LAMPIRAN A DATA PENELITIAN DAN HASIL PERHITUNGAN

dokumen-dokumen yang mirip
LAMPIRAN A DATA PENELITIAN DAN HASIL PERHITUNGAN

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN. Universitas Muhammadiyah Riau dan di Laboratorium Patologi, Entimologi

EKSTRAKSI PIGMEN ANTOSIANIN DARI KULIT RAMBUTAN (Nephelium lappaceum) DENGAN PELARUT METANOL

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang Penelitian, (2)

BAB III METODE PENELITIAN

METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

EKSTRAKSI PIGMEN ANTOSIANIN DARI KULIT RAMBUTAN (Nephelium lappaceum) DENGAN PELARUT ETANOL

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian, Jurusan

LAMPIRAN 1 DATA PERCOBAAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2011 sampai dengan bulan

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian (Ruang

EKSTRAKSI PIGMEN ANTOSIANIN DARI KULIT RAMBUTAN (Nephelium lappaceum) DENGAN PELARUT ETANOL

BAB III METODE PENELITIAN

EKSTRAKSI PIGMEN ANTOSIANIN DARI KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

LAMPIRAN 1 DATA PERCOBAAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III METODOLOGI PENELITIAN

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Biokimia Hasil Pertanian,

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2012.

EKSTRAKSI PIGMEN ANTOSIANIN DARI KULIT RAMBUTAN (Nephelium lappaceum) DENGAN PELARUT METANOL SKRIPSI

Gambar 6. Kerangka penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Instrumen Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA Universitas Pendidikan

III. BAHAN DAN METODE. laboratorium Biomassa, laboratorium Analisis Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi

Jurnal Bahan Alam Terbarukan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2015 Juli 2015, bertempat di

III. BAHAN DAN METODOLOGI

BAB I PENDAHULUAN. digantikan oleh pewarna sintetik. Selain harganya lebih murah, proses

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian (Ruang

EKSTRAKSI ZAT WARNA ALAMI DARI KULIT MANGGIS SERTA UJI STABILITASNYA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah kentang merah dan

BAB III. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset, Jurusan Pendidikan Kimia,

EKSTRAKSI KULIT BATANG ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) SEBAGAI PEWARNA MERAH ALAMI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

SKRIPSI. KARAKTERISASI DAN PURIFIKASI ANTOSIANIN PADA BUAH DUWET (Syzygium cumini) Oleh BEATRICE BENNITA LEIMENA F

III. METODE PENELITIAN

BAB III MATERI DAN METODE. Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak Fakultas Peternakan dan Pertanian,

Stability of Red Color Rosella Extract for Food and Beverage Colorant

c. Kadar Lemak (AOAC, 1995) Labu lemak yang ukurannya sesuai dengan alat ekstraksi Soxhlet

BAB I PENDAHULUAN. lebih dahulu dan kadang-kadang sangat menentukan. 1

Indo. J. Chem. Sci. 3 (2) (2014) Indonesian Journal of Chemical Science

Optimasi Pengambilan Antosianin dari Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Sebagai Pewarna Alami pada Makanan

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2016 sampai dengan bulan

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi Masalah,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. dari daerah beriklim tropis. Pemanfaatan buah naga merah (Hylocereus

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. di Laboratorium Kimia Riset Makanan dan Material Jurusan Pendidikan

BAB III METODE PENELITIAN. di Laboratorium Kimia Riset Makanan dan Laboratorium Kimia Analitik

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada bulan September Januari 2016 di

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Indo. J. Chem. Sci. 2 (2) (2013) Indonesian Journal of Chemical Science

III. BAHAN DAN METODE

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. lainnya. Secara visual, faktor warna berkaitan erat dengan penerimaan suatu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Lampiran 1. Hasil identifikasi rumput laut Gracilaria verrucosa (Hudson) Papenfus

