KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP) O, P, Q DAN REKAN. LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KOMPARATIF 31 DESEMBER 2013 DAN 2014 (Dinyatakan dalam Rupiah)

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP) O, P, Q DAN REKAN. LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KOMPARATIF 31 DESEMBER 2013 DAN 2014 (Dinyatakan dalam Rupiah)"

Transkripsi

1 Berikut di bawah ini merupakan (contoh) ilustrasi sederhana penyajian laporan keuangan yang terdiri atas: 1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Komparatif; 2. Laporan Laba Rugi Komparatif; 3. Catatan Atas Laporan Keuangan. Laporan keuangan yang tersaji di bawah ini merupakan ilustrasi, bukan merupakan laporan keuangan yang sebenarnya. Untuk kebijakan dan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan dimaksud di atas, KJPP diharapkan menyesuaikan penempatan pos-pos transaksi atau akun-akun dalam laporan keuangan sesuai dengan transaksi sebenarnya yang terjadi di KJPP dan kebijakan yang diterapkan oleh manajemen KJPP, dengan menyajikan secara akurat, lengkap, dan jelas. A. LAPORAN KEUANGAN ALTERNATIF 1 Lampiran XVII.D.11 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP) O, P, Q DAN REKAN LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KOMPARATIF 31 DESEMBER 2013 DAN 2014 (Dinyatakan dalam Rupiah) Catatan ASET LANCAR Kas dan Setara kas Piutang Usaha: c - Pihak Ketiga 2, Piutang Hubungan Istimewa d, 2, Pajak Dibayar di Muka g, Biaya Dibayar di Muka Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Aset Tetap Akumulasi depresiasi 5 ( ) ( ) Jumlah Aset Tidak Lancar Jumlah Aset LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS LANCAR Biaya yang masih harus dibayar Utang pajak g, Utang lain-lain Jumlah - Liabilitas lancar LIABILITAS TIDAK LANCAR Liabilitas imbalan kerja Jumlah - Liabilitas tidak lancar Jumlah Liabilitas EKUITAS Modal Saldo Laba Laba (rugi) tahun berjalan Jumlah Ekuitas JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS Catatan : Dalam hal KJPP mempunyai cabang, maka Laporan Keuangannya dikonsolidasikan dalam Laporan Keuangan KJPP. 1 P a g e

2 Lampiran XVII.D.12 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP) O, P, Q DAN REKAN LAPORAN LABA RUGI KOMPARATIF UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2013 DAN 2014 (Dinyatakan dalam Rupiah) Catatan Pendapatan Pendapatan Jasa Penilaian f, Pendapatan Jasa Non Penilaian f, Jumlah Pendapatan BEBAN POKOK PENDAPATAN Biaya Langsung f, Biaya Tidak Langsung f, Jumlah Beban Pokok Pendapatan LABA KOTOR BEBAN ADMINISTRASI DAN UMUM Beban Administrasi f, Beban Umum f, Jumlah Beban Administrasi dan Umum PENDAPATAN/(BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan lain-lain f, 14 Pendapatan Bunga Beban lain-lain f, 14 Beban Bunga - - Jumlah Pendapatan dan Beban Lain-lain LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK Beban pajak Penghasilan g, LABA (RUGI) - BERSIH SETELAH PAJAK Catatan : Dalam hal KJPP mempunyai cabang, maka Laporan Keuangannya dikonsolidasikan dalam Laporan Keuangan KJPP. 2 P a g e

3 Lampiran XVII.D.13 A KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP) O, P, Q DAN REKAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per Tanggal 31 Desember 2014 A. Umum KJPP O, P, Q DAN REKAN didirikan berdasarkan akta notaris dan/atau izin Menteri Keuangan nomor 0001/KM.1/2013 tanggal 1 Januari 2013 dengan bidang jasa penilaian properti dan jasa lainnya yang meliputi konsultasi pengembangan properti, desain sistem informasi aset, manajemen properti, studi kelayakan usaha, jasa agen properti, pengawasan pembiayaan proyek, studi penentuan sisa umur ekonomi, studi penggunaan tertinggi dan terbaik (highest and best use), dan studi optimalisasi aset sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 101/PMK.01/2014. B. Kebijakan Akuntansi Ikhtisar kebijakan akuntansi dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang diterapkan oleh KJPP O, P, Q DAN REKAN adalah sebagai berikut : a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Dasar penyajian laporan keuangan disusun sesuai standar minimum yang dipersyaratkan oleh Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 101/PMK.01/2014 dengan basis akrual dan harga perolehan. b. Periode Akuntansi Periode penyusunan laporan keuangan adalah per tanggal 31 Januari 2014 sampai dengan 31 Desember c. Piutang Usaha dan Penyisihan Piutang Tak Tertagih KJPP tidak menetapkan penyisihan untuk kemungkinan adanya piutang usaha yang tidak tertagih. Piutang usaha dihapuskan pada saat piutang tersebut dipastikan tidak dapat tertagih dan dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan (kebijakan pilihan KJPP). d. Transaksi dengan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa KJPP mempunyai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa yaitu pihak yang memiliki kepentingan secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan usaha KJPP. Seluruh transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dalam jumlah signifikan, baik yang dilakukan dengan persyaratan dan kondisi yang sama atau tidak dengan persyaratan dan kondisi yang sama atau tidak dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan ini. e. Aset Tetap Aset tetap dinyatakan berdasarkan harga perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Metode penyusutan berdasarkan metode garis lurus (Staight Line Method) sesuai dengan taksiran masa manfaat ekonomis dan tarif penyusutan, sebagai berikut: 1) Bangunan masa manfaat 20 tahun dengan penyusutan 5% tiap tahun; 2) Kendaraan masa manfaat 10 tahun dengan penyusutan 10% tiap tahun; 3) Peralatan masa manfaat 10 tahun dengan penyusutan 10% tiap tahun. f. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan diakui pada saat penyerahan jasa penilaian dan/atau jasa lainnya kepada pemberi tugas, sesuai bidang jasa berdasarkan klasifikasi izin Penilai Publik di KJPP sebagaimana diatur dalam PMK nomor 101/PMK.01/2014. Sedangkan beban diakui sesuai dengan masa manfaatnya (dasar akrual). 3 P a g e

4 g. Pembayaran Pajak-pajak Perusahaan mengakui liabiliatas atas seluruh pajak penghasilan periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar. Jika jumlah yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periode sebelumnya melebihi jumlah yang terutang untuk periode tersebut. Perusahaan harus mengakui kelebihan tersebut sebagai aset. Perusahaan mengakui / tidak mengakui adanya pajak tangguhan. 4 P a g e C. Penjelasan Catatan Laporan Keuangan 1. Kas dan Setara Kas, terdiri dari: a. Kas kecil sebesar Rp b. Kas besar sebesar Rp c. Bank 1 sebesar Rp d. Bank 2 sebesar Rp e. Bank 3 sebesar Rp Piutang Usaha, terdiri dari: a. Pihak ketiga sebesar Rp b. Pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp Pajak dibayar di muka, terdiri dari: a. PPN sebesar Rp b. PPh Pasal 21 sebesar Rp Biaya dibayar di muka merupakan pembayaran sewa gedung kantor yang dibayar pada awal tahun 2014 sebesar Rp Aset Tetap terdiri dari: Rincian aset tetap dan penyusutannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut (dalam Rupiah): Aset Tetap Harga Perolehan Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Kendaraan Peralatan Jumlah Biaya yang masih harus dibayar merupakan biaya insentif atau bonus akhir tahun yang belum dibayar oleh KJPP kepada Rekan dan tenaga kerja dengan besaran satu kali gaji sebesar Rp Utang pajak, terdiri dari: a. Pajak PPN sebesar Rp b. Pajak PPh Pasal 21 sebesar Rp Utang lain-lain merupakan utang pembelian peralatan kantor sebesar Rp Liabilitas imbalan kerja, terdiri dari: a. Tunjangan Hari Tua sebesar Rp b. Tunjangan Kesehatan sebesar Rp Ekuitas Ekuitas terdiri dari: a. Modal persekutuan seluruh Rekan sebesar Rp b. Saldo laba tahun sebelumnya sebesar Rp c. Laba tahun berjalan sebesar Rp Pendapatan Jasa Pendapatan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) merupakan gabungan antara Kantor Pusat, Cabang dan Perwakilan. Pendapatan Kantor Jasa Penilai Publik diperoleh dari : a. Pendapatan Jasa Penilaian (sesuaikan dengan klasifikasi izin Penilai Publik di KJPP) yang terdiri dari: 1) Pendapatan properti sederhana sebesar Rp ; 2) pendapatan jasa penilaian properti sebesar Rp b. Pendapatan Jasa Non Penilaian yang terdiri dari 1) konsultasi pengembangan properti sebesar Rp ; 2) desain sistem informasi aset sebesar Rp ; 3) studi penentuan sisa umur ekonomi sebesar Rp ;

5 5 P a g e 4) studi optimalisasi aset sebesar Rp ) studi kelayakan usaha sebesar Rp Beban Pokok Pendapatan, terdiri dari: a. Beban Langsung, meliputi: 1) Beban Gaji Rekan sebesar Rp ) Beban Gaji Tenaga Penilai sebesar Rp ) Beban Gaji Tenaga Pemasaran sebesar Rp ) Biaya Perjalanan Dinas Penugasan Penilaian dan Jasa Lain sebesar Rp ) Biaya Transportasi Survey Penilaian sebesar Rp b. Beban Tidak Langsung, meliputi: 1) Biaya Pendidikan Penilaian sebesar Rp. 0 2) Biaya Pendidikan Profesional Lanjutan (PPL/CPD) sebesar Rp Beban administrasi dan umum terdiri dari: a. Beban Administrasi, meliputi: 1) Beban Gaji Tenaga Administrasi sebesar Rp ) Beban perlengkapan kantor sebesar Rp ) Beban Telekomunikasi dan internet sebesar Rp b. Beban Umum, meliputi: 1) Beban Sewa Gedung sebesar Rp ) Beban Penyusutan aset tetap sebesar Rp ) Beban Listrik sebesar Rp ) Beban Air sebesar Rp ) Biaya konsumsi rapat sebesar Rp Pendapatan dan Beban Lainnya a. Pendapatan lainnya, meliputi: 1) Pendapatan Bunga sebesar Rp ) Pendapatan... sebesar Rp. 0 b. Beban Lainnya, meliputi: 1) Beban Bunga sebesar Rp. 0 2) Beban... sebesar Rp Beban Pajak Penghasilan Sebesar Rp merupakan taksiran pajak yang harus dibayar pada tahun berjalan yang dihasilkan dari pendapatan pemberian jasa penilaian dan jasa lainnya setelah dikurangi beban operasional (beban pokok pendapatan, dan beban administrasi dan umum) dan non operasional (beban lainnya). 16. Saldo Dan Transaksi Dengan Pihak Yang Memiliki Hubungan Istimewa Piutang Usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp merupakan piutang atas kelebihan biaya perjalanan dinas oleh tenaga penilai yang belum dikembalikan kepada KJPP. 17. Peristiwa Setelah Tanggal Laporan Posisi Keuangan (Neraca) a. Piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp akan ditransfer setelah tanggal neraca oleh pemberi tugas. b. Utang Pajak PPN yang belum disetor sebesar Rp dan Utang Pajak PPh pasal 21 sebesar Rp akan dibebankan pada tahun 2015.

6 Lampiran XVII.D.13 B KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP) O, P, Q DAN REKAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per Tanggal 31 Desember 2014 (Dalam Rupiah) 6 P a g e A. Umum KJPP O, P, Q DAN REKAN didirikan berdasarkan akta notaris dan/atau izin Menteri Keuangan nomor 0001/KM.1/2013 tanggal 1 Januari 2013 dengan bidang jasa penilaian properti dan jasa lainnya yang meliputi konsultasi pengembangan properti, desain sistem informasi aset, manajemen properti, studi kelayakan usaha, jasa agen properti, pengawasan pembiayaan proyek, studi penentuan sisa umur ekonomi, studi penggunaan tertinggi dan terbaik (highest and best use), dan studi optimalisasi aset sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 101/PMK.01/2014. B. Kebijakan Akuntansi Ikhtisar kebijakan akuntansi dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang diterapkan oleh KJPP O, P, Q DAN REKAN adalah sebagai berikut : a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Dasar penyajian laporan keuangan disusun sesuai standar minimum yang dipersyaratkan oleh Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 101/PMK.01/2014 dengan basis akrual dan harga perolehan. b. Periode Akuntansi Periode penyusunan laporan keuangan adalah per tanggal 31 Januari 2014 sampai dengan 31 Desember c. Piutang Usaha dan Penyisihan Piutang Tak Tertagih KJPP tidak menetapkan penyisihan untuk kemungkinan adanya piutang usaha yang tidak tertagih. Piutang usaha dihapuskan pada saat piutang tersebut dipastikan tidak dapat tertagih dan dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan (kebijakan pilihan KJPP). d. Transaksi dengan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa KJPP mempunyai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa yaitu pihak yang memiliki kepentingan secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan usaha KJPP. Seluruh transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dalam jumlah signifikan, baik yang dilakukan dengan persyaratan dan kondisi yang sama atau tidak dengan persyaratan dan kondisi yang sama atau tidak dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan ini. e. Aset Tetap Aset tetap dinyatakan berdasarkan harga perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Metode penyusutan berdasarkan metode garis lurus (Staight Line Method) sesuai dengan taksiran masa manfaat ekonomis dan tarif penyusutan, sebagai berikut: 1) Bangunan masa manfaat 20 tahun dengan penyusutan 5% tiap tahun; 2) Kendaraan masa manfaat 10 tahun dengan penyusutan 10% tiap tahun; 3) Peralatan masa manfaat 10 tahun dengan penyusutan 10% tiap tahun. f. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan diakui pada saat penyerahan jasa penilaian dan/atau jasa lainnya kepada pemberi tugas, sesuai bidang jasa berdasarkan klasifikasi izin Penilai Publik di KJPP sebagaimana diatur dalam PMK nomor 101/PMK.01/2014. Sedangkan beban diakui sesuai dengan masa manfaatnya (dasar akrual).

7 g. Pembayaran Pajak-pajak Perusahaan mengakui liabiliatas atas seluruh pajak penghasilan periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar. Jika jumlah yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periode sebelumnya melebihi jumlah yang terutang untuk periode tersebut. Perusahaan harus mengakui kelebihan tersebut sebagai aset. Perusahaan mengakui / tidak mengakui adanya pajak tangguhan. C. Penjelasan Catatan Laporan Keuangan 1. Kas dan Setara Kas, terdiri dari: Kas kecil Kas besar Bank Bank Bank Jumlah Piutang Usaha, terdiri dari: Pihak Ketiga Hubungan Istimewa Jumlah Pajak dibayar di muka, terdiri dari: PPN Jumlah Biaya dibayar di muka merupakan pembayaran sewa gedung kantor yaitu: Biaya dibayar di muka Sewa Gedung Jumlah Aset Tetap terdiri dari: Rincian aset tetap dan penyusutannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut: Aset Tetap Harga Perolehan Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Kendaraan Peralatan Jumlah Biaya yang masih harus dibayar merupakan biaya insentif atau bonus akhir tahun yang belum dibayar oleh KJPP kepada Rekan dan tenaga kerja dengan besaran satu kali gaji, yaitu: Biaya yang masih harus dibayar - Insentif Jumlah P a g e

8 7. Utang pajak, terdiri dari: PPN PPh Pasal Jumlah Utang lain-lain yaitu: Utang lain-lain - Peralatan Jumlah Liabilitas imbalan kerja, terdiri dari: Tunjangan Hari Tua Tunjangan Kesehatan Jumlah Ekuitas terdiri dari: Modal Rekan Persekutuan Saldo laba Laba tahun berjalan Jumlah Pendapatan Jasa Pendapatan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) merupakan gabungan antara Kantor Pusat, Cabang dan Perwakilan. Pendapatan KJPP diperoleh dari : Pendapatan Jasa Penilaian - Properti Sederhana Properti Jumlah pendapatan penilaian Pendapatan Jasa Lain - konsultasi pengembangan properti desain sistem informasi aset studi penentuan sisa umur ekonomi studi optimalisasi aset studi kelayakan usaha Jumlah pendapatan jasa lain Jumlah Pendapatan P a g e

