ORIZA OKTARINA A1G010056

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ORIZA OKTARINA A1G010056"

Transkripsi

1 PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN DAN MENGEMBANGKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SERTA DISIPLIN SISWA YANG BERORIENTASI PADA KURIKULUM 2013 (PTK, pada Pembelajaran PKn Kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu) SKRIPSI Oleh: ORIZA OKTARINA A1G PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BENGKULU 2014

2 Motto dan Persembahan Motto 1. Apabila Allah menghendaki sesuatu, maka hanya dengan perintah Jadilah maka terciptalah dia. (QS. Yassin 82) 2. Impossible is nothing karena Impossible akan selalu berubah jadi Possible selama ada usaha dan doa. 3. Apa yang anda pikirkan, itulah yang akan terjadi. Persembahan Dengan mengucapkan Alhamdulillah atas semua limpahan rahmat dan kasih sayang-nya. Dengan tulus kupersembahkan karya kecil ini untuk orang-orang yang aku cintai dengan sepenuh hati: 1. Papaku Disran, S.P dan Mamaku Herlina yang selalu memberikan kasih sayang dan doa yang tak terbatas. Terima kasih untuk papa yang sudah mengajarkanku untuk tetap kuat bertahan apapun yang terjadi dan mama yang sudah mengajarkanku arti kelembutan dan kesabaran yang tak terhingga. Senyum papa dan mama kebahagiaan nana Kakakku tersayang Afriyan Pratama, S.E yang selalu menjadi kebanggaanku. Terima kasih atas doa dan motivasinya ak, walaupun kadang terlihat dewasa tapi kadang juga terlihat seperti anak-anak, tapi nana sayang dan bangga padamu ak. 3. Seluruh keluarga besarku yang selalu mendoakan dan menanti keberhasilanku. 4. Sahabat-sahabatku ROPYuMIYoTy (Rossy, Ciput, Yuli, Mama, Mbak In, Yolan, Tyaz) yang sudah memberikan warna dalam hidupku. Kalian sahabatsahabat terbaikku sekaligus keluargaku dalam suka duka, berjuang dan bahagia bersama. 5. Seluruh teman-teman S1 PGSD Angkatan 2010 terkhusus kelas B terima kasih atas motivasi dan kebersamaan selama ini. 6. Teman-teman dan adik-adik MPAC kelompok 1 dan kelompok 2, terutama MPAC kelompok 2 (Heni, Arin, Dewi, Ayu, Nining, Dyaz dan Feri), terima kasih adik-adikku untuk kehangatan canda tawa yang selalu kalian berikan yang membuatku merasakan kekeluargaan yang begitu berarti. iv

3 ABSTRAK Oktarina, Oriza Penerapan Pendekatan Scientific untuk Meningkatkan Aktivitas Pembelajaran dan Mengembangkan Karakter Tanggung Jawab serta Disiplin Siswa yang Berorientasi pada Kurikulum 2013 (PTK, pada Pembelajaran PKn Kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu). Dra. Sri Ken Kustianti, M.Pd sebagai pembimbing I. Dra. Resnani, M.Si sebagai pembimbing II. Tujuan penelitian adalah menerapkan pendekatan scientific, dan meningkatkan aktivitas pembelajaran serta mengembangkan karakter tanggung jawab serta disiplin siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus, setiap siklus terdiri atas dua pertemuan dan terdiri dari empat tahapan setiap siklusnya yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta lembar observasi perkembangan karakter tanggung jawab dan disiplin. Teknik analisis data yang digunakan yaitu data penerapan pendekatan scientific, data observasi guru dan siswa. Dianalisis dengan rata-rata skor dan data lembar observasi karakter dianalisis dengan presentase perkembangan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan pendekatan Scientific terdiri dari tiga tahap kegiatan yaitu: a. kegiatan awal, b. kegiatan inti yang terdiri dari tahap mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan, c. kegiatan penutup. (2) Nilai rata-rata observasi aktivitas guru siklus I sebesar 43,25 (cukup), meningkat pada siklus II menjadi 53 (baik). Nilai rata-rata observasi aktivitas siklus I sebesar siswa 39,5 (cukup), meningkat pada siklus II menjadi 52,75 (baik). (3) Perkembangan karakter tanggung jawab siswa pada siklus I berada pada kategori Mulai Terlihat (MT) sebesar 60,67%, pada siklus II berkembang menjadi kategori Mulai Berkembang (MB) sebesar 43,75%. Perkembangan karakter disiplin siswa pada siklus I berada pada kategori Mulai Terlihat (MT) sebesar 53,76%, pada siklus II berkembang menjadi kategori Mulai Berkembang (MB) sebesar 45,43%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan Scientific yang berorientasi pada kurikulum 2013 dapat meningktakan aktivitas pembelajaran dan mengembangkan karakter tanggung jawab serta disiplin siswa dalam Pembelajaran PKn Kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu. Kata kunci : Pendekatan Scientific yang berorientasi pada kurikulum 2013, aktivitas pembelajaran PKn, Karakter tanggung jawab dan Disiplin. v

4 KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-nya peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Penerapan Pendekatan Scientific untuk Meningkatkan Aktivitas Pembelajaran dan Mengembangkan Karakter Tanggung Jawab serta Disiplin Siswa yang Berorientasi pada Kurikulum 2013 (PTK, pada Pembelajaran PKn Kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu). Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW, sahabat dan kaum muslimin yang tetap istiqomah menegakkan kebenaran. Skrispsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar JIP FKIP Universitas Bengkulu. Selesainya penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, pada kesempatan ini peneliti ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada: 1. Bapak Dr. Ridwan Nurazi, S.E, M.Sc, Akt., selaku Rektor Universitas Bengkulu. 2. Bapak Prof. Dr. Rambat Nur Sasongko, M.Pd., selaku Dekan FKIP Universitas Bengkulu. 3. Bapak Dr. Manap Somantri, M.Pd., selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu. 4. Ibu Dra. V. Karjiyati, M.Pd., selaku Ketua Prodi PGSD Universitas Bengkulu. vi

5 5. Ibu Dra. Sri Ken Kustianti, M.Pd., selaku Pembimbing utama yang telah sabar dalam memberikan motivasi, bimbingan dan pengarahan yang sangat berarti kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 6. Ibu Dra. Resnani, M.Si., selaku Pembimbing pendamping yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis selesainya skripsi ini. 7. Bapak Dr. Syahril Yusuf, M.Pd., selaku Penguji utama yang telah banyak memberikan masukan pada penulis guna kesempurnaan dalam penulisan skripsi ini. 8. Bapak Bambang Parmadie, M.Sn., selaku Penguji pendamping yang telah memberikan bimbingan dan sarannya demi perbaikan skripsi ini. 9. Ibu Dra. Hasnawati, M.Si., selaku pembimbing akademik yang selalu membantu selama masa kuliah. 10. Ibu Priyanti Yuliana, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Negeri 69 Kota Bengkulu yang telah memberikan izin kepada penulis dalam melakukan penelitian. 11. Bapak Ahmad Maad, AS., selaku Guru Kelas sekaligus guru mata pelajaran PKn di kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu yang telah banyak membantu dan bekerja sama dengan penulis selama melakukan penelitian. Jika skripsi masih jauh dari kesempurnaan, kritik dan saran peneliti harapkan guna kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata peneliti berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Bengkulu, Juni 2014 Oriza Oktarina vii

