PEMBAGIAN TUGAS KELOMPOK AHLI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PEMBAGIAN TUGAS KELOMPOK AHLI"

Transkripsi

1 PEMBAGIAN TUGAS KELOMPOK AHLI RENCANA PEMBELAJARAN I AHLI TOPIK TPK NO. JML TPK I Rantai Makanan 2,3,4,5 4 II - Rantai makanan dan tingkat trofik 6,7 2 - Aliran energi III Piramida ekologi 8,9,10,11 4 TPK Kelompok Asal: 1 RENCANA PEMBELAJARAN II AHLI TOPIK TPK NO. JML TPK I Siklus Nitrogen 2,3,4, 3 II Siklus CO2 dan O2 5,6,7 3 III Suksesi 10,11,12 3 TPK Kelompok Asal: 1 RENCANA PEMBELAJARAN III AHLI TOPIK TPK NO. JML TPK I Ekosistem Darat 2,3,4 3 II Ekosistem Air Tawar 5,6,7,8,9 5 III Ekosistem Air Laut dan Biosfer 10,11,14,15 5 TPK Kelompok Asal: 1

2 RENCANA PELAJARAN (RP 03) Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah Mata Pelajaran : Biologi Pokok Bahasan : Aksi Interaksi Sub Pokok Bahasan : Hubungan antara komunitas dengan Lingkungannya membentuk berbagai macam ekosistem. Kelas : I Semester : 2 Alokasi Waktu : 3 x 45 menit I. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) Siswa memahami prinsip dan pola interaksi dalam ekosistem melalui perencaan, pengamatan, dan diskusi. II. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) A. Tujuan Produk Setelah kegiatan belajar mengajar siswa dapat: 1. Menuliskan ciri-ciri bioma. 2. Menuliskan vegetasi utama suatu bioma. 3. Menuliskan hewan utama penghuni suatu bioma. 4. Menjelaskan pengelompokan organisme air tawar berdasarkan kebiasaan hidup. 5. Membedakan empat pembagian tempat pada danau. 6. Menjelaskan pembagian ekosistem air laut berdasarkan kedalamannya. 7. Menjelaskan pembagian ekosistem air laut berdasarkan wilayah permukaan secara horizontal. 8. Memerikan ciri-ciri ekosistem pantai. 9. Membedakan ekosistem estuari dan ekosistem terumbu. 10. Menjelaskan kedudukan organisme dalam biosfer. B. Tujuan Proses 1. Menyusun diagram pembagian ekosistem di muka bumi. C. Tujuan Afektif 1. mengajukan pertanyaan 2. menjawab pertanyaan

3 3. menyampaikan ide/pendapat 4. mendengarkan secara aktif 5. berada dalam tugas D. Tujuan Sosial 1. menghormati pebedaan individu. 2. menunjukkan penghargaan dan simpati 3. melakukan kompromi 4. menghargai pendapat III. Sumber Pembelajaran 1. Buku Siswa 2. Buku-buku lain yang relevan 3. LKS 03 IV. Pengelolaan Pembelajaran 1. Model : Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw 2. Metode : Ceramah, Tanya jawab, dan diskusi. 3. Alat Peraga : Transparansi V. Kegiatan Belajar Mengajar A. Pendahuluan Fase 1: Menyajikan rencana dan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa (10 menit) 1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang macammacam ekosistem yang meliputi tujuan produk, tujuan afektif, dan tujuan sosial dengan transparansi. 2. Guru memotivasi siswa dengan: (a) Menyatakan bahwa pada hari ini kita akan mempelajari subpokok bahasan Macam-macam Ekosistem dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. (b) Menanyakan kepada siswa apakah pernah melihat ekosistem padang rumput, ekosistem danau, ekosistem pantai, dan ekosistem terumbu karang, dan menanyakan vegetasi apa dan hewan apa yang ditemukan pada masing-masing ekosistem tersebut. (c) Menampilkan beberapa gambar contoh ekosistem melalui transparan dan menyatakan bahwa kita akan membahasnya semua pada hari ini. Tidak

4 B. Inti Fase 2: Menyajikan informasi (10 menit) 1. Guru mengingatkan kembali kepada siswa materi pelajaran yang terdahulu tentang pengertian ekosistem, dan komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem, dan menanyakan kembali kepada 2 orang siswa pengertian ekosistem dan contoh komoponen biotik dan abiotik penyusun ekosistem. 2. Guru mengaitkan pengetahuan awal siswa tentang komponen biotik dan abiotik ekosistem dengan subpokok bahasan Macam-macam Ekosistem. 3. Guru menyajikan informasi bahwa perbedaan komponen biotik dan abiotik penyusun suatu ekosistem menyebabkan perbedaan nama ekosistem tersebut. Memberikan contoh, misalnya ekosistem terumbu karang didominsi oleh karang (coral), ekosistem padang rumput didominasi oleh vegetasi rumput. 4. Guru menyajikan dengan charta diagram pembagian ekosistem di muka bumi. Tidak Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar (10 menit) 1. Guru mengingatkan kembali bahwa dalam pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, siswa akan dibagi dalam kelompok asal dan kelompok ahli untuk bekerja secara kooperatif. 2. Guru membagi kelas ke dalam kelompok asal dan membagi tugas kelompok ahli, kemudian menganjurkan siswa untuk berada pada kelompok asal masing-masing sesuai yang telah ditentukan 3. Guru mengingatkan kembali siswa keterampilan kooperatif yang harus dilakukan selama pembelajaran dengan menampilkan transparansi yang berisi keterampilan-keterampilan kooperatif yang harus dilatihkan selama pembelajaran berlangsung. Tidak

5 Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar A. Membaca, menelaah, menginterpetasi: (10 menit) 1. Guru membagikan LKS 03 kepada seluruh siswa. 2. Guru memperjelas topik ahli yang ada pada LKS dengan menampilkan transparansi Pembagian Tugas Kelompok Ahli, yaitu: Topik ahli 1 : Ekosistem darat (Buku siswa Hal dan LKS 03-Topik 1) Topik ahli 2: Ekosistem air tawar (Buku siswa hal dan LKS 03-Topik 2) Topik ahli3: - Ekosistem air laut (Buku siswa hal dan LKS 03-Topik 3) 3. Guru menganjurkan siswa untuk memperhatikan dan memeriksa topik masing-masing pada BUKU SISWA dan LKS-03 dan menganjurkan untuk mulai membaca topik masing-masing. (Pada saat yang sama guru mengingatkan siswa, bahwa kalau ada hal yang ingin ditanyakan, terlebih dahulu ditanyatakan kepada teman kelompok sebelum ditanyatakan kepada guru). B. Diskusi Kelompok Ahli: (30 menit) 1. Guru memberitahukan siswa untuk duduk (berada) pada kelompok ahli masing-masing. 2. Guru menganjurkan siswa untuk: (a) berdiskusi pada kelompok ahli sesuai dengan keahlian masing-masing, (b) mengerjakan LKS 03 dan (c) mengingatkan siswa untuk menggunakan keterampilan kooperatif dalam bekerja. C. Kelompok asal: (40 menit) 1. Guru menganjurkan siswa untuk kembali ke kelompok asal atau menempati bangku kelompok asal. 2. Guru memberikan kesempatan kepada anggota Kelompok Ahli dalam kelompok asal untuk bernegosiasi/kompromi siapa yang akan menjelaskan topik keahliannya di depan anggota kelompok asal. 3. Guru menganjurkan siswa untuk memulai kegiatan presentasi kelompok ahli di depan anggota kelompok asal masing-masing sambil membimbing dan mengingatkan siswa untuk menggunakan keterampilan koperatif.

6 Fase 5: Evaluasi (15 menit) Siswa memperoleh kuis individu yang mencakup semua topik. C. Penutup Fase 6: Memberikan Penghargaan (10 menit) 1. Guru merangkum materi pelajaran tentang macam-macam ekosistem dengan transparansi. 2. Guru mengumumkan kelompok berprestasi pada pertemuan sebelumnya dan memberikan hadiah dalam bentuk piagam penghargaan pada kelompok berprestasi. 3. Guru memberitahukan siswa bahwa penentuan kelompok yang akan memperoleh penghargaan untuk pertemuan hari ini akan dilakukan pada pertemuan berikutnya. 4. Guru menugaskan kepada siswa untuk mengerjakan soalsoal latihan pada akhir pokok bahasan Tidak Tidak Tidak Tidak DAFTAR PUSTAKA Depdikbud, Garis-garis Besar Program Pengajaran Sekolah Menengah Umum. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia., Kurikulum Sekolah Menengah Umum: Petunjuk Teknis Mata Pelajaran Biologi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Ibarat, T., Melani, K., & Bagod, S., Prestasi Biologi I. Bandung: Ganeca Exact. Lederer, R.J. (1985) Ecology and Field Biology. California: The Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc. Pratiwi, D.A., Sri, M., Srikini, Suharno, & Bambang S., Buku Penuntun Biologi Untuk SMU Kelas I. Jakarta: Erlangga.

7 RENCANA PELAJARAN (RP 02) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Kelas Semester : 2 Alokasi Waktu : 3 x 45 menit : Madrasah Aliyah : Biologi : Aksi Interaksi : - Pola-pola interaksi yang melibatkan faktorfaktor biotik-abiotik. - Dalam interaksinya komunitas mengalami pertumbuhan yang dinamik hingga mencapai klimaks. : I I. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) Siswa memahami prinsip dan pola interaksi dalam ekosistem melalui perencaan, pengamatan, dan diskusi. II. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) A. Tujuan Produk Setelah kegiatan belajar mengajar siswa dapat: 11. Menjelaskan pengertian siklus biogeokimia. 12. Menyebutkan bentuk-bentuk nitrogen dalam tanah yang dimanfaatkan oleh tumbuhan. 13. Menjelaskan bagaimana nitrogen dimanfaatkan oleh tumbuhan. 14. Menjelaskan sumber-sumber CO 2 di alam. 15. Menjelaskan pengertian suksesi. 16. Membedakan suksesi primer dengan suksesi sekunder. 17. Menuliskan contoh suksesi B. Tujuan Proses 1. Membuat skema siklus nitrogen yang terjadi pada suatu komunitas. 2. Membuat diagram siklus CO2 dan O2 yang terjadi pada suatu komunitas. 3. Meramalkan urutan komunitas suksesi yang terjadi pada suatu ekosistem. C. Tujuan Afektif

8 6. mengajukan pertanyaan 7. menjawab pertanyaan 8. menyampaikan ide/pendapat 9. menghargai pendapat 10. mendengarkan secara aktif 11. berada dalam tugas D. Tujuan Sosial 5. menghormati pebedaan individu. 6. menunjukkan penghargaan dan simpati 7. melakukan kompromi 8. menghargai pendapat III. Sumber Pembelajaran 4. Buku Siswa 5. Buku-buku lain yang relevan 6. LKS 02 IV. Pengelolaan Pembelajaran 1. Model : Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw 2. Metode : Ceramah, Tanya jawab, dan diskusi. 3. Alat Peraga : Charta V. Kegiatan Belajar Mengajar A. Pendahuluan

9 Fase 1: Menyajikan rencana dan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa (10 menit) 1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang siklus biogeokimia dan suksesi yang meliputi tujuan produk, tujuan afektif, dan tujuan sosial dengan transparansi. 2. Guru memotivasi siswa dengan: (d) Menyatakan bahwa pada hari ini kita akan mempelajari tentang siklus biogeokimia dan suksesi dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. (e) Menanyakan kepada siswa apakah kita sekarang ini sedang terlibat dalam pengalihan materi (siklus biogeokimia) dalam ekosistem. Dan menanyakan kepada siswa apakah gunung Rinjani yang ada di Lombok pernah meletus seperti gunung Krakatau, dan bagaimana proses suksesinya sehingga menjadi komunitas klimaks seperti sekarang ini. B. Inti Fase 2: Menyajikan informasi (15 menit) 5. Guru mengingatkan kembali kepada siswa materi pelajaran yang terdahulu tentang rantai makanan dan jaring-jaringan makanan. 6. Guru mengaitkan pengetahuan sebelumnya terutama tentang rantai makanan dan jaring-jaring makanan, hubungannya dengan pengalihan materi (siklus biogeokimia). 7. Guru menyajikan informasi secara ringkas tentang siklus biogeokimia dan suksesi dengan menyatakan bahwa ekosistem dapat terbentuk melalui berbagai proses baik secara alami maupun buatan. Tidak

10 Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar (10 menit) 4. Guru mengingatkan kembali bahwa dalam pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, siswa akan dibagi dalam kelompok asal dan kelompok ahli untuk bekerja secara kooperatif. 5. Guru membagi kelas ke dalam kelompok asal dan membagi tugas kelompok ahli, kemudian menganjurkan siswa untuk berada pada kelompok asal masing-masing sesuai yang telah ditentukan 7. Guru mengingatkan kembali siswa keterampilan kooperatif yang harus dilakukan selama pembelajaran dengan menampilkan transparansi yang berisi keterampilan-keterampilan kooperatif yang harus dilatihkan selama pembelajaran berlangsung. Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar A. Membaca, menelaah, menginterpetasi: (15 menit) 4. Guru membagikan LKS 03 kepada seluruh siswa. 5. Guru memperjelas topik ahli yang ada pada LKS dengan menampilkan transparansi Pembagian Tugas Kelompok Ahli, yaitu: Topik Ahli 1 : Siklus nitrogen (Buku siswa Hal dan LKS 02-Topik 1) Topik Ahli 2: Siklus CO 2 dan O 2 (Buku siswa hal dan LKS 02-Topik 2) Topik Ahli3: Suksesi (Buku siswa hal dan LKS 02-Topik 3) 6. Guru menganjurkan siswa untuk memperhatikan dan memeriksa topik masing-masing pada BUKU SISWA dan LKS-02 dan menganjurkan untuk mulai membaca topik masing-masing. (Pada saat yang sama guru mengingatkan siswa, bahwa kalau ada hal yang ingin ditanyakan, terlebih dahulu ditanyatakan kepada teman kelompok sebelum ditanyatakan kepada guru).

11 B. Diskusi Kelompok Ahli: (25 menit) 1. Guru memberitahukan siswa untuk duduk (berada) pada kelompok ahli masing-masing. 2. Guru menganjurkan siswa untuk: (a) berdiskusi pada kelompok ahli sesuai dengan keahlian masing-masing, (b) mengerjakan LKS 02 dan mengingatkan siswa untuk bekerja secara kooperatif. C. Kelompok asal: (50 menit) 4. Guru menganjurkan siswa untuk kembali ke kelompok asal atau menempati bangku kelompok asal. 5. Guru memberikan kesempatan kepada anggota Kelompok Ahli dalam kelompok asal untuk bernegosiasi siapa yang akan menjelaskan topik keahliannya di depan anggota kelompok asal. 6. Guru menganjurkan siswa untuk memulai kegiatan presentasi kelompok ahli di depan anggota kelompok asal masing-masing sambil mengingatkan siswa untuk menggunakan keterampilan koperatif. Fase 5: Evaluasi (15 menit) Siswa memperoleh kuis individu yang mencakup semua topik. C. Penutup Fase 6: Memberikan Penghargaan (10 menit) 5. Guru merangkum materi pelajaran tentang Siklus Biogeokimia dan Suksesi dengan transparansi. 6. Guru mengumumkan kelompok berprestasi pada pertemuan sebelumnya dan memberikan hadiah dalam bentuk piagam penghargaan kepada kelompok berprestasi. 7. Guru memberitahukan siswa bahwa penentuan kelompok yang akan memperoleh penghargaan untuk pertemuan hari ini akan dilakukan pada pertemuan berikutnya. 8. Guru menugaskan kepada siswa untuk mengerjakan soalsoal latihan pada akhir pokok bahasan dan membaca materi untuk pertemuan berikutnya. Tidak Tidak Tidak Tidak

12 DAFTAR PUSTAKA Depdikbud, Garis-garis Besar Program Pengajaran Sekolah Menengah Umum. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia., Kurikulum Sekolah Menengah Umum: Petunjuk Teknis Mata Pelajaran Biologi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Ibarat, T., Melani, K., & Bagod, S., Prestasi Biologi I. Bandung: Ganeca Exact. Lederer, R.J. (1985) Ecology and Field Biology. California: The Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc. Pratiwi, D.A., Sri, M., Srikini, Suharno, & Bambang S., Buku Penuntun Biologi Untuk SMU Kelas I. Jakarta: Erlangga.

13 RENCANA PELAJARAN (RP 01) Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah Mata Pelajaran : Biologi Pokok Bahasan : Aksi Interaksi Sub Pokok Bahasan : Pola-pola interaksi yang melibatkan faktorfaktor biotik-abiotik Kelas : I Semester : 2 Alokasi Waktu : 3 x 45 menit I. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) Siswa memahami prinsip dan pola interaksi dalam ekosistem melalui perencanaan, pengamatan, dan diskusi. II. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) A. Tujuan Produk Setelah kegiatan belajar mengajar siswa dapat: 2. Menyebutkan 4 macam pola aksi interaksi. 3. Menentukan batasan organisme yang terlibat pada rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit. 4. Menyusun urutan tingkat trofik dalam suatu rantai makanan. 5. Menjelaskan pengertian aliran energi 6. Menjelaskan urutan pemindahan aliran energi dalam suatu ekosistem. 7. Menjelaskan piramida ekologi 8. Mendefinisikan pengertian biomassa. 9. Menjelaskan penyebab terjadinya penurunan energi yang tersedia pada piramida energi B. Tujuan Proses 2. Menggambarkan jaring-jaring makanan dalam suatu komunitas. 3. Meramalkan yang terjadi pada suatu komunitas jika salah satu mata rantai pada rantai makanan mengalami perubahan jumlah. C. Tujuan Afektif 2. mengajukan pertanyaan 3. menjawab pertanyaan 4. menyampaikan ide/pendapat

14 5. menghargai pendapat 6. mendengarkan secara aktif 7. berada dalam tugas D. Tujuan Sosial 9. menghormati pebedaan individu. 10. menunjukkan penghargaan dan simpati 11. melakukan kompromi 12. menghargai pendapat III. Sumber Pembelajaran 1. Buku Siswa 2. LKS 01a, LKS-01b 3. Buku-buku lain yang relevan 4. Lingkungan sekitar. IV. Pengelolaan Pembelajaran 1. Model : Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw 2. Metode : Ceramah, Tanya jawab, dan diskusi. 3. Alat Peraga : Charta V. Kegiatan Belajar Mengajar A. Pendahuluan

15 Fase 1: Menyajikan rencana dan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa (10 menit) 1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang Pola-pola Aksi Interaksi yang meliputi tujuan produk, tujuan proses, tujuan afektif, tujuan sosial dengan transparansi. 2. Guru memotivasi siswa dengan: (f) Menyatakan bahwa pada hari ini kita akan mempelajari subpokok bahasan Pola-pola Aksi Interaksi dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. (g) Menanyakan kepada siswa Bisakah kita manusia atau makhluk hidup lain hidup sendiri tanpa membutuhkan makhluk hidup lain dan meminta dua orang untuk menjawab yang disertai dengan alasan atas jawabannya. (h) Menyuruh dua atau tiga orang siswa menceritakan kembali bagaimana hasil pengamatannya terhadap ekosistem sawah yang telah ditugaskan dengan LKS-01a. B. Inti Tidak Tidak Fase 2: Menyajikan informasi (10 menit) 1. Guru mengingatkan kembali siswa materi pelajaran yang terdahulu tentang komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem, dan menanyakan kembali kepada 2 orang siswa contoh komoponen biotik dan abiotik penyusun ekosistem. 2. Guru mengaitkan pokok bahasan Aksi Interaksi dengan pokok bahasan sebelumnya terutama mengenai komponen biotik dan abiotik penyusun ekosistem. 3. Mengulas inti hasil kegiatan siswa dalam LKS- 01a untuk menunjukkan dan memperjelas contoh pola akis interaksi dalam suatu komunitas. 4. Menyajikan secara umum materi tentang polapola interaksi antara komponen biotik dalam ekosistem dengan menggunakan charta. Tidak Tidak

16 Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar (10 menit) 6. Guru menyatakan bahwa dalam pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, siswa akan dibagi dalam kelompok asal dan kelompok ahli untuk bekerja secara kooperatif. 7. Guru membagi kelas ke dalam kelompok asal dan membagi tugas kelompok ahli, kemudian menganjurkan siswa untuk berada pada kelompok asal masing-masing sesuai yang telah ditentukan 8. Guru mengingatkan siswa keterampilan kooperatif yang harus dilakukan selama pembelajaran dengan menampilkan transparansi yang berisi keterampilanketerampilan kooperatif yang harus dilatihkan selama pembelajaran berlangsung. Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar A. Membaca, menelaah, menginterpetasi: (10 menit) 1. Guru membagikan LKS-01b kepada seluruh siswa. 2. Guru memperjelas topik ahli yang ada pada LKS-01b dengan menampilkan transparansi Pembagian Tugas Kelompok Ahli, yaitu:

17 Topik ahli 1 : Rantai makanan (Buku siswa Hal. 3-5 dan LKS 01b-Topik 1) Topik ahli 2: - Rantai makanan dan tingkat trofik - Aliran energi (Buku siswa hal. 6-7 dan LKS 01b-Topik 2) Topik ahli3: Piramida ekologi (Buk u siswa hal. 7 9 dan LKS 01b-Topik 3) 3. Guru menganjurkan siswa untuk memperhatikan dan memeriksa topik masing-masing pada BUKU SISWA dan LKS-01b dan menganjurkan untuk mulai membaca topik masing-masing. (Pada saat yang sama guru mengingatkan siswa, bahwa kalau ada hal yang ingin ditanyakan, terlebih dahulu ditanyatakan kepada teman kelompok sebelum ditanyatakan kepada guru). B. Diskusi kelompok ahli: (30 menit) 1. Guru memberitahukan siswa untuk duduk (berada) pada kelompok ahli masing-masing. 2. Guru menganjurkan siswa untuk: (a) berdiskusi pada kelompok ahli sesuai dengan keahlian masing-masing, (b) mengerjakan LKS 01b dan mengingatkan siswa untuk bekerja secara kooperatif. C. Kelompok asal: (40 menit) 7. Guru menganjurkan siswa untuk kembali ke kelompok asal atau menempati bangku kelompok asal. 8. Guru memberikan kesempatan kepada anggota kelompok ahli dalam kelompok asal untuk bernegosiasi siapa yang akan menjelaskan topik keahliannya di depan anggota kelompok asal. 9. Guru menganjurkan siswa untuk memulai kegiatan presentasi kelompok ahli di depan anggota kelompok asal masing-masing. Fase 5: Evaluasi (15 menit) Siswa memperoleh kuis individu yang mencakup semua topik.

18

19 C. Penutup Fase 6: Memberikan Penghargaan (10 menit) 9. Memberikan penghargaan kepada kelompok yang bekerja dengan sungguh-sungguh LKS pengamatan (LKS-01a). 10. Guru memberitahukan siswa bahwa penentuan kelompok yang akan memperoleh penghargaan untuk pertemuan hari ini akan dilakukan pada pertemuan berikutnya. 11. Guru merangkum materi dengan transparansi 12. Guru menugaskan kepada siswa untuk mengerjakan soalsoal latihan pada akhir pokok bahasan dan membaca materi untuk pertemuan berikutnya. Tidak Tidak Tidak Tidak DAFTAR PUSTAKA Depdikbud, Garis-garis Besar Program Pengajaran Sekolah Menengah Umum. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia., Kurikulum Sekolah Menengah Umum: Petunjuk Teknis Mata Pelajaran Biologi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Ibarat, T., Melani, K., & Bagod, S., Prestasi Biologi I. Bandung: Ganeca Exact. Lederer, R.J. (1985) Ecology and Field Biology. California: The Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc. Pratiwi, D.A., Sri, M., Srikini, Suharno, & Bambang S., Buku Penuntun Biologi Untuk SMU Kelas I. Jakarta: Erlangga.

20 PEDOMAN PENGATURAN DAN PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW POKOK BAHASAN AKSI INTERAKSI A. Pengantar Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, dengan siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4 6 orang secara heterogen dan bekerjasama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain (Arends, 1997). Pada model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, terdapat Kelompok Asal dan Kelompok Ahli. Hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli digambarkan sebagai berikut (Arends, 2001). Kelompok Asal KLP I KLP II KLP III KLP IV KLP V KLP VI A A A B A B A A A B A B B C B C C C B C B C C C A A A A A A A A A B B B B B B B B B C C C C C C C C C Kelompok Ahli I Kelompok Ahli II Kelompok Ahli III Gambar 2.1: Ilustrasi Kelompok jigsaw Keterangan: Para anggota dari kelompok asal yang berbeda, bertemu dengan topik yang sama dalam kelompok ahli untuk berdiskusi dan membahas materi yang ditugaskan pada masingmasing anggota kelompok serta membantu satu sama lain untuk mempelajari topik mereka tersebut. Setelah pembahasan selesai, para anggota kelompok kemudian kembali pada

21 kelompok asal dan mengajarkan pada teman sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan di kelompok ahli. Jigsaw didesain selain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa secara mandiri juga dituntut saling ketergantungan yang positif (saling memberi tahu) terhadap teman sekelompoknya. Selanjutnya di akhir pembelajaran, siswa diberi kuis secara individu yang mencakup topik materi yang telah dibahas. B. Pengaturan Kelompok 1. Bagilah siswa ke dalam 6 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 4 sampai 6 orang siswa. Catatan: Setiap kelompok harus terdiri dari siswa yang pandai, agak pandai, kurang pandai. Dan sedapat mungkin dari suku (asal) daerah yang berbeda. 2. Tentukan masing-masing anggota kelompok, siapa yang akan bertugas sebagai Ahli I untuk topik I, Ahli II untuk topik II, dan Ahli III untuk topik III. Catatan: - Jika kelompok asal terdiri dari 4 orang, maka ada 1 topik yang dipegang oleh 2 orang, dan 2 topik lainnya masing-masing 1 orang. - Jika kelompok asal terdiri dari 5 orang, maka ada 2 topik yang dipegang oleh 2 orang, dan 1 topik lainnya dipegang oleh 1 orang. - Jika kelompok asal terdiri dari 6 orang, maka setiap topik dipegang oleh masing-masing 2 orang. Daftar topik yang disarankan untuk ditangani oleh dua orang: Untuk RP 1: Piramida Ekologi untuk ahli III Untuk RP 2: Siklus Nitrogen untuk ahli I Untuk RP 3: Ekosistem Air Laut dan Biosfer untuk ahli III

22 3. Aturlah posisi duduk Kelompok Asal seperti pada gambar berikut. Kelompok I Kelompok II Kelompok III Kelompok IV Kelompok V Kelompok VI Meja guru Gambar 1: Model tempat duduk Six-Cluster Setting dalam pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. (Dikutip dari Arends, 2001) 4. Tempat duduk Kelompok Ahli dapat mengikuti pola sebagai berikut. Kelompok Ahli I = Gabungan tempat duduk kelompok I dan kelompok IV. Kelompok Ahli II = Gabungan tempat duduk kelompok II dan kelompok V. Kelompok Ahli III = Gabungan tempat duduk kelompok III dan kelompok VI. C. Pelaksanaan Urutan langkah PBM yang berorientasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada pokok bahasan Aksi Interaksi mengikuti sintaks pembelajaran sebagai berikut. Tabel 1: Langkah pembelajaran kooperatif tipe jigsaw Fase Langkah M e n i t Fase 1 Menyajikan rencana dan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa. (Ikuti cara-cara yang terdapat pada masing-masing RP1, RP2, dan RP3). k e.. 1 s / d 1

23 Fase 2 Fase 3 Menyajikan informasi (Ikuti cara-cara yang terdapat pada masing-masing RP1, RP2, dan RP3) Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar. Guru membagi kelas dalam 6 kelompok belajar, dimana tiap kelompok beranggotakan 4-6 orang dengan beragam tingkat kemampuannya. (Ikuti pengaturan tempat duduk kelompok asal seperti pada gambar 1 di atas). Guru mengingatkan siswa agar setiap kelompok menggunakan keterampilan kooperatif. Dan apabila ada yang mengalami kesulitan, tanyakan kepada teman atau guru s/d menit 2 6 s / d 3 5 Fase 4 Fase 5 Fase 6 Membimbing kelompok bekerja dan belajar Membaca, menelaah dan menginterpretasi: Guru memberikan topik-topik ahli kepada siswa dan siswa membaca materi tersebut, menelaah dan menginterpretasi gambar atau skema sesuai dengan topik masing-masing. (Topik ahli masing-masing RP dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini). Diskusi Kelompok Ahli - Guru mengatur siswa ke dalam kelompok ahli I, II, dan III sesuai dengan ketentuan B nomor 4 di atas. - Siswa dengan topik-topik ahli yang sama bertemu untuk mendiskusikan topik tersebut. Kelompok Asal: - Guru mengatur kembali siswa ke kelompok asal. - Ahli tiap topik kembali ke kelompok asalnya untuk menjelaskan topik kepada anggota kelompoknya. Evaluasi - Guru memberikan kuis individu yang mencakup semua topik. (Berikan lembar kuis yang sudah dibuat untuk masing-masing RP). Memberikan Penghargaan - Penghitungan skor kelompok dan menentukan penghargaan kelompok. Ini dilakukan bila waktu memungkinkan. Penghargaan bisa diberikan pada awar pertemuan berikutnya. (Petunjuk penskoran dan pemberian penghargaan dapat dilihat pada tabel 3 dan tabel 4 berikut). 36 s/d menit 51 s/d menit 76 s/d menit 11 1 s\ d s/ d m e n i t 1 0 m e n i

24 dilihat pada tabel 3 dan tabel 4 berikut). i t Tabel 2: Pembagian tugas topik ahli pada setiap pertemuan. AHLI RP 1 RP 2 RP 3 I Rantai Makanan Siklus Nitrogen Ekosistem Darat II - Rantai makanan dan Siklus CO 2 dan O 2 Ekosistem Air Tawar tingkat trofik. - Aliran energi. III Piramida ekologi Suksesi Ekosistem Air Laut dan Biosfer D. Ketentuan penskoran dan pemberian penghargaan: Setelah kuis akhir pembelajaran dilakukan, maka dilakukan perhitungan skor perkembangan individu dan skor kelompok. Skor individu setiap kelompok memberi sumbangan pada skor kelompok berdasarkan rentang skor yang diperoleh pada kuis sebelumnya dengan skor terakhir. Arends (1997) memberikan petunjuk perhitungan skor kelompok sebagaimana terlihat dalam Tabel berikut. Tabel 3: Konversi Skor Perkembangan Skor Kuis Individu 1. Lebih dari 10 poin di bawah skor awal poin sampai 1 poin di bawah skor awal 3. Skor awal sampai 10 poin di atasnya 4. Lebih dari 10 di atas skor awal 5. Nilai sempurna ( berdasarkan skor awal) Skor Perkembangan Skor awal = Skor total individu pada pretes untuk sejumlah soal yang berhubungan dengan RP yang bersangkutan (RP pada pertemuan yang sedang berlangsung). Skor akhir = Skor total individu yang diperolehnya setelah menyelesaikan soal kuis untuk RP yang bersangkutan (RP pada pertemuan yang sedang berlangsung). Untuk menentukan tingkat penghargaan yang diberikan untuk prestasi kelompok dapat dilihat dalam Tabel 4 berikut.

25 Tabel 4: Tingkat Penghargaan Kelompok Rata- rata kelompok Penghargaan Jenis penghargaan Good Team (tim yang bagus) Great Team (tim yang hebat) Super Team (tim yang super) Piagam Piagam Piagam

26 LEMBAR KEGIATAN SISWA ( L K S 01a ) Tujuan: Siswa memahami prinsip dan pola interaksi dalam ekosistem melalui perencanaan, pengamatan, dan diskusi. A. PETUNJUK UMUM 1. Bacalah uraian materi pokok bahasan Aksi Interaksi di bawah ini sebelum anda melakukan kegiatan. 2. Pada LKS ini terdapat dua kegiatan, yaitu kegiatan pengamatan dan kegiatan diskusi. 3. Catat hasil pengamatan dan diskusi kalian pada lembar kegiatan siswa ini. 4. Diskusikan dengan anggota kelompok (kelompok asal saat di dalam kelas) anda pertanyaan yang ada pada LKS ini. 5. Apabila ada isi uraian materi atau butir pertanyaan pada LKS yang belum dimengerti, terlebih dahulu ditanyakan kepada anggota kelompok sebelum ditanyakan kepada guru. B. URAIAN MATERI AKSI INTERAKSI Makhluk hidup dalam lingkungannya mempunyai keterkaitan satu sama lain. Sebagai contoh, mari kita perhatikan sebuah ekosistem kolam. Di kolam hidup berbagai makhluk hidup, misalnya tumbuhan air, ikan, serta makhluk hidup lain di sekitar kolam, seperti ular, katak, dan burung elang. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ikan bergantung pada tumbuhan air, ular bergantung pada katak dan ikan, serta burung elang bergantung pada katak, ikan atau ular. Kebutuhan tersebut akan tetap terpenuhi selama kondisi faktor biotik dan abiotik di ekosistem tersebut terpeliharan. Dapatkah kalian mengamati ekosistem sawah dan mendiskusikan keterkaitan antar organisme di dalamnya?. Pada suatu ekosistem terdapat tiga tingkat rantai makanan. Rantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan dimakan. Dapatkah kalian menggambarkan rantai makanan yang terjadi pada ekosistem sawah?. Setiap tingkat dari rantai makanan dinamakan taraf trofik. Taraf trofik pertama diduduki oleh produsen yaitu organisme yang berklorofil. Organisme manakah yang disebut sebagai produsen pada ekosistem sawah?. Organisme taraf trofi kedua disebut konsumen primer, taraf trofi ketiga disebut konsumen sekunder, dan seterusnya. Konsumen primer yang memakan produsen disebut herbivora, konsumen sekunder yang memakan konsumen primer disebut karnivor, begitu pula untuk konsumen tersier termasuk dalam karnivora. Carilah komponen-komponen rantai makanan tersebut pada ekosistem sawah.

27 C. KEGIATAN Kegiatan 1: Mengamati dengan cermat komponen biotik yang terdapat pada ekosistem sawah. Petunjuk: 1. Catatlah sebanyak mungkin hasil pengamatan anda tentang jenis-jenis hewan dan tumbuhan (termasuk jamur dan lumut) yang anda temukan pada ekosistem sawah yang kalian amati. Tulislah nama hewan dan tumbuhan yang ditemukan dengan nama Indonesia atau jika mengetahui nama Indonesia, cukup dengan menulis nama daerahnya. Tabel 1: Nama tumbuhan dan hewan yang ditemukan pada ekosistem sawah No. Tumbuhan Hewan Kegiatan II: Mendiskusi hasil pengamatan dengan anggota Kelompok Asal. Petunjuk: Diskusikanlah pertanyaan di bawah ini berdasarkan hasil pengamatan kalian.

28 1. Jenis-jenis hewan apa saja yang biasa terdapat pada lokasi pengamatan kalian pada waktu-waktu tertentu, tetapi kalian temukan pada waktu melakukan pengamatan. Tuliskan hasil diskusi anda pada tabel berikut!. Tabel 2: Nama hewan yang biasa terdapat pada ekosistem sawah tetapi ditemukan pada saat pengamatan. No. Nama hewan Waktu biasanya ada (pagi, siang, sore, malam) 2. Dari sejumlah organisme yang anda catat pada Tabel 1 dan Tabel 2, organisme manakan yang disebut sebagai: a. Produsen: b. Konsumen tingkat I/Konsumen primer: c. Konsumen tingkat II/konsumen sekunder:

29 d. Konsumen tingkat III/konsumen tersier e. Organisme pengurai: 3. Jika dalam ekosistem yang kalian amati terjadi proses saling makan antar organisme yang satu dengan yang lain, ceritakan jenis organisme yang saling makan tersebut dengan melengkapi kalimat berikut ini. a..dimakan oleh dimakan oleh.... b... dimakan oleh..dimakan oleh.. c... dimakan oleh.. dimakan oleh.dimakan oleh.. d... dimakan oleh.. dimakan oleh.dimakan oleh.. 4. Dari cerita tersebut, buatlah diagram yang menunjukkan proses saling makan dan memakan dalam bentuk Rantai Makanan dan Jaring-jaring makanan. (Perhatikan: Anak panah mengarah dari organisme yang dimakan ke organisme pemakan). Gambar rantai makanan:

30 Gambar jaring-jaring makanan: 5. Manakah yang lebih banyak jumlahnya antara produsen dan konsumen I? Manakah yang lebih banyak jumlahnya antara konsumen tingkat I dan konsumen tingkat II? Manakah yang lebih banyak jumlahnya antara konsumen tingkat II dan konsumen III? Keterangan yang anda buat pada pertanyaan nomor 5, 6, dan 7 dapat anda pindahkan ke dalam bentuk Piramida Jumlah. Lengkapilah piramida jumlah berikut dengan menempatkan tingkat trofik organisme yang sesuai (produsen, konsumen I, konsumen II, dan konsumen III). Dan tulislah nama salah satu organisme yang mewakili produsen, konsumen I, konsumen II, dan konsumen III pada kotak piramida tersebut. Tingkat trofik

31 Gambar 1: Piramida jumlah DAFTAR PUSTAKA Depdikbud, Garis-garis Besar Program Pengajaran Sekolah Menengah Umum. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Ibarat, T., Melani, K., & Bagod, S., Prestasi Biologi I. Bandung: Ganeca Exact. Lederer, R.J. (1985) Ecology and Field Biology. California: The Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc. Pratiwi, D.A., Sri, M., Srikini, Suharno, & Bambang S., Buku Penuntun Biologi Untuk SMU Kelas I. Jakarta: Erlangga.

32 I. IDENTITAS Nama Kelompok Asal Kelompok Ahli : : : II. TUJUAN PEMBELAJARAN Siswa memahami prinsip dan pola interaksi dalam ekosistem melalui perencanaan, pengamatan, dan diskusi. III. PETUNJUK 1. Bacalah subtopik yang ada pada BUKU SISWA sesuai dengan kelompok ahli masing-masing, kemudian jawablah pertanyaan dalam LKS ini sesuai dengan topik keahliannya. 2. Pastikan bahwa jawaban yang ditulis untuk dibawa ke kelompok asal adalah hasil kesepakatan bersama pada kelompok ahli. 3. Pada bagian akhir LKS ini terdapat pertanyaan untuk dikerjakan bersama setelah kembali ke kelompok asal. Lakukan tukar pendapat untuk menjawab pertanyaan dengan berbekal pengetahuan yang diperoleh dari kelompok ahli masing-masing. Pastikan bahwa jawaban yang ditulis merupakan hasil kesepakatan bersama antara ahli pada kelompok asal. IV. PERTANYAAN KELOMPOK AHLI ( Bacalah BUKU SISWA halaman ) 1. Salah satu cara tumbuhan memperoleh nitrogen adalah dengan memanfaatkan langsung nitrogen yang tersedia di dalam tanah. Dalam bentuk apakah nitrogen tersedia dalam tanah?......

33 2. Buatlah skema bagaimana proses nitrogen berpindah dari hewan dan tumbuhan hingga terbentuk kembali amonia, ion nitrit, dan ion nitrat. 3. Jelaskan dengan skema salah satu proses pembentukan N 2 bebas udara dan cara tumbuhan memanfaatkannya! ( Bacalah BUKU SISWA halaman ) 1. Jelaskan sumber-sumber CO 2 di alam: Perhatikan gambar berikut a. Siklus apakah yang digambarkan pada diagram tersebut......

34 b. Organisme mana yang memberikan karbon dioksida? c. Organisme mana yang menggunakan oksigen? d. Organisme mana yang menggunakan karbon dioksida? e. Dari mana dan bagaimana oksigen dilepas ke lingkungan f. Dari mana dan bagaimana karbon dioksida dilepas ke lingkungan? (Bacalah BUKU SISWA halaman ) 1. Apa yang dimaksud dengan suksesi? Lengkapilah tabel berikut ini untuk membedakan suksesi primer dan suksesi sekunder No. Suksesi Primer Suksesi Sekunder 1. Komunitas asal

35 2. Sifat gangguan dan contoh gangguan penyebab suksesi 3. Contoh komunitas suksesi 3. Buatlah diagram prediksi urutan suksesi yang terjadi pada gunung Krakatau setelah mengalami letusan tahun 1883 terbentuknya ekosistem yang mantap seperti yang ada sekarang!.

36 I. IDENTITAS : Kelompok Asal : Kelompok Ahli : II. TUJUAN PEMBELAJARAN Siswa memahami prinsip dan pola interaksi dalam ekosistem melalui perencanaan, pengamatan, dan diskusi. III. PETUNJUK 1. Bacalah subtopik yang ada pada BUKU SISWA sesuai dengan kelompok ahli masingmasing, kemudian jawablah pertanyaan dalam LKS ini sesuai dengan topik keahliannya. 2. Pastikan bahwa jawaban yang ditulis untuk dibawa ke kelompok asal adalah hasil kesepakatan bersama pada kelompok ahli. 3. Pada bagian akhir LKS ini terdapat pertanyaan untuk dikerjakan bersama setelah kembali ke kelompok asal. Lakukan tukar pendapat untuk menjawab pertanyaan dengan berbekal pengetahuan yang diperoleh dari kelompok ahli masing-masing. Pastikan bahwa jawaban yang ditulis merupakan hasil kesepakatan bersama antara ahli pada kelompok asal. ( Bacalah BUKU SISWA halaman ) 1. Lengkapilah tabel berikut yang menunjukkan ciri-ciri bioma No. Bioma Ciri-ciri Vegetasi Hewan 1. Bioma gurun

37 2. Bioma Padang rumput 3. Bioma Hutan basah 4. Bioma Hutan gugur 5. Bioma taiga

38 No. Bioma Ciri-ciri Vegetasi Hewan 6. Bioma tundra

39 ( Bacalah BUKU SISWA halaman ) 1. Lengkapilah tabel berikut yang menunjukkan pengelompokan organisme air tawar berdasarkan kebiasaan hidupnya. No Organisme Kebisaan Contoh 1. Pla 2. Nekton 3. Neston 4. Perifiton 5. Bentos 2. Lengkapilah tabel berikut yang menunjukkan pembagian komunitas/daerah pada danau. No. Daerah Ciri-ciri Jenis organisme 1. Litoral 2. Limnetik 3. Profundal

40 4. Bentik ( Bacalah BUKU SISWA halaman ) 1. Jelaskan pengelompokan ekosistem air laut berdasarkan kedalaman Lengkapilah tabel berikut yang menunjukkan pengelompokan ekosistem air laut menurut wilayah permukaan secara horizontal. No. Daerah Ciri-ciri Jenis organisme 1. No. Daerah Ciri-ciri Jenis organisme

41 5. 3. Lengkapilah tabel berikut yang tentang ciri-ciri, komunitas tumbuhan dan hewan pada ekosistem pantai, ekosistem estuari, dan ekosistem terumbu karang. Ekosistem Pantai Ekosistem Estuari Ekosistem Terumbu Ciri-ciri Komunitas Tumbuhan Komunitas Hewan

42 DAFTAR PUSTAKA Depdikbud, Garis-garis Besar Program Pengajaran Sekolah Menengah Umum. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia., Kurikulum Sekolah Menengah Umum: Petunjuk Teknis Mata Pelajaran Biologi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Ibarat, T., Melani, K., & Bagod, S., Prestasi Biologi I. Bandung: Ganeca Exact. Lederer, R.J. (1985) Ecology and Field Biology. California: The Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc. Pratiwi, D.A., Sri, M., Srikini, Suharno, & Bambang S., Buku Penuntun Biologi Untuk SMU Kelas I. Jakarta: Erlangga.

43 I. Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling benar, dan berilah tanda silang (X ) pada lembar jawaban yang telah disediakan. 1. Macam-macam pola aksi interaksi antara faktor biotik dan abiotik adalah.. a. rantai makanan, rantai energi, jaring-jaring makanan, dan siklus biogeokimia. b. rantai makanan, aliran energi, jaring-jaring makanan, dan siklus biokimia. c. rantai makanan, aliran energi, jaring-jaring makanan, dan siklus biogeokimia. d. rantai makanan, rantai energi, jaring-jaring makanan, dan siklus biokimia. e. rantai pemangsa, rantai parasit, aliran energi, dan jaring-jaring makanan. 2. Pemindahan materi dan energi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain disebut. a. rantai makanan d. rantai saprofit b. rantai pemangsa e. rantai detritus c. rantai parasit 3. Pernyataan yang benar di bawah ini mengenai batasan organisme yang terlibat dalam rantai pemangsa adalah. a. dimulai dari produsen, kemudian herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan karnivora sebagai konsumen II, dan berakhir pada konsumen III. b. dimulai dari herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan karnivora sebagai konsemen II, dan berakhir pada konsumen III. c. dimulai dari herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan karnivora sebagai konsemen II, dan berakhir pada organisme pengurai. d. dimulai dari produsen, kemudian herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan karnivora sebagai konsumen II, dan berakhir pada organisme pengurai. e. dimulai dari organisme pengurai, kemudian produsen, dilanjutkan dengan herbivora sebagai konsumen I, konsumen II, dan berakhir pada konsumen III. 4. Perhatikan gambar berikut, I II III Gambar tersebut menunjukkan rantai makanan a. rantai detritus d. rantai pemangsa b. rantai parasit e. rantai simbiotik c. rantai saprofit

44 5. Dari gambar soal nomor 4. Jika pada rantai makanan tersebut digambarkan ke dalam piramida biomassa, maka organisme yang menempati piramida biomassa dari dasar piramida ke puncak piramida berturut-turut adalah organisme yang berlabel. a. I, III, II. b. III, II, I. c. II, III, I. d. II, I, III. e. I, II, III. 6. Perhatikan kelompok organisme berikut: Kelompok I : burung bangau, kelelawar, kupu-kupu Kelompok II: harimau, singa Kelompok III: rumput, tumbuhan berbunga Kelompok IV: srigala, anjing, ular Urutan yang benar mengenai tingkat trofik adalah. a. I, II, III, IV d. III, II, I, IV b. II, I, III, IV e. IV, III, II, I c. III, I, IV, II 7. Rangkaian urutan perpindahan energi dari organisme satu ke organisme yang lain dalam ekosistem dan dimulai dari sinar matahari disebut.. a. siklus energi d. piramida energi b. aliran energi e. konversi energi c. daur energi 8. Urutan yang benar mengenai aliran energi yang yang terjadi dalam suatu ekosistem adalah.. a. sinar matahari pengurai konsumen primer konsumen tingkat tinggi produsen b. sinar matahari konsumen primer produsen konsumen tingkat tinggi pengurai. c. sinar matahari konsumen primer konsumen tingkat tinggi produsen pengurai. d. sinar matahari produsen konsumen primer konsumen tingkat tinggi pengurai e. sinar matahari konsumen tingkat tinggi konsumen primer pengurai 9. Piramida jumlah menggambarkan. a. jumlah berat kering seluruh organisme dalam suatu ekosistem b. jumlah organisme yang terdapat pada setiap tingkat trofik. c. jumlah berat kering suatu kelompok organisme dalam suatu ekosistem d. jumlah energi yang tersedia pada suatu kelompok organisme e. jumlah energi yang tersedia pada seluruh organisme 10. Ukuran materi hidup pada waktu dan habitat tertentu disebut. a. massa jenis d. piramida biomassa b. massa organisme e. biomassa c. piramida jumlah 11. Pada piramida energi terjadi penurunan sejumlah energi berturut-turut pada setiap tingkat trofik. Hal ini terjadi antara lain karena.. a. energi yang tersedia pada setiap tingkat trofik akan digunakan secara efisien oleh organisme. b. seluruh makanan yang tersedia pada setiap tingkat trofik akan dihabiskan oleh tingkat trofik di atasnya. c. semua makanan yang dimakan organisme akan dicerna dan dikeluarkan sebagai kotoran d. bahan makanan yang dicerna seluruhnya akan menjadi energi e. beberapa makanan yang dimakan bisa dicernakan dan akan dikeluarkan sebagai sampah (kotoran). 12. Siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik disebut siklus. a. materi d. biogeokimia b. energi e. CO 2 dan O 2 c. nitrogen 13. Bentuk-bentuk nitrogen dalam tanah yang dimanfaatkan oleh tumbuhan adalah..

45 a. amonium dan nitrit b. amonium dan ion nitrat c. asam amino dan ion nitrit d. asam amino dan ion nitrat e. amonium dan asam amino 14. Nitrogen yang dilepaskan ke udara melalui proses denitrifikasi dalam tanah akan digunakan lagi oleh tumbuhan dengan cara.. a. difiksasi secara langsung oleh akar tumbuhan b. dikondensasi pada bintil akar tumbuhan c. difiksasi oleh bakteri bintil akar pada akar polongan d. digunakan secara langsung oleh tumbuhan berbintil akar e. mengalami nitrifikasi oleh bakteri pada akar semua tumbuhan 15. Pembentukan nitrat dari amonia dalam tanah yang dibantu oleh bakteri, disebut proses a. nitrifikasi d. kalsifikasi b. denitrfikasi e. amonifikasi c. eutrofikasi 16. Kegiatan-kegiatan berikut yang dapat menambah konsentrasi karbondioksida di alam adalah. a. respirasi organisme, erupsi vulkanik, pembakaran batubara, dan penguapan air laut b. pengurapan air laut, erupsi vulkanik, pembakaran batubara, dan asap kendaraan bermotor. c. respirasi organisme, erupsi vulkanik, penguapan air laut, dan asap kendaraan bermotor, d. fotosintesis organisme, erupsi vulkanik, pembakaran batubara, dan asap kendaraan bermotor. e. respirasi organisme, erupsi vulkanik, pembakaran batubara, dan asap kendaraan bermotor. 17. Proses fotosintesis pada alga dan tumbuhan paku-pakuan akan menambah gas di udara. a. NO 2 d. CH 3 b. O 2 e. NH 4 c. CO Perkembangan ekosistem menuju kedewasaan dan keseimbangan disebut a. evolusi d. homeostatis b. revolusi e. klimaks c. suksesi 19. Perbedaan antara suksesi primer dan suksesi sekunder terletak pada.. a. tingkat kerusakan atau gangguan pada komunitas awal. b. urutan komunitas yang ada selama proses suksesi. c. Komunitas klimaks yang terbentuk setelah suksesi. d. Jumlah komunitas yang terbentuk selama suksesi. e. jenis vegetasi perintis yang memulai suksesi. 20. Contoh ekosistem yang terbentuk dari suksesi primer adalah.. a. ekosistem danau buatan b. ekosistem danau alami c. ekosistem padang ilalang d. lahan bekas perladangan e. ekosistem pada gunung Rinjani. 21. Ciri-ciri bioma gurun adalah. a. curah hujan kurang lebih cm/th dan hujan turun teratur b. curah hujan cm/th dan hujan turun secara teratur. c. curah hujan cm/th dan hujan merata sepanjang tahun d. curah hujan rendah (25 cm/th), lahan gersang, dan penguapan tinggi e. curah hujan rendah (20 cm/th) dan suhu musim panas rendah

46 22. Suatu bioma dengan ciri-ciri: Curah hujan merata di sepanjang tahun, terdapat di daerah yang mengalami empat musim, jenis pohon sedikit dan terlalu rapat, dan hewannya antara lain rusa, beruang, dan burung pelatuk. Bioma yang mempunyai ciri tersebut merupakan bioma.. a. hutan basah b. padang rumput c. hutan gugur d. taiga e. tundra 23. Vegetasi utama bioma padang rumput adalah.. a. tumbuhan terna dan rumput b. tumbuhan menjalar dan herba c. kaktus dan rerumputan d. herba dan pepohonan e. semak dan tumbuhan basah 24. Hewan khas yang menghuni bioma tundra adalah a. hewan seperti rusa kutub,beruang kutub, dan insekta b. hewan seperti rodentia, ular, katak dan kadal c. bison, zebra, singa, dan anjing d. kera, burung, babi hutan, dan harimau e. rusa, beruang, bajing, dan burung pelatuk 25. Organisme air tawar yang biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerakan air disebut a. nekton d. perifiton b. plankton e. predator c. bentos 26. Kelompok organisme yang tergolong dalam bentos adalah a. ikan dan serangga b. ikan dan kerang c. cacing dan remis d. kerang dan cacing e. ikan dan remis 27. Suatu komunitas pada daerah danau mempunyai ciri-ciri sebagai berikut; 1. daerah dangkal 2. cahaya matahari menembus dengan optimal 3. air yang hangat berdekatan dengan tepi 4. tumbuhannya merupakan tumbuhan air yang berakar dan daunnya ada yang muncul ke atas Komunitas tersebut merupakan komunitas danau yang berada pada daerah a. limnetik d. litoral b. profundal e. fotik c. bentik 28. Daerah litoral merupakan daerah dengan kedalaman a. sampai 200 meter b. antara meter c. antara meter d. antara meter e. di atas meter

47 29. Perhatikan gambar berikut. A B C Daerah yang diberi label C merupakan daerah yang dapat kita temui komunitas. a. Zooplankton dan bakteri yang dapat melakukan fotosintetis b. Plankton dan bakteri yang bersimbisis dengan terumbu karang c. Lele laut dan ikan laut yang dapat mengeluarkan cahaya d. Berbagai macam alga hijau dan terumbu karang e. Ular laut dan alga hijau yang melekat pada substrat dasar 30. Bagian laut yang terdalam (dasar) dengan kedalaman lebih dari 6000 meter disebut a. Epipelagik d. abisal pelagik b. Mesopelagik e. hadalpelagik c. batiopelagik 31. Daerah yang banyak ditemukan phytoplankton dan zooplankton adalah daerah.. a. epipelagik d. abisalpelagik b. mesopelagik e. hadalpelagik c. batiopelagik 32. Perbedaan antara ekosistem estuari dan ekosistem terumbu karang adalah No Karakteristik Ek. estuari Ek. Terumbu a. Komunitas hewan Dominasi vertebrata Dominasi invertebrta b. Vegetasi Alga biru Alga hijau c. Salinitas Dipengaruhi siklus harian Dipengaruhi siklus mingguan d. Salinitas air Lebih tinggi Lebih rendah e. Salinitas air Lebih rendah Lebih tinggi 33. Di bawah ini adalah ciri-ciri ekosistem pada ekosistem air laut: 1. dipengaruhi siklus harian pasang surut 2. daerah paling atas terendam selamanya 3. organisme beradaptasi secara struktural untuk melekat pada substrat. 4. terdapat daerah termoklin 5. letaknya berbatasan langsung dengan darat, laut, dan daerah pasang surut. 6. mempunyai keanekaragaman komunitas yang tinggi. Yang merupakan ciri-ciri ekosistem pantai adalah a d b e

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN Penelitian ini telah dilakukan dalam dua tahap, yaitu (1) Tahap Pengembangan Perangkat Pembelajaran, dan (2) Tahap Pembelajaran Nyata (real teaching). Oleh sebab itu, hasil temuan

Lebih terperinci

EKOLOGI TERESTRIAL. Ekologi adalah Ilmu Pengetahuan

EKOLOGI TERESTRIAL. Ekologi adalah Ilmu Pengetahuan EKOLOGI TERESTRIAL Ekologi adalah Ilmu Pengetahuan Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yangterdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumah atau tempat hidup, dan logos yang berarti ilmu. Ekologi

Lebih terperinci

EKOLOGI (EKOSISTEM) SMA REGINA PACIS JAKARTA

EKOLOGI (EKOSISTEM) SMA REGINA PACIS JAKARTA 1 EKOLOGI (EKOSISTEM) SMA REGINA PACIS JAKARTA Ms. Evy Anggraeny Istilah dalam Ekologi 2 1. Habitat 2. Niche/nisia/relung ekologi a. Produsen b. Konsumen c. Dekomposer d. Detritivor Tingkat Organisasi

Lebih terperinci

1. ENERGI DALAM EKOSISTEM 2. KONSEP PRODUKTIVITAS 3. RANTAI PANGAN 4. STRUKTUR TROFIK DAN PIRAMIDA EKOLOGI

1. ENERGI DALAM EKOSISTEM 2. KONSEP PRODUKTIVITAS 3. RANTAI PANGAN 4. STRUKTUR TROFIK DAN PIRAMIDA EKOLOGI PRINSIP DAN KONSEP ENERGI DALAM SISTEM EKOLOGI 1. ENERGI DALAM EKOSISTEM 2. KONSEP PRODUKTIVITAS 3. RANTAI PANGAN 4. STRUKTUR TROFIK DAN PIRAMIDA EKOLOGI ENERGI DALAM EKOSISTEM Hukum thermodinamika I energi

Lebih terperinci

Komponen rantai makanan menurut nicia/jabatan meliputi produsen, konsumen, dan pengurai. Rantai makanan dimulai dari organisme autotrof dengan

Komponen rantai makanan menurut nicia/jabatan meliputi produsen, konsumen, dan pengurai. Rantai makanan dimulai dari organisme autotrof dengan Rantai Makanan Rantai makanan adalah perpindahan materi dan energi dari suatu mahluk hidup ke mahluk hidup lain dalam proses makan dan dimakan dengan satu arah. Tiap tingkatan dari rantai makanan disebut

Lebih terperinci

PENYEBARAN KOMUNITAS FAUNA DI DUNIA

PENYEBARAN KOMUNITAS FAUNA DI DUNIA PENYEBARAN KOMUNITAS FAUNA DI DUNIA Materi Penyebaran Komunitas Fauna di Dunia Keadaan fauna di tiap-tiap daerah (bioma) tergantung pada banyak kemungkinan yang dapat diberikan daerah itu untuk memberi

Lebih terperinci

Kelas X.2, SMA 3 Padang : Cindy Medrina Olivia Septiana Putri Ovyra Ramadhani Sardiman EKOSISTEM

Kelas X.2, SMA 3 Padang : Cindy Medrina Olivia Septiana Putri Ovyra Ramadhani Sardiman EKOSISTEM Kelas X.2, SMA 3 Padang : Cindy Medrina Olivia Septiana Putri Ovyra Ramadhani Sardiman EKOSISTEM A. JENJANG KEHIDUPAN Ekologi ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara

Lebih terperinci

B I O T I K Interaksi Antar Komponen Ekosistem

B I O T I K Interaksi Antar Komponen Ekosistem B I O T I K Interaksi Antar Komponen Ekosistem Interaksi antarkomponen ekosistem dapat merupakan interaksi antar organisme, antar populasi, dan antar komunitas. A. Interaksi antar organisme Semua makhluk

Lebih terperinci

Penentuan batas antar komunitas tidak mudah Zona transisi dengan lingkungan tertentu Proses perubahan secara gradual struktur komunitas disebut

Penentuan batas antar komunitas tidak mudah Zona transisi dengan lingkungan tertentu Proses perubahan secara gradual struktur komunitas disebut KOMUNITAS Komunitas beragam struktur biologinya Diversitas meliputi dua aspek : > Kekayaan Jenis > Kemerataan Komunitas memiliki struktur vertikal Variasi Spatial struktur komunitas berupa zonasi. Penentuan

Lebih terperinci

BAB IV E K O S I S T E M

BAB IV E K O S I S T E M BAB IV E K O S I S T E M Masalah apa yang akan dibahas? Apakah ekosistem itu? Komponen apakah yang menyusun ekosistem? Apakah sumber energi dalam ekosistem? Apakah rantai makanan dan jaringjaring makanan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Disebut penelitian pengembangan karena mengembangkan perangkat pembelajaran biologi kelas I MA pokok bahasan

Lebih terperinci

EKOLOGI TANAMAN. Pokok Bahasan II KONSEP EKOLOGI (1)

EKOLOGI TANAMAN. Pokok Bahasan II KONSEP EKOLOGI (1) EKOLOGI TANAMAN Pokok Bahasan II KONSEP EKOLOGI (1) Pokok Bahasan II KONSEP EKOLOGI 2.1. Ekosistem 2.2. Proses Produksi dan Dekomposisi 2.3. Konsep Homeostatis 2.4. Energi dalam Ekosistem 2.4.1. Rantai

Lebih terperinci

Bioma terestrial. Bioma gurun Bioma padang rumput Bioma Hutan Basah/Hujan Bioma hutan gugur Bioma taiga Bioma tundra

Bioma terestrial. Bioma gurun Bioma padang rumput Bioma Hutan Basah/Hujan Bioma hutan gugur Bioma taiga Bioma tundra Bioma dan Ekosistem Bioma terestrial Bioma gurun Bioma padang rumput Bioma Hutan Basah/Hujan Bioma hutan gugur Bioma taiga Bioma tundra Bioma gurun curah hujan rendah (30 cm/tahun). Suhu siang hari

Lebih terperinci

EKOLOGI TERESTRIAL Ekologi adalah Ilmu Pengetahuan Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yangterdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumah

EKOLOGI TERESTRIAL Ekologi adalah Ilmu Pengetahuan Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yangterdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumah EKOLOGI TERESTRIAL Ekologi adalah Ilmu Pengetahuan Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yangterdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumah atau tempat hidup, dan logos yang berarti ilmu. Ekologi

Lebih terperinci

INTERAKSI ANTAR KOMPONEN EKOSISTEM

INTERAKSI ANTAR KOMPONEN EKOSISTEM INTERAKSI ANTAR KOMPONEN EKOSISTEM 1. Interaksi antar Organisme Komponen Biotik Untuk memenuhi kebutuhannya akan makanan, setiap organisme melakukan interaksi tertentu dengan organisme lain. Pola-pola

Lebih terperinci

PERTEMUAN XIV: EKOSISTEM DAN BIOLOGI KONSERVASI. Program Tingkat Persiapan Bersama IPB 2011

PERTEMUAN XIV: EKOSISTEM DAN BIOLOGI KONSERVASI. Program Tingkat Persiapan Bersama IPB 2011 PERTEMUAN XIV: EKOSISTEM DAN BIOLOGI KONSERVASI Program Tingkat Persiapan Bersama IPB 2011 1 EKOSISTEM Topik Bahasan: Aliran energi dan siklus materi Struktur trofik (trophic level) Rantai makanan dan

Lebih terperinci

1. Individu. 2. Populasi. 3. Komunitas. 4. Ekosistem. 5. Bioesfer

1. Individu. 2. Populasi. 3. Komunitas. 4. Ekosistem. 5. Bioesfer 1. Individu 2. Populasi 3. Komunitas 4. Ekosistem 5. Bioesfer Kata individu berasal dari bahasa latin individum yang berarti tidak dapat dibagi. Dalam ekologi, individu berarti satu organisme. Misalnya

Lebih terperinci

45 LAMPIRAN-LAMPIRAN

45 LAMPIRAN-LAMPIRAN LAMPIRAN-LAMPIRAN 45 46 46 LAMPIRAN I RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Sekolah : SD Negeri 2 Jatipohon. Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam. Kelas / Semester : IV / 1 Waktu : 6 x 35 menit ( 3

Lebih terperinci

SHA ARI OMAR IPG KAMPUS KOTA BHARU DEFINISI. BIODIVERSITI, KOMPLEKSITI dan KESTABILAN FUNGSI EKOSISTEM JENIS-JENIS EKOSISTEM

SHA ARI OMAR IPG KAMPUS KOTA BHARU DEFINISI. BIODIVERSITI, KOMPLEKSITI dan KESTABILAN FUNGSI EKOSISTEM JENIS-JENIS EKOSISTEM DEFINISI BIODIVERSITI, KOMPLEKSITI dan KESTABILAN EKOSISTEM FUNGSI JENIS-JENIS EKOSISTEM Definisi dan Pengertian Ekosistem Ekosistem adalah hasil dari kesatuan unsurunsur hidup dan bukan hidup (biotik

Lebih terperinci

TUNTAS/PKBM/1/GA - RG 1 Graha Pustaka

TUNTAS/PKBM/1/GA - RG 1 Graha Pustaka RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NO: 1 Mata Pelajaran : Geografi Kelas/Semester : XI/1 Materi Pokok : Fenomena Biosfer dan Antroposfer Pertemuan Ke- : 1 dan 2 Alokasi Waktu : 2 x pertemuan (4 x 45 menit)

Lebih terperinci

EKOLOGI TANAMAN. Pokok Bahasan II KONSEP EKOLOGI (1) Lanjutan...

EKOLOGI TANAMAN. Pokok Bahasan II KONSEP EKOLOGI (1) Lanjutan... EKOLOGI TANAMAN Pokok Bahasan II KONSEP EKOLOGI (1) Lanjutan... Ekosistem Perairan / Akuatik Ekosistem air tawar Ekosistem air tawar dibedakan mjd 2, yi : 1. Ekosistem air tenang (lentik), misalnya: danau,

Lebih terperinci

Faktor biotik dalam lingkungan. Tim dosen biologi

Faktor biotik dalam lingkungan. Tim dosen biologi Faktor biotik dalam lingkungan Tim dosen biologi FAKTOR BIOTIK Di alam jarang sekali ditemukan organisme yang hidup sendirian, tetapi selalu berada dalam asosiasi dengan organisme lain. Antar jasad dalam

Lebih terperinci

Siklus energi, siklus materi, siklus biogeokimia, daur biogeokimia,dan nitrifikasi. (Pertemuan 4)

Siklus energi, siklus materi, siklus biogeokimia, daur biogeokimia,dan nitrifikasi. (Pertemuan 4) Siklus energi, siklus materi, siklus biogeokimia, daur biogeokimia,dan nitrifikasi (Pertemuan 4) Siklus energi, siklus materi, siklus biogeokimia, daur biogeokimia,dan nitrifikasi Siklus Energi Lebih ditekankan

Lebih terperinci

EKOSISTEM. Yuni wibowo

EKOSISTEM. Yuni wibowo EKOSISTEM Yuni wibowo EKOSISTEM Hubungan Trofik dalam Ekosistem Hubungan trofik menentukan lintasan aliran energi dan siklus kimia suatu ekosistem Produsen primer meliputi tumbuhan, alga, dan banyak spesies

Lebih terperinci

Daftar Isi. Halaman Sampul... Daftar Isi... A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan D. Manfaat Bab II Dasar Teori...

Daftar Isi. Halaman Sampul... Daftar Isi... A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan D. Manfaat Bab II Dasar Teori... Daftar Isi Halaman Sampul... Daftar Isi... i ii Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang... 1 B. Rumusan Masalah... 2 C. Tujuan... 2 D. Manfaat... 2 Bab II Dasar Teori... 3 Bab III Metode dan Pelaksanaan Praktikum

Lebih terperinci

BAB II PENGGUNAAN BIOCARDS TERHADAP HASIL BELAJAR EKOSISTEM. Biocard merupakan salah satu alternatif media pembelajaran yang baru dan

BAB II PENGGUNAAN BIOCARDS TERHADAP HASIL BELAJAR EKOSISTEM. Biocard merupakan salah satu alternatif media pembelajaran yang baru dan 8 BAB II PENGGUNAAN BIOCARDS TERHADAP HASIL BELAJAR EKOSISTEM A. Biocards Biocard merupakan salah satu alternatif media pembelajaran yang baru dan belum banyak dipakai. Biocards termasuk kedalam media

Lebih terperinci

PRODUKTIVITAS PRIMER DAN SEKUNDER BAB 1. PENDAHULUAN

PRODUKTIVITAS PRIMER DAN SEKUNDER BAB 1. PENDAHULUAN PRODUKTIVITAS PRIMER DAN SEKUNDER BAB 1. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Suatu ekosistem dapat terbentuk oleh adanya interaksi antara makhluk dan lingkungannya, baik antara makhluk hidup dengan makhluk hidup

Lebih terperinci

1. Menipisnya lapisan ozon. 2. Pemanasan global. Permasalahan Bumi, Sebagai Rumah bagi Manusia

1. Menipisnya lapisan ozon. 2. Pemanasan global. Permasalahan Bumi, Sebagai Rumah bagi Manusia EKOSISTEM Permasalahan Bumi, Sebagai Rumah bagi Manusia 1979 1998 1. Menipisnya lapisan ozon 2. Pemanasan global kadar CO yang tinggi akibat aktivitas manusia menyebabkan suhu permukaan bumi meningkat

Lebih terperinci

UNIT V MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGAN

UNIT V MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGAN UNIT V MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGAN PENDAHULUAN Nana Jumhana Alam lingkungan manusia terdiri dari komponen - komponen makhluk hidup dan tak hidup (benda - benda mati). Dalam mempelajari lingkungan hidup

Lebih terperinci

IPA SD Kelas IV 1

IPA SD Kelas IV 1 ANITA ROSIANA 111134036 IPA SD Kelas IV 1 Kata Pengantar Ilmu Pengetahuan Alam adalah mata pelajaran yang berkaitan dengan mengetahui alam secara sistematis. IPA bukan hanya kumpulan pengetahuan yang berupa

Lebih terperinci

Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik.

Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yangterdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumah atau tempat hidup, dan logos yang berarti ilmu. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi

Lebih terperinci

Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem.

Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem. Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem. 1. Susunan Ekosistem Dilihat dari susunan dan fungsinya, suatu ekosistem tersusun

Lebih terperinci

BAB IV. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB IV. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BAB IV. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Kelas/Semester : X (Sepuluh)/ 1 Pertemuan : 1 Alokasi Waktu : 1 jam pelajaran Standar Kompetensi : 1. Memahami hakikat Biologi sebagai ilmu Kompetensi Dasar : 1.1

Lebih terperinci

Berdasarkan kemampuan menyusun bahan organik, organisme penyusun ekosistem dibedakan menjadi organisme autotrof dan heterotrof.

Berdasarkan kemampuan menyusun bahan organik, organisme penyusun ekosistem dibedakan menjadi organisme autotrof dan heterotrof. Pada ekosistem kolam air tawar terdapat berbagai macam tumbuhan dan hewan yang hidup bersama. Ekosistem tersusun atas populasi makhluk hidup dan lingkungan tidak hidup. Hubungan antar populasi tersebut

Lebih terperinci

EKOLOGI 2/10/2013 REDOCOSSOVA

EKOLOGI 2/10/2013 REDOCOSSOVA EKOLOGI 1 ISTILAH EKOLOGI PERTAMA KALI DIKENALKAN OLEH AHLI BIOLOGI JERMAN, YAITU ERNST HAECKEL (1834-1919). EKOLOGI BERASAL DARI BAHASA YUNANI; OIKOS, ARTINYA RUMAH ATAU TEMPAT TINGGAL DAN LOGOS, ARTINYA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Kehidupan bergantung kepada air dalam berbagai bentuk. Air merupakan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Kehidupan bergantung kepada air dalam berbagai bentuk. Air merupakan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kehidupan bergantung kepada air dalam berbagai bentuk. Air merupakan zat yang sangat penting bagi kehidupan semua makhluk hidup yang ada di bumi. Hampir 71%

Lebih terperinci

POPULASI, EKOSISTEM, BIOSFIR ADI BASUKRIADI

POPULASI, EKOSISTEM, BIOSFIR ADI BASUKRIADI POPULASI, EKOSISTEM, BIOSFIR ADI BASUKRIADI Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Il mu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia POPULASI Definisi : sekelompok individu sejenis yang terdapat di suatu

Lebih terperinci

MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGAN

MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGAN BBM 10 MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGAN - 2 PENDAHULUAN Alam lingkungan manusia terdiri dari komponen - komponen makhluk hidup dan tak hidup (benda - benda mati). Dalam mempelajari lingkungan hidup kita perlu

Lebih terperinci

KISI-KISI ANGKET MANAJEMEN KELAS. Variabel Dimensi Indikator Nomor Soal 1. Manajemen Kelas. a. Mengatur atau menata lingkungan fisik kelas

KISI-KISI ANGKET MANAJEMEN KELAS. Variabel Dimensi Indikator Nomor Soal 1. Manajemen Kelas. a. Mengatur atau menata lingkungan fisik kelas Lampiran 1 Tabel 14. Kisi-kisi angket manajemen kelas KISI-KISI ANGKET MANAJEMEN KELAS Variabel Dimensi Indikator Nomor Soal 1. Manajemen Kelas a. Mengatur atau menata lingkungan fisik kelas 1. Mengatur

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hakikat IPA Biologi dan Pengajarannya Sains merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang diperoleh tidak hanya produk saja, akan tetapi juga mencakup pengetahaun seperti keterampilan

Lebih terperinci

Contoh Soal Try Out IPA Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 7 SMP/MTs. Hindayani.com

Contoh Soal Try Out IPA Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 7 SMP/MTs. Hindayani.com Hindayani.com Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Wahyu naik mobil yang sedang bergerak lurus. Pernyataan yang benar a. Wahyu bergerak terhadap mobil b. Wahyu tidak bergerak terhadap rumah

Lebih terperinci

Tim Dosen Biologi FTP Universitas Brawijaya

Tim Dosen Biologi FTP Universitas Brawijaya Tim Dosen Biologi FTP Universitas Brawijaya 1. Faktor Genetik : Faktor dalam yang sifatnya turun temurun + 2. Faktor lingkungan: - Tanah - Air - Lingkungan - udara (iklim) Iklim-------- sifat/peradaban

Lebih terperinci

Ekosistem dan Pelestarian Sumber Daya Hayati

Ekosistem dan Pelestarian Sumber Daya Hayati VIII Ekosistem dan Pelestarian Sumber Daya Hayati Dalam sebuah ekosistem terdapat satuan-satuan makhluk hidup yang meliputi individu, populasi, dan komunitas. Setiap makhluk hidup tidak dapat hidup sendiri.

Lebih terperinci

Lembar Kerja Siswa (LKS) Praktikum Piramida Ekologi

Lembar Kerja Siswa (LKS) Praktikum Piramida Ekologi 85 Lembar Kerja Siswa (LKS) Praktikum Piramida Ekologi A. Tujuan 1. Menggolongkan jenis hewan ke dalam tingkatan trofi 2. Melakukan penghitungan jumlah individu dan biomassa 3. Menginterpretasi data pada

Lebih terperinci

EKOLOGI DAN KONSEP EKOSISTEM

EKOLOGI DAN KONSEP EKOSISTEM EKOLOGI DAN KONSEP EKOSISTEM PETA KONSEP EKOLOGI DAN EKOSISTEM Ekologi Ekosistem Komponen Ekosistem Hubungan antara komponen ekosistem Aliran energi yang melintasi ekosistem siklus biokimia dalam ekosistem

Lebih terperinci

MODUL XIV ORGANISME DAN LINGKUNGANNYA

MODUL XIV ORGANISME DAN LINGKUNGANNYA 96 MODUL XIV ORGANISME DAN LINGKUNGANNYA TUJUAN 1. Mengamati jenis dan kedudukan organisme dalam lingkungan. 2. Mengamati respon organisme terhadap perubahan lingkungan. TEORI Organisme dalam lingkungan

Lebih terperinci

BIOLOGI BAB X EKOSISTEM

BIOLOGI BAB X EKOSISTEM SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN BIOLOGI BAB X EKOSISTEM Dra. Ely Rudyatmi, M.Si Dra. Endah Peniati, M.Si Dr. Ning Setiati,M.S KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT

Lebih terperinci

BAB 4. LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SMA :...

BAB 4. LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SMA :... BAB 4. LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SMA :... Mata Pelajaran : Geografi Kelas/Semester : XI (sebelas)/2 (dua) Standar Kompetensi :3. Menganalisis pemanfaatan

Lebih terperinci

KUMPULAN SOAL IPA SMK KELAS XII. A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan melingkari huruf A, B, C, D, atau E pada jawaban yang benar!

KUMPULAN SOAL IPA SMK KELAS XII. A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan melingkari huruf A, B, C, D, atau E pada jawaban yang benar! KUMPULAN SOAL IPA SMK KELAS XII A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan melingkari huruf A, B, C, D, atau E pada jawaban yang benar! 1. Hubungan timbal balik makhluk hidup dan lingkungannya dipelajari

Lebih terperinci

Bioma gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, Australia dan Asia Barat.

Bioma gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, Australia dan Asia Barat. Macam-macam bioma di Indonesia 1. Bioma Gurun dan Setengah Gurun Bioma gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, Australia dan Asia Barat. 1. Curah hujan sangat rendah,

Lebih terperinci

1. Pendahuluan a. Ruang Lingkup Ekologi Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yangterdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumah atau tempat

1. Pendahuluan a. Ruang Lingkup Ekologi Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yangterdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumah atau tempat 1. Pendahuluan a. Ruang Lingkup Ekologi Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yangterdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumah atau tempat hidup, dan logos yang berarti ilmu. Ekologi diartikan sebagai

Lebih terperinci

MAKALAH KELOMPOK SALING KETERGANTUNGAN DALAM EKOSISTEM. Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Pengetahuan Alam 1

MAKALAH KELOMPOK SALING KETERGANTUNGAN DALAM EKOSISTEM. Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Pengetahuan Alam 1 MAKALAH KELOMPOK SALING KETERGANTUNGAN DALAM EKOSISTEM Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Pengetahuan Alam 1 Dosen Pengampu: Setyo Eko Atmojo, M.Pd DISUSUN OLEH: NURUL FITRIA F (14144600175)

Lebih terperinci

AssAlAmu AlAyku m wr.wb

AssAlAmu AlAyku m wr.wb AssAlAmu AlAyku m wr.wb BIOMA Bioma adalah wilayah yang memiliki kondisi iklim tertentu dan batas-batas yang sebagian besar dikendalikan di daratan oleh iklim dan yang dibedakan oleh dominasi tertentu,

Lebih terperinci

SOAL KEMAMPUAN KOGNITIF C1 C3. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c,!

SOAL KEMAMPUAN KOGNITIF C1 C3. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c,! SOAL KEMAMPUAN KOGNITIF C1 C3 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c,! 1. Pada waktu memasak air dengan menggunakan kompor. Air yang semula dingin lama

Lebih terperinci

E K O S I S T E M BAB

E K O S I S T E M BAB BAB 3 E K O S I S T E M Pembahasan tentang Ekosistem merujuk pada kurikulum PLH di Jawa Barat Kelas X Semester 1, berkaitan dengan Standar Kompetensi: Mencintai lingkungan hidup dalam upaya menmbuhkan

Lebih terperinci

EKOLOGI. Delayota Science Club (DSC) Biologi 2011

EKOLOGI. Delayota Science Club (DSC) Biologi 2011 EKOLOGI Delayota Science Club (DSC) Biologi 2011 Ruang Lingkup Ekologi Istilah oekologie muncul pada tahun 1866 oleh Ernst Haeckel, the German biologist; kata tersebut berasal dari Greek οικος (oikos,

Lebih terperinci

LEMBARAN SOAL. Mata Pelajaran : BIOLOGI Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : X ( SEPULUH )

LEMBARAN SOAL. Mata Pelajaran : BIOLOGI Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : X ( SEPULUH ) LEMBARAN SOAL Mata Pelajaran : BIOLOGI Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : X ( SEPULUH ) PETUNJUK UMUM 1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan 2. Periksa dan bacalah soal dengan

Lebih terperinci

Indikator Pembelajaran Siswa mampu menjelaskan pengertian ekosistem. Siswa mampu menjelaskan komponen ekosistem. Siswa mampu mendefinisikan

Indikator Pembelajaran Siswa mampu menjelaskan pengertian ekosistem. Siswa mampu menjelaskan komponen ekosistem. Siswa mampu mendefinisikan 58 Lampirn 1 S I L A B U S Sekolah : MTs N Surakarta 1 Kelas/Semester : VII (Tujuh)/2 (Dua) Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Standar Kompetensi : 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem

Lebih terperinci

GEOGRAFI REGIONAL ASIA VEGETASI ASIA PENGAJAR DEWI SUSILONINGTYAS DEP GEOGRAFI FMIPA UI

GEOGRAFI REGIONAL ASIA VEGETASI ASIA PENGAJAR DEWI SUSILONINGTYAS DEP GEOGRAFI FMIPA UI GEOGRAFI REGIONAL ASIA VEGETASI ASIA PENGAJAR DEWI SUSILONINGTYAS DEP GEOGRAFI FMIPA UI Selamat Pagi, Semoga hari ini menjadi hari yang menyenangkan DTI_09 VEGETASI ASIA Iklim merupakan faktor utama yang

Lebih terperinci

UJIAN MASUK BERSAMA PERGURUAN TINGGI (UMB - PT) Mata Pelajaran : Biologi Tanggal : 07 Juni 2009 Kode Soal : 220 220 15. Di antara pasangan hewan berikut yang mempunyai hubungan kekerabatan yang paling

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NAMA SEKOLAH : SMK Negeri 2 Amuntai MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) KELAS/SEMESTER : XII/I STANDAR KOMPETENSI : Memahami komponen ekosistem serta peranan manusia

Lebih terperinci

Evaluasi (untuk guru) Pilihan Ganda

Evaluasi (untuk guru) Pilihan Ganda Evaluasi (untuk guru) Pilihan Ganda 1. Kelompok makhluk hidup dengan spesies yang sama, yang hidup di suatu wilayah yang sama dalam kurun waktu yang sama disebut. a. organisme b. populasi c. komunitas

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA II. TINJAUAN PUSTAKA A. Vegetasi Hutan Hutan merupakan ekosistem alamiah yang sangat kompleks mengandung berbagai spesies tumbuhan yang tumbuh rapat mulai dari jenis tumbuhan yang kecil hingga berukuran

Lebih terperinci

Pengantar. Pengantar. Pengantar. Komponen Ekosistem. Pengantar. ONRIZAL Dept. Kehutanan FP USU

Pengantar. Pengantar. Pengantar. Komponen Ekosistem. Pengantar. ONRIZAL Dept. Kehutanan FP USU Pengantar ONRIZAL Dept. Kehutanan FP USU A.G. Tansley, seorang ekolog Inggeris pada tahun 1935 Ekosistem? suatu sistem di alam yang mengandung komponen hayati (organisme atau biotik) dan komponen non-hayati

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yaitu mendapatkan makanan, suhu yang tepat untuk hidup, atau mendapatkan

BAB I PENDAHULUAN. yaitu mendapatkan makanan, suhu yang tepat untuk hidup, atau mendapatkan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap makhluk hidup yang berada di suatu lingkungan akan saling berinteraksi, interaksi terjadi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup itu sendiri maupun makhluk

Lebih terperinci

BY: Ai Setiadi FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSSITAS SATYA NEGARA INDONESIA

BY: Ai Setiadi FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSSITAS SATYA NEGARA INDONESIA BY: Ai Setiadi 021202503125002 FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSSITAS SATYA NEGARA INDONESIA Dalam budidaya ikan ada 3 faktor yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan budidaya, karena hasil

Lebih terperinci

5 Kimia dalam Ekosistem. Dr. Yuni. Krisnandi

5 Kimia dalam Ekosistem. Dr. Yuni. Krisnandi 5 Kimia dalam Ekosistem Dr. Yuni. Krisnandi 13-10-06 Pendahuluan: apakah ekosistem itu? Suatu ekosistem teridiri dari komunitas biologi yang terjadi di suatu daerah, dan faktor-faktor kimia dan fisika

Lebih terperinci

HUBUNGAN SESAMA MAKHLUK HIDUP

HUBUNGAN SESAMA MAKHLUK HIDUP HUBUNGAN SESAMA MAKHLUK HIDUP ILMU PENGETAHUAN ALAM Untuk SD Kelas IV Semester 1 USD Maria Margaretha Linda 111134128 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena

Lebih terperinci

BAB Makhluk Hidup. dan Lingkungan

BAB Makhluk Hidup. dan Lingkungan BAB Makhluk Hidup 5 dan Lingkungan Suatu hari, Leo dan Dimas pulang sekolah bersama-sama. Tiba-tiba, Leo tertarik dengan sesuatu yang ada di tanaman pagar suatu rumah. Di tanaman pagar tersebut, Leo melihat

Lebih terperinci

MANAJEMEN KUALITAS AIR

MANAJEMEN KUALITAS AIR MANAJEMEN KUALITAS AIR Ai Setiadi 021202503125002 FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS SATYA NEGARA INDONESIA Dalam budidaya ikan ada 3 faktor yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan budidaya,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian dan siklus PTK sebagai berikut : Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. Untuk pelajaran IPA sebagai

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian dan siklus PTK sebagai berikut : Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. Untuk pelajaran IPA sebagai BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Setting dalam penelitian ini meliputi 3 : langkah penelitian, waktu penelitian dan siklus PTK sebagai berikut : 1. Tempat penelitian Penelitian Tindakan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS EKSPERIMEN (INKUIRI TERBIMBING)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS EKSPERIMEN (INKUIRI TERBIMBING) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS EKSPERIMEN (INKUIRI TERBIMBING) Ditulis Oleh : Nama : Yanustiana Nur Pratomo NIM : 08312241004 Prodi : Pendidikan IPA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Begitu pula dengan sumber belajar yang akan digunakan karena dari sumber

BAB I PENDAHULUAN. Begitu pula dengan sumber belajar yang akan digunakan karena dari sumber BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dari segi pelaksanaan secara operasional adalah terwujud dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Habitat air tawar dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu perairan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Habitat air tawar dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu perairan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Habitat air tawar dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu perairan mengalir (lotik) dan perairan menggenang (lentik). Perairan mengalir bergerak terus menerus kearah

Lebih terperinci

TIN206 - Pengetahuan Lingkungan. Materi # T a u f i q u r R a c h m a n

TIN206 - Pengetahuan Lingkungan. Materi # T a u f i q u r R a c h m a n Materi #4 Bahasan 2 Penipisan Ozon (Ozone Depletion). Pemanasan global dan Perubahan Iklim Global. Hujan Asam. Penyebaran Kehidupan (Biological Magnification). Dampak manusia pada Air, Udara, dan Perikanan.

Lebih terperinci

DAUR AIR, CARBON, DAN SULFUR

DAUR AIR, CARBON, DAN SULFUR DAUR AIR, CARBON, DAN SULFUR Daur Air/H 2 O (daur/siklus hidrologi) 1. Air di atmosfer berada dalam bentuk uap air 2. Uap air berasal dari air di daratan dan laut yang menguap (evaporasi) karena panas

Lebih terperinci

42. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)

42. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) 42. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Waduk Cengklik merupakan salah satu waduk di Kabupaten Boyolali yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Waduk Cengklik merupakan salah satu waduk di Kabupaten Boyolali yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Waduk Cengklik merupakan salah satu waduk di Kabupaten Boyolali yang memiliki luas 240 ha. Pemanfaatan lahan di sekitar Waduk Cengklik sebagian besar adalah

Lebih terperinci

12/3/2015 KONSEP ILMU LINGKUNGAN KONSEP ILMU LINGKUNGAN KONSEP ILMU LINGKUNGAN. Manusia? Manusia dan lingkungan?

12/3/2015 KONSEP ILMU LINGKUNGAN KONSEP ILMU LINGKUNGAN KONSEP ILMU LINGKUNGAN. Manusia? Manusia dan lingkungan? Manusia? DASAR Al Baqarah : 30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan

Lebih terperinci

Modul 1. Hutan Tropis dan Faktor Lingkungannya Modul 2. Biodiversitas Hutan Tropis

Modul 1. Hutan Tropis dan Faktor Lingkungannya Modul 2. Biodiversitas Hutan Tropis ix H Tinjauan Mata Kuliah utan tropis yang menjadi pusat biodiversitas dunia merupakan warisan tak ternilai untuk kehidupan manusia, namun sangat disayangkan terjadi kerusakan dengan kecepatan yang sangat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Waktu Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dimulai dengan penyusunan proposal penelitian yang dimulai pada bulan Februari

Lebih terperinci

MODUL MATA PELAJARAN IPA

MODUL MATA PELAJARAN IPA KERJASAMA DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA DENGAN FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA MODUL MATA PELAJARAN IPA Interaksi Antar Komponen dalam Ekosistem dan Kepadatan Populasi Manusia untuk kegiatan

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Latar Belakang

PENDAHULUAN Latar Belakang PENDAHULUAN Latar Belakang Ekosistem laut merupakan suatu kumpulan integral dari berbagai komponen abiotik (fisika-kimia) dan biotik (organisme hidup) yang berkaitan satu sama lain dan saling berinteraksi

Lebih terperinci

4.1 PENGERTIAN DAUR BIOGEOKIMIA

4.1 PENGERTIAN DAUR BIOGEOKIMIA 4.DAUR BIOGEOKIMIA 4.1 PENGERTIAN DAUR BIOGEOKIMIA Dalam lingkungan, unsur-unsur kimia termasuk juga unsur protoplasma yang penting akan beredar di biosfer mengikuti jalur tertentu yaitu dari lingkungan

Lebih terperinci

SIKLUS OKSIGEN. Pengertian, Tahap, dan Peranannya

SIKLUS OKSIGEN. Pengertian, Tahap, dan Peranannya SIKLUS OKSIGEN Pengertian, Tahap, dan Peranannya Apa yang terbesit dalam pikiran anda bila mendengar kata oksigen? Seperti yang kita tahu, oksigen bagian dari hidup kita yang sangat kita butuhkan keberadaannya.

Lebih terperinci

2. EKOSISTEM. Universitas Gadjah Mada

2. EKOSISTEM. Universitas Gadjah Mada 2. EKOSISTEM 2.1 ARTI EKOSISTEM Istilah ekosistem pertama kali dipakai oleh Tansley pada tahun 1935. Penulis lain Desmukh,I (1992) menggunakan istilah yang berbeda untuk maksud yang sama, misalnya : Forbs

Lebih terperinci

- - EKOSISTEM - - tujuh3ekosistem

- - EKOSISTEM - - tujuh3ekosistem - - EKOSISTEM - - Modul ini singkron dengan Aplikasi Android, Download melalui Play Store di HP Kamu, ketik di pencarian tujuh3ekosistem Jika Kamu kesulitan, Tanyakan ke tentor bagaimana cara downloadnya.

Lebih terperinci

PROGRAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM SEKOLAH DASAR KELAS IV SEMESTER 1

PROGRAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM SEKOLAH DASAR KELAS IV SEMESTER 1 PROGRAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM SEKOLAH DASAR KELAS IV SEMESTER 1 1 PROGRAM SEMESTER TAHUN PELAJARAN 20 / 20 MATA PELAJARAN : IPA KELAS / SEMESTER : IV (Empat) / 1 (satu) Standar Kompetensi

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS KONTROL (COOKBOOK) Ditulis Oleh : Nama : Yanustiana Nur Pratomo NIM : Prodi : Pendidikan IPA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS KONTROL (COOKBOOK) Ditulis Oleh : Nama : Yanustiana Nur Pratomo NIM : Prodi : Pendidikan IPA RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS KONTROL (COOKBOOK) Ditulis Oleh : Nama : Yanustiana Nur Pratomo NIM : 08312241004 Prodi : Pendidikan IPA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS MATEMATIKA

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS 1. : 4 x 35 menit ( 2x pertemuan)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS 1. : 4 x 35 menit ( 2x pertemuan) LAMPIRAN - LAMPIRAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS 1 Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu : SD Negeri Gringgingsari : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) : VI/1 : 4 x 35 menit (

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam suatu komunitas atau ekosistem tertentu (Indriyanto, 2006). Relung ekologi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam suatu komunitas atau ekosistem tertentu (Indriyanto, 2006). Relung ekologi BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Relung Ekologi Relung (niche) menunjukkan peranan fungsional dan posisi suatu organisme dalam suatu komunitas atau ekosistem tertentu (Indriyanto, 2006). Relung ekologi juga

Lebih terperinci

Modul Ekosistem. Pendahuluan

Modul Ekosistem. Pendahuluan Modul Ekosistem Standar Kompetensi : Siswa mampu menganalisis hubungan antara komponen ekosistem. Siswa mampu menganalisis hubungan antara perubahan materi dan energi. Siswa mampu menganalisis hubungan

Lebih terperinci

INDONESIA DIJULUKI NEGARA RING OF FIRE KARENA DIKELILINGI GUNUNG BERAPI YANG AKTIF. MEMILIKI BANYAK DEPOSIT MINERAL UNTUK MEMPERTAHANKAN KESUBURAN

INDONESIA DIJULUKI NEGARA RING OF FIRE KARENA DIKELILINGI GUNUNG BERAPI YANG AKTIF. MEMILIKI BANYAK DEPOSIT MINERAL UNTUK MEMPERTAHANKAN KESUBURAN SUMBERDAYA PENGERTIAN SUMBER DAYA MERUPAKAN UNSUR LINGKUNGAN HIDUP YANG TERDIRI DARI SUMBERDAYA MANUSIA, SUMBERDAYA HAYATI, SUMBERDAYA NON HAYATI DAN SUMBERDAYA BUATAN. (UU RI NOMOR 4 TAHUN 1982) SEHINGGA

Lebih terperinci

SOAL LATIHAN BIOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA TAHUN AJARAN

SOAL LATIHAN BIOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA TAHUN AJARAN SOAL LATIHAN BIOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA TAHUN AJARAN 2012-2013 Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Sel tumbuhan dapat dibedakan dengan sel hewan dimana sel tumbuhan tidak

Lebih terperinci

Faktor-Faktor Abiotik Utama dalam Persebaran Organisme. Assalamualaikum Wr. Wb. Ina Septi Wijaya BIOLOGI III-A

Faktor-Faktor Abiotik Utama dalam Persebaran Organisme. Assalamualaikum Wr. Wb. Ina Septi Wijaya BIOLOGI III-A Faktor-Faktor Abiotik Utama dalam Persebaran Organisme Assalamualaikum Wr. Wb Ina Septi Wijaya BIOLOGI III-A 109016100030 Apa yang dimaksud dengan faktor abiotik???? Faktor Abiotik Abiotik (bahasa Inggris:

Lebih terperinci

BAB 4. LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

BAB 4. LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAB 4. LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NAMA SEKOLAH : Mata Pelajaran : Geografi Kelas/Semester : XI (sebelas)/2 (dua) Standar Kompetensi :3. Menganalisis

Lebih terperinci

PENGANTAR ILMU PERTANIAN (IPB 107), SKS =2(2-0) Pengantar Ilmu Pertanian 1

PENGANTAR ILMU PERTANIAN (IPB 107), SKS =2(2-0) Pengantar Ilmu Pertanian 1 PENGANTAR ILMU PERTANIAN (IPB 107), SKS =2(2-0) Pengantar Ilmu Pertanian 1 TOPIK 2 : SAINS DAN PERTANIAN TIK : Setelah mengikuti kuliah ini, anda dapat menjelaskan Sains dan Pertanian. Pengantar Ilmu Pertanian

Lebih terperinci

KEANEKARAGAMAN HAYATI

KEANEKARAGAMAN HAYATI KEANEKARAGAMAN HAYATI KEGIATAN BELAJAR KE 1 KEANEKARAGAMAN HAYATI TINGKAT GEN, JENIS, EKOSISTEM PENDAHULUAN Selamat, Anda telah menyelesaikan modul mengenai Ruang Lingkup Biologi, dan modul selanjutnya

Lebih terperinci

Ekologi Hubungan kait mengkait antara makhluk hidup dengan lingkungannya (baik lingkungan abiotik mapun biotik)

Ekologi Hubungan kait mengkait antara makhluk hidup dengan lingkungannya (baik lingkungan abiotik mapun biotik) 12. Ekologi-Biotik Wignyanto Ekologi Hubungan kait mengkait antara makhluk hidup dengan lingkungannya (baik lingkungan abiotik mapun biotik) Ekologi adalah Ilmu Pengetahuan Ekologi berasal dari bahasa

Lebih terperinci

SILABUS KEGIATAN PEMBELAJARAN TAHUN 2013/2014

SILABUS KEGIATAN PEMBELAJARAN TAHUN 2013/2014 SILABUS KEGIATAN PEMBELAJARAN TAHUN 0/04 MADRASAH : MAN PONOROGO MATH PELAJARAN : BIOLOGI KELAS/SEMESTER : X (SEPULUH) / STANDAR KOMPETENSI : 4. Menganalisis hubungan antara komponen, perubahan materi

Lebih terperinci