Disusun Oleh : LIA YULIANA, M.Pd LIA YULIANA FIP UNY 1

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Disusun Oleh : LIA YULIANA, M.Pd LIA YULIANA FIP UNY 1"

Transkripsi

1 Manajemen Sarana Pendidikan Disusun Oleh : LIA YULIANA, M.Pd LIA YULIANA FIP UNY 1

2 PENGERTIAN MANAJEMEN SARANA PENDIDIKAN Manajemen Sarana (manajemen materiil) : segenap proses penataan yang bersangkutan dengan pengadaan, pendayagunaan dan pengelolaan sarana pendidikan agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan secar efektif dan efisien. LIA YULIANA FIP UNY 2

3 Sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, baik yang bergerak, maupun tidak bergerak, agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien (Tim Penyusun Pedoman Media Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) LIA YULIANA FIP UNY 3

4 Fasilitas/Sarana Fasilitas Fisik/materiil Fasilitas uang berupa benda atau fisik mempunyai peranan untuk memudahkan dan melancarkan suatu usaha Contoh: perabot ruang kelas, perabot kantor TU, perabot laboratorium, perpustakaan, dan ruang praktek. Bersifat mempermudah suatu kegiatan sebagai akibat bekerjanya nilai uang LIA YULIANA FIP UNY 4

5 PENGADAAN ALAT PEMBELAJARAN (Tahap pertama dari manajemen materiil) Perencanaan sekaligus dari langkah pengadaan Tahap-tahap perencanaan kebutuhan alat pelajaran 1. analisis terhadap materi pelajaran mana yang membutuhkan alat atau media dalam penyampainnya 2. seleksi menurut skala prioritas terhadap alat-alat yang mendesak pengadaannya 3. inventarisasi terhadap alat-alat atau media yang telah ada 4. seleksi terhadap alat pelajaran/media yang masih dapat dimanfaatkan 5. Mencari dana (bila belum ada) mengajukan usul kepada pemerintah 6. Menunjuk seseorang (bagian pembekalan) untuk melaksanakan pengadaan alat LIA YULIANA FIP UNY 5

6 Perencanan yang telah diterangkan di atas berlaku disarana yang lain mulai dari prasarana (tanah pekarangan, gedung dan ruang kelas) dan sarana-sarana lain (perabot, perlengkapan kelas dan kelengkapan ruang lain). LIA YULIANA FIP UNY 6

7 PENGATURAN DAN PENGGUNAAN SARANA PENDIDIKAN Sehubungan dengan pengaturan dan penggunaan ini, maka sarana dapat dibedakan menjadi dua kategori yaitu: Alat-alat yang langsung digunakan dalam proses belajar mengajar seperti: alat pelajaran alat peraga media pendidikan Alat-alat yang tidak langsung terlibat dalam proses belajar mengajar seperti: bangunan sekolah, meja guru, perabot kantor tata usaha, kamar kecil, dan sebagainya LIA YULIANA FIP UNY 7

8 Alat Pelajaran, Alat Peraga, Media Pendidikan...????? Alat pelajaran adalah semua benda yang dapat digunakan secara langsung oleh guru maupun siswa dalam proses belajar mengajar. Alat peraga yaitu semua alat pembantu pendidikan dan pengajaran, dapat berupa benda atau pun perbuatan dari yang paling konkrit sampai ke yang paling abstrak, yang dapat mempermudah pemberian pengertian kepada siswa Media pendidikan mempunyai peran yang lain dari alat peraga, yaitu sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar untuk mempertinggi efektivitas dan efisiensi pendidikan, tetapi dapat juga sebagai pengganti peranan guru. LIA YULIANA FIP UNY 8

9 Pengaturan Awal (Pengaturan sebelum alat-alat digunakan) : Memberikan identitas terhadap alat yaitu nomor inventaris dengan kode tertentu untuk jenis tertentu. Pencatatan alat kedalam buku inventaris. Penempatan alat ke dalam ruang atau almari yang sudah diberi kode. LIA YULIANA FIP UNY 9

10 Penggunaan alat dipengaruhi 4 faktor : Banyaknya alat untuk tiap macam Banyaknya kelas Banyaknya siswa dalam tiap-tiap kelas Banyaknya ruang atau lokal yang ada disekolah itu. LIA YULIANA FIP UNY 10

11 Pengaturan alat pelajaran (sentarlisasi atau disentarlisasi) secara umum dapat diatur sebagai berikut: Alat pelajaran untuk kelas tertentu Disesuaikan dengan materi dalam kurikulum Alat pelajaran untuk beberapa kelas Apabila banyaknya alat terbatas, padahal yang membutuhkan lebih dari satu kelas, maka alat-alat tersebut digunakan bersama-sama secara bergantian. Alat pelajaran untuk semua siswa Dilakukan dengan membawa ke kelas yang membutuhkan secara bergantian atau siswa yang akan menggunakan mendatangi ruangan tertentu. LIA YULIANA FIP UNY 11

12 PENYINGKIRAN BARANG Barang-barang sekolah Dijaga apabila Rusak Reparasi jika Disingkirkan Reparasi = harga beli barang baru LIA YULIANA FIP UNY 12

13 Penghapusan ialah kegiatan yang bertujuan untuk menghapus barang-barang milik negara dari Daftar Inventaris Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Buku Pedoman Umum Penyelenggaraan Manajemen Sekolah Menengah) LIA YULIANA FIP UNY 13

14 Sebagai salah satu fungsi dari pengelolaan perlengkapan, penghapusan mempunyai arti : a. mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi kerugian yang jauh lebih besar. b. meringankan beban kerja inventarisasi karena banyaknya barang-barang yang tinggal menyusut c. Membebaskan barang-barang dari tanggung jawab satuan organisasi atau lembaga yang mengurusnya LIA YULIANA FIP UNY 14

15 Syarat-syarat barang yang dapat dihapuskan dari daftar inventaris : 1. Dalam keadaan rusak berat yang sudah dipastikan tidak dapat diperbaiki lagi atau dipergunakan lagi. 2. Perbaikan akan menelan biaya yang sangat besar sekali, sehingga merupakan pemborosan uang negara. 3. secara teknis dan ekonomis kegunaan tidak seimbang dengan biaya pemeliharaan. 4. Penyusutan diluar kekuasaan pengurus barang (biasanya bahan kimia). 5. Tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masa kini, seperti mesin tulis biasanya diganti dengan IBM atau personal komputer. 6. Barang-barang yang apabula disimpan lebih lama akan rusak dan tidak dapat dipakai lagi. 7. Ada penurunan aktifitas kerja, misalnya : dengan mesin tulis baru sebuah konsep dapat diselesaikan dalam 5 hari, akan tetapi dengan mesin tulis yang hampir rusak harus diselesaikan 10 hari. 8. Dicuri, dibakar, diselewengkan, musnah akibat bencana alam, dsb LIA YULIANA FIP UNY 15

16 Tahap-tahap penghapusan/penyingkiran: 1. Pemilihan barang yang dilakukan tiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan 2. Memperhatikan faktor-faktor penyingkiran dan penghapusan ditinjau dari segi nilai uang 3. Membuat perencanaan 4. Membuat surat pemberitahuan kepada yang akan diadakan penyingkiran dengan menyebut barang-barang yang akan disingkirkan 5. Melaksanakan penyingkiran, dengan cara: a. Mengadakan lelang b. Menghibahkan kepada Badan Orang lain c. Membakar d. Penyingkiran disaksikan oleh atasan 6. Membuat berita acara tentang pelaksanaan penyingkiran. LIA YULIANA FIP UNY 16