6 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN SAMPUL... i HALAMAN JUDUL... ii HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN... iv HALAMAN ABSTRAK... v HALAMAN KATA PENGANTAR... vi HALAMAN DAFTAR ISI... viii HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN... x HALAMAN DAFTAR TABEL... xiii HALAMAN DAFTAR BAGAN... xiv HALAMAN DAFTAR GAMBAR... xv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Rumusan Masalah... 8 C. Tujuan Penelitian... 9 D. Manfaat Penelitian... 9 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori Hakikat Pembelajaran PKn di SD Pendekatan Scientific Penerapan Pendekatan Scientific di dalam Pembelajaran Hakikat Pendidikan Karakter Hakikat Aktivitas Pembelajaran Penerapan Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran PKn yang Berorientasi pada Kurikulum B. Hasil-hasil Penelitian yang Relevan C. Kerangka Pikir D. Hipotesis Tindakan viii

7 BAB III METODE PENELITAN A. Jenis Penelitian B. Subjek Penelitian C. Defenisi Operasional D. Prosedur Penelitian E. Instrumen Penelitian F. Teknik Pengumpulan Data G. Teknik Analisis Data H. Indikator Keberhasilan Tindakan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Refleksi Awal Deskripsi Proses dan Hasil Persiklus B. Pembahasan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA DAFTAR RIWAYAT HIDUP LAMPIRAN-LAMPIRAN ix

8 DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Surat Izin Penelitian (UNIB) Lampiran 2. Surat Izin Penelitian (DIKNAS) Lampiran 3. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian Lampiran 4. Silabus Siklus I Pertemuan Lampiran 5. RPP Siklus I Pertemuan Lampiran 6a. Lembar Diskusi Siswa Pertemuan Lampiran 6b. Kunci Jawaban Lembar Diskusi Siswa Pertemuan Lampiran 7a. Lembar Evaluasi Pertemuan Lampiran 7b. Kunci Jawaban Lembar Evaluasi Pertemuan Lampiran 8. Silabus Siklus I Pertemuan Lampiran 9. RPP Siklus I Pertemuan Lampiran 10a. Lembar Diskusi Siswa Pertemuan Lampiran 10b. Kunci Jawaban Lembar Diskusi Siswa Pertemuan Lampiran 11a. Lembar Evaluasi Pertemuan Lampiran 11b. Kunci Jawaban Lembar Evaluasi Pertemuan Lampiran 12. Materi Pembelajaran Siklus I Lampiran 13a. Lembar Observasi Guru Siklus I Pertemuan 1 Pengamat Lampiran 13b. Lembar Observasi Guru Siklus I Pertemuan 1 Pengamat Lampiran 13c. Lembar Observasi Guru Siklus I Pertemuan 2 Pengamat Lampiran 13d. Lembar Observasi Guru Siklus I Pertemuan 2 Pengamat Lampiran 14. Deskriptor Lembar Observasi Guru Lampiran 15. Rekapitulasi Lembar Observasi Guru Siklus I Lampiran 16a. Lembar Observasi Siswa Siklus I Pertemuan 1 Pengamat Lampiran 16b. Lembar Observasi Siswa Siklus I Pertemuan 1 Pengamat Lampiran 16c. Lembar Observasi Siswa Siklus I Pertemuan 2 Pengamat Lampiran 16d. Lembar Observasi Siswa Siklus I Pertemuan 2 Pengamat Lampiran 17. Deskriptor Lembar Observasi Siswa Lampiran 18. Rekapitulasi Lembar Observasi Siswa Siklus I Lampiran 19a. Lembar Observasi Perkembangan Karakter Tanggung Jawab Siklus I Pertemuan x

9 Lampiran 19b. Lembar Observasi Perkembangan Karakter Tanggung Jawab Siklus I Pertemuan Lampiran 20. Deskriptor Karakter Tanggung Jawab Lampiran 21. Analisis Perkembangan Karakter Tanggung Jawab Lampiran 22a. Lembar Observasi Perkembangan Karakter Disiplin Siklus I Pertemuan Lampiran 22b. Lembar Observasi Perkembangan Karakter Disiplin Siklus I Pertemuan Lampiran 23. Deskriptor Karakter Disiplin Lampiran 24. Analisis Perkembangan Karakter Disiplin Lampiran 25. Silabus Siklus II Pertemuan Lampiran 26. RPP Siklus II Pertemuan Lampiran 27a. Lembar Diskusi Siswa Pertemuan Lampiran 27b. Kunci Jawabn Lembar Diskusi Siswa Pertemuan Lampiran 28a. Lembar Evaluasi Pertemuan Lampiran 28b. Kunci Jawaban Lembar Evaluasi Pertemuan Lampiran 29. Silabus Siklus II Pertemuan Lampiran 30. RPP Siklus II Pertemuan Lampiran 31a. Lembar Diskusi Siswa Pertemuan Lampiran 31b. Kunci Jawabn Lembar Diskusi Siswa Pertemuan Lampiran 32a. Lembar Evaluasi Pertemuan Lampiran 32b. Kunci Jawaban Lembar Evaluasi Pertemuan Lampiran 33. Materi Pembelajaran Siklus II Lampiran 34a. Lembar Observasi Guru Siklus II Pertemuan 1 Pengamat Lampiran 34b. Lembar Observasi Guru Siklus II Pertemuan 1 Pengamat Lampiran 34c. Lembar Observasi Guru Siklus II Pertemuan 2 Pengamat Lampiran 34d. Lembar Observasi Guru Siklus II Pertemuan 2 Pengamat Lampiran 35. Deskriptor Lembar Observasi Guru Lampiran 36. Rekapitulasi Lembar Observasi Guru Siklus II Lampiran 37a. Lembar Observasi Siswa Siklus II Pertemuan 1 Pengamat Lampiran 37b. Lembar Observasi Siswa Siklus II Pertemuan 1 Pengamat Lampiran 37c. Lembar Observasi Siswa Siklus II Pertemuan 2 Pengamat xi

10 Lampiran 37d. Lembar Observasi Siswa Siklus II Pertemuan 2 Pengamat Lampiran 38. Deskriptor Lembar Observasi Siswa Lampiran 39. Rekapitulasi Lembar Observasi Siswa Siklus II Lampiran 40a. Lembar Observasi Perkembangan Karakter Tanggung Jawab Siklus II Pertemuan Lampiran 40b. Lembar Observasi Perkembangan Karakter Tanggung Jawab Siklus II Pertemuan Lampiran 41. Deskriptor Karakter Tanggung Jawab Lampiran 42. Analisis Perkembangan Karakter Tanggung Jawab Lampiran 43a. Lembar Observasi Perkembangan Karakter Disiplin Siklus II Pertemuan Lampiran 43b. Lembar Observasi Perkembangan Karakter Disiplin Siklus II Pertemuan Lampiran 44. Deskriptor Karakter Disiplin Lampiran 45. Analisis Perkembangan Karakter Disiplin Lampiran 46. Dokumentasi Kegiatan Pembelajaran xii

