DESAIN LAYOUT OPEN YARD STORAGE BATUBARA
|
|
|
- Bambang Tanuwidjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 39 Dinamika Teknik Juli DESAIN LAYOUT OPEN YARD STORAGE BATUBARA Eko Septianto, Maria Krisnawati Program Studi D3 Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto [email protected], [email protected] DINAMIKA TEKNIK Vol. VII, No. 2 Juli 2013 Hal Abstrak Pada proses produksi semen, batubara digunakan untuk bahan bakar di mesin kiln. Batubara yang dibeli dari vendor oleh PT Holcim Indonesia Tbk, kemudian disimpan di open yard storage dan roofed yard storage. Sistem penumpukan material di open yard storage menggunakan alat berat, yang menjadikan hasil penumpukannya tidak teratur. Sehingga ketika dilakukan pengukuran volume material oleh Production Planning, hasilnya kurang akurat dan membuat selisih yang besar. Pada bulan Juli Desember 2012 selisih antara stok aktual dan stok buku adalah 19%, dan pada bulan Oktober mencapai 33%, dimana selisih yang diperbolehkan menurut Production Planning Guideline hanya 2 %. Batubara yang disimpan dengan lebih dari satu bulan di storage akan meningkatkan potensi batubara terbakar dengan sendirinya self heating. Hal ini akan meningkatkan product loss, resiko alat terbakar, dan bahaya terhadap pekerja. Kondisi seperti ini dapat dikontrol dengan metode pemilihan layout desain storage yang tepat, yang memperhatikan proses Fi-Fo dan menjaga kondisi stokpile agar tetap rapi hingga dilakukan proses pengukuran tiap akhir bulan. Setelah proses reklamasi, selisih inventori rataan pada bulan Maret dan April turun menjadi 8.3 %. Kata Kunci : storage, inventori, batubara, desain layout, sistem Fi-Fo. 1. PENDAHULUAN Area proses produksi semen mencakup raw mill area, kiln area, dan finish mill area. Bahan material untuk membuat clinker adalah batu kapur, pasir besi, tanah liat, dan pasir silika yang nantinya akan digiling di raw mill dan disebut raw meal. Material tersebut akan dibakar di kiln dengan bahan bakar batubara. Terdapat dua cara untuk memperoleh material tersebut yaitu proses pertambangan seperti batu kapur dan tanah liat dan pembelian dari vendor seperti pasir besi, pasir silika dan batubara. Material yang dibeli dari vendor memiliki selisih harga yang ditunjukkan di tabel 1. Dari tabel 1, harga batubara adalah yang tertinggi dari material yang dibeli, sehingga harus dikontrol dengan hati-hati. Tabel 1 Harga Material yang Dibeli dari Vendor No Material Harga IDR/ton 1 Pasir Besi 160,488 2 Pasir Silika 175,006 3 Batubara Adaro 940,935 4 Batubara Arutmin 523,162
2 2013 Eko Septianto, Maria Krisnawati 40 5 Batubara BRE 521,041 Sumber : SAP PT Holcim Indonesia Tbk pada 29 Mei 2013 Setelah dibeli dari vendor, batubara disimpan di open yard storage dan roofed yard storage. Proses penumpukan material di roofed yard storage dengan mesin curah dan di open yard storage dengan alat berat seperti wheel loader dan excavator. Sehingga, kondisi tumpukan di open yard storage lebih tidak teratur daripada di roofed yard storage karena belum ada suatu prosedur yang mengatur proses penumpukannya. Hal tersebut dapat mengakibatkan pengukuran yang dilakukan oleh production planning setiap akhir bulan tidak akurat dan menjadikan selisih stok material batubara yang besar antara stok buku dan stok aktual. Pada bulan Juli Desember 2012, rataan selisih stok 19 %, sedangkan menurut production planning guideline adalah 2 % (GL3021 V_1.5_PP). Disamping itu, periode penyimpanan batubara di open yard storage lebih dari satu bulan akan membuat hot spot di stokpile dan batubara beresiko terbakar, karena proses First in-first out (Fi-Fo) tidak berjalan dengan baik. Dalam kondisi aktual, proses penerimaan batubara dari tongkang secara langsung diangkut ke roofed yard tanpa ke open yard storage. Batubara akan disimpan di open yard storage ketika kondisi di roofed yard penuh. Menurut panduan stockpiling dan storaging PT Adaro Indonesia (1991), proses pemanasan batubara terjadi jika batubara disimpan tanpa stockpile management dan periode penyimpanannya lebih dari hari dan dengan cuaca yang tidak bersahabat misal angin yang kencang. Dari pendahuluan diatas, masalah yang akan diselesaikan adalah bagaimana membuat desain layout storage yang memperhatikan sistem Fi-Fo dan membuat Standard Operational Procedure untuk pengaturan storage batubara yang tipe open yard, yang nantinya akan dapat mengurangi selisih stok antara stok aktual dan stok. Batasan masalah dalam makalah ini adalah fokus pada stok aktual, open yard storage, dan batubara BRE dikarenakan ketika tugas akhir ini dikerjakan, PT Holcim Indonesia Tbk, Pabrik Cilacap tidak mengkonsumsi batubara jenis Arutmin dan Adaro. 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Storage Material Tujuan dari penyimpanan material dalam pabrik semen adalah memastikan operasi yang berkelanjutan dari alat-alat utama pembuatan semen yaitu kiln dan mill dan memastikan kualitas terbaik semen berdasarkan material yang diperoleh.
3 41 Dinamika Teknik Juli Sehingga untuk memastikan operasi kiln dan mill yang berkelanjutan, harus menjaga volume material di storage selalu tersedia selama proses tersebut berlangsung (Fuller, 1996). 2.2 Stockpile Management Berdasarkan guideline stockpiling and storage batubara oleh PT Adaro Indonesia, 1991 stockpile management berisi beberapa hal berikut : a. Stock Rotation: Ini akan memberi keuntungan untuk semua tempat penyimpanan batubara yang akan mencoba dan mengaplikasikan first in first out yang nantinya akan mengurangi waktu tunggu material di tempat penyimpanan, b. Monitoring: Stockpile seharusnya di cek sekali per hari untuk mengidentifikasi tanda-tanda pemanasan (hot spot). Jika terjadi heating up, segera proses pemadatan oleh wheel loader dilakukan, c. Appearance: Kondisi normal batubara berada di stockpile, warnanya cokat kehitaman (brownish colour), ini adalah efek dari permukaan batubara yang kering dengan surface moisture yang rendah. 2.3 Desain Layout Layout adalah satu kunci memastikan operasi yang lama dan efisien. Suatu layout yang efektif dapat membantu suatu organisasi mencapai strategi di warehouse agar lebih cepat dan akurat. Sehingga, dalam penentuan layout yang bagus memerlukan beberapa hal berikut : 1. Material handling equipment, 2. Capacity and space requirements, 3. Environment and aesthetics, 4. Flows of information, 5. Cost of moving between various work areas (Heizer and Render, 2001). 2.4 Perhitungan Kapasitas Bentuk dari open yard storage di PT Holcim indonesia Tbk, Pabrik Cilacap terlihat seperti limas terpancung (gambar 1). Jika menghitung kapasitas maksimal, langkahnya sebagai berikut : 1) Perhitungan tinggi dari storage (Gouda and Lonita, 1979): H = tan a * W/2 (1) Dimana : H = Tinggi dari storage (m) a = angle of repose (38 o, HGRS (Holcim Group) standard) W = Lebar dari pile (m) 2) Perhitungan volume (Europa Lehrmitel, 2001a). V = H/3 * ( A1 + A2 + (A1.A2)) (2) Dimana : V = volume (m3)
4 2013 Eko Septianto, Maria Krisnawati 42 H = tinggi storage (m) A1 = bottom Area (m2) A2 = top Area (m 2 ) Gambar 1. Limas Terpancung 3) Perhitungan Kapasitas m = V * p (3) Dimana : m = massa (kg) V = volume (m3) p = density (kg/ m3) 4) Aisle Aisle di pabrik secara umum digunakan untuk: communication and transportation. Perencanaan yang bagus untuk aisle akan menentukan lebar tempat perpindahan untuk operator,material, atau alat produksi dari satu tempat ke tempat lain. Dibawah dapat dilihat lebar standar untuk aisle yang direkomendasikan berdasarkan jenis kendaraan yang beroperasi (Wingjosoebroto, 2003): Tabel 2 Lebar aisle yang direkomendasikan yaitu Dari standar aisle yang direkomendasikan, dapat ditentukan rumus lebar aisle Lebar aise aisle = 150 % * z. (4)
5 43 Dinamika Teknik Juli Dimana : z = Lebar dari beban / alat yang melintas 5) Stok Aktual Stok aktual adalah stok berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan pada waktu yang telah ditentukan. Periode pengukurannya terbagi menjadi dua yaitu : a. Setiap hari untuk material yang disimpan di dalam silo di CC2 seperti : raw meal, clinker, dan semen, b. Setiap akhir bulan untuk material yang tidak disimpan di silo atau disimpan di storage material, contoh materialnya adalah batu kapur, tanah liat, pasir besi, batu bara, pasir silika, dan lain-lain Peralatan yang digunakan adalah theodolit, tali dan meteran. Yang diukur disini adalah volume dari material tersebut. Tonase dari material diperoleh dengan mengalikan volume material dengan massa jenis materialnya. Toleransi selisih antara stok aktual dengan stok buku antara -2% to 2% (Production Planning Guideline, 2012). 6) Bagaimana membuat Standard Operational Procedure (SOP) Proses pada suatu pekerjaan harus dirancang dan dikembangkan, kesalahan prosedur dapat terjadi, bila suatu pekerjaan tidak dirancang dengan baik dan dapat menimbulkan kecelakaan atau kerusakan. Untuk itu perlu dibuat suatu prosedur tetap yang bersifat standard, Sehingga siapa sajapun, kapan sajapun dan dimana sajapun dilakukan langkah-langkahnya tidak berubah. Langkah-langkah kerja yang tertib ini disebut SOP (standard operating procedure). Suatu SOP memiliki format sebagai berikut : Nama Lembaga, Judul, Halaman, Identifikasi dan Pengendalian, Tujuan, Ruang Lingkup, Tanggung Jawab, Prosedur, Kebutuhan Perhitungan/ Penanganan Data/ Dokumentasi (Wakhinuddin, 2006). 3. HASIL DAN ANALISA 3.1 Data Selisih antara Stok Buku dan Stok Aktual Data diperoleh dari Laporan Bulanan Production Planning yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan selisih dari 18.4 % (rataan sebelum diperbaiki) menjadi 8.3 % (rataan seteah diperbaiki). Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa dengan kondisi stokpile yang rapi telah berhasil untuk menurunkan selisih dan hasil pengukuran menjadi lebih akurat. Jika dilihat dari segi ekonomi, harga batubara BRE adalah Rp /ton, apabila rataan selisih sebelum
6 2013 Eko Septianto, Maria Krisnawati 44 diperbaiki 7902 ton, sehingga jumlah cost karena batubara hilang 7902 x Rp /ton = Rp 4,117,232, Sedangkan jika rataan selisih setelah diperbaiki adalah ton, jumlah biaya yang hilang karena batubara terbakar adalah 5174 x Rp /ton = Rp 2,695,949, Sehingga, kita dapat cost saving sebesar : Rp 4,117,232, Rp 2,695,949, = Rp1,421,282, Perhitungan Desain Layout Desain Layout 1 Gambar 2 and 3 is desain layout 1 yang telah diaplikasikan dengan skala 1: Ukuran dari storagenya sebagai berikut : panjang = m, lebar = 45.9 m, angle of repose = 38 o, dan tinggi = 10 m, volumenya adalah V = h/3 *(A1 + A2 + (A1*A2)) = 10 m /3 *( m m 2 + ( m 2 * m 2 )) = 3.33 m *( m m 2 ) = m 3 Gambar 2 Desain Layout 1 (tampak atas) Gambar 3 Desain Layout 1 (tampak samping) Massa jenis dari batubara BRE adalah ton/m 3 (data dari Production Planning pada March, 2013). Kapasitas dari storagenya Capacity = volume * density = 32, m 3 * ton/m 3
7 45 Dinamika Teknik Juli = 30, ton 32,000 ton Desain Layout 2 Gambar 4 and 5 adalah desain layout 2 yang akan diusulkan. Desain Layout 2 dibuat dengan memperhatikan FIFO batubara dan aisle. Skala dari gambar adalah 1: Dalam desain ini terbagi menjadi 3 tumpukan dan menggunakan aisle untuk lintasan alat berat. Dalam tabel 3 akan menerangkan tentang lebar setiap alat berat yang digunakan di PT Holcim Indonesia Tbk. Tabel 3 Lebar Alat Berat Alat Berat Lebar Unit Excavator 2.8 M wheel loader M Dumtruck 2.5 M Sumber : Ritchie Spech Equipment pada 28 Mei 2013 Aisle yang diperlukan agar pekerjaan aman adalah 4.5 meters dengan lebar alat berat 2.8 meter (lebar yang tertinggi). Perhitungannya adalah Aisle = 150 % * z = 1.5 * 2.8 m = 4.2 m 4.5 m Setelah diketahui ukuran dari stokpile dengan panjang= 45.9 m, lebar = m, angle of repose = 38 o, tinggi = 10 m. Volumenya adalah V = h/3 *(A1 + A2 + (A1*A2)) = 10 m /3 *( m m 2 + ( m 2 * m 2 )) = 3.33 m *( m m 2 ) = m 3 Hasil diatas adalah volume untuk satu tumpukan, sehingga volume total dari desain layout 2 adalah 21, m 3. Dan kapasitasnya Capacity = volume * density = 21, m 3 * ton/m 3 = 20, ton 21,000 ton
8 2013 Eko Septianto, Maria Krisnawati 46 Gambar 4 Desain Layout 2 (tampak atas) Gambar 5 Desain Layout 2 (Tampak samping) 3.2 Analisa Proses Penerimaan dan Konsumsi Material Batubara di Storage Hanya dengan mengkonsumsi batubara BRE, ini menyebabkan roofed yard storage di CC2 dengan kapasitas 24,000 ton hanya untuk batubara jenis ini. Jika ditambah dengan dengan kapasitas open yard storage, kapasitas total untuk storage batubara BRE adalah 45,000 ton. Dengan menggunakan data simulasi yang diambil dari Production Planning (Maret April 2013) yaitu data penerimaan dan konsumsi batubara, desain layout 2 masih dapat menampung batubara. Dengan kondisi penumpukan tertinggi yaitu 36,582 ton terjadi pada 27 April Analisa Biaya setiap Desain Layout Biaya yang dikeluarkan untuk penanganan desain layout 1 adalah total biaya bahan bakar alat berat yang digunakan untuk proses penerimaan batubara dan proses rekalmasi ditambah dengan biaya kehilangan batubara karena terbakar. Reklamasi adalah proses merapikan storage sebelum dilakukan pengukuran dengan alat excavator. Sehingga biayanya adalah Rp 1,090,107, Total biaya yang dikeluarkan ketika menggunakan desain layout 2 adalah total biaya bahan bakar alat berat yang digunakan ketika proses penerimaan. Dalam desain ini tidak ada biaya reklamasi dan biaya kehilangan batubara karena terbakar. Total biayanya adalah Rp 44, Jika dibandingkan biaya antara desain layout 1 dan 2, desain layout 2 yang lebih hemat. Berdasarkan data diatas, kita dapat membandingkan desain layout 1 dan 2 seperti ditunjukkan pada tabel 4 dibawah
9 47 Dinamika Teknik Juli Tabel 4. Perbandingan Biaya Desain Layout 1 dan Desain Layout 2 4. KESIMPULAN DAN SARAN Rataan selisih dari stok batubara sebelum diperbaiki (Juli 2012-Februari 2013) adalah 18.4%. Melalui proses reklamasi, open yard batubara menjadi lebih rapi dan rata, sehingga membuat hasil pengukuran lebih akurat dan mengurangi selisih menjadi 8.3% (rataan Maret-April 2013). Disamping itu, dengan pemilihan desain layout yang tepat dan pembuatan SOP untuk pengaturan penumpukannya yaitu yang memperhatikan sistem Fi-Fo dapat mengurangi biaya penanganan batubara. Saran dari tugas akhir ini adalah untuk dapat mengapalikasikan desain layout 2 dan SOP untuk semua storage open yard. Item Design 1 Design 2 max. Capacity ton ton Aisle X Fi-Fo system X Coal risk to burnt X Update Stock in stockpile Difficult (need Easy (without calculation) calculation) Total cost Rp 1,090,107,000 Rp 44,625, DAFTAR PUSTAKA Daonil, 2006, Perancangan Tata Letak Material Pada Gudang Pt. Pembangkitan Jawa Bali Unit Pembangkitan Gresik, Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Europa Lehrmitel, 2001a, Mechanical And Metal Trade Handbook, Germany. Fuller, 1996, Preblending for on-site Training at PT Semen Nusantara, Cilacap. Gouda, G.R., Lonita, V., 1979, Preblending Cement Raw Material- Why, When, and How, Fuller Company, Pennsylvania. Hapsari, M.A., 2008, Perancangan Ulang Tata Letak Dan Standard Operating Procedure Penyimpanan Bahan Baku (Studi Kasus Pada Pt. Kimia Farma Plant Semarang), Universitas Diponegoro, Semarang. Heizer, J., Render, B., 2001, Operation Management Sixth Edition, Prentice Hall Inc, New Jersey. Paramitha, Y.B., 2013, Sistem Persediaan Batubara di PT Holcim Indonesia Tbk Pabrik Cilacap, skipsi in Program Studi Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yogyakarta. PT Adaro Indonesia, 1991, A Guide to Stockpiling and Storage, Tanjung.
10 2013 Eko Septianto, Maria Krisnawati 48 PT Holcim Indonesia Tbk, 2012, CC2 Production Planning Guideline GL 3021 ver. 1.5, Cilacap. PT Holcim Indonesia Tbk, 2013, price of material in SAP, Cilacap. (access on 29 May 2013) Qomariah, S., 2011, Final Project Improving Of Monitoring Of Coal Stock, Paper in Industrial Engineering Diploma (D3) Program Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto. Salazar, H., 2004, Fuels for Cement Kilns, Cement Manufacturing Course, Switzerland. Wingjosoebroto, S., 2003, Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, Guna Widya, Surabaya. Wakhinuddin, 2006, Standard Operating Procedures (SOP):Isi, Format, Dan Manajemen, Universitas Negeri Padang, Padang.