17 MANAJEMEN PERSPUSTAKAAN SEKOLAH unit kerja yang merupakan bagian integral dari lembaga pendidikan sekolah, yang berupa penyimpanan koleksi bahan pustaka PERPUSTAKAAN SEKOLAH yang diatur secara sistematik dengan cara tertentu untuk digunakan oleh siswa dan guru sebagai suatu sumber informasi, dalam rangka menunjang program belajar dan mengajar di sekolah. LIA YULIANA FIP UNY 17

18 Kegiatan pengelolaan koleksi buku perpustakaan sekolah antara lain : Inventarisasi Klasifikasi Pembuatan katalog Penyelesaian Penyajian koleksi LIA YULIANA FIP UNY 18

19 Inventarisasi adalah kegiatan yang berupa pencatatan koleksi bahan pustaka sebagai bukti bahwa koleksi bahan perpustakaan tersebut telah sah dari perpustakaan. Klasifikasi merupakan pengelompokkan koleksi menurut golongan atau jenis tertentu dengan cara tertentu. Katalog adalah suatu pedoman petunjuk seluruh bahan atau sumber yang tersedia di suatu perpustakaan. LIA YULIANA FIP UNY 19

20 Penyelesaian adalah suatu langkah dalam proses pengolahan koleksi perpustakaan setelah bahanbahan tersebut di lengkapi dengan kartu-kartu dan sebelum mulai di tawarkan untuk di manfaatkan. Penyajian dilakukan dengan meletakkan pada rak buku untuk bahan koleksi termasuk buku-buku. LIA YULIANA FIP UNY 20

21 PENGELOLAAN SARANA BUKU I. PERENCANAAN SARANA BUKU Perencanaan kebutuhan jenis buku berdasar kurikulum yang berlaku. Perencanaan kebutuhan tiap jenis berdasarkan jumlah siswa, jumlah guru, dan perpustakaan. Perencanaan Pengadaan Buku Perencanaan sumber dana pengadaan buku Perencanaan distribusi buku Perencanaan pendayagunaan buku Perencanaan inventaris penyampaian dan pemeliharaan Perencanaan pelaporan posisi buku/tiap buku LIA YULIANA FIP UNY 21

22 II. ORGANISASI SARANA BUKU Struktur Organisasi a. Perencanaan 1) Urutan kurikulum 2) Guru-guru mata pelajaran 3) Urusan sarana 4) Para ahli bidang pembukuan b. Distribusi 1) Ratio buku terhadap siswa : 1 buku : 1 siswa 2) Ratio buku terhadap guru : 1 buku : 1 guru (yang sesuai) 3) Ratio buku terhadap perpustakaan : 1 perpustakaan : 40 s iswa (40 buku) sejenis. c. Pengaturan 1) Banyaknya siswa per kelas 2) Banyaknya guru mata pelajaran LIA YULIANA FIP UNY 22

23 III. KOORDINASI SARANA BUKU Dalam merencanakan pengadaan pengelolaan penulisan pendistribusian, pendayagunaan dan pemiliharaan jenis buku yang diperlukan sesuai dengan kurikulum yang berlaku agar berkoordinasi dengan unsur-unsur tersebut di atas. IV. PELAKSANAAN SARANA BUKU 1) Diupayakan sesuai dengan perencanaan untuk satu semester, dua semester dan tahunan, sehingga tidak terjadi pengadaan buku berlebihan untuk jenis yang sama. 2) Buku perlu disusun secara prioritas yang berdasarkan kenutuhan/pendayagunaannya 3) Waktu pelaksanaan diupayakan pada awal tahun pelajaran, agar bukubuku tersebut dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru. LIA YULIANA FIP UNY 23

24 V. PENGENDALIAN/PENGAWASAN SARANA BUKU Pengendalian/pengawasan sarana buku dilakukan oleh: 1. Pengawas 2. Kepala Sekolah 3. Pustakawan 4. Koordinator tiap mata pelajaran LIA YULIANA FIP UNY 24

25 PENGELOLAAN ALAT PERAGA I. PERENCANAAN ALAT PERAGA Perencanaan kebutuhan alat peraga tiap jenis berdsarkan jumlah siswa dan guru. Perencanaa pengadaan alat peraga baik melalui pembelian maupun melalui pengembangan alat peraga sederhana. Perencanaan sumber dana untk pengadaan alat peraga harus jelas sumber dana. Perencanaan distribusi alat peraga Perencanaan pendayagunaan alat peraga Perencanaan inventaris, penyimpanan dan pemeliharaan Perencanaan pelaporan posisi alat peraga LIA YULIANA FIP UNY 25

26 II. ORGANISASI ALAT PERAGA Dalam perencanaan distribusi dan pengaturan alat peraga perlu : 1) Melibatkan unsur yang menguasai kurikulum 2) Melibatkan unsur sarana, dan 3) Melibatkan guru-guru mata pelajaran yang emmerlukan alat peraga III. KOORDINASI ALAT PERAGA Koordinasi dalam perencanaan pengadaan, pendistribusian, pendayagunaan, pemeliharaan, dan penilaian jenis alat peraga sangat penting, karena alat peraga ada yang dibeli dan ada yang bisa dibuat oleh teknisi melalui pengembangan alat sederhana. LIA YULIANA FIP UNY 26

27 IV. PELAKSANAAN ALAT PERAGA Pelaksanaan sarana alat peraga meliputi : 1. Pengadaan alat peraga a. Pengadaan alat peraga yang harus dibeli b. Pengadaan alat peraga melalui perakitan alat sederhana oleh teknisi 2. Pendayagunaan alat peraga disesuaikan dengan jadwal pelajaran dengan permintaan guru mata pelajaran yang diserahkan satu minggu sebelum jadwal pendayagunaan. V. PENGENDALIAN/PENGAWASAN ALAT PERAGA Pengendalian/Pengawasan pengelolaan sarana buku dapat dilakukan oleh: 1. Pengawas 2. Kepala Sekolah 3. Guru Mata Pelajaran LIA YULIANA FIP UNY 27

28 PENGELOLAAN ALAT PRAKTIK I. PERENCANAAN ALAT PRAKTIK Perencanaan alat praktek dan bahan IPA, kesenian olah raga dan keterampilan. Perencanaan kebutuhan praktikum untuk tiap jenis berdasarkan jumlah siswa dan metode. Perencanaan pengadaan alat dan bahan praktik baik melalui pembelian maupun pengembangan alat praktik sederhana. Perencanaan sumber dana untuk pengadaan alat dan bahan praktik. Perencanaan distribusi, pendayagunaan, inventarisasi, penyimpanan, perawatan, perawatan alat dan bahan praktik LIA YULIANA FIP UNY 28

29 II. ORGANISASI ALAT PRAKTIK Struktur organisasi pengelolaan laboratorium IPA Guru IPA Fisika Teknisi Alat IPA Kepala Sekolah Koord. Pengelola Lab. IPA Laboran Kepala Tata Usaha Guru IPA Biologi Koordinator pengelolaan lab. IPA adalah: Guru IPA-Fisika atau IPA- Biologi Teknis alat IPA: Teknis yang telah mengikuti pelatihan alat IPA Laboran: Tenaga kependidikan yang telah mengikuti penataran laboran atau yang ditugaskan Alat praktik kesenian, olah raga, keterampilan atau muatan lokal koordinatornya langsung dibawah guru yang bersangkutan dan dibantu 1 (satu) staf atau usaha. LIA YULIANA FIP UNY 29

30 Lanjutan... II. ORGANISASI ALAT PRAKTIK Dalam pendistribusian alat praktik perlu memperhitungkan rasio alat terhadap siswa dan jenis praktikum permata pelajaran, persemester, dan pertahun. Pengaturan pendayagunaan alat praktik benar-benar diorganisir oleh unsur-unsur yang terkait. LIA YULIANA FIP UNY 30

31 III. KOORDINASI ALAT PRAKTIK Koordinasi dalam perencanaan pengadaan, pendistribusian, pendaygunaan, pemilihan, penilaian dan pembuatan alat praktik sederhana perlu ditingkatkan dan dikembangkan dengan sebaikbaiknya, terutama untuk guru mata pelajaran, teknisi, laboran, dan Pembina (Kepala Sekolah). LIA YULIANA FIP UNY 31

32 IV. PELAKSANAAN SARANA ALAT PRAKTIK Pelaksanaan Sarana Alat Praktik terdiri dari 2 (dua) jenis kegiatan, yaitu Pengendalian umum, penyusunan daftar nama, spesifikasi alat praktik dilakukan oleh Direktorat Sarana Pendidikan Ditjen Dikdasemen Depdikbud dalam buku pembakuan Alat Peraga/Praktik Pendayagunaan alat praktik harus efektif/efisien dengan cara menyusun jadwal praktik dan jadwal, demonstrasi sesuai dengan jadwal pelajaran oleh pihak laboran. LIA YULIANA FIP UNY 32

33 V. PENGENDALIAN/PENGAWASAN ALAT PRAKTIK Pengendalian/pengawasan pengelolaan sarana buku dapat dlilakukan oleh : 1. Pengawas 2. Kepala Sekolah 3. Laboran 4. Koordinator mata pelajaran LIA YULIANA FIP UNY 33

34 PENGELOLAAN PRASARANA RUANG KELAS I. PERENCANAAN PRASARANA RUANG KELAS Perencanaan kebutuhan tambahan ruang kelas dengan rencana penambahan daya tampung sekolah atau rehabilitasi ruang kelas. Perencanaan proses pendayaagunaan RKB (ruang kelas baru), atau hasil rehab dan ruang belajar yang dimiliki. Perencanaan proses pengadaan atau proses rehabilitasi Perencanaan kebutuhan perabot untuk berfungsinya pembangunan RKB. Perencanaan inventarisasi, pemeliharaan dan pelaporan. LIA YULIANA FIP UNY 34

35 II. ORGANISASI PRASARANA RUANG KELAS Pengorganisasian dan fungsionalitas ruangan ini diatur oleh wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana. III. KOORDINASI PRASARANA RUANG KELAS Dalam memanfaatkan ruang kelas, agar adanya koordinasi antara semua pihak di sekolah itu sehingga benar-benar ruang kelas itu dapat berfungsi secara efektif dan efisien. LIA YULIANA FIP UNY 35

36 IV. PELAKSANAAN PRASARANA RUANG KELAS Setelah direncanakan dan mengadakan koordinasi dengan staf di sekolah, maka pemanfaatan pelaksanaan kelas itu harus sesuai dengan rencananya. Dalam ruang kelas diupayakan terdapat kelengkapan seperti : 1. Papan absen siswa 2. Buku kemajuan kelas/pembelajaran 3. Daftar pembagian tugas kelas 4. Peraturan tata tertib siswa 5. Organisasi kelas 6. Daftar pelajaran 7. Kalender 8. Hiasan dinding 9. Gambar presiden, wakil presiden dan garuda pancasila, selain perabot dan alatalat kebersihan. 10. Daftar inventaris kelas LIA YULIANA FIP UNY 36

37 V. PENGENDALIAN/PENGAWASAN PRASARANA RUANG KELAS Ruangan kelas agar kondisinya selalu bersih dan baik, harus selalu diawasi dan dikontrol serta dijaga oleh semua warga sekolah, khususnya siswa. Sekurang-kurangnya tiap semester harus dicat dan dibersihkan. Jika mengalami kerusakan kecil, agar segera diperbaiki jangan sampai menunggu rusak parah. Petugas khusus yang mengawasi bagaimana bersih atau tidaknya, dan baik atau rusaknya ruangan kelas, ialah wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana. Ruang kelas dan bangunan asli jika mau dirubah oleh sekolah, maka harus minta izin ke Dinas Pengawasan Pembangunan dan Pemugaran. LIA YULIANA FIP UNY 37

38 PENGELOLAAN PRASARANA RUANG LABORATORIUM Perencanaan kebutuhan jenis laboratorium yang diperlukan I. PERENCANAAN RUANG LAB. sesuai tuntunan kurikulum yang berlaku. Perencanaan kebutuhan jumlah lab untuk setiap jenis berdasarkan jumlah siswa dengan rombongan belajar yang akan memanfaatkan. Perencanaan kebutuhan tanah untuk membangun laboratorium adalah mutlak diperlukan. Perencanaan kebutuhan alat laboratorium yang sesuai dengan jenis dan jumlah siswa. Perencanaan proses pengadaan laboratorium dan alat laboratorium Perencanaan pendayagunaan laboratorium agar pendayagunaan laboratorium tersebut efektif dan efisien. Perencanaan inventarisasi perawatan biaya operasional dan bahan habis pakai. Perencanaan pelaporan. LIA YULIANA FIP UNY 38

39 II. ORGANISASI RUANG LABORATORIUM Pengorganisasian ruang laboratorium ialah antara pengelola laboratorium dan penanggung jawab teknis. Jika digunakan oleh sekolah lain, maka harus ada persaratan secara tertulis antara sekolah yang meminjam dengan yang dipinjam, sehingga adanya rasa tanggung jawab bersama. Tata tertib dan jadwal agar dipasang di ruangan laboratorium dengan huruf yang besar, jelas, dan dapat dibaca. III. KOORDINASI RUANG LABORATORIUM Koordinasi dengan seluruh guru IPA, baik biologi maupun Fisika. Pembagian jadwal agar disepakati dan diatur oleh petugas laboran. LIA YULIANA FIP UNY 39

40 IV. PELAKSANAAN RUANG LABORATORIUM Dalam pelaksanaan pemakaiannya dapat dibuat jadwal. Dalam ruang laboratorium harus tersedia perabot dengan lengkap. Harus tersedia peralatan dan bahan untuk praktikum. Tata tertib penggunaan ruang laboratorium juga harus dipasang didinding agar dapat dibaca oleh siswa dan siswa dapat melaksanakannya. Kelancaran kegiatan laboratorium akan sangat tergantung dari kecepatan dan ketepatan penyediaan/penyiapan alat dan bahan serta kondisi fisik dari alat dan bahan yang diperlukan. LIA YULIANA FIP UNY 40

41 V. PENGENDALIAN/PENGAWASAN RUANG LABORATORIUM Perlu dilakukan pengawasan terhadap alat dan bahan praktik agar tidak rusak atau habis,agar pelaksanaan praktik IPA tidak terganggu, sehingga KBM dapat brjalan dengan baik. Petugas yang mengurus ruang laboratorium selain bagian sarana prasarana juga tenaga laboran dan penanggung jawab pengelola laboratorium. LIA YULIANA FIP UNY 41

