BAB I SPESIFIKASI PRODUK

dokumen-dokumen yang mirip
PERTEMUAN 3 (MENENTUKAN SPESIFIKASI & TARGET) KAMIS, 20 OKTOBER 2016

LAPORAN PENGEMBANGAN PRODUK AAA

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

3. METODE PENELITIAN. Lukman Arhami. Perencanaan strategi..., FT UI., Universitas Indonesia

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Harapan Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Terhadap Program Studi (Room 1)

Ir. Erlinda Muslim, MEE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Dalam pengertian paling luas, manajemen operasi berkaitan dengan

QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

ANALISIS DATA Metode Pembobotan AHP

BAB I PENGEMBANGAN KONSEP

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah Hotel Bintang Griyawisata Jakarta.

Pengembangan Desain Produk Teh Gelas Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Untuk Meningkatkan Penjualan Di CV.

USULAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK ASBAK DI RESTORAN CHAKRA

BAB III METODE PENELITIAN. informasi mengenai kebutuhan data penelitian. Adapun obyek yang. dijadikan penelitian adalah Kopma UNY core.

Pengembangan Desain Produk Tas Gadukan Guna Meningkatkan Daya Saing Ikm

*Bagaimana menerjemahkan kebutuhan pelanggan yang subyektif menjadi target yang tepat untuk langkah pengembangan selanjutnya?

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SEGMENTASI PASAR. Hasil dan Pembahasan 1. Buatlah peta segmentasi pasar dari meja yang kalian gunakan sesuai dengan langkah-langkah...

ANALISIS QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) UNTUK MENGETAHUI KEINGINAN DAN HARAPAN KONSUMEN

MEMBANGUN HOUSE OF QUALITY

DIKTAT KULIAH PENGENDALIAN & PENJAMINAN KUALITAS (IE-501)

ANALISA KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS LAYANAN BENGKEL DENGAN METODE SERVQUAL DAN QFD SKRIPSI

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

KATA PENGANTAR. Malang, Februari Penulis. Segala puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat

PERANCANGAN PRODUK SPRING BED DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT

PENGEMBANGAN PRODUK SPIDER FITTING BERDASARKAN ANALISA KEBUTUHAN KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Perbaikan Rancangan Body Protector Sesuai Kebutuhan Atlit Persaudaraan Beladiri Shorinji Kempo Indonesia

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Gambar 1. 1 Empat Fase Model QFD

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...

ABSTRAK. Universitas Kristen Marantha

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI...

METODA PENELITIAN. Kerangka Pemikiran Konseptual Penelitian. Mulai

Universitas Kristen Maranatha

ANALISA PROSES BISNIS

ABSTRAK. iv Universitas Kristen Maranatha

PERANCANGAN KONSEP KURSI KANTOR BERDASARKAN KEBUTUHAN KONSUMEN DAN STUDI PERBANDINGAN PRODUK PESAING

Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan dengan Metode Servqual dan QFD pada Bank Aceh Cabang Krueng Geukueh

Melani Anggraini Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Industri Universitas Malahayati Bandar Lampung

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Alat perencanaan yang digunakan untuk mekondisi desain karawo

PENGEMBANGAN PROGRAM PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN PADA USAHA JASA MENGGUNAKAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

LAPORAN TUGAS AKHIR REDESAIN GEROBAK USAHA MARTABAK MENGGUNAKAN ANTROPOMETRI DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT

BAB III METODE PENELITIAN

REDESAIN GEROBAK MARTABAK MENGGUNAKAN ANTROPOMETRI DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN FARMASI RSK. ST VINCENTIUS A PAULO SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN QFD

SIDANG TESIS MANAJEMEN INDUSTRI MAGISTER MANAJEMEN TEKNOLOGI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011

IMPLEMENTASI METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) GUNA MENINGKATKAN KUALITAS KAIN BATIK TULIS

Disusun oleh : Esthadi Wahyu Septony Pembimbing : Naning Aranti Wessiani,S.T,MM. Co Pembimbing : Dr.Ir.Sri Gunani Partiwi,MT