transportasi yang tidak dapat dipastikan membuat perusahaan khawatir akan mengalami kehabisan stok raw coal. Hal ini menyebabkan perusahaan memiliki
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah PT Holcim Indonesia Pabrik Cilacap memiliki beberapa mesin pada lantai produksi yaitu Mesin Raw Mill, Mesin Kiln, Mesin Finish Mill, dan Mesin Coal Mill. Pabrik
SISTEM PERSEDIAAN BATU BARA DI PT HOLCIM INDONESIA TBK PABRIK CILACAP SKRIPSI
SISTEM PERSEDIAAN BATU BARA DI PT HOLCIM INDONESIA TBK PABRIK CILACAP SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik Industri oleh Yunda Bella Paramitha 08 06 05678
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Hasil penelitian yang telah dilakukan di Toko Mulia Kencana Motor menunjukkan beberapa hal, yaitu: a. Susunan media penyimpanan menjadi lebih baik karena tidak
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... INTISARI... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... INTISARI..... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... i ii iii iv vi xi DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR LAMPIRAN... xiv BAB I PENDAHULUAN 1.1. Sejarah
PERENCANAAN TATA LETAK GUDANG PENYIMPANAN PRODUK PT PIPA BAJA DENGAN METODE DEDICATED STORAGE
PERENCANAAN TATA LETAK GUDANG PENYIMPANAN PRODUK PT PIPA BAJA DENGAN METODE DEDICATED STORAGE Yhongki Feryndra Nugraha 1) dan Moses Laksono Singgih 2) 1) Program Magister Manajemen Teknologi, Institut
BAB I PENDAHULUAN. mengoptimalkan setiap proses produksi (Dionisius Narjoko, 2013). Sistem pergudangan yang baik adalah sistem pergudangan yang mampu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perekonomian Indonesia semakin terintegrasi dengan perekonomian global. Persaingan yang terjadi di sektor industri semakin pesat, hal tersebut memicu para pengusaha
PEMODELAN DAN SIMULASI SISTEM INVENTORI UNTUK MENDAPATKAN ALTERNATIF DESAIN PERGUDANGAN (STUDI KASUS DI PT. PETROKIMIA GRESIK)
TM. 091486 - Manufaktur TUGAS AKHIR PEMODELAN DAN SIMULASI SISTEM INVENTORI UNTUK MENDAPATKAN ALTERNATIF DESAIN PERGUDANGAN (STUDI KASUS DI PT. PETROKIMIA GRESIK) Cipto Adi Pringgodigdo 2104.100.026 Dosen
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berikut ini merupakan simpulan berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis, yaitu: 1. Tata letak awal pada gudang produk jadi PT Amico Primarasa belum optimal dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian PT Semen Padang merupakan salah satu produsen semen terkemuka di Indonesia. PT Semen Padang menjadi industri semen pertama di Indonesia yang dibangun pada
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Permasalahan backtracking dalam aliran produksi dalam PT. Adi Satria Abadi yang mengakibatkan jarak perpindahan material yang semakin jauh diselesaikan dengan
SIDANG TUGAS AKHIR Program Studi D3 Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industi ITS - Surabaya LOGO
SIDANG TUGAS AKHIR Program Studi D3 Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industi ITS - Surabaya LOGO Pabrik Semen menggunakan Bahan Aditif Fly Ash dengan Proses Kering Oleh : Palupi Nisa 230 030 04 Hikmatul
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Gudang adalah bagian dari sistem logistik perusahaan yang menyimpan produk-produk (raw material, parts, goods-in-process, dan finished goods) pada dan antara
Perancangan Sistem Manajemen Gudang Tepung di PT X
Perancangan Sistem Manajemen Gudang Tepung di PT X Mintarto Leopatria 1, Herry Christian Palit S.T., M.T. 2 Abstract: Management system at powder warehouse in PT X still has many problems within. Improvement
Industrial Management Implementasi Penempatan dan Penyusunan Barang di Gudang Finished Goods Menggunakan Metode Class Based Storage
Industrial Engineering Journal Vol.5.2 (2016) 11-16 ISSN 2302 934X Industrial Management Implementasi Penempatan dan Penyusunan Barang di Gudang Finished Goods Menggunakan Metode Class Based Storage Basuki
TUGAS AKHIR SKRIPSI. Kukuh Prabowo
TUGAS AKHIR SKRIPSI PENENTUAN INTERVAL PERAWATAN MESIN BUCKET ELEVATOR PADA KOMPONEN CHAIN DENGAN METODE ANALISA KEANDALAN DI PT. SEMEN INDONESIA TBK. DisusunOleh : Kukuh Prabowo 09540069 JURUSAN TEKNIK
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Dari hasil analisis dapat diperoleh beberapa kesimpulan, antara lain: 1. Rancangan Gudang Benang dengan menggunakan forklift dan single-deep selective rack memungkinkan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan zaman yang sangat pesat menuntut adanya kemajuan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman yang sangat pesat menuntut adanya kemajuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai faktor penggerak utama, khususnya dalam
SIH Standar Industri Hijau
SIH Standar Industri INDUSTRI SEMEN PORTLAND Daftar isi Daftar isi... 1 Prakata... 2 1 Ruang Lingkup... 3 2 Acuan Normatif... 3 3 Definisi... 3 4 Simbol dan Singkatan Istilah... 4 5 Persyaratan Teknis...
Improvement Gudang Finished Good di PT. FSCM Manufacturing Indonesia
Jefton, et al. / Improvement Gudang FG di PT FSCM Manufacturing Indonesia / Jurnal Titra, Vol. 4, No. 2, Juli 2016, pp. 37-42 Improvement Gudang Finished Good di PT. FSCM Manufacturing Indonesia Suyogo
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Gudang merupakan salah satu bagian terpenting dari seluruh proses pabrik. Gudang dapat didefinisikan sebagai suatu tempat atau bangunan yang dipergunakan untuk menimbun,
Optimalisasi Tata Letak Mesin Produksi Terhadap Kinerja Karyawan Pada CV. ABC Aceh Besar
Malikussaleh Industrial Engineering Journal Vol.3 No.2 (2014) 4-9 ISSN 2302 934X Industrial Management Optimalisasi Tata Letak Mesin Produksi Terhadap Kinerja Karyawan Pada CV. ABC Aceh Besar Dewi Mulyati*
Pabrik Ekosemen (Semen dari Sampah) dengan Proses Kering. Oleh : Lailatus Sa adah ( ) Sunu Ria P. ( )
Pabrik Ekosemen (Semen dari Sampah) dengan Proses Kering Oleh : Lailatus Sa adah (2308 030 025) Sunu Ria P. (2308 030 035) Latar Belakang Peneliti Jepang Abu Sampah Semen Pabrik Ekosemen di Indonesia Pabrik
Introduction to. Chapter 9. Production Management. MultiMedia by Stephen M. Peters South-Western College Publishing
Introduction to Chapter 9 Production Management Sasaran Pembelajaran Identifikasi sumber daya kunci yang digunakan untuk produksi. Identifikasi faktor yang mempengaruhi keputusan lokasi pabrik. Uraikan
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk dalam satu dekade terakhir menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya konsumsi energi nasional. Seperti
Sinergi pengembangan kawasan industri dan pergudangan dengan pelabuhan peti kemas di kawasan khusus Madura
Sinergi pengembangan kawasan industri dan pergudangan dengan pelabuhan peti kemas di kawasan khusus Madura Dr. Saut Gurning Fakultas Teknologi Kelautan ITS Jalan Arif Rahman Hakim, Keputih-Sukolilo, Surabaya,
BAB I PENDAHULUAN. sempurna karena adanya kebutuhan project baru yang belum pasti, sehingga layout
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT Dynaplast Plant Cikarang 3 adalah plant terbaru dari Dynaplast Group di mana semua investasi mesin dan bangunan masih baru dan belum diset dengan sempurna karena
PERBAIKAN TATA LETAK GUDANG KALENG DI SURABAYA
PERBAIKAN TATA LETAK GUDANG KALENG DI SURABAYA Indri Hapsari, Benny Lianto, Yenny Indah P. Teknik Industri, Universitas Surabaya Jl. Raya Kalirungkut, Surabaya Email : [email protected] PT. JAYA merupakan
Relayout Gudang Produk Polypropylene Dengan Metode Dedicated Storage
Relayout Gudang Produk Polypropylene Dengan Metode Dedicated Storage Evi Febianti Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Email: [email protected] M. Adha Ilhami
PROPOSAL KERJA PRAKTEK DI PT. HOLCIM INDONESIA Tbk. PLANT CILACAP JAWA TENGAH
PROPOSAL KERJA PRAKTEK DI PT. HOLCIM INDONESIA Tbk. PLANT CILACAP JAWA TENGAH Dibuat untuk memenuhi persyaratan permohonan Kerja Praktek di PT. HOLCIM INDONESIA Tbk. Plant Cilacap Jawa Tengah Oleh: AHMAD
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. selama 5 (lima) hari dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil data survei dan analisis yang dilakukan pada lahan parkir Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Kampus III Gedung Bonaventura selama 5 (lima) hari
Stockpile Management berfungsi sebagai penyangga antara pengiriman dan proses.
Pemantauan dampak lingkungan pada tempat penumpukan batubara (stockpile) dimaksudkan untuk melakukan pengkajian lingkungan akibat adanya dampak yang timbul dengan keberadaan dan kegiatan operasional penumpukan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan menjelaskan latar belakang dilakukannya penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian yang ingin dicapai, batasan masalah dan sistematika penulisan laporan. 1.1 Latar Belakang
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (STUDI KASUS: PT.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (STUDI KASUS: PT. NMS SALATIGA) 1) Imanuel Susanto, 2) Agustinus Fritz Wijaya Program Studi Sistem
Analisa Pengaruh Desain Gritcone terhadap Pola Patahan Gritcone pada Vertical Roller Mill dengan simulasi Explicit Dynamic (LS-DYNA)
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) F 65 Analisa Pengaruh Desain Gritcone terhadap Pola Patahan Gritcone pada Vertical Roller Mill dengan simulasi Explicit Dynamic
PERANCANGAN TATA LETAK DAN PALLET RACKING SYSTEM SEBAGAI PENDUKUNG PENGENDALIAN BARANG DI GUDANG PRODUK JADI (Studi Kasus PT. Tiara Kurnia Malang)
PERANCANGAN TATA LETAK DAN PALLET RACKING SYSTEM SEBAGAI PENDUKUNG PENGENDALIAN BARANG DI GUDANG PRODUK JADI (Studi Kasus PT. Tiara Kurnia Malang) LAYOUT AND PALLET RACKING SYSTEM DESIGN FOR SUPPORTING
di CV. NEC, Surabaya
Perbaikan Tata Letak Gudang Mesin Fotokopi Rekondisi di CV. NEC, Surabaya Indri Hapsari 1 dan Albert Sutanto 2 Teknik Industri Universitas Surabaya Jl. Raya Kalirungkut Surabaya Email: [email protected]
8 PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari 2012, bertempat di plant 8 PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa
TATA LETAK PABRIK KULIAH 1: INTRODUCTION
TATA LETAK PABRIK KULIAH 1: INTRODUCTION By: Rini Halila Nasution, ST, MT TUJUAN Setelah mengikuti perkuliahan Tata Letak Pabrik, mahasiswa diharapkan mampu memahami aspek-aspek yang berkaitan dengan analisa
KAJIAN TEKNIS PENCEGAHAN SWABAKAR BATUBARA DI PT BUKIT BAIDURI ENERGY KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR ABSTRAK
KAJIAN TEKNIS PENCEGAHAN SWABAKAR BATUBARA DI PT BUKIT BAIDURI ENERGY KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Oleh : Triono 1 dan Yohanes Suryadi Ambak 2 ABSTRAK Maksud dari penelitian ini
PRESENTASI SEMINAR SKRIPSI
PRESENTASI SEMINAR SKRIPSI LATAR BELAKANG STUDI PENGARUH PENAMBAHAN SLAG DAN FLY ASH SEBAGAI BAHAN ADITIF DI FINISH MILL PABRIK SEMEN KOMPOSIT Diusulkan oleh : Eka Partana 2305 100 008 Aries Purijatmiko
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
66 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengumpulan Data Dari seluruh data yang telah dikumpulkan, dilakukan pengolahan data yang dapat dilihat secara keseluruhan pada lampiran. 4.2 Analisis Data 4.2.1 OPC (Operation
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan suatu negara yang sangat kaya sumber daya alam, diantaranya sumber daya energi yang tersimpan diberbagai wilayah. Salah satu jenis sumber daya energi
IMPLEMENTASI LEAN SIGMA UNTUK MENGOPTIMALKAN WAKTU PELAKSANAAN DI COAL HANDLING SYSTEM PLTU CILACAP
IMPLEMENTASI LEAN SIGMA UNTUK MENGOPTIMALKAN WAKTU PELAKSANAAN DI COAL HANDLING SYSTEM PLTU CILACAP Ester Agustina Tampubolon 1) dan Tri Joko Wahyu Adi 2) 1) Program Studi Magister Manajemen Teknologi,
PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG DENGAN METODE SHARED STORAGE
64 Dinamika Teknik Juli PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG DENGAN METODE SHARED STORAGE Firman Ardiansyah Ekoanindiyo Dosen Fakultas Teknik Universitas Stikubank Semarang DINAMIKA TEKNIK Vol. V, No. 2 Juli
4.1. Pengolahan Data BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Pengumpulan data merupakan kegiatan mencari data-data yang diperlukan sebagai bahan penulis untuk melakukan analisa untuk melakukan analisa sesuai
DAFTAR ISI ABSTRAK... I ABSTRACT
DAFTAR ISI ABSTRAK... I ABSTRACT... II KATA PENGANTAR... III DAFTAR ISI... V DAFTAR TABEL... VIII DAFTAR GAMBAR... X DAFTAR LAMPIRAN... XI BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH... 1 1.2. PERUMUSAN
Analisis Overall Equipment Effectiveness dalam Meminimalisasi Six Big Losses pada Area Kiln di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.
Analisis Overall Equipment Effectiveness dalam Meminimalisasi Six Big Losses pada Area Kiln di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pabrik Tuban Tofiq Dwiki Darmawan *1) dan Bambang Suhardi 2) 1,2) Program
LAPORAN KERJA PRAKTEK DI PT. SEMEN PADANG EFISIENSI PANAS PADA KILN UNIT INDARUNG IV
LAPORAN KERJA PRAKTEK DI PT. SEMEN PADANG EFISIENSI PANAS PADA KILN UNIT INDARUNG IV Dibuat Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Syarat Yang Diperlukan Pada Kurikulum Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
PT SEMEN PADANG DISKRIPSI PERUSAHAAN DESKRIPSI PROSES
PT Semen Padang: Studi Kasus Perusahaan PT SEMEN PADANG DISKRIPSI PERUSAHAAN PT. Semen Padang didirikan pada tahun 1910 dan merupakan pabrik semen tertua di Indonesia. Pabrik berlokasi di Indarung, Padang,
Pengembangan Model Pengukuran Kinerja Supply Chain Berbasis Balanced Scorecard (Studi Kasus PT. Semen Padang)
Pengembangan Model Pengukuran Kinerja Supply Chain Berbasis Balanced Scorecard (Studi Kasus PT. Semen Padang) Tesis Nama : Riko Ervil NRP : 2507202006 Dosen Pembimbing : Dr.Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng,Sc
PERENCANAAN UNIT PENGGUDANGAN PADA PABRIK PENGOLAHAN BISKUIT MANIS DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 2,0 TON TEPUNG TERIGU/HARI
PERENCANAAN UNIT PENGGUDANGAN PADA PABRIK PENGOLAHAN BISKUIT MANIS DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 2,0 TON TEPUNG TERIGU/HARI TUGAS PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN PANGAN OLEH: PETRINA JOYOWIGUNA 6103010091 PROGRAM
PERENCANAAN PENGGUDANGAN BAHAN BAKU DAN PRODUK KERUPUK SAYUR DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 1 TON TEPUNG/HARI TUGAS PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN PANGAN
PERENCANAAN PENGGUDANGAN BAHAN BAKU DAN PRODUK KERUPUK SAYUR DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 1 TON TEPUNG/HARI TUGAS PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN PANGAN OLEH: IVAN DARMAWAN 6103009118 PROGRAM STUDI TEKNOLOGI
5.1 PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. secara terpadu. Perusahaan ini termasuk perusahaan perseroan terbatas dengan
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1 PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang memproduksi berbagai jenis semen
PENGUKURAN KINERJA PERSEDIAAN DI GUDANG BAHAN BAKU MENGGUNAKAN TURN OVER RATIO (TOR) PADA INDUSTRI MANUFAKTUR
PENGUKURAN KINERJA PERSEDIAAN DI GUDANG BAHAN BAKU MENGGUNAKAN TURN OVER RATIO (TOR) PADA INDUSTRI MANUFAKTUR Program Studi Manajemen Logistik Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi Bekasi Email :
KAJIAN TEKNIS BELT CONVEYOR DAN BULLDOZER DALAM UPAYA MEMENUHI TARGET PRODUKSI BARGING PADA PT ARUTMIN INDONESIA SITE ASAM-ASAM
KAJIAN TEKNIS BELT CONVEYOR DAN BULLDOZER DALAM UPAYA MEMENUHI TARGET PRODUKSI BARGING PADA PT ARUTMIN INDONESIA SITE ASAM-ASAM M. Zaini Arief 1*, Uyu Saismana 2, Ahmad Juaeni 3 1 Mahasiswa Program Studi
ANALISA INVENTORY TURNOVER PADA PRODUK EKSPOR PADA PT. SCHERING PLOUGH INDONESIA
ANALISA INVENTORY TURNOVER PADA PRODUK EKSPOR PADA PT. SCHERING PLOUGH INDONESIA Prawasmita Sedyandini dan Moses L. Singgih Program Studi Magister Manajemen Teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember
II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Tata Letak Pabrik
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Tata Letak Pabrik Menurut Apple (1990), Tata letak pabrik dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas fasilitas pabrik guna menunjang kelancaran proses
BAB I PENDAHULUAN. penerimaan material (receiving), bagian pengiriman produk (shipping), bagian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam sebuah industri, banyak faktor yang mendukung berjalannya proses produksi pabrik tersebut, diantaranya adalah bagian perencanaan produksi, bagian penerimaan
BAB V ANALISA DAN INTREPETASI
73 BAB V ANALISA DAN INTREPETASI 5.1 Analisa Proses Produksi Semen Proses produksi dari semen ini dibagi menjadi 6 proses bagian yang besar. Keenam proses ini adalah sebagai berikut : 7. Proses Penambangan
Rancangan Perbaikan Penataan Gudang di PT. Bondi Syad Mulia
Setiadi, et al. / Perancangan Perbaikan Penataan Gudang di PT. Bondi Syad Mulia / Jurnal Titra, Vol. 3,. 2, Juli 2015, pp. 24252 Rancangan Perbaikan Penataan Gudang di PT. Bondi Syad Mulia Ardenus Milton
Analisis Tingkat Inventori dan Kebutuhan Peralatan Bongkar Batu Bara pada Pabrik Semen PT Semen Indonesia
1 Analisis Tingkat Inventori dan Kebutuhan Peralatan Bongkar Batu Bara pada Pabrik Semen PT Semen Indonesia Fandy Achmad Okky Pratama dan Stefanus Eko Wiratno Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi
OPTIMASI JARAK ADJUSTMENT TENSIONING DEVICE PADA DRAG CHAIN CONVEYOR
OPTIMASI JARAK ADJUSTMENT TENSIONING DEVICE PADA DRAG CHAIN CONVEYOR Budi Setiyana 1) Abstrak Drag Chain Conveyor (DCC) adalah salah satu jenis alat transport untuk memindahkan material baik powder maupun
Nurudh Dhuha
Nurudh Dhuha 6507 040 030 PROGRAM STUDI D4 TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011 Latar Belakang Di Pabrik Tuban
Optimasi Jarak dan Waktu Material Handling dengan Perbaikan Layout Berdasarkan Class Based Storage dan Simulasi
