MODEL SISTEM RUJUKAN DI JAWA BARAT

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MODEL SISTEM RUJUKAN DI JAWA BARAT"

Transkripsi

1 MODEL SISTEM RUJUKAN DI JAWA BARAT Workshop Penyiapan Awal JKN Hotel Gino Ferruci Bandung, 21 Oktober 2013 dr.hj.alma LUCYATI,M.Kes.,M.Si.,MH.Kes KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA BARAT 1

2 LATAR BELAKANG Kepmenkes No. 142/Menkes/SK/III/2013 tentang Uji Coba Penyelenggaraan SJSN di Provinsi Aceh, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Dimana Jawa Barat dikhususkan pada pelaksanaan uji coba Sistem Rujukan. Sesuai dengan Keputusan Gubernur No. 440/Kep.831- Diskes/2012 tentang uji coba sistem rujukan pelayanan kesehatan, Jawa Barat menetapkan :Kabupaten Bandung,Kota Bandung,Kota Cimahi,Kabupaten Sumedang

3 DEFINISI SISTEM RUJUKAN JABAR Mrp sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya pelimpahan wewenang dan tanggung jawab atas pengelolaan suatu kasus penyakit atau masalah kesehatan secara timbal balik baik vertikal maupun horizontal. berdasarkan konsep 3 B : Berjenjang dari lini primer/gate keeper ke sekunder dan tertier, Berbasis regionalisasi kewilayahan, Berbasis indikasi medis, Jenis rujukan : 1. Rujukan medis (perorangan) 2. Rujukan kesehatan (masyarakat)

4 Bandung Raya (Kab.Bdg, Kt.Cmh, KBB, Kt.Cmh, Kab.Smdg) RSUD RSUD RSUD RSUD RSUD Kriteria pemilihan

5 Model Uji coba Sistem Rujukan Jabar Tujuan JKN : Semua penduduk mendapat pel kes ketika sakit, kapanpun dan dimanapun di 5 kab/kota

6 PERGUB No. 64/2013 tentang SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN meliputi : jenjang rujukan medis; wilayah cakupan rujukan; alur rujukan; syarat rujukan; kewajiban fasilitas pelayanan kesehatan; penanggungjawab sistem rujukan; informasi dan komunikasi; tenaga kesehatan; dan pembinaan dan pengawasan.

7 Pergub Sistem Rujukan Wilayah Cakupan Rujukan (Pasal 10) Wilayah cakupan rujukan, meliputi : wilayah cakupan rujukan Provinsi; wilayah cakupan rujukan Kabupaten/Kota; wilayah cakupan rujukan wilayah Kabupaten/Kota; wilayah cakupan rujukan Kecamatan/Kelurahan; Wilayah cakupan rujukan lintas batas Kabupaten/Kota dalam Provinsi; dan Wilayah cakupan rujukan lintas batas Kabupaten/Kota luar Provinsi.

8 Pergub Sistem Rujukan Alur Rujukan, Pasal 13 Alur pertama pasien dilaksanakan pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, yang berada pada wilayah cakupan rujukan di Kecamatan. Alur rujukan dilaksanakan secara vertikal dan horizontal, sesuai dengan kemampuan dan kewenangan pelayanan. Alur rujukan dilaksanakan pada fasilitas pelayanan kesehatan dalam 1 (satu) wilayah cakupan rujukan berdasarkan jenjang fasilitas pelayanan kesehatan, dimulai dari PPK 1. Ketentuan ayat (3) dikecualikan dalam hal : kegawatdaruratan; dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam wilayah cakupan rujukan tidak mempunyai sarana dan tenaga kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan.

9 JKN-Jawa Barat Warga Jawa Barat mempunyai asuransi kesehatan/jaminan kesehatan yang dapat diakses di setiap tingkat pelayanan kesehatan yang bermutu indikator akses mutu : - Jumlah masyarakat yang ada - Jumlah masyarakat yang mempunyai JKN - Jumlah Fasilitas Kesehatan dilini primer dan sekunder - Jumlah fasilitas yang sesuai standar - Jumla fasilitas kesehatan yang sudah mendapat sosialisasi

10 APA YANG DI UJI COBAKAN SISTEM RUJUKAN adl sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya pelimpahan wewenang dan tanggung jawab atas pengelolaan suatu kasus penyakit atau masalah kesehatan secara timbal balik baik vertikal maupun horizontal. 80% PENYAKIT HRS DI TANGANI DI PEL KESH PRIMER/Gate Keeper 20% yang dirujuk ke layanan sekunder

11 Tertiary Secondary Primary Care 80 % mampu di PELAYANAN KES PRIMER/ GATE KEEPER ( PKM, LAY PRIMER SWASTA, DOKTER, KLINIK) Self Care UKM UKP Posyandu Posbindu UKS Desa Siaga PHBS STBM Phn P2M Data data DATA & INFOR MASI DIAGNOSA THERAPI labolatorium PENYULUHAN PERSEORANG Stm informasi STANDAR : SARANA SOP PENUNJANG ALAT

12 RENCANA AKSI pemenuhan sarana Kondisi sar kes saat ini Kondisi sarkes Yg diharapkan di th 2019 Mapping sarana kesehatan ( primer,sekunder, tersier, lab, apotik) Self assesment thp standart sarana Rencana peningkatan sarana sesuai standart

13 RENCANA AKSI peningkatan pengetahuan pemberi pelayanan di sarana kes prim-sekun Kondisi pengetahuan Pelaksana kesa saat ini Kondisi pegetahuan Yg diharapkan di th 2019 sosialisasi pengetahuan dan keterampilam yg hrs dketahui oleh pelaksana kesehatan ( primer,sekunder, tersier, lab, apotik) Peningkatan keterampilan penanganan sesuai standar Rencana peningkatan sarana sesuai standar

14 Tahapan peningkatan pengetahuan Pertemuan dgn IDI : membahas rancana peningkatan bagi anggota IDI, mencek ulang kesamaan jumlah anggota dan lokasi praktek, membahas out put agar 80 % penyakit dpt diatasi di layanan primer Rencana waktu peningkatan pengetahuan TOT dg 26 IDI Kab/Kt untuk 155 Penyakit utk dokter layanan primer Pelatihan TOT bagi pelatih TIK kab/kota Pembentukan tim pembina keterampilan medis tk prop dan kab ( tim gabungan dinas, profesi, FK )

15 Lanjutan tahapan... Protap /juknis penanganan pasien di lini primer, sekunder dan rujuk balik SOP pelayanan Ada rencana untuk mem- BLUD kan Pkm Aspek infrastruktur : geografis sulit : dgn memperbanyak sarana ditempat terpencil dlm bentuk Pkm DTP, Pembinaan Pkm oleh RS sekitar

16 BPJS PROVINSI -Membuat Standar -Monitoring/Evaluasi -Fasilitas -Regulasi stm Rujukan -Sosialisasi -Pelatihan TOT - Stm informasi Kepeser taan PPK KABUPATEN/KOTA - Integrated Mean - Peningkatan Keterampilan - Self Asessment - Mendata Sarana dan tenaga - Mapping sarana - Pelatihan

17 TANGGUNG JAWAB SIAPA PROVINSI KABUPATEN/KOTA MEMBUAT STANDARISASI SARANA, SDM, SOP, ALAT KES TIM PEMBINA TINGKAT PROVINSI MONITORING SOSIALISASI PELATIHAN/ TOT ANALISA HASIL MAPPING TINGKAT KABUPATEN KOTA PENDATAAN FASKES PEMERINTAH DAN SWASTA MAPPING FASKES PENILAIAN FASKES YANG TERSTANDARISASI KLASIFIKASI FASKES MONITORING PELATIHAN TEKNIS PEMBINAAN TEKNIS

18 SOSIALISASI & PEMAHAMAN 4 BUKU PEDOMAN PEDOMAN STANDAR PENGELOLAAN PENYAKIT BERDASARKAN KEWENANGAN TINGKAT PELAYANAN KESEHATAN PANDUAN STANDAR MINIMAL ALAT KESEHATAN PEMBERI PELAYANAN KESEHATAN DI PROVINSI JAWA BARAT PANDUAN STANDAR PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSTIK BERDASARKAN KEWENANGAN PEMBERI PELAYANAN KESEHATAN DI PROVINSI JAWA BARAT PEDOMAN STANDAR OBAT-OBATAN BERDASARKAN KEWENANGAN PEMBERI PELAYANAN KESEHATAN DI PROVINSI JAWA BARAT

19 PEDOMAN STANDAR PENGELOLAAN PENYAKIT BERDASARKAN KEWENANGAN TINGKAT PELAYANAN KESEHATAN No DIAGNOSIS PPK 1 PPK 2 PPK 3 1 DM Tipe 2 Tanpa komplikasi, TERKENDALI dengan 1 obat hipoglikemik oral (OHO) NIDDM (4) Standar Kompetensi Dokter KKI 2006 DM Tipe 2 Tanpa komplikasi, TIDAK TERKENDALI dengan 1 OHO rujuk Tanpa komplikasi, TIDAK TERKENDALI dengan 1 OHO pengelolaan Tanpa komplikasi, TERKENDALI dengan 2 OHO rujuk balik DM Tipe 2 Tanpa komplikasi, TIDAK TERKENDALI dengan 1 OHO Tanpa komplikasi, TIDAK TERKENDALI dengan 1 OHO pengelolaan Terkendali rujuk BERKOMPLIKASI & TERKENDALI dg 2 OHO TANPA KOMPLIKASI & TERKENDALI dengan Insulin rujuk balik BERKOMPLIKASI & TERKENDALI dg Insulin dikelola 1 bulan Bila tidak terkendali rujuk ke PPK 3