BAB 2 LANDASAN TEORI

TUGAS AKHIR INTEGRASI METODE KANO DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DALAM ANALISIS KEPUASAN TERHADAP

BAB I SEGMENTASI PASAR

BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA

Studi Kualitas Pelayanan dari Segi Fasilitas dan Operasional di Universitas Al Azhar Indonesia (Sebuah Studi Kasus)

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Jenis dan Sumber Data

PENGEMBANGAN PROGRAM PERBAIKAN KUALITAS PADA USAHA JASA MENGGUNAKAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Penelitian

PENENTUAN ATRIBUT PERSYARATAN TEKNIS ALAT PEMERAS SANTAN DI UMKM XYZ KOTA BATU

BAB 2 LANDASAN TEORI

Pengujian. Produk. Perancangan. Produk. Identifikasi Kondisi Eksisting

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Seiring dengan perkembangan dan persaingan dalam era globalisasi pasar

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. ahli di berbagai Negara. Untuk Indonesia, Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN)

BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (BAGIAN EVALUASI KINERJA PELAYANAN DENGAN METODE QFD)

QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) PERTEMUAN # TAUFIQUR RACHMAN EBM503 MANAJEMEN KUALITAS

DESAIN PRE-CAST PROFIL BERBASIS CUSTOMER NEEDS

METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Aplikasi Quality Function Deployment Untuk Redesign Kontainer Penyimpanan Pada Industri Kemasan Kaleng

QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

INTEGRASI QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT DAN KANO GUNA PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK GUNTING MULTIFUNGSI

SKRIPSI. Nama : Heri Santika NIM : Program Studi Manajemen FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA

GITA ASTETI GINTING DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Proses produksi merupakan hal yang sangat penting dalam perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi, daya beli masyarakat semakin meningkat. Peluang ini

ANALISIS PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK TAS RANSEL KHAS ACEH MENGGUNAKAN METODE REKAYASA NILAI (STUDI KASUS DI UD. IKHSAN)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

4. Kriteria IDE PRODUK :

Product Design & Development Hubungan Kebutuhan Pekerja Terhadap Karakteristik Teknik Pada Perancangan Alat Pengepres Melinjo Dengan Metode QFD

RANCANG BANGUN TUNGKU PELEBUR LIMBAH KACA UNTUK SENTRA UKM MANIK-MANIK KACA

PERANCANGAN ALAT PENYARING TAHU DENGAN PENDEKATAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DAN ATHROPOMETRI

PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK MEJA PERSONAL COMPUTER (PC) DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUCTION DEPLOYMENT (QFD)

PERANCANGAN TAS PUNGGUNG LAPTOP MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT PADA HOME INDUSTRI LANGON KOTA TEGAL

BAB II LANDASAN TEORI

PERANCANGAN ULANG ALAT PENUANG AIR GALON GUNA MEMINIMALISASI BEBAN PENGANGKATAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT

meja dan kursi pada proses memahat untuk memperbaiki postur kerja di Java Art Stone Yogyakarta adalah Problem-Solving Research.

DAFTAR ISTILAH. : Metodologi terstruktur yang digunakan dalam

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN KEPADA PELANGGAN DENGAN MENGGUNAKAN INTEGRASI METODE SERVQUAL DAN QFD (STUDY KASUS : HOTEL ELMI SURABAYA)

PENINGKATAN KUALITAS TRAINING UNTUK PELANGGAN PT INKA DENGAN PENDEKATAN METODE AHP DAN QFD

INTEGRASI METODE QFD DAN DFMEA DALAM PERBAIKAN DESAIN MOLD PADA MOLD BODY SEALPACK DI PERUSAHAAN INJECTION

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Desain Menurut nurcahyanie (2007), desain merupakan suatu proses yang dapat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Langkah langkah (flow chart) pemecahan masalah. Mulai. Observasi Pendahuluan. Penetapan Tujuan

PENERAPAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PRODUK KAOS

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Transkripsi:

BAB I SPESIFIKASI PRODUK Maksud dari spesifikasi produk adalah untuk menjelaskan tentang hal-hal yang harus dilakukan oleh sebuah produk. Beberapa perusahaan menggunakan istilah karakteristik engineering dalam hal ini. Untuk mendapatkan spesifikasi produk yang akan dibuat, pada bab ini akan dibahas mengenai pembuatan HOQ (House of Quality). 1.1 Langkah-Langkah Pembuatan HOQ (8 room): 1. Masukkan pernyataan kebutuhan pelanggan yang telah di transformasi (Voice of Customer) pada modul sebelumnya ke dalam Room 1. 2. Isikan nilai kepentingan yang ada pada Room 1 dengan skala 1-5. Nilai kepentingan merupakan nilai yang menggambarkan seberapa penting pernyataan kebutuhan yang ada menurut tim desain. 3. Tentukan daftar respon teknis yang merupakan jawaban untuk pernyataan kebutuhan. Daftar respon teknis ditentukan dengan cara menentukan spesifikasi produk yang hendak dirancang dengan pembatasan satuan, dimana setiap respon teknis haris mengandung metrics, value, dan unit. Daftar respon teknis diisikan pada Room 2. 4. Isikan nilai hubungan antara respon teknis dan kebutuhan pelanggan pada Room 3. Pastikan semua baris dan kolom setidaknya memiliki satu nilai hubungan. 5. Pada Room 4 isikan rata-rata nilai harapan dan juga nilai dari kompetitor yang didapatkan dari hasil kuisioner yang telah ditransformasi menjadi data interval. 6. Sebelum membuat Room 5, buatlah tabel yang berisi nilai marginal dan nilai ideal dari daftar respon teknis yang telah dibuat. Sebelum dapat mengisikan nilai marginal dan nilai ideal, maka isikan nilai performansi dari produk kompetitor yang sesuai dengan satuan dari masing-masing respon teknis. Nilai marginal merupakan nilai yang masih dapat diterima oleh tim desain yang biasanya merupakan interval dari nilai tertentu, skor dari nilai marginal untuk di Room 5 adalah diantara 2-4. Nilai Ideal merupakan nilai yang diharapkan oleh tim desain untuk ada diproduknya nanti. Skor dari nilai ideal adalah 5 atau nilai maksimum. Setelah sudah membuat tabel tersebut, maka isikan skor dari produk kompetitor pada Room 5. 7. Isikan korelasi dari antar respon teknis yang telah dibuat pada Room 6. Korelasi ini dapat berupa korelasi positif maupun korelasi negatif. 8. Hitunglah nilai Absolute importance pada Room 7 dengan cara mengkalikan nilai kepentingan pada Room 1 dengan nilai hubungan yang ada pada Room 3. 9. Hitunglah nilai Relative Importance dengan cara membagikan nilai Absolute 23

Importance dengan jumlah dari nilai Absolute Importance. 10. Berilah ranking dari tiap-tiap daftar respon teknis dari nilai Relative Importance yang tertinggi. 11. Buatlah standar performansi dari produk yang nantinya akan dibuat pada Room 8 dengan mempertimbangkan Room 5,6 dan 7. 1.2 Daftar Respon Teknis Langkah pertama yang dilakukan dalam pembuatan HOQ (House of Quality) adalah dengan menentukan daftar respon teknis. Daftar response teknis ditentukan dengan cara menentukan spesifikasi produk yang hendak dirancang dengan pembatasan satuan, dimana setiap respon teknis harus mengandung metrics, value, dan unit seperti pada tabel berikut. Tabel 1.1 Daftar ResponTeknis Nomor Kebutuhan Metric Satuan (units) 1 2,3,4,5,6 Berat meja setrika Kg 2 1,2,3,4,6,7 Ukuran ( Lebar ) Cm 3 1,2,3,4,6,7 Ukuran ( Panjang ) Cm 4 1,3,4,6,7 Ukuran ( Tinggi ) Cm 5 5,7 Material alas meja setrika Subj. 6 6,7 Beban maksimum meja setrika Kg 7 1,3,4,5,6,7 Material kerangka Subj. 8 2,3,7 Material tempat setrika Subj. 9 5,7 Material pembungkus meja setrika Subj. 1.3 Relationship Matrix Relationship Matrix merupakan bagian dari HOQ yang menampilkan hubungan antara masing-masing daftar respon teknis dengan kebutuhan pelanggan dengan menggunakan skala pengukuran yaitu berupa angka. Hubungan yang digambarkan berupa hubungan yang bernilai strong apabila antara dua variable tersebut mempunyai hubungan erat, moderate apabila hubungannya sedang, weak apabila lemah dan none apabila tidak ada hubungan diantara dua variable diatas. Berikut ini merupakan daftar relationship matrix dan skala pengukurnya. 24

