Panduan Penggunaan Aplikasi SLRT Modul : Variabel Pertanyaan BPS Pengguna : 1. Sekretariat Kemensos di Dinas Sosial Kabupaten/Kota 2. Puskesos di Kantor Desa Setnas SLRT Kemensos 2017
VERSI DOKUMEN i
DAFTAR ISI VERSI DOKUMEN... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR GAMBAR... iii DAFTAR TABEL... vii 1. PENDAHULUAN... 1 Latar Belakang... 1 Maksud dan Tujuan... 1 Pengguna Aplikasi... 1 2. I - PENGENALAN TEMPAT... 2 3. III - KETERANGAN PERUMAHAN... 7 4. IV - KETERANGAN SOSIAL EKONOMI ANGGOTA RUMAH TANGGA... 19 5. V - KEPEMILIKAN ASET DAN KEIKUTSERTAAN PROGRAM... 36 ii
DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1... 2 Gambar 2.2... 2 Gambar 2.3... 2 Gambar 2.4... 3 Gambar 2.5... 3 Gambar 2.6... 4 Gambar 2.7... 4 Gambar 2.8... 5 Gambar 2.9... 6 Gambar 3.1... 7 Gambar 3.2... 8 Gambar 3.3... 9 Gambar 3.4... 10 Gambar 3.6... 11 Gambar 3.7... 11 Gambar 3.8... 12 Gambar 3.9... 12 Gambar 3.10... 12 Gambar 3.11... 13 Gambar 3.12... 13 Gambar 3.13... 14 iii
Gambar 3.14... 14 Gambar 3.15... 15 Gambar 3.16... 15 Gambar 3.17... 16 Gambar 3.18... 17 Gambar 3.19... 17 Gambar 4.1... 19 Gambar 4.2... 19 Gambar 4.3... 20 Gambar 4.4... 21 Gambar 4.5... 22 Gambar 4.6... 23 Gambar 4.7... 24 Gambar 4.8... 24 Gambar 4.9... 25 Gambar 4.10... 26 Gambar 4.11... 26 Gambar 4.12... 27 Gambar 4.13... 27 Gambar 4.15... 28 Gambar 4.16... 29 Gambar 4.17... 30 Gambar 4.18... 31 iv
Gambar 4.19... 32 Gambar 4.20... 33 Gambar 4.21... 33 Gambar 4.22... 34 Gambar 5.1... 36 Gambar 5.2... 37 Gambar 5.3... 37 Gambar 5.4... 40 Gambar 5.5... 41 Gambar 5.6... 41 Gambar 5.7... 42 Gambar 5.8... 42 Gambar 5.9... 43 Gambar 5.10... 43 Gambar 5.11... 44 Gambar 5.12... 44 Gambar 5.13... 45 Gambar 5.14... 45 Gambar 5.15... 46 Gambar 5.16... 46 Gambar 5.17... 47 Gambar 5.18... 48 Gambar 5.19... 48 v
Gambar 5.20... 49 Gambar 5.21... 50 Gambar 5.22... 50 Gambar 5.23... 51 Gambar 5.24... 52 Gambar 5.25... 52 Gambar 5.26... 53 Gambar 5.27... 54 vi
DAFTAR TABEL Tabel 2.1... 2 Tabel 2.2... 3 Tabel 2.3... 3 Tabel 2.4... 4 Tabel 2.5... 4 Tabel 2.6... 5 Tabel 2.7... 5 Tabel 2.8... 6 Tabel 3.1... 8 Tabel 3.2... 10 Tabel 3.3... 10 Tabel 3.4... 11 Tabel 3.5... 11 Tabel 3.6... 12 Tabel 3.7... 12 Tabel 3.8... 12 Tabel 3.9... 13 Tabel 3.10... 13 Tabel 3.11... 14 Tabel 3.12... 14 Tabel 3.13... 15 vii
Tabel 3.14... 16 Tabel 3.15... 16 Tabel 3.16... 17 Tabel 3.17... 17 Tabel 4.1... 20 Tabel 4.2... 20 Tabel 4.3... 21 Tabel 4.4... 22 Tabel 4.5... 23 Tabel 4.6... 24 Tabel 4.7... 25 Tabel 4.8... 25 Tabel 4.9... 26 Tabel 4.10... 27 Tabel 4.11... 27 Tabel 4.12... 28 Tabel 4.13... 29 Tabel 4.14... 29 Tabel 4.15... 30 Tabel 4.16... 31 Tabel 4.17... 32 Tabel 4.18... 33 Tabel 4.19... 34 viii
Tabel 4.20... 34 Tabel 5.1... 37 Tabel 5.2... 38 Tabel 5.3... 38 Tabel 5.4... 39 Tabel 5.5... 39 Tabel 5.6... 40 Tabel 5.7... 41 Tabel 5.8... 41 Tabel 5.9... 42 Tabel 5.10... 42 Tabel 5.11... 43 Tabel 5.12... 43 Tabel 5.13... 44 Tabel 5.14... 44 Tabel 5.15... 45 Tabel 5.16... 45 Tabel 5.17... 46 Tabel 5.18... 47 Tabel 5.19... 47 Tabel 5.20... 48 Tabel 5.21... 48 Tabel 5.22... 49 ix
Tabel 5.23... 50 Tabel 5.24... 51 Tabel 5.25... 51 Tabel 5.26... 52 Tabel 5.27... 53 Tabel 5.28... 53 Tabel 5.29... 54 x
1. PENDAHULUAN Latar Belakang Maksud dan Tujuan Maksud dari Panduan ini adalah: Pengguna Aplikasi Pengguna aplikasi ini adalah 1
2. I - PENGENALAN TEMPAT Gambar 2.1 PENGENALAN TEMPAT Gambar 2.2 Tabel 2.1 Pengenalan tempat 1-5 Rincian 1 sudah tercetak, sedangkan Rincian 2-5 di salin dari Daftar PBDT2015.FKP. Penulisan nama SLS pada Rincian 5 di mulai dari SLS terkecil. Contoh RT 01 RW 04. Gambar 2.3 2
Tabel 2.2 Alamat Tuliskan alamat secara jelas. Alamat ini disalin dari Daftar PBDT2015.FKP Blok II Kolom (4). Apabila ditemui perbedaan antara alamat yang tercetak pada Daftar PBDT2015.FKP Blok II Kolom (4) dengan kondisi di lapangan, perbaiki alamat sesuai kondisi di lapangan. Tuliskan secara lengkap dan benar dengan memakai huruf besar [HURUF BALOK]. Gambar 2.4 Tabel 2.3 Nomor urut rumah tangga Nomor urut rumah tangga ini disalin dari Daftar PBDT2015.FKP Kolom (1). Rumah Tangga (Ruta) adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik/sensus, dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur. Makan satu dapur adalah pengurusan kebutuhan sehari-hari dikelola bersama-sama dan menjadi satu. Rumah tangga umumnya terdiri dari ibu, bapak, anak, orang tua/mertua, famili, pembantu dan lainnya. Gambar 2.5 3
Tabel 2.4 Nama KRT Nama KRT disalin dari Daftar PBDT2015.FKP Blok II Kolom (2). Apabila terdapat perbedaan pada nama KRT antara yang disalin dengan keadaan lapangan, tuliskan nama KRT yang sesuai kondisi di lapangan di samping nama yang telah disalin dengan diberi garis miring (/). Perbaikan nama KRT hanya boleh dilakukan pada Daftar PBDT2015.RT. Perbedaan ini dapat terjadi bila KRT meninggal atau KRT pindah dan ada ART lain yang menggantikannya. Gambar 2.6 Tabel 2.5 Jumlah ART Jumlah ART harus sama dengan jumlah baris yang terisi pada Blok IV. Rincian ini diisi setelah Blok IV selesai diisi. Gambar 2.7 4
Tabel 2.6 Jumlah Keluarga Jumlah keluarga adalah nilai tertinggi pada Blok 4 Kolom (4). Dalam satu rumah tangga minimal ada 1 keluarga. Keluarga adalah sekelompok orang yang mempunyai pertalian darah dan atau hukum yang terdiri dari suami, istri, dan atau anakanaknya (keluarga batih atau keluarga inti) atau terdiri dari keluarga batih ditambah dengan beberapa orang yang mempunyai hubungan kekerabatan langsung (keluarga besar/extended family) dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Gambar 2.8 Tabel 2.7 Kode Kode PCL dan PML dapat diminta dari BPS Kabupaten/Kota 5
Gambar 2.9. Hasil Pencaahan Tabel 2.8. Hasil Pencaahan No. Kolom Keterangan Hasil pencacahan Pilhan: 1 2 3 4 Rincian ini diisi apabila pencacah sudah selesai mendatangai rumah tangga yang bersangkutan. 1. Selesai dicacah: apabila pencacah berhasil mewawancarai responden 2. Rumah tangga tidak ditemukan: apabila rumah tangga tersebut tidak ditemukan di SLS ini. 3. Rumah tangga pindah atau bangunan sensus sudah tidak ada: apabila rumah tangga pada waktu pendataan sudah pindah dari SLS ini. 4. Bagian dari rumah tangga di dokumen PBDT2015.FKP: apabila rumah tangga ini merupakan art dari ruta yang ada di daftar PBDT2015.FKP. Jika rumah tangga yang didata merupakan anggota/bagian dari rumah tangga lain yang tercatat di dokumen PBDT2015.FKP, maka ditulis nomor urut dari rumah tangga induknya. Isikan nomor urut rumah tangga induk berdasarkan daftar PBDT2015.FKP di sebelah kanan rincian jawaban kode 4 6
3. III - KETERANGAN PERUMAHAN Gambar 3.1 7
Gambar 3.2 Tabel 3.1 1 1a. Status Penguasaan bangunan tempat tinggal yang ditempati: Kode 1: Milik sendiri, jika tempat tinggal tersebut pada waktu pencacahan betul-betul sudah milik kepala rumah tangga atau salah seorang anggota rumah tangga. Rumah yang dibeli secara angsuran melalui kredit bank atau rumah dengan status sewa beli dianggap rumah milik sendiri; Kode 2: Kontrak/sewa, Kontrak jika tempat tinggal tersebut disewa oleh kepala rumah tangga/anggota rumah tangga dalam jangka waktu tertentu berdasarkan perjanjian kontrak antara pemilik dan pemakai, misalnya 1 atau 2 tahun. Cara pembayaran biasanya sekaligus di muka atau dapat diangsur menurut persetujuan kedua belah pihak. Pada akhir masa perjanjian pihak pengontrak harus meninggalkan tempat tinggal yang didiami dan bila kedua belah pihak setuju bisa diperpanjang kembali dengan mengadakan perjanjian kontrak baru; Sewa jika tempat tinggal tersebut disewa oleh kepala rumah tangga atau salah seorang anggota rumah tangga dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu; Kode 3: Bebas sewa, jika tempat tinggal tersebut diperoleh dari pihak lain (baik famili/bukan famili/orang tua yang tinggal di tempat lain) dan ditempati/didiami oleh rumah tangga tanpa mengeluarkan suatu pembayaran apapun; Kode 4: Dinas, jika tempat tinggal tersebut dimiliki dan disediakan oleh suatu instansi tempat bekerja salah satu anggota rumah tangga baik dengan membayar sewa maupun tidak; Kode 5: Lainnya, jika tempat tinggal tersebut tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu 8
kategori di atas, misalnya tempat tinggal milik bersama, rumah adat. Gambar 3.3 9
2 b. Status lahan tempat tinggal yang ditempati: Tabel 3.2 Status lahan tempat tinggal yang ditempati ini harus dilihat dari sisi anggota rumah tangga yang mendiaminya Kode 1: Milik sendiri, jika status lahan tempat tinggal tersebut pada waktu pencacahan betul-betul sudah milik kepala rumah tangga atau salah seorang anggota rumah tangga. Rumah yang dibeli secara angsuran melalui kredit bank atau rumah dengan status sewa beli dianggap rumah milik sendiri; Kode 2: Milik orang lain, jika status lahan tempat tinggal tersebut adalah milik orang lain (baik famili/bukan famili); Kode 3: Tanah Negara, jika status lahan tempat tinggal tersebut adalah milik negara; Kode 4: Lainnya, jika status lahan tempat tinggal tersebut tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya status lahan milik bersama, status lahan tanah adat, dll. Gambar 3.4 Tabel 3.3 3 Luas Lantai 1. Jika satu bangunan sensus ditempati oleh beberapa rumah tangga, maka luas lantai bangunan tempat tinggal satu rumah tangga adalah luas lantai ruangan yang dipakai bersama dibagi dengan banyaknya rumah tangga yang menggunakannya, kemudian ditambah luas lantai ruangan yang dipakai sendiri. 2. Jika ada 2 bangunan terpisah yang ditempati oleh satu rumah tangga dan masih dalam satu blok sensus, maka luas lantainya dihitung seluruhnya. 10
3. Taman yang di dalam rumah, atau yang disamping rumah namun masih di bawah atap, semuanya ditambahkan sebagai luas lantai. 4. Jika luas lantai lebih dari 998 m 2 ditulis 998. Isikan luas lantai dari bangunan tempat tinggal yang dihuni oleh rumah tangga responden dan tuliskan ke dalam kotak yang tersedia (dalam m 2 ). Isian pada rincian ini harus lebih besar dari nol. Gambar 3.5 Tabel 3.4 4 Jenis Lantai Terluas Yang dicatat dalam rincian ini adalah jenis lantai yang paling luas dari bangunan tempat tinggal yang dihuni rumah tangga. Bila bangunan tersebut menggunakan lebih dari satu jenis lantai yang luasnya sama, maka yang dianggap sebagai lantai terluas adalah lantai yang bernilai lebih tinggi (kode terkecil). Gambar 3.6 Tabel 3.5 Jenis dinding terluas Dinding adalah sisi luar/batas dari suatu bangunan atau penyekat dengan bangunan fisik lain. Bila bangunan tersebut menggunakan lebih dari satu jenis dinding yang luasnya sama, maka yang dianggap sebagai dinding terluas adalah dinding yang bernilai lebih tinggi (kode terkecil). 11
Gambar 3.7 Tabel 3.6 Jenis dinding terluas Lakukan pengamatan langsung. Bila petugas tidak dapat melihat/mengamati langsung, maka petugas dapat bertanya kepada responden Gambar 3.8 Tabel 3.7 Jenis atap terluas Lakukan pengamatan langsung. Bila petugas tidak dapat melihat/mengamati langsung, maka petugas dapat bertanya kepada responden. Lingkari salah satu kode jenis atap terluas dari bangunan fisik tempat rumah tangga responden berada Atap adalah penutup bagian atas suatu bangunan sehingga orang yang mendiami di bawahnya terlindung dari terik matahari, hujan dan sebagainya. Untuk bangunan bertingkat, atap yang dimaksud adalah bagian teratas dari bangunan tersebut Gambar 3.9 Tabel 3.8 Jenis atap terleluas Untuk Rincian 3-5 (jenis lantai, dinding, dan atap) petugas selain mewawancarai, juga mengamati jenisnya dan kondisi/kualitasnya, apakah dalam keadaan baik atau buruk. 12
Gambar 3.10 Tabel 3.9 Jumlah kamar tidur Kamar tidur adalah ruangan yang benar-benar difungsikan hanya untuk tidur. Jika suatu ruangan memiliki fungsi lebih dari 1 (satu), seperti untuk tidur dan untuk ruang tamu maka tidak dihitung sebagai kamar tidur. Ruangan adalah bagian dari suatu tempat tinggal yang memiliki luas (panjang x lebar) minimum sekitar 3 m 2, dibatasi minimal oleh 3 dinding/sekat yang tetap minimal pada 3 sisi dan tertutup dari lantai hingga langit-langit, atau tingginya dinding/sekat minimal sekitar 2 m. Gambar 3.11 Tabel 3.10 Sumber Air Minum Penjelasan: Rumah tangga yang minum dari air leding yang diperoleh dari pedagang air keliling dianggap mempunyai sumber air minum leding eceran. Rumah tangga yang air minumnya berasal dari mata air atau air hujan yang ditampung dan dialirkan ke rumah dengan menggunakan pipa pralon/pipa leding maka sumber air minumnya tetap mata air atau air hujan. Rumah tangga yang menggunakan dua sumber air minum atau lebih, maka sumber air minum yang dicatat adalah yang terbanyak dimanfaatkan selama sebulan terakhir. 13
Bila suatu rumah tangga menggunakan sumur terlindung sebagai sumber air minum, namun dalam mengambil (menaikkan) airnya, rumah tangga itu menggunakan pompa (pompa tangan atau pompa listrik), maka sumber air rumah tangga tersebut tetap dikategorikan sebagai sumur terlindung. Untuk sumber air dari leding, sumur terlindung dan sumur tak terlindung berlaku baik yang terletak di dalam rumah, di luar rumah, maupun di tempat umum. Gambar 3.12 Tabel 3.11 Cara memperoleh air minum Kode 1: Membeli eceran adalah apabila membeli air untuk minum secara bukan langganan biasanya saat membeli langsung bayar. Kode 2: Langganan adalah apabila membeli air untuk minum secara periodik/bulanan. Contoh: Leding dari PAM/PDAM/BPAM, atau air kemasan yang dibeli secara berlangganan. Kode 3: Tidak membeli adalah bila diperoleh dengan usaha sendiri tanpa harus membayar. Penjelasan: Bila menyuruh tetangga untuk mengambil air dari waduk dengan memberi upah, cara memperoleh air minum dianggap membeli eceran. Gambar 3.13 Tabel 3.12 Sumber penerangan utama Apabila responden menggunakan lebih dari satu sumber penerangan, maka pilih sumber penerangan yang paling lama dipakai satu bulan terakhir. Jika waktu penggunaan sama, maka pilih kode yang terkecil. 14
Kode 1: Listrik PLN adalah sumber penerangan listrik yang dikelola oleh PLN. Ruta responden dikatakan menggunakan listrik PLN baik menggunakan maupun tidak menggunakan meteran (volumetrik). Kode 2: Listrik non PLN adalah sumber penerangan listrik yang dikelola oleh instansi/pihak lain selain PLN termasuk yang menggunakan sumber penerangan dari accu (aki), generator, dan pembangkit listrik tenaga surya (yang tidak dikelola oleh PLN). Kode 3: Bukan Listrik, seperti petromak, aladin, pelita, sentir, obor, lilin, karbit, biji jarak, kemiri, dan lain-lain. Gambar 3.14 Tabel 3.13 Sumber penerangan Rincian ini ditanyakan jika Rincian 9a berkode 1 (Listrik PLN). Lingkari salah satu kode daya terpasang listrik. Catatan : Jika ada beberapa rumah tangga yang memakai satu meteran, maka daya yang terpasang dibagi jumlah rumah tangga yang memakai. Jika hasil pembagian tersebut tidak terdapat dalam pilihan, maka pilih daya yang paling mendekati. Contoh : Daya 1.300 watt digunakan oleh 3 rumah tangga, maka daya yang terpasang di setiap rumah tangga adalah 1.300 watt dibagi 3 ruta, yaitu 433,33 watt. Jadi, daya yang terpasang di setiap rumah tangga dituliskan 450 watt (kode 1). Gambar 3.15 15
Tabel 3.14 Bahan bakar utama untuk memasak Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi mengenai bahan bakar utama yang digunakan ruta untuk memasak. Bila menggunakan bahan bakar lebih dari satu maka dipilih bahan bakar yang paling banyak digunakan. Memasak termasuk memasak nasi, memasak air untuk membuat kopi, teh, dan sebagainya. Gambar 3.16 Tabel 3.15 Penggunaan fasilitas tempat buang air besar Kode 1: Sendiri, bila fasilitas tempat buang air besar yang digunakan khusus oleh rumah tangga responden, walaupun kadang-kadang ada yang menumpang. Kode 2: Bersama, bila fasilitas tempat buang air besar digunakan bersama dengan beberapa rumah tangga tertentu. Tidak ada batasan berapa rumah tangga yang menggunakan secara bersama-sama, asalkan penggunaannya terbatas pada beberapa rumah tangga. Kode 3: Umum, bila fasilitas tempat buang air besar yang penggunaannya tidak terbatas pada rumah tangga tertentu, tetapi siapa saja dapat menggunakannya. Contoh MCK yang disediakan pemerintah untuk masyarakat, dan sejenisnya. Kode 4: Tidak ada, bila rumah tangga responden tidak mempunyai fasilitas tempat buang air besar, misalnya lahan terbuka yang bisa digunakan untuk buang air besar (tanah/kebun/halaman/semak belukar), pantai, sungai, danau, kolam dan lainnya 16