Petunjuk Sitasi: Tama, I. P., ndriani, D. P., & Putri, N.. (0). Optimasi Jarak dan Waktu Material Handling dengan Perbaikan Layout Berdasarkan Class Based Storage dan Simulasi. Prosiding SNTI dan STELIT
48 juta ton naik 17,7%
KESIMPULAN PERSAINGAN INDUSTRI KEBUTUHAN KONSUMEN KEPUASAN PELANGGAN 48 juta ton naik 17,7% PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA, Tbk. ORDINARY PORTLAND CEMENT UNIT RAW MILL P 1-2 KUALITAS RAW MEAL PENYIMPANGAN
BAB III METODOLOGI DAN PEMBAHASAN START. Identifikasi masalah. Pengolahan data stockpile hingga menjadi model. Analisa pengadaan alat berat
BAB III METODOLOGI DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini penulis menjelaskan tentang alur kegiatan analisa pengadaan alat berat di terminal curah batubara. Diagram alir kegiatan dapat dilihat pada gambar 3.1. START
PERENCANAAN UNIT PENGGUDANGAN PADA PABRIK KOPI 3 IN 1 INSTAN DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 2400 KG PER HARI
PERENCANAAN UNIT PENGGUDANGAN PADA PABRIK KOPI 3 IN 1 INSTAN DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 2400 KG PER HARI TUGAS PERENCANAAN UNIT PENGOLAHAN PANGAN OLEH: GIOVANI KARTOSUGONDO 6103012122 PROGRAM STUDI TEKNOLOGI
Pembahasan Materi #10
1 TIN314 Perancangan Tata Letak Fasilitas Pembahasan 2 Dasar Penentuan Pertimbangan Penentuan Desain Fasilitas Pertimbangan Desain Fasilitas Luas Lantai (Gudang Bahan Baku, Mesin, Gudang Bahan Jadi, Perkantoran)
PENENTUAN LUAS LANTAI PERTEMUAN #9 TKT TAUFIQUR RACHMAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS
PENENTUAN LUAS LANTAI PERTEMUAN #9 TKT306 PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS 6623 TAUFIQUR RACHMAN PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ESA UNGGUL KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN Menerapkan
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan 1. Rencana target produksi yang baru sebanyak 532 lembar per lintasan produksi utama membutuhkan tambahan 1 buah mesincross cut, 2 operator cross cut, 1 operator
APLIKASI SISTEM MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KETIDAKPASTIAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU DI PT. LISA CONCRETE INDONESIA
APLIKASI SISTEM MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KETIDAKPASTIAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU DI PT. LISA CONCRETE INDONESIA Seno Hananto, Nyoman Pudjawan Magister Manajemen Teknologi (MMT)
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Perancangan fasilitas memiliki pengaruh yang sangat besar di dalam proses operasi perusahaan karena merupakan dasar dari keseluruhan proses produksi. Dalam
KAJIAN TEKNIS PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT LIEBHERR 9400 DALAM KEGIATAN PEMINDAHAN OVERBURDEN DI PT RAHMAN ABDIJAYA JOB SITE PT ADARO INDONESIA
KAJIAN TEKNIS PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT LIEBHERR 9400 DALAM KEGIATAN PEMINDAHAN OVERBURDEN DI PT RAHMAN ABDIJAYA JOB SITE PT ADARO INDONESIA Saipul Rahman 1*, Uyu Saismana 2 1 Mahasiswa Program Studi
BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil analisis data mengenai perhitungan biaya produksi dengan
67 BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data mengenai perhitungan biaya produksi dengan menggunakan pendekatan target costing ini, maka dapat diberi kesimpulan bahwa agar industri ini
TUGAS INDUSTRI SEMEN SPESIFIKASI PERALATAN PABRIK SEMEN
TUGAS INDUSTRI SEMEN SPESIFIKASI PERALATAN PABRIK SEMEN KESNI SAVITRI 0807121210 1. ALAT UTAMA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS RIAU 2010 2. BLENDING SILO ( Pencampuran dan Homogenisasi)
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Landasan Teori Perancangan tata letak pabrik merupakan kegiatan yang berhubungan dengan perancangan unsur fisik suatu kegiatan, yang biasanya berhubungan dengan industri manufaktur.
BAB V PENUTUP. Barat yang bergerak dalam bidang produksi semen. Tahun 2010 PT. Semen
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan uraian-uraian yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka pada bab ini penulis dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. PT. Semen Padang merupakan
APLIKASI ALGORITMA BLOCK PLAN DAN ALDEP DALAM PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI PABRIK PENGOLAHAN KARET
APLIKASI ALGORITMA BLOCK PLAN DAN ALDEP DALAM PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI PABRIK PENGOLAHAN KARET Ukurta Tarigan, Uni P. P. Tarigan, dan Zulfirmansyah A. Dalimunthe Departemen Teknik
ANALISIS DAN DESAIN SISTEM INFORMASI INVENTORY DI ASTI OFFSET
ANALISIS DAN DESAIN SISTEM INFORMASI INVENTORY DI ASTI OFFSET Ronaldus Soegiarto dan Mahendrawathi Program Studi Magister Manajemen Teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Email: [email protected]
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK PT. SINAR SAKTI KIMIA
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK PT. SINAR SAKTI KIMIA Anthonius Budhi Setiawan Program Studi Teknik Industri,Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl. Babarsari 44, Yogyakarta 55281,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METDLGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian menguraikan seluruh kegiatan yang dilaksanakan selama penelitian berlangsung dari awal proses penelitian sampai akhir penelitian.
