BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
Universitas Sumatera Utara

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB2 TINJAUAN PUSTAKA

Universitas Sumatera Utara

Proses Pengolahan CPO (Crude Palm Oil) Minyak Kelapa Sawit

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR A. PENGOLAHAN KELAPA SAWIT MENJADI CPO. 1 B. PENGOLAHAN KELAPA SAWIT MENJADI PKO...6 KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA...

BAB II LANDASAN TEORI. Tanaman kelapa sawit adalah jenis tanaman palma yang berasal dari benua

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

DAFTAR ISI. iii RINGKASAN... II DAFTAR ISI... III BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG PERUMUSAN MASALAH... 3

BAB II LANDASAN TEORI. kelapa sawit dan lazim disebut Tandan Buah Segar (TBS). Tanaman kelapa sawit

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. PT. Salim Ivomas Pratama Tbk Kabupaten Rokan Hilir didirikan pada

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II PEMBAHASAN MATERI. (TBS) menjadi minyak kelapa sawit CPO (Crude Palm Oil) dan inti sawit

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Proses pengolahan kelapa sawit menjadi crude palm oil (CPO) di PKS,

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB III DESKRIPSI PROSES DAN INSTRUMENTASI

MAKALAH TEKNOLOGI PASCA PANEN

KATA PENGANTAR. Medan, Oktober Penulis

BAB II URAIAN RENCANA KEGIATAN

BAB II LANDASAN TEORI. dari tempurung dan serabut (NOS= Non Oil Solid).

VII. FAKTOR-FAKTOR DOMINAN BERPENGARUH TERHADAP MUTU

DETAIL PROFIL PROYEK (DETIL PLAN OF INVESTMENT) KOMODITI KELAPA SAWIT DI NAGAN RAYA DISAMPAIKAN PADA FGD KAJIAN INVESTASI KELAPA SAWIT

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

! " # $ % % & # ' # " # ( % $ i

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Laporan Kerja Praktek REYSCA ADMI AKSA ( ) 1

PERANCANGAN TATA LETAK PABRIK KELAPA SAWIT SEI BARUHUR PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. (Handle Vereniging Amsterdam) dari negeri Belanda adalah salah satu unit usaha

Adapun spesifikasi mesin produksi yang berada di Begerpang Palm Oil Mill. : merebus buah untuk memudahkan lepasnya loose. mengurangi kadar air.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

I. PENDAHULUAN. perkebunan kelapa sawit Indonesia hingga tahun 2012 mencapai 9,074,621 Ha.

Universitas Sumatera Utara

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG DI PT. LAGUNA MANDIRI PKS RANTAU KECAMATAN SUNGAI DURIAN KABUPATEN KOTA BARU KALIMANTAN SELATAN.

Analisa Pengolahan Kelapa Sawit dengan Kapasitas Olah 30 ton/jam Di PT. BIO Nusantara Teknologi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

V. GAMBARAN UMUM PKS ADOLINA

Lampiran 1: Mesin dan Peralatan

BAB II LANDASAN TEORI

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG DI PT. TELEN PENGADAN BAAY MILL KECAMATAN KARANGAN, KABUPATEN KUTAI TIMUR. Oleh ELISABETH RICCA SULISTYANI NIM.

I. PENDAHULUAN. tekanan sterilizer terhadap kandungan Asam Lemak Bebas (ALB) di Pabrik Kelapa Sawit

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Oleh: SUSI SUGIARTI NIM

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

II. TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA. dari tempurung dan serabut (NOS= Non Oil Solid). kasar kemudian dialirkan kedalam tangki minyak kasar (crude oil tank) dan

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA SAMARINDA 2015

II.TINJAUAN PUSTAKA. Proses ini sangat penting karena akan berpengaruh pada proses-proses selanjutnya. Proses

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tandan Buah Rebus (TBR) yang keluar dari Sterilizer lalu masuk ke bagian

ANALISA KEBUTUHAN UAP PADA STERILIZER PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN LAMA PEREBUSAN 90 MENIT

PROSES PENGOLAHAN CPO DI PT MURINIWOOD INDAH INDUSTRI. Oleh : Nur Fitriyani. (Di bawah bimbingan Ir. Hj Evawati, MP) RINGKASAN

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. KONDISI UMUM PKS PAGAR MERBAU

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Analisis Pemenuhan Kebutuhan Uap PMS Parindu PTP Nusantara XIII (PERSERO)

TEKNIK MINIMALISASI KERNEL LOSSES DI CLAYBATH PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT. Ari Saraswati. Abstrak

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB III. Gambaran Umum Perusahaan. Singingi Hilir, kabupaten Kuantan Singingi, Propinsi Riau dengan akta pendirian dari

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG PROSES PENGOLAHAN CPO DI PT. SASANA YUDHA BHAKTI SATRIA OIL MILL DAN KERNEL CRUSHING PLANT DESA GUNUNG SARI KEC

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

I. PENDAHULUAN. Pabrik Kelapa Sawit (PKS) merupakan perusahaan industri yang bergerak

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. PERKEBUANAN NUSANTARA VII (Persero) UNIT BEKRI KAB. LAMPUNG TENGAH PROV. LAMPUNG. Oleh :

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

AUDIT ENERGI PADA PROSES PRODUKSI CPO (CRUDE PALM OIL) DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV UNIT USAHA ADOLINA, SUMATERA UTARA KRISTEN NATASHIA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERSETUJUAN. : Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara. Disetujui di Medan,Mei 2014

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. Pengolahan tandan buah segar (TBS) di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dimaksudkan untuk

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. TELEN PENGADAN BAAY MILL KEC. KARANGAN, KAB. KUTAI TIMUR, KALIMANTAN TIMUR. Oleh MARDIYYAH NIM.

KARYA AKHIR SISTEM KERJA RIPPLE MILL TYPE RM 4000 PADA PROSES PEMECAHAN BIJI KELAPA SAWIT DI PTP. NUSANTARA II PABRIK KELAPA SAWIT PAGAR MERBAU OLEH:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Peroses Pengolahan Di Pabrik Kelapa Sawit

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) PABRIK KELAPA SAWIT PT. WARU KALTIM PLANTATION KECAMATAN WARU KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA KALIMANTAN TIMUR.

TUGAS AKHIR EVALINA KRISTIANI HUTAHAEAN

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDEMEN CPO (CRUDE PALM OIL) DI PKS (PABRIK KELAPA SAWIT) ADOLINA PTPN IV PERBAUNGAN TUGAS AKHIR

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

LAPORAN HASIL PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PABRIK KELAPA SAWIT PT. TELEN PRIMA SAWIT DESA BATU BALAI KