KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) MASTER PLAN

dokumen-dokumen yang mirip
KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK ) PEKERJAAN PENYUSUNAN DED RENOVASI GEDUNG OLAH RAGA (GOR) JATIDIRI

BAB. I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PENYUSUNAN DED KEINDAHAN KOTA SE KABUPATEN WONOGIRI

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) LAYANAN JASA KONSULTANSI

UNTUK PELAKSANAAN PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI KEGIATAN : PENYUSUNAN DETAIL ENGINEERING DESAIN (DED) PEMBANGUNAN GEDUNG DPRD PADA

KERANGKA ACUAN KERJA I. LATAR BELAKANG

KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK )

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

UNTUK PELAKSANAAN PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI KEGIATAN : DED GEDUNG DINPERINDAGKOP PADA

ADDENDUM DOKUMEN PEMILIHAN PENGADAAN JASA KONSULTANSI BERDASARKAN PELAKSANAAN PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIJZING)

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Uraian Pendahuluan 1

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PERENCANAAN TAHAP 2 PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM TAHAP 1 BALAI PENGUJIAN MUTU PRODUK PETERNAKAN (BPMPP) BOGOR

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Uraian Pendahuluan 1

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PERENCANAAN PEMBUATAN MAKET PELABUHAN KARGO

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

BAB IV. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Uraian Pendahuluan

KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN PERENCANAAN GEDUNG KANTOR BADAN KEPEGAWAIAAN DAERAH (BKD) KABUPATEN SIGI

Uraian Pendahuluan 1

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) TERM OF REFERENCES (TOR)

BAB I PENDAHULUAN. RUMAH SAKIT UMUM TARUTUNG [Pick the date] 1.8. Latar Belakang. ARSITEKTUR FUNGSIONAL Page 11

BAB IV KRSIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

KERANGKA ACUAN KERJA KEGIATAN KAJIAN PEMBANGUNAN SIRKUIT DI MIJEN (PENYUSUNAN DED SIRKUIT MOTOCROSS BSB MIJEN)

1. DATA PROYEK. Lokasi : Kota Kupang Sumber Dana : APBNP Tahun Anggaran : 2017 Waktu Pelaksanaan : 20 hari kalender

KERANGKA ACUAN KERJA KEGIATAN

KERANGKA ACUAN KERJA PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RENCANA INDUK PENGEMBANGAN SPAM KABUPATEN TELUK WONDAMA

KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK ) JASA KONSULTANSI PEKERJAAN PERENCANAAN PERBAIKAN INTERIOR WISMA AHMAD SUBARDJO DEPARTEMEN LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA

Lampiran Dokumen Pemilihan

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PENYUSUNAN DED PEMBANGUNAN PANTAI PURUS EX IKAN BAKAR.

KERANGKA ACUAN KERJA

KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK ) PERENCANAAN BIDANG KE CIPTA KARYA - AN DED PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PERTANAHAN KOTA BALIKPAPAN TAHUN ANGGARAN 2010

BERITA ACARA ADENDUM Nomor : 10/POKJA-ULP/APBA-DINSOS/LGS/2013 Tanggal : 26 Maret 2013

PEDOMAN PENYUSUNAN STUDI KELAYAKAN (FEASIBILITY STUDY) RUMAH SAKIT

BAB 6 MASTER PLAN & RENCANA PENTAHAPAN

Lampiran Berita Acara Aanwizjing Pengadaan Konsultansi MK dan Perencanaan Pembangunan Kampus II Tahap II Politeknik Negeri Ujung Pandang

K E R A N G K A A C U A N K E R J A ( KAK)

Perancangan gedung rawat inap rumah sakit dengan pendekatan Green Architecture khususnya pada penghematan energi listrik. Penggunaan energi listrik me

( KUALIFIKASI :USAHA KECIL )

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) KUASA PENGGUNA ANGGARAN (KPA)

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2009 NOMOR 19 SERI E PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 30 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN RUMAH SAKIT WALIKOTA BOGOR,

KERANGKA ACUAN KERJA TAHUN ANGGARAN 2013

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

BAB II METODA DAN RUANG LINGKUP PEMBAHASAN

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)

DED REHABILITASI JARINGAN IRIGASI D.I. BELANTING

KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK ) PEKERJAAN : SURVEY DAN IDENTIFIKASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (LANJUTAN)

