KETERAMPILAN NEGOSIASI

dokumen-dokumen yang mirip
TEKNIK DAN TAKTIK NEGOSIASI

PERUBAHAN, PENCABUTAN, PEMBATALAN DAN RALAT

KEDUDUKAN, PERANAN, CIRI-CIRI DAN ASAS-ASAS ADMINISTRASI UMUM POLRI

DASAR HUKUM,TINGKAT KEAMANAN, KECEPATAN DAN PENGGUNAAN NASKAH DINAS

BAB 1 PENDAHULUAN. Keterampilan berbicara sangat diperlukan untuk berkomunikasi lisan.

BAB IV ANALISIS DATA. maupun pengamatan lapangan. Pada Bab ini peneliti akan menguraikan data

Psikologi Konseling. Psikologi Konseling. Psikologi Psikologi

Kita akan pergi untuk madu. Ayo, Beruang Kecil! Kita akan pergi untuk madu dan aku tahu ke mana.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikn : SD N Percobaan 2. Kelas/ Semester : V/ I

PROSES DAN TEKNIK-TEKNIK KONSELING

MODUL PSIKOEDUKASI MENINGKATKAN REGULASI EMOSI PADA ANAK MENTAL RETARDASI. : Menjalin rapport dengan anak serta membuat peraturan-peraturan dengan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

TEKNIK INSTALASI SISTEM KOMUNIKASI SATELIT

PROSEDUR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

Angket 1 No Pernyataan SS S TS STS

Bodoh Sekali. Oleh: Ga Hyun

MATERI DAN PROSEDUR. Pertemuan I : Pre-Session

RANCANG BANGUN PEMBELAJARAN MATA PELATIHAN (RBPMP)

PENCATATAN LAPORAN KEUANGAN

Beberapa Teknik Fasilitasi* *Mengacu pada bahan bacaan yang disusun Dani Wahyu Munggoro dan Budhita Kismadi atas budi baik Bp.

Pelatihan Keterampilan Konseling dan Konseling Kelompok bagi Guru BK Kota Yogyakarta

MENGUNGKAPKAN PERASAANMU (Semuanya, Sekitar Naik, Turun), 15 Desember B. Apa yang dikatakan tentang Mengungkapkan Perasaanmu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

KOPSTUK DAN TAJUK TANDA TANGAN

Modul ke: PENDIDIKAN ETIK. Komunikasi Efektif. Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Ikhwan Aulia Fatahillah, SH., MH. Program Studi Manajemen

TEKNIK INSTALASI SISTEM KOMUNIKASI SATELIT

PENGERTIAN-PENGERTIAN, SIKLUS AKUNTANSI,PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI,ANALISIS TRANSAKSI DAN BASIS AKUNTANSI

Kamar Kecil. Merokok. Agenda. Telepon selular

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan sehari-hari. Atas dasar pemikiran tersebut, pendidikan karakter. dengan metode serta pembelajaran yang aktif.

Pengguna Lain BAB BAB 3 BAB 5. Hal 30. Berkontribusi di Wikipedia Bahasa Indonesia. Tambahan. Mengenalkan Diri. 75 Mengenalkan Diri

PB 1. Visi Undang-undang Desa

Modul ke: Produksi Berita TV. Wawancara Dalam Berita TV. Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Broadcasting.

BENTUK-BENTUK,ATURAN PENCATATAN,SALDO NORMAL,KELOMPOK DAN BAGAN PERKIRAAN,FUNGSI-FUNGSI DAN PENCATATAN TRANSSAKSI KEUANGAN

SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK SIKLUS I

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama sekolah : SD NEGERI CIPETE 1. Hari/Tanggal : Sabtu, 17 Mei 2014

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. untuk memperoleh gambaran proses pembelajaran IPA. Menurut guru kelas

c. Metode Curah Pendapat/Urun Pendapat/Brainstorming

Tine A. Wulandari, S.I.Kom.

RANCANG BANGUN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT. Ceramah Tanya Jawab Curah Pendapat. - Idem. - Idem

Penyesuaian Diri Menantu Perempuan Mean empirik: 49,67 SD Empirik: 6,026 SD: 6/5 x : 7,2312

Negosiasi Bisnis. Minggu-11: Agen, Konstituen, dan Khalayak. By: Dra. Ai Lili Yuliati, MM, Mobail: ,

Dilarang menggandakan sebagian atau seluruh Isi bahan ajar ini tanpa ijin tertulis dari Kapusdikmin Lemdikpol

Persahabatan Itu Berharga. Oleh : Harrys Pratama Teguh Sabtu, 24 Juli :36

Mengidentifikasi fokus pendampingan. Melaksanakan pendampingan sesuai kaidah pendampingan yang baik.

BAB II TAHAP PERTENGAHAN KONSELING

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

LAMPIRAN A. Skala Penelitian (A-1) Beck Depression Inventory (A-2) Skala Penerimaan Teman Sebaya (A-3) Skala Komunikasi Orangtua-Anak

Setelah mengikuti kegiatan belajar, diharapkan dapat : Menjelaskan pengertian KIP&K dlm pelayanan kes Menjelaskan perbedaan KIP&K dg jenis komunikasi

KD Menulis naskah drama berdasarkan cerpen yang sudah dibaca

BAB I PENDAHULUAN. Remaja merupakan fase yang disebut Hall sebagai fase storm and stress

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : SMK N 1 Puhpelem

Lampiran 1 PLAN OF ACTION. Nama : Ratna Connie N. NIM :

Kegiatan Sehari-hari

Small Groups in Counseling and Therapy. Sigit Sanyata 07 Juni 2009

LAMPIRAN A LEMBAR DATA PARTISIPAN

UNIT 6: MENGEMBANGKAN PAKEM

Komunikasi Interpersonal. Dwi Kurnia Basuki

LEMBAR PENGESAHAN KIT TUTORIAL. : Salehuddin, S.Pd. M.Si

BAB I PENDAHULUAN. Bagi manusia normal, kegiatan berbicara merupakan suatu kegiatan yang

CAP DINAS. Dalam bagian ini dibahas materi tentang pengertian, dan ketentuan penggunaan/pemakaian cap dinas di lingkungan Polri.

INSTRUMEN PENELITIAN PENGUNGKAP

INSTRUMEN PENELITIAN PROFIL PROAKTIVITAS PESERTA DIDIK SMP PETUNJUK PENGISIAN

Media Relations. Wawancara Media. Anindita, S.Pd, M.Ikom. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Public Relations

Mendengar Secara Aktif

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DASAR POLISI PAMONG PRAJA

I. PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang tidak dapat hidup sendiri

Membangun Ketrampilan Memfasilitasi

Interpersonal Communication Skill

BAB I PENDAHULUAN. Guru berperan penting dalam proses pendidikan anak di sekolah, bagaimana

Ketrampilan Memfasilitasi dan Mendengarkan

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

: PETUNJUK PENGISIAN SKALA

05. MEMBUAT CERITA KOMIK. KOMIK 04 MEMBUAT CERITA KOMIK / Hal. 1

ALAT UKUR ELEKTRONIKA DAN METODE PENGUKURAN

SEMINAR LABORATORIUM KEPEMIMPINAN DIKLAT PIM IV

Keberanian. Dekat tempat peristirahatan Belanda pada zaman penjajahan, dimulailah perjuangan nya.

BAB IV PROSES, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kecamatan klambu dengan nomor telefon (0292) SMA N

BAB II KAJIAN TEORI. yang terlibat di dalamnya saling mempengaruhi (Sugiyo, 2005). Komunikasi antar

Bab 1. Awal Perjuangan

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa Indonesia sangat penting untuk dipelajari. adanya gagasan atau sesuatu yang hendak dikomunikasikan.

PANDUAN PENYELESAIAN KOMPLAIN, KELUHAN ATAU PERBEDAAN PENDAPAT PASIEN DAN KELUARGA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. PERSIAPAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

LAMPIRAN 1. DATA VALIDITAS & RELIABILITAS ALAT UKUR

KONFLIK DALAM KELOMPOK. Sepanjang individu berinteraksi dengan individu lain, konflik tidak mungkin terhindarkan. Konflik dapat terjadi dalam

SILABUS TEMATIK KELAS I

PENGEMBANGAN PERENCANAAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAHASA DI SD BERBASIS BUDAYA LOKAL. Oleh Supartinah, M.Hum.

PENGERTIAN-PENGERTIAN, ENTITAS PELAPORAN,PERIODE LAPORAN, KOMPONEN LAPORAN BMN DAN UNIT AKUNTANSI INSTANSI

KATA PENGANTAR. Saran atau masukan untuk penyempurnaan Buku IS Akademik yang akan datang sangat dihargai. ..., 29 November 2006 Penyusun APSI PUSAT

SISTEM MANAJEMEN KINERJA ANGGOTA POLRI

METODE PENGENALAN BAHASA UNTUK ANAK USIA DINI*

Kegemaran 15. Bab 2. Kegemaran

KETERAMPILAN PEMIMPIN KELOMPOK S I T I R O H M A H N U R H A Y A T I

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. Standar Kompetensi : Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup ( K3LH )

Transkripsi:

MODUL 04 KETERAMPILAN NEGOSIASI 10 JP ( 450 menit) Pengantar Modul keterampilan negosiasi dibahas dengan tujuan agar peserta pelatihan memahami dan terampil melakukan negosiasi. Standar Kompetensi Memahami dan terampil melakukan negosiasi. Kompetensi Dasar 1. Memahami keterampilan dasar negosiasi. Indikator Hasil Belajar: a. Menjelaskan keterampilan penguatan minimal; b. Menjelaskan keterampilan pelabelan emosi; c. Menjelaskan keterampilan mirroring; d. Menjelaskan keterampilan bertanya dengan akhiran terbuka; e. Menjelaskan keterampilan memberikan pesan I (saya); f. Menjelaskan keterampilan menciptakan jeda yang efektif; g. Menjelaskan keterampilan menciptakan landasan kesepakatan dari lawan bicara (Commond Ground Ala Socrates). NEGOSIATOR 39 HPP- LAT BINTARA FT.SABHARA

2. Menerapkan keterampilan dasar negosiasi. Indikator Hasil Belajar: a. Mensimulasikan keterampilan penguatan minimal; b. Mensimulasikan pelabelan emosi; c. Mensimulasikan keterampilan mirroring; d. Mensimulasikan keterampilaan bertanya dengan pertanyaan terbuka; e. Mensimulasikan keterampilan memberikan pesan I (saya); f. Mensimulasikan keterampilan menciptakan jeda efektif; g. Mensimulasikan keterampilan menciptakan landasan kesepakatan dari lawan bicara (commond ground ala Socrates). Materi Pelajaran Pokok bahasan: Keterampilan dasar negosiasi. Sub pokok bahasan: 1. Keterampilan penguatan minimal; 2. Keterampilan pelabelan emosi; 3. Keterampilan mirroring; 4. Keterampilan bertanya dengan akhiran terbuka; 5. Keterampilan memberikan pesan I (saya); 6. Keterampilan menciptakan jeda yang efektif; 7. Keterampilan menciptakan landasan kesepakatan dari lawan bicara (Commond Ground Ala Socrates). Metode Pembelajaran 1. Ceramah. Metode ini digunakan pelatih untuk menjelaskan keterampilan negosiasi. NEGOSIATOR 40 HPP-LAT BINTARA FT. SABHARA

2. Tanya jawab. LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI Metode ini digunakan pelatih untuk menguji Indikator hasil belajar dan memberi penekanan isi/materi. 3. Diskusi. Metode ini digunakan pelatih untuk mendiskusikan materi tentang keterampilan negosiasi 4. Simulasi. Metode ini digunakan pelatih untuk mensimulasikan materi tentang keterampilan negosiasi Alat/media, bahan, dan Sumber belajar 1. Alat/media a. White board; b. LCD; c. Laptop; d. Laser point; e. Pengeras suara; f. Papan Flipcat. 2. Bahan: a. ATK; b. Kertas Flipcat. 3. Sumber belajar: a. Undang-Undang No.9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum (KMPDU); b. Undang-Undang No.39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM); c. Undang-Undang No.2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri); d. Undang-Undang No. 7 Tahun 2012 tentang Konflik Sosial; e. Perkabaharkam Tahun 2013 tentang Tata Cara Negosiasi; f. Modul Psikologi Massa dan Negosiator Pembentukan Bintara Tugas Umum Tahun 2017. NEGOSIATOR 41 HPP- LAT BINTARA FT.SABHARA

Kegiatan Pembelajaran 1. Tahap awal: 15 menit. a. Pelatih/instruktur memperkenalkan diri kepada para peserta pelatihan; b. Pelatih/instruktur melakukan pencairan (permainan, bernyanyi, kegiatan yang menarik); c. Pelatih/instruktur menyampaikan kompetensi dasar dan indikator hasil belajar; d. Pelatih /instruktur menyampaiakan tagihan individu (rangkuman) dan tagihan kelompok (hasil diskusi). 2. Tahap inti: 425 menit. a. Pelatih/Instruktur menjelaskan materi tentang keterampilan negosiasi. b. Pelatih/Instruktur memberi kesempatan kepada peserta pelatihan untuk bertanya dan berkomentar terkait materi yang disampaikan. c. Pelatih/instruktur membagi peserta pelatihan menjadi 3 kelompok: 1) Kelompok 1 ditugaskan untuk membuat kasus yang penyelesaiannya menggunakan keterampilan penguatan minimal dan pelabelan emosi; 2) Kelompok 2 ditugaskan untuk membuat kasus yang penyelesaiannya menggunakan keterampilan mirroring dan bertanya dengan akhiran terbuka; 3) Kelompok 3 ditugaskan untuk membuat kasus yang penyelesaiannya menggunakan keterampilan memberikan pesan I (saya), menciptakan jeda yang efektif, dan menciptakan landasan kesepakatan dari lawan bicara (Commond Ground Ala Socrates). d. Pelatih/Instruktur memerintahkan masing-masing kelompok memaparkan hasil diskusi dan mensimulasikan keterampilan negosiasi serta kelompok yang lain menanggapi. e. Pelatih/instruktur memerintahkan peserta pelatihan untuk mengumpulkan hasil diskusi. 3. Tahap Akhir: 10 menit. a. Penguatan materi. Pelatih/instruktur memberikan ulasan dan penguatan materi secara umum. NEGOSIATOR 42 HPP-LAT BINTARA FT. SABHARA

b. Cek penguasaan materi. Pelatih/instruktur mengecek penguasaan materi dengan bertanya secara lisan dan acak kepada peserta pelatihan. c. Learning point. Pelatih/instruktur merumuskan learning point/koreksi dan kesimpulan dari materi yang disampaikan kepada peserta latihan. Tagihan/Tugas Secara kelompok peserta pelatihan mengumpulkan hasil diskusi. Lembar Kegiatan Pelatih/instruktur membagi peserta pelatihan menjadi 3 kelompok dengan penugasan: 1) Kelompok 1 menyusun skenario penyelesaian kasus yang menggunakan keterampilan penguatan minimal dan pelabelan emosi, sekaligus mensimulasikannya; 2) Kelompok 2 menyusun skenario penyelesaian kasus yang menggunakan keterampilan mirroring dan bertanya dengan akhiran terbuka, sekaligus mensimulasikannya; 3) Kelompok 3 menyusun skenario penyelesaian kasus yang menggunakan keterampilan memberikan pesan I (saya), menciptakan jeda yang efektif, dan menciptakan landasan kesepakatan dari lawan bicara (Commond Ground Ala Socrates), sekaligus mensimulasikannya. Kasus disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing NEGOSIATOR 43 HPP- LAT BINTARA FT.SABHARA

Bahan Bacaan POKOK BAHASAN KETERAMPILAN NEGOSIASI 1. Keterampilan Penguatan Minimal Keterampilan penguatan minimal merupakan keterampilan seorang negosiator yang menunjukkan respon terhadap apa yang disampaikan oleh lawan bicara dengan cara memberikan kata-kata atau ucapan timpalan secara singkat, misalnya : oh ya.., benar..., baik..., iya pak. dsb. Contohnya : Lawan bicara: Istri saya telah meninggalkan saya, saya tidak punya pekerjaan, anak anak saya telah pergi. Saya ingin mati saja. Respon : Istri dan anak anak anda telah meninggalkan anda, anda tidak tahu apa yang harus dilakukan dan anda tidak yakin bahwa anda masih mau tetap hidup Alasannya : menekan isu yang telah diungkapkan oleh pelaku dengan bahasa kita. Hindari mengulangi kata kata pelaku, tapi ulangi dengan pemahaman bahasa kita sehingga pelaku merasa kita paham tentang yang dia ungkapkan. Keinginan pelaku adalah perhatian besar bagi negosiator, jika merasa tidak diperhatikan maka dia merasa tidak dipentingkan oleh kita. Pada hal situasi tidak ada waktu banyak, nada dan suara menunjukan pemahaman kita atas ungkapan pelaku nada dan tangggapan kita juga menunjukan emphati yang tinggi 2. Keterampilan Pelabelan Emosi. Keterampilan pelabelan emosi adalah keterampilan seorang negosiator untuk mengidentifikasi emosi yang dirasakan oleh lawan bicara. NEGOSIATOR 44 HPP-LAT BINTARA FT. SABHARA

Contohnya : Lawan bicara: pacarku telah meninggalkanku dan saya tidak tahu apa yang saya lakukan Respon : anda sepertinya merana dan bingung Subyek mungkin membenarkan atau mengkoreksi. Contoh : subyek ya saya merana/saya tidak merana, saya hanya tidak tahu apa yang saya lakukan. Apapun hal ini memberikan informasi penting bagi negosiator. Alasannya membiarkan pelaku melampiaskan emosinya dan kemudian kita memberikan lebel mengenai emosi yang tampak. Hal ini menunjukkan kepedulian kepada pelaku, meskipun kemudian disangkal/dikoreksi pelaku. Jangan sampai negosiator bilang anda sedang marah, tapi sampaikan tampaknya terdengar/seperti marah. 3. Keterampilan Mirroring. Keterampilan mirroring adalah keterampilan seorang negosiator untuk mengulang beberapa kata terakhir atau ide pokok yang disampaikan lawan bicara sehingga lawan bicara merasa direspon. Contoh: Lawan bicara : saya sakit dan lelah karena selalu ditekan. Respon Sikap Negosiator : : merasa ditekan ya a. Membiarkan si subyek untuk istirahat sejenak; b. Menghindarkan gaya mengintrogasi; c. Membangun kepercayaan; d. Mendapatkan pemahaman; e. Mengikuti secara verbal kemampuan arah pembicaraan subyek; f. Tidak harus mengendalikan percakapan Berguna jika kita belum tahu apa yang akan dikatakan atau belum tahu apa yang sebenarnya dikatakan, paling tidak kita mengikuti terus apa yang diungkapkan pelaku atau memberikan penekanan atas ucapan yang diulang ulang pelaku. Memberikan kesan kita membiarkan pelaku mengungkapkan perasaannya, atau tidak mengintrogasinya. NEGOSIATOR 45 HPP- LAT BINTARA FT.SABHARA

Contoh : jika kita ulang oh anda marah maka pelaku akan menambah informasi sambil mengiyakan apa yang kita respon ya saya marah karena ayah tidak memberikan mobil sedangkan saya sangat perlu mobil itu... (informasi baru) cara menyimpulkan juga tampak pada sikap pelaku. 4. Keterampilan Bertanya dengan Akhiran Terbuka. Keterampilan bertanya dengan akhiran terbuka adalah keterampilan seorang negosiator untuk memberikan pertanyaan yang tidak mengunci/menekan (menginterogasi) dan memberikan peluang seluas-luasnya kepada lawan bicara untuk sepenuhnya mengambil sikap dan keputusan sehingga lawan bicara merasa termotivasi untuk bercerita / berbicara. Contoh : Dapatkah anda menceritakan kepada saya lebih banyak lagi?, saya tidak mengerti apa yang baru anda katakan, coba ceritakan lagi. Dapatkah anda ceritakan lebih banyak lagi apa yang terjadi hari ini? Apa yang menjadikan anda berada disini hari ini? 5. Keterampilan Memberikan Pesan I (saya) Keterampilan memberikan pesan I (saya) adalah keterampilan seorang negosiator yang mampu memberikan pesan kepada lawan bicara tentang personalisasi sebagai seorang negosiator sehingga lawan bicara memahami apa yang dirasakan negosiator dan mau bersikap / berperilaku sesuai harapan negosiator. Contoh : Saya merasa frustasi ketika anda ngotot sementara saya berusaha membantu anda. Saya sedih anda mempunyai perasaan seperti itu mengenai hal tersebut. Mempersonalisasikan negosiator dan agar pelaku dapat memahami apa yang dirasakan negosiator. Misalnya Saya kuatir jika anda berteriak, saya tidak bisa mendengar apa yang anda katakan. Metode konfrontasi (kata tidak suka, kecewa, benci) tidak bisa dilakukan tanpa adanya hubungan komunikasi yang kuat antara pelaku dengan negosiator. Misalnya saya bukan tidak suka anda tapi saya tidak suka yg anda lakukan. 6. Keterampilan Menciptakan Jeda yang Efektif Keterampilan menciptakan jeda yang efektif adalah keterampilan seorang negosiator agar mampu menciptakan kondisi diam sejenak di tengah-tengah dialog, sehingga lawan bicara terdorong untuk bicara lagi mengisi kekosongan (diam) tersebut, sehingga tercipta dialog yang efektif bagi negosiator. NEGOSIATOR 46 HPP-LAT BINTARA FT. SABHARA

7. Keterampilan Menciptakan Landasan Kesepakatan dari Lawan Bicara (Commond Ground Ala Socrates). Keterampilan menciptakan landasan kesepakatan dari lawan bicara (Commond ground ala Socrates) adalah keterampilan seorang negosiator untuk mengawali / menciptakan suasana awal yang disepakati oleh lawan bicara sehingga menimbulkan rasa percaya kepada negosiator yang dapat dijadikan dasar dalam memperlancar kegiatan negosiator selanjutnya. Contohnya : Hadirin yang budiman setiap manusia menginginkan kesejahteraan dalam hidupnya. Kita hadir disini dengan niat utama mencapai sebuah kesepakatan yang akan berguna untuk kebaikan kita semua, benar bukan? Kata pembuka ini tentu akan dijawab atau dibenarkan oleh pihak pihak yang hadir. Hal ini disebut commond ground, yaitu sesuatu yang menjadi kesamaan antar kedua pihak dan dapat dijadikan landasan bahwa pada dasarnya selain memiliki perbedaan, kedua belah pihak memiliki kesamaan yang dapat dijadikan dasar untuk membangun rasa percaya. Dengam commond ground ini, maka pintu negosiasi sudah terbuka. Selanjutnya baru menuju dialog dari masing-masing tuntutan, tentang definisi kesejahteraan itu dan nantinya mengerucut pada sebuah konsesi. Jika anda bernegosiasi, atau bahkan berbicara apapun dengan orang lain dalam kehidupan keseharian, kurangilah bicara tentang selisih paham. Ini adalah rahasia negosiasi ala Socrates. Mulailah dengan menyetujui dan teruslah menyetujui dan selalulah menyetujui. Setujuilah terus dan kalau bisa, usahakan pada akhirnya menuju suatu tujuan yang sama. Jika ada perbedaan yang beda itu adalah cara, bukan tujuan. Tim Negosiator Polwan NEGOSIATOR 47 HPP- LAT BINTARA FT.SABHARA

Rangkuman Keterampilan negosiasi terdiri dari: 1. Keterampilan penguatan minimal; 2. Keterampilan pelabelan emosi; 3. Keterampilan mirroring; 4. Keterampilan bertanya dengan akhiran terbuka; 5. Keterampilan memberikan pesan I (saya); 6. Keterampilan menciptakan jeda yang efektif; 7. Keterampilan menciptakan landasan kesepakatan dari lawan bicara (Commond Ground Ala Socrates). Latihan 1. Jelaskan dan berikan contoh keterampilan penguatan minimal! 2. Jelaskan dan berikan contoh keterampilan pelabelan emosi! 3. Jelaskan dan berikan contoh keterampilan mirroring! 4. Jelaskan dan berikan contoh keterampilan bertanya dengan akhiran terbuka! 5. Jelaskan dan berikan contoh keterampilan memberikan pesan I (saya)! 6. Jelaskan dan berikan contoh keterampilan menciptakan jeda yang efektif! 7. Jelaskan dan berikan contoh keterampilan menciptakan landasan kesepakatan dari lawan bicara (Commond Ground Ala Socrates)! NEGOSIATOR 48 HPP-LAT BINTARA FT. SABHARA