9 12. Beban Pokok Pendapatan, terdiri dari: Beban Langsung - Gaji Rekan Gaji Tenaga Penilai Biaya Perjalanan Dinas Biaya Transportasi Survey - Biaya Pemasaran Jumlah Beban Langsung Beban Tidak Langsung - Biaya PPL Biaya Pendidikan Penilai - - Jumlah Beban Tidak langsung - - Jumlah Beban Pokok Pendapatan Beban administrasi dan umum terdiri dari: Beban Administrasi - Gaji Tenaga Administrasi Beban perlengkapan kantor - Beban Telekomunikasi dan Internet Jumlah Beban Administrasi Beban Umum - Beban Sewa Gedung Beban Penyusutan aset tetap Beban Listrik Beban Air Biaya konsumsi rapat Jumlah Beban Umum Jumlah Beban Administrasi dan Umum Pendapatan dan Beban Lainnya Pendapatan Lainnya Pendapatan Bunga Beban Lainnya - - Jumlah Beban Pajak Penghasilan Sebesar Rp merupakan taksiran pajak yang harus dibayar pada tahun berjalan yang dihasilkan dari pendapatan pemberian jasa penilaian dan jasa lainnya setelah dikurangi beban operasional (beban pokok pendapatan, dan beban administrasi dan umum) dan non operasional (beban lainnya). Bila ada perhitungan pajak secara komersial dan fiskal lebih baik disajikan dalam catatan laporan keuangan. 9 P a g e

10 16. Saldo Dan Transaksi Dengan Pihak Yang Memiliki Hubungan Istimewa Hubungan Istimewa Jumlah Piutang Usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp merupakan piutang atas kelebihan biaya perjalanan dinas oleh tenaga penilai yang belum dikembalikan kepada KJPP. 17. Peristiwa Setelah Tanggal Laporan Posisi Keuangan (Neraca) a. Piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp akan ditransfer setelah tanggal neraca oleh pemberi tugas. b. Utang Pajak PPN yang belum disetor sebesar Rp dan Utang Pajak PPh pasal 21 sebesar Rp akan dibebankan pada tahun P a g e

11 B. LAPORAN KEUANGAN ALTERNATIF 2 Lampiran XVII.D.11 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP) O, P, Q DAN REKAN LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KOMPARATIF 31 DESEMBER 2013 DAN 2014 (Dinyatakan dalam Rupiah) Catatan ASET LANCAR Kas dan Setara kas Piutang Usaha: c - Pihak Ketiga 2, Piutang Hubungan Istimewa d, 2, Pajak Dibayar di Muka g, Biaya Dibayar di Muka Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Aset Tetap Akumulasi depresiasi 5 ( ) ( ) Jumlah Aset Tidak Lancar Jumlah Aset LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS LANCAR Biaya yang masih harus dibayar Utang pajak g, Utang lain-lain Jumlah - Liabilitas lancar LIABILITAS TIDAK LANCAR Liabilitas imbalan kerja Jumlah - Liabilitas tidak lancar Jumlah Liabilitas EKUITAS Modal Saldo Laba Laba (rugi) tahun berjalan Jumlah Ekuitas JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS Catatan : Dalam hal KJPP mempunyai cabang, maka Laporan Keuangannya dikonsolidasikan dalam Laporan Keuangan KJPP. 11 P a g e

12 Lampiran XVII.D.12 KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP) O, P, Q DAN REKAN LAPORAN LABA RUGI KOMPARATIF UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2013 DAN 2014 (Dinyatakan dalam Rupiah) Catatan Pendapatan Pendapatan Jasa Penilaian f, Pendapatan Jasa Non Penilaian f, Jumlah Pendapatan BEBAN ADMINISTRASI DAN UMUM Beban Administrasi f, Beban Umum f, Jumlah Beban Administrasi dan Umum LABA OPERASI PENDAPATAN/(BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan lain-lain f, 13 Pendapatan Bunga f, Beban lain-lain f, 13 Beban Bunga f, Jumlah Pendapatan dan Beban Lain-lain LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK Beban pajak Penghasilan g, LABA (RUGI) - BERSIH SETELAH PAJAK Catatan : Dalam hal KJPP mempunyai cabang, maka Laporan Keuangannya dikonsolidasikan dalam Laporan Keuangan KJPP. 12 P a g e

13 Lampiran XVII.D.13 A KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP) O, P, Q DAN REKAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per Tanggal 31 Desember 2014 A. Umum KJPP O, P, Q DAN REKAN didirikan berdasarkan akta notaris dan/atau izin Menteri Keuangan nomor 0001/KM.1/2013 tanggal 1 Januari 2013 dengan bidang jasa penilaian properti dan jasa lainnya yang meliputi konsultasi pengembangan properti, desain sistem informasi aset, manajemen properti, studi kelayakan usaha, jasa agen properti, pengawasan pembiayaan proyek, studi penentuan sisa umur ekonomi, studi penggunaan tertinggi dan terbaik (highest and best use), dan studi optimalisasi aset sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 101/PMK.01/2014. B. Kebijakan Akuntansi Ikhtisar kebijakan akuntansi dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang diterapkan oleh KJPP O, P, Q DAN REKAN adalah sebagai berikut : a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Dasar penyajian laporan keuangan disusun sesuai standar minimum yang dipersyaratkan oleh Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 101/PMK.01/2014 dengan basis akrual dan harga perolehan. b. Periode Akuntansi Periode penyusunan laporan keuangan adalah per tanggal 31 Januari 2014 sampai dengan 31 Desember c. Piutang Usaha dan Penyisihan Piutang Tak Tertagih KJPP tidak menetapkan penyisihan untuk kemungkinan adanya piutang usaha yang tidak tertagih. Piutang usaha dihapuskan pada saat piutang tersebut dipastikan tidak dapat tertagih dan dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan (kebijakan pilihan KJPP). d. Transaksi dengan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa KJPP mempunyai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa yaitu pihak yang memiliki kepentingan secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan usaha KJPP. Seluruh transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dalam jumlah signifikan, baik yang dilakukan dengan persyaratan dan kondisi yang sama atau tidak dengan persyaratan dan kondisi yang sama atau tidak dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan ini. e. Aset Tetap Aset tetap dinyatakan berdasarkan harga perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Metode penyusutan berdasarkan metode garis lurus (Staight Line Method) sesuai dengan taksiran masa manfaat ekonomis dan tarif penyusutan, sebagai berikut: 1) Bangunan masa manfaat 20 tahun dengan penyusutan 5% tiap tahun; 2) Kendaraan masa manfaat 10 tahun dengan penyusutan 10% tiap tahun; 3) Peralatan masa manfaat 10 tahun dengan penyusutan 10% tiap tahun. f. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan diakui pada saat penyerahan jasa penilaian dan/atau jasa lainnya kepada pemberi tugas, sesuai bidang jasa berdasarkan klasifikasi izin Penilai Publik di KJPP sebagaimana diatur dalam PMK nomor 101/PMK.01/2014. Sedangkan beban diakui sesuai dengan masa manfaatnya (dasar akrual). 13 P a g e

14 g. Pembayaran Pajak-pajak Perusahaan mengakui liabiliatas atas seluruh pajak penghasilan periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar. Jika jumlah yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periode sebelumnya melebihi jumlah yang terutang untuk periode tersebut. Perusahaan harus mengakui kelebihan tersebut sebagai aset. Perusahaan mengakui / tidak mengakui adanya pajak tangguhan. 14 P a g e C. Penjelasan Catatan Laporan Keuangan 1. Kas dan Setara Kas, terdiri dari: a. Kas kecil sebesar Rp b. Kas besar sebesar Rp c. Bank 1 sebesar Rp d. Bank 2 sebesar Rp e. Bank 3 sebesar Rp Piutang Usaha, terdiri dari: a. Pihak ketiga sebesar Rp b. Pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp Pajak dibayar di muka, terdiri dari: a. PPN sebesar Rp b. PPh Pasal 21 sebesar Rp Biaya dibayar di muka merupakan pembayaran sewa gedung kantor yang dibayar pada awal tahun 2014 sebesar Rp Aset Tetap terdiri dari: Rincian aset tetap dan penyusutannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut (dalam Rupiah): Aset Tetap Harga Perolehan Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Kendaraan Peralatan Jumlah Biaya yang masih harus dibayar merupakan biaya insentif atau bonus akhir tahun yang belum dibayar oleh KJPP kepada Rekan dan tenaga kerja dengan besaran satu kali gaji sebesar Rp Utang pajak, terdiri dari: a. Pajak PPN sebesar Rp b. Pajak PPh Pasal 21 sebesar Rp Utang lain-lain merupakan utang pembelian peralatan kantor sebesar Rp Liabilitas imbalan kerja, terdiri dari: a. Tunjangan Hari Tua sebesar Rp b. Tunjangan Kesehatan sebesar Rp Ekuitas Ekuitas terdiri dari: a. Modal persekutuan seluruh Rekan sebesar Rp b. Saldo laba tahun sebelumnya sebesar Rp c. Laba tahun berjalan sebesar Rp Pendapatan Jasa Pendapatan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) merupakan gabungan antara Kantor Pusat, Cabang dan Perwakilan. Pendapatan Kantor Jasa Penilai Publik diperoleh dari : a. Pendapatan Jasa Penilaian (sesuaikan dengan klasifikasi izin Penilai Publik di KJPP) yang terdiri dari: 1) Pendapatan properti sederhana sebesar Rp ; 2) pendapatan jasa penilaian properti sebesar Rp b. Pendapatan Jasa Non Penilaian yang terdiri dari 1) konsultasi pengembangan properti sebesar Rp ; 2) desain sistem informasi aset sebesar Rp ; 3) studi penentuan sisa umur ekonomi sebesar Rp ;

15 15 P a g e 4) studi optimalisasi aset sebesar Rp ) studi kelayakan usaha sebesar Rp Beban administrasi dan umum terdiri dari: a. Beban Administrasi, meliputi: 1) Beban Gaji Rekan sebesar Rp ) Beban Gaji Tenaga Penilai sebesar Rp ) Beban Gaji Tenaga Pemasaran sebesar Rp ) Beban Gaji Tenaga Administrasi sebesar Rp ) Biaya Perjalanan Dinas Penugasan Penilaian dan Jasa Lain sebesar Rp ) Biaya Transportasi Survey Penilaian sebesar Rp ) Beban perlengkapan kantor sebesar Rp ) Beban Telekomunikasi dan internet sebesar Rp b. Beban Umum, meliputi: 1) Beban Sewa Gedung sebesar Rp ) Beban Penyusutan aset tetap sebesar Rp ) Beban Listrik sebesar Rp ) Beban Air sebesar Rp ) Biaya konsumsi rapat sebesar Rp Pendapatan dan Beban Lainnya a. Pendapatan lainnya, meliputi: 1) Pendapatan Bunga sebesar Rp ) Pendapatan... sebesar Rp. 0 b. Beban Lainnya, meliputi: 1) Beban Bunga sebesar Rp. 0 2) Beban... sebesar Rp Beban Pajak Penghasilan Sebesar Rp merupakan taksiran pajak yang harus dibayar pada tahun berjalan yang dihasilkan dari pendapatan pemberian jasa penilaian dan jasa lainnya setelah dikurangi beban operasional (beban pokok pendapatan, dan beban administrasi dan umum) dan non operasional (beban lainnya). 15. Saldo Dan Transaksi Dengan Pihak Yang Memiliki Hubungan Istimewa Piutang Usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp merupakan piutang atas kelebihan biaya perjalanan dinas oleh tenaga penilai yang belum dikembalikan kepada KJPP. 16. Peristiwa Setelah Tanggal Laporan Posisi Keuangan (Neraca) a. Piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp akan ditransfer setelah tanggal neraca oleh pemberi tugas. b. Utang Pajak PPN yang belum disetor sebesar Rp dan Utang Pajak PPh pasal 21 sebesar Rp akan dibebankan pada tahun 2015.

16 Lampiran XVII.D.13 B KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP) O, P, Q DAN REKAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per Tanggal 31 Desember 2014 (Dalam Rupiah) 16 P a g e A. Umum KJPP O, P, Q DAN REKAN didirikan berdasarkan akta notaris dan/atau izin Menteri Keuangan nomor 0001/KM.1/2013 tanggal 1 Januari 2013 dengan bidang jasa penilaian properti dan jasa lainnya yang meliputi konsultasi pengembangan properti, desain sistem informasi aset, manajemen properti, studi kelayakan usaha, jasa agen properti, pengawasan pembiayaan proyek, studi penentuan sisa umur ekonomi, studi penggunaan tertinggi dan terbaik (highest and best use), dan studi optimalisasi aset sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 101/PMK.01/2014. B. Kebijakan Akuntansi Ikhtisar kebijakan akuntansi dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang diterapkan oleh KJPP O, P, Q DAN REKAN adalah sebagai berikut : a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Dasar penyajian laporan keuangan disusun sesuai standar minimum yang dipersyaratkan oleh Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 101/PMK.01/2014 dengan basis akrual dan harga perolehan. b. Periode Akuntansi Periode penyusunan laporan keuangan adalah per tanggal 31 Januari 2014 sampai dengan 31 Desember c. Piutang Usaha dan Penyisihan Piutang Tak Tertagih KJPP tidak menetapkan penyisihan untuk kemungkinan adanya piutang usaha yang tidak tertagih. Piutang usaha dihapuskan pada saat piutang tersebut dipastikan tidak dapat tertagih dan dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan (kebijakan pilihan KJPP). d. Transaksi dengan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa KJPP mempunyai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa yaitu pihak yang memiliki kepentingan secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan usaha KJPP. Seluruh transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dalam jumlah signifikan, baik yang dilakukan dengan persyaratan dan kondisi yang sama atau tidak dengan persyaratan dan kondisi yang sama atau tidak dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan ini. e. Aset Tetap Aset tetap dinyatakan berdasarkan harga perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Metode penyusutan berdasarkan metode garis lurus (Staight Line Method) sesuai dengan taksiran masa manfaat ekonomis dan tarif penyusutan, sebagai berikut: 4) Bangunan masa manfaat 20 tahun dengan penyusutan 5% tiap tahun; 5) Kendaraan masa manfaat 10 tahun dengan penyusutan 10% tiap tahun; 6) Peralatan masa manfaat 10 tahun dengan penyusutan 10% tiap tahun. f. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan diakui pada saat penyerahan jasa penilaian dan/atau jasa lainnya kepada pemberi tugas, sesuai bidang jasa berdasarkan klasifikasi izin Penilai Publik di KJPP sebagaimana diatur dalam PMK nomor 101/PMK.01/2014. Sedangkan beban diakui sesuai dengan masa manfaatnya (dasar akrual).

17 g. Pembayaran Pajak-pajak Perusahaan mengakui liabiliatas atas seluruh pajak penghasilan periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar. Jika jumlah yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periode sebelumnya melebihi jumlah yang terutang untuk periode tersebut. Perusahaan harus mengakui kelebihan tersebut sebagai aset. Perusahaan mengakui / tidak mengakui adanya pajak tangguhan. C. Penjelasan Catatan Laporan Keuangan 1. Kas dan Setara Kas, terdiri dari: Kas kecil Kas besar Bank Bank Bank Jumlah Piutang Usaha, terdiri dari: Pihak Ketiga Hubungan Istimewa Jumlah Pajak dibayar di muka, terdiri dari: PPN Jumlah Biaya dibayar di muka merupakan pembayaran sewa gedung kantor yaitu: Biaya dibayar di muka Sewa Gedung Jumlah Aset Tetap terdiri dari: Rincian aset tetap dan penyusutannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut: Aset Tetap Harga Perolehan Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Kendaraan Peralatan Jumlah Biaya yang masih harus dibayar merupakan biaya insentif atau bonus akhir tahun yang belum dibayar oleh KJPP kepada Rekan dan tenaga kerja dengan besaran satu kali gaji, yaitu: Biaya yang masih harus dibayar - Insentif Jumlah P a g e

18 7. Utang pajak, terdiri dari: PPN PPh Pasal Jumlah Utang lain-lain yaitu: Utang lain-lain - Peralatan Jumlah Liabilitas imbalan kerja, terdiri dari: Tunjangan Hari Tua Tunjangan Kesehatan Jumlah Ekuitas terdiri dari: Modal Rekan Persekutuan Saldo laba Laba tahun berjalan Jumlah Pendapatan Jasa Pendapatan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) merupakan gabungan antara Kantor Pusat, Cabang dan Perwakilan. Pendapatan KJPP diperoleh dari : Pendapatan Jasa Penilaian - Properti Sederhana Properti Jumlah pendapatan penilaian Pendapatan Jasa Lain - konsultasi pengembangan properti desain sistem informasi aset studi penentuan sisa umur ekonomi studi optimalisasi aset studi kelayakan usaha Jumlah pendapatan jasa lain Jumlah Pendapatan P a g e

19 12. Beban administrasi dan umum terdiri dari: Beban Administrasi - Gaji Rekan Gaji Tenaga Penilai Biaya Perjalanan Dinas Gaji Tenaga Administrasi Biaya Transportasi Survey - Biaya Pemasaran Beban perlengkapan kantor - Beban Telekomunikasi dan Internet Jumlah Beban Administrasi Beban Umum - Beban Sewa Gedung Beban Penyusutan aset tetap Beban Listrik Beban Air Biaya konsumsi rapat Jumlah Beban Umum Jumlah Beban Administrasi dan Umum Pendapatan dan Beban Lainnya Pendapatan Lainnya Pendapatan Bunga Beban Lainnya - - Jumlah Beban Pajak Penghasilan Sebesar Rp merupakan taksiran pajak yang harus dibayar pada tahun berjalan yang dihasilkan dari pendapatan pemberian jasa penilaian dan jasa lainnya setelah dikurangi beban operasional (beban pokok pendapatan, dan beban administrasi dan umum) dan non operasional (beban lainnya). Bila ada perhitungan pajak secara komersial dan fiskal lebih baik disajikan dalam catatan laporan keuangan. 19 P a g e 15. Saldo Dan Transaksi Dengan Pihak Yang Memiliki Hubungan Istimewa Hubungan Istimewa Jumlah Piutang Usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp merupakan piutang atas kelebihan biaya perjalanan dinas oleh tenaga penilai yang belum dikembalikan kepada KJPP. 16. Peristiwa Setelah Tanggal Laporan Posisi Keuangan (Neraca) a. Piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp akan ditransfer setelah tanggal neraca oleh pemberi tugas. b. Utang Pajak PPN yang belum disetor sebesar Rp dan Utang Pajak PPh pasal 21 sebesar Rp akan dibebankan pada tahun 2015.

1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali)

1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali) LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 Desember 2011, 2010 dan 1 Januari 2010/ 31 Desember 2009 1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember 2009 2011 2010 (Disajikan kembali) ASET ASET LANCAR

Lebih terperinci

30 Juni 31 Desember

30 Juni 31 Desember LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 30 Juni 31 Desember ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 73102500927 63710521871 Investasi 2072565000 1964636608 Piutang usaha - setelah

Lebih terperinci

Catatan 31 Maret Maret 2010

Catatan 31 Maret Maret 2010 NERACA KONSOLIDASI ASET Catatan 31 Maret 2011 31 Maret 2010 ASET LANCAR Kas dan setara kas 2f, 3 220.361.019.579 10.981.803.022 Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu Pihak yang

Lebih terperinci

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2007 (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN 2006) (MATA UANG INDONESIA) 1 MUSTIKA

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT INDO EVERGREEN. UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 dan 2010

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT INDO EVERGREEN. UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 dan 2010 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT INDO EVERGREEN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER dan DAFTAR ISI Halaman LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Laporan Posisi Keuangan... 1. Laporan Laba Rugi Komprehensif...

Lebih terperinci

Neraca 1. Perhitungan Hasil Usaha 2. Laporan Perubahan Ekuitas 3. Laporan Arus Kas 4. Catatan Atas Laporan Keuangan 5

Neraca 1. Perhitungan Hasil Usaha 2. Laporan Perubahan Ekuitas 3. Laporan Arus Kas 4. Catatan Atas Laporan Keuangan 5 DAFTAR ISI Halaman LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN Neraca 1 Perhitungan Hasil Usaha 2 Laporan Perubahan Ekuitas 3 Laporan Arus Kas 4 Catatan Atas Laporan Keuangan 5 N E R A C A 31 Desember

Lebih terperinci

JUMLAH ASET LANCAR

JUMLAH ASET LANCAR LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 30 September 2011 31Desember 2010 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 50948250925 80968763439 Investasi 1963117500 2016231750

Lebih terperinci

30 September 31 Desember Catatan

30 September 31 Desember Catatan LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 30 September 31 Desember ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2e, 4, 30, 33 59998597270 63710521871 Investasi 2c, 5, 30, 33 2068611000

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH PUSKESMAS SAMBILEGI

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH PUSKESMAS SAMBILEGI PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH PUSKESMAS SAMBILEGI LAPORAN KEUANGAN SEMESTERAN TAHUN 2016 DAFTAR ISI Neraca Laporan Operasional Perubahan Ekuitas Laporan Arus Kas Catatan Atas Laporan

Lebih terperinci

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk NERACA 31 Desember 2003 dan 2002 (dalam Ribuan Rupiah, kecuali di nyatakan lain)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk NERACA 31 Desember 2003 dan 2002 (dalam Ribuan Rupiah, kecuali di nyatakan lain) NERACA 31 Desember 2003 dan 2002 AKTIVA LANCAR K E T E R A N G A N 2003 2002 Kas dan setara kas 5,048,154 5,040,625 Piutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 19,943,324 21,928,185 Pihak ketiga-setelah

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Analisis Pengakuan, Pengukuran, dan Penyajian Pajak Tangguhan. beserta Akun-akun Lainnya pada Laporan Keuangan PT UG

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Analisis Pengakuan, Pengukuran, dan Penyajian Pajak Tangguhan. beserta Akun-akun Lainnya pada Laporan Keuangan PT UG BAB IV PEMBAHASAN IV.1. Analisis Pengakuan, Pengukuran, dan Penyajian Pajak Tangguhan beserta Akun-akun Lainnya pada Laporan Keuangan PT UG Pajak penghasilan tangguhan timbul akibat perbedaan temporer

Lebih terperinci

PT Argo Pantes Tbk dan Anak Perusahaan Neraca Konsolidasi Per tanggal 31 Desember 2007, 2006, dan

PT Argo Pantes Tbk dan Anak Perusahaan Neraca Konsolidasi Per tanggal 31 Desember 2007, 2006, dan L1 AKTIVA Aktiva Lancar : Kas dan setara kas Piutang usaha setelah dikurangi penyisihan piutang raguragu sebesar Rp 2.293.762 (2005), Rp 5.920.887 (2006), Rp 3.627.125 (2007) Piutang lainlain Persediaan

Lebih terperinci

1,111,984, ,724,096 Persediaan 12 8,546,596, f, ,137, ,402,286 2h, 9 3,134,250,000 24,564,101,900

1,111,984, ,724,096 Persediaan 12 8,546,596, f, ,137, ,402,286 2h, 9 3,134,250,000 24,564,101,900 NERACA KONSOLIDASI` PER 30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008 3 CATATAN ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c, 2l, 4, 24 Rp 3,111,393,145 Rp 1,677,351,069 Investasi jangka pendek 2d, 5 5,348,940,000 6,606,593,125

Lebih terperinci

ASET Aset Lancar Kas dan setara kas 1.429.755 1.314.091 1.020.730 Investasi jangka pendek 83.865 47.822 38.657 Investasi mudharabah - - 352.512 Piutang usaha Pihak berelasi 14.397 20.413 30.670 Pihak ketiga

Lebih terperinci

P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007

P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007 P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007 P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN DAFTAR ISI Halaman

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 62 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Koreksi Fiskal atas Laporan Laba Rugi Komersial dalam Penentuan Penghasilan Kena Pajak Laporan keuangan yang dibuat oleh PT. Madani Securities bertujuan

Lebih terperinci

PEDOMAN PELAPORAN KEUANGAN PEMANFAATAN HUTAN PRODUKSI DAN PENGELOLAAN HUTAN (DOLAPKEU PHP2H)

PEDOMAN PELAPORAN KEUANGAN PEMANFAATAN HUTAN PRODUKSI DAN PENGELOLAAN HUTAN (DOLAPKEU PHP2H) PEDOMAN PELAPORAN KEUANGAN PEMANFAATAN HUTAN PRODUKSI DAN PENGELOLAAN HUTAN (DOLAPKEU PHP2H) Pelatihan APHI 18 MEI 2011 Dwi Martani & Taufik Hidayat Staf Pengajar Departemen Akuntansi FEUI Tim Penyusun

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Penyusunan Neraca Awal Periode Maret 2013 Selama melakukan penelitian di Depot Aloa penulis telah memperoleh datadata yang diperlukan dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir, seperti

Lebih terperinci

PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Ekshibit A NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) A S E T ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c,2p,3,25 1,349,564,406,813 1,205,030,845,882 Investasi jangka

Lebih terperinci

JAWABAN AKUNTANSI BISNIS PENGANTAR 1

JAWABAN AKUNTANSI BISNIS PENGANTAR 1 JAWABAN AKUNTANSI BISNIS PENGANTAR 1 SIKLUS PADA AKHIR PERIODE: PENYIAPAN LAPORAN KEUANGAN JAWABAN SOAL 1 Besarnya laba/rugi PT IBADAH untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2012 adalah: Penghasilan