KEGIATAN PENYUSUNAN DOKUMEN DED (DETAIL ENGINEERING DESIGN) KAWASAN WISATA MAITARA KOTA TIDORE KEPULAUAN

KEBIJAKAN BANGUNAN, PRASARANA & PERALATAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT

Laporan Perancangan Arsitektur Akhir Rumah Sakit Umum Daerah Jakarta Selatan BAB II: STUDI Pemahaman Terhadap Kerangka Acuan Kerja

Rajaya Rekayasa, CV Jl. Garut No. 6 Bandung Jl. Parakan saat, Komp. Pranaya Blok II N0.30 Bandung

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PEDOMAN PENGORGANISASIAN KOMITE KEPERAWATAN

KERANGKA ACUAN KERJA KEGIATAN PERENCANAAN TEKNIS PEMBANGUNAN RUKO 2 ( DUA) LANTAI. KOTA MADIUN TAHUN ANGGARAN 2012

BAB I Pendahuluan Latar Belakang

GAMBARAN UMUM RSUD INDRASARI RENGAT

( KUALIFIKASI :USAHA KECIL )

HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN PERNYATAAN UCAPAN TERIMA KASIH ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR DIAGRAM DAFTAR LAMPIRAN

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)

BAB V KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) STUDI LARAP PEMBANGUNAN BENDUNG GERAK KARANGNONGKO

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

2017, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Le

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)

PEMERINTAH KOTA CIMAHI

PEMERINTAH KABUPATEN BANTAENG UNIT LAYANAN PENGADAAN T.A Jalan A. Mannappiang No. 5 Kab. Bantaeng BERITA ACARA PENJELASAN PELELANGAN

BAB I PENDAHULUAN. bagi perkembangan suatu rumah sakit. Penampilan fisik termasuk bangunan,

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

BAB V. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK )

BUPATI JENEPONTO. Jalan Lanto Dg. Pasewang No. 34 Jeneponto Telp. (0419) Kode Pos 92311

KERANGKA ACUAN KERJA TERM OF REFFERENCE KONSULTAN PERENCANA RSUD DABO PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Nomor : S-002/WPB.03/KP.0110/PBJ/ Maret 2013 Lampiran : 1 Lembar Hal : Permohonan Perubahan Jadwal Lelang

BAB VI. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

BUPATI KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLATEN NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BAGAS WARAS KABUPATEN KLATEN

WALIKOTA PONTIANAK PERATURAN WALIKOTA PONTIANAK NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)

KERANGKA ACUAN KERJA DATABASE PERENCANAAN JALAN KECAMATAN SAMPANG KABUPATEN SAMPANG

Tugas Akhir 138 Rumah Sakit Gigi dan Mulut di Semarang BAB I PENDAHULUAN

2015 RUMAH SAKIT KHUSUS JANTUNG KOTA BANDUNG

RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH DI KABUPATEN SEMARANG BAB I PENDAHULUAN

WALIKOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG

BAB IV. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) 1. LATAR BELAKANG

BUPATI MALANG BUPATI MALANG,

PEDOMAN MASTER PLAN RUMAH SAKIT

BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Berdirinya Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru

TPAM SLIDE 9 MASTER PLAN SISTEM PENYEDIAAN. Prepared by Yuniati, PhD AIR BERSIH KOTA

A D D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N

BAB III PROFIL PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUMAJANG NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PASIRIAN KABUPATEN LUMAJANG

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIZJING)

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Transkripsi:

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) MASTER PLAN PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah Sakit sebagai penunjang Pemerintah Daerah yang melaksanakan kewenangan dibidang pelayanan kesehatan, menyelenggarakan dua jenis pelayanan bagi masyarakat yaitu pelayanan kesehatan dan pelayanan administrasi. Pelayanan kesehatan mencakup pelayanan medik, pelayanan penunjang medik, rehabilitasi medik, dan pelayanan perawatan. Pelayanan tersebut dilakukan melalui Unit Gawat Darurat, Unit Rawat Jalan dan Unit Rawat Inap. RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone sebagai Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Daerah, merupakan unit organik pemerintah yang bertugas menyelenggarakan pelayanan kesehatan, terutama penyembuhan penderita serta pemulihan keadaan cacat badan dan jiwa di Kabupaten Bone dan sekitarnya. Disamping itu, sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan, RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone diarahkan sebagai pusat pelayanan rujukan pelayanan kesehatan. Dengan peran sebagai pusat pelayanan rujukan, RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone dituntut dapat senantiasa memberikan pelayanan kesehatan dengan kualitas yang baik dan terjangkau oleh masyarakat. Mutu pelayanan kesehatan suatu rumah sakit sangat dipengaruhi oleh kualitas sarana fisik, jenis tenaga yang tersedia, obat, alat kesehatan, sarana penunjang lainnya, proses pemberian pelayanan, dan kompensasi yang diterima serta harapan masyarakat pengguna. Demikian pula halnya dengan RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone sehingga peningkatan kualitas fisik serta faktor-faktor tersebut diatas merupakan prakondisi yang harus dipenuhi. Pengembangan RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone memperhatikan faktor kelayakan pengembangan rumah sakit. Berkaca dari kondisi diatas, RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone akan menyusun Master Plan Pengembangan. B. Maksud Dan Tujuan a. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Penyedia Jasa Pekerjaan Penyusunan Master Plan RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone yang memuat masukan, proses dan keluaran yang harus diperhatikan dan dipenuhi serta dipresentasikan ke dalam pelaksanaan pekerjaan Master Plan, diharapkan Penyedia Jasa dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran sesuai yang diharapkan oleh pemerintah. b. Adapun tujuan dari penyusunan Rencana Induk (Master Plan) adalah untuk menyesuaikan rencana pengembangan rumah sakit yang sudah pernah susun, baik pengembangan pelayanan kesehatan, manajemen maupun sarana dan prasarana rumah sakit di masa mendatang yang didasarkan sistem zonasi yang tepat dan dapat memenuhi kebutuhan pelayanan rumah sakit kepada masyarakat, dapat mengantisipasi kecenderungan berkembangnya jenis penyakit. Tujuan khusus pekerjaan penyusunan master plan RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone adalah; a) Memberikan acuan bagi pelaksanaan perencanaan pengembangan rumah sakit kedepan; b) Memberikan suatu sarana yang mampu mendukung kelancaran kerja dan produktivitas kinerja rumah sakit yaitu :

1) Mempunyai pegangan dalam melaksanakan pengembangan Rumah Sakit secara benar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. 2) Sebagai dasar dalam keterpaduan antara rencana pengembangan program pelayanan kesehatan dengan rencana pengembangan fisik yang mengakomodasi kawasan rumah sakit, yang dapat diandalkan baik dalam jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. 3) Sebagai dasar bagi arah pengembangan fisik, sekaligus sebagai kerangka dasar bagi pengembangan bangunan serta infrastruktur di lingkungan RSUD Kabupaten Bone. 4) Merencanakan pentahapan pengembangan fisik, dikaitkan dengan ketersediaan dana dan kebutuhan masyarakat. c. Pekerjaan Penyusunan Master Plan RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone mempunyai sasaran sebagai berikut; a. Mengendalikan perkembangan pemanfaatan ruang sehingga kemampuan dan potensi yang ada dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. b. Penciptaan pola tata ruang dan hubungan ruang yang serasi dan optimal dalam pemberian wadah yang tepat bagi interaksi antar kegiatan. c. Peningkatan kualitas lingkungan sekitar daerah perencanaan yang disesuaikan dengan norma-norma dan kaidah yang ada. d. Perencanaan dan perancangan yang mengikuti standart pembangunan gedung yang tertuang dalam peraturan Menteri Pekerjaan Umum, perencanaan bangunan tahan gempa untuk rumah sakit dan standart bangunan gedung negara lain yang berlaku. e. Pekerjaan ini diharapkan dapat memberikan nuansa bentuk arsitektur yang kontekstual dengan lingkungan yang ada serta posisi penempatan bangunan yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhannya, dan mencitrakan arsitektur ramah lingkungan (green architecture) sehingga memberikan manfaat dan memenuhi kebutuhan secara optimal serta dapat meningkatkan performa rumah sakit yaitu : 1) Teridentifikasinya kebutuhan jenis dan tipe rumah sakit yang dibutuhkan oleh Wilayah Kabupaten Bone menurut standar pelayanan minimum RS; 2) Terencananya layanan, kapasitas serta kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan agar rumah sakit dapat berfungsi secara optimal; 3) Sebagai bahan dasar bagi perencanan ruang untuk mengakomodasi fungsi yang direncanakan; 4) Sebagai bahan dasar bagi perencanan sirkulasi yang efektif dan efisien fungsifungsi yang terkait dalam lingkungan rumah sakit; 5) Sebagai bahan dasar dalam pembuatan konsep desain yang disandang oleh massa dan bentuk bangunan. d. Dengan demikian sebagai calon Konsultan Perencana yang terpilih harus melakukan kajian terhadap semua existing bangunan yang sudah ada untuk disesuaikan dengan peraturan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 24 tahun 2016 tentang Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit. C. Sasaran a. Rencana Pengembangan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit b. Mempunyai pegangan dalam melaksanakan pengembangan Rumah Sakit secara benar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. D. Lokasi Pekerjaan Pekerjaan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone E. Sumber Pendanaan Sumber Dana dari BLUD Tahun 2018 F. Nama dan Organisasi

1. Nama Instansi : RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone 2. PA/ KPA : dr. Hj. Nurminah A. Yusuf, MARS 3. Program : Pengadaan Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/ Rumah Sakit Jiwa/ Rumah Sakit Paru-Paru/ Rumah Sakit Mata 4. Kegiatan : Master Plan Rumah Sakit DATA PENUNJANG A. Data Dasar 1. Pengumpulan Data Primer Yang dimaksud data primer adalah data yang dapat diambil/ bersumber langsung dan rumah sakit. Data tersebut meliputi : 1. Hasil wawancara/diskusi dengan stake holder di rumah sakit; 2. Hasil wawancara/diskusi dengan pasien; 3. Data Pola Penyakit; 4. Data Lokasi; 2. Pengumpulan Data Sekunder Yang dimaksud data sekunder adalah data yang diperoleh dan sumber luar atau tidak langsung dari Rumah Sakit. B. Studi-Studi Terdahulu Studi ini dimaksudkan untuk menganalisis kelayakan pengembangan/ pembangunan dan program pengembangan Rumah Sakit, ditinjau dari aspek peraturan/ kebijakan, standar dan literatur lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan pembuatan Master Plan Rumah Sakit. C. Referensi Hukum a. Undang-Undang 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan; 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit; 3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial; 4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025; 5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; b. Peraturan-Peraturan 1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan; 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan; 5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan; 6. Keputusan Presiden RI Nomor 40 Tahun 2001 tentang Pedoman Kelembagaan dan Pengelolaan Rumah Sakit Daerah; 7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit;

8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 012 Tahun 2012 tentang Akreditasi Rumah Sakit; 9. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1171/MENKES/PER/VI/2011 tentang Sistem Informasi Rumah Sakit; 10. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 741/MENKES/PER/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/ Kota; 11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah; 12. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 410/MENKES/SKIII/2010 13. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 834/MENKES/SK/VII/2010 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan High Care Unit di Rumah Sakit; 14. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1778/MENKES/SK/XII/2010 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Intensive Care Unit di Rumah Sakit; 15. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/MENKES/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit; 16. Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit tahun 2008, DirJen Bina Yan Med. 17. Peraturan Daerah Kabupaten Bone Nomor 11 Tahun 2014 Tentang Pelayanan Publik RUANG LINGKUP A. LINGKUP PEKERJAAN Master plan rumah sakit merupakan suatu studi yang dilakukan disuatu tempat dalam hal ini pada wilayah kerja suatu rumah sakit. Adapun garis besar dalam pendekatan penyusunan Master Plan Rumah Sakit adalah sebagai berikut; Studi sistem pelayanan kesehatan rumah sakit; Studi program fungsi pelayanan rumah sakit umum yang meliputi; sarana fisik bangunan (eksisting dan pengembangan), sarana fisik peralatan (eksisting dan pengembangan), dan pengembangan sumber daya manusia (human resource development). Studi pengembangan rumah sakit umum dengen proyeksi jangka waktu yang sudah ditentukan. Merencanakan pentahapan pembangunan dengan mempertimbangkan fungsi rumah sakit tetap berjalan (tetap beroperasi). B. LINGKUP TUGAS Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa pada Tahap Pekerjaan Pembuatan Rencana Induk/ Master Plan Rumah Sakit adalah dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku yang dapat meliputi pekerjaan-pekerjaan Perencanaan Lingkungan, Site/Tapak Bangunan dan Perencanaan Fisik bangunan gedung Rumah Sakit yang terdiri dari : a. Pekerjaan Persiapan Pembuatan Rencana Induk/ Master Plan, antara lain : mengumpulkan data dan informasi kesehatan dan lokasi, analisa data, membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK, dan konsultasi dengan Pemerintah Daerah setempat mengenai peraturan daerah/ perijinan bangunan Rumah Sakit. b. Pekerjaan Rencana Induk/ Master Plan Rumah Sakit, antara lain menyusun: Perumusan Master Program tentang pengembangan pelayanan rumah sakit, SDM, peralatan medis dan non medis dan lain sebagainya, Perumusan Kebutuhan Sarana dan Prasarana rumah sakit, Perumusan Program Fungsi yang berkaitan erat dengan pelayanan, untuk memenuhi kebutuhan ruang untuk pelayanan, Perencanaan Fisik Bangunan (Block Plan), beserta uraian konsep: - Kebutuhan luas bangunan berdasarkan program fungsi dan beban kerja (untuk rumah sakit dan pendidikan) - Pengelompokkan ruangan berdasarkan fungsi menjadi blok bangunan;

- Penyusunan blok bangunan menjadi komposisi massa. c. Rencana Pentahapan Pembangunan/ Pengembangan Rumah Sakit secara keseluruhan yang mencakup : Fisik Rumah Sakit; Prasarana dan Sarana Rumah Sakit; Pembiayaan. C. Keluaran a. Laporan Pendahuluan, sebanyak 5 (lima) eksemplar dijilid dengan soft cover, diserahkan setelah dilakukan Survey Pengumpulan Data dan Analisis terhadap Data yang terkait; b. Laporan Antara/Interim Report, sebanyak 5 (lima) eksemplar dijilid dengan soft cover, yang memuat data hasil survey, diserahkan setelah selesai dilakukan survey pengumpulan dan pengolahan data kemudian dipresentasikan untuk validasi data; c. Laporan Akhir, sebanyak 5 (lima) eksemplar dijilid dengan hard cover setelah seluruh pekerjaan telah selesai dengan memperbaiki dan menyempurnakan Draft Laporan Akhir sesuai dengan Diskusi dan Presentasi, d. Gambar perspektif ukuran A1 dibingkai, e. File Laporan dalam CD, f. Maket. D. Peralatan, Material, Personil dan Fasilitas dari PA/PPK 1. Peralatan untuk penyedia 2. Material untuk penyedia 3. Fasilitas berupa ruang tempat pertemuan, sarana air bersih untuk penyedia dan listrik. E. Peralatan, Material dari Penyedia Jasa Konsultansi Penyedia Jasa harus menyediakan semua fasilitas/peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Fasilitas dan peralatan tersebut antara lain: Kantor / studio perencanaan sebagai tempat pelaksanaan pekerjaan. kantor / studio ini dapat berupa milik sendiri atau sewa berikut furniturenya seperti : alat tulis kantor (tinta, printer, kertas, dll), alat fotocopy, komputer, LCD proyektor, printer dan plotter, alat komunikasi (telepon dan fax). Peralatan transportasi seperti : kendaraan roda 4 dan kendaraan roda 2 Peralatan survey, pengukuran dan pengumpulan data seperti : theodolite, kamera digital, water pass, peralatan penyelidikan tanah, dll. F. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa 1. Penyedia Jasa Pekerjaan Penyusunan Master Plan RSUD Kabupaten Bone, bertanggung jawab secara profesional atas Jasa yang dilakukannya sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. 2. Secara umum tanggung jawab Penyedia Jasa Pekerjaan Penyusunan Master Plan RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone adalah minimal sebagai berikut : Hasil Pekerjaan, Master Plan Rumah Sakit yang dihasilkan harus memenuhi pedoman-pedoman Rumah Sakit yang berlaku dan peraturan/ kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat yang berlaku; Hasil Pekerjaan Master Plan Rumah Sakit yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasan-batasan yang telah diberikan oleh Pengguna Jasa; Hasil Pekerjaan Master Plan Rumah Sakit yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan, standar, dan Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Master Plan Rumah Sakit yang berlaku untuk bangunan gedung dengan pelayanan rumah sakit. G. Jangka Waktu Penyelesaian Pekerjaan Untuk pelaksanaan pekerjaan ini menggunakan waktu sekurang kurangnya tiga bulan