Tabel 1.2 Relationship Matrix Relationship Matrix Value Strong 9 Moderate 3 Weak 1 None 0 Penentuan relationship matrix diperlukan dalam menentukan hubungan antara Customer Needs dengan daftar Technical Responses. Hubungan antara kedua variable ini digambarkan dalam Room 3, seperti yang teretera dibawah ini. Gambar 1.1 Room 1,2 dan 3 Pada gambar Room 1,2, dan 3 yaitu Voice of Customer atau Customer Needs, Voice of Team Design atau Technical Response, dan Relationship Matrix yang membentuk hubungan. Dimana pernyataan kebutuhan konsumen dijawab oleh tim desain, dan hubungan keduanya dinyatakan dengan pemberian nilai relationship matrix. 1.4 Benchmarking Merupakan tahapan selanjutnya dalam HOQ yakni membandingkan ekspektasi pelanggan dengan produk kompetitor yang dijadikan sebagai pertimbangan. Kompetitor 25

yang dilibatkan yaitu Otoped Thomas and his friends dan Otoped E-Kick Peugeot. Nilai harapan didapatkan dari rata-rata nilai yang diberikan pelanggan pada masing-masing produk dari hasil kuisioner tertutup. Berikut adalah gambar Room 4. Gambar 1.2 Room 4 1.5 Technical Bencmarking Benchmarking (Room 4) merupakan aktivitas untuk memperbaiki kualitas dengan aliansi antar partner untuk berbagi informasi dalam proses dan pengkuruan yang akan menstimulasi praktek inovatif dan memperbaiki kinerja. 26

Tabel 1.3 Technical Benchmarking Teknis Matrix Ideal Value Marjinal Value Satuan Afgga Modera Clio 1 Berat 7 7-10 Kg 7 17 2 Ukuran (Lebar) 35 30-37 Cm 36 35 3 4 Ukuran (Panjang) Ukuran (Tinggi) 100 90-120 Cm 100 120 95 93-120 Cm 60 120 5 Material Meja Alas Kayu + partikel board Kayu + partikel board Subj. Kayu Kayu + partikel board 6 Beban Maksimum 2 1 2 Kg 1 2 7 Material Kerangka Aluminium +metal Aluminium + metal Subj. Kayu Aluminium + metal 8 Material tempat Aluminium Aluminium Subj. Besi Aluminium 9 Material pembungkus Kain ateja Kain Ateja Subj. Kain Ateja Kain Katun Berikut adalah gambar Room 5 yang menunjukkan perbandingan antar kompetitor produk. Gambar 1.3 Room 5 27

1.6 Correlations Correlations (Room 6) pada HOQ menjelaskan tentang hubungan antar respon teknis yang dibuat oleh tim desain. Hubungan korelasi antar metrik pada HOQ ditunjukkan sebagai berikut. Simbol Tabel 1.4 Hubungan Korelasi Room 6 Hubungan korelasi Kuat positif Positif Kuat Negatif Negatif Gambar 1.4 Room 6 28

1.7 Importance of Technical (Room 7 dan 8) Importance of technical merupakan perhitungan untuk mengetahui respon teknis yang paling penting dan perlu dijadikan prioritas dalam pengempangan konsep di tahap selanjutnya. Perhitungan meliputi variabel nilai harapan pelanggan dan nilai interaksi antara pernyataan kebutuhan dengan respon teknis. Berikut merupakan hasil perhitungan Importance of Technical. Gambar 1.5 Room 7 dan 8 Pada Gambar 4.3 ditunjukkan nilai kepentingan untuk setiap metric dan juga nilai ranking yang menunjukkan nilai prioritas dalam dilakukan pengembangan terhadap produk. Prioritas yang utama adalah metric Berat Otoped dengan nilai Relative Importance 12,48%. 1.8 House of Quality Berikut merupakan gambar HOQ secara keseluruhan yang disusun dari 8 room yang berisi voice of customer, voice of team design, relationship matrix, benchmarking, technical benchmarking, correlations between the design characteristics, importance of each characteristic, dan percent importance. 29

Gambar 1.6 House of Quality Produk Meja Setrika Berikut merupakan analisis HOQ (House of Quality) produk penyiram: 1. Room 1: pada room 1 berisi pernyataan pelanggan (Voice of Customer) yang didapat dari penyebaran kuisioner terbuka untuk perancangan produk penyiram.pada HOQ produk meja setrika, terdapat 7 pernyataan kebutuhan konsumen salah satunya adalah meja setrika nyaman digunakan. 2. Room 2: room 2 berisi Voice of Team Design yaitu jawaban dari tim desain terkait pernyataan kebutuhan pelanggan. Untuk menjawab pernyataan kebutuhan konsumen, tim desain menentukan 9 metric, diantaranya adalah metric berat meja setrika. 3. Room 3: berisi hubungan antara Voice of Customer dengan Voice of Team Design, hubungan yang kuat ditunjukkan dengan angka 9, hubungan sedang dengan angka 3, dan hubungan lemah dengan angka 1. Pernyataan meja setrika praktis dengan jawaban tim desain material kerangka meja setrika memiliki hubungan kuat sehingga dinyatakan 30

dengan nilai 9. 4. Room 4: room 4 adalah Benchmarking, yaitu membandingkan produk yang akan dirancang oleh tim dengan produk kompetitor. Terdapat 2 produk kompetitor meja setrika, yaitu Affga dan Modera Clio. 5. Room 5: Technical Benchmarking berisi perbandingan kemampuan teknis produk yang akan dirancang dengan kedua produk kompetitor. 6. Room 6: Correlations berisi korelasi antar metric pada Voice of Team Design. Korelasi terdiri dari korelasi kuat positif, korelasi positif, korelasi negatif dan korelasi kuat negatif. 7. Room 7: Absolute Importance menunjukkan seberapa penting respon teknis pada room 2 untuk diwujudkan. Metric berat otoped memiliki ranking tertinggi, sehingga metric tersebut penting untuk diwujudkan. 8. Room 8: menunjukkan mengenai standar performansi produk atas tiap tiap respon teknis. POIN PENTING HOQ (House of Quality) merupakan matriks yang digunakan untuk mengkonversi voice of costumer secara langsung menjadi spesifikasi teknis dari sebuah produk yang dihasilkan. Room 1 : Voice of Customer (Kebutuhan Pelanggan) Room 2 : Voice of Team Design (Respon Teknis) Room 3 : Relationship Matrix Room 4 : Benchmarking Room 5 : Technical Bencmarking Room 6 : Correlations Matrix Room 7 : Importance of Technical Room 8 : Performance Standards Nilai kepentingan pada room 1 merupakan nilai yang menggambarkan seberapa penting pernyataan kebutuhan yang ada menurut tim desain. Nilai marginal merupakan nilai yang masih dapat diterima oleh tim desain yang biasanya merupakan interval dari nilai tertentu, skor dari nilai marginal adalah diantara 2-4. Nilai Ideal merupakan nilai yang diharapkan oleh tim desain untuk ada diproduknya nanti. Skor dari nilai ideal adalah 5 atau nilai maksimum. 31

32