Pengaruh Pembebanan Overload Bucket Terhadap Kekuatan Material Komponen Arm Pada Excavator Hitachi 2500 Tipe Backhoe
Pengaruh Pembebanan Bucket Terhadap Kekuatan Material Komponen Arm Pada Excavator Hitachi 2500 Tipe Backhoe Lia Pongsapan Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Balikpapan Jalan
PERBANDINGAN PRODUCT LAYOUT DAN PROCESS LAYOUT DALAM PERBAIKAN TATA LETAK PT. ALMICOS PRATAMA DENGAN METODE SIMULASI
PERBANDINGAN PRODUCT LAYOUT DAN PROCESS LAYOUT DALAM PERBAIKAN TATA LETAK PT. ALMICOS PRATAMA DENGAN METODE SIMULASI Hendry Sugianto Setiawan 1, Tanti Octavia 2, Stanley Surya Jaya 3 Abstract: Competition
Usulan Tata Letak Gudang Untuk Meminimasi Jarak Material Handling Menggunakan Metode Dedicated Storage
Jurnal Teknik Industri, Vol.1,.1, Maret 2013, pp.29-34 ISSN 2302-495X Usulan Tata Letak Gudang Untuk Meminimasi Material Handling Menggunakan Metode Dedicated Storage Ayunda Prasetyaningtyas A. 1, Lely
Perbaikan Manajemen Pergudangan pada PT. FSCM
Perbaikan Manajemen Pergudangan pada PT. FSCM Zeus Abdi Yuwono 1, Herry Christian Palit 2 Abstract: Management at finished goods warehouse owned by PT. FSCM Manufacturing Indonesia is less effective. That
Penjadwalan Pemesanan Bahan Baku untuk meminimasi Ruang Penyimpanan di Raw Material Warehouse Lamp Factory PT. Philips Indonesia
Penjadwalan Pemesanan Bahan Baku untuk meminimasi Ruang Penyimpanan di Raw Material Warehouse Lamp Factory PT. Philips Indonesia DISUSUN OLEH: NISMAH MAULIDA2506100178 PEMBIMBING: Prof. Ir. I Nyoman Pujawan,
LAPORAN SURVEY THROAT RING PLTU SURALAYA #8
2017 LAPORAN SURVEY THROAT RING PLTU SURALAYA #8 PT PLN (Persero) PUSAT PEMELIHARAAN KETENAGALISTRIKAN UNIT WORKSHOP & PEMELIHARAAN II - JAKARTA BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangkit Listrik
BAB III PENGUMPULAN DATA
BAB III PENGUMPULAN DATA 3.1 Data Teknis Rear Tipper Vessel TV35- Rear Tipper Vessel merupakan salah satu tipe vessel produksi dari PT. United Tractors Pandu Engineering dengan tipe rear unloading atau
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Tata letak pabrik merupakan landasan utama dalam pengaturan tata letak
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang. Tata letak pabrik merupakan landasan utama dalam pengaturan tata letak produksi dan area kerja yang memanfaatkan luas kerja untuk menempatkan mesin-mesin atau fasilitas
BAB I PENDAHULUAN. Bab ini berisikan latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan.
BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisikan latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan. 1.1 Latar Belakang Industri semen merupakan salah satu penopang
Evaluasi Penerapan Prosedur Operasional Sistem Mananejem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT. PETROKIMIA GRESIK
Evaluasi Penerapan Prosedur Operasional Sistem Mananejem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT. PETROKIMIA GRESIK Ferraz Romadiaty 1 dan Eko Nurmianto 2 Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi
BAB II BAHAN RUJUKAN
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1. Pengertian Manajemen Produksi Dalam kehidupan sehari-hari setiap orang menggunakan berbagai jenis barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dan tentu saja barangbarang
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Pintu Masuk-Keluar Gudang Semenjak awal dibangunnya Gudang FG Ciracas, gudang ini memiliki dua pintu. Pintu tersebut terletak di bagian depan dan belakang gudang. Awalnya
USULAN TATA LETAK LANTAI PRODUKSI BARU GUNA MEMAKSIMUMKAN KAPASITAS DI PT. X
USULAN TATA LETAK LANTAI PRODUKSI BARU GUNA MEMAKSIMUMKAN KAPASITAS DI PT. X TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik Industri LYDIA STEFANY SUNARDI 10 06
Penentuan Lokasi dan Perancangan Tata Letak Fasilitas Tempat Packaging PT.ABC
Penentuan Lokasi dan Perancangan Tata Letak Fasilitas Tempat Packaging PT.ABC Christina Natalia Rubianto 1, Liem Yenny Bendatu 2 Abstract: PT. ABC is a company that sells cooking oil in a bulk size, however
Jauhari Alafi
Jauhari Alafi - 4106.100.045 Latar Belakang Produksi batubara Indonesia meningkat dari 2 juta ton pada 1985, 155 juta ton pada 2005, menjadi lebih dari 350 juta ton pada 2011. Kalimantan memiliki kondisi
Prosiding Manajemen ISSN:
Prosiding Manajemen ISSN: 2460-7865 Perancangan Tata Letak dengan Menggunakan Metode Load Distance dan Material Handling Cost untuk Meminimumkan Jarak Beban dan Biaya Penanganan Bahan pada Pd Riki Family
PERANCANGAN PENGELOLAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PIPA PVC DI PT. DJABES SEJATI MENGGUNAKAN METODE JUST IN TIME (JIT) ABSTRAK
PERANCANGAN PENGELOLAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PIPA PVC DI PT. DJABES SEJATI MENGGUNAKAN METODE JUST IN TIME (JIT) Oleh : Henny Wunas, I Nyoman Pujawan [email protected], [email protected] ABSTRAK
2 Dosen Jurusan Teknik Pertambangan, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional.
KESERASIAN KERJA ALAT GALI-MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA KEGIATAN PENGAMBILAN LUMPUR DAN TANAH PUCUK DI PT. NEWMONT NUSA TENGGARA KABUPATEN SUMBAWA BARAT, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Khaerul Nujum 1, Ag.
Seminar Nasional IENACO ISSN: PERANCANGAN TATA LETAK CV.KARYA LOGAM DENGAN MEMPERTIMBANGKAN PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU
PERANCANGAN TATA LETAK CV.KARYA LOGAM DENGAN MEMPERTIMBANGKAN PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU Taufik Martha Andrianta 1, Slamet Setio Wigati 2 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri,