11 DAFTAR TABEL Tabel 2.1. Indikator Pencapaian Pembelajaran pada Karakter Tanggung Jawab Tabel 2.2. Indikator Karakter Disiplin untuk Masing-masing Jenjang Kelas di SD Tabel 2.3. Indikator Pencapaian Pembelajaran pada Karakter Disiplin Tabel 3.1. Kriteria Penilaian Aktivitas Guru Tabel 3.2. Kriteria Penilaian Aktivitas Siswa Tabel 4.1. Data Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I Tabel 4.2. Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Tabel 4.3. Hasil Rata-Rata Perkembangan Karakter Tanggung Jawab Siklus I Tabel 4.4. Hasil Rata-Rata Perkembangan Karakter Disiplin Siklus I Tabel 4.5. Data Hasil Observasi AktivitasGuru Siklus II Tabel 4.6. Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II Tabel 4.7. Hasil Rata-Rata Perkembangan Karakter Tanggung Jawab Siklus II Tabel 4.8. Hasil Rata-Rata Perkembangan Karakter Disiplin Siklus II xiii

12 DAFTAR BAGAN Bagan 2.1. Langkah-langkah Pendekatan Scientific Bagan 2.2. Kerangka Pikir Bagan 3.1. Prosedur Penelitian xiv

13 DAFTAR GAMBAR Dokumentasi Kegiatan Pembelajaran xv

14 1 A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Sistem pendidikan nasional selalu mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Salah satu komponen penting dari sistem pendidikan adalah kurikulum, dengan adanya kebutuhan dan perkembangan zaman secara langsung akan mempengaruhi konsep kurikulum pendidikan yang diberlakukan. Berdasarkan kurikulum itulah proses pendidikan diharapkan dapat berjalan dengan arah dan tujuan yang benar. Kurikulum yang ada di Indonesia saat ini mengalami peralihan dari kurikulum KTSP ke kurikulum Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 19, kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, seorang guru harus bisa menciptakan pembelajaran yang bermakna, sehingga siswa mampu menguasai materi yang dipelajari dengan baik, serta dapat mengimplementasikannya di dalam kehidupan sehari-hari. Seorang guru juga harus mampu menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai karakter pada diri siswa, sesuai dengan fungsi pendidikan nasional bahwa untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk 1

15 2 karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa (Fathurrohman, 2013: 7). Salah satu lembaga pendidikan yang berperan penting untuk menanamkan dan mengembangkan karakter siswa adalah sekolah dasar karena merupakan fondasi awal dimana guru menanamkan konsep-konsep awal, baik itu berupa pengetahuan, maupun sikap yang tergambar dalam karakter siswa dan keterampilannya. Salah satu program pembelajaran yang dapat menanamkan dan mengembangkan karakter siswa di sekolah dasar adalah mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Sesuai dengan yang dikemukakan oleh Susanto (2013: 227), pembelajaran PKn di sekolah dasar dimaksudkan sebagai suatu proses pembelajaran dalam rangka membantu siswa agar dapat belajar dengan baik dan membentuk manusia Indonesia seutuhnya dalam pembentukan karakter bangsa yang diharapkan mengarah pada penciptaan suatu masyarakat yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan pada Pancasila, UUD, dan norma-norma yang berlaku di masyarakat yang diselenggarakan selama enam tahun. Namun dalam aplikasinya, pembelajaran PKn menjadi pelajaran yang hanya bersifat hafalan saja yang hanya menyentuh ranah kognitif pada diri siswa. Padahal, pembelajaran PKn seharusnya dapat membentuk dan mengembangkan karakter siswa yang berlandaskan Pancasila dan menjadi manusia Indonesia seutuhnya yang menjunjung tinggi nilai karakter bangsa. Wahab (dalam Susanto, 2013: 231) mengemukakan bahwa daya tarik terhadap pelajaran PKn masih lemah, karena dianggap membosankan dan tidak disukai siswa, materi dan

16 3 metodenya tidak menantang siswa secara intelektual. Selain itu pengaruh perkembangan zaman yang berkembang cepat, baik yang bersifat positif maupun negatif juga mempengaruhi karakter siswa dalam proses pembelajaran. Pernyataan di atas didukung oleh kenyataan yang ada di lapangan pada saat peneliti melakukan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) II tahun 2013 di kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu. Kelas ini merupakan salah satu kelas yang karakter siswanya belum terlihat. Hal ini dirasakan peneliti pada saat melaksanakan praktek pembelajaran PKn di kelas IVA ini, peneliti merasa kesulitan dalam pengelolaan kelas karena kurangnya disiplin siswa saat proses pembelajaran berlangsung dan sangat sulit mengatur siswa dalam berkelompok sehingga pada saat berkelompok kurang adanya tanggung jawab pada diri siswa. Pada saat kegiatan pembelajaran pun kurangnya motivasi dan respon dari siswa, sehingga pembelajaran yang terjadi hanya berpusat pada guru. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang dilakukan peneliti terhadap proses pembelajaran PKn di kelas IVA, diperoleh permasalahan yang dapat diidentifikasi sebagai berikut: (1) kegiatan pembelajaran yang berlangsung kurang mengajak siswa untuk dapat melakukan kegiatan mengamati permasalahan yang berkaitan dengan materi yang dipelajari, baik secara langsung maupun melalui media. (2) Siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran, seperti kurang memberikan respon terhadap penjelasan guru, jarang bertanya maupun mengemukakan atau mengkomunikasikan pendapatnya karena terbiasa hanya mendengarkan penjelasan dari guru. (3) Siswa belum diarahkan untuk menggunakan kemampuan berpikirnya dalam menyelesaikan suatu permasalahan

17 4 secara sistematik. (4) Saat pembentukan kelompok, sebagian siswa hanya ingin berkelompok dengan teman dekatnya saja sehingga pada saat dikelompokkan dengan teman yang lain banyak kekacauan dan keributan di kelas. (5) Karakter tanggung jawab yang dimiliki siswa cenderung kurang, hal ini terlihat pada saat berkelompok siswa sering tidak mengerjakan tugas atau bila diberikan tugas di dalam kelompok hanya beberapa siswa yang mengerjakan. (6) Karakter disiplin yang dimiliki siswa juga cenderung kurang, hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang kurang mempersiapkan diri ketika pembelajaran PKn berlangsung, sehingga saat pembelajaran berlangsung banyak siswa yang tidak mematuhi perintah guru, sering keluar masuk kelas dan terkadang sebagian siswa lupa membawa buku pelajaran. Dalam hal ini, peneliti mencoba mencari solusi dengan berdiskusi bersama teman sejawat dan melihat teori-teori yang mendukung untuk mengatasi permasalahan tersebut. Solusi yang dapat ditempuh yaitu dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang efektif sehingga memungkinkan terciptanya pembelajaran yang berpusat pada siswa sehingga pembelajaran terasa menyenangkan, tidak membosankan, dan dapat membuat siswa lebih aktif serta karakter siswa pun dapat berkembang. Salah satu pendekatan yang bisa diterapkan untuk dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran dan mengembangkan karakter siswa adalah dengan menggunakan pendekatan scientific. Pendekatan scientific merupakan salah satu pendekatan terbaru yang ada di dalam kurikulum 2013 yang masih disosialisasikan dan belum banyak diterapkan dalam pembelajaran di SD, karena kebanyakan sekolah masih

18 5 menerapkan kurikulum KTSP. Salah satu sekolah yang masih menggunakan kurikulum KTSP adalah SD Negeri 69 Kota Bengkulu yang akan dijadikan subyek penelitian oleh peneliti. Oleh karena itu, peneliti akan mencoba menerapkan pendekatan scientific dalam pembelajaran PKn yang masih menggunakan kurikulum KTSP, tetapi berorientasi pada kurikulum Tujuannya adalah untuk mengenalkan kepada guru pendekatan scientific pada kurikulum 2013 yang nantinya akan diterapkan di sekolah. Guru sebagai ujung tombak yang secara langsung menghadapi siswa harus mampu menerapkan kurikulum yang berlaku. Apabila guru dapat menerapkan kurikulum tersebut dan mampu menciptakan proses pembelajaran yang aktif, maka akan memungkinkan meningkatnya aktivitas pembelajaran siswa, dan seluruh potensi serta karakter yang dimiliki oleh siswa pun dapat berkembang. Namun pada kenyataannya, tidak semua guru memahami kurikulum yang berlaku. Kurangnya pemahaman guru terhadap kurikulum bisa berakibat fatal terhadap hasil belajar siswa, baik dari segi kognitif, afektif maupun psikomotornya. Sebelum nantinya akan menerapkan kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan scientific, guru harus memahami pendekatan scientific terlebih dahulu. Pendekatan scientific di dalam Modul Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013 (Kemendikbud, 2013: 1.3) merupakan proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar siswa secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahap mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan

19 6 mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman kepada siswa dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, dan informasi yang didapat bisa berasal dari mana saja, kapan saja, dan tidak bergantung pada informasi yang diberikan oleh guru. Melalui pendekatan scientific ini, siswa mampu merumuskan masalah dengan banyak bertanya, bukan hanya sekedar menyelesaikan masalah dengan menjawab saja. Pendekatan scientific ini diarahkan untuk melatih siswa berpikir kritis dan bukan hanya mendengarkan dan mengahapal semata. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan scientific ini menekankan pada pentingnya kerjasama diantara siswa dalam menyelesaikan setiap permasalahan dalam pembelajaran sehingga terbentuklah karaktek tanggung jawab dan disiplin pada diri siswa. Dimana, pendekatan ini juga mengedepankan kondisi siswa yang berperilaku ilmiah dengan bersama-sama diajak mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan, menyimpulkan dan kemudian mengkomunikasikan apa yang diperoleh. Di dalam proses mengamati sangat mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran yang menggunakan panca indera siswa, dan sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu siswa sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. Setelah proses mengamati akan mucul pertanyaan di pikiran siswa tentang apa, mengapa, kapan, di mana, siapa serta bagaimana tentang suatu permasalahan yang diberikan. Kemudian siswa mulai berpikir logis dan sistematis atas fakta-fakta empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh

20 7 kesimpulan berupa pengetahuan baru yang nantinya bisa dikomunikasikan atau disampaikan kepada orang-orang disekitarnya. Dari proses pembelajaran menggunakan pendekatan scientific ini, diharapkan suatu pembelajaran yang semula dianggap membosankan karena bersifat hafalan dapat berubah menjadi aktivitas pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Siswa juga dapat bisa menguasai materi dengan baik dan dapat mengembangkan karakter yang diharapkan dalam proses pembelajaran yang berlangsung. Setiap pendekatan pembelajaran mempunyai kelebihan masing-masing, begitu juga dengan pendekatan scientific. Seperti dijelaskan dalam Modul Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013 (Kemendikbud, 2013: ) bahwa pendekatan scientific memiliki prinsip-prinsip yang juga merupakan kelebihannya, antara lain: (1) pembelajaran berpusat pada siswa, karena dalam prosesnya pendekatan ini memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep, hukum, dan prinsip, sehingga mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa, (2) pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi mengajar guru, dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat melatih kemampuan berkomunikasi sehingga terhindar dari bahaya verbalisme. Jika dilihat dari prinsip dan kelebihan pendekatan scientific di atas, sangat cocok bila diterapkan pada mata pelajaran PKn, yang dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran sehingga pembelajaran PKn berpusat pada siswa dan tidak lagi membosankan karena siswa bukan hanya diberi tahu tetapi mencari tahu. Selain itu pendekatan scientific di dalam pembelajaran PKn ini dapat

21 8 mengembangkan nilai-nilai karakter pada siswa terutama karakter tanggung jawab dan disiplin. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti mengangkat judul Penerapan Pendekatan Scientific untuk Meningkatkan Aktivitas Pembelajaran dan Mengembangkan Karakter Tanggung Jawab serta Disiplin Siswa yang Berorientasi pada Kurikulum 2013 (PTK, pada Pembelajaran PKn Kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu). B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Bagaimana penerapan pendekatan scientific yang berorientasi pada kurikulum 2013 dalam pembelajaran PKn di kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran dan mengembangkan karakter tanggung jawab serta disiplin siswa? 2. Apakah penerapan pendekatan scientific yang berorientasi pada kurikulum 2013 dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran PKn di kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu? 3. Apakah penerapan pendekatan scientific dapat mengembangkan karakter tanggung jawab serta disiplin siswa yang berorientasi pada kurikulum 2013 dalam pembelajaran PKn di kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu?

22 9 C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Mendeskripsikan penerapan pendekatan scientific yang berorientasi pada kurikulum 2013 dalam pembelajaran PKn di kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran dan mengembangkan karakter tanggung jawab serta disiplin siswa. 2. Meningkatkan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran PKn di kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu dengan menerapkan pendekatan scientific yang berorientasi pada kurikulum Mengembangkan Karakter tanggung jawab serta disiplin siswa yang berorientasi pada kurikulum 2013 dalam pembelajaran PKn di kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu dengan menerapkan pendekatan scientific. D. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini, adalah sebagai berikut. 1. Bagi Peneliti a. Sebagai pengalaman dalam membuat suatu penelitian tindakan kelas. b. Sebagai pengalaman dan bekal pengetahuan dalam pembelajaran dengan menerapkan pendekatan scientific bukan hanya pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tetapi juga mata pelajaran lainnya.

23 10 2. Bagi Guru a. Memberikan informasi tentang pendekatan scientific dalam pembelajaran PKn. b. Menjadi bahan referensi bagi guru mengenai pendekatan scientific, agar nantinya dapat diterapkan di dalam pelaksanaan pembelajaran kurikulum Bagi Siswa a. Menumbuhkan suasana yang demokrasi dalam belajar, sehingga siswa tidak takut untuk bertanya dan mengeluarkan ide ataupun gagasannya. b. Pembelajaran akan lebih menyenangkan karena siswa dapat menemukan pemecahan masalah yang diberikan. c. Siswa akan termotivasi dalam pembelajaran PKn karena mendapatkan pengalaman baru di dalam pembelajaran.

24 11 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Hakikat Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SD a. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran yang mengutamakan pembinaan sikap berdasarkan nilai-nilai awal yang dimiliki siswa. Menurut Susanto (2013: 225), Pendidikan Kewarganegaraan adalah salah satu mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia. Winarno (2013: 15) juga mengemukakan bahwa pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk siswa menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan merupakan suatu wahana yang dapat membentuk dan mengembangkan perilaku anak bangsa ke arah yang positif. Pendidikan Kewarganegaraan membina sikap dan menciptakan manusia Indonesia yang berwatak, bersikap dan bermoral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia. b. Tujuan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SD Proses pembelajaran dalam dunia pendidikan merupakan bagian terpenting karna akan menentukan hasil yang akan dicapai. Pembelajaran itu sendiri menurut Susanto (2013: 18) merupakan perpaduan dari dua aktivitas yaitu aktivitas belajar dan aktivitas mengajar. Jadi, istilah pembelajaran adalah ringkasan dari kata belajar dan mengajar. Dimana, kata belajar merujuk pada apa 11

13. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.

13. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. KOMPETENSI INTI 13. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. (PKn) Pengertian Mata PelajaranPendidikan Kewarganegaraan Berdasarkan UU Nomor

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan

BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR PROSES PENDIDIKAN KESETARAAN PROGRAM PAKET A, PROGRAM PAKET B, DAN PROGRAM PAKET C DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Emas Di lingkungan Kemendikbud, pendidikan karakter menjadi fokus

BAB I PENDAHULUAN. Emas Di lingkungan Kemendikbud, pendidikan karakter menjadi fokus A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Pendidikan karakter menjadi isu utama pendidikan, selain menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak anak bangsa, pendidikan karakter juga diharapkan mampu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kebiasaan dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi

BAB I PENDAHULUAN. kebiasaan dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sebagai metode untuk mengembangkan keterampilan, kebiasaan dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi lebih baik. Purwanto (2009:10)

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DENGAN STRATEGI STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT

IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DENGAN STRATEGI STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DENGAN STRATEGI STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA (PTK Pada Siswa Kelas VIII C Semester

Lebih terperinci

KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC

KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Esensi Pendekatan Ilmiah Pembelajaran

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. perhatian anak didik agar terpusat pada yang akan dipelajari. Sedangkan menutup

II. TINJAUAN PUSTAKA. perhatian anak didik agar terpusat pada yang akan dipelajari. Sedangkan menutup II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kemampuan Membuka Dan Menutup Pelajaran Guru sangat memerlukan keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Keterampilan membuka adalah perbuatan guru untuk menciptakan sikap mental

Lebih terperinci

Pembelajaran IPA Biologi Berbasis Scientific Approach Di SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman

Pembelajaran IPA Biologi Berbasis Scientific Approach Di SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman SP-002-008 Proceeding Biology Education Conference (ISSN: 2528-5742), Vol 13(1) 2016: 97-101 Pembelajaran IPA Biologi Berbasis Scientific Approach Di SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman Muhammad Joko Susilo

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh: Sinta Ambar Husada NIM. 100210204169

SKRIPSI. Oleh: Sinta Ambar Husada NIM. 100210204169 PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV-A SDN PATRANG 01 JEMBER PADA MATA PELAJARAN IPA POKOK BAHASAN GAYA MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR AND SHARE (TPS) SKRIPSI

Lebih terperinci

KURIKULUM 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015

KURIKULUM 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015 KURIKULUM 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015 1 1.3a PENDEKATAN SAINTIFIK 2 PENGERTIAN (1/2) Pembelajaran adalah proses interaksi antar peserta didik, antara peserta didik dengan tenaga pendidik

Lebih terperinci

RPP Theory A. Apakah RPP itu? Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa:

RPP Theory A. Apakah RPP itu? Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: A. Apakah RPP itu? Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran,

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh. Naelal Ngiza NIM

SKRIPSI. Oleh. Naelal Ngiza NIM PENINGKATAN SIKAP ILMIAH DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN ACCELERATED LEARNING MELALUI METODE EKSPERIMEN DI KELAS VII E SMP NEGERI 3 SILO TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI Oleh Naelal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. hidupnya yang berlangsung sepanjang hayat. Oleh karena itu maka setiap manusia

BAB I PENDAHULUAN. hidupnya yang berlangsung sepanjang hayat. Oleh karena itu maka setiap manusia BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha manusia untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya yang berlangsung sepanjang hayat. Oleh karena itu maka setiap manusia harus menapaki

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan satu dari sekian banyak hal yang tidak dapat dipisahkan

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan satu dari sekian banyak hal yang tidak dapat dipisahkan I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan satu dari sekian banyak hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan, seseorang dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh. Miswatun Khasanah Nim :

SKRIPSI. Oleh. Miswatun Khasanah Nim : PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL LEARNING TOGETHER (LT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA (PADA MATA PELAJARAN IPS MATERI KEGIATAN EKONOMI) SISWA KELAS IV SDN PAKUNIRAN 02 PROBOLINGGO

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi peranannya dimasa

BAB I PENDAHULUAN. melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi peranannya dimasa BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang, dimana pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. teknologi. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3

BAB I PENDAHULUAN. teknologi. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya untuk memberikan pengetahuan, wawasan, keterampilan dan keahlian tertentu kepada individu guna mengembangkan bakat

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DISERTAI TEHNIK PETA PIKIRAN (MIND MAPPING) PADA POKOK BAHASAN PERSAMAAN GARIS LURUS DI KELAS

Lebih terperinci

SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Berdasarkan Permendiknas 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses)

SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Berdasarkan Permendiknas 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses) SILABUS DAN (Berdasarkan Permendiknas 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses) Disunting dan dikembangkan oleh Pirdaus Widyaiswara LPMP Sumsel Perencanaan Proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PROSES PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN SMA NEGERI 10 SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PROSES PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN SMA NEGERI 10 SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PROSES PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN SMA NEGERI 10 SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017 Berdasarkan : Permendikbud no. 22/2016 Tentang Standar Proses endidikan Dasar &

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) MENGGUNAKAN MEDIA KOKAMI DI KELAS Va SDN PACE 02 KECAMATAN SILO JEMBER TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (1) yang

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (1) yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (1) yang dimaksud dengan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh Rifki Juli Ferianto NIM

SKRIPSI. Oleh Rifki Juli Ferianto NIM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERBASIS PETA KONSEP PADA SUB POKOK BAHASAN KELILING DAN LUAS LINGKARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIIA SEMESTER GENAP SMP NEGERI 4 JEMBER

Lebih terperinci

BAB VI STANDAR PROSES PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BAHASA ARAB DI MADRASAH IBTIDAIYAH, TSANAWIYAH DAN ALIYAH

BAB VI STANDAR PROSES PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BAHASA ARAB DI MADRASAH IBTIDAIYAH, TSANAWIYAH DAN ALIYAH BAB VI STANDAR PROSES PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BAHASA ARAB DI MADRASAH IBTIDAIYAH, TSANAWIYAH DAN ALIYAH A. Pandangan tentang Pembelajaran Secara prinsip, kegiatan pembelajaran merupakan proses pendidikan

Lebih terperinci

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) SISWA KELAS X TSM SMK MUHAMMADIYAH 1 PONOROGO TAHUN

Lebih terperinci

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) KURIKULUM 2013 KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) / MADRASAH TSANAWIYAH (MTS) KELAS VII - IX MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) Nama Guru NIP/NIK Sekolah : : : 1

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. dapat diketahui hasilnya melalui penilaian proses dan penilaian hasil. Hasil

BAB II KAJIAN TEORI. dapat diketahui hasilnya melalui penilaian proses dan penilaian hasil. Hasil 9 BAB II KAJIAN TEORI A. Tinjauan Tentang Hasil Belajar 1. Pengertian Hasil Belajar Segala upaya yang dilakukan seorang guru dalam proses pembelajaran dapat diketahui hasilnya melalui penilaian proses

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Pembelajara Tematik Terpadu dan Pendekatan Scientific. 1. Pengertian Pembelajaran Tematik Terpadu

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Pembelajara Tematik Terpadu dan Pendekatan Scientific. 1. Pengertian Pembelajaran Tematik Terpadu 9 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pembelajara Tematik Terpadu dan Pendekatan Scientific 1. Pengertian Pembelajaran Tematik Terpadu Kurikulum 2013 yang sekarang ini mulai digunakan yaitu pembelajaran tematik terpadu.