20 PANDUAN STANDAR PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSTIK BERDASARKAN KEWENANGAN PEMBERI PELAYANAN KESEHATAN DI PROVINSI JAWA BARAT No PENYAKIT DALAM PPK 1 PPK 2 PPK 3 1 DM Tipe 2 HBB,GPP,GD2 JPD, Urium, Natruim, Kalium, SGOT, SGPT HBB, Hb A1C, GPP,GD2 JPD,Urium, Natrium, Kalium, SGOT/SGPT PPK 2 di tambah C-peptide

21 PEDOMAN STANDAR OBAT-OBATAN BERDASARKAN KEWENANGAN PEMBERI PELAYANAN KESEHATAN DI PROVINSI JAWA BARAT No DIAGNOSA PPK 1 PPK 2 PPK 3 1 DM Tipe 2 OHO (Sulfonylurea, Biguanid) OHO (Metformin, alfa glukosidase inhibitor, Glibenklamid, Glimepirid, Glikuidon OHO (Metformin, alfa glukosidase inhibitor, Glibenklamid, Glimepirid, Glikuidon, Tiazolinedion INSULIN INSULIN

22 PANDUAN STANDAR MINIMAL ALAT KESEHATAN PEMBERI PELAYANAN KESEHATAN DI PROVINSI JAWA BARAT Nomor Kode D-1 D-2 D-3 D-4 D-5 D-6 D-7 D-8 D-9 D-10 Nama Alat Alat Hitung Manual Antropometri (alat untuk mengukur tubuh dan komposisis tubuh) Bangku Harvard Bingkai Kaca Mata Diagnostik Set Lengkap EKG (Daerah Perkotaan) Kaca Kepala Kaca Pembesar, Lampu Kepala Kartu Tes Penglihatan Dekat Lensa Pemeriksaan Visus

23 Uji Coba di Garut BUKU PEDOMAN PELAYANAN DOKTER DI LAYANAN PRIMER 1 2 Pedoman Praktis Klinis pada layanan primer Panduan Penataan klinis berdasarkan simpton pd layanan primer 3 4 Panduan ketrampilan klinis pada layanan primer Pedoman Pelayanan Dokter di Layanan Primer

24 Pedoman Praktik klinis pada Layanan Primer Organisasi profesi bersama Kemenkes dan FK menyusun Pedoman ini. Berisi penatalaksanaan penyakit yang sesuai dengan kompetensi 3 dan 4, yang dapat dilakukan di layanan primer 405 penyakit (SKDI2012) Prioritas penyusunan PPK sampai Juni 2013 : 155 penyakit Prioritas penyakit tersebut sesuai dengan tingkat kemampuan 3 dan 4 terpilih, dengan kriteria di layanan primer: High volume, High cost, High risk, Program nasional, Merupakan penyakit yang jelas batas-batasnya dan relatif mudah mendiagnosisnya.

25 MASYARAKAT TAHU HARUS MEMPUNYAI ASURANSI JAMINAN KESEHATAN TAHU KE FASKES MANA BILA SAKIT TAHU RS RUJUKANNYA MODEL Sistem informasi SISTEM RUJUKAN PPK PAPAN INFORMASI JAM BUKA KEMAMPUAN PELAYANAN/ JENIS PELAYANAN SECARA BERTAHAP MEMENUHI STANDAR SARANA MEMBUAT LAPORAN DATA MAMPU MENANGANI PENYAKIT TURUT SERTA DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MAMPU MENANGANI SUAi PENYAKIT TURUT SERTA DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN KOORDINASI DENGAN PKM SETEMPAT

26 PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI Diskes ; Identifikasi potensi IT puskesmas di 5 kabkota ujicoba Menyiapkan standar rekam medis (Permenkes 269/2008) Menyiapkan jenis2 tindakan kewenangan medis di puskesmas Menyiapkan modul Sistem RR Puskesmas Menyiapkan dokuen rayonisasi sistem rujukan di kabkota uji coba Askes, antara lain ; Perbaikan fitur pada model aplikasi : Seperti Kode Puskesmas, parameter tindakan puskesmas, print out rekam medis, Diagnosa ICD X Indonesia, kewaspadaan dini PM potensial KLB, Diagnosa diferensial. Mempersiapkan interoperabilitas data Based (antisipasi adanya aplikasi lain yang sudah digunakan) Melengkapi dashboar pada model aplikasi. Aplikasi tambahan untuk jejaring puskesmas (al. pustu, )

27 Kawasan Kota Bogor, Bekasi Depok Wil Kawasan Purwasuka Model uji coba Regionalisasi pelayanan Wilayah Pelayanan Kawasan Ciayumajakuning Kawasan Priangan Timur Kawasan Bogor Sukabumi Cianjur Kawasan Bandung Cimahi

28 REGIONALISASI PELAYANAN KESEHATAN JAWA BARAT PROV BANTEN Kawasan Purwasuka 6,5 juta jiwa Kawasan Kota Bogor, Bekasi Depok 4,3 juta jiwa Kawasan Ciayumajakuning Kawasan Bogor Sukabumi Cianjur 7,5 juta jiwa Kawasan Bandung Cimahi 6,6 juta jiwa PROV JAWA TENGAH 9,1 juta jiwa Kawasan Priangan Timur 7,8 juta jiwa 10/25/2013 rkk_diskesjabar 28

29 RS Pertamina Klayan RSD INDRAMAYU RSUD ARJAWINANGUN RS TANGKIL RSIA SUMBER KASIH RS GUNUNG DJATI RST CIREMAI RS SUMBER WARAS RS PELABUHAN RS PUTRA BAHAGIA RSD RSD MAJALENGKA RS MITRA PLUMBON RS MEDIMAS Anjung MIGAS Lepas pantai Penghasil MIGAS Pertamina Industri Rotan Industri kue Industri Batik Trusmi PINTU TOL YANG ADA RSUD WALED RSD KUNINGAN

30 bd dr bp Puskesmas Puskesmas kln Puskesmas dr Puskesmas dr dr Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas

31 Model uji coba monitoring evaluasi A S P E K Y G D I N I L A i Pemenuhan thp Standart Sarana Pemenuhan thp Standart kompetensi Pemenuhan thp Standart pendukung 1. Tahapan/kegiatan yg sdh dilaksanakan 2. Regulasi pendukung 3. Kesiapan sarana dan sarana pendukung 4. Kesiapan tenaga 5. Kesiapan Dana 6. Kesiapan masyarakat 7. Kesiapan calon BPJS

32 EVALUASI SISTEM RUJUKAN DI 5 WIL UJI COBA Aspek yang dievaluasi secara berjenjang baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota berupa : 1. Tahapan/kegiatan yg sdh dilaksanakan 2. Regulasi pendukung 3. Kesiapan sarana dan sarana pendukung 4. Kesiapan tenaga 5. Kesiapan Dana 6. Kesiapan masyarakat 7. Kesiapan calon BPJS

33 DATA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2013

34 JUMLAH FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN PRIMER DI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2013 Puskesmas : 1050 Klinik Pratama : 1125 Klinik Utama : 7 BP : JUMLAH SEMENTARA YANFASKES PRIMER : 3464

35 DATA FASILITAS PELAYANAN PRIMER DAN DATA PRAKTEK PERORANGAN DI PROVINSI JAWA BARAT JUMLAH FASYANKES PRIMER DI PROVINSI JABAR TH 2013 JUMLAH PRAKTEK PERORANGAN DI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2013 PUSKESMAS; 1050 BP; 1282 Bidan; Dokter Umum; KLINIK UTAMA; 7 KLINIK PRTAMA; 1125 Spesialis Gigi; 452 Dokter Gigi; Spesialis; SUMBER DATA : SIE DITSARKES

36 JUMLAH PUSKESMAS, DTP, TTP, PONED DAN YANG TERFASILITASI AKREDITASI PUSKESMAS Puskesmas 1050 Terfasilitasi Akreditasi 189 (18%) DTP 176 (16.8%) TTP 874 (83.2%) PONED 145 (82.4%) Non-PONED 31 (17.6%) PONED 188 (21.5%) Non-PONED 686 (78.5%)

37 JUMLAH PUSKESMAS DI 5 KAB/KOTA UJI COBA

38 TOTAL JUMLAH RS : 279 RS SUMBER DATA : DITSARKES JUMLAH RS DI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN KAB / KOTA KAB. BOGOR KAB. SUKABUMI KAB. CIANJUR KAB. BANDUNG KAB. GARUT KAB. TASIKMALAYA KAB. CIAMIS KAB. KUNINGAN KAB. CIREBON KAB. MAJALENGKA KAB. SUMEDANG KAB. INDRAMAYU KAB. SUBANG KAB. PURWAKARTA KAB. KARAWANG KAB. BEKASI KAB. BANDUNG BARAT KOTA BOGOR KOTA SUKABUMI KOTA BANDUNG KOTA CIREBON KOTA BEKASI KOTA DEPOK KOTA CIMAHI KOTA TASIKMALAYA KOTA BANJAR

39

40 JUMLAH LABORATORIUM DI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN SUMBER DATA : DITSARKES KAB / KOTA KAB. BOGOR KAB. SUKABUMI KAB. CIANJUR KAB. BANDUNG KAB. GARUT KAB. TASIKMALAYA KAB. CIAMIS KAB. KUNINGAN KAB. CIREBON KAB. MAJALENGKA KAB. SUMEDANG KAB. INDRAMAYU KAB. SUBANG KAB. PURWAKARTA KAB. KARAWANG KAB. BEKASI KAB. BANDUNG BARAT KOTA BOGOR KOTA SUKABUMI KOTA BANDUNG KOTA CIREBON KOTA BEKASI KOTA DEPOK KOTA CIMAHI KOTA TASIKMALAYA KOTA BANJAR

41 DATA LABORATORIUM JUMLAH LABORATORIUM DI PROV. JABAR BERDASARKAN...TH 2013 JUMLAH LABORATORIUM DI PROV. JABAR BERDASARKAN KLASIFIKASI TAHUN 2013 LAB CTKI; 4 LAB UTAMA; LAB MADYA; 11 1 LABKESDA; 25 LAB SWASTA; 260 LAB PRATAMA; 148 SUMBER DATA : SIE DITSARKES

42 DATA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2013 Series1 JUMLAH Bidan Spesialis Gigi 452 Dokter Gigi Spesialis Dokter Umum BP KLINIK PRTAMA KLINIK UTAMA 7 PUSKESMAS 1050 RS 279

43 DATA SARANA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN NO SARANA JUMLAH 1 INSTALASI FARMASI KAB/KOTA 26 2 APOTEK TOKO OBAT PUSKESMAS RUMAH SAKIT PIRT PBF INDUSTRI FARMASI 94 9 PENYALUR ALKES PRODUK ALKES PRODUKSI PKRT IOT (INDUSTRI OBAT TRADISIONAL) IKOT (INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL) INDUSTRI KOSMETIKA 151

44 DATA TENAGA KEFARMASIAN NO SARANA APOTEKER SI D3 SMK 1 INSTALASI FARMASI KAB/KOTA PUSKESMAS RSUD

45 Aksesibilitas Pemerintah menjamin ketersediaan obat dan BMHP yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan Pemerintah menjamin ketersediaan obat dan vaksin program kesehatan (P2PL, Gizi KIA, Keswa dan Vaksin Haji) Ketersediaan obat di pelayanan kesehatan dasar di Kabupaten/Kota sektor pemerintah, masih terpenuhi sd Juli 2014, sedangkan pemenuhan bulan Agustus sd Desember 2014, dialokasikan dari DAK 2014, Manajemen pengelolaan obat di Puskesmas diselenggarakan melalui Instalasi Farmasi Kab/Kota (perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian dan monitoring & evaluasi) Pendanaan obat untuk sektor publik didanai dari : APBN dan APBD Provinsi, Kab/Kota, dan BPJS

46 FASYANKES TINGKAT PERTAMA PUSKESMAS Penyediaan obat & alkes dilaksanakan di tingkat Kab/Kota Pemanfaatan sistem pengelolaan obat yang sudah ada di tingkat Kab/kota (sarana, sdm, manajemen pengelolaan) Akses terhadap penyedia barang terjamin Pelayanan kefarmasian dilaksanakan oleh Apoteker sesuai standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas KLINIK PRATAMA Penyediaan, pengelolaan dan pelayanan obat & alkes dilaksanakan oleh apoteker yang memiliki kompetensi dan kewenangan Pelayanan kefarmasian dilaksanakan oleh Apoteker sesuai standar pelayanan kefarmasian di Klinik PRAKTEK DOKTER UMUM/GIGI Penyediaan, pengelolaan dan pelayanan obat & alkes dilaksanakan di Apotek dalam jejaring fasyankes yang bekerjasama dgn BPJS Pelayanan kefarmasian dilaksanakan oleh Apoteker sesuai standar pelayanan kefarmasian di Apotek

47 FASYANKES TINGKAT KEDUA DAN KETIGA RUMAH SAKIT Penyediaan, pengelolaan dan pelayanan obat & BMHP dilaksanakan oleh Instalasi Farmasi RS melalui sistem satu pintu Pelayanan kefarmasian dilaksanakan oleh Apoteker sesuai standar Pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit KLINIK UTAMA PRAKTEK DOKTER SPESIALIS Penyediaan, pengelolaan dan pelayanan obat & BMHP dilaksanakan oleh apoteker yang memiliki kompetensi dan kewenangan Pelayanan kefarmasian dilaksanakan oleh Apoteker sesuai standar pelayanan kefarmasian di Klinik Penyediaan, pengelolaan dan pelayanan obat & BMHP dilaksanakan di Apotek dalam jejaring fasyankes yang bekerjasama dgn BPJS Pelayanan kefarmasian dilaksanakan oleh Apoteker sesuai standar pelayanan kefarmasian di Apotek

48 CONTOH MAPPING SARANA TERHADAP JUMLAH PENDUDUK CATCHMENT AREA PADA KECAMATAN PADALARANG DAN CILILIN KAB BANDUNG BARAT CACHMENT AREA MASING MASING FASKES PRIMER MELAYANI 9340 JIWA KECAMATAN PADALARANG : 1. JUMLAH PENDUDUK JIWA 2. RS KLS C : 1 BUAH 3. PUSKESMAS : 3 BUAH 4. KLINIK PRATAMA : 6 BUAH 5. PRAKTEK DOKTER : 7 BUAH KECAMATAN CILILIN : 1. JUMLAH PENDUDUK JIWA 2. RSUD : 1 BUAH 3. PUSKESMAS DTP CILILIN (PONED) 4. KLINIK PRATAMA : 1 BUAH 5. PRAKTEK DOKTER : 2 BUAH CACHMENT AREA MASING MASING FASKES PRIMER MELAYANI JIWA

49 CONTOH PEMETAAN TENAGA KESEHATAN KABUPATEN BANDUNG BARAT dr.sp dr drg Perawat Bidan Bidan PTT Apoteker Assisten Apoteker Perawat Gigi SKM Sanitarian Tenaga Gizi Analis Kesehatan Tenaga Non Kesehatan

50 PERMASALAHAN RUJUKAN DI 5 KAB/KOTA UJI COBA SUMBER DATA : SIRS V (SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT)

51 KONDISI IDEAL : RS/PUSKESMAS DAERAH RS DAERAH PRAKTEK SWASTA PUSKES MAS RS DAERAH PUSAT RUJUKAN PUSKES MAS DOKTER KELUARGA 51

52 DATA RUJUKAN DI RUMAH SAKIT Puskesmas Fasilitas Kesehatan Lainnya Rumah Sakit Rumah Sakit

53 DATA PENYAKIT TERBANYAK DAN RUJUKAN TERBANYAK DI PPK I Aspek yang di Nilai Kota Cimahi Kota Bandung Kab. Bandung Kab. Bandung Barat Kab. Sumedang Data penyakit terbanyak di PPK I ISPA, Hipertensi Nasofaringitis Myalgia Gigi Faringitis GEA, Gastroduodenitis Obs Febris/Febris Hipertensi Nasofaring ISPA Myalgia Gastritis Dermatitis DM Gigi Rhematik Faringitis Diare Demam ISPA Gastritis Hipertensi Mialgia Diare Kp Scabies Paringitis Variella Konjungtifitis ISPA Hipertensi Gastritis Influenza Mialgia Dermatitis Diare Demam Penyakit gigi Common cold ISPA Nasofaringitis Akut Myalgia Hipertensi Tukak Lambung Migren Gastroduodenitis Dermatitis Febris Gastritis Data rujukan penyakit terbanyak dari PPK I Diabetes Mellitus Hipertensi Jantung Haemofilia Gagal Ginjal TB MDR Renal std akhir Chemotherapy neoplasm Bronchopneumoni Catarak DHF Thypoid TBC Pneumoni SC ISPA Hipertensi TBC DM Syndroma dyspepsia GEA Cerumen Gastritis Dispepsia Febris Diabetes Mellitus Hipertensi Jantung Gagal Ginjal TB Paru Bronchopneumoni Thypoid DHF Pneumonia Stroke DM Hipertensi Aterosclerosis Ggn Refraksi Polineuropati Gigi Stroke Dermatitis DM th/ insulin Asma

54 SEBELUM UJI COBA DI 5 KAB/KOTA

55 Jumlah Rujukan dari Puskesmas Ke RS tahun 2012 di 5 Kab/Kota Uji Coba no Kab/Kota Penyakit Dalam Bedah Kes. Anak Obgyn KB Saraf Jiwa THT Mata Kulit Kelamin Gimul Radiol ogi Paru Spesial is lainnya Total 1 Kota Bandung Kabupaten Bandung Kabupaten Sumedang Kota Cimahi Kab Bandung Barat Sumber Data : RL 1 SIRS 2012 Seksi RS Kelengkapan Data Kota Bandung : 15 % Kelengkapan Data Kab Bandung : 20% Kelengkapan Data Kab Sumedang : 50% Kelengkapan Data Kota Cimahi : 0%

56 Jumlah Rujukan dari Fasilitas kesehatan lainnya Ke RS tahun 2012 di 5 Kab/Kota Uji Coba no Kab/Kota Penyakit Dalam Bedah Kes. Anak Obgyn KB Saraf Jiwa THT Mata Kulit Kelamin Gimul Radiol ogi Paru Spesial is lainnya Total 1Kota Bandung Kabupaten 2Bandung Kabupaten 3Sumedang Kota Cimahi Kab Bandung Barat Sumber Data : RL 1 SIRS 2012 Seksi RS Kelengkapan Data Kota Bandung : 15 % Kelengkapan Data Kab Bandung : 20% Kelengkapan Data Kab Sumedang : 50% Kelengkapan Data Kota Cimahi : 0%

57 Jumlah Rujukan antar RS tahun 2012 di 5 Kab/Kota Uji Coba no Kab/Kota Penyakit Dalam Bedah Kes. Anak Obgyn KB Saraf Jiwa THT Mata Kulit Kelamin Gimul Radiol ogi Paru Spesial is lainnya Total 1Kota Bandung Kabupaten 2Bandung Kabupaten 3Sumedang Kota Cimahi Kab Bandung Barat Sumber Data : RL 1 SIRS 2012 Seksi RS Kelengkapan Data Kota Bandung : 15 % Kelengkapan Data Kab Bandung : 20% Kelengkapan Data Kab Sumedang : 50% Kelengkapan Data Kota Cimahi : 0%

58 Jumlah Pasien Rujukan yang dirujuk Keatas (RS Lainnya) tahun 2012 di 5 Kab/Kota Uji Coba no Kab/Kota Penyakit Dalam Bedah Kes. Anak Obgyn KB Saraf Jiwa THT Mata Kulit Kelamin Gimul Radiol ogi Paru Spesial is lainnya Total 1Kota Bandung Kabupaten 2Bandung Kabupaten 3Sumedang Kota Cimahi Kab Bandung Barat Sumber Data : RL 1 SIRS 2012 Seksi RS Kelengkapan Data Kota Bandung : 15 % Kelengkapan Data Kab Bandung : 20% Kelengkapan Data Kab Sumedang : 50% Kelengkapan Data Kota Cimahi : 0%

59 Jumlah Pasien datang sendiri ke RS yang dirujuk Keatas (RS Lainnya) tahun 2012 di 5 Kab/Kota Uji Coba no Kab/Kota Penyakit Dalam Bedah Kes. Anak Obgyn KB Saraf Jiwa THT Mata Kulit Kelamin Gimul Radiolo gi Paru Spesiali s lainnya Total 1Kota Bandung Kabupaten 2Bandung Kabupaten 3Sumedang Kota Cimahi Kab Bandung Barat Sumber Data : RL 1 SIRS 2012 Seksi RS Kelengkapan Data Kota Bandung : 15 % Kelengkapan Data Kab Bandung : 20% Kelengkapan Data Kab Sumedang : 50% Kelengkapan Data Kota Cimahi : 0%

60 SETELAH UJI COBA DI 5 KAB/KOTA

61 SAMPAI SAAT INI DATA SIRS V.6 BELUM DIDAPATKAN KARENA MEKANISME PELAPORAN 1 x SETAHUN, DAN JAWA BARAT TAHUN 2013 MELAKSANAKAN PELAPORAN SIRS V.6

62 SK Menkes No 1410 Tahun 2003 Tentang Sistem Pelaporan Rumah Sakit (SIRS) Versi 5 DIGANT I PERMENKES No 1171/2011 Tentang Sistem Informasi Rumah Sakit versi 6 DATA BELUM ADA????????????????

63 PERMASALAHAN DALAM PELAPORAN RUMAH SAKIT 1. Belum semua Rumah Sakit di 5 Kab/Kota Uji Coba Sistem Rujukan mengirimkan laporan RL secara rutin (RL 1 tiap triwulan) sehingga sulit untuk menganalisis data RS. 2. Beberapa Rumah Sakit mengirimkan data RL namun, data RL yang dikirim tidak diisi secara lengkap masih ada RS yang hanya mengisi lembar pertama laporan RL saja, sedangkan lembar-lembar selanjutnya kosong (RL 1.24 tentang data rujukan banyak yang kosong, apakah tidak ada kegiatan rumah sakit atau tidak ada data???) 3. Data RL dari seluruh RS masuk ke Dinkes Prov Jabar, apakah RL dikirmkan juga ke Dinkes Kab/Kota???? Dinkes kab/kota apakah mengentry, olah dan analisis data RL:????

64 VARIABEL RUJUKAN DALAM SIRS V.6 Permenkes No Th 2011 KODE PROPIN KAB/ SI KOTA KODE RS NAMA RS TAHUN NO JENIS SPESIALISASI RUJUKAN_DITERI MA DARI PUSKESMAS RUJUKAN_DITERIM A DARI FASILITAS KES. LAIN RUJUKAN_DITE RIMA DARI RS LAIN RUJUKAN_DIKE MBALIKAN KE PUSKESMAS RUJUKAN_DIKEM BAlIKAN KE FASILITAS KES.LAIN RUJUKAN_DIKE MBALIKAN KE RS ASAL DIRUJUKAN PASIEN RUJUKAN DIRUJUK_PAS IEN DATANG SENDIRI DIRUJUK DITERIMA KEMBALI 1 Penyakit Dalam 2 B e d a h 3 Kesehatan Anak Obsterik & 4 Ginekologi Keluarga 5 Berencana 6 S a r a f 7 J i w a 8 T H T 9 M a t a 10 Kulit & Kelamin 11 Gigi & Mulut 12 Radiologi 13 Paru-Paru 14 Spesialisasi Lain

65 DATA RUJUKAN DARI PPK I KE PPK II (RSD) DI 5 KAB/KOTA UJI COBA

66 RUJUKAN DARI PUSKESMAS KE RSUD CICALENGKA 2012 & 2013 Gigi & Mulut Kulit & Kelamin Obstetrik & Ginekolog Kesehatan Anak Bedah Penyakit Dalam

67 RUJUKAN DARI FASKES LAIN KE RSUD CICALENGKA 2012 & 2013 Gigi & Mulut Kulit & Kelamin Obstetrik & Ginekolog Kesehatan Anak Bedah Penyakit Dalam

68 RUJUKAN DARI PUSKESMAS KE RSUD KOTA BANDUNG TAHUN 2012 & 2013 Paru-Paru Gigi & Mulut Kulit & Kelamin Mata THT Jiwa Syaraf Obstetrik & Ginekolog Kesehatan Anak Bedah Penyakit Dalam

69 RUJUKAN DARI FASKES LAIN KE RSUD KOTA BANDUNG TAHUN 2012 & 2013 Paru-Paru Radiologi Gigi & Mulut Kulit & Kelamin Mata THT Syaraf Obstetrik & Ginekolog Kesehatan Anak Bedah Penyakit Dalam

70 RUJUKAN DARI PUSKESMAS KE RSUD SUMEDANG TAHUN 2012 Paru-Paru Gigi & Mulut Kulit & Kelamin Mata THT Jiwa 2012 Syaraf Obstetrik & Ginekolog Kesehatan Anak Bedah Penyakit Dalam

71 RUJUKAN DARI FASKES LAIN KE RSUD SUMEDANG TAHUN 2012 Paru-Paru Gigi & Mulut Kulit & Kelamin Mata THT Jiwa Syaraf 2012 Keluarga Berencana Obstetrik & Ginekolog Kesehatan Anak Bedah Penyakit Dalam

72 RUJUKAN DARI RS LAIN KE RSUD SUMEDANG TAHUN 2012 Paru-Paru Gigi & Mulut Kulit & Kelamin Mata THT Jiwa Syaraf 2012 Keluarga Berencana Obstetrik & Ginekolog Kesehatan Anak Bedah Penyakit Dalam

73 ASAL RUJUKAN PASIEN DI RSUD AL- IHSAN TAHUN 2012 & 2013 Datang Sendiri Perusahaan (+Maskin) Rumah Sakit Lain Tahun 2013 Tahun 2012 Dr/Bidan Praktek Puskesmas

74 RUJUKAN DARI FASKES LAIN KE RS MITRA KASIH TAHUN 2013 Obstetrik & Ginekolog Kesehatan Anak 2013 Bedah Penyakit Dalam

75 RUJUKAN DARI RS LAIN KE RS MITRA KASIH TAHUN 2013 Obstetrik & Ginekolog Kesehatan Anak Bedah 2013 Penyakit Dalam

76 KEGIATAN RUJUKAN DI RS JIWA PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2013 ASAL RUJUKAN RUJUKAN BALIK SPESIALISASI YANG DATANG KE RS JIWA KE : PUSKESMAS FASKES LAINNYA RS LAIN PUSKESMAS FASKES LAINNYA RS LAIN Jiwa 20,

77 TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA BERSAMA KITA BISA MENUJU JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 59 tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan

Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 59 tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 59 tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DIY tgl 19 29 November 2012 Latar Belakang Masyarakat Provider/fasyankes

Lebih terperinci

panduan praktis Sistem Rujukan Berjenjang

panduan praktis Sistem Rujukan Berjenjang panduan praktis Sistem Rujukan Berjenjang 04 02 panduan praktis Sistem Rujukan Berjenjang Kata Pengantar Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan

Lebih terperinci

- 1 - GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG

- 1 - GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG - 1 - GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

Justinus duma, SFt, Physio

Justinus duma, SFt, Physio Justinus duma, SFt, Physio Kepmenkes RI No.778/Menkes/SK/VIII/2008 tentang : Pedoman Pelayanan Fisioterapi di Sarana Kesehatan Bab.I bagian C (1) Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan

Lebih terperinci

KEBUTUHAN DATA DAN INFORMASI UNTUK MENDUKUNG PERENCANAAN SDMK

KEBUTUHAN DATA DAN INFORMASI UNTUK MENDUKUNG PERENCANAAN SDMK KEBUTUHAN DATA DAN INFORMASI UNTUK MENDUKUNG PERENCANAAN SDMK Disajikan Pada : Lokakarya Nasional Pengembangan dan Pemberdayaan SDMK Tahun 2014 Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDMK Kerangka

Lebih terperinci

PERAN DINAS KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI DAERAH. Oleh : KOMISI VII RAKERKESNAS REGIONAL BARAT

PERAN DINAS KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI DAERAH. Oleh : KOMISI VII RAKERKESNAS REGIONAL BARAT PERAN DINAS KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI DAERAH Oleh : KOMISI VII RAKERKESNAS REGIONAL BARAT 1 2 Penanggung Jawab : Sekjen Kemenkes Pimpinan Sidang : Kadinkes Sumatera

Lebih terperinci

Program Rujuk Balik Bagi Peserta JKN

Program Rujuk Balik Bagi Peserta JKN panduan praktis Program Rujuk Balik Bagi Peserta JKN 07 02 panduan praktis Program Rujuk Balik Kata Pengantar Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa

Lebih terperinci

panduan praktis Penjaminan di Wilayah Tidak Ada Faskes Penuhi Syarat

panduan praktis Penjaminan di Wilayah Tidak Ada Faskes Penuhi Syarat panduan praktis Penjaminan di Wilayah Tidak Ada Faskes Penuhi Syarat 12 02 panduan praktis Penjaminan di Wilayah Tidak Ada Faskes Penuhi Syarat Kata Pengantar Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun

Lebih terperinci

KAJIAN STANDAR KEBUTUHAN SDM KESEHATAN DI FASYANKES

KAJIAN STANDAR KEBUTUHAN SDM KESEHATAN DI FASYANKES KAJIAN STANDAR KEBUTUHAN SDM KESEHATAN DI FASYANKES Disajikan Pada : Lokakarya Nasional Pengembangan dan Pemberdayaan SDMK Tahun 2014 KA. PUSRENGUN SDM KESEHATAN PENDAHULUAN ISU STRATEGIS PENGEMBANGAN

Lebih terperinci

UPAYA PEMENUHAN JUMLAH, JENIS DAN KUALIFIKASI TENAGA KESEHATANDI FASYANKES MELALUI PERENCANAAN

UPAYA PEMENUHAN JUMLAH, JENIS DAN KUALIFIKASI TENAGA KESEHATANDI FASYANKES MELALUI PERENCANAAN UPAYA PEMENUHAN JUMLAH, JENIS DAN KUALIFIKASI TENAGA KESEHATANDI FASYANKES MELALUI PERENCANAAN DAN PENDAYAGUNAAN SDMK Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDMK Batam, 16 Oktober 2012 SUPPLY SIDE

Lebih terperinci

PUSKESMAS 3 April 2009

PUSKESMAS 3 April 2009 PUSKESMAS 3 April 2009 By Ns. Eka M. HISTORY Thn 1925 Thn 1951 Thn 1956 Thn 1967 Hydrich Patah- Leimena Y. Sulianti Ah.Dipodilogo > Morbiditas & Mortalitas Bandung Plan Yankes kuratif & preventif Proyek

Lebih terperinci

PENGGUNAAN DATA DALAM MENDUKUNG PELAYANAN KESEHATAN. dr. TOGAR SIALLAGAN, MM KEPALA GRUP PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PENGGUNAAN DATA DALAM MENDUKUNG PELAYANAN KESEHATAN. dr. TOGAR SIALLAGAN, MM KEPALA GRUP PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENGGUNAAN DATA DALAM MENDUKUNG PELAYANAN KESEHATAN dr. TOGAR SIALLAGAN, MM KEPALA GRUP PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Latar Belakang PT Askes menjadi BPJS Kesehatan: UU No. 24 BPJS tahun 2011, pasal 12 tentang

Lebih terperinci

Affordable and Accessible Quality Healthcare for Indonesia People: Strategic Approach

Affordable and Accessible Quality Healthcare for Indonesia People: Strategic Approach Affordable and Accessible Quality Healthcare for Indonesia People: Strategic Approach Prof. Dr. dr. Akmal Taher Director General of Health Services Ministry of Health - Repubic of Indonesia PELAYANAN KESEHATAN

Lebih terperinci

dr. H R Dedi Kuswenda, MKes Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Ditjen Bina Upaya Kesehatan

dr. H R Dedi Kuswenda, MKes Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Ditjen Bina Upaya Kesehatan dr. H R Dedi Kuswenda, MKes Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Ditjen Bina Upaya Kesehatan Dasar Hukum Pengertian Akreditasi Maksud dan Tujuan Akreditasi Proses Akreditasi Undang-Undang Republik Indonesia

Lebih terperinci

PERSIAPAN BIDANG PELAYANAN KEPERAWATAN TERKAIT UU KEPERAWATAN DALAM STANDAR AKREDITASI RS VERSI 2012

PERSIAPAN BIDANG PELAYANAN KEPERAWATAN TERKAIT UU KEPERAWATAN DALAM STANDAR AKREDITASI RS VERSI 2012 PERSIAPAN BIDANG PELAYANAN KEPERAWATAN TERKAIT UU KEPERAWATAN DALAM STANDAR AKREDITASI RS VERSI 2012 I.DASAR HUKUM UU RI No. 29 Tahun 2004 Ttg Praktik Kedokteran UU RI No. 36 Tahun 2009 Ttg Kesehatan UU

Lebih terperinci

PONED sebagai Strategi untuk Persalinan yang Aman

PONED sebagai Strategi untuk Persalinan yang Aman PONED sebagai Strategi untuk Persalinan yang Aman Oleh: Dewiyana* Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) adalah pelayanan untuk menanggulangi kasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatal yang

Lebih terperinci

panduan praktis Administrasi Klaim Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan

panduan praktis Administrasi Klaim Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan panduan praktis Administrasi Klaim Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan 14 02 panduan praktis administrasi klaim faskes BPJS Kesehatan Kata Pengantar Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang

Lebih terperinci

Visi RS PONEK di Jawa Tengah. Sebuah Hipotesis dalam rangka usaha penurunan angka kematian Ibu

Visi RS PONEK di Jawa Tengah. Sebuah Hipotesis dalam rangka usaha penurunan angka kematian Ibu Visi RS PONEK di Jawa Tengah Sebuah Hipotesis dalam rangka usaha penurunan angka kematian Ibu 1 Pokok Bahasan Situasi saat ini Visi Business model untuk mewujudkan visi Diskusi akhir 2 Situasi saat ini

Lebih terperinci

Arah dan Kebijakan Sumber Daya Manusia Kesehatan Mendukung Pelaksanaan SJSN Bidang Kesehatan

Arah dan Kebijakan Sumber Daya Manusia Kesehatan Mendukung Pelaksanaan SJSN Bidang Kesehatan Arah dan Kebijakan Sumber Daya Manusia Kesehatan Mendukung Pelaksanaan SJSN Bidang Kesehatan Disampaikan Oleh: Dr Untung Suseno Sutarjo, M.Kes Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemkes R.I Lokakarya Pengembangan

Lebih terperinci

Pertemun Koordinasi Dinas Kesehatan Jawa Tengah

Pertemun Koordinasi Dinas Kesehatan Jawa Tengah Pertemun Koordinasi Dinas Kesehatan Jawa Tengah TARGET DAN CAPAIAN INDIKATOR SEMESTER 1 TAHUN 2012 No SUMBER INDIKATOR TARGET CAPAIAN 1 RKP Persentase RSJ yang memberikan layanan subspesialis utama dan

Lebih terperinci

BAB 28 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN

BAB 28 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN BAB 28 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN YANG BERKUALITAS Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 07 TAHUN 2011 TENTANG

LEMBARAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 07 TAHUN 2011 TENTANG LEMBARAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR : 07 PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 07 TAHUN 2011 TENTANG MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

Rekapitulasi Kematian Ibu dan Bayi di Kota YK Tahun 2013. Dinkes Kota YK

Rekapitulasi Kematian Ibu dan Bayi di Kota YK Tahun 2013. Dinkes Kota YK Rekapitulasi Kematian Ibu dan Bayi di Kota YK Tahun 2013 Dinkes Kota YK Jumlah Kematian KELAHIRAN DAN KEMATIAN JAN-DES L P Total 1 Jumlah Bayi Lahir Hidup 2178 2228 4406 2 Jumlah Bayi Lahir Mati 16 15

Lebih terperinci

PENERAPAN PELAYANAN FARMASI SATU PINTU DI RUMAH SAKIT

PENERAPAN PELAYANAN FARMASI SATU PINTU DI RUMAH SAKIT PENERAPAN PELAYANAN FARMASI SATU PINTU DI RUMAH SAKIT Tugas utama IFRS : pengelolaan mulai dari perencanaan, pengadaan, penyimpanan, penyiapan, peracikan, pelayanan langsung kepada penderita sampai dengan

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 15 Tahun : 2010 Seri : E PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 Pasal 1 ayat 3 adalah

BAB I PENDAHULUAN. Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 Pasal 1 ayat 3 adalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sarana pelayanan kesehatan menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 Pasal 1 ayat 3 adalah tempat penyelenggaraan upaya pelayanan

Lebih terperinci

INDONESIA BEBAS PASUNG

INDONESIA BEBAS PASUNG INDONESIA BEBAS PASUNG Tantangan dan Harapan Irmansyah RSJ Mazoeki Mahdi MACET NYA LAYANAN KESWAMAS Kebutuhan tinggi Fasilitas kurang Blokade: Stigma Ignorance Kebijakan buruk MASALAH LAYANAN KESWA Resources

Lebih terperinci

ILUSTRASI PELAYANAN HEMODIALISIS DENGAN FASILITAS JKN AFIATIN

ILUSTRASI PELAYANAN HEMODIALISIS DENGAN FASILITAS JKN AFIATIN ILUSTRASI PELAYANAN HEMODIALISIS DENGAN FASILITAS JKN AFIATIN PELAYANAN TERAPI PENGGANTI GINJAL PADA ERA JKN JKN menanggung biaya pelayanan : Hemodialisis CAPD Transplantasi Ginjal HEMODIALISIS Dapat dilaksanakan

Lebih terperinci

KEBIJAKAN KEMENTERIAN KESEHATAN TERKAIT UU KEPERAWATAN TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT

KEBIJAKAN KEMENTERIAN KESEHATAN TERKAIT UU KEPERAWATAN TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT KEBIJAKAN KEMENTERIAN KESEHATAN TERKAIT UU KEPERAWATAN TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik Ditjen Bina Upaya Kesehatan-Kemkes RI Disampaikan

Lebih terperinci

RENCANA KEBUTUHAN DAN PENDAYAGUNAAN TENAGA KESEHATAN TERKAIT UU NAKES. Oleh : Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDMK

RENCANA KEBUTUHAN DAN PENDAYAGUNAAN TENAGA KESEHATAN TERKAIT UU NAKES. Oleh : Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDMK RENCANA KEBUTUHAN DAN PENDAYAGUNAAN TENAGA KESEHATAN TERKAIT UU NAKES Oleh : Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDMK Pertemuan Pengelola Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan Yogyakarta, 2 Oktober

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja. BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN NOMOR: 12 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH

Lebih terperinci

DAFTAR ISI JATIM DALAM ANGKA TERKINI TAHUN 2012-2013 TRIWULAN I

DAFTAR ISI JATIM DALAM ANGKA TERKINI TAHUN 2012-2013 TRIWULAN I DAFTAR ISI JATIM DALAM ANGKA TERKINI TAHUN 2012-2013 TRIWULAN I 1 DERAJAT KESEHATAN (AHH, AKB DAN AKI) 2 STATUS GIZI KURANG DAN GIZI BURUK PADA BALITA 3 JUMLAH RUMAH SAKIT BERDASARKAN KEPEMILIKAN DAN PELAYANAN

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PENGENDALIAAN ALAT KESEHATAN DALAM MENYONGSONG SJSN. Oleh: Drg. Arianti Anaya, MKM Direktur Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan

KEBIJAKAN PENGENDALIAAN ALAT KESEHATAN DALAM MENYONGSONG SJSN. Oleh: Drg. Arianti Anaya, MKM Direktur Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan KEBIJAKAN PENGENDALIAAN ALAT KESEHATAN DALAM MENYONGSONG SJSN Oleh: Drg. Arianti Anaya, MKM Direktur Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan DASAR HUKUM UU Kesehatan No 36 Tentang Kesehatan PP No 72

Lebih terperinci

FORMULIR PENETAPAN KINERJA TINGKAT SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

FORMULIR PENETAPAN KINERJA TINGKAT SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH FORMULIR PENETAPAN KINERJA TINGKAT SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Satuan Kerja Perangkat Daerah Tahun Anggaran : Dinas Kesehatan : 2014 INDIKATOR KINERJA 1 PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN 1.770.956.300

Lebih terperinci

LILIK SUKESI DIVISI GUNJAL HIPERTENSI DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM R.S. HASAN SADIKIN / FK UNPAD BANDUNG

LILIK SUKESI DIVISI GUNJAL HIPERTENSI DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM R.S. HASAN SADIKIN / FK UNPAD BANDUNG LILIK SUKESI DIVISI GUNJAL HIPERTENSI DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM R.S. HASAN SADIKIN / FK UNPAD BANDUNG OUTLINE PENDAHULUAN TENAGA KESEHATAN MENURUT UNDANG-UNDANG TUGAS & WEWENANG PERAWAT PENDELEGASIAN

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG KERANGKA KERJA MUTU PELAYANAN KESEHATAN WALIKOTA YOGYAKARTA,

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG KERANGKA KERJA MUTU PELAYANAN KESEHATAN WALIKOTA YOGYAKARTA, WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG KERANGKA KERJA MUTU PELAYANAN KESEHATAN WALIKOTA YOGYAKARTA, Menimbang Mengingat : a. bahwa untuk menjamin mutu, keamanan dan

Lebih terperinci

Pelayanan Alat Kesehatan

Pelayanan Alat Kesehatan panduan praktis Pelayanan Alat Kesehatan Kantor Pusat Jl. Letjen Suprapto Cempaka Putih, PO. Box 1391 / JKT, Jakarta 10510 Indonesia Telp. +62 21 421 2938 (hunting), 424 6063, Fax. +62 21 421 2940 Website

Lebih terperinci

Peran Kemenkes dalam Pembinaan Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan (Termasuk Academic Center)

Peran Kemenkes dalam Pembinaan Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan (Termasuk Academic Center) Peran Kemenkes dalam Pembinaan Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan (Termasuk Academic Center) Drg. Usman Sumantri, M. Sc Ka. Pusdiklatnakes Badan PSDM Kesehatan, Kemenkes RI Disampaikan pada : Lokakarya

Lebih terperinci

PROGRAM DAN KEBIJAKAN DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEFARMASIAN DALAM RANGKA PENINGKATAN PELAYANAN KEFARMASIAN DAN POR. Tahun 2015

PROGRAM DAN KEBIJAKAN DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEFARMASIAN DALAM RANGKA PENINGKATAN PELAYANAN KEFARMASIAN DAN POR. Tahun 2015 PROGRAM DAN KEBIJAKAN DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEFARMASIAN DALAM RANGKA PENINGKATAN PELAYANAN KEFARMASIAN DAN POR Tahun 2015 1 OUTLINE TUGAS DAN FUNGSI C CAPAIAN INDIKATOR KINERJA 2010-2014 & TARGET KINERJA

Lebih terperinci

B A B I P E N D A H U L U A N

B A B I P E N D A H U L U A N 1.1 Latar Belakang B A B I P E N D A H U L U A N Desentralisasi yang diberlakukan dengan Undang-Undang Nomor: 32 tahun 2004 telah membawa perubahan kepada semua bidang pembangunan. Konsekuensi diterapkannya

Lebih terperinci

100% 100% (2/2) 100% 100% (4142) (4162) (269) (307) (307) (269) (278) (263) (265) (264) 0% (638) 12 mnt. (578) 10 mnt

100% 100% (2/2) 100% 100% (4142) (4162) (269) (307) (307) (269) (278) (263) (265) (264) 0% (638) 12 mnt. (578) 10 mnt Press Release Implementasi Standar Akreditasi Untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan & Keselamatan Pasien RSUD dr. R. Soetrasno Kabupaten Rembang RSUD dr. R. Soetrasno Kabupaten Rembang, merupakan rumah sakit

Lebih terperinci

OPD : DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA BARAT

OPD : DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA BARAT OPD : DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA BARAT Indikator Kode Dana/ Pagu Indikatif 1 URUSAN WAJIB 1 07 BIDANG PERHUBUNGAN 1 07 49 Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan 1 07 49 01 Persiapan

Lebih terperinci

TINJAUAN TATA LAKSANA PELAYANAN KESEHATAN MELALUI SISTEM ASURANSI KESEHATAN DI RSUD PROF. DR. WZ. JOHANNES KUPANG TAHUN 2009

TINJAUAN TATA LAKSANA PELAYANAN KESEHATAN MELALUI SISTEM ASURANSI KESEHATAN DI RSUD PROF. DR. WZ. JOHANNES KUPANG TAHUN 2009 TINJAUAN TATA LAKSANA PELAYANAN KESEHATAN MELALUI SISTEM ASURANSI KESEHATAN DI RSUD PROF. DR. WZ. JOHANNES KUPANG TAHUN 2009 Felix Kasim, Aurelia Maria Liliweri Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan (kuratif) dan pemulihan

BAB I PENDAHULUAN. upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan (kuratif) dan pemulihan 7 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Rumah sakit merupakan suatu institusi di mana segenap lapisan masyarakat bisa datang untuk memperoleh upaya penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif). Upaya

Lebih terperinci

BUPATI MALANG BUPATI MALANG,

BUPATI MALANG BUPATI MALANG, BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 24 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya

Lebih terperinci

EVALUASI DISTRIBUSI DAN PENYIMPANAN VAKSIN DI DINAS KESEHATAN KAB.MAJENE SULAWESI BARAT

EVALUASI DISTRIBUSI DAN PENYIMPANAN VAKSIN DI DINAS KESEHATAN KAB.MAJENE SULAWESI BARAT FORUM NASIONAL II : Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia EVALUASI DISTRIBUSI DAN PENYIMPANAN VAKSIN DI DINAS KESEHATAN KAB.MAJENE SULAWESI BARAT UMMU KALSUM T, S.Farm,Apt,MPH MANAJEMEN KEBIJAKAN OBAT

Lebih terperinci

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO, - 1 - PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR 32 TAHUN 2014 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RA. BASOENI KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

Oleh : Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah

Oleh : Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Oleh : Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah POPULASI PENDUDUK DI JAWA TENGAH SEBANYAK 33.270.207 JIWA JUMLAH PMKS SEBESAR 5.016.701 JIWA / 15,08 % DARI PENDUDUK JATENG PERINCIAN : KEMISKINAN 4,468,621

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

PETUNJUK TEKNIS SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PETUNJUK TEKNIS SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DINAS KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2011 PETUNJUK TEKNIS SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN PROVINSI NUSA

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL

PENGEMBANGAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL PENGEMBANGAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL ASSOSIASI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN INDONESIA Dr.dr. MELIANA ZAILANI, MARS KOMPARTEMEN UMUM DAN ORGANISASI Pengembangan Rumah Sakit Pendidikan di daerah

Lebih terperinci

Jawa Barat Dalam Angka 2007 19

Jawa Barat Dalam Angka 2007 19 GOVERNMENT Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di kantor Provinsi Jawa Barat sebanyak 12 815 orang, dengan tingkat pendidikan S2 0,20 %, S1 14,62 %, D4 0,11%, D3 16,14 %, D2 2,27 %, D1 0,43 %, SLTA 48,01

Lebih terperinci

PELAYANAN KEFARMASIAN SESUAI STANDAR

PELAYANAN KEFARMASIAN SESUAI STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN SESUAI STANDAR Engko Sosialine M. Dit. Jen. Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI 1 OUTLINE KERANGKA UMUM: WHAT WHERE HOW WHO KETERSEDIAAN APOTEKER- DEMAND

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2014 TENTANG TENAGA KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2014 TENTANG TENAGA KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2014 TENTANG TENAGA KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa tenaga kesehatan memiliki peranan penting

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH.1. Aspek Geografi dan Demografi.1.1. Kondisi Geografis Daerah Provinsi Jawa Barat secara geografis terletak di antara 5 5-7 5 Lintang Selatan dan 14 48-18 48 Bujur Timur,

Lebih terperinci

Link and match Pengembangan RS Pendidikan di daerah sulit dengan FK dan RS Pendidikannya. Agung Pranoto Fakultas Kedokteran UNAIR

Link and match Pengembangan RS Pendidikan di daerah sulit dengan FK dan RS Pendidikannya. Agung Pranoto Fakultas Kedokteran UNAIR Link and match Pengembangan RS Pendidikan di daerah sulit dengan FK dan RS Pendidikannya Agung Pranoto Fakultas Kedokteran UNAIR Topik 1. Latar Belakang 2. Rumah Sakit Pendidikan & Fak Kedokteran 3. Permasalahan

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Badan PPSDM Kesehatan tahun 2014 Page 1

Laporan Akuntabilitas Kinerja Badan PPSDM Kesehatan tahun 2014 Page 1 Laporan Akuntabilitas Kinerja Badan PPSDM Kesehatan tahun 2014 Page 1 RINGKASAN EKSEKUTIF Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya manusia

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PENGHITUNGAN BIAYA PENGEMBANGAN DESA DAN KELURAHAN SIAGA AKTIF

PETUNJUK TEKNIS PENGHITUNGAN BIAYA PENGEMBANGAN DESA DAN KELURAHAN SIAGA AKTIF PETUNJUK TEKNIS PENGHITUNGAN BIAYA PENGEMBANGAN DESA DAN KELURAHAN SIAGA AKTIF i ii KATA PENGANTAR Desa dan merupakan salah satu indikator dalam Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota.

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS BANTUAN SOSIAL (BANSOS) PROGRAM PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT DIREKTORAT BINA GIZI MASYARAKAT

PETUNJUK TEKNIS BANTUAN SOSIAL (BANSOS) PROGRAM PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT DIREKTORAT BINA GIZI MASYARAKAT PETUNJUK TEKNIS BANTUAN SOSIAL (BANSOS) PROGRAM PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT DIREKTORAT BINA GIZI MASYARAKAT DIREKTORAT JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT DEPARTEMEN KESEHATAN R I TAHUN 2008 BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKES. Dana Alokasi Khusus. Kesehatan. TA 2014. Petunjuk Teknis.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKES. Dana Alokasi Khusus. Kesehatan. TA 2014. Petunjuk Teknis. No.6, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKES. Dana Alokasi Khusus. Kesehatan. TA 2014. Petunjuk Teknis. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN TAHUN 2013

LAPORAN TAHUNAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN TAHUN 2013 D I N A S K E S E H A T A N K O T A B A N D U N G JL S U P R A T M A N 73 B A N D U N G LAPORAN TAHUNAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL lenovo BIDANG KESEHATAN TAHUN 2013 2013 DINAS KESEHATAN KOTA BANDUNG JL

Lebih terperinci

Sistem Kesehatan Nasional

Sistem Kesehatan Nasional Sistem Kesehatan Nasional Departemen Administrasi & Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof. Drh. Wiku Adisasmito, M.Sc., Ph.D. Sistem Kesehatan Nasional Kepmenkes

Lebih terperinci

Farid Husin Prodi S2 Kebidanan FKUP International Conference on Women s Health in Science & Engineering, Bandung 6 Desember 2012

Farid Husin Prodi S2 Kebidanan FKUP International Conference on Women s Health in Science & Engineering, Bandung 6 Desember 2012 Farid Husin Prodi S2 Kebidanan FKUP International Conference on Women s Health in Science & Engineering, Bandung 6 Desember 2012 SISTEMATIKA 1 Analisis Hambatan dalam penurunan AKI/AKB Penerapan Standar

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Buku Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) RSUD Ambarawa

KATA PENGANTAR. Buku Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) RSUD Ambarawa KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, taufik, dan karunia Nya, kami dapat menyelesaikan Penyusunan Buku Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi

Lebih terperinci

Yang terhormat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi di- Seluruh Indonesia

Yang terhormat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi di- Seluruh Indonesia Nomor : DM.02.03/I/V.3/01057/2013 5 Februari 2013 Lampiran : 1 (satu) berkas Perihal : Rekrutmen Calon Peserta Program Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis/ Dokter Gigi Spesialis Angkatan XII Tahun 2014

Lebih terperinci

OVERVIEW KLB KERACUNAN PANGAN

OVERVIEW KLB KERACUNAN PANGAN OVERVIEW KLB KERACUNAN PANGAN Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan adalah suatu kejadian dimana terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit dengan gejala yang sama atau hampir sama setelah

Lebih terperinci

PENCAPAIAN INDIKATOR MUTU BULAN JANUARI-MARET 2016

PENCAPAIAN INDIKATOR MUTU BULAN JANUARI-MARET 2016 KESEHATAN DAERAH MILITER III / SILIWANGI RUMAH SAKIT TK. II 3.5.1 DUSTIRA PENCAPAIAN INDIKATOR MUTU BULAN JANUARI-MARET 216 Jl. Dr. Dustira No.1 Cimahi Telp. 665227 Faks. 665217 email : rsdustira@yahoo.com

Lebih terperinci

MANAJEMEN PELAYANAN MEDIK DI RUMAH SAKIT. Henni Djuhaeni

MANAJEMEN PELAYANAN MEDIK DI RUMAH SAKIT. Henni Djuhaeni 1 MANAJEMEN PELAYANAN MEDIK DI RUMAH SAKIT Henni Djuhaeni I. Pendahuluan Pelayanan medik khususnya medik spesialistik merupakan salah satu Ciri dari Rumah Sakit yang membedakan antara Rumah Sakit dengan

Lebih terperinci

Kebijakan STR Tenaga Kesmas oleh MTKI

Kebijakan STR Tenaga Kesmas oleh MTKI Kebijakan STR Tenaga Kesmas oleh MTKI Oleh Drs. Sulistiono, SKM,M.Sc Ketua Divisi Registrasi Padang,27 Oktober 2014 ? Saat ini STR dgn MTKP UK = Hub MTKI exit-exam & MTKP OP & CPD SKP TUGAS & FUNGSI MTKI

Lebih terperinci

KEGIATAN DALAM RANGKA HARI KANKER SEDUNIA 2013 DI JAWA TIMUR

KEGIATAN DALAM RANGKA HARI KANKER SEDUNIA 2013 DI JAWA TIMUR KEGIATAN DALAM RANGKA HARI KANKER SEDUNIA 2013 DI JAWA TIMUR PENDAHULUAN Kanker merupakan salah satu penyakit yang telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia maupun di Indonesia. Setiap tahun,

Lebih terperinci

PROBLEM RETAKER PADA UJI KOMPETENSI DOKTER INDONESIA. KB- UKDI DI PRESENTASIKAN 31-08 -2012 Forum Dekan AIPKI di Hotel Meridien Jakarta

PROBLEM RETAKER PADA UJI KOMPETENSI DOKTER INDONESIA. KB- UKDI DI PRESENTASIKAN 31-08 -2012 Forum Dekan AIPKI di Hotel Meridien Jakarta PROBLEM RETAKER PADA UJI KOMPETENSI DOKTER INDONESIA KB- UKDI DI PRESENTASIKAN 31-08 -2012 Forum Dekan AIPKI di Hotel Meridien Jakarta TUJUAN UKDI KENDALI MUTU PROFESIONALISME PRAKTISI DOKTER YANG BERPRAKTIK

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Malang, Februari 2015 KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA MALANG,

KATA PENGANTAR. Malang, Februari 2015 KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA MALANG, LAPORAN KINERJA TAHUNAN TAHUN 2014 DINAS KESEHATAN KOTA MALANG KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-nya serta memberi petunjuk, sehingga

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. anak-anak dan dewasa muda. Penyakit ini mencapai lebih dari 13 juta kematian per

BAB I PENDAHULUAN. anak-anak dan dewasa muda. Penyakit ini mencapai lebih dari 13 juta kematian per 11 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemakaian antibiotik pada saat ini sangat tinggi, hal ini disebabkan penyakit infeksi masih mendominasi. Penyakit infeksi sekarang pembunuh terbesar di dunia anak-anak

Lebih terperinci

panduan praktis Pelayanan Kesehatan

panduan praktis Pelayanan Kesehatan panduan praktis Pelayanan Kesehatan 13 02 panduan praktis Pelayanan Kesehatan Kata Pengantar Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang-Undang

Lebih terperinci

PERAN FORUM KOMITE MEDIK DALAM MENCEGAH FRAUD

PERAN FORUM KOMITE MEDIK DALAM MENCEGAH FRAUD d r H H a n n y R o n o s u l i s t y o S p O G ( K ) M M PERAN FORUM KOMITE MEDIK DALAM MENCEGAH FRAUD L/O/G/O MIRIP SEPERTI KKI NYA DI RUMAH SAKIT WHY??? MENGAPA HARUS ADA PERUBAHAN FUNGSI, TATA ORGANISASI

Lebih terperinci

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN STANDAR PELAYANAN KESEHATAN DASAR DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN RI

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN STANDAR PELAYANAN KESEHATAN DASAR DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN RI KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN STANDAR PELAYANAN KESEHATAN DASAR DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN RI NOMOR 9/SP/SETWAPRES/D-5/TUPEG/11/2011 BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Namun seiring berkembangnya zaman, rumah sakit pada era globalisasi

BAB I PENDAHULUAN. Namun seiring berkembangnya zaman, rumah sakit pada era globalisasi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumah sakit merupakan sebuah institusi perawatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya. Namun seiring berkembangnya

Lebih terperinci

DAFTAR BIDANG ILMU. No. Kategori Bidang Ilmu. Filsafat Filsafat Lain yang Belum Tercantum Ilmu Religi dan Budaya

DAFTAR BIDANG ILMU. No. Kategori Bidang Ilmu. Filsafat Filsafat Lain yang Belum Tercantum Ilmu Religi dan Budaya DAFTAR BIDANG ILMU No. Kategori Bidang Ilmu 1 Agama Dan Filsafat - Ilmu Filsafat Filsafat Filsafat Lain yang Belum Tercantum Ilmu Religi dan Budaya 2 3 4 5 6 7 Agama dan Filsafat - Ilmu Pengetahuan Agama

Lebih terperinci

PANDUAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PROFESI APOTEKER ( SKPA )

PANDUAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PROFESI APOTEKER ( SKPA ) PANDUAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PROFESI APOTEKER ( SKPA ) PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA JAKARTA 2014 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR I. PENDAHULUAN II. MAKSUD DAN TUJUAN III. RUANG LINGKUP

Lebih terperinci

Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Bab 4 Batuk dan Kesulitan Bernapas Kasus II. Catatan Fasilitator. Rangkuman Kasus:

Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Bab 4 Batuk dan Kesulitan Bernapas Kasus II. Catatan Fasilitator. Rangkuman Kasus: Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit Bab 4 Batuk dan Kesulitan Bernapas Kasus II Catatan Fasilitator Rangkuman Kasus: Agus, bayi laki-laki berusia 16 bulan dibawa ke Rumah Sakit Kabupaten dari sebuah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, karena

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, karena BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Rumah Sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, karena selain memiliki fungsi sebagai pelayanan, rumah sakit juga menjalankan fungsi pendidikan,

Lebih terperinci

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR GRAFIK...

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR GRAFIK... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR GRAFIK... I II VII VIII X BAB I PENDAHULUAN BAB II GAMBARAN UMUM KOTA BANDUNG A. GEOGRAFI... 4 B. KEPENDUDUKAN / DEMOGRAFI...

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH IDI KABUPATEN ACEH TIMUR ATAS RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA, BUPATI ACEH

Lebih terperinci

JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS)

JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS) JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS) I. Latar Belakang Pasal 33 UUD Negara RI Tahun 1945 mengamanatkan penyelenggaraan jaminan sosial bagi seluruh rakyat. Pasal 34 ayat (2) juga mengamanatkan bahwa

Lebih terperinci

PENGANTAR AKREDITASI PROGRAM KHUSUS KARS

PENGANTAR AKREDITASI PROGRAM KHUSUS KARS PENGANTAR AKREDITASI PROGRAM KHUSUS KARS BEDA PENDAPAT ANTARA SURVEIOR DENGAN RS/SURVEIOR Beda secara signifikan: standar jumlah apoteker di RS ( bila kurang, pengaruhnya terhadap mutu pelayanan farmasi

Lebih terperinci

BUPATI SEMARANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG,

BUPATI SEMARANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG, BUPATI SEMARANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG, Menimbang : a. bahwa agar kebutuhan dasar masyarakat

Lebih terperinci

TFC ( Therapeutic Feeding Centre ) / PPG ( Pusat Pemulihan Gizi )

TFC ( Therapeutic Feeding Centre ) / PPG ( Pusat Pemulihan Gizi ) TFC ( Therapeutic Feeding Centre ) / PPG ( Pusat Pemulihan Gizi ) Balita yang sehat dan cerdas adalah idaman bagi setiap orang. Namun apa yang terjadi jika balita menderita gizi buruk?. Di samping dampak

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 42/KEP/M.PAN/12/2000 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 42/KEP/M.PAN/12/2000 TENTANG MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 42/KEP/M.PAN/12/2000 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL ADMINISTRATOR KESEHATAN DAN

Lebih terperinci

Peran Parlemen dalam Implementasi SJSN- BPJS

Peran Parlemen dalam Implementasi SJSN- BPJS Peran Parlemen dalam Implementasi SJSN- BPJS Oleh: dr. AHMAD NIZAR SHIHAB,SpAn Anggota Komisi IX DPR RI Rakeskesnas, 17 April 2013 Makasar VISI Kementerian Kesehatan MASYARAKAT SEHAT YANG MANDIRI DAN BERKEADILAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM INFORMASI KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM INFORMASI KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM INFORMASI KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2014 TENTANG PENGGUNAAN DANA KAPITASI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL UNTUK JASA PELAYANAN KESEHATAN DAN DUKUNGAN BIAYA OPERASIONAL PADA FASILITAS

Lebih terperinci

Bidang Kesehatan. Adalah Urusan Wajib yang telah di Desentarlisasikan. Dinas Kesehatan adalah Pelaksana Urusan Wajib Bidang Kesehatan di Daerah

Bidang Kesehatan. Adalah Urusan Wajib yang telah di Desentarlisasikan. Dinas Kesehatan adalah Pelaksana Urusan Wajib Bidang Kesehatan di Daerah INOVASI ASOSIASI DINAS KESEHATAN SELURUH INDONESIA (ADINKES) DALAM MENJAGA MUTU PELAYANAN KESEHATAN PRIMER (PUSKESMAS DALAM SKEMA J K N) HOTEL ALILA 20 NOV 2013 JAM 14-15 Bidang Kesehatan P Adalah Urusan

Lebih terperinci

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA HASIL PEMERIKSAAN ATAS

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA HASIL PEMERIKSAAN ATAS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA HASIL PEMERIKSAAN ATAS KINERJA PELAYANAN KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2005 2007 PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PALEMBANG BARI DI PALEMBANG Nomor : 04/S/XVIII.PLG/01/2008

Lebih terperinci

PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR DALAM RANGKA REFORMASI BIROKRASI BIRO KEPEGAWAIAN

PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR DALAM RANGKA REFORMASI BIROKRASI BIRO KEPEGAWAIAN PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR DALAM RANGKA REFORMASI BIROKRASI BIRO KEPEGAWAIAN SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN OKTOBER 2012 1. Krisis ekonomi Tahun 1997 berkembang menjadi krisis multidimensi.

Lebih terperinci

SAMBUTAN. Jakarta, Agustus 2011 Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Dr.Supriyantoro, Sp.P, MARS NIP. 195408112010061001

SAMBUTAN. Jakarta, Agustus 2011 Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Dr.Supriyantoro, Sp.P, MARS NIP. 195408112010061001 i SAMBUTAN Puji dan syukur kita sampaikan ke dadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-nya, sehingga dapat tersusun Buku Petunjuk Pengisian, Pengolahan Data Rumah Sakit. Buku ini berisikan

Lebih terperinci

REGULASI UNIT HEMODIALISIS DI INDONESIA

REGULASI UNIT HEMODIALISIS DI INDONESIA REGULASI UNIT HEMODIALISIS DI INDONESIA Dharmeizar Divisi Ginjal Hipertensi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FKUI/ RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta LANDASAN HUKUM 1. Undang-undang No. 29 tahun 2004

Lebih terperinci

Rancangan 5 September 2011 RENCANA PENGEMBANGAN TENAGA KESEHATAN TAHUN 2011 2025

Rancangan 5 September 2011 RENCANA PENGEMBANGAN TENAGA KESEHATAN TAHUN 2011 2025 Rancangan 5 September 2011 RENCANA PENGEMBANGAN TENAGA KESEHATAN TAHUN 2011 2025 JAKARTA, 2011 DAFTAR ISI Sambutan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat...... Sambutan Menteri Dalam Negeri...

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2014

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2014 PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2014 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN DALAM PROGRAM JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN BAGI KETUA, WAKIL KETUA, DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT,

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA TRIWULANAN RSUD LAWANG TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA TRIWULANAN RSUD LAWANG TAHUN 2015 LAMPIRAN LAPORAN KINERJA TRIWULANAN RSUD LAWANG TAHUN 2015 RSUD Lawang mempunyai 2 sasaran srategis, yaitu : 1. Meningkatnya sumber daya manusia, sarana, prasarana, peralatan, dan kebijakan untuk pengembangan

Lebih terperinci

KONSEPTUAL RPJMN BIDANG KESEHATAN TAHUN 2015-2019. KEPALA BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARAN Drg. Tini Suryanti Suhandi, M.Kes

KONSEPTUAL RPJMN BIDANG KESEHATAN TAHUN 2015-2019. KEPALA BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARAN Drg. Tini Suryanti Suhandi, M.Kes KONSEPTUAL RPJMN BIDANG KESEHATAN TAHUN 2015-2019 KEPALA BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARAN Drg. Tini Suryanti Suhandi, M.Kes RAKERKESDA PROVINSI JAWA TENGAH Semarang, 22 Januari 2014 UPAYA POKOK UU No. 17/2007

Lebih terperinci