Analisis Deskriptif Pengguna Go-Pay di Surabaya

dokumen-dokumen yang mirip
Analisis Deskriptif dan Tabulasi Silang pada Konsumen Taxi Ride Sharing: Studi Kasus Perusahaan Taxi Ride Sharing

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA KONSUMEN LAZADA INDONESIA METODE PENELITIAN. Disusun oleh: SALMA NABELLA PUTRI

Analisis Potensi Pasar dan Perilaku Pelanggan Layanan Online Shop

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan di beberapa media teknologi yang didapat dari internet, kios

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Pada bagian ini berdasarkan dari analisis pada bab IV, didapatkan

kepuasan yang tinggi serta mengakibatkan pembelian ulang. Hal ini dikarenakan

ANALISIS PRESEPSI MASYARAKAT PENGGUNA LAYANAN TRANSAKSI DIGITAL PADA FINANCIAL TECHNOLOGY

BAB I PENDAHULUAN. satunya adalah perkembangan teknologi internet yang mengalami kenaikkan yang. Gambar 1.1 Jumlah Pengguna Internet di Dunia (2015)

BAB 1 : PENDAHULUAN PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I Pendahuluan 1.1 Objek Penelitian Sejarah Singkat Go-Jek Gambar 1.2 Logo Go-Jek Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. berkomunikasi. Seiring dengan kemajuan dalam berbisnis, teknologi internet yang

BAB I PENDAHULUAN. melakukan pembelian (Lee et al., 2011). Zeithaml et al. (2013) berpendapat bahwa

Meningkatkan Finansial Inklusi Melalui Digitalisasi Perbankan

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang semakin canggih telah merubah sebagian besar

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Indonesia merupakan negara berkembang dimana masyarakatnya sangat

BAB 1 PENDAHULUAN. Maraknya bisnis di Indonesia akhir-akhir ini via Internet diyakini memiliki

BAB I PENDAHULUAN. untuk di dapatkan terutama di kota - kota besar di Indonesia. Oleh sebab itu gaya

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Teknologi informasi selalu berkembang sampai saat ini. Dalam

BAB I PENDAHULUAN. disebut sebagai e-commerce. Sistim perdagangan elektronik atau e- commerce saat ini menawarkan bentuk bisnis yang baru dengan

SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN IMPLIKASI. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis kualitas aplikasi mobile GO-

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Kemajuan teknologi dalam sistem pembayaran dan transaksi perbankan

BAB I PENDAHULUAN. bergeser menjadi text-based communication melalui media sosial. Penggunaan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Modern Superindo Godean Kota Yogyakarta yang bersedia diwawancarai.

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada era perkembangan teknologi saat ini banyak kita jumpai campaign

BAB V ANALISA. terbanyak dalam segmen ini adalah sebagai wiraswasta dengan pendapatan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Internet marketing atau e-marketing atau online-marketing adalah segala usaha yang

BAB I PENDAHULUAN. menyalurkan dana kepada masyarakat serta memberikan jasa-jasa pelayanan

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan pesat pangsa pasar e-commerce di Indonesia memang sudah tidak bisa

HASIL DAN PEMBAHASAN. Karakteristik Konsumen

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan data emarketeer (2015) jumlah pengguna internet didunia cenderung

BAB I PENDAHULUAN. seperti sistem perdagangan dan sistem pemasaran. Dahulu jika kita ingin

KARAKTERISTIK KONSUMEN RESTORAN MIRA SARI

BAB I PENDAHULUAN. perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya gaya hiudp masyarakat yang

Pengguna Internet Indonesia BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB III METODE PENELITIAN. Objek penelitian adalah peran bauran pemasaran terhadap perilaku

BAB IV GAMBARAN UMUM

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. dapat ditarik sesuai dengan pertanyaan penelitian adalah: menggunakan uang elektronik pada transaksi e-commerce.

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. (ojek), kini telah hadir ojek online (GO-JEK), GO-JEK adalah perusahaan berjiwa

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Perkembangan teknologi informasi, telekomunikasi, dan internet

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.2 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. kreatif memicu kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan akselerasi yang

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan bisnis ritel di Indonesia pada saat ini semakin cepat salah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA KONSUMEN SARI ROTI (STUDY KASUS MAHASISWA DAN MAHASISWI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA)

BAB I PENDAHULUAN UKDW. satunya adalah handphone. Pada jaman sekarang, handphone menjadi salah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan data yang diambil dari situs resmi sensus ( bahwa

LAMPIRAN. Umur : >40. Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan. Pendidikan Terakhir : SD/sederajat SMP/sederajat

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. persaingan yang semakin kompetitif di pasar domestik maupun pasar internasional.

BAB I PENDAHULUAN. pendapatan negara. Terbukti pada tahun 2013 pariwisata di Indonesia menjadi

BAB IV MINAT NASABAH TERHADAP PRODUK SIMPANAN PENDIDIKAN DENGAN AKAD WADI AH YAD DHAMANAH DI BMT SM NU PEKALONGAN

Gambar I.1 Persentase mahasiswa yang memesan pernah makanan secara konvensional

BAB 5 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan bisnis melalui media elektronik. Salah satu bentuk e-business yang

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan zaman yang semakin modern mendorong berbagai macam

BAB I PENDAHULUAN. merambah berbagai macam sektor industri. Salah satu penerapan teknologi

BAB I PENDAHULUAN. sependapat dengan yang dikemukakan Kotler (2005) bahwa pemasaran adalah

KUESIONER PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Hal yang menarik dari kemajuan dan

BAB I PENDAHULUAN. dari berbagai aspek kehidupannya. Kemajuan teknologi seperti televisi, ponsel,

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan manusia akan sebuah jasa transportasi. Angkutan. melakukan perjalanan dengan kecepatan yang tinggi, dan salah satu

BAB I PENDAHULUAN. Telepon seluler saat ini telah menjadi alat komunikasi serta informasi

53 Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes

BAB I PENDAHULUAN. diidamkan setiap perusahaan dituntut untuk memahami keinginan dan kebutuhan. kosumen dari pasar yang menjadi sasaran.

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan kosumen, menyebabkan setiap

I. PENDAHULUAN. apa yang dibutuhkan oleh konsumen dan tidak mengetahui bagaimana cara

SMART Platform Pada T-Cash Telkomsel

BAB I PENDAHULUAN. penting. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap keuntungan suatu perusahaan.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... PERNYATAAN ORISINALITAS... KATA PENGANTAR... ABSTRAK...

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan yang terjadi di berbagai bidang baik di bidang industri, jasa

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

ANALISIS KARAKTERISTIK KONSUMEN ANGKUTAN BERBASIS ONLINE DI YOGYAKARTA

VI. KARAKTERISTIK RESPONDEN WISATA AGRO GUNUNG MAS PUNCAK BOGOR

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Rumah Makan Waroeng Steak & Shake

BAB I. Pendahuluan. Perkembangan teknologi informasi kini, khususnya internet menjadi salah satu. kini dapat memperoleh informasi dengan cepat.

BAB I PENDAHULUAN. Pemasaran merupakan strategi yang bersifat fundamental bagi setiap Online shop

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Penggunaan teknologi internet di dunia semakin meningkat. Setiap orang

V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. perilaku yang berbeda. Informasi yang disajikan memberi peluang bagi produsen

ANALISIS PERUMUSAN STRATEGI BISNIS GABUNGAN TRAVEL AGENT DAN CAFÉ PT. ABC DENGAN MENGGUNAKAN INTEGRASI METODE AHP DAN SWOT

BAB I PENDAHULUAN. yang dapat diakses langsung oleh nasabah pengguna mobile banking melalui

VI ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN PRIMA FRESH MART

@UKDW BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pada era globalisasi seperti sekarang ini, penggunaan teknologi

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara berkembang dimana masyarakatnya

Kuesioner Penelitian. Pengaruh Bauran Eceran Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Butik Batik Tasik di Bandung

Transkripsi:

Analisis Deskriptif Pengguna Go-Pay di Surabaya A55 Huwaydi, Y., Hakim, M, S., dan Persada, S. F. Departemen Manajemen Bisnis, Fakultas Bisnis dan Manajemen Teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: saiful.hakim5@yahoo.com Abstrak Financial technology atau fintech merupakan inovasi dibidang finansial yang bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam melakukan kegiatan finansial dan memudahkan perusahaan dalam memberikan pelayanan keuangannya. GO-PAY adalah salah satu fintech di Indonesia yang merupakan layanan mobile payment yang terdapat pada platform GO-JEK. GO-PAY disediakan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi proses transaksi yang dilakukan dalam GO-JEK. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa penggunaan dari layanan GO-PAY itu sendiri. Didapat sebanyak 646 data yang dapat diolah pada penelitian ini. Dari hasil tersebut ditemukan beberapa demografi yang kemudian dianalisis. Salah satunya adalah banyaknya pengguna GO-PAY yang mempunyai jenis kelamin perempuan dan layanan yang sering menggunakan GO-PAY sebagai media transaksinya adalah GO-FOOD. Kata Kunci Demografi, GO-PAY, Mobile Payment, Usage. I I. PENDAHULUAN NDONESIA sekarang sedang memasuki era globalisasi dan digitalisasi. Kegiatan yang dilakukan masyarakat Indonesia tidak jauh dari unsur teknologi dan unsur digital. Lajunya perpindahan informasi dan data yang sangat cepat, hingga perilaku dari masyarakat perlahan mulai berubah seiring dengan perkembangan teknologi. Kegiatan mulai dari keseharian, pendidikan, hingga bisnis kini berubah. Tranksaksi global pun berjalan seakan tidak ada sekat perbedaan negara dan geografi. Terdapat banyak platform bisnis yang menjadikan jaringan sebagai core bisnisnya, seperti Alibaba, Amazon, dan lain sebagainya. Perkembangan e-commerce di Indonesia pun terbilang cukup cepat, meskipun baru memasuki tahap perkenalan. Berbeda dengan Tiongkok, Indonesia masih tertinggal jauh jika dilihat dari perkembangan e-commerce. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia akan menjadi pemain ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Hal ini didukung oleh bentuk negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan, e-commerce sangat cocok bagi Indonesia. Selain itu, demografi di Indonesia yang saat ini mengalami peningkatan kelas menengah akan menjadi salah satu faktor e-commerce terus tumbuh. Kelas menengah dengan daya konsumsi yang tinggi akan meningkatkan performa e- commerce di Indonesia. Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro memprediksi jumlah masyarkat kelas menengah akan terus meningkat. Kini jumlah kelas menengah berjumlah 40 juta jiwa, dan akan naik 5 kali lipat di tahun 2020 menurut Kepala Bappenas dikutip dari Media Indonesia. Kemudahan transaksi dari e-commerce sendiri merupakan salah satu daya tarik mengapa masyarakat lebih memilih untuk berbelanja online dari pada offline [1]. Kemudahan dalam mobile payment sendiri akan terasa manfaatnya bagi penduduk yang angka transaksi online-nya terus meningkat. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Bothun [2], terdapat beberapa keuntungan yang membuat masyarakat memilih untuk menggunakan mobile payment. Keuntungan yang pertama adalah dapat lebih berhemat. Perusahaan biasanya memberikan promosi terhadap pengguna dompet digital mereka dengan coupon atau diskon dari jasa yang mereka tawarkan. Responden dari penelitian Bothun [2] beranggapan dengan banyaknya diskon dapat menghemat pengeluaran mereka. Keuntungan berikutnya adalah kemudahan dalam transaksi dan keseharian. User tidak perlu membawa dompet untuk melakukan transaksi, cukup dengan smartphone dan jaringan internet mereka bisa bertransaksi, maka dari itu adanya mobile payment ini dapat mempermudah proses transaksi. Bagaimanapun kemudahan dalam transaksi merupakan daya tarik tersendiri bagi user atau pelanggan [3]. A. Perilaku Konsumen II. TINJAUAN PUSTAKA Konsumen adalah seseorang yang menggunakan atau memakai produk atau jasa yang disediakan [4]. Konsumen adalah individu yang membeli produk atau jasa untuk dirinya. Konsumen adalah seseorang pengambil keputusan yang mana mempunyai kuasa penuh atas keputusan membeli atau tidak membeli barang atau jasa. Menurut Kotler [5] konsumen adalah individu yang membeli dari orang lain. Jadi yang disebut konsumen adalah orang yang memegang kendali atas keputusan pada suatu pembelian dan menggunakan produk yang ia beli. Perilaku konsumen adalah serangkaian proses yang dijalani oleh individu dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan bertindak pasca penggunaan produk ataupun jasa dalam pemenuhan kebutuhannya [6]. Menurut Kotler [5] perilaku konsumen merupakan studi mengenai seseorang, kelompok atau organisasi memilih, membeli, menggunakan, suatu barang, jasa, atau pengalaman untuk memenuhi kebutuhan dan memuaskan diri mereka. Sedangkan menurut American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai sebuah dinamika interaksi antara pengaruh dan kesadaran, lingkungan, perilaku, dimana terjadi pertukaran aspek-aspek oleh manusia [7]. B. GO-PAY GO-PAY merupakan metode pembayaran mobile payment yang disediakan oleh perusahaan GO-JEK untuk mempermudah proses transaksi bagi pengguna, driver maupun perusahaan itu sendiri.

A56 Tabel 1. Deskriptif Demografi Responden Profil Frekuensi Persentase (%) Jenis Kelamin Laki - Laki 276 42,7 Perempuan 370 57,3 Usia 7-21 Tahun 509 78,8 22-36 Tahun 137 21,2 Pendidikan Terakhir SMA/Sederajat 514 79,6 Pascasarjana 1 0,2 Diploma 33 5,1 Sarjana 95 14,7 Lainnya 3 0,5 Jenis Pekerjaan PNS 6 0,9 Pelajar/Mahasiswa 586 90,7 Pegawai Swasta 25 3,9 Lainnya 18 2,8 Wiraswasta 11 1,7 Pemasukan dalam Sebulan <= Rp 1.000.000 267 41,3 Rp 1.000.001 - Rp 3.000.000 320 49,5 Rp 3.000.001 - Rp 5.000.000 43 6,7 Rp 5.000.001 - Rp 7.000.000 8 1,2 > Rp 7.000.000 8 1,2 Penggunaan GO-PAY dalam Sebulan 1 kali 339 52,5 3 kali 178 27,6 5 kali 50 7,7 7 kali 79 12,2 Layanan GO-JEK dengan menggunakan GO-PAY GO-RIDE 259 40,1 GO-CAR 45 7 GO-FOOD 333 51,5 GO-PULSA 6 0,9 Lainnya 3 0,5 Nominal Top-up GO-PAY Rp 50.000 256 39,6 Rp 50.001 - Rp 100.000 332 51,4 Rp 100.001 - Rp 200.000 50 7,7 Rp 200.001 - Rp 300.000 6 0,9 > Rp 300.000 2 0,3 Media untuk Top-up GO-PAY Transfer Bank 238 36,8 Mobile Banking 206 31,9 Internet Banking 58 9 Driver GO-JEK 128 19,8 Via Alfamart 16 2,5 Saldo GO-PAY Saat Ini Rp 50.000 549 85 Rp 50.001 - Rp 100.000 78 12,1 Rp 100.001 - Rp 200.000 15 2,3 Rp 200.001 - Rp 300.000 3 0,5 > Rp 300.000 1 0,2 Promo GO-PAY yang Didapatkan dalam Sebulan yang akan dijelaskan pada sub bab berikut. Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang digunakan untuk mengumpulkan data terkait variabel-variabel yang nantinya akan diolah. Teknik sampling yang akan digunakan pada penelitian ini adalah nonprobabilitas sampling yang brarti pemilihan responden berdasar pada judgement dari peneliti sendiri [8]. Metode sampling yang digunakan adalah convenience. Metode sampling convenience dipilih atas dasar keterbatasan kemampuan dari peneliti. Kriteria sampel pada penelitian ini adalah pengguna GO-PAY. Data yang diperoleh berjumlah 646 dengan komponen 128 data offline dan 518 data online. IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif demografi dan usage dilakukan dalam penelitian ini untuk mengetahui karakteristik demografi responden dan penggunaan layanan e-filing pajak orang pribadi. Berikut adalah hasil analisis demografi pengguna e- filing pajak orang pribadi di Blitar (Tabel 1). Mayoritas responden dalam penelitian ini adalah perempuan dengan presentase sebanyak 57,3%. Sedangkan laki-laki hanya sebesar 42,7% (Gambar 1). Gambar 1. Gender. Usia 21 tahun mendominasi jumlah responden dengan total presentase 79%. Dua puluh satu persen sisa dari keseluruhan responden merupakan responden dengan rentang usia 22-36 tahun (Gambar 2). Sedangkan opsi jawaban terakhir yaitu usia dengan rentang 37-52 tahun tidak ada. Penulis mengelompokan 3 rentang usia menjadi 3 kelompok yaitu generasi x, generasi y, dan generasi milenial [6]. - 157 24,3 1-3 kali 391 60,5 4-6 kali 66 10,2 7-10 kali 14 2,2 > 10 kali 18 2,8 Penggunaan Promo GO-PAY Ya 438 67,8 Tidak 208 32,2 JUMLAH RESPONDEN 646 100 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Data Data primer merupakan data yang bersifat original dari peneliti itu sendiri yang berfungsi untuk menyelesaikan masalah penelitian. Data ini akan didapat melalui kuisioner Gambar 2. Usia. Pendidikan terakhir yang paling banyak adalah SMA dan sederajat. Sebanyak 79,6% dari total responden mempunyai tingkat pendidikan SMA dan sederajat (Gambar 3). Lalu diikuti oleh sarjana sebanyak 14,7%, diploma sebanyak 5,1%, lainnya sebanyak 0,5% dan yang paling sedikit adalah pascasarjana atau magister (S2) dengan angka 0,2%

A57 dalam sebulan dengan angka sebesar 28% dari total responden. Pengguna GO-PAY lebih dari 10 kali dalam sebulan yaitu dengan angka 12% mengalahkan tingkat penggunaan dalam rentang 8-10 kali dalam sebulan yang angkanya mencapai 8%. Gambar 3. Pendidikan Terakhir. Responden dari penelitian ini didominasi oleh kalangan mahasiswa atau pelajar (Gambar 4). Dengan angka mencapai 90,7% dari total responden. Ini bisa terjadi karena penyebaran offline dilakukan di area kampus, pusat perbelanjaan dan café dimana terdapat banyak sekali pelajar dan mahasiswa yang sedang bermain. Selain itu juga karena penyebaran kuisioner online yang menggunakan relasi penulis sebagai bantuan dalam menyebarkan kuisioner yang rata-rata adalah pelajar juga. Selanjutnya angka sebesar 3,9% dipegang oleh pegawai swasta, 0,9% deipegang oleh PNS, 2,8% pekerjaan lainnya, dan 1,7% dipegang oleh jenis pekerjaan wiraswasta. Gambar 6. Frekuensi Penggunaan. Terdapat 2 layanan yang transaksinya sering menggunakan GO-PAY, yaitu layanan flagship dari GO_JEK sendiri yakni GO-RIDE, lalu layanan yang menawarkan layanan kurir makanan yakni GO-FOOD. Sebanyak 51% dari total responden menggunakan GO-PAY dalam melakukan transaksi GO-FOOD (Gambar 7). Angka ini mengalahkan GO-RIDE yang menduduki angka sebesar 40%. Kemudian diikuti oleh GO-CAR sebanyak 7%, GO- PULSA sebesar 1%. Gambar 4. Pekerjaan. Terdapat sebanyak 49,5% dari total responden yang memiliki pemasukan dalam rentang Rp 1.000.001 Rp 3.000.000 sedangkan responden dengan pemasukan dalam dibawah Rp 1.000.000 menduduki peringkat kedua terbanyak dengan presentase sebesar 41,3% (Gambar 5). Ini diduga karena sebagian besar responden merupakan pelajar yang masih belum punya pemasukan sendiri. Selanjutnya pemasukan dengan rentang Rp 3.000.001 Rp 5.000.000 berada pada angka 6,7%, Rp 5.000.000 - Rp 7.000.000 sebanyak 1,2% dan diatas Rp 7.000.000 sebanyak 1,2% juga. Gambar 7. Layanan GO-JEK. Orang-orang cenderung melakukan top-up GO-PAY dengan rentang sebesar Rp 50.001 Rp 100.000. Ini terbukti dengan angka presentase sebesar 51,4% dari total responden yang mengisi saldo GO-PAY dengan rentang angka Rp 50.001 Rp 100.000 (Gambar 8). Jumlah nominal pengisian saldo GO-PAY dibawah Rp 50.000 berada pada angka presentase yang cukup besar yaitu 39,6%. Selanjutnya diikuti oleh top-up dengan rentang Rp 100.001 Rp 200.000 dengan angka sebanyak 7,7%, Rp 200.001 Rp 300.000 sebanyak 0,9% dan terakhir diatas Rp 300.000 yang mencapai angka 0,3%. Gambar 5. Pemasukan. Sebagian besar responden menggunakan jasa GO-PAY sebanyak 1-3 kali dalam sebulan. Penggunaan sebanyak 1-3 kali mendominasi dengan angka sebesar 52% (Gambar 6). Diikuti dengan frekuensi penggunaan dalam rentang 4-7 kali Gambar 8. Nominal Top-Up.

A58 Pengisian saldo GO-PAY cenderung menggunakan 2 media pengisian, yakni transfer ATM dan transfer via mobile banking. Media yang paling sering digunakan adalah melalui transfer ATM dengan angka presentase sebesar 36,8 % (Gambar 9). Selanjutnya sebanyak 31,9% top-up melalui mobile banking. Kemudian peringkat 3 terbanyak diduduki oleh media driver itu sendiri yaitu dengan angka sebanyak 19,8%. Lalu kemudian internet banking sebanyak 9% dan disusul oleh media alfamart sebanyak 2,5%. 68% dari responden pengguna GO-PAY selalu menggunakan promo yang didapat dalam melakukan setiap transaksinya (Gambar 12). Ini jelas karena dengan adanya promo pengguna bisa mengurangi pengeluaran dalam menggunakan semua layanan GO-JEK. Selain itu promo potongan harga yang dikeluarkan oleh pihak GO-JEK ratarata menggunakan GO-PAY sebagai medianya. Namun dibalik itu terdapat 32% pengguna GO-PAY yang tidak selalu menggunakan promo yang didapat. Gambar 9. Media Top-Up. Sebanyak 85% dari pengguna GO-PAY memliki sisa saldo dibawah Rp 50.000 (Gambar 10). Lalu diikuti sisa saldo dengan rentang Rp 50.001 Rp 100.000 dengan presentase sebesar 12,1%. Kemudian diikuti dengan rentang sebesar Rp 100.001 Rp 200.000 dengan angka presentase 2,3%, saldo dengan rentang Rp 200.001 Rp 300.000 sebesar 0,5% dan terakhir diatas Rp 300.000 sebesar 0,2%. Gambar 10. Nominal Saldo. Mayoritas pengguna GO-PAY mendapatkan promo sebanyak 1-3 kali dalam sebulan. Ini terbukti dengan capaian angka presentase 60,5% responden mendapat promo sebanyak 1-3 kali dalam sebulan. 24.3% responden tidak mendapatkan promo (Gambar 11). Kemudian frekuensi 4-6 kali sebulan mencapai angka sebesar 10,2%, sebanyak 2,2% mendapat promo sekitar 7-10 kali dalam sebulan dan terdapat 2,8% dari responden yang mendapat promo sangat sering diatas 10 kali dalam sebulan. Gambar 12. Penggunaan Promo. V. KESIMPULAN Analisis deksriptif demografi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna GO-PAY lebih banyak perempuan, hal ini terjadi mungkin karena kebanyakan lakilaki memiliki sendiri kendaraan bermotor. Kelompok usia dalam penelitian ini berada pada generasi Y, karena generasi tersebut sudah biasa akan teknologi. Pendidikan terakhir kebanyakan penggunanya adalah SMA sederajat ini sejalan penemuan berikutnya yang menemukan bahwa pengguna paling banyak dari GO-PAY ini adalah mahasiswa atau pelajar. Pendapatan dalam sebulan juga berada pada rentan Rp 1.000.000,- sampai Rp 3.000.000,-. Ini dikarenakan mahasiswa atau pelajar masih belum memiliki pendapatan sendiri. Penggunaan GO-PAY mayoritas menggunakan GO- PAY sebanyak 1-3 kali dalam sebulan dan GO-PAY paling sering digunakan pada layanan GO-FOOD. Jumlah nominal top-up paing banyak ada pada rentan Rp 50.000,- hingga Rp 100.000,- dan media yang paling banyak digunakan oleh user untuk top-up adalah transfer ATM. User biasanya menyisakan saldo pada GO-PAY mereka pada rentan Rp 50.000 kebawah. Sedangkan jika dilihat dari promo, pengguna rata-rata mendapatkan promo dari GO-JEK sebanyak 1-3 kali akan tetapi tidak semua promo yang didapat digunakan. VI. SARAN Saran untuk penelitian selanjutnya dapat meneliti mengenai penggunaan GO-PAY tidak pada segi konsumen atau user saja, melainkan dari dua sisi yaitu konsumen dan driver GO-JEK. Penelitian selanjutnya juga dapat meneliti mengenai bagaimana GO-PAY dalam sudut pandang perusahaan dan bagaimana optimalisasi profit dari uang yang berputar didalam proses perputaran GO-PAY. Gambar 11. Frekuensi Promo. DAFTAR PUSTAKA [1] J. Nielsen, Why People Shop on the Web, Nielson Noueman Group, 1999. [Online]. Available: https://www.nngroup.com/articles/why-people-shop-on-the-web/. [2] D. Bothun, S. Glisson, R. Haas, C. Isaac, and M. Lieberman, Consumer intelligence series;opening the mobile wallet, PricewaterhouseCoopers LLP, 2013. [Online]. Available: www.pwc.com/sg/en/tice/assets/tmtnews201304/pwc-consumer-

A59 intelligence-series-mobile-wallet.pdf. [3] E. Taylor, Mobile payment technologies in retail: a review of potential benefits and risks, Int. J. Retail. Distrib., 2016. [4] Fadila and D. Ridho, Perilaku Konsumen. Palembang: Citrabooks, 2013. [5] P. Kotler and K. L. Keller, Marketing Management. Harlow: Pearson Education, 2015. [6] P. Ristiyanti, Perilaku Konsumen. Yogyakarta: Andi Offset, 2004. [7] J. Peter, Consumer Behavior and Markeitng Strategy. Jakarta: Salemba Empat, 2014.