Lebih terperinci

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI Per (Tidak Diaudit) ASET 31 Desember 2010 ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga Piutang Lainlain Pihak Ketiga Persediaan Bersih Biaya Dibayar di

Lebih terperinci

PT. BPRS PUDUARTA INSANI NERACA 31 DESEMBER 2014 dan 2013

PT. BPRS PUDUARTA INSANI NERACA 31 DESEMBER 2014 dan 2013 Catatan 31 Desember 2014 31 Desember 2013 AKTIVA Aktiva Lancar Kas 1 393,356,550 474,788,750 Penempatan Pada Bank Lain 2 12,477,079,745 11,223,260,746 Piutang 3 31,488,397,366 30,580,798,958 Penyisihan

Lebih terperinci

JUMLAH AKTIVA

JUMLAH AKTIVA NERACA 31 DESEMBER 2007 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan bank 3 866.121.482 3.038.748.917 Piutang usaha - bersih Hubungan istimewa 2b, 2c, 4, 5, 8 2.635.991.416 328.548.410 Pihak ketiga - setelah dikurangi

Lebih terperinci

SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA Siklus Akuntansi Transaksi Bukti Transaksi Jurnal Buku Besar Laporan Keuangan Posting Salah satu aktivitas di dalam siklus akuntansi yang cukup menyita waktu dan tenaga

Lebih terperinci

PT INDOSAT Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 30 September 2010 dan 2009 (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham)

PT INDOSAT Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 30 September 2010 dan 2009 (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham) NERACA KONSOLIDASI ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2c,2q,2v, 3,17,26,34 6.185.065 2.237.212 Investasi jangka pendek - setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai sejumlah Rp25.395 pada tahun 2010

Lebih terperinci

PT SARASA NUGRAHA Tbk NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham)

PT SARASA NUGRAHA Tbk NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham) NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham) AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Bank 2.b, 4 7.079.491 4.389.630 Investasi Jangka Pendek 2.d, 5 6.150 6.150 Piutang Usaha 2.b,

Lebih terperinci

TOTAL ASET 72,968,991

TOTAL ASET 72,968,991 LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN ASET 1. Kas 1,052,049 2. Penempatan pada Bank Indonesia 7,995,590 3. Penempatan pada bank lain 756,075 4. Tagihan spot dan derivatif - 5. Surat berharga: 5,151,518

Lebih terperinci

TOTAL ASET 80,467,881

TOTAL ASET 80,467,881 LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN ASET 1. Kas 1,215,443 2. Penempatan pada Bank Indonesia 8,071,778 3. Penempatan pada bank lain 2,132,731 4. Tagihan spot dan derivatif 5,185 5. Surat berharga:

Lebih terperinci

TOTAL ASET 80,369,848

TOTAL ASET 80,369,848 LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN ASET 1. Kas 1,176,891 2. Penempatan pada Bank Indonesia 7,393,387 3. Penempatan pada bank lain 1,210,377 4. Tagihan spot dan derivatif 4,287 5. Surat berharga:

Lebih terperinci

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit) DAFTAR ISI Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Auditor Independen

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Laporan Keuangan PT Astra Graphia Tbk

LAMPIRAN. Laporan Keuangan PT Astra Graphia Tbk L1 LAMPIRAN Laporan Keuangan PT Astra Graphia Tbk Aset Aset lancar PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2007, 2008 DAN 2009 Kas dan setara kas 151.020.114 132.737.259

Lebih terperinci

AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4, Penyertaan sementara 2c,2f,

AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4, Penyertaan sementara 2c,2f, NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) AKTIVA Catatan 2008 2007 AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4,43 10.942.829 10.828.433 Penyertaan sementara 2c,2f,43 182.685 188.139 Piutang usaha 2c,2g,5,36,43 Pihak

Lebih terperinci

TOTAL ASET 81,322,388

TOTAL ASET 81,322,388 LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN ASET 1. Kas 1,258,924 2. Penempatan pada Bank Indonesia 7,143,492 3. Penempatan pada bank lain 3,131,916 4. Tagihan spot dan derivatif 1,425 5. Surat berharga:

Lebih terperinci

TUGAS PRAKTIK AUDITING MODUL 1 DISUSUN OLEH : DAULAT HASIBUAN AKBAR ANWARI LUBIS MUCHTI WIRAHADINATA

TUGAS PRAKTIK AUDITING MODUL 1 DISUSUN OLEH : DAULAT HASIBUAN AKBAR ANWARI LUBIS MUCHTI WIRAHADINATA TUGAS PRAKTIK AUDITING MODUL 1 DISUSUN OLEH : DAULAT HASIBUAN 130522063 AKBAR ANWARI LUBIS 130522064 MUCHTI WIRAHADINATA 130522065 DEPARTEMEN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA

Lebih terperinci

PT GARUDA METALINDO Tbk

PT GARUDA METALINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN INTERIM 31 MARET 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2016 DAN 2015 (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN INTERIM 31 MARET 2016

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Penerapan Perencanaan Pajak Penghasilan Pada PT Multi Indocitra Tbk

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Penerapan Perencanaan Pajak Penghasilan Pada PT Multi Indocitra Tbk BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penerapan Perencanaan Pajak Penghasilan Pada PT Multi Indocitra Tbk Penerapan perencanaan pajak yang dilakukan oleh PT Multi Indocitra Tbk, tidak dapat dipisahkan

Lebih terperinci

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan 1. Laporan Aktivitas 2 3. Laporan Arus Kas 4. A. Informasi Umum 5. B. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Penting 6-7

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan 1. Laporan Aktivitas 2 3. Laporan Arus Kas 4. A. Informasi Umum 5. B. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Penting 6-7 Daftar Isi Halaman Pernyataan Direktur Eksekutif Tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan Laporan Auditor Independen Laporan Keuangan Laporan Posisi Keuangan 1 Laporan Aktivitas 2 3 Laporan Arus Kas

Lebih terperinci

4. PPh TERUTANG (Pilih salah satu sesuai dengan kriteria Wajib Pajak. Untuk lebih jelasnya, lihat Buku Petunjuk Pengisian SPT) 10a. 10b.

4. PPh TERUTANG (Pilih salah satu sesuai dengan kriteria Wajib Pajak. Untuk lebih jelasnya, lihat Buku Petunjuk Pengisian SPT) 10a. 10b. 77 DEPARTEMEN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK PERHATIAN SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN h SEBELUM MENGISI BACA DAHULU BUKU PETUNJUK PENGISIAN h ISI DENGAN HURUF CETAK/DIKETIK DENGAN

Lebih terperinci

ASET Catatan 31 Maret Desember 2012

ASET Catatan 31 Maret Desember 2012 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 MARET 2013 DAN 31 DESEMBER 2012 Exhibit A ASET Catatan 31 Maret 2013 31 Desember 2012 ASET LANCAR Kas dan setara kas 2d,f,4,32 81,718,963,534 66,142,222,074 Piutang

Lebih terperinci

L2

L2 L1 L2 L3 L4 L5 L6 L7 L8 L9 L10 L11 L12 L13 L14 L15 L16 L17 L18 L19 Tabel 4.1 PT KALBE FARMA, Tbk LAPORAN PERUBAHAN MODAL KERJA TAHUN 2006-2007 Dalam Rupiah (Rp) 31 Desember Perubahan Modal Kerja 2006 2007

Lebih terperinci

BAB 7 PENYESUAIAN DAN KOREKSI AKUN

BAB 7 PENYESUAIAN DAN KOREKSI AKUN BAB 7 PENYESUAIAN DAN KOREKSI AKUN A. Kebutuhan Penyesuaian Penentuan besarnya pendapatan dan beban yang harus dilaporkan pada akhir periode akuntansi bisa mengalami kesulitan. Hal ini disebabkan para

Lebih terperinci

d1/march 28, sign: Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

d1/march 28, sign: Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2012 dan 2011, serta 1 Januari 2011/31 Desember 2010 serta 1 Januari 2010/31 Dese 2009 1 Januari 2011 / Catatan 2012 2011 *) 31 Desember 2010 *) ASET

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk TANGGAL LAPORAN : Per 31 Maret 2017

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk TANGGAL LAPORAN : Per 31 Maret 2017 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN TANGGAL LAPORAN : Per POS POS ASET 1. Kas 10.486.630 2. Penempatan pada Bank Indonesia 49.714.819 3. Penempatan pada bank lain 20.132.802 4. Tagihan spot dan derivatif

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk TANGGAL LAPORAN : Per 28 Februari 2017

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk TANGGAL LAPORAN : Per 28 Februari 2017 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN TANGGAL LAPORAN : Per POS POS ASET 1. Kas 9.300.575 2. Penempatan pada Bank Indonesia 40.665.033 3. Penempatan pada bank lain 20.128.708 4. Tagihan spot dan derivatif

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk TANGGAL LAPORAN : Per 30 September 2016

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk TANGGAL LAPORAN : Per 30 September 2016 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 9,917,585 2. Penempatan pada Bank Indonesia 45,967,392 3. Penempatan pada bank lain 18,194,806 4. Tagihan spot dan derivatif 517,945 5. Surat

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun laporan keuangannya sendiri.