Gambar 3.17 Tabel 3.16 Jenis kloset Kloset adalah tempat duduk/jongkok yang digunakan di WC/kakus. 1. Kloset leher angsa adalah kloset yang di bawah dudukannya terdapat saluran berbentuk huruf "U" (seperti leher angsa) dengan maksud menampung air untuk menahan agar bau tinja tidak keluar. 2. Kloset plengsengan adalah jamban/kakus yang di bawah dudukannya terdapat saluran rata yang dimiringkan ke pembuangan kotoran. 3. Kloset cemplung/cubluk adalah jamban/kakus yang di bawah dudukannya tidak ada saluran, sehingga tinja langsung ke tempat pembuangan/penampungan akhirnya. Gambar 3.18 Tabel 3.17 Tempat pembuangan akhir tinja Kode 1: Tangki adalah tempat pembuangan akhir yang berupa bak penampungan, biasanya terbuat dari pasangan bata/batu atau beton di semua sisinya baik mempunyai bak resapan maupun tidak. Kode 2: SPAL adalah Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL) terpadu. Kode 3: Lubang tanah, bila limbahnya dibuang ke dalam lubang tanah yang tidak diberi pembatas/tembok (tidak kedap air). Kode 4: Kolam/sawah/sungai/danau/laut, bila limbahnya dibuang ke kolam/sawah atau sungai/danau/laut. Kode 5: Pantai/tanah lapang/kebun, bila limbahnya dibuang ke daerah pantai atau tanah lapang, termasuk dibuang ke kebun. 17
Kode 6: Lainnya, bila limbahnya dibuang ke tempat selain yang telah disebutkan di atas. 18
4. IV - KETERANGAN SOSIAL EKONOMI ANGGOTA RUMAH TANGGA Gambar 4.1 Gambar 4.2 19
Tabel 4.1 1. No. Urut Jika banyaknya ART lebih dari 10, gunakan kuesioner tambahan dgn memberikan keterangan bersambung di sudut kanan atas pada kuesioner pertama dan keterangan sambungan pada sudut kanan atas kuesioner tambahan. Salin keterangan pengenalan tempat pada Daftar PBDT2015.RT tambahan dan ganti nomor urut pada Kolom (1) Blok IV menjadi 11,...,20, dst. Gambar 4.3 Tabel 4.2 2. Nama Anggota Rumah tangga Tuliskan semua nama ART dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ART yang tinggal di rumah tangga. Data NIK diambil dari KTP atau dari kartu keluarga. Petugas di dalam mengisi data ini harus meminjam kepada responden kartu keluarga atau KTP, agar penulisannya tidak terjadi kesalahan. Penulisan nama ART diurutkan seperti berikut: 1. No urut pertama adalah KRT dan diikuti oleh nama istri/suami (pasangannya) 2. No urut berikutnya adalah nama anakanaknya yang belum menikah. Susunan nama 20
anak-anak yang blm menikah diurutkan mulai dari yang tertua. 3. No urut berikutnya adalah nama anak yang telah menikah yang diikuti oleh pasangannya dan anak-anaknya yang belum menikah,. Susunan diurutkan mulai dari yang tertua. seterusnya, untuk para anak dari KRT yang telah menikah disusun berurutan dengan pasangannya dan anak-anaknya. 4. No urut berikutnya adalah ART selain anak, yang sudah menikah diikuti oleh pasangannya dan anak-anaknya yang belum menikah. 5. No urut berikutnya adalah ART lainnya yang tanpa pasangan dan tanpa anak mulai dari orang tua/mertua, pembantu rumah tangga, famili lain dan lainnya. Nama tidak boleh disingkat dan tanpa menggunakan kata sebutan atau gelar, misalnya: Ir, Drs, Tuan, Nyonya, Bapak, Ibu, dll Apabila KRT memiliki nama panggilan maka tulis nama panggilan di dalam kurung (...) setelah nama aslinya. Gambar 4.4 Tabel 4.3 3. Hubungan dengan kepala rumah tangga Kode hubungan dgn KRT: 1. Kepala rumah tangga 2. Istri/suami 3. Anak, mencakup anak kandung, anak tiri, dan anak angkat dari istri/suami KRT 21
4. Menantu 5. Cucu 6. Orang tua/mertua 7. Pembantu ruta 8. Lainnya Gambar 4.5 Tabel 4.4 4. Nomor Urut keluarga Konsep dan definisi keluarga dijelaskan pada Blok IV Kolom (5) Isikan nomor urut keluarga setiap ART. Apabila di rumah tangga ini hanya ada 1 keluarga maka isian pada kolom ini semua ART berkode 1. Apabila ada 2 keluarga, maka isian pada kolom ini ada yang berkode 1 dan 2, dan minimal ada dua kode yang sama 22
Gambar 4.6 Tabel 4.5 5. Hubungan dengan kepala keluarga Jumlah keluarga dalam suatu rumah tangga biasanya didasarkan atas banyaknya pasangan suami-istri di rumah tangga tersebut. Bisa disebut keluarga apabila ada 2 status hubungan dengan kepala keluarga yang berbeda, misalnya suami dan istri, suami dan anak atau ibu dan anak. 23
Gambar 4.7 Tabel 4.6 6. Jenis Kelamin Jangan menduga jenis kelamin seseorang berdasarkan namanya, untuk meyakinkan tanyakan kembali apakah ART tersebut laki-laki atau perempuan. Gambar 4.8 24
Tabel 4.7 7. Umur Umur dibulatkan ke bawah atau umur menurut ulang tahun terakhir. Untuk pengisian umur hanya disediakan dua kotak, bagi yang umurnya kurang dari 10 tahun harus ditambahkan angka 0 di kotak pertama dan yang umurnya 98 tahun atau lebih tuliskan 98 Gambar 4.9 Tabel 4.8 8. Status Perkawinan Kode 1: belum kawin adalah belum mempunyai istri (bagi laki-laki) atau suami (bagi perempuan) pada saat pencacahan. Kode 2: kawin/nikah adalah mempunyai istri (bagi laki-laki) atau suami (bagi perempuan) pada saat pencacahan, baik tinggal bersama maupun terpisah Kode 3: cerai hidup adalah berpisah sebagai suamiistri karena bercerai dan belum kawin lagi. Wanita yang mengaku belum pernah kawin tetapi pernah hamil, dianggap cerai hidup. Kode 4: cerai mati adalah ditinggal mati oleh suami atau istrinya dan belum kawin lagi. 9. Kepemilikan akta/buku nikah atau akta cerai Kode 0: Tidak Kode 1: Ya, dapat ditunjukkan. Yang disebut dengan dapat ditunjukkan adalah ketika pcl melihat langsung secara fisik. Kode 2: Ya, tidak dapat ditunjukkan. 25
Gambar 4.10 Tabel 4.9 10. Tercantum dalam kartu keluarga (KK) di rumah tangga ini Dalam sebuah rumah tangga bisa saja dijumpai anggota rumah tangga (ART) yang tidak tercantum dalam KK, misalnya anggota keluarga lain seperti keponakan, cucu, atau pembantu rumah tangga. Tanyakan apakah ART tercantum dalam Kartu Keluarga (KK) yang dimiliki oleh salah satu keluarga yang terdapat di rumah tangga ini Gambar 4.11 26
Tabel 4.10 11. Kepemilikan kartu identitas Jika ART memiliki lebih dari satu kartu indentitas, jumlahkan kode dari kartu yang dimiliki. Contoh: 1. Budi memiliki akta kelahiran (kode 1) dan KTP (kode 4), maka isian pada kotak adalah 1 + 4 = 05. 2. Amin memiliki akta kelahiran (kode 1), KTP (kode 4), dan SIM (kode 8), maka isian pada kotak adalah 1+ 4+ 8 = 13 Gambar 4.12 Tabel 4.11 12. Untuk wanita usia 10-49 tahun Tanyakan kepada wanita usia 10 49 tahun dan berstatus kawin/nikah, cerai hidup, atau cerai mati apakah sedang hamil (Kolom (8) = 2, 3, atau 4) Gambar 4.13 27
Tabel 4.12 13. Jenis cacat Penyandang cacat adalah setiap orang yang mengalami kecacatan sehingga terganggu atau mendapatkan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan kegiatan secara selayaknya. Kecacatan dapat terjadi akibat kecelakaan, korban kriminalitas, penyakit atau cacat lahir. Secara umum cacat dibagi menjadi dua yaitu cacat fisik dan cacat mental. Catatan : Orang yang terkena stroke tidak termasuk dalam jenis cacat. Cacat permanen akibat kecelakaan termasuk cacat 14. Penyakit kronis/menahun Penyakit kronis adalah gangguan atau penyakit yang berlangsung lama (berbulan-bulan atau bertahun-tahun), tidak terjadi secara tibatiba/spontan, dan penyembuhannya pun memakan waktu yang lama. Penyakit kronis sering dikenal sebagai penyakit menahun Apabila ART menderita lebih dari satu penyakit kronis maka isikan jenis penyakit yang paling berat dirasakan oleh ART Gambar 4.14 28
Tabel 4.13 15. Partisipasi sekolah Seseorang dikatakan bersekolah apabila ia terdaftar dan aktif mengikuti proses belajar baik di suatu jenjang pendidikan formal maupun non formal khususnya program kesetaraan (Paket A/B/C) yang berada di bawah pengawasan Kemdikbud maupun kementerian lainnya. Dikatakan aktif mengikuti paket A, paket B atau paket C apabila dalam sebulan terakhir pernah mengikuti proses belajar pada kegiatan paket. Gambar 4.15 Tabel 4.14 16. Jenjang dan jenis pendidikan tertinggi yang pernah/sedang diduduki Jenjang pendidikan tertinggi yang sedang/pernah diduduki adalah jenjang pendidikan tertinggi yang sedang diduduki oleh seseorang yang masih bersekolah atau yang pernah diduduki oleh seseorang yang sudah tidak bersekolah lagi, baik jenjang pendidikan formal maupun non formal kesetaraan (Paket A/B/C). 29
Gambar 4.16 Tabel 4.15 17. Kelas tertinggi yang pernah / sedang diduduki Penjelasan Tingkat/Kelas Tertinggi yang pernah/sedang diduduki : Seseorang yang telah tamat sekolah, maka tingkat/kelas tertinggi yang pernah/sedang diduduki diberi kode 8. Seseorang yang pernah/sedang mengikuti tingkat/kelas tertinggi pada program S1 diberi kode 5. Sarjana yang pernah/sedang kuliah pada program master/s2 diberi kode 6. Seseorang yang pernah/sedang kuliah program doktor/s3 diberi kode 7. Tingkat/kelas pada Paket A adalah 1 s.d 6. Tingkat/kelas pada Paket B dan Paket C adalah 1 s.d 3. Penulisan kelas pada tingkat SMP/sederajat dan SMA/sederajat menggunakan 1, 2 dan 3. 30
Gambar 4.17 Tabel 4.16 18. Ijazah tertinggi yang dimiliki Catatan: 1. Kepala ruta/anggota ruta yang duduk di kelas 5 SD, atau kelas 2 SMP (kelas VIII), atau kelas 2 SMA (kelas XI) tetapi telah mengikuti ujian SD, atau SMP, atau SMA dan lulus, maka pendidikan yang ditamatkan adalah SD atau SMP atau SMA, sesuai dengan jenjang yang dinyatakan lulus ujiannya. 2. Ada kemungkinan kepala ruta/anggota ruta yang telah menamatkan jenjang pendidikan tertentu ternyata pada saat wawancara sedang menjalani jenjang pendidikan yang lebih rendah dari yang telah ditamatkan. Pastikanlah hal tersebut dengan mengajukan pertanyaan sekali lagi. Bila keadaan ini terjadi, beri penjelasan di Blok Catatan. 3. Jika ijazah yang dimiliki hilang/terbakar dianggap memiliki ijazah. 4. Jika seseorang pernah/sedang bersekolah di jenjang formal, karena gagal UAN kemudian ikut ujian paket maka jenjang dan jenis pendidikan tertinggi yang pernah/sedang yang diduduki adalah jenjang formalnya dan ijazah/sttb tertinggi yang dimiliki adalah ijazah paket. 31
Gambar 4.18 Tabel 4.17 19. Bekerja/ membantu bekerja selama seminggu yang lalu Dalam menanyakan bekerja harus dilakukan hati-hati, biasanya responden beranggapan bahwa bekerja adalah bekerja formal. Cara menanyakan bekerja adalah: 1. Apa saja kegiatan yang dilakukan sehari-hari oleh ART selama seminggu yang lalu? 2. Apakah kegiatan tersebut untuk memperoleh penghasilan/keuntungan (uang/barang)? Berapa jam waktu yang digunakan untuk kegiatan tersebut? Jam Kerja adalah lama waktu (dalam jam) yang digunakan untuk bekerja dari seluruh pekerjaan yang dilakukan selama seminggu yang lalu. Maksimum jumlah jam kerja yang dapat diisikan pada kotak adalah 98 jam. Bila jumlah kerja lebih dari 98 jam tetap tuliskan 98 pada kotak yang telah disediakan 32
Gambar 4.19 Tabel 4.18 20. Lapangan usaha dari pekerjaan utama Lapangan usaha/bidang pekerjaan adalah bidang kegiatan dari pekerjaan/usaha/ perusahaan/kantor tempat KRT/ART bekerja. Gambar 4.20 33
Tabel 4.19 21. Status kependudukan dalam pekerjaan utama Perusahaan yang didirikan oleh lebih dari satu orang dan tidak memiliki buruh/pegawai maka masing-masing orang berstatus sebagai berusaha sendiri. KRT/ART dianggap sebagai buruh jika memiliki majikan tetap jika memiliki satu majikan (orang/rumah tangga) yang sama dalam sebulan terakhir, khusus pada sektor bangunan batasannya tiga bulan. Apabila majikan-nya adalah instansi/lembaga, boleh lebih dari satu. KRT/ART sebagai buruh yang tidak mempunyai majikan tetap, tidak digolongkan sebagai buruh/karyawan/ pegawai tetapi sebagai pekerja bebas. Gambar 4.21 Tabel 4.20 22. Anak dari kepala keluarga yang menjadi tanggungan tetapi sedang bersekolah / kuliah dan tidak tinggal di ruta Tanyakan apakah ada anak dari kepala keluarga yang tinggal dalam rumah tangga ini yang masih menjadi tanggungan kepala rumah tangga atau kepala keluarga, tetapi sedang sekolah/kuliah dan tinggal di tempat lain seperti kos, kontrak, atau rumah saudara. Masih menjadi tanggungan dalam arti biaya pendidikan dan biaya hidup masih berasal dari kepala rumah tangga atau kepala keluarga yang tinggal dalam rumah tangga ini. Tanyakan nama, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)/No Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), alamat tempat tinggal, NIK, dan nama sekolah 34
35
5. V - KEPEMILIKAN ASET DAN KEIKUTSERTAAN PROGRAM Gambar 5.1 36
Gambar 5.2 Tabel 5.1 Rumah tangga memiliki sendiri aset bergerak Rincian mengenai kepemilikan barang dapat dipergunakan untuk menentukan suatu ukuran kasar mengenai keadaan sosial ekonomi rumah tangga. Penjelasan: 1. Apabila aset tersebut dimiliki bersama oleh beberapa rumah tangga maka dianggap memiliki 2. Termasuk memiliki barang apabila barang tersebut masih dalam proses kredit, sedang digadaikan atau digunakan/dikuasai oleh orang lain. 3. Jika responden mengatakan memiliki barang, misalnya lemari es/kulkas atau perahu, namun dalam keadaan rusak, tanyakan berapa lama barang tersebut rusak dan apakah masih bisa diperbaiki. Jika barang tersebut hanya sementara tidak dapat dipakai, maka tetap dianggap memiliki. Bila tidak dapat diperbaiki lagi maka dianggap tidak memiliki. 4. Aset sepeda yang dimaksud adalah sepeda yang dapat digunakan oleh orang dewasa tidak termasuk sepeda anak-anak. Gambar 5.3 37
Rincian 2a dan 2b untuk Tipe P0Q0 Tabel 5.2 Kepemilikan nomor HP dan TV Rincian 2a Isikan berapa jumlah nomor HP aktif (masih berfungsi pada saat pencacahan) yang dimiliki seluruh anggota rumah tangga. Rincian 2b Tanyakan jumlah televisi (TV) layar LED/LCD (bukan televisi tabung) dengan diagonal layar minimal 30 inci yang dimiliki oleh rumah tangga Rincian 2a dan 2b untuk Tipe P0Q1 Tabel 5.3 Kepemilikan nomor HP dan TV Rincian 2a Isikan berapa jumlah nomor HP aktif (masih berfungsi pada saat pencacahan) yang dimiliki seluruh anggota rumah tangga. Rincian 2b : Tanyakan jumlah ruangan yang dikuasai rumah tangga dan isikan pada kotak yang tersedia. Ruangan adalah bagian dari suatu tempat tinggal yang memiliki luas (panjang x lebar) minimum sekitar 3 m 2, dibatasi minimal oleh 3 dinding/sekat yang tetap minimal pada 3 sisi dan tertutup dari lantai hingga langit-langit, atau tingginya dinding/sekat minimal sekitar 2 m.. Pastikan konsistensi dengan jawaban pada Blok 3 Rincian 6. Contoh : Rumah tangga Budi dan rumah tangga Agus menempati satu rumah, masing-masing memiliki 1 ruang tidur dan 1 ruang tamu yanng dipakai bersama-sama. Apabila Rumah tangga Budi menjadi responden makan jumlah ruangan rumah yang ditempati ada 2 ruangan. Rincian 2a dan 2b untuk Tipe P1Q0 38
Tabel 5.4 Kepemilikan nomor HP dan TV Rincian 2a : Konsep dan definisi kloset leher angsa sama dengan Blok III. Rincian 11.b. Pencacah memastikan keakuratan jawaban responden dan pastikan konsistensi dengan jawaban pada Blok III Rincian 11b. Jika jawaban Blok 3 Rincian 11b berkode 3 atau 4, maka jawaban rincian ini adalah 00. Bila dalam satu rumah yang ditempati lebih dari satu rumah tangga hanya memiliki kloset yang digunakan secara bersama maka setiap rumah tangga di rumah tersebut dicatat memiliki satu kloset. Rincian 2b Tanyakan jumlah televisi (TV) layar LED/LCD (bukan televisi tabung) dengan diagonal layar minimal 30 inci yang dimiliki oleh rumah tangga Tabel 5.5 Kepemilikan nomor HP dan TV Rincian 2a : Konsep dan definisi kloset leher angsa sama dengan Blok III. Rincian 11.b. Pencacah memastikan keakuratan jawaban responden dan pastikan konsistensi dengan jawaban pada Blok III Rincian 11b. Jika jawaban Blok 3 Rincian 11b berkode 3 atau 4, maka jawaban rincian ini adalah 00. Bila dalam satu rumah yang ditempati lebih dari satu rumah tangga hanya memiliki kloset yang digunakan secara bersama maka setiap rumah tangga di rumah tersebut dicatat memiliki satu kloset. Rincian 2b : Tanyakan jumlah ruangan yang dikuasai rumah tangga dan isikan pada kotak yang tersedia. Ruangan adalah bagian dari suatu tempat tinggal yang memiliki luas (panjang x lebar) minimum sekitar 3 m 2, dibatasi minimal oleh 3 dinding/sekat yang tetap minimal 39
pada 3 sisi dan tertutup dari lantai hingga langit-langit, atau tingginya dinding/sekat minimal sekitar 2 m.. Pastikan konsistensi dengan jawaban pada Blok 3 Rincian 6. Contoh : Rumah tangga Budi dan rumah tangga Agus menempati satu rumah, masing-masing memiliki 1 ruang tidur dan 1 ruang tamu yanng dipakai bersama-sama. Apabila Rumah tangga Budi menjadi responden makan jumlah ruangan rumah yang ditempati ada 2 ruangan. Rincian 2a dan 2b untuk Tipe P1Q1 Gambar 5.4 Tabel 5.6 Rumah tangga memiliki aset tidak bergerak Rincian 3a: Lahan yang dimaksud adalah semua lahan yang dimiliki oleh rumah tangga baik lahan pertanian maupun lahan non pertanian. Termasuk juga semua lahan baik yang ada bangunan (untuk usaha atau bukan) maupun tidak Jika responden hanya dapat menjawab dalam satuan setempat, maka petugas harus mengkonversikan ke dalam m 2 sesuai dengan konversi yang berlaku di daerah setempat. Pembulatan hanya boleh dilakukan setelah dikonversikan ke satuan standar. (Lihat Contoh di Buku Pedoman Halaman 44) Rincian 3b: Rincian ini ditanyakan untuk mengetahui kepemilikan rumah selain rumah yang ditempati sekarang. Rumah yang dimaksud tanpa mempertimbangkan status kepemilikan lahan rumah tersebut. 40
Gambar 5.5 Tabel 5.7 Jumlah ternak yang dimiliki Rincian ini bertujuan untuk mendapatkan keterangan tentang jumlah ternak yang dimiliki oleh rumah tangga. Tanyakan satu per satu semua jenis ternak yang dimiliki (ekor) rumah tangga atau salah seorang anggota rumah tangga. Gambar 5.6 Tabel 5.8 Nama ART Yang dimaksud usaha disini adalah kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok yang berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum. Tanyakan satu per satu semua anggota rumah tangga yang memiliki usaha. Tuliskan nama anggota rumah tangga yang memiliki usaha secara berurutan mulai dari no urut terkecil (salin dari Blok IV Kolom (1). 41
Gambar 5.7 Tabel 5.9 Lapangan usaha Usaha ini tidak harus sama dengan isian pada Blok IV Kolom (20). Tetapi urutan kode sama dengan kode isi Blok IV Kolom (20). Sebagai contoh: Indah adalah karyawan di McD. Untuk menambahkan penghasilan disela-sela waktunya Indah jualan pulsa elektrik. Untuk pengisian Indah pada Blok IV Kolom (20) adalah kode 13 (Hotel dan rumah makan), sedangkan untuk Blok V R 5b kol (2) perdagangan kode 12. Gambar 5.8 Tabel 5.10 Jumlah pekerja (Orang) Jumlah pekerja adalah semua karyawan atau orang yang,membantu dalam usaha tersebut. Pemilik usaha yang ikut bekerja tetap dihitung sebagai pekerja 42
Gambar 5.9 Tabel 5.11 Tempat lokasi usaha Tanyakan apakah art yang memiliki usaha tersebut memiliki tempat dalam usahanya. Dianggap memiliki tempat usaha jika tempat untuk melakukan usaha tersebut ada dan tidak harus dimiliki oleh ruta tapi tersedia tempat/lokasi untuk usaha. Sebagai contoh pedagang keliling dianggap tidak memiliki tempat usaha. Gambar 5.10 Tabel 5.12 Omzet usaha perbulan Omzet adalah seluruh jumlah uang yang didapat dari hasil penjualan (usaha) dalam jangka waktu tertentu dan belum dikurangi dengan biaya pokok produksi, upah pekerja dan lain-lain. 43
Gambar 5.11 Tabel 5.13 Kartu keluarga sejahtera (KKS) Kartu Perlindungan Sosial (KPS) adalah kartu yang diterbitkan oleh pemerintah dalam rangka pelaksanaan Program Percepatan dan Perluasan Perlindungan Sosial (P4S) dan Bantuan Langsung Sementara Masyarkat (BLSM) di tahun 2013 Pada tahun 2015 KPS secara bertahap berubah menjadi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Gambar 5.12 Tabel 5.14 Kartu Indonesia Pinter (KIP) Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) adalah bantuan tunai yang diberikan secara langsung kepada anak-anak usia sekolah/siswa dari semua jenjang pendidikan; SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA; yang berasal dari ruta miskin dan rentan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh penyelenggara Program BSM, yaitu 44
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag). Gambar 5.13 Tabel 5.15 BPJS Kesehatan yang dimaksud disini adalah mereka yang memiliki Kartu BPJS Kesehatan dimana iurannya dibayar oleh pemerintah, kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI). Jamkesmas adalah program bantuan sosial untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu yang bertujuan meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien. Gambar 5.14 Tabel 5.16 BPJS Kesehatan peserta mandiri adalah mereka yang memiliki Kartu BPJS Kesehatan dimana iurannya dibayar secara mandiri 45
Gambar 5.15 Tabel 5.17 BPJS Ketenagakerjaan adalah merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pekerja seperti jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kematian yang layak yang diberikan kepada setiap pekerja yang telah membayar iuran Jamsostek adalah salah satu program asuransi yang membantu tenaga kerja dan keluarganya mengatasi masalah kesehatan Gambar 5.16 46
Tabel 5.18 Asuransi kesehatan lainnya adalah sebuah jenis produk asuransi yang secara khusus menjamin biaya kesehatan atau perawatan para anggota asuransi tersebut jika mereka jatuh sakit atau mengalami kecelakaan. Tanyakan apakah ada salah satu ART yang ikut dalam asuransi kesehatan lainnya seperti askes, jamkesda, jamsoskes semesta (Sumatera Selatan), Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Medan Sehat (JPKMS), Bringin Life dsb. Gambar 5.17 Tabel 5.19 Program Keluarga Harapan (PKH) adalah rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang memiliki anggota keluarga yang terdiri dari anak usia 0-15 tahun (atau usia 15-18 tahun namun belum menyelesaikan pendidikan dasar) dan/atau ibu hamil/nifas. Pada kartu kepesertaan PKH akan tercantum nama ibu/wanita yang mengurus anak, BUKAN kepala rumah tangga. Pengecualian dari ketentuan di atas dapat dilakukan pada kondisi tertentu dengan mengisi formulir pengecualian di UPPKH kecamatan yang harus diverifikasi oleh ketua RT setempat dan pendamping PKH. 47
Gambar 5.18 Tabel 5.20 Raskin adalah program bantuan dari pemerintah untuk keluarga miskin berupa pendistribusian beras khusus kepada keluarga miskin yang harganya telah disubsidi oleh pemerintah. Catatan: Yang dicatat pada rincian ini adalah penerima manfaat beras raskin terlepas apakah dia memiliki kartu KPS atau tidak. Bagi ruta yang benarbenar mengetahui bahwa sebenarnya mereka tidak memliki kartu raskin tetapi mendapatkan raskin, maka diisikan ya (Kode 3). Gambar 5.19 Tabel 5.21 KUR merupakan salah satu sistim kredit yang diberikan perbankan kepada UMKM dan Koperasi dengan pola penjaminan yang bekerja sama dengan Lembaga Penjamin yang ditetapkan oleh pemerintah. UMKM dan Koperasi yang diharapkan dapat mengakses KUR adalah yang bergerak di sektor usaha produktif antara lain: pertanian, perikanan 48
dan kelautan, perindustrian, kehutanan dan jasa keuangan simpan pinjam. Gambar 5.20 Tabel 5.22 Responden pada Rincian 7 14 adalah KRT/pasangan KRT yang berjenis kelamin perempuan berusia 15 49 tahun dan berstatus kawin/nikah. Jika KRT/pasangan KRT tidak memenuhi syarat tersebut, maka pilih salah satu WUS yang terdapat dalam rumah tangga responden. Rincian 7: No urut ART Salinlah no urut ART Wanita Usia Subur (WUS) usia 15-49 tahun yang berstatus kawin/nikah sesuai dengan nomor urut yang tertulis di Blok IV Kolom 1. Perlu diperhatikan konsistensi pengisian dengan jawaban pada Blok 4 Kolom (8). 49
Gambar 5.21 Tabel 5.23 Rincian 8: Usia Kawin Pertama Usia kawin pertama adalah usia ketika responden mulai hidup bersama dengan suami/pasangannya Jika responden menikah hanya satu kali, ajukan pertanyaan berikut: Berapa umur ibu ketika menikah dengan suami/pasangan ibu?. Jika responden menikah lebih dari satu kali, ajukan pertanyaan berikut: Berapa umur ibu ketika menikah dengan suami/pasangan ibu yang pertama?. Gambar 5.22 50
Tabel 5.24 Rincian 9: Kepesertaan KB Kode 1: Ya, jika sedang menggunakan alat KB atau cara tradisional untuk menunda atau mencegah kehamilan. Kode 2: Tidak Termasuk yang pernah menggunakan alat KB atau cara tradisional tetapi pada saat pencacahan tidak menggunakan lagi Gambar 5.23 Tabel 5.25 Rincian 10: Metode kontrasepsi yang sedang digunakan Kode 1: IUD (Intra Uterus Device)/AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim)/spiral Kode 2: MOW (medis operasi wanita)/tubektomi/sterilisasi wanita Kode 3: MOP (medis operasi pria)/vasektomi/sterilisasi pria Kode 4: Implant /Susuk KB Kode 5: Suntik Kode 6: Pil Kode 7: Kondom Kode 8: Tradisional adalah KB dengan cara tradisional, seperti pantang berkala/sistem kalender, senggama terputus, menyusui dengan sengaja untuk KB, 51
Gambar 5.24 Tabel 5.26 Rincian 11: Sudah berapa lama menggunakan metode tersebut Jika responden sedang ber-kb, tanyakan sudah berapa lama menggunakan metode KB yang sedang digunakan sampai dengan pada saat pencacahan. Penghitungan dibulatkan kebawah. Jika penggunaannya sudah lebih dari satu tahun, maka isikan jawabannya pada kedua Rincian 11a dan 11b. Misal: responden sudah menggukanan metode KB selama 25 bulan maka tuliskan 02 Tahun dan 01 Bulan. Jika penggunaannya belum genap sebulan, maka tuliskan 00 Bulan pada Rincian 11b. Gambar 5.25 52
Tabel 5.27 Rincian 12: Tempat pelayanan KB Kode 1: RS Pemerintah Kode 2 : RS swasta Kode 3: Klinik Utama/Pratama Kode 4: Praktek Dokter Kode 5: Praktek Bidan Kode 6: Puskesmas/Poskesdes/Polindes Kode 7: Pustu/Pusling/Bidan Desa Kode 8: Lainnya, misalnya diberi gratis oleh saudara. Gambar 5.26 Tabel 5.28 Rincian 13: Apakah ingin punya anak lagi Lingkari dan tuliskan kode 1 jika segera ingin punya anak kurang dari 2 tahun, atau kode 2 jika ingin punya anak tetapi lebih dari 2 tahun lagi, atau kode 3 jika tidak ingin punya anak/anak lagi. 53
Gambar 5.27 Tabel 5.29 Rincian 14: Jika tidak ber-kb (R.9 = 2), apa alasan utamanya Kode 1: Sedang hamil Kode 2 : Alasan fertilitas Kode 3: Tidak menyetujui KB Kode 4: Tidak tahu tentang KB Kode 5: Takut efek samping Kode 6: Pelayanan KB jauh Kode 7: Tidak mampu/mahal Kode 8: Ingin punya anak Kode 9: Lainnya 54