A. Judul B. Tujuan C. Dasar Teori

Lampiran 1. Hasil Identifikasi Tumbuhan

BAHAN DAN METODE. Pelaksanaan Penelitian

PENENTUAN TETAPAN PENGIONAN INDIKATOR METIL MERAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI

I. PENDAHULUAN. Saat ini kosmetik merupakan suatu kebutuhan yang sangat diperlukan, terutama

Lampiran 1. Surat Keterangan Determinasi

NASKAH PUBLIKASI. Disusun oleh : PUJI ASTUTI A

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Ekstraksi Kulit Buah Naga sebagai Pewarna Alami

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Termasuk

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan November 2016 di Laboratorium

METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian mengenai penggunaan aluminium sebagai sacrificial electrode

III. METODE PENELITIAN. Alat yang digunakan yaitu pengering kabinet, corong saring, beaker glass,

III. METODOLOGI PENELITIAN. Universitas Muhammadiyah Malang, Laboratorium Bioteknologi Universitas

HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Ekstraksi dan Karakterisasi Antosianin

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau,

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2016 Mei 2017 di

Pengaruh Boraks, Asam dan Basa Terhadap Pergeseran Panjang Gelombang Ekstrak Air Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. (Pandanus amaryllifolius Roxb.) 500 gram yang diperoleh dari padukuhan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Lampiran 1 Hasil Determinasi Tanaman

METODE. Penghancuran kelopak bunga rosella. dilarutkan dalam air 1:4. Ekstraksi dengan perbedaan suhu (50 o C distirer selama dua jam)

Lampiran 1. Data Absorbansi dan Kurva Standar Pada Pengujian Kadar Amilosa

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset, Jurusan Pendidikan Kimia,

PENENTUAN TRAYEK ph EKSTRAK KUBIS UNGU (Brassica oleracea L) SEBAGAI INDIKATOR ASAM BASA DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT ETANOL

Bab III Metodologi Penelitian

Ferry Riyanto Harisman Powerpoint Templates Page 1

PEMBUATAN INDIKATOR BAHAN ALAMI DARI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan Laboratorium Peternakan Universitas

BAB III METODE PENELITIAN

Farikha Maharani, Indah Riwayati Universitas Wahid Hasyim, Semarang *

PENDAHULUAN. Gambar 1 Ilustrasi hukum Lambert Beer (Sabrina 2012) Absorbsi sinar oleh larutan mengikuti hukum lambert Beer, yaitu:

Transkripsi:

LAMPIRAN A DATA PENELITIAN DAN HASIL PERHITUNGAN A.1 DATA PENELITIAN PENDAHULUAN Tabel A.1 Data Panjang Gelombang Antosianin Perlakuan Panjang Gelombang Dipotong kecil-kecil 512 Diblender 514,5 Tabel A.2 Data Absorbansi Antosianin dan Hasil Perhitungannya Data Hasil Penelitian Data Hasil Perhitungan Perlakuan ph = 1 ph = 4,5 Konsentrasi Rendemen A A max A 700 nm A max A 700 nm (mg/ml) (%) Dipotong kecil-kecil 1,0086 0,2846 0,5441 0,2274 0,4073 14,1273 0,0706 Diblender 0,6250 0,2265 0,4167 0,2107 0,1925 38,0067 0,1900 A.2 DATA PENELITIAN UTAMA Tabel A.3 Data Panjang Gelombang Antosianin Waktu T = 30 0 C T = 40 0 C T = 50 0 C T = 60 0 C T = 70 0 C (Jam) 2 504,5 515 511 511 514 4 508,5 516 509,5 517,5 519 6 511,5 514 511 516 521 8 521,5 517,5 516,5 518,5 520 48

Tabel A.4 Data Absorbansi Antosianin dan Hasil Perhitungannya Data Hasil Penelitian Data Hasil Perhitungan T ( 0 C) 30 40 50 60 t ph = 1 ph = 4,5 A (Jam) A max A 700 nm A max A 700 nm Konsentrasi Rendemen (mg/ml) (%) 2 0,9515 0,2768 0,4616 0,2678 0,4809 36,4574 0,1823 4 0,8999 0,3735 0,7371 0,4715 0,2608 19,7715 0,0989 6 1,3823 0,4002 1,4316 1,0375 0,5880 44,5768 0,2229 8 2,0693 0,5319 2,3512 1,7664 0,9526 72,2174 0,3611 2 1,0406 0,3504 1,2433 0,9271 0,3740 28,3532 0,1418 4 1,0467 0,3333 1,1514 0,8364 0,3984 30,2030 0,1510 6 1,1716 0,3785 1,1008 0,7652 0,4575 34,6834 0,1734 8 1,2546 0,3888 1,1704 0,8074 0,5028 38,1177 0,1906 2 1,2013 0,3731 0,9078 0,4001 0,3205 24,2974 0,1215 4 1,2055 0,3567 0,7886 0,3203 0,3805 28,8460 0,1442 6 1,3888 0,4026 1,0264 0,4569 0,4167 31,5904 0,1580 8 1,9720 0,5535 1,0025 0,4406 0,8566 64,9395 0,3247 2 0,9319 0,2659 0,6376 0,2358 0,2642 20,0292 0,1001 4 1,2527 0,3008 0,9274 0,3764 0,4009 30,3926 0,1520 6 1,2813 0,2698 1,2693 0,6221 0,3643 27,6179 0,1381 8 1,4861 0,3536 0,9233 0,3501 0,5593 42,4010 0,2120 2 1,0567 0,1917 0,8217 0,2982 0,3415 25,8894 0,1294 4 1,5929 0,2877 1,1503 0,4670 0,6219 47,1467 0,2357 70 6 2,142 0,3817 1,2244 0,5112 1,0471 79,3815 0,3969 8 2,6119 0,5217 0,8124 0,3072 1,5850 120,1601 0,6008 A.3 PERHITUNGAN ABSORBANSI Absorbansi pada ph = 1 : A maks = 1,0086 A 700 nm = 0,2846 Absorbansi pada ph = 4,5 : A maks = 0,5441 A 700 nm = 0,2274 Maka, absorbansinya dapat dihitung dengan cara: A = [(A maks A 700 nm ) ph=1 (A maks A 700 nm ) ph= 4,5 ] = (1,0086 0,2846) (0,5441 0,2274) = 0,4073 49

A.4 PERHITUNGAN KONSENTRASI ANTOSIANIN Kandungan pigmen antosianin pada sampel dihitung dengan rumus: Konsentrasi Antosianin (mg/l) = (A x BM x FP x 1000)/ε x L Keterangan : A = Absorbansi larutan = Absorptivitas molar sianidin-3-glukosida = 29600 L/(mol.cm) L = Lebar kuvet = 1 cm BM = Berat molekul sianidin-3-glukosida= 448,8 g/mol FP = Faktor Pengenceran (50 ml/10 ml) Konsentrasi Antosianin (mg/l) = (0,4073 x 448,8 x 5 x 1000) / (29600 x 1) = 30,8777 mg/l A.5 PERHITUNGAN RENDEMEN ANTOSIANIN Rendemen = Konsentrasi Antosianin Konsentrasi Kulit Rambu tan 30,8777 Rendemen = 0,1544% 2000 50

LAMPIRAN B DOKUMENTASI PENELITIAN B.1 RANGKAIAN PERALATAN EKSTRAKSI Gambar B.1 Rangkaian Peralatan Ekstraksi B.2 FILTRASI Gambar B.2 Filtrasi 51

B.3 PEMBUATAN LARUTAN BUFFER ph = 1 Gambar B.3 Pembuatan Larutan Buffer ph = 1 B.4 PEMBUATAN LARUTAN BUFFER ph = 4,5 Gambar B.4 Pembuatan Larutan Buffer ph = 4,5 52

B.5 ALAT SPEKTROFOTOMETER UV-Vis Gambar B.5 Alat Spektrofotometer UV-Vis B.6 FOTO HASIL ANTOSIANIN Gambar B.6 Foto Hasil Antosianin 53

LAMPIRAN C HASIL PENGUJIAN LAB ANALISIS DAN INSTRUMEN C.1 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA KULIT RAMBUTAN YANG DIPOTONG Gambar C.1 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin Pada Kulit Rambutan yang Dipotong C.2 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA KULIT RAMBUTAN YANG DIBLENDER Gambar C.2 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin Pada Kulit Rambutan yang Diblender 54

C.3 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 30 0 C ; t = 2 JAM Gambar C.3 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 30 0 C ; t = 2 jam C.4 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 30 0 C ; t = 4 JAM Gambar C.4 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 30 0 C ; t = 4 jam C.5 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 30 0 C ; t = 6 JAM Gambar C.5 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 30 0 C ; t = 6 jam 55

C.6 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 30 0 C ; t = 8 JAM Gambar C.6 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 30 0 C ; t = 8 jam C.7 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 40 0 C ; t = 2 JAM Gambar C.7 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 40 0 C ; t = 2 jam C.8 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 40 0 C ; t = 4 JAM Gambar C.8 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 40 0 C ; t = 4 jam 56

C.9 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 40 0 C ; t = 6 JAM Gambar C.9 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 40 0 C ; t = 6 jam C.10 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 40 0 C ; t = 8 JAM Gambar C.10 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 40 0 C ; t = 8 jam C.11 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 50 0 C ; t = 2 JAM Gambar C.11 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 50 0 C ; t = 2 jam 57

C.12 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 50 0 C ; t = 4 JAM Gambar C.12 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 50 0 C ; t = 4 jam C.13 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 50 0 C ; t = 6 JAM Gambar C.13 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 50 0 C ; t = 6 jam C.14 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 50 0 C ; t = 8 JAM Gambar C.14 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 50 0 C ; t = 8 jam 58

C.15 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 60 0 C ; t = 2 JAM Gambar C.15 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 60 0 C ; t = 2 jam C.16 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 60 0 C ; t = 4 JAM Gambar C.16 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 60 0 C ; t = 4 jam C.17 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 60 0 C ; t = 6 JAM Gambar C.17 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 60 0 C ; t = 6 jam 59

C.18 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 60 0 C ; t = 8 JAM Gambar C.18 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 60 0 C ; t = 8 jam C.19 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 70 0 C ; t = 2 JAM Gambar C.19 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 70 0 C ; t = 2 jam C.20 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 70 0 C ; t = 4 JAM Gambar C.20 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 70 0 C ; t = 4 jam 60

C.21 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 70 0 C ; t = 6 JAM Gambar C.18 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 70 0 C ; t = 6 jam C.22 HASIL PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG ANTOSIANIN PADA T = 70 0 C ; t = 8 JAM Gambar C.18 Hasil Pengukuran Panjang Gelombang Antosianin pada T = 70 0 C ; t = 8 jam 61