BAB IV PEMBAHASAN. CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun laporan keuangannya sendiri. BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Manfaat Implementasi SAK ETAP Dengan mengimplementasikan SAK ETAP di dalam laporan keuangannya, maka CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun

Lebih terperinci

NPM : ANALISIS REVALUASI AKTIVA TETAP UNTUK MEMINIMALKAN BEBAN PAJAK PT BHAKTI TRANS CARGO. Nama : Sri Mulyani

NPM : ANALISIS REVALUASI AKTIVA TETAP UNTUK MEMINIMALKAN BEBAN PAJAK PT BHAKTI TRANS CARGO. Nama : Sri Mulyani ANALISIS REVALUASI AKTIVA TETAP UNTUK MEMINIMALKAN BEBAN PAJAK PT BHAKTI TRANS CARGO Nama : Sri Mulyani NPM : 26210667 Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Sri Sapto Darmawati, SE., MMSI Pendahuluan Latar

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN Per 31 Maret 2017

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN Per 31 Maret 2017 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN Per POS POS ASET 1. Kas 404,688 2. Penempatan pada Bank Indonesia 7,264,556 3. Penempatan pada bank lain 2,500,347 4. Tagihan spot dan derivatif 134,574 5. Surat

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk TANGGAL LAPORAN : Per 31 Desember 2016

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk TANGGAL LAPORAN : Per 31 Desember 2016 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN TANGGAL LAPORAN : Per POS POS ASET 1. Kas 10,991,946 2. Penempatan pada Bank Indonesia 54,511,144 3. Penempatan pada bank lain 10,991,847 4. Tagihan spot dan derivatif

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk TANGGAL LAPORAN : Per 31 Oktober 2016

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk TANGGAL LAPORAN : Per 31 Oktober 2016 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN TANGGAL LAPORAN : Per POS POS ASET 1. Kas 8,974,304 2. Penempatan pada Bank Indonesia 27,151,229 3. Penempatan pada bank lain 21,862,811 4. Tagihan spot dan derivatif

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk TANGGAL LAPORAN : Per 31 Januari 2017

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk TANGGAL LAPORAN : Per 31 Januari 2017 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN TANGGAL LAPORAN : Per POS POS ASET 1. Kas 9,457,847 2. Penempatan pada Bank Indonesia 36,278,608 3. Penempatan pada bank lain 16,536,185 4. Tagihan spot dan derivatif

Lebih terperinci

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS 1. Giro 126,249, Tabungan 150,395, Simpanan berjangka 176,843, Dana investasi revenue sharing

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS 1. Giro 126,249, Tabungan 150,395, Simpanan berjangka 176,843, Dana investasi revenue sharing LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK TANGGAL LAPORAN : Per POS POS ASET 1. Kas 10,326,542 2. Penempatan pada Bank Indonesia 39,913,302 3. Penempatan pada bank lain 35,944,882 4. Tagihan spot dan

Lebih terperinci

ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI

ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI P.T. PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 AKTIVA 2004 2003 (Disajikan Rental' - Catatan 38) AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 161.020.965.269 41.211.323.789

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 JANUARI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 JANUARI 2017

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 JANUARI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 JANUARI 2017 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 258,339 2. Penempatan pada Bank Indonesia 4,342,932 3. Penempatan pada bank lain 682,217 4. Tagihan spot dan derivatif 1,379,129 5. Surat berharga

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 MARET (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 MARET 2017

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 MARET (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 MARET 2017 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 218,353 2. Penempatan pada Bank Indonesia 6,136,091 3. Penempatan pada bank lain 1,266,599 4. Tagihan spot dan derivatif 1,337,163 5. Surat

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 28 FEBRUARI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 28 FEBRUARI 2017

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 28 FEBRUARI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 28 FEBRUARI 2017 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 236,736 2. Penempatan pada Bank Indonesia 5,487,295 3. Penempatan pada bank lain 835,588 4. Tagihan spot dan derivatif 1,335,674 5. Surat berharga

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 APRIL (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 APRIL 2017

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 APRIL (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 APRIL 2017 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 236,065 2. Penempatan pada Bank Indonesia 5,838,433 3. Penempatan pada bank lain 1,540,080 4. Tagihan spot dan derivatif 1,292,070 5. Surat

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 MEI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 MEI 2017

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 MEI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 MEI 2017 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 242,104 2. Penempatan pada Bank Indonesia 6,227,297 3. Penempatan pada bank lain 1,182,927 4. Tagihan spot dan derivatif 1,263,817 5. Surat

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 JUNI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 JUNI 2017

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 JUNI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 JUNI 2017 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 225,519 2. Penempatan pada Bank Indonesia 5,858,624 3. Penempatan pada bank lain 3,248,948 4. Tagihan spot dan derivatif 982,947 5. Surat berharga

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 DESEMBER (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 DESEMBER 2016

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 DESEMBER (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 DESEMBER 2016 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 248,071 2. Penempatan pada Bank Indonesia 6,253,934 3. Penempatan pada bank lain 2,071,318 4. Tagihan spot dan derivatif 1,467,778 5. Surat

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN TANGGAL LAPORAN : Per LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 9.601.772 2. Penempatan pada Bank Indonesia 37.086.352 3. Penempatan pada bank lain 14.455.137 4. Tagihan spot dan derivatif

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN TANGGAL LAPORAN : Per LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 11.253.358 2. Penempatan pada Bank Indonesia 39.954.020 3. Penempatan pada bank lain 19.876.744 4. Tagihan spot dan derivatif

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN TANGGAL LAPORAN : Per LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 16,585,317 2. Penempatan pada Bank Indonesia 38,046,361 3. Penempatan pada bank lain 22,931,445 4. Tagihan spot dan derivatif

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN TANGGAL LAPORAN : Per LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 10,417,472 2. Penempatan pada Bank Indonesia 37,972,458 3. Penempatan pada bank lain 19,313,423 4. Tagihan spot dan derivatif

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN TANGGAL LAPORAN : Per LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 11,609,497 2. Penempatan pada Bank Indonesia 34,482,395 3. Penempatan pada bank lain 26,093,132 4. Tagihan spot dan derivatif

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN TANGGAL LAPORAN : Per LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 10,260,695 2. Penempatan pada Bank Indonesia 32,182,944 3. Penempatan pada bank lain 26,766,738 4. Tagihan spot dan derivatif

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN Tanggal: POS POS ASET 1. Kas 153,176 2. Penempatan pada Bank Indonesia 3,126,301 3. Penempatan pada bank lain 3,505,058 4. Tagihan spot dan derivatif 327,757 5.

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN Tanggal: POS POS ASET 1. Kas 157,319 2. Penempatan pada Bank Indonesia 2,325,607 3. Penempatan pada bank lain 2,586,248 4. Tagihan spot dan derivatif 331,150 5.

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN Tanggal: POS POS ASET 1. Kas 156,848 2. Penempatan pada Bank Indonesia 3,696,413 3. Penempatan pada bank lain 1,306,415 4. Tagihan spot dan derivatif 321,745 5.

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN Tanggal: POS POS ASET 1. Kas 127,300 2. Penempatan pada Bank Indonesia 1,573,635 3. Penempatan pada bank lain 2,831,923 4. Tagihan spot dan derivatif 280,677 5.

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 JULI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 JULI 2017

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 JULI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 JULI 2017 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 247,900 2. Penempatan pada Bank Indonesia 6,956,541 3. Penempatan pada bank lain 840,697 4. Tagihan spot dan derivatif 980,182 5. Surat berharga

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 AGUSTUS (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 AGUSTUS 2017

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 AGUSTUS (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 AGUSTUS 2017 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 219,153 2. Penempatan pada Bank Indonesia 4,642,683 3. Penempatan pada bank lain 1,024,072 4. Tagihan spot dan derivatif 931,484 5. Surat berharga

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 OKTOBER (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 OKTOBER 2016

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 OKTOBER (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 OKTOBER 2016 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 198,661 2. Penempatan pada Bank Indonesia 6,601,278 3. Penempatan pada bank lain 2,041,048 4. Tagihan spot dan derivatif 1,229,373 5. Surat

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 OKTOBER (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 OKTOBER 2017

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 OKTOBER (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 OKTOBER 2017 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 234,233 2. Penempatan pada Bank Indonesia 9,002,762 3. Penempatan pada bank lain 4,093,650 4. Tagihan spot dan derivatif 932,799 5. Surat berharga

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 SEPTEMBER (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 SEPTEMBER 2016

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 SEPTEMBER (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 SEPTEMBER 2016 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 197,711 2. Penempatan pada Bank Indonesia 4,095,629 3. Penempatan pada bank lain 927,102 4. Tagihan spot dan derivatif 1,284,113 5. Surat berharga

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 SEPTEMBER (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 SEPTEMBER 2017

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 SEPTEMBER (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 SEPTEMBER 2017 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 235,221 2. Penempatan pada Bank Indonesia 6,405,563 3. Penempatan pada bank lain 1,078,107 4. Tagihan spot dan derivatif 1,019,212 5. Surat

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 NOVEMBER (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 NOVEMBER 2016

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 NOVEMBER (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 NOVEMBER 2016 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 224,423 2. Penempatan pada Bank Indonesia 4,797,958 3. Penempatan pada bank lain 1,249,597 4. Tagihan spot dan derivatif 1,441,841 5. Surat

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 NOVEMBER (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 NOVEMBER 2017

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 NOVEMBER (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 NOVEMBER 2017 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 186,094 2. Penempatan pada Bank Indonesia 5,098,202 3. Penempatan pada bank lain 695,544 4. Tagihan spot dan derivatif 910,732 5. Surat berharga

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 APRIL 2015. (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 APRIL 2015

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 APRIL 2015. (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 APRIL 2015 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 224,190 2. Penempatan pada Bank Indonesia 8,800,906 3. Penempatan pada bank lain 4,231,976 4. Tagihan spot dan derivatif 1,609,369 5. Surat

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 MEI 2015. (dalam jutaan rupiah) POS - POS. 31 Mei 2015

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 MEI 2015. (dalam jutaan rupiah) POS - POS. 31 Mei 2015 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 237,020 2. Penempatan pada Bank Indonesia 6,908,323 3. Penempatan pada bank lain 1,921,142 4. Tagihan spot dan derivatif 1,739,857 5. Surat

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POSPOS ASET 1. Kas 590,600 2. Penempatan pada Bank Indonesia 12,212,663 3. Penempatan pada bank lain 486,278 4. Tagihan spot dan derivatif 5. Surat berharga 10,730,856

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk TANGGAL LAPORAN : Per 30 November 2016

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk TANGGAL LAPORAN : Per 30 November 2016 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN TANGGAL LAPORAN : Per POS POS ASET 1. Kas 9,163,511 2. Penempatan pada Bank Indonesia 29,934,729 3. Penempatan pada bank lain 19,168,041 4. Tagihan spot dan derivatif

Lebih terperinci

PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016

PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 PT HARTADINATA ABADI, Tbk LAPORAN KEUANGAN Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 serta tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 PT HARTADINATA ABADI, Tbk DAFTAR

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Pada Tanggal 31 Juli 2017 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Pada Tanggal 31 Juli 2017 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) (dalam jutaan Rupiah) No. POS POS ASET 1. Kas 10.035 2. Penempatan pada Bank Indonesia 1.726.219 3. Penempatan pada bank lain 988.082 4. Tagihan spot dan derivatif 16.719

Lebih terperinci

AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN

AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 13 Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI 1 Agenda 1. 2. 3. 4. Pajak dalam LK Pajak dan Akuntansi Akt.

Lebih terperinci

- 7. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo )

- 7. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo ) LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) (dalam jutaan Rupiah) No. POS POS ASET 1. Kas 9,471 2. Penempatan pada Bank Indonesia 1,809,222 3. Penempatan pada bank lain 882,630 4. Tagihan spot dan derivatif 21,247

Lebih terperinci

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN FORMULIR 1771 KEMENTERIAN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN PERHATIAN : SEBELUM MENGISI, BACA DAHULU BUKU PETUNJUK PENGISIAN ISI DENGAN HURUF CETAK/DIKETIK

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 MARET (dalam jutaan rupiah) POS - POS. 31 Maret 2015

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 MARET (dalam jutaan rupiah) POS - POS. 31 Maret 2015 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 219,637 2. Penempatan pada Bank Indonesia 10,233,306 3. Penempatan pada bank lain 6,008,316 4. Tagihan spot dan derivatif 1,688,167 5. Surat

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 MEI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 MEI 2016

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 MEI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 MEI 2016 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 216,348 2. Penempatan pada Bank Indonesia 4,360,970 3. Penempatan pada bank lain 1,230,114 4. Tagihan spot dan derivatif 1,809,138 5. Surat

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 APRIL (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 APRIL 2016

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 APRIL (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 APRIL 2016 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 208,619 2. Penempatan pada Bank Indonesia 3,966,030 3. Penempatan pada bank lain 961,168 4. Tagihan spot dan derivatif 1,629,355 5. Surat berharga

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 JANUARI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 JANUARI 2016

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 JANUARI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 JANUARI 2016 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 212,975 2. Penempatan pada Bank Indonesia 5,253,068 3. Penempatan pada bank lain 1,681,402 4. Tagihan spot dan derivatif 1,808,119 5. Surat

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 JUNI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 JUNI 2016

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 JUNI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 JUNI 2016 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 212,448 2. Penempatan pada Bank Indonesia 5,772,567 3. Penempatan pada bank lain 805,791 4. Tagihan spot dan derivatif 1,443,178 5. Surat berharga

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 MARET (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 MARET 2016

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 MARET (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 MARET 2016 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 230,047 2. Penempatan pada Bank Indonesia 4,344,167 3. Penempatan pada bank lain 2,117,471 4. Tagihan spot dan derivatif 1,764,716 5. Surat

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 29 FEBRUARI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 29 FEBRUARI 2016

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 29 FEBRUARI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 29 FEBRUARI 2016 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 226,647 2. Penempatan pada Bank Indonesia 6,256,895 3. Penempatan pada bank lain 2,093,897 4. Tagihan spot dan derivatif 1,882,319 5. Surat

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 JUNI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 JUNI 2015

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 JUNI (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 JUNI 2015 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 301,710 2. Penempatan pada Bank Indonesia 6,058,354 3. Penempatan pada bank lain 1,908,431 4. Tagihan spot dan derivatif 1,810,440 5. Surat

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 DESEMBER (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 DESEMBER 2015

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 DESEMBER (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 DESEMBER 2015 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 174,832 2. Penempatan pada Bank Indonesia 5,391,850 3. Penempatan pada bank lain 1,867,794 4. Tagihan spot dan derivatif 1,790,796 5. Surat

Lebih terperinci

Catatan 31 Desember Desember Piutang usaha 2e, Piutang lain-lain

Catatan 31 Desember Desember Piutang usaha 2e, Piutang lain-lain NERACA KONSOLIDASI Per 31 Desember 2010 (Dengan Angka Perbandingan Per 31 Desember 2009 Tidak Kondolidasi) Catatan 31 Desember 2010 31 Desember 2009 ASET Kas dan bank 2d,c; 3 917.504.791 20.951.613.722

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS - POS ASET 1. Kas 100,373 2. Penempatan pada Bank Indonesia 2,655,640 3. Penempatan pada bank lain 406,718 4. Tagihan spot dan derivatif 3,051 5. Surat berharga

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS - POS ASET 1. Kas 95,993 2. Penempatan pada Bank Indonesia 2,561,077 3. Penempatan pada bank lain 848,639 4. Tagihan spot dan derivatif 22,081 5. Surat berharga

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS - POS ASET 1. Kas 113,766 2. Penempatan pada Bank Indonesia 2,081,817 3. Penempatan pada bank lain 252,782 4. Tagihan spot dan derivatif 25,708 5. Surat berharga

Lebih terperinci