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh : AGUS WIRAHADI KUSUMA NIM

SKRIPSI. Oleh : AGUS WIRAHADI KUSUMA NIM PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PELAJARAN IPS POKOK BAHASAN KERAGAMAN SOSIAL DAN BUDAYA BERDASARKAN KENAMPAKAN ALAM KELAS IV SDN KEMUNING LOR 04

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN DAN TEORI HASIL PENELITIAN. 1. Indikator dan tujuan rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis

BAB V PEMBAHASAN DAN TEORI HASIL PENELITIAN. 1. Indikator dan tujuan rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis 67 BAB V PEMBAHASAN DAN TEORI HASIL PENELITIAN A. Pembahasan 1. Indikator dan tujuan rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis karakter di SMP Muhammadiyah 3 Ampel Boyolali Perencanaan adalah proses dasar

Lebih terperinci

Lamp 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

Lamp 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH 95 Lamp 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 14 B. TUJUAN 14 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 14 D. UNSUR YANG TERLIBAT 14 E. REFERENSI 15 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 15

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 14 B. TUJUAN 14 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 14 D. UNSUR YANG TERLIBAT 14 E. REFERENSI 15 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 15 DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 14 B. TUJUAN 14 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 14 D. UNSUR YANG TERLIBAT 14 E. REFERENSI 15 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 15 G. URAIAN PROSEDUR KEGIATAN 18 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan pendidikan, sampai kapanpun dan dimanapun ia berada.

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan pendidikan, sampai kapanpun dan dimanapun ia berada. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapanpun dan dimanapun ia berada. Pendidikan adalah usaha sadar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Guru merupakan faktor penentu pertama yang menentukan keberhasilan pembelajaran di dalam kurikulum 2013 yaitu kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. ii UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MATERI MENGENAL PERMASALAHAN SOSIAL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL DI KELAS IV SD NEGERI

Lebih terperinci

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI METODE DEMONSTRASI DENGAN STRATEGI THE POWER OF TWO

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI METODE DEMONSTRASI DENGAN STRATEGI THE POWER OF TWO MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI METODE DEMONSTRASI DENGAN STRATEGI THE POWER OF TWO DISERTAI AUTHENTIC ASSESMENT PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 1 JENGGAWAH SKRIPSI

Lebih terperinci

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK MELALUI PERMAINAN BERBASIS BIMBINGAN KELOMPOK PADA ANAK TK B SATU ATAP SDN 03 LEBUAWU TAHUN PELAJARAN

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK MELALUI PERMAINAN BERBASIS BIMBINGAN KELOMPOK PADA ANAK TK B SATU ATAP SDN 03 LEBUAWU TAHUN PELAJARAN PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK MELALUI PERMAINAN BERBASIS BIMBINGAN KELOMPOK PADA ANAK TK B SATU ATAP SDN 03 LEBUAWU TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Oleh ISTIANATUROCHMAH NIM. 2009-31 - 136 PROGRAM

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Pendidikan Kewarganegaraan Hakekat Pendidikan Kewarganegaraan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SD

BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Pendidikan Kewarganegaraan Hakekat Pendidikan Kewarganegaraan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SD BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Pendidikan Kewarganegaraan 2.1.1 Hakekat Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang dapat membentuk diri yang beragam dari segi

Lebih terperinci

Tahun Ajaran 2013/2014. Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh gelar S-1 di Program Studi Pendidikan Matematika SKRIPSI OLEH:

Tahun Ajaran 2013/2014. Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh gelar S-1 di Program Studi Pendidikan Matematika SKRIPSI OLEH: Penerapan Metode Pembelajaran Inquiry Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa dan Pemahaman Konsep Matematika Kelas VII MTs Muhammadiyah 2 Jenangan Tahun Ajaran 2013/2014 Diajukan sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar mereka. Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar mereka. Pendidikan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia peserta didik dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan

Lebih terperinci

SKRIPSI. oleh. Vaidatul Aliya NIM

SKRIPSI. oleh. Vaidatul Aliya NIM PENERAPAN STRATEGI INKUIRI PADA SUB POKOK BAHASAN KELILING DAN LUAS LINGKARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP IT SYARIF HIDAYATULLAH SUKORAMBI TAHUN AJARAN 2012/2013

Lebih terperinci

UPAYA MENGATASI MISKONSEPSI SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN DELIKAN

UPAYA MENGATASI MISKONSEPSI SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN DELIKAN UPAYA MENGATASI MISKONSEPSI SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN DELIKAN (DENGAR, LIHAT, KERJAKAN) PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP SMP MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS II SDN SUKOSARI 01 KUNIR SKRIPSI. Oleh:

PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS II SDN SUKOSARI 01 KUNIR SKRIPSI. Oleh: PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS II SDN SUKOSARI 01 KUNIR SKRIPSI Oleh: INDAH WAHYUNINGSIH NIM 070210204207 PROGRAM STUDI PENDIDIDKAN GURU SEKOLAH DASAR

Lebih terperinci

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS POKOK BAHASAN PETA LINGKUNGAN SETEMPAT DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS POKOK BAHASAN PETA LINGKUNGAN SETEMPAT DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS POKOK BAHASAN PETA LINGKUNGAN SETEMPAT DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK TWO STAY TWO STRAY (TSTS) PADA SISWA KELAS IVB SDN MANGLI 01 JEMBER TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

Click to edit Master title style KELOMPOK IV : 1. MUJAENI 2. ELLA NURLELAWATI 3. MAIMUNAH 4. HERMANTO

Click to edit Master title style KELOMPOK IV : 1. MUJAENI 2. ELLA NURLELAWATI 3. MAIMUNAH 4. HERMANTO Click to edit Master title style KELOMPOK IV : 1. MUJAENI 2. ELLA NURLELAWATI 3. MAIMUNAH 4. HERMANTO Click to edit Master title style PP 32 Tahun 2013 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Permendikbud

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. pendidikan karakter dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Di samping

BAB 1 PENDAHULUAN. pendidikan karakter dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Di samping BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, dunia pendidikan menghadapi berbagai masalah yang sangat kompleks yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Fenomena merosotnya karakter kebangsaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kata pembelajaran berasal dari kata belajar yang diberikan imbuhan pe-an. Menurut Maulana (2008) belajar adalah proses perubahan tingkah laku individu yang relatif tetap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembangunan di bidang pendidikan sebagai salah satu bagian dari

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembangunan di bidang pendidikan sebagai salah satu bagian dari BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan di bidang pendidikan sebagai salah satu bagian dari pembangunan dan juga berperan penting untuk menjamin kelangsungan hidup suatu bangsa dan negara.