H. Personil Untuk Pelaksanaan Pekerjaan ini dibutuhkan personil yang handal sehingga outputnya sesuai standar bangunan Rumah Sakit. No. Posisi Kualifikasi minimal (Minimal Orang) I. TENAGA AHLI 1 Team Leader S 1 Arsitektur 6, pengalaman minimal Tahun 2 Ahli Arsitektur S 1 pengalaman minimal 4 Tahun 1 3 Ahli Mekanikal & Elektrikal S 1 Teknik Mesin/ Teknik Elektro pengalaman minimal 4 Tahun 4 Ahli Kesehatan Masyarakat S 1 pengalaman minimal 2 Tahun 1 5 Ahli Managemen Rumah Sakit S 2 pengalaman minimal 2 Tahun 1 1 1 II. TENAGA PENDUKUNG 1 Administrasi / Keuangan D3 1 2 Operator CAD / Draftman SMK 1 3 Operator Komputer SLTA 1 4 Surveyor D3 3 5 Driver SLTP 1 I. Jadwal Tahapan Pekerjaan Jadwal dan tahapan pekerjaan ini mengikuti pelaksanaan pekerjaan Konstruksi LAPORAN a. Laporan Pendahuluan b. Laporan Antara c. Laporan Akhir HAL-HAL LAIN A. Produksi Dalam Negeri Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri. B. Persyaratan dan Kerjasama Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus dipatuhi: Wajib Berpedoman pada ketentuan yang tertuang dalam KAK ini. C. Pelaksanaan Pengumpulan Data Lapangan Data dan fasilitas yang disediakan pengguna jasa meliputi; a) Untuk melaksanakan tugas, Penyedia Jasa harus mencari sendiri data dan informasi yang dibutuhkan selain dari data dan informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas dalam pengarahan penugasan ini. b) Penyedia Jasa harus memeriksa kebenaran data dan informasi dalam pelaksanaan pekerjaannya, baik yang berasal dari Pemberi Tugas, maupun masukan lain dari luar. Kesalahan Master Plan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa.

c) Untuk melaksanakan tugas ini Penyedia Jasa harus menyediakan tenaga yang memenuhi kebutuhan proyek ditinjau dan lingkup (besarnya) proyek dan tingkat kekomplekan proyek yang terikat selama pelaksanaan. d) Dalam hal ini informasi perencanaan memuat hal hal sebagai berikut : 1. Informasi tentang lahan meliputi : a. Lokasi b. Luas c. Batas-batas d. Topografi e. Kondisi tanah f. Keadaan air tanah g. Peruntukan tanah h. Koefisien dasar bangunan i. Perincian bangunan lahan, kekerasan, penghijauan bangunan j. Daerah milik jalan (DMJ) 2. Pemakaian Bangunan a. Fungsi bangunan gedung semaksimal mungkin b. Manfaat sebagai bangunan kegiatan utama, penunjang dan pelengkap 3. Kebutuhan Bangunan a. Program bentuk b. Keinginan tentang organisasi 4. Informasi lain yang dibutuhkan baik oleh pemakai atau pemberi tugas maupun instansi terkait a. Keinginan tentang bentuk bentuk tertentu baik yang berhubungan dengan pemakai atau perlengkapan yang akan digunakan dalam bangunan tersebut. b. Hal hal yang berhubungan dengan antisipasi pelaksanaan, seperti pembongkaran jangan sampai mengganggu aktifitas yang lain. c. Keinginan tentang utilitas bangunan D. Alih Pengetahuan Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada personil satuan kerja PA/ Pejabat Pembuat Komitmen setelah ditandatanganinya SPMK Watampone, 02 Maret 2018 Pengguna Anggaran Direktur RSUD Tenriawaru Kab. Bone, dr. Hj. NURMINAH A. YUSUF, MARS Pangkat : Pembina Utama Muda/IV.c NIP. 19641206 199903 2 002