42 PENGELOLAAN PRASARANA RUANG PERPUSTAKAAN I. PERENCANAAN PRASARANA RUANG PERPUS Perencanaan kebutuhan ruang perpustakaan dan luasnya ruang perpustakkaan berdasarkan tipe skolah. Perencanaan kebutuhan jenis buku dan jumlah buku berdasarkan jumlah siswa dan pemanfaatan buku. Perencanaan sumber dana dan sumber buku untuk memperkaya koleksi. Perencanaan proses pengadaan buku Perencanaan pembuatan katalog dan pengaturan operasional perpustakaan. Perencanaan pendayagunaan dan perawatan perpustakaan. Perencanaan inventaris buku dan pelaporan posisi buku perpustakaan. LIA YULIANA FIP UNY 42

43 II. ORGANISASI RUANG PERPUSTAKAAN Pengelola perpustakaan adalah petugas untuk mengurus, merawat, dan mengatur jalannya perpustakaan. Ruang perpustakaan hendaknya ditata sedemikian rupa sehingga setiap siswa/guru yang masuk ke ruangan perpustakaan merasa senang, aman dan nyaman. III. KOORDINASI RUANG PERPUSTAKAAN Koordianasi antara petugas perpustakaan dengan semua guru mata pelajaran. Setiap saat ruang perpustakaan harus bersih dan indah. Keamananan harus dijaga Organisasi, grafik keaadaan buku dan lain-lain harus dipasang dengan baik. LIA YULIANA FIP UNY 43

44 IV. PELAKSANAAN RUANG PERPUSTAKAAN Tenaga pustakawan harus benar-benar profesional dalam menangani perpustakaan. Perabot dan perlengkapan harus lengkap, atau dapat menampung siswa kurang lebih 20 % dari jumlah siswa. Tata tertib dan perangkat lainnya harus dipasang diruang perpustakaan demikian juga struktur organisasinya. V. PENGENDALIAN/PENGAWASAN RUANG PERPUSTAKAAN Pustakawan harus selalu menjaga dan melayani peminjaman dengan teratur dan baik. Tenaga perpustakaan harus cukup memadai profesional, artinya harus sering diikutsertakan dalam penataran perpustakaan. LIA YULIANA FIP UNY 44

45 PENGELOLAAN PRASARANA RUANG OLAHRAGA DAN LAPANGAN OLAHRAGA I. PERENCANAAN PRASARANA RUANG OR & Lap. OR Perencanaan kebutuhan Olah raga dan lapangan olah raga serta luasnya disesuaikan dengan jumlah siswa. Perencanaan kebutuhan lahan untuk bangunan atau lapangan olah raga. Perencanaan kebutuhan perabot dan jenis alat olahraga. Perencanaan pendayagunaan ruang dan lapangan olahraga. Perencanaan inventarisasi, pereawatan dan biaya operasional habis pakai. Perencanaan pelaporan dan posisi perabot olahraga atau koordinator guru mata pelajaran olahraga secara berkala melaporkan keadaan alat-alat. LIA YULIANA FIP UNY 45

46 II. ORGANISASI RUANG OR & LAP. OR Pengaturannya cukup dikelola oleh sekolah. Jika lapangan dipakai secara rutin oleh pihak luar, maka harus ada izin tertulis dari kantor wilayah. III. KOORDINASI RUANG OR & LAP. OR Seluruh guru olah raga dan wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana harus berusaha agar lapangan dan ruang olahraga ini memadai dan layak untuk dipakai dalam kegiatan olahraga. Petugas kebersihan harus selalu diingatkan untuk menjaga kebersihan baik ruang maupun lapangan olahraga. Alat-alat disimpan dalam satu ruangan khusus dan dijaga keamanannya. LIA YULIANA FIP UNY 46

47 IV. PELAKSANAAN RUANG OR & LAP. OR Ruang olah raga biasanya lebih besar dari pada ruang kelas dan biasanya disebut aula. Dalam aula ini dapt berfungsi sebagai lapangan basket, volley, bulutangkis, dsb. V. PENGENDALIAN/PENGAWASAN RUANG OR & LAP. OR Ruang dan lapangan olahraga diupayan harus selalu bersih dan kondisinya baik, serta layak dipakai, tidak membahayakan. Jika mengalami kerusakan harus segera diperbaiki. Alat praktik olahraga harus selalu tersedia dalam keadaan baik dan cukup untuk dipakai semua siswa. LIA YULIANA FIP UNY 47

48 ... TERIMA KASIH... LIA YULIANA FIP UNY 48

BAB IV MANAJENEN SARANA DAN PRASARANA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 2 PENAWANGAN GROBOGAN

BAB IV MANAJENEN SARANA DAN PRASARANA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 2 PENAWANGAN GROBOGAN BAB IV MANAJENEN SARANA DAN PRASARANA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 2 PENAWANGAN GROBOGAN A. Deskripsi Data Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada hari

Lebih terperinci

PENINGKATAN PENGELOLAAN SARANA PRASARANA PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 10 PADANG

PENINGKATAN PENGELOLAAN SARANA PRASARANA PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 10 PADANG PENINGKATAN PENGELOLAAN SARANA PRASARANA PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 10 PADANG Rosivia Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UNP Abstract Sarana pendidikan adalah semua perangkat, peralatan, bahan dan perabot

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI Pengertian Sarana dan Prasarana Pendidikan

BAB II LANDASAN TEORI Pengertian Sarana dan Prasarana Pendidikan BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sarana dan Prasarana Pendidikan 2.1.1 Pengertian Sarana dan Prasarana Pendidikan Sarana dan prasarana mempunyai arti yang luas. Banyak para ahli yang menjelaskan tentang definisi

Lebih terperinci

PROGRAM KERJA KEPALA SEKOLAH

PROGRAM KERJA KEPALA SEKOLAH PROGRAM KERJA KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 1 NGRAYUN T.P. 2013/2014 Kepala Sekolah berfungsi dan bertugas sebagai Edukator, Manajer, Administrator, Supervisor, Lider, Inovator, Motivator (EMASLIM). 1. Kepala

Lebih terperinci

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia Almasdi Syahza: 08127533089 1 Manajemen Laboratorium (lanjutan...! Manajemen laboratorium, dalam hal ini manajemen mutu, harus didesain untuk selalu memperbaiki efektifitas dan efisiensi kerjanya, disamping

Lebih terperinci

TATA LETAK ALAT LABORATORIUM IPA

TATA LETAK ALAT LABORATORIUM IPA TATA LETAK ALAT LABORATORIUM IPA Oleh : Drs. Suyitno Al. MS Penataan alat-alat merupakan sebagian kecil dari fungsi manajemen laboratorium. Untuk dapat memahami penataan alat di lab, kita perlu memahami

Lebih terperinci

ARTIKEL ILMIAH ANALISIS MANAJEMEN LABORATORIUM BIOLOGI BEBERAPA SMA SWASTA DI KOTA JAMBI

ARTIKEL ILMIAH ANALISIS MANAJEMEN LABORATORIUM BIOLOGI BEBERAPA SMA SWASTA DI KOTA JAMBI ARTIKEL ILMIAH ANALISIS MANAJEMEN LABORATORIUM BIOLOGI BEBERAPA SWASTA DI KOTA JAMBI SKRIPSI OLEH NOVITA SARI A1C409045 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI JUNI, 2014 ANALISIS MANAJEMEN

Lebih terperinci

PROGRAM KERJA LABORATORIUM ALAT DAN TEKNIK PENANGKAPAN. No. Kegiatan Rencana Kerja

PROGRAM KERJA LABORATORIUM ALAT DAN TEKNIK PENANGKAPAN. No. Kegiatan Rencana Kerja PROGRAM KERJA LABORATORIUM ALAT DAN TEKNIK PENANGKAPAN No. Kegiatan Rencana Kerja 2013 2014 2015 2016 2017 1. Update Penataan Ruang 25 40 60 75 100 Laboratorium sesuai SNI 2. Penataan Alat dan Bahan 50

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TAHUN : 2002 NOMOR : 30 KEPUTUSAN GUBERNUR PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 16 TAHUN 2002 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PEND. TEKNIK ELEKTRO FT UNY

PEND. TEKNIK ELEKTRO FT UNY JOB DESCRIPTION KEPALA LAB ORATORIUM / BENGKEL Oleh : Drs. Mutaqin, MPd., MT PEND. TEKNIK ELEKTRO FT UNY Siapa SAJA? Orang-Orang yang terkait dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Laboratorium / bengkel

Lebih terperinci

ADMINISTRASI DAN INVENTARISASI LABORATORIUM IPA. Oleh: Susilowati, M.Pd.

ADMINISTRASI DAN INVENTARISASI LABORATORIUM IPA. Oleh: Susilowati, M.Pd. ADMINISTRASI DAN INVENTARISASI LABORATORIUM IPA Oleh: Susilowati, M.Pd. A. Pengertian, Peran dan Fungsi Laboratorium Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005 mengenai Standar Nasional Pendidikan dan dijabarkan dalam

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 64 B. TUJUAN 64 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 65 D. UNSUR YANG TERLIBAT 65 E. REFERENSI 65 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 66

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 64 B. TUJUAN 64 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 65 D. UNSUR YANG TERLIBAT 65 E. REFERENSI 65 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 66 JUKNIS ANALISIS STANDAR SARANA DAN PRASARANA SMA DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 64 B. TUJUAN 64 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 65 D. UNSUR YANG TERLIBAT 65 E. REFERENSI 65 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 66 G. URAIAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu unsur penting untuk menunjang pendidikan yang bermutu adalah tenaga kependidikan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu unsur penting untuk menunjang pendidikan yang bermutu adalah tenaga kependidikan. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu unsur penting untuk menunjang pendidikan yang bermutu adalah tenaga kependidikan. Upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu tenaga kependidikan diwujudkan

Lebih terperinci

SURAT EDARAN Nomor : 698/C/KU/2010

SURAT EDARAN Nomor : 698/C/KU/2010 KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Gedung E Lt 5, Komplek Kemdiknas Jl. Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telp: (021) 5725610-5725613, 5725057,

Lebih terperinci

PENINGKATAN PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMPN 5 BUKITTINGGI

PENINGKATAN PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMPN 5 BUKITTINGGI PENINGKATAN PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMPN 5 BUKITTINGGI Rika Megasari Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UNP Abstract Pengelolaan sarana dan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 02/PRT/M/2009

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 02/PRT/M/2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 02/PRT/M/2009 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENETAPAN STATUS PENGGUNAAN, PEMANFAATAN, PENGHAPUSAN DAN PEMINDAHTANGANAN BARANG

Lebih terperinci

STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PENGHAPUSAN BARANG MILIK/KEKAYAAN NEGARA

STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PENGHAPUSAN BARANG MILIK/KEKAYAAN NEGARA STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PENGHAPUSAN BARANG MILIK/KEKAYAAN NEGARA 1. Tujuan: Standard Operating Procedure (SOP) Penghapusan Barang Milik/Kekayaan Negara bertujuan untuk menyeragamkan tata cara

Lebih terperinci

DAFTAR USULAN RENCANA KEGIATAN KABUPATEN / KOTA... YANG BERSUMBER DARI DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) TAHUN ANGGARAN 2017

DAFTAR USULAN RENCANA KEGIATAN KABUPATEN / KOTA... YANG BERSUMBER DARI DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) TAHUN ANGGARAN 2017 DAFTAR USULAN RENCANA KEGIATAN KABUPATEN / KOTA... YANG BERSUMBER DARI DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) TAHUN ANGGARAN 0. BIDANG PENDIDIKAN NO. KEGIATAN TARGET DANA LOKASI Total Bidang Pendidikan Rp - A. Sub

Lebih terperinci

BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 24 TAHUN 2009 TENTANG PENGHAPUSAN BARANG MILIK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 24 TAHUN 2009 TENTANG PENGHAPUSAN BARANG MILIK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 24 TAHUN 2009 TENTANG PENGHAPUSAN BARANG MILIK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG, Menimbang : a. bahwa penghapusan barang milik daerah

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 64 B. TUJUAN 65 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 65 D. UNSUR YANG TERLIBAT 65 E. REFERENSI 65 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 66

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 64 B. TUJUAN 65 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 65 D. UNSUR YANG TERLIBAT 65 E. REFERENSI 65 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 66 JUKNIS ANALISIS STANDAR SARANA DAN PRASARANA SMA DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 64 B. TUJUAN 65 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 65 D. UNSUR YANG TERLIBAT 65 E. REFERENSI 65 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 66 G. URAIAN

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL HSL RPT TGL 13 JULI 2009 PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN

Lebih terperinci

PERGUDANGAN. Dr. Ahmad Yusuf Sobri, S.Sos., M.Pd Imam Gunawan, S.Pd., M.Pd

PERGUDANGAN. Dr. Ahmad Yusuf Sobri, S.Sos., M.Pd Imam Gunawan, S.Pd., M.Pd PERGUDANGAN Dr. Ahmad Yusuf Sobri, S.Sos., M.Pd Imam Gunawan, S.Pd., M.Pd Gudang dibedakan menurut bentuknya menjadi: (1) gudang terbuka adalah gudang yang tidak berdinding dan tidak beratap, tetapi berlantai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. merupakan gabungan dari Fisika dan Biologi. Di Sekolah Menengah Atas. mata pelajaran fisika akan berdiri sendiri.

BAB I PENDAHULUAN. merupakan gabungan dari Fisika dan Biologi. Di Sekolah Menengah Atas. mata pelajaran fisika akan berdiri sendiri. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan formal diselenggarakan dengan berbagai tingkat, mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, sampai dengan Perguruan

Lebih terperinci

FUNGSI DAN TUGAS SEKOLAH DAN PENGELOLA SEKOLAH

FUNGSI DAN TUGAS SEKOLAH DAN PENGELOLA SEKOLAH FUNGSI DAN TUGAS SEKOLAH DAN PENGELOLA SEKOLAH A. FUNGSI DAN TUGAS SEKOLAH Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang berfungsi sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pendidikan jalur sekolah, secara garis

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK TEKNIS DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR/SEKOLAH DASAR LUAR BIASA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PENGELOLAAN LABORATORIUM IPA SMP NEGERI TAHUN 2010 DI KECAMATAN MLATI KABUPATEN SLEMAN SKRIPSI

PENGELOLAAN LABORATORIUM IPA SMP NEGERI TAHUN 2010 DI KECAMATAN MLATI KABUPATEN SLEMAN SKRIPSI PENGELOLAAN LABORATORIUM IPA SMP NEGERI TAHUN 2010 DI KECAMATAN MLATI KABUPATEN SLEMAN SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

Berdasarkan fungsi pokoknya, istilah manajemen dan administrasi mempunyai fungsi yang sama, yaitu:

Berdasarkan fungsi pokoknya, istilah manajemen dan administrasi mempunyai fungsi yang sama, yaitu: KONSEPSI MANAJEMEN SEKOLAH A. Pengertian Istilah manajemen sekolah acapkali disandingkan dengan istilah administrasi sekolah. Berkaitan dengan itu, terdapat tiga pandangan berbeda; pertama, mengartikan

Lebih terperinci

KEMENTERIAN NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI

KEMENTERIAN NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI KEMENTERIAN NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI PERATURAN SEKRETARIS MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI NOMOR: 01A/PER/SM/VI/2008 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGGUNAAN, PEMANFAATAN DAN PENGHAPUSAN BARANG MILIK

Lebih terperinci

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB JABATAN

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB JABATAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB JABATAN PADA JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE Tahun 2015 1. Ketua Jurusan 2. Sekretaris Jurusan 3. Ketua Program Studi 4. Ketua Laboratorium 5. Pembimbing Akademik

Lebih terperinci

Kata-kata kunci: Sumber daya sekolah Sumber daya manusia Sumber daya fisik Sumber daya keuangan

Kata-kata kunci: Sumber daya sekolah Sumber daya manusia Sumber daya fisik Sumber daya keuangan Pengembangan Sumber Daya Sekolah Oleh: Ruswandi Hermawan Abstrak Sekolah memiliki sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuantujuan pendidikan. Sumber daya pendidikan di sekolah dapat dikelompokkan

Lebih terperinci

STRATEGI PEMANFAATAN LABORATORIUM IPA DI SEKOLAH. Oleh: Legiman Widyaiswara Muda LPMP D.I. Yogyakarta

STRATEGI PEMANFAATAN LABORATORIUM IPA DI SEKOLAH. Oleh: Legiman Widyaiswara Muda LPMP D.I. Yogyakarta STRATEGI PEMANFAATAN LABORATORIUM IPA DI SEKOLAH Oleh: Legiman Widyaiswara Muda LPMP D.I. Yogyakarta e-mail: legiman.maman@yahoo.co.id ABSTRAK : Laboratorium merupakan salah satu sarana prasarana yang

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN ASET DESA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN ASET DESA MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN ASET DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK

Lebih terperinci

FORMULIR VERIFIKASI DAN VALIDASI DATA EMIS RA/MADRASAH. Nama Madrasah : NSM : Alamat : : Desa/Kel : Kecamatan : Kab/Kota : Provinsi :

FORMULIR VERIFIKASI DAN VALIDASI DATA EMIS RA/MADRASAH. Nama Madrasah : NSM : Alamat : : Desa/Kel : Kecamatan : Kab/Kota : Provinsi : FORMULIR VERIFIKASI DAN VALIDASI DATA EMIS RA/MADRASAH Nama Madrasah : NSM : Alamat : : Desa/Kel : Kecamatan : Kab/Kota : Provinsi : KEMENTERIAN AGAMA KANTOR KABUPATEN BLITAR TAHUN 2014 CEKLIS EMIS LAMPIRAN

Lebih terperinci

FORMULIR VERIFIKASI DAN VALIDASI DATA PENERIMA BSM. Nama Madrasah : NSM : Alamat : : Desa/Kel : Kecamatan : Kab/Kota : Provinsi :

FORMULIR VERIFIKASI DAN VALIDASI DATA PENERIMA BSM. Nama Madrasah : NSM : Alamat : : Desa/Kel : Kecamatan : Kab/Kota : Provinsi : FORMULIR VERIFIKASI DAN VALIDASI DATA PENERIMA BSM Nama Madrasah : NSM : Alamat : : Desa/Kel : Kecamatan : Kab/Kota : Provinsi : KEMENTERIAN AGAMA KANTOR KABUPATEN BLITAR TAHUN 2014 INSTRUMEN VERIFIKASI

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG CARA PRODUKSI KOSMETIKA YANG BAIK MENTERI KESEHATAN, Menimbang : a. bahwa langkah utama untuk menjamin keamanan kosmetika adalah penerapan

Lebih terperinci

2013, No

2013, No 2013, No.834 8 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK

Lebih terperinci

Perpustakaan sekolah

Perpustakaan sekolah Standar Nasional Indonesia Perpustakaan sekolah Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii 1 Ruang lingkup... 1 2 Istilah dan definisi... 1 3 Misi... 2 4 Tujuan... 3 5 Koleksi...

Lebih terperinci

BUPATI BANGKA BARAT PERATURAN BUPATI BANGKA BARAT NOMOR 45 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENATAUSAHAAN BARANG MILIK DAERAH

BUPATI BANGKA BARAT PERATURAN BUPATI BANGKA BARAT NOMOR 45 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENATAUSAHAAN BARANG MILIK DAERAH BUPATI BANGKA BARAT PERATURAN BUPATI BANGKA BARAT NOMOR 45 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENATAUSAHAAN BARANG MILIK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANGKA BARAT, Menimbang : a Bahwa Barang

Lebih terperinci

PENERAPAN MUTU PENDIDIKAN PADA SATUAN PENDIDIKAN

PENERAPAN MUTU PENDIDIKAN PADA SATUAN PENDIDIKAN PENERAPAN MUTU PENDIDIKAN PADA SATUAN PENDIDIKAN Suplemen MK Pengelolaan Oleh: Suryadi, M.Pd Mutu pendidikan didasarkan atas mutu input, mutu proses, dan mutu output/ outcome, sebagaimana termuat pada

Lebih terperinci

MANAJEMEN LABORATORIUM IPA (FISIKA) & CARA PENGELOLAANNYA

MANAJEMEN LABORATORIUM IPA (FISIKA) & CARA PENGELOLAANNYA MANAJEMEN LABORATORIUM IPA (FISIKA) & CARA PENGELOLAANNYA Oleh: Pujianto JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LABORATORIUM? Laboratorium

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA 1 Menimbang : a. PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG BARAT, bahwa seluruh barang milik

Lebih terperinci

1. Menyusun program kegiatan mata pelajaran Matematika dilengkapi dengan alat peraga dan bahan.

1. Menyusun program kegiatan mata pelajaran Matematika dilengkapi dengan alat peraga dan bahan. Koordinator- Koordinator A. Koordinator Matematika Koordinaor Matematika mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dan Wakasek Urusan Kurikulum dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 1. Menyusun program

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2013 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2014 DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan di SD adalah memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan di SD adalah memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah Dasar ( SD ) merupakan salah satu jenjang pendidikan formal yang harus ditempuh oleh anak, sebagai penjabaran dari ayat 3 pasal 31 Undang undang Dasar

Lebih terperinci

ANGGARAN 2015 URUT PROGRAM KEGIATAN

ANGGARAN 2015 URUT PROGRAM KEGIATAN RENCANA KERJA ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN BANDUNG TAHUN ANGGARAN 2015 Urusan Pemerintah : 1.01. Urusan Wajib Pendidikan Organisasi : 1.01.01 Dinas Pendidikan REKAPITULASI BELANJA TIDAK

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS I. KETENTUAN UMUM

PETUNJUK TEKNIS I. KETENTUAN UMUM SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DAK BIDANG PENDIDIKAN MENENGAH TAHUN ANGGARAN 2013 I. KETENTUAN UMUM

Lebih terperinci

RENCANA KERJA ANGGARAN AS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BANDU Tahun Anggaran 2015

RENCANA KERJA ANGGARAN AS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BANDU Tahun Anggaran 2015 RENCANA KERJA ANGGARAN AS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BANDU Tahun Anggaran 2015 NO. BELANJA 155,056,340,000.00 I BELANJA TIDAK LANGSUNG - II BELANJA LANGSUNG 155,056,340,000.00 BELANJA LANGSUNG

Lebih terperinci

MENGKAJI DAN MENANTI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERMENDIKNAS RI NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR TENAGA PERPUSTAKAAN SEKOLAH/ MADRASAH

MENGKAJI DAN MENANTI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERMENDIKNAS RI NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR TENAGA PERPUSTAKAAN SEKOLAH/ MADRASAH ISSN : 2089-6549 MENGKAJI DAN MENANTI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERMENDIKNAS RI NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR TENAGA PERPUSTAKAAN SEKOLAH/ MADRASAH Oleh: Rudi Susilana Abstrak Kebijakan pengelolaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar B el akang Pen eli tian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar B el akang Pen eli tian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan sekolah yang pada saat ini sedang dikembangkan secara menyeluruh oleh pemerintah, hal tersebut dibuktikan dengan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2008 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR SARANA DAN PRASARANA UNTUK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/ MADRASAH ALIYAH KEJURUAN(SMK/MAK) DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah. Bimbingan Konseling yang dilaksanakan atau dipraktekan sebagai upaya untuk membantu individu-individu yang memerlukan bantuan diperlukan adanya berbagai persiapan-persiapan

Lebih terperinci

PENGORGANISASIAN SARANA DAN PRASARANA. Dr. Ahmad Yusuf Sobri, S.Sos., M.Pd Imam Gunawan, S.Pd., M.Pd

PENGORGANISASIAN SARANA DAN PRASARANA. Dr. Ahmad Yusuf Sobri, S.Sos., M.Pd Imam Gunawan, S.Pd., M.Pd PENGORGANISASIAN SARANA DAN PRASARANA Dr. Ahmad Yusuf Sobri, S.Sos., M.Pd Imam Gunawan, S.Pd., M.Pd Siagian (2005:60) menyatakan pengorganisasian adalah keseluruhan proses pengelompokan orang-orang, alat-alat,

Lebih terperinci

PELAKSANAAN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI SMK MUHAMMADIYAH 1 TEMPEL KABUPATEN SLEMAN SKRIPSI

PELAKSANAAN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI SMK MUHAMMADIYAH 1 TEMPEL KABUPATEN SLEMAN SKRIPSI PELAKSANAAN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI SMK MUHAMMADIYAH 1 TEMPEL KABUPATEN SLEMAN SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 1995 TENTANG PEMELIHARAAN DAN PEMANFAATAN BENDA CAGAR BUDAYA DI MUSEUM

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 1995 TENTANG PEMELIHARAAN DAN PEMANFAATAN BENDA CAGAR BUDAYA DI MUSEUM PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 1995 TENTANG PEMELIHARAAN DAN PEMANFAATAN BENDA CAGAR BUDAYA DI MUSEUM PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 22

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS KEBIJAKAN DAK BIDANG PENDIDIKAN DASAR TAHUN ANGGARAN 2013

PETUNJUK TEKNIS KEBIJAKAN DAK BIDANG PENDIDIKAN DASAR TAHUN ANGGARAN 2013 SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN DASAR TAHUN ANGGARAN 2013 PETUNJUK TEKNIS I. UMUM

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. sebelumnya, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa manajemen logistik yang

BAB V PENUTUP. sebelumnya, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa manajemen logistik yang BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disampaikan pada bab sebelumnya, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa manajemen logistik yang meliputi fungsi perencanaan,

Lebih terperinci

2013, No.256 PETUNJUK TEKNIS

2013, No.256 PETUNJUK TEKNIS 7 2013, No.256 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DAK BIDANG PENDIDIKAN MENENGAH TAHUN ANGGARAN 2013 PETUNJUK

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 113/PMK.01/2006 TENTANG PEDOMAN PENATAUSAHAAN PERSEDIAAN DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN KEUANGAN

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 113/PMK.01/2006 TENTANG PEDOMAN PENATAUSAHAAN PERSEDIAAN DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN KEUANGAN 1 of 9 08/03/2011 15:54 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 113/PMK.01/2006 TENTANG PEDOMAN PENATAUSAHAAN PERSEDIAAN DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN KEUANGAN MENTERI

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 96/PMK.06/2007 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 96/PMK.06/2007 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 96/PMK.06/2007 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGGUNAAN, PEMANFAATAN, PENGHAPUSAN, DAN PEMINDAHTANGANAN BARANG MILIK NEGARA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 35 B. TUJUAN 36 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 36 D. UNSUR YANG TERLIBAT 36 E. REFERENSI 36 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 37

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 35 B. TUJUAN 36 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 36 D. UNSUR YANG TERLIBAT 36 E. REFERENSI 36 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 37 DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 35 B. TUJUAN 36 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 36 D. UNSUR YANG TERLIBAT 36 E. REFERENSI 36 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 37 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 39 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TENGAH, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 1995 TENTANG PEMELIHARAAN DAN PEMANFAATAN BENDA CAGAR BUDAYA DI MUSEUM

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 1995 TENTANG PEMELIHARAAN DAN PEMANFAATAN BENDA CAGAR BUDAYA DI MUSEUM PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 1995 TENTANG PEMELIHARAAN DAN PEMANFAATAN BENDA CAGAR BUDAYA DI MUSEUM PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 22

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 1999 TENTANG SYARAT-SYARAT DAN TATA CARA PELAKSANAAN WEWENANG, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PERAWATAN TAHANAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. A. Perencanan, Pengadaan Sarana dan Prasarana. 1. Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana

BAB II KAJIAN TEORI. A. Perencanan, Pengadaan Sarana dan Prasarana. 1. Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana 18 BAB II KAJIAN TEORI A. Perencanan, Pengadaan Sarana dan Prasarana 1. Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Perencanaan dapat dirumuskan sebagai langkah persiapan yang diarhkan kepada tujuan dan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 370 TAHUN 1993 TENTANG MADRASAH ALIYAH BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 370 TAHUN 1993 TENTANG MADRASAH ALIYAH BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 370 TAHUN 1993 TENTANG MADRASAH ALIYAH BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Madrasah Aliyah selanjutnya dalam keputusan

Lebih terperinci

PANDUAN P2M STANDAR SARANA DAN PRASARANA PENGANTAR

PANDUAN P2M STANDAR SARANA DAN PRASARANA PENGANTAR PENGANTAR Buku panduan standar sarana dan prasarana ini dibuat dengan maksud dan tujuan untuk memenuhi kebutuhan sarana fisik pembelajaran di STTR Cepu. Sehingga kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 54 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN PERPUSTAKAAN DI KABUPATEN TANGERANG

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 54 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN PERPUSTAKAAN DI KABUPATEN TANGERANG PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 54 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN PERPUSTAKAAN DI KABUPATEN TANGERANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG, Menimbang : a. bahwa untuk membina dan mengembangkan

Lebih terperinci

Petunjuk Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Menengah Tahun 2013

Petunjuk Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Menengah Tahun 2013 Petunjuk Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Menengah Tahun 2013 Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2013 DAFTAR ISI 1 Pengertian, Kebijakan,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 66 TAHUN 2015 TENTANG MUSEUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 66 TAHUN 2015 TENTANG MUSEUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 66 TAHUN 2015 TENTANG MUSEUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18 ayat (5)

Lebih terperinci

Disampaikan pada Sosialisasi DAK Bidang Pendidikan Menengah Tahun 2015

Disampaikan pada Sosialisasi DAK Bidang Pendidikan Menengah Tahun 2015 Disampaikan pada Sosialisasi DAK Bidang Pendidikan Menengah Tahun 2015 DAFTAR ISI A. PENDAHULUAN B. KETENTUAN UMUM C. PRINSIP DASAR PELAKSANAAN KEGIATAN PENINGKATAN AKSES DAN MUTU PRASARANA D. BIAYA SATUAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 08 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 08 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 08 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURBALINGGA, a. bahwa Barang Milik Daerah

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR TENAGA LABORATORIUM SEKOLAH/MADRASAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR TENAGA LABORATORIUM SEKOLAH/MADRASAH SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR TENAGA LABORATORIUM SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 153 TAHUN 2004 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN BARANG DAERAH YANG DIPISAHKAN

KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 153 TAHUN 2004 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN BARANG DAERAH YANG DIPISAHKAN KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 153 TAHUN 2004 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN BARANG DAERAH YANG DIPISAHKAN MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : a. bahwa untuk lebih efektif dan efisiensinya barang Daerah

Lebih terperinci

KEMENDIKBUD. Dana Alokasi Khusus. Pendidikan. Petunjuk Teknis.

KEMENDIKBUD. Dana Alokasi Khusus. Pendidikan. Petunjuk Teknis. No.1982, 2014 KEMENDIKBUD. Dana Alokasi Khusus. Pendidikan. Petunjuk Teknis. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 162 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan

Lebih terperinci

MANAJEMEN LABORATORIUM KIMIA

MANAJEMEN LABORATORIUM KIMIA ガンジャル MANAJEMEN LABORATORIUM KIMIA 10 月 24 日 2013 red_lady_daisuki Lab. Administrasi Safety Use (LK3) Inventory & Security Peraturan Dasar Budget Facility Organisasi PETA KONSEP Infrastuktur Equipment

Lebih terperinci

Perpustakaan sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah

Perpustakaan sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah SNP 008:2013 Final Draft Standar Nasional Perpustakaan Perpustakaan sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah Perpustakaan Nasional RI Tahun 2013 Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iii 1 Ruang lingkup...

Lebih terperinci

KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH

KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH Kompetensi Kepribadian 1. Memiliki integritas kepribadian yang kuat sebagai pemimpin : Selalu konsisten dalam berfikir, bersikap, berucap, dan berbuat dalam setiap melaksanakan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM INSTITUSI. 2.1 Profil & Sejarah Singkat SMA Kristen Kalam Kudus Surabaya. Tuhan turut campur tangan memberkati program ini.

BAB II GAMBARAN UMUM INSTITUSI. 2.1 Profil & Sejarah Singkat SMA Kristen Kalam Kudus Surabaya. Tuhan turut campur tangan memberkati program ini. BAB II GAMBARAN UMUM INSTITUSI 2.1 Profil & Sejarah Singkat SMA Kristen Kalam Kudus Surabaya Kristus adalah Kepala Jemaat, Tuhan adalah Gembala Yang Agung. Untuk menanggapi Amanat Agung Gerejawi, jemaat

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 102 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bagian ini merupakan akhir dari seluruh kajian terhadap permasalahan dalam penelitian ini. Oleh karena itu pada bab ini akan dikemukakan mengenai kesimpulan serta beberapa

Lebih terperinci

DAFTAR HADIR A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 1 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 2

DAFTAR HADIR A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 1 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 2 DAFTAR HADIR A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 1 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 2 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 5 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA PENYUSUNAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN NONFORMAL

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN NONFORMAL SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN NONFORMAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

RENCANA AKSI STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN DASAR

RENCANA AKSI STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN DASAR RENCANA AKSI STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN DASAR NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR SUB INDIKATOR KEGIATAN VOL SATUAN NILAI JUMLAH TARGET JUMLAH DANA TARGET JUMLAH DANA 2013 Rp 2014 Rp 1 2 3 1

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 35

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Departemen Hukum dan HAM RI Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 41, 2005 IPTEK. Standar Nasional.

Lebih terperinci

-2- MEMUTUSKAN : Menetapkan: PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM TENTANG PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS KOMISI PEMILIHAN UMUM. BAB I KETENTUAN UMUM

-2- MEMUTUSKAN : Menetapkan: PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM TENTANG PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS KOMISI PEMILIHAN UMUM. BAB I KETENTUAN UMUM -2- MEMUTUSKAN : Menetapkan: PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM TENTANG PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS KOMISI PEMILIHAN UMUM. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Komisi Pemilihan

Lebih terperinci

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN SARANA PEMBELAJARAN DI SDN SERAYU

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN SARANA PEMBELAJARAN DI SDN SERAYU 976 Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 10 Tahun ke-5 2016 PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN SARANA PEMBELAJARAN DI SDN SERAYU SCHOOL COMMITTEE ROLES IN LEARNING FACILITY MANAGEMENT OF SDN

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN ASET DESA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN ASET DESA SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN ASET DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, MENTERI DALAM NEGERI

Lebih terperinci

LAPORAN HASIL SUPERVISI KTSP

LAPORAN HASIL SUPERVISI KTSP LAPORAN HASIL SUPERVISI KTSP PETUNJUK PENGISIAN LAPORAN Laporan hasil ini disi oleh Petugas Supervisi berdasarkan hasil penjaringan data melalui kuesioner, pengamatan, wawancara dan studi dokumen. Pengisian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI. 1. Kondisi Fisik Sekolah

BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI. 1. Kondisi Fisik Sekolah BAB I PENDAHULUAN Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan program yang terintegrasi untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa program pendidikan sebagai calon guru atau tenaga kependidikan.

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan

Lebih terperinci

BUPATI BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI

BUPATI BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI 1 BUPATI BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN DAN PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 142/PMK.04/2011 TENTANG IMPOR SEMENTARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN,

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 142/PMK.04/2011 TENTANG IMPOR SEMENTARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 142/PMK.04/2011 TENTANG IMPOR SEMENTARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 UNTUK SEKOLAH DASAR/SEKOLAH DASAR LUAR BIASA (SD/SDLB)

PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 UNTUK SEKOLAH DASAR/SEKOLAH DASAR LUAR BIASA (SD/SDLB) SALINAN LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2012 UNTUK

Lebih terperinci

URAIAN TUGAS POKOK PADA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN GIANYAR

URAIAN TUGAS POKOK PADA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN GIANYAR URAIAN TUGAS POKOK PADA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN GIANYAR PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN GIANYAR JLN. ERLANGGA NO 1 GIANYAR URAIAN TUGAS

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI MTs NEGERI KENDAL. Disusun oleh : Nama : Rizqi Utami NIM : : Pendidikan IPA

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI MTs NEGERI KENDAL. Disusun oleh : Nama : Rizqi Utami NIM : : Pendidikan IPA LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI MTs NEGERI KENDAL Disusun oleh : Nama : Rizqi Utami NIM : 4001409019 Prodi : Pendidikan IPA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan

Lebih terperinci

NOMOR 6 TAHUN 1989 TENTANG PATEN

NOMOR 6 TAHUN 1989 TENTANG PATEN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1989 TENTANG PATEN Menimbang: DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa Negara Republik Indonesia adalah negara hukum berdasarkan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 66 TAHUN 2015 TENTANG MUSEUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 66 TAHUN 2015 TENTANG MUSEUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 66 TAHUN 2015 TENTANG MUSEUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18

Lebih terperinci