Lebih terperinci

PERAN DASAR PENDIDIKAN KERTO 2015 SKRIPSI. Oleh:

PERAN DASAR PENDIDIKAN KERTO 2015 SKRIPSI. Oleh: i PENINGKATAN RASA INGIN TAHU DAN PRESTASII BELAJAR IPS MATERI PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN MELALUI METODE BERMAIN PERAN SISWA KELAS V DI SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DASAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN MASTERY LEARNING

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DASAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN MASTERY LEARNING PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DASAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN MASTERY LEARNING BAGI SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KARANGANYAR PURWODADI TAHUN 2012/2013 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kecerdasan, pengendalian diri dan keterampilan untuk membuat dirinya berguna di

BAB I PENDAHULUAN. kecerdasan, pengendalian diri dan keterampilan untuk membuat dirinya berguna di BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana secara etis, sistematis, intensional dan kreatif dimana peserta didik mengembangkan potensi diri, kecerdasan, pengendalian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 menyebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA PADA POKOK BAHASAN PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII C SMP NEGERI 13 JEMBER SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN

Lebih terperinci

SKRIPSI. persyaratan. Disusun oleh: IRINA A 410 090 195

SKRIPSI. persyaratan. Disusun oleh: IRINA A 410 090 195 PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI LINGKARAN MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING (PTK Pembelajaran Matematikaa Kelas VIIII F Semester Genap SMP

Lebih terperinci

REVIEW DAN REVISI SILABUS-RPP MAPAEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Oleh: Ajat Sudrajat

REVIEW DAN REVISI SILABUS-RPP MAPAEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Oleh: Ajat Sudrajat REVIEW DAN REVISI SILABUS-RPP MAPAEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Oleh: Ajat Sudrajat PRODI ILMU SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2009 REVIEW

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OPEN ENDED DENGAN PENDEKATAN ACTIVE LEARNING PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA SKRIPSI. Oleh

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OPEN ENDED DENGAN PENDEKATAN ACTIVE LEARNING PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA SKRIPSI. Oleh PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OPEN ENDED DENGAN PENDEKATAN ACTIVE LEARNING PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA SKRIPSI diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. II. PEMBELAJARAN PENGAYAAN A. Pembelajaran Menurut SNP... B. Hakikat Pembelajaran Pengayaan... C. Jenis Pembelajaran Pengayaan...

DAFTAR ISI. II. PEMBELAJARAN PENGAYAAN A. Pembelajaran Menurut SNP... B. Hakikat Pembelajaran Pengayaan... C. Jenis Pembelajaran Pengayaan... DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang... B. ujuan...... C. Ruang Lingkup... II. PEMBELAJARAN PENGAYAAN A. Pembelajaran Menurut SNP... B. Hakikat Pembelajaran Pengayaan... C. Jenis

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh : MOH. HUSNU ABADI NIM

SKRIPSI. Oleh : MOH. HUSNU ABADI NIM PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL INKUIRI DISERTAI METODE EKSPERIMEN PADA MATA PELAJARAN FISIKA SISWA KELAS IX F SMP NEGERI 1 ROGOJAMPI SKRIPSI Oleh : MOH. HUSNU ABADI

Lebih terperinci

PENERAPAN PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR (JAS) DENGAN PENILAIAN PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN HASIL BELAJAR

PENERAPAN PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR (JAS) DENGAN PENILAIAN PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN HASIL BELAJAR PENERAPAN PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR (JAS) DENGAN PENILAIAN PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN HASIL BELAJAR (Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Banyuglugur Tahun Pelajaran 2011/2012)

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI COOPERATIVE LEARNING TIPE TPS (Think Pair Share) PADA SISWA KELAS V SDN SIDOMEKAR 07 KECAMATAN SEMBORO KABUPATEN JEMBER Kawit Supriana 14 Abstrak. Pendidikan Kewarganegaraan

Lebih terperinci

BAB. I PENDAHULUAN. pelajaran di sekolah. Namun demikian akhir-akhir ini ada beberapa mata

BAB. I PENDAHULUAN. pelajaran di sekolah. Namun demikian akhir-akhir ini ada beberapa mata BAB. I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran yang bervariasi dan inovatif mempunyai tujuan untuk menimbulkan minat dan motivasi belajar peserta didik terhadap semua mata pelajaran di sekolah.

Lebih terperinci

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Akuntansi. Disusun oleh : ANNA NUR ELAWATI A.

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Akuntansi. Disusun oleh : ANNA NUR ELAWATI A. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN DUA TINGGAL DUA TAMU (TWO STAY TWO STRAY) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SAMBI TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI Untuk

Lebih terperinci

ANALISIS PROSES BERPIKIR SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH TERBUKA BERBASIS POLYA SUB POKOK BAHASAN TABUNG KELAS IX SMP NEGERI 7 JEMBER SKRIPSI

ANALISIS PROSES BERPIKIR SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH TERBUKA BERBASIS POLYA SUB POKOK BAHASAN TABUNG KELAS IX SMP NEGERI 7 JEMBER SKRIPSI ANALISIS PROSES BERPIKIR SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH TERBUKA BERBASIS POLYA SUB POKOK BAHASAN TABUNG KELAS IX SMP NEGERI 7 JEMBER SKRIPSI Oleh Lela Nur Safrida NIM 100210101017 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Oleh Sri Imawatin NIM

Oleh Sri Imawatin NIM PENERAPAN ASESMEN KINERJA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR EKONOMI (Studi Kasus pada Mata Pelajaran Ekonomi Kompetensi Dasar Menjelaskan konsep PDB, PDRB, PNB, dan Pendapatan Nasional Kelas

Lebih terperinci

DENGAN MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKITAR

DENGAN MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKITAR PENERAPAN METODE PENEMUAN (DISCOVERY) DENGAN MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKITAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA POKOK BAHASAN BAGIAN BAGIAN TUMBUHAN PADA SISWA KELAS IV SDN SLATENG 01 LEDOKOMBO

Lebih terperinci

PENERAPAN PEMBELAJARAN METODE ROLE-PLAY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA

PENERAPAN PEMBELAJARAN METODE ROLE-PLAY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PENERAPAN PEMBELAJARAN METODE ROLE-PLAY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA (Studi Kasus Pada Siswa Kelas X-B di SMA Negeri 2 Tanggul Jember Mata Pelajaran Ekonomi Sub Pokok Bahasan

Lebih terperinci

KORELASI ANTARA KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS TINGGI DI SDN AJUNG 03 KECAMATAN AJUNG SKRIPSI

KORELASI ANTARA KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS TINGGI DI SDN AJUNG 03 KECAMATAN AJUNG SKRIPSI KORELASI ANTARA KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS TINGGI DI SDN AJUNG 03 KECAMATAN AJUNG SKRIPSI Oleh: Devi Amalia Lisalamah NIM. 090210204053 PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang sedang terjadi dengan apa yang diharapkan terjadi.

BAB I PENDAHULUAN. yang sedang terjadi dengan apa yang diharapkan terjadi. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah upaya untuk menjembatani antara kondisi objektif yang sedang terjadi dengan apa yang diharapkan terjadi. Menurut UU No. 20 Tahun 2003, BAB

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK NEGERI 6 SURAKARTA (STUDI KASUS) SKRIPSI. Oleh: Agus Yuliyanto K

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK NEGERI 6 SURAKARTA (STUDI KASUS) SKRIPSI. Oleh: Agus Yuliyanto K IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK NEGERI 6 SURAKARTA (STUDI KASUS) SKRIPSI Oleh: Agus Yuliyanto K1210003 PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan memudarnya sikap saling menghormati, tanggung jawab,

BAB I PENDAHULUAN. dengan memudarnya sikap saling menghormati, tanggung jawab, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Merosotnya moralitas bangsa terlihat dalam kehidupan masyarakat dengan memudarnya sikap saling menghormati, tanggung jawab, kesetiakawanan sosial (solidaritas),

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA DENGAN METODE DISKUSI SYNDICATE GROUP

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA DENGAN METODE DISKUSI SYNDICATE GROUP MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA DENGAN METODE DISKUSI SYNDICATE GROUP KONSEP SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER 2 SMP NEGERI 2 RAMBIPUJI JEMBER TAHUN AJARAN 2007/2008

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1 (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1 (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1 (RPP) Nama Sekolah : SMP Negeri 21 Purworejo Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Kelas/Semester : IX/2 Standar Kompetensi : 3. Memahami dampak globalisasi

Lebih terperinci

Oleh : NAILATUL MAISAROH

Oleh : NAILATUL MAISAROH 1 PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING DENGAN TEKNIK PICK UP CARDS GAME UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SD NAHDLATUL ULAMA KENCONG TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SKRIPSI diajukan

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEDISIPLINAN DAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI GENIUS LEARNING

PENINGKATAN KEDISIPLINAN DAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI GENIUS LEARNING PENINGKATAN KEDISIPLINAN DAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI GENIUS LEARNING (PTK Pada Siswa Kelas VIIIC Semester Genap di SMP Negeri 2 Banyudono Tahun Ajaran 2013/2014) SKRIPSI Untuk

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN PKN POKOK BAHASAN BENTUK-BENTUK KEPUTUSAN BERSAMA

Lebih terperinci

Sri Andayani 5. Kata kunci: model pembelajaran TAI (Team-Assisted-Individualization), hasil belajar. Guru SDN Gadingrejo 01 Umbulsari Jember

Sri Andayani 5. Kata kunci: model pembelajaran TAI (Team-Assisted-Individualization), hasil belajar. Guru SDN Gadingrejo 01 Umbulsari Jember MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION ) PADA MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SDN GADINGREJO 01 KECAMATAN UMBULSARI KABUPATEN JEMBER Sri

Lebih terperinci

PENGUATAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN IPA. Anatri Desstya PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta

PENGUATAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN IPA. Anatri Desstya PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta ISBN: 978-602-70471-1-2 69 PENGUATAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN IPA Anatri Desstya PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta ana.destya@gmail.com Abstrak Pendidikan merupakan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2011 Perencanaan Mengkaji dan memetakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya untuk memberikan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya untuk memberikan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya untuk memberikan pengetahuan, wawasan, keterampilan dan keahlian tertentu kepada individu guna mengembangkan bakat

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN NILAI-NILAI DEMOKRASI PANCASILA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMA SE- KECAMATAN DEPOK. Skripsi

PENGEMBANGAN NILAI-NILAI DEMOKRASI PANCASILA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMA SE- KECAMATAN DEPOK. Skripsi PENGEMBANGAN NILAI-NILAI DEMOKRASI PANCASILA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMA SE- KECAMATAN DEPOK Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta untuk

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh Yuzlah Wahyu Witri Lestari

SKRIPSI. Oleh Yuzlah Wahyu Witri Lestari MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENENTUKAN IDE POKOK PARAGRAF PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI SUMBERJATI 01 SILO MELALUI PENGGUNAAN KARTU PARAGRAF DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA INTENSIF SKRIPSI Diajukan Guna Melengkapi

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII SMP ISLAM THORIQUL HUDA TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Biologi. Oleh: FAJAR PRIYANTO A

SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Biologi. Oleh: FAJAR PRIYANTO A PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI ORGANISASI KEHIDUPAN MELALUI PEMBELAJARAN PENEMUAN TERPIMPIN (GUIDED DISCOVERY) PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 3 SAWIT TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SKRIPSI Untuk

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER OLEH MAHASISWA CALON GURU FISIKA

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER OLEH MAHASISWA CALON GURU FISIKA PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER OLEH MAHASISWA CALON GURU FISIKA Susilawati Program Studi Pendidikan Fisika, IKIP PGRI Semarang Jln. Lontar No. 1 Semarang susilawatiyogi@yahoo.com

Lebih terperinci

MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN DAPAT MENINGKATKAN GERAK DASAR MENANGKAP BOLA MENDATAR DALAM BOLA TANGAN KELAS V SDN 1 SEPANGJAYA KEC

MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN DAPAT MENINGKATKAN GERAK DASAR MENANGKAP BOLA MENDATAR DALAM BOLA TANGAN KELAS V SDN 1 SEPANGJAYA KEC MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN DAPAT MENINGKATKAN GERAK DASAR MENANGKAP BOLA MENDATAR DALAM BOLA TANGAN KELAS V SDN 1 SEPANGJAYA KEC. KEDATON TAHUN PELAJARAN 2012/2013 (SKRIPSI) HARYATI 1013068068

Lebih terperinci

Disusun oleh: Rohmatul Wahidah

Disusun oleh: Rohmatul Wahidah PENERAPAN PENDEKATAN INVESTIGASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII E MTsN KAUMAN PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu

Lebih terperinci

PENGARUH DISIPLIN BELAJAR DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN 2012/2013

PENGARUH DISIPLIN BELAJAR DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN 2012/2013 PENGARUH DISIPLIN BELAJAR DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN 2012/2013 Skripsi Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Sarjana

Lebih terperinci

PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA

PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA Citra Veronika, Djoko Adi Susilo, Tri Candra Wulandari Universitas Kanjuruhan Malang veronikacitra11@gmail.com

Lebih terperinci

PENERAPAN PENDEKATAN OPEN-ENDED

PENERAPAN PENDEKATAN OPEN-ENDED PENERAPAN PENDEKATAN OPEN-ENDED UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL (SPLDV) KELAS VIIIB SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 1 BALUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA YANG RENDAH MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISIWA KELAS VIII B SMP 2 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN

UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA YANG RENDAH MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISIWA KELAS VIII B SMP 2 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA YANG RENDAH MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISIWA KELAS VIII B SMP 2 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SKRIPSI Oleh: RETNO HANDAYANI 2008 31 026 PROGRAM

Lebih terperinci

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION DENGAN MENGGUNAKAN LEMBAR KERJA SISWA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION DENGAN MENGGUNAKAN LEMBAR KERJA SISWA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION DENGAN MENGGUNAKAN LEMBAR KERJA SISWA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN (PTK Pembelajaran Matematika Bagi Siswa Kelas VII Semester Genap

Lebih terperinci

PENDAPAT MAHASISWA PROGRAM STUDI PKn TERHADAP PELANGGARAN HAK CIPTA ATAS BUKU SKRIPSI

PENDAPAT MAHASISWA PROGRAM STUDI PKn TERHADAP PELANGGARAN HAK CIPTA ATAS BUKU SKRIPSI PENDAPAT MAHASISWA PROGRAM STUDI PKn TERHADAP PELANGGARAN HAK CIPTA ATAS BUKU SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh

Lebih terperinci

Oleh Zetti Finali NIM

Oleh Zetti Finali NIM PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI JENIS-JENIS USAHA DAN KEGIATAN EKONOMI DI INDONESIA MELALUI PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR LINGKUNGAN MASYARAKAT BERBASIS MULTIMEDIA PADA SISWA KELAS VB SDN 1 KEBONDALEM

Lebih terperinci

Penerapan Pendekatan Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Tumbuhan Hijau di Kelas V SDN 3 Tolitoli

Penerapan Pendekatan Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Tumbuhan Hijau di Kelas V SDN 3 Tolitoli Penerapan Pendekatan Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Tumbuhan Hijau di Kelas V SDN 3 Tolitoli Jeane Santi Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam

BAB I PENDAHULUAN. emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Kewarganegaraan

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Kewarganegaraan MUATAN MATERI DAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN HAM (Analisis Isi Pada Buku Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VII Karangan Gino yang Digunakan di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta Tahun 2012) SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci