 2, , , , , Biaya Usaha 1, , , , , Laba Usaha 1, , , , , Pendapatan - Biaya Lainnya Laba (Rugi) Sebelum Pajak 1, , , , , Pajak Penghasilan Penjualan Laba (Rugi) Bersih Setelah Pajak 1, , , , ,600.53

7 48 Berdasarkan data hasil perhitungan proyeksi Laba Rugi ( Tabel 5) selama periode lima tahun pertama dan hasil perhitungan biaya depresiasi aktiva tetap (lampiran 5) diperoleh proyeksi data arus kas bersih (proced) seperti disajikan pada tabel 6 sebagai berikut : Tabel 6 Investasi Pendirian SPBU di KIIC Karawang Proyeksi Kas Bersih (Proceed) (dalam Rp Jutaan) Uraian Tahun I Tahun II Tahun III Tahun IV Tahun V Laba (rugi) bersih 1, , , , , Depresiasi Kas Bersih (Proced) 1, , , , , Kas bersih (proced) = Laba (rugi) bersih + Depresiasi. Berdasarkan data hasil proyeksi cash flow (tabel 6) dan hasil analisis laba (rugi) dari investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang selama periode lima tahun pertama (lampiran 7) diperoleh gambaran kondisi keuangan sebagai berikut : 1) Laba kotor (usaha) yang diterima perusahaan pada tahun pertama sebesar Rp 2,88 Milyar dan untuk tahun berikutnya meningkat secara konstan sebesar 5,00%. Kondisi tersebut terjadi karena persentase peningkatan penjualan BBM, harga pokok penebusan BBM, dan susut penebusan BBM diasumsikan sama, yaitu sebesar 5,00% dari tahun sebelumnya.

8 49 2) Beban biaya usaha (operasional) pada tahun pertama sebesar Rp 1,24 Milyar dan untuk tahun berikutnya selalu meningkat dengan rata-rata peningkatan per tahunnya sebesar 6,06%. Kondisi tersebut terjadi karena komponen beban biaya operasional diasumsikan meningkat sebesar 10,00% dari tahun sebelumnya, tetapi komponen depresiasi aktiva tetap tidak diasumsikan mengalami peningkatan. 3) Laba (rugi) bersih setelah pajak yang diterima perusahaan pada tahun pertama sebesar Rp 1,37 Milyar dan untuk tahun berikutnya selalu meningkat dengan rata-rata peningkatan sebesar per tahun 4,03%. Hal ini terjadi karena peningkatan laba kotor (usaha) hasil penjualan BBM dan pendapatan lain-lain lebih besar dari pada peningkatan beban biaya operasional. Hasil perhitungan proyeksi cash flow selama periode lima tahun pertama tersebut dapat disimpulkan rencana investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang mampu memberikan keuntungan secara finansial bagi PT Estika Daya Mandiri. Hal ini dapat dilihat dari laba (rugi) bersih setelah pajak yang diterima perusahaan per tahunnya selalu meningkat jika dibadingkan dengan tahun sebelumnya dengan rata-rata peningkatan per tahun sebesar 4,03%. Meskipun laba (rugi) bersih setelah pajak per tahunnya selalu meningkat, tetapi peningkatan yang terjadi menunjukkan trend (cenderungan) yang semakin menurun. Kondisi tersebut terjadi dikarenakan tingkat persentase kenaikan beban biaya operasional yang

9 50 harus dikeluarkan perusahaan setiap tahunnya (naik 10,00%) lebih besar daripada persentase peningkatan penjualan BBM (naik 5,00%). Pertumbuhan laba (rugi) bersih setelah pajak yang diterima perusahaan per tahunnya menunjukkan trend semakin menurun tersebut, dalam jangka panjang dikawatirkan usaha bisnis SPBU di KIIC Karawang tidak menguntungkan lagi secara finansial bagi PT Estika Daya Mandiri. Oleh karena itu, implementasinya ke depan diperlukan efisiensi penggunaan sumber daya perusahaan sehingga beban biaya operasional yang harus dikeluarkan perusahaan setiap tahunnya dapat lebih ditekan. Meskipun secara finansial, hasil proyeksi cash flow diperoleh investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang mampu memberikan keuntungan secara finansial selama periode lima tahun pertama yaitu laba (rugi) bersih yang diterima perusahaan selalu meningkat, tetapi hal ini belum menunjukkan investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang layak dilakukan. Dalam upaya mengetahui layak tidaknya investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang yang direncanakan oleh PT Estika Daya Mandiri dapat ditinjau dari aspek keuangan. Penilaian kelayakan investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang ditinjau dari aspek keuangan hendaknya menggunakan beberapa metode atau kriteria investasi sekaligus, artinya semakin banyak metode yang digunakan semakin memberikan gambaran lengkap sehingga diharapkan hasil analisis yang diperoleh menjadi lebih sempurna. Beberapa metode penilaian investasi atau metode untuk

10 51 menyusun ranking usulan investasi, yaitu payback period, net present value, internal rate of return, dan accounting rate ot return (Riyanto, 2001:124). Analisis kelayakan rencana investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang yang dilakukan oleh PT Estika Daya Mandiri menggunakan beberapa metode atau prinsip-prinsip investasi selengkapnya diuraikan pada subbab berikutnya. 2. Metode Payback Period Penilaian kelayakan rencana investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang menggunakan metode Payback Period (PP) adalah mencari lamanya waktu yang diperlukan agar dapat menutup kembali seluruh pengeluaran biaya modal investasi menggunakan arus kas masuk. Berdasarkan data hasil perhitungan proyeksi cash flow selama periode lima tahun pertama diperoleh proyeksi data arus kas bersih (proced) seperti disajikan pada tabel 4, sehingga nilai Payback Period (PP) dihitung dengan cara sebagai berikut : Investasi = Rp. 7, Kas bersih (proced) tahun ke-1 = Rp. 1, Belum cukup = Rp. 5, Kas bersih (proced) tahun ke-2 = Rp. 1, Belum cukup = Rp. 3, Kas bersih (proced) tahun ke-3 = Rp. 1, Belum cukup = Rp. 1, Kas bersih (proced) tahun ke-4 = Rp. 1, Kelebihan = Rp

11 52 Hasil perhitungan Payback Period tersebut diperoleh modal investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang yang belum tertutup sesudah akhir tahun ke-3 adalah Rp 1.580,73 Juta sedangkan kas bersih (proced) tahun ke-4 sebesar Rp 1.924,00 Juta. Hal ini berarti bahwa waktu yang diperlukan untuk memperoleh biaya modal investasi sebesar Rp 1.580,73 Juta dalam tahun ke-3 adalah : PP tahun ke-3 = 1.580,73 x 12 bulan 1.924,00 = 9,86 atau 10 bulan. Nilai PP = 3 tahun + 10 bulan. Hasil proyeksi perhitungan PP diperoleh nilai PP adalah 3 tahun 10 bulan, artinya jangka waktu pengembalian biaya modal investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang selama 3 tahun 10 bulan. Data pada PT Estika Daya Mandiri diperoleh bahwa pihak manajemen perusahaan merencanakan batas maksimal jangka waktu pengembalian biaya modal investasi adalah lima tahun. Hal ini menunjukkan investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang dapat diterima dan layak dijalankan (nilai PP < 5 tahun). 3. Metode Net Present Value Penilaian kelayakan rencana investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang menggunakan metode Net Present Value (NPV) digunakan untuk menghitung berapa nilai sekarang dari arus kas yang masuk.

12 53 Penilaian menggunakan metode NPV adalah dengan membandingkan besarnya jumlah arus kas masuk (cash in flow) tiap tahunnya dengan arus kas keluar (cash out flow). Berdasarkan data hasil proyeksi cash flow (tabel 4.3), proyeksi perhitungan NPV dengan beban biaya penggunaan modal investasi sebesar 9,50% (lampiran 4) atau dibulatkan menjadi 10,00% (DF 10%) sebagai berikut : Tabel 7 Investasi Pendirian SPBU di KIIC Karawang Proyeksi Net Present Value (NPV) (dalam Rp Jutaan) Tahun EAT Depresiasi Kas Bersih DF 10% PV Kas Bersih (1) (2) (3) (4) = (2) + (3) (5) (6) = (4) x (5) 1 1, , , , , , , , , , , , , , , PV Kas Bersih 7, PV Investasi 7, NPV Berdasarkan data pada tabel 7 diperoleh proyeksi perhitungan NPV sebagai berikut : NPV = t i = 1 Kas bersih ( 1+ r) t i - Investasi = 7.025, ,00 = 25,61

13 54 Hasil proyeksi perhitungan NPV diperoleh nilai NPV sebesar Rp 25,61 Juta (positif) artinya jumlah nilai tunai kas masuk bersih lebih besar daripada nilai investasi aktiva tetap dengan selisih nilai kas masuk bersih sebesar Rp 25,61 Juta. Hal ini menunjukkan rencana investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang yang dilakukan PT Estika Daya Mandiri dapat diterima dan layak untuk dijalankan (nilai NPV positif). Hasil proyeksi perhitungan NPV tersebut dapat digunakan untuk menghitung profitability index (PI) dengan rumus sebagai berikut : PI = = 7.025, ,00 PV kas bersih PV investasi x 100% x 100% = 100,37% Hasil proyeksi perhitungan PI diperoleh nilai PI sebesar 100,37% artinya investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang memiliki indeks kemampulabaan sebesar 100,37% atau mampu menghasilkan laba (rugi) bersih lebih besar daripada periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan rencana investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang yang dilakukan PT Estika Daya Mandiri dapat diterima dan layak untuk dijalankan (nilai PI > 100%). 4. Metode Internal Rate Of Return (IRR) Penilaian kelayakan rencana investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang menggunakan metode Internal Rate Of Return (IRR) digunakan

14 55 untuk menghitung tingkat suku bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan penerimaan kas bersih di masa mendatang. Dalam menghitung nilai IRR dapat menggunakan metode trial and error dimana dua tingkat suku bunga yang berbeda menghasilkan nilai NPV berlawanan (NPV positif dan NPV negatif). Dalam hal ini, perbandingan tingkat suku bunga yang digunakan penulis adalah DF 10% (pembulatan dari biaya penggunaan modal investasi sebesar 9,50%) dan DF 15%. Berdasarkan data hasil proyeksi perhitungan NPV (tabel 7) dapat dilakukan proyeksi perhitungan IRR sebagai berikut : Tabel 8 Investasi Pendirian SPBU di KIIC Karawang Proyeksi Internal Rate Of Return (IRR) (dalam Rp Jutaan) Tahun Kas Bersih DF 10% PV Kas Bersih DF 15% PV Kas Bersih (1) (2) (3) (4) = (2) x (3) (5) (6) = (2) x (5) 1 1, , , , , , , , , , , , PV Kas Bersih 7, , PV Investasi 7, , NPV NPV-2-2, Berdasarkan data pada tabel 8 tersebut, proyeksi perhitungan IRR sebagai berikut : IRR = P1 C1 x P2 P1 C2 C1

15 56 dimana : P1 = tingkat bunga 1 (10%) P2 = tingkat bunga 2 (15%) C1 = NPV-1 = 25,61 C2 = NPV-2 = ,33 IRR = 10 (25,61) x ,33 25,61 = 10 (25,61) x ( 0, ) = 10 ( 0,06) = 10,06%. Hasil proyeksi perhitungan IRR diperoleh nilai IRR sebesar 10,06% artinya tingkat suku bunga untuk menutup kembali modal investasi awal dan menghasilkan kembalian (return) sebesar 10,06%. Hasil perhitungan biaya penggunaan modal investasi diperoleh cut off rate sebesar 9,50%. Hal ini menunjukkan rencana investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang yang dilakukan PT Estika Daya Mandiri dapat diterima dan layak untuk dijalankan (nilai IRR > 9,50%). 5. Metode Average Rate of Return (ARR) Penilaian kelayakan rencana investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang menggunakan metode Average Rate of Return (ARR) adalah mencari rasio atau perbandingan rata-rata kas masuk dengan investasi itu sendiri. Dalam melakukan perhitungan untuk dapat mengetahui ARR dari suatu investasi, terlebih dahulu harus dihitung rata-rata laba (rugi) bersih setelah pajak dari investasi tersebut, setelah itu dibandingkan dengan

16 57 investasi itu sendiri. Berdasarkan data hasil proyeksi cash flow (tabel 4.3) diperoleh rata-rata laba (rugi) bersih setelah pajak sebesar Rp 1.484,47 Juta dan rata-rata investasi adalah Rp 7 Milyar sehingga proyeksi perhitungan ARR sebagai berikut : ARR = Rata rata EAT Investasi x 100% = 1.484, ,00 x 100% = 21,21% Hasil proyeksi perhitungan ARR diperoleh nilai ARR sebesar 21,21% artinya rasio atau perbandingan laba (rugi) bersih terhadap investasi sebesar 21,21%. Hasil perhitungan biaya penggunaan modal investasi diperoleh cut off rate sebesar 9,50%. Hal ini menunjukkan rencana investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang yang dilakukan PT Estika Daya Mandiri dapat diterima dan layak untuk dijalankan (nilai IRR > 9,50%). C. Analisis Kelayakan Investasi atas Rencana Pendirian SPBU di KIIC Karawang Dalam mengembangkan usaha bisnisnya, manajemen PT Estika Daya Mandiri melakukan perencanaan investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang. Berdasarkan hasil perencanaan anggaran biaya investasi diperoleh nilai total biaya modal investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang sebesar Rp 7 Milyar dengan perincian biaya modal investasi pembangunan SPBU di KIIC Karawang sebesar Rp 6 Milyar dan biaya modal kerja sebesar Rp 1 Milyar. Sumber pendanaan biaya

17 58 modal investasi tersebut diperoleh dari pinjaman bank dengan batas waktu maksimal pengembalian yang direncanakan manajemen PT Estika Daya Mandiri adalah selama lima tahun (umur investasi aktiva tetap adalah 5 tahun). Pengeluaran biaya modal investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang tersebut diharapkan dapat memberikan keuntungan secara finansial bagi PT Estika Daya Mandiri baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Di sisi lain, pengeluaran biaya modal investasi tersebut menimbulkan beban biaya penyusutan (depresiasi) dalam setiap tahunnya sebesar Rp 380,36 juta selama periode umur investasi aktiva tetap yang direncanakan (5 tahun). Oleh karena itu, penting bagi manajemen PT Estika Daya Mandiri untuk melakukan analisis kelayakan investasi agar kebijakan investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang dapat memberikan keuntungan secara finansial yang sangat berguna untuk tetap menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan usaha. Jika hal ini tidak dilakukan ada kemungkinan investasi yang dilakukan justru akan menjadi beban pada kemampuan keuangan perusahaan dalam pembiayaan kegiatan operasional usaha yang akhirnya dapat mengakibatkan kebangkrutan. Analisis kelayakan investasi melalui proyeksi perhitungan cash flow selama periode lima tahun pertama diperoleh investasi investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang mampu memberikan keuntungan laba (rugi) bersih setelah pajak yang diterima perusahaan selalu meningkat dengan rata-rata peningkatan per tahun sebesar 4,03%. Meskipun laba (rugi) bersih setelah pajak per tahunnya selalu meningkat tetapi hal tersebut belum menunjukkan bahwa investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang dan diterima dan layak dijalankan. Oleh

18 59 karena itu, manajemen PT Estika Daya Mandiri perlu melakukan analisis kelayakan investasi ditinjau dari aspek keuangan menggunakan prinsip-prinsip investasi. Hasil analisis rencana investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang dengan menggunakan metode atau prinsip-prinsip investasi diperoleh resume hasil analisis seperti disajikan pada tabel 7 sebagai berikut : Tabel 9 Resume Hasil Analisis Kelayakan Investasi Pendirian SPBU di KIIC Karawang No Metode Hasil Kriteria Keterangan 1 Payback Period (PP) 3 tahun 10 bulan 5 tahun Layak 2 Net Present Value (NPV) 25,61 Juta Positif Layak 3 Profitability Indeks (PI) 100,37% 100,00% Layak 4 Internal Rate Of Return (IRR) 10,06% 9,50% Layak 5 Average Rate of Return (ARR) 21,21% 9,50% Layak Berdasarkan hasil analisis kelayakan investasi (tabel 4.7) menunjukkan rencana investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang yang dilakukan PT Estika Daya Mandiri dapat diterima dan layak untuk dijalankan, terlihat dari semua metode penilaian investasi diperoleh hasil bahwa investasi layak untuk dilanjutkan. Hal ini berarti investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang yang dilakukan PT Estika Daya Mandiri akan memberikan keuntungan secara finasial (profit) bagi perusahaan. Secara lebih terinci hasil analisis investasi dari masingmasing metode penilaian kelayakan investasi diperoleh sebagai berikut : 1) Metode Payback Period (PP) Hasil analisis diperoleh nilai PP adalah 3 tahun 10 bulan berarti jangka waktu pengembalian biaya modal investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang

19 60 selama 3 tahun 10 bulan. Pihak manajemen PT Estika Daya Mandiri merencanakan batas maksimal jangka waktu pengembalian investasi (umur investasi aktiva tetap) adalah 5 tahun. Jika dilihat dari hasil analisis tersebut, investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang yang direncanakan PT Estika Daya Mandiri dapat diterima atau layak untuk dijalankan karena jangka waktu pengembalian biaya modal investasi lebih kecil dari batas maksimal jangka waktu pengembalian biaya modal investasi yang direncanakan (nilai PP < 5 tahun). 2) Metode Net Present Value (NPV) Hasil analisis diperoleh nilai NPV sebesar Rp 25,61 Juta berarti jumlah nilai tunai kas masuk bersih lebih besar daripada nilai investasi aktiva tetap dengan selisih nilai kas masuk bersih sebesar Rp 25,61 Juta. Jika dilihat dari hasil analisis tersebut, investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang yang direncanakan PT Estika Daya Mandiri dapat diterima atau layak untuk dijalankan karena akan menghasilkan nilai selisih kas masuk bersih positif (nilai NPV positif). Hasil analsis NPV dapat digunakan untuk menghitung profitability index (PI). Hasil analisis diperoleh nilai PI sebesar 100,37% berarti investasi memiliki indeks kemampulabaan sebesar 100,37% atau mampu menghasilkan laba (rugi) bersih lebih besar daripada periode sebelumnya. Jika dilihat dari hasil analisis tersebut, investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang yang direncanakan PT Estika Daya Mandiri dapat diterima atau layak untuk dijalankan karena meningkatkan laba (rugi) bersih (nilai PI > 100,00%). 3) Metode Internal Rate Of Return (IRR)

20 61 Hasil analisis diperoleh nilai IRR sebesar 10,06% berarti tingkat suku bunga untuk menutup kembali investasi awal dan menghasilkan kembalian (return) sebesar 10,06%. Hasil perhitungan biaya modal cost capital atau cut off rate diperoleh nilai 9,50% artinya biaya penggunaan modal investasi sebesar 9,50%. Jika dilihat dari hasil analisis tersebut, investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang yang direncanakan PT Estika Daya Mandiri dapat diterima atau layak untuk dijalankan karena tingkat pengembalian investasi lebih besar dari tingkat pengembalian yang ditetapkan PT Estika Daya Mandiri (nilai IRR > 9,50%). 4) Metode Average Rate of Return (ARR) Hasil analisis diperoleh nilai ARR adalah 21,21% berarti rasio laba (rugi) bersih terhadap investasi sebesar 21,21%. Hasil perhitungan biaya penggunaan modal investasi diperoleh sebesar 9,50%. Jika dilihat dari hasil analisis tersebut, investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang yang direncanakan PT Estika Daya Mandiri dapat diterima atau layak untuk dijalankan karena rasio laba (rugi) bersih terhadap investasi lebih besar dari tingkat biaya penggunaan modal investasi (nilai ARR > 9,50%). Hasil analisis kelayakan investasi menggunakan beberapa metode penilaian investasi tersebut dapat disimpulkan bahwa investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang yang direncanakan oleh PT Estika Daya Mandiri dapat diterima dan layak untuk dijalankan. Hal ini berarti kebijakan manajemen PT Estika Daya Mandiri untuk melakukan pengembangan usaha bisnisnya melalui investasi pendirian SPBU di KIIC Karawang akan memberikan keuntungan bagi

21 62 perusahaan berupa laba (rugi) setelah pajak yang selalu meningkat setiap tahunnya dengan proyeksi rata-rata peningkatan tersebut sebesar 4,03%. Dalam hal ini, perlu diperhatikan bahwa peningkatan laba (rugi) bersih setelah pajak tersebut menunjukkan kecenderungan semakin menurun sehingga dikawatirkan dalam jangka panjang justru akan menurunkan kemampuan keuangaan perusahaan dalam pembiayaan kegiatan operasional usahanya. Dalam mengantisipasi kondisi demikian, untuk implementasinya ke depannya manajemen PT Estika Daya Mandiri perlu melakukan upaya-upaya efisiensi penggunaan sumber daya perusahaan sehingga tingkat pengeluaran beban biaya operasional dapat ditekan seefisien mungkin agar laba (rugi) bersih setelah pajak semakin meningkat.

Bab 6 Teknik Penganggaran Modal (Bagian 1)

Bab 6 Teknik Penganggaran Modal (Bagian 1) M a n a j e m e n K e u a n g a n 96 Bab 6 Teknik Penganggaran Modal (Bagian 1) Mahasiswa diharapkan dapat memahami, menghitung, dan menjelaskan mengenai penggunaan teknik penganggaran modal yaitu Payback

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Pada akhirnya setelah penulis melakukan penelitian langsung ke perusahaan serta melakukan perhitungan untuk masing-masing rumus dan mencari serta mengumpulkan

Lebih terperinci

Aspek Keuangan. Dosen: ROSWATY,SE.M.Si

Aspek Keuangan. Dosen: ROSWATY,SE.M.Si Aspek Keuangan Dosen: ROSWATY,SE.M.Si PENGERTIAN ASPEK KEUANGAN Aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan secara keseluruhan. Aspek keuangan memberikan gambaran yang

Lebih terperinci

Bab 5 Penganggaran Modal

Bab 5 Penganggaran Modal M a n a j e m e n K e u a n g a n 90 Bab 5 Penganggaran Modal Mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menjelaskan mengenai teori dan perhitungan dalam investasi penganggaran modal dalam penentuan keputusan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: Capital Budgeting, Payback Period, Net Present Value, dan Internal Rate of Return. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata Kunci: Capital Budgeting, Payback Period, Net Present Value, dan Internal Rate of Return. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK PT. Citra Jaya Putra Utama merupakan salah satu perusahaan jasa yang bergerak di bidang distribusi farmasi. Perusahaan saat ini ingin melakukan investasi modal dalam bentuk cabang baru di Surabaya

Lebih terperinci

METODE ACCOUNTING RATE OF RETURN (ARR)

METODE ACCOUNTING RATE OF RETURN (ARR) METODE ACCOUNTING RATE OF RETURN (ARR) ARR dapat dihitung dengan dua cara : 1. ARR atas dasar Initial Invesment NI ARR = ----------- x 100 % Io dimana : NI = Net Income (keuntungan netto rata-rata tahunan)

Lebih terperinci

Oleh : Ani Hidayati. Penggunaan Informasi Akuntansi Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Investasi

Oleh : Ani Hidayati. Penggunaan Informasi Akuntansi Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Oleh : Ani Hidayati Penggunaan Informasi Akuntansi Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Keputusan Investasi (capital investment decisions) Berkaitan dengan proses perencanaan, penentuan tujuan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. KERANGKA TEORI 2.1.1. Pengertian Studi Kelayakan Bisnis Studi Kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang kegiatan atau usaha atau bisnis

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. penelitian ini, maka penulis dapat menarik simpulan sebagai berikut:

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. penelitian ini, maka penulis dapat menarik simpulan sebagai berikut: BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan permasalahan serta maksud dan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka penulis dapat menarik simpulan sebagai berikut: 1. Estimasi incremental

Lebih terperinci

12/23/2016. Studi Kelayakan Bisnis/ RZ / UNIRA

12/23/2016. Studi Kelayakan Bisnis/ RZ / UNIRA Studi Kelayakan Bisnis/ RZ / UNIRA Bagaimana kesiapan permodalan yang akan digunakan untuk menjalankan bisnis dan apakah bisnis yang akan dijalankan dapat memberikan tingkat pengembalian yang menguntungkan?

Lebih terperinci

ANALISIS STUDI KELAYAKAN INVESTASI PEMBUKAAN CABANG BARU PADA USAHA JASA FOTOKOPI DAULAY JAYA

ANALISIS STUDI KELAYAKAN INVESTASI PEMBUKAAN CABANG BARU PADA USAHA JASA FOTOKOPI DAULAY JAYA ANALISIS STUDI KELAYAKAN INVESTASI PEMBUKAAN CABANG BARU PADA USAHA JASA FOTOKOPI DAULAY JAYA Nama : Rani Eva Dewi NPM : 16212024 Jurusan : Manajemen Pembimbing : Nenik Diah Hartanti, SE.,MM Latar Belakang

Lebih terperinci

Bab 7 Teknik Penganggaran Modal (Bagian 2)

Bab 7 Teknik Penganggaran Modal (Bagian 2) M a n a j e m e n K e u a n g a n 103 Bab 7 Teknik Penganggaran Modal (Bagian 2) Mahasiswa diharapkan dapat memahami, menghitung, dan menjelaskan mengenai penggunaan teknik penganggaran modal yaitu Accounting

Lebih terperinci

Aspek Keuangan. Studi Kelayakan (Feasibility Study) Sumber Dana. Alam Santosa

Aspek Keuangan. Studi Kelayakan (Feasibility Study) Sumber Dana. Alam Santosa Alam Santosa Aspek Keuangan Studi Kelayakan (Feasibility Study) Analisis Aspek Keuangan Menentukan sumber dana Menghitung kebutuhan dana untuk aktiva tetap dan modal kerja Aliran Kas Penilaian Investasi

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... xii

DAFTAR ISI. Halaman ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... xii ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai perusahaan yang bergerak di bidang makloon konveksi. Karena kapasitas produksi yang tidak mencukupi, maka perusahaan bermaksud untuk melakukan ekspansi berupa penambahan

Lebih terperinci

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PADA USAHA KECIL WARNET WANGI JAYA

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PADA USAHA KECIL WARNET WANGI JAYA ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PADA USAHA KECIL WARNET WANGI JAYA Nama : Revika Rusviana Arafi NPM : 27213465 Kelas : 3EB22 Fakultas : Ekonomi Jenjang/Jurusan : S1/Akuntansi LATAR BELAKANG 1. Perkembangan

Lebih terperinci

STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN NECIS LAUNDRY

STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN NECIS LAUNDRY STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHA NECIS LAUNDRY LATAR BELAKANG Saat ini perubahan ekonomi mempengaruhi gerak laju kegiatan kegiatan perekonomian yang berlangsung. Persaingan yang ketat, perkembangan ilmu

Lebih terperinci

Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta XII. Penganggaran Modal (Capita l Budgeting) i 1. Pengantar Investasi aktiva tetap merupakan salah satu investasi yang mendapat perhatian karena jangka waktu pengembalian biasanya lebih dari satu tahun,

Lebih terperinci

ANALISIS STUDI KELAYAKAN INVESTASI PEMBUKAAN CABANG BARU PADA USAHA JASA FOTOKOPI PRIMA JAYA

ANALISIS STUDI KELAYAKAN INVESTASI PEMBUKAAN CABANG BARU PADA USAHA JASA FOTOKOPI PRIMA JAYA ANALISIS STUDI KELAYAKAN INVESTASI PEMBUKAAN CABANG BARU PADA USAHA JASA FOTOKOPI PRIMA JAYA Nama : Alif Ammar Nugraha NPM : 10212632 Jurusan : Manajemen Pembimbing : Budi Sulistyo, SE.,MM Latar Belakang

Lebih terperinci

Aspek Ekonomi dan Keuangan. Pertemuan 11

Aspek Ekonomi dan Keuangan. Pertemuan 11 Aspek Ekonomi dan Keuangan Pertemuan 11 Aspek Ekonomi dan Keuangan Aspek ekonomi dan keuangan membahas tentang kebutuhan modal dan investasi yang diperlukan dalam pendirian dan pengembangan usaha yang

Lebih terperinci

ANALISA STUDY KELAYAKAN KELANGSUNGAN USAHA JASA FOTO COPY CAHAYA GIRI

ANALISA STUDY KELAYAKAN KELANGSUNGAN USAHA JASA FOTO COPY CAHAYA GIRI ANALISA STUDY KELAYAKAN KELANGSUNGAN USAHA JASA FOTO COPY CAHAYA GIRI Latar Belakang Masalah Kemajuan dalam bidang tekhnologi juga sudah berkembang pesat. Dimana - mana terdapat usaha - usaha jasa yang

Lebih terperinci

MANAJEMEN KEUANGAN LANJUTAN ANDRI HELMI M, S.E., M.M

MANAJEMEN KEUANGAN LANJUTAN ANDRI HELMI M, S.E., M.M MANAJEMEN KEUANGAN LANJUTAN ANDRI HELMI M, S.E., M.M TIME VALUE OF MONEY Nilai uang saat ini lebih berharga dari pada nanti. Individu akan memilih menerima uang yang sama sekarang daripada nanti, dan lebih

Lebih terperinci

KONSEP DAN METODE PENILAIAN INVESTASI

KONSEP DAN METODE PENILAIAN INVESTASI KONSEP DAN METODE PENILAIAN INVESTASI 4.1. KONSEP INVESTASI Penganggaran modal adalah merupakan keputusan investasi jangka panjang, yang pada umumnya menyangkut pengeluaran yang besar yang akan memberikan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab empat, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Sebelum melakukan analisis

Lebih terperinci

ANALISA PEMBUKAAN CABANG BARU PADA CV. BU DENA CATERING. Nama : Mamih Mayangsari Npm : Kelas : 3EA24

ANALISA PEMBUKAAN CABANG BARU PADA CV. BU DENA CATERING. Nama : Mamih Mayangsari Npm : Kelas : 3EA24 ANALISA PEMBUKAAN CABANG BARU PADA CV. BU DENA CATERING Nama : Mamih Mayangsari Npm : 14211268 Kelas : 3EA24 Latar Belakang Suatu kegiatan bisnis pasti melibatkan banyak pihak yang memiliki berbagai kepentingan

Lebih terperinci

Minggu-15. Budget Modal (capital budgetting) Penganggaran Perusahaan. By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM

Minggu-15. Budget Modal (capital budgetting) Penganggaran Perusahaan. By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM Penganggaran Perusahaan Minggu-15 Budget Modal (capital budgetting) By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM Further Information : Mobile : 08122035131 Email: ailili1955@gmail.com 1 Pokok Bahasan Pengertian Penganggaran

Lebih terperinci

ANALISIS INVESTASI BUDI SULISTYO

ANALISIS INVESTASI BUDI SULISTYO ANALISIS INVESTASI BUDI SULISTYO ASPEK INVESTASI UU & PERATURAN BIDANG USAHA STRATEGI BISNIS KEBIJAKAN PASAR LINGKUNGAN INVESTASI KEUANGAN TEKNIK & OPERASI ALASAN INVESTASI EKONOMIS Penambahan Kapasitas

Lebih terperinci

Studi Kelayakan Bisnis Pembukaan Cabang Baru Pada Usaha Ayam Bakar dan Madu Sumber Jaya NINDYA KLARASINTA STEVIANUS, SE.

Studi Kelayakan Bisnis Pembukaan Cabang Baru Pada Usaha Ayam Bakar dan Madu Sumber Jaya NINDYA KLARASINTA STEVIANUS, SE. Studi Kelayakan Bisnis Pembukaan Cabang Baru Pada Usaha Ayam Bakar dan Madu Sumber Jaya NINDYA KLARASINTA 15212337 STEVIANUS, SE., MM PENDAHULUAN Latar Belakang Persaingan Bisnis Strategi Pemasaran Studi

Lebih terperinci

KEPUTUSAN INVESTASI DAN PENGANGGARAN MODAL

KEPUTUSAN INVESTASI DAN PENGANGGARAN MODAL KEPUTUSAN INVESTASI DAN PENGANGGARAN MODAL Ari Darmawan, Dr. S.AB, M.AB Email: aridarmawan_fia@ub.ac.id A. PENDAHULUAN B. METODE PENILAIAN INVESTASI - Accounting Rate of Return - Payback Period - Net Present

Lebih terperinci

MAKALAH STUDI KELAYAKAN BISNIS PENILAIAN INVESTASI DAN RESIKO INVESTASI

MAKALAH STUDI KELAYAKAN BISNIS PENILAIAN INVESTASI DAN RESIKO INVESTASI MAKALAH STUDI KELAYAKAN BISNIS PENILAIAN INVESTASI DAN RESIKO INVESTASI Disusun Oleh: Paulina Sari 201210170311004 Aulia Pratiwi 201210170311033 Satria Sukanda 201210170311041 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Gatot Subroto Kav 31, Jakarta Selatan. Modal Dasar berjumlah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Gatot Subroto Kav 31, Jakarta Selatan. Modal Dasar berjumlah 51 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Gambaran Umum 1. Sejarah Perkembangan Perusahaan PT. Estika Daya Mandiri adalah merupakan salah satu anak perusahaan dari Dana Pensiun Bank Mandiri Satu yang berlokasi

Lebih terperinci

ANALISIS INVESTASI USAHA PADA WARNET KHARISMA DOT NET. Nama : SUKMIATI NPM : Kelas : 3 EB 18

ANALISIS INVESTASI USAHA PADA WARNET KHARISMA DOT NET. Nama : SUKMIATI NPM : Kelas : 3 EB 18 ANALISIS INVESTASI USAHA PADA WARNET KHARISMA DOT NET Nama : SUKMIATI NPM : 26210727 Kelas : 3 EB 18 LATAR BELAKANG Seiring dengan perkembangan teknologi dan komunikasi telah menempatkan internet menjadi

Lebih terperinci

Bab V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab V KESIMPULAN DAN SARAN Bab V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Analisa kelayakan untuk rencana ekspansi yang akan dilaksanakan oleh perusahaan X menggunakan lima metode Capital Budgeting yaitu Payback Period, Accounting Rate

Lebih terperinci

PENILAIAN INVESTASI. Bentuk investasi dibedakan 1. Berdasarkan asset yang dimiliki 2. Berdasarkan lamanya waktu investasi

PENILAIAN INVESTASI. Bentuk investasi dibedakan 1. Berdasarkan asset yang dimiliki 2. Berdasarkan lamanya waktu investasi PENILAIAN INVESTASI I. Pengertian Investasi Investasi adalah penanaman (pengeluaran) modal (uang) waktu sekarang yang hasilnya baru diketahui diwaktu kemudian. Bentuk investasi dibedakan. Berdasarkan asset

Lebih terperinci

STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA USAHA RIADY AQUARIUM BEKASI. Nama : Aji Tri Sambodo NPM : Kelas : 3EA18

STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA USAHA RIADY AQUARIUM BEKASI. Nama : Aji Tri Sambodo NPM : Kelas : 3EA18 STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA USAHA RIADY AQUARIUM BEKASI Nama : Aji Tri Sambodo NPM : 10210466 Kelas : 3EA18 Pendahuluan Penilaian investasi / studi kelayakan sangat diperlukan oleh orang atau badan yang

Lebih terperinci

Metode Penilaian Investasi

Metode Penilaian Investasi Metode Penilaian Investasi Pendahuluan Dalam menentukan usulan proyek investasi mana yang akan diterima atau ditolak Maka usulan proyek investasi tersebut harus dinilai Metode Penilaian Metode periode

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada saat ini persaingan di dunia usaha semakin ketat. Apabila perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Pada saat ini persaingan di dunia usaha semakin ketat. Apabila perusahaan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada saat ini persaingan di dunia usaha semakin ketat. Apabila perusahaan tidak dapat bersaing, maka perusahaan tersebut dapat kalah dalam persaingan dan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Studi Kelayakan Bisnis 2.1.1 Pengertian Studi Kelayakan Bisnis Kata bisnis berasal dari bahasa Inggris busy yang artinya sibuk, sedangkan business artinya kesibukan. Bisnis dalam

Lebih terperinci

ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA AYAM GORENG SABANA CABANG PERUMAHAN ANGKASA PURI JATI ASIH - BEKASI

ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA AYAM GORENG SABANA CABANG PERUMAHAN ANGKASA PURI JATI ASIH - BEKASI ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA AYAM GORENG SABANA CABANG PERUMAHAN ANGKASA PURI JATI ASIH - BEKASI Nama NPM : 12210810 Jurusan Pembimbing : Firman Rengga Adi Nugroho : Manajemen : Dessy Hutajulu, SE., MM

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada umumnya tujuan utama setiap perusahaan adalah meningkatkan dan

BAB I PENDAHULUAN. Pada umumnya tujuan utama setiap perusahaan adalah meningkatkan dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada umumnya tujuan utama setiap perusahaan adalah meningkatkan dan mengoptimalkan laba. Cara yang dilakukan oleh pihak manajemen didalam mengantisipasi perubahan dan

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Menurut Surakhmad, (1994: ), metode deskriptif analisis, yaitu metode

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Menurut Surakhmad, (1994: ), metode deskriptif analisis, yaitu metode BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Metodelogi Penelitian Menurut Surakhmad, (1994:140-143), metode deskriptif analisis, yaitu metode yang memusatkan diri pada pemecahan masalah-masalah yang ada pada masa

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI A. Metode Kelayakan Investasi Evaluasi terhadap kelayakan ekonomi proyek didasarkan pada 2 (dua) konsep analisa, yaitu analisa ekonomi dan analisa finansial. Analisa ekomoni bertujuan

Lebih terperinci

BAB II INVESTASI. Setiap perusahaan yang melakukan investasi aktiva tetap selalu

BAB II INVESTASI. Setiap perusahaan yang melakukan investasi aktiva tetap selalu BAB II INVESTASI II.1. Definisi Investasi Setiap perusahaan yang melakukan investasi aktiva tetap selalu mempunyai harapan bahwa perusahaan akan dapat memperoleh kembali dana yang ditanamkan dalam aktiva

Lebih terperinci

Studi Kasus. Buku Aplikasi Excel dalam Aspek Finasial Studi

Studi Kasus. Buku Aplikasi Excel dalam Aspek Finasial Studi Studi Kasus Buku Aplikasi Excel dalam Aspek Finasial Studi Kl Kelayakan, Johar Aifi Arifin & Akhmad Fauzi Studi Kasus: Penilaian Kelayakan Investasi di bidang usaha transportasi Berdasarkan data data yang

Lebih terperinci

STUDI KELAYAKAN BISNIS PENGEMBANGAN USAHA AIR MINUM ISI ULANG DESMOND

STUDI KELAYAKAN BISNIS PENGEMBANGAN USAHA AIR MINUM ISI ULANG DESMOND STUDI KELAYAKAN BISNIS PENGEMBANGAN USAHA AIR MINUM ISI ULANG DESMOND LATAR BELAKANG Salah satu usaha yang sering kita jumpai dan banyak diminati pada saat ini adalah usaha air minum isi ulang. Dengan

Lebih terperinci

BAB V. Kesimpulan Dan Saran

BAB V. Kesimpulan Dan Saran BAB V Kesimpulan Dan Saran 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang dilakukan penulis, maka dapat diperoleh kesimpulan antara lain: 1. Kebutuhan dana untuk investasi awal untuk proyek

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Proses penelitian ini dilakukan selama periode Agustus Desember 2012 dan bertempat di PT Panarub Industry. 3.2 Materi Penelitian Subyek

Lebih terperinci

Investasi dalam aktiva tetap

Investasi dalam aktiva tetap Investasi dalam aktiva tetap Investasi dalam aktiva tetap Secara konsep Investasi dalam aktiva tetap tidak ada perbedaan dengan Investasi dalam aktiva lancar Perbedaannya terletak pada waktu dan cara perputaran

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Proyek Menurut UU No. 17 Tahun 2008, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebagai operator pelabuhan dituntut untuk bertanggung jawab terhadap aset negara. Dalam

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1 ABSTRAK Seorang investor pemilik PT X menilai permintaan dan pangsa pasar di kota Bandung terlihat masih menjanjikan untuk bisnis Depot air Minum isi ulang AMIRA. Tetapi sebelum investor menanamkan modalnya

Lebih terperinci

STUDI KELAYAKAN BISNIS PEMBUKAAN CABANG BARU TOKO TERPAL PADA UD TEGUH INDAH : MUHAMMAD FADLI NPM :

STUDI KELAYAKAN BISNIS PEMBUKAAN CABANG BARU TOKO TERPAL PADA UD TEGUH INDAH : MUHAMMAD FADLI NPM : STUDI KELAYAKAN BISNIS PEMBUKAAN CABANG BARU TOKO TERPAL PADA UD TEGUH INDAH NAMA : MUHAMMAD FADLI NPM : 14212922 DOSEN PEMBIMBING : Irfan Ardiansyah, SE., MM Latar Belakang Salah satu contoh usaha kecil

Lebih terperinci

ANALISA KELAYAKAN USAHA TERHADAP PENGEMBANGAN INVESTASI PADA PABRIK KERUPUK KULIT HIDAYAH

ANALISA KELAYAKAN USAHA TERHADAP PENGEMBANGAN INVESTASI PADA PABRIK KERUPUK KULIT HIDAYAH ANALISA KELAYAKAN USAHA TERHADAP PENGEMBANGAN INVESTASI PADA PABRIK KERUPUK KULIT HIDAYAH Nama : Annisa Dwiutami NPM : 20210910 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Heru Suharjo, SE., MM, FAKULTAS EKONOMI

Lebih terperinci

BAB V KEPUTUSAN INVESTASI

BAB V KEPUTUSAN INVESTASI BAB V KEPUTUSAN INVESTASI A. Tujuan Kompetensi Khusus Setelah mengikuti perkuliahan, diharapkan mahasiswa mampu: Memahami Pentingnya Keputusan Investasi Mampu Menghitung Cash Flow Proyek Investasi Memahami

Lebih terperinci

BAB VI ASPEK KEUANGAN

BAB VI ASPEK KEUANGAN BAB VI ASPEK KEUANGAN Pada bab 5 ini mengenai aspek keuangan Ngemilbingits, dan menjelaskan mengenai kebutuhan dana, sumber dana, proyeksi neraca, proyeksi laba rugi, proyeksi arus kas dan penilaian kelayakan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI... Halaman ABSTRAKSI.. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR Latar Belakang Penelitian 1

DAFTAR ISI... Halaman ABSTRAKSI.. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR Latar Belakang Penelitian 1 ABSTRAKSI Dalam menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin ketat, maka perusahaan memerlukan strategi yang tepat untuk selalu dapat unggul dalam persaingan. Karena bila salah dalam menerapkan strategi

Lebih terperinci

Judul Penulisan Ilmiah

Judul Penulisan Ilmiah Judul Penulisan Ilmiah ANALISIS INVESTASI AKTIVA TETAP DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAPITAL BUDGETING PADA PT. SAM SUNG PRINT & PACK INDONESIA Nama : Dian Ratnasari NPM : 21210971 Kelas : 3EB03 Jurusan :

Lebih terperinci

VIII. ANALISIS FINANSIAL

VIII. ANALISIS FINANSIAL VIII. ANALISIS FINANSIAL Analisis aspek finansial bertujuan untuk menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang diharapkan dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. agar dapat mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Dalam persaingan

BAB I PENDAHULUAN. agar dapat mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Dalam persaingan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dewasa ini, persaingan yang terjadi di dalam dunia usaha begitu ketat, sehingga setiap perusahaan dituntut untuk dapat mengambil tindakan yang tepat agar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia usaha sekarang ini, persaingan yang terjadi semakin ketat.

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia usaha sekarang ini, persaingan yang terjadi semakin ketat. BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN Dalam dunia usaha sekarang ini, persaingan yang terjadi semakin ketat. Setiap perusahaan dituntut untuk dapat mengambil tindakan-tindakan untuk dapat mengembangkan

Lebih terperinci

STUDI KELAYAKAN USAHA PEMBUKAAN CABANG BARU KONVEKSI GIAS MULTI KREASI

STUDI KELAYAKAN USAHA PEMBUKAAN CABANG BARU KONVEKSI GIAS MULTI KREASI STUDI KELAYAKAN USAHA PEMBUKAAN CABANG BARU KONVEKSI GIAS MULTI KREASI Nama : Afriwan Sinaga NPM : 16209661 Jurusan : Manajemen ( S-1 ) Pembimbing : Sri Kurniasih Agustin, SE., MM. Latar Belakang Penulis

Lebih terperinci

STUDI KELAYAKAN USAHA PEMBUKAAN CABANG BARU PADA KEDAI MINUMAN LILIPUT BUBBLE

STUDI KELAYAKAN USAHA PEMBUKAAN CABANG BARU PADA KEDAI MINUMAN LILIPUT BUBBLE STUDI KELAYAKAN USAHA PEMBUKAAN CABANG BARU PADA KEDAI MINUMAN LILIPUT BUBBLE Nama : Adi Putro Nugroho NPM : 10210156 Fakultas : Ekonomi Jurusan : Manajemen Dosen Pembimbing:Ir. Titiek Irewati,MM BAB I

Lebih terperinci

ANALISIS STUDI KELAYAKAN KELANGSUNGAN PADA USAHA JASA

ANALISIS STUDI KELAYAKAN KELANGSUNGAN PADA USAHA JASA LINA AULINA 14210027 MANAJEMEN EKONOMI 2013 ANALISIS STUDI KELAYAKAN KELANGSUNGAN PADA USAHA JASA FOTOCOPY MENTARI PAGI Latar Belakang Masalah Kemajuan dl dalam bidang tk teknologi juga sudah dh berkembang

Lebih terperinci

ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI

ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI Dalam pengambilan keputusan investasi, opportunity cost memegang peranan yang penting. Opportunity cost merupakan pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai

Lebih terperinci

Contoh Soal dan Pembahasan Internal Rate of Return (IRR)

Contoh Soal dan Pembahasan Internal Rate of Return (IRR) Contoh Soal dan Pembahasan Internal Rate of Return (IRR) Aplikasi IRR, arus kas setiap tahun jumlahnya sama. Soal 1 : Suatu pabrik mempertimbangkan ususlan investasi sebesar Rp. 13.. tanpa nilai sisa dapat

Lebih terperinci

ANALISIS INVESTASI USAHA KONSTRUKSI. Nama : Renaldi Prakoso Soekarno NPM : Jurusan : Manajemen Pembimbing : Elvia Fardiana,SE.

ANALISIS INVESTASI USAHA KONSTRUKSI. Nama : Renaldi Prakoso Soekarno NPM : Jurusan : Manajemen Pembimbing : Elvia Fardiana,SE. ANALISIS INVESTASI USAHA PADA CV.CD LAS KONSTRUKSI Nama : Renaldi Prakoso Soekarno NPM : 15210722 Jurusan : Manajemen Pembimbing : Elvia Fardiana,SE.,MM Latar Belakang Masalah Pada dasarnya pembentukan

Lebih terperinci

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 41 BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Pilihan Analisis Untuk menganalisis kelayakan usaha untuk dapat melakukan investasi dalam rangka melakukan ekspansi adalah dengan melakukan penerapan terhadap

Lebih terperinci

CHAPTER 7 PENILAIAN USUL INVESTASI

CHAPTER 7 PENILAIAN USUL INVESTASI CHAPTER 7 PENILAIAN USUL INVESTASI Menilai Usul Investasi Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam usul investasi 1. Faktor Kecukupan Dana 2. Faktor Keuntungan yang akan dicapai 3. Faktor Bunga 4.

Lebih terperinci

BAB II KEPUTUSAN INVESTASI

BAB II KEPUTUSAN INVESTASI BAB II KEPUTUSAN INVESTASI II.1. Pengertian Investasi Investasi dapat diartikan sebagai pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk menghasilkan laba di masa yang akan datang (Mulyadi, 2001: 284).

Lebih terperinci

EVALUASI INVESTASI PADA PT. IMAN SERTA SEMINAR PENULISAN ILMIAH

EVALUASI INVESTASI PADA PT. IMAN SERTA SEMINAR PENULISAN ILMIAH EVALUASI INVESTASI PADA PT. IMAN SERTA SEMINAR PENULISAN ILMIAH AMRUL HAKIM 20210623 LATAR BELAKANG Pada hakekatnya, setiap kegiatan usaha yang dilakukan oleh setiap para pengusaha ditujukan untuk memperoleh

Lebih terperinci

BAB V HASIL ANALISA. dan keekonomian. Analisis ini dilakukan untuk 10 (sepuluh) tahun. batubara merupakan faktor lain yang juga menunjang.

BAB V HASIL ANALISA. dan keekonomian. Analisis ini dilakukan untuk 10 (sepuluh) tahun. batubara merupakan faktor lain yang juga menunjang. BAB V HASIL ANALISA 5.1 ANALISIS FINANSIAL Untuk melihat prospek cadangan batubara PT. XYZ, selain dilakukan tinjauan dari segi teknis, dilakukan juga kajian berdasarkan aspek keuangan dan keekonomian.

Lebih terperinci

12/04/2012. Dosen Pengajar Fakultas Ekonomi

12/04/2012. Dosen Pengajar Fakultas Ekonomi MATERI MATRIKULASI PENGANTAR BISNIS Sub Bahasan Manajemen Keuangan (Konsep Penilaian Investasi dala Aktiva Tetap) I Made Artawan, SE, MM Dosen Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa Denpasar 1

Lebih terperinci

6 ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN SURIMI

6 ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN SURIMI 6 ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN SURIMI 6.1 Pendahuluan Industri surimi merupakan suatu industri pengolahan yang memiliki peluang besar untuk dibangun dan dikembangkan. Hal ini didukung oleh adanya

Lebih terperinci

CAPITAL INVESTMENT DECISIONS (PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENANAMAN MODAL)

CAPITAL INVESTMENT DECISIONS (PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENANAMAN MODAL) CAPITAL INVESTMENT DECISIONS (PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENANAMAN MODAL) A. PENDAHULUAN Jenis pengambilan keputusan yang penting bagi manajemen, di samping penentuan harga jual, adalah pengambilan keputusan

Lebih terperinci

Studi Kelayakan Investasi Usaha Toko Mebel Sinar Terang di Proyek Bekasi

Studi Kelayakan Investasi Usaha Toko Mebel Sinar Terang di Proyek Bekasi Studi Kelayakan Investasi Usaha Toko Mebel Sinar Terang di Proyek Bekasi Nama : Ratu Gingga Mentari NPM : 15210675 Kelas : 3EA18 Fakultas : Ekonomi Jenjang/Jurusan : S1/Manajemen Sumber daya manusia merupakan

Lebih terperinci

Analisis Studi Kelayakan Pen ilaian Investasi Untuk Pengem bangan Cabang Baru Warung Internet Genesis." Indah Ayu Permatasari

Analisis Studi Kelayakan Pen ilaian Investasi Untuk Pengem bangan Cabang Baru Warung Internet Genesis. Indah Ayu Permatasari Analisis Studi Kelayakan Pen ilaian Investasi Untuk Pengem bangan Cabang Baru Warung Internet Genesis." Indah Ayu Permatasari 13212663 LATAR BELAKANG Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan

Lebih terperinci

INVESTASI DALAM AKTIVA TETAP

INVESTASI DALAM AKTIVA TETAP INVESTSI DLM KTIV TETP nggaran/budget adalah suatu rencana yang menjelaskan arus kas keluar dan arus kas masuk yang diproyeksikan selama periode tertentu dimasa yang akan datang. Peranggaran Modal adalah

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis pada AHASS Pasirkaliki Motor yang

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis pada AHASS Pasirkaliki Motor yang BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis pada AHASS Pasirkaliki Motor yang akan melakukan ekspansi di antara dua tempat yaitu Cimahi atau Soreang, maka penulis

Lebih terperinci

BAB IX Analisis Keputusan Investasi Modal

BAB IX Analisis Keputusan Investasi Modal BAB IX Analisis Keputusan Investasi Modal A. Tujuan Instruksional : 1. Umum : Mahasiswa bisa menganalisis untuk keputusan investasi modal 2. Khusus : Mahasiswa memahami dan dapat melakukan analisis keputusan

Lebih terperinci

Handout Manajemen Keuangan

Handout Manajemen Keuangan Handout Manajemen Keuangan CAPITAL BUDGETING TECHIQUES 1 PENDAHULUAN Setelah penentuan informasi arus kas relevan yang dibutuhkan dalam membuat keputusan penganggaran modal dilakukan, langkah selanjutnya

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada penerbit dan percetakan buku TK, CV. Pakar

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada penerbit dan percetakan buku TK, CV. Pakar BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada penerbit dan percetakan buku TK, CV. Pakar 99 yang berlokasi di Jln. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 82 Sengon - Jombang

Lebih terperinci

TEHNIK PENGANGGARAN BARANG MODAL (CAPITAL BUDGETING) Oleh : Padlah Riyadi, SE. Ak 1

TEHNIK PENGANGGARAN BARANG MODAL (CAPITAL BUDGETING) Oleh : Padlah Riyadi, SE. Ak 1 TEHNIK PENGANGGARAN BARANG MODAL (CAPITAL BUDGETING) Oleh : Padlah Riyadi, SE. Ak 1 Penganggaran Barang Modal (Capital Budgeting) Adalah proses perencanaan pengeluaran untuk aktiva yang diharapkan akan

Lebih terperinci

STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA KEDAI DIM SUM PA BAHRI. Nama : Rafli Triyoga NPM : Pembimbing : Adi Kuswanto, DR. MBA

STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA KEDAI DIM SUM PA BAHRI. Nama : Rafli Triyoga NPM : Pembimbing : Adi Kuswanto, DR. MBA STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA KEDAI DIM SUM PA BAHRI Nama : Rafli Triyoga NPM : 15212893 Pembimbing : Adi Kuswanto, DR. MBA Latar Belakang Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia.

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN 16 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Usaha pengembangan kerupuk Ichtiar merupakan suatu usaha yang didirikan dengan tujuan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Melihat dari adanya peluang

Lebih terperinci

DAFTARISI. BAB I Pendahuluan Batasan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Metode Penelitian...

DAFTARISI. BAB I Pendahuluan Batasan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Metode Penelitian... DAFTARISI Halaman Judul........................................................................... i Halaman pengesahan pembimbing....ii Halaman Pengesahan penguji.........................................................

Lebih terperinci

EVALUASI KELAYAKAN INVESTASI AKTIVA TETAP DENGAN TEKNIK CAPITAL BUDGETING (Studi Kasus Pada Po. Pion Transport Malang)

EVALUASI KELAYAKAN INVESTASI AKTIVA TETAP DENGAN TEKNIK CAPITAL BUDGETING (Studi Kasus Pada Po. Pion Transport Malang) EVALUASI KELAYAKAN INVESTASI AKTIVA TETAP DENGAN TEKNIK CAPITAL BUDGETING (Studi Kasus Pada Po. Pion Transport Malang) Arief Budiman Nengah Sudjana Raden Rustam Hidayat Fakultas Ilmu Administrasi Universitas

Lebih terperinci

ANALISA INVESTASI PENGEMBANGAN USAHA WARNET PADA GAMEMASTER.NET

ANALISA INVESTASI PENGEMBANGAN USAHA WARNET PADA GAMEMASTER.NET ANALISA INVESTASI PENGEMBANGAN USAHA WARNET PADA GAMEMASTER.NET Nama : BENNY CHANDRA S. NPM : 20207205 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Aji Sukarno, SE.,MM Latar Belakang Dengan pesatnya perkembangan informasi,

Lebih terperinci

ANALISIS CAPITAL BUDGETING SEBAGAI SALAH SATU ALAT UNTUK MENGUKUR KELAYAKAN INVESTASI (Studi Pada PT. Wahana Makmur Bersama Gresik)

ANALISIS CAPITAL BUDGETING SEBAGAI SALAH SATU ALAT UNTUK MENGUKUR KELAYAKAN INVESTASI (Studi Pada PT. Wahana Makmur Bersama Gresik) ANALISIS CAPITAL BUDGETING SEBAGAI SALAH SATU ALAT UNTUK MENGUKUR KELAYAKAN INVESTASI (Studi Pada PT. Wahana Makmur Bersama Gresik) Anandhayu Mahatma Ratri Moch. Dzulkirom Achmad Husaini Fakultas Ilmu

Lebih terperinci

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI Menaksir Aliran Kas Beberapa Pertimbangan dalam Menaksir Aliran Kas Dalam analisis i keputusan investasi, i ada bb beberapa langkah yang akan dilakukan: 1) Menaksir aliran

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Diagram alir metode penelitian merupakan kerangka berpikir yang terdiri langkah-langkah penelitian yang disusun sebagai acuan penelitian. Diagram alir diperlukan agar penyusunan

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di perusahaan peternakan sapi perah di CV. Cisarua Integrated Farming, yang berlokasi di Kampung Barusireum, Desa Cibeureum, Kecamatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia usaha dewasa ini ditandai dengan semakin. meningkatnya persaingan yang ketat di berbagai bidang usaha, hal ini

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia usaha dewasa ini ditandai dengan semakin. meningkatnya persaingan yang ketat di berbagai bidang usaha, hal ini BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan dunia usaha dewasa ini ditandai dengan semakin meningkatnya persaingan yang ketat di berbagai bidang usaha, hal ini menyebabkan banyak perusahaan

Lebih terperinci

ABSTRAKSI. Dengan perkembangan jaman yang semakin pesat ini, membuat banyak

ABSTRAKSI. Dengan perkembangan jaman yang semakin pesat ini, membuat banyak ABSTRAKSI Dengan perkembangan jaman yang semakin pesat ini, membuat banyak perusahaan berpikir lebih maju sehingga perusahaan menanamkan berbagai jenis investasi untuk bersaing dengan perusahaan lain guna

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis pada PT X, mengenai Peranan Capital Budgeting Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Untuk Pembelian Mesin

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. produksi daging ayam dinilai masih kurang. Berkenaan dengan hal itu, maka

BAB I PENDAHULUAN. produksi daging ayam dinilai masih kurang. Berkenaan dengan hal itu, maka 1 BAB I PENDAHULUAN I.A. Latar Belakang Masalah Peluang usaha di bidang peternakan ayam pada saat ini terbilang cukup baik, karena kebutuhan akan daging ayam setiap tahunnya meningkat, sementara produksi

Lebih terperinci

ANALISIS STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHA KONVEKSI PADA CV. TATA SARANA MANDIRI. : Dedik Fahrudin NPM : Jenjang/Jurusan : S1/Manajemen

ANALISIS STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHA KONVEKSI PADA CV. TATA SARANA MANDIRI. : Dedik Fahrudin NPM : Jenjang/Jurusan : S1/Manajemen ANALISIS STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHA KONVEKSI PADA CV. TATA SARANA MANDIRI Nama : Dedik Fahrudin NPM : 11212796 Jenjang/Jurusan : S1/Manajemen LATAR BELAKANG Studi kelayakan terhadap suatu usaha

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab V Kesimpulan dan Saran BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil perhitungan analisis Capital Budgeting dan analisis sensitivitas pada perusahaan Dian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan dalam dunia usaha pada masa sekarang ini menuntut pelaku

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan dalam dunia usaha pada masa sekarang ini menuntut pelaku BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Persaingan dalam dunia usaha pada masa sekarang ini menuntut pelaku ekonomi untuk bertindak seefektif dan seefisien mungkin. Tindakan yang efektif dan efisien

Lebih terperinci

STUDI KELAYAKAN PROYEK PENGEMBANGAN PERKEBUNAN PISANG ABACA DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS PERANGGARAN MODAL

STUDI KELAYAKAN PROYEK PENGEMBANGAN PERKEBUNAN PISANG ABACA DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS PERANGGARAN MODAL STUDI KELAYAKAN PROYEK PENGEMBANGAN PERKEBUNAN PISANG ABACA DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS PERANGGARAN MODAL Sumiati dan Toto Sugiharto Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma ABSTRAK Lahan tidur merupakan

Lebih terperinci

BAB VI ASPEK KEUANGAN

BAB VI ASPEK KEUANGAN BAB VI Bagian ini akan menjelaskan tentang kebutuhan dana, sumber dana, proyeksi neraca, proyeksi laba rugi, proyeksi arus kas, dan penilaian kelayakan investasi. Proyeksi keuangan ini akan dibuat dalam

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sukirno (2003), investasi adalah pengeluaran atau penanaman modal bagi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sukirno (2003), investasi adalah pengeluaran atau penanaman modal bagi BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Investasi Sukirno (2003), investasi adalah pengeluaran atau penanaman modal bagi perusahaan untuk membeli barang modal dan perlengkapan produksi untuk menambah

Lebih terperinci

Pendahuluan. Prosedur Capital Budgeting atau Rencana Investasi

Pendahuluan. Prosedur Capital Budgeting atau Rencana Investasi Pendahuluan Suatu program capital budgeting atau rencana investasi yang baik membutuhkan beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam proses pengambilan keputusan. Langkah-langkah tersebut adalah : 1) Penelitian

Lebih terperinci