LAMPIRAN D Tabel D.1. Beberapa Hasil Penelitian yang Membuat Zat Pewarna Alami dari Buah-buahan Nama Judul Penelitian Metodologi Hasil Laura Meidiyanti [8] Lydia Wijaya, dkk [1] Asep Muhamad Samsudin dan Khoiruddin [9] Puspita Sari, dkk [10] Pengaruh Jenis Pelarut dan Rasio Perbandingan Pelarut dengan Bubuk Kulit Manggis Dalam Ekstraksi Pigmen Antosianin pada Kulit Manggis (Laporan Penelitian Jurusan Teknik Kimia, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung) Ekstraksi dan Karakterisasi Pigmen dari Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum) var. Binjai. (Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi Volume 2 Nomor 1, April 2001, Jurusan Pertanian, Universitas Brawijaya Malang) Ekstraksi, filtrasi membran dan uji stabilitas zat warna dari kulit manggis (Garcinia mangostana) (Laporan Penelitian Jurusan Teknik Kimia, Universitas Diponegoro, Semarang) Ekstraksi dan Stabilitas Antosianin dari Kulit Buah Duwet (Syzygium cumini) (Jurnal - Pelarut : air, etanol dan metanol yang diasamkan dengan HCl. - Perbandingan pelarut dengan bubuk kulit manggis 1:4, 1:6, 1:8, dan 1:10. - Pencucian kulit manggis dengan pelarut pada suhu 4 0 C selama 24 jam. - Tahap I: Mengekstrak kulit rambutan dengan konsentrasi etanol 70, 75, 80, 85, 90 dan 95%. - Tahap II: Mengetahui karakterisasi pigmen kulit buah rambutan. Mengekstrak pigmen kulit manggis dengan air pada suhu 30 0 C, 40 0 C, 50 0 C, 60 0 C, 70 0 C, 80 0 C dan 90 0 C, kemudian filtrasi menggunakan reverse osmosis. Kombinasi pelarut air, etanol, isopropanol, air : etanol (1 : 1), air : isopropanol (1 : 1), Bubuk kulit manggis -30+40 mesh menghasilkan rendemen 17,3% dan absorbansi 0,475 dan pelarut metanol dengan perbandingan pelarut (1:10) menghasilkan rendemen 26,655% dan absorbansinya 0,577. Konsentrasi etanol 95% memiliki absorbansi 0,24; ph 1,06; konsentrasi antosianin 4,1 x 10-3 (mg/ml), dan rendemen 13,67%. 0 C Pada suhu 90 memiliki intensitas warna tertinggi dengan absorbansi maksimal 0,100. Pelarut kombinasi air dan etanol pada suhu ruang menghasilkan rendemen 2,78%. 62

Elfi Anis Saati [2] Rene Nursaerah Mulki Lazuardi [5] Teknologi dan Industri Pangan, Volume XVI Nomor 2, Tahun 2005, Jurusan Teknologi dan Industri Pangan, Universitas Jember) Identifikasi dan Uji Kualitas Pigmen Kulit Buah Naga Merah (Hylocareus costaricensis) pada Beberapa Umur Simpan dengan Perbedaan jenis Pelarut (Tugas Akhir Jurusan Pertanian, Universitas Muhammadiyah Malang) Mempelajari Ekstraksi Pigmen Antosianin dari Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) dengan Berbagai Jenis Pelarut (Tugas Akhir Jurusan Teknologi Pangan, Universitas Pasundan, Bandung) etanol : isopropanol (1 : 1), air : etanol : isopropanol (1 : 1 : 1) pada suhu 5 0 C dan 27 0 C. - Faktor I : Masa simpan buah segar (hari ke 0, 2, 4, 8 hari) - Faktor II : Kombinasi pelarut aquades dan asam sitrat (9:1), serta etanol 1 N dan asam sitrat (9:1) - Pelarut aquades, etanol 70 %, asam tartrat, asam sitrat, asam asetat, etanol 70 % : akuades (1:1)), asam tartrat dalam etanol 70 %, asam sitrat dalam etanol 70 %, asam asetat dalam etanol 70 % masingmasing konsentrasi asam 10%. - Uji organoleptik, meliputi warna, perhitungan total antosianin, dan total rendemen. Kombinasi masa simpan buah 4 hari dengan pelarut air dan asam sitrat menghasilkan pigmen antosianin kulit buah naga merah dengan kualitas terbaik dengan nilai ph 1,91, tingkat kemerahan 25,60, tingkat kemerahan 6,97, tingkat kekuningan 0,50, absorbansi pigmen 0,363, kadar antosianin 1,1/100 ml, total padatan terlarut 66,52 %, dan rendemen 10,02 %. Produk ekstrak kulit manggis terpillih adalah sampel dengan pelarut 10 % asam sitrat dengan kadar zat warna 10,946 ml/l, rendemen 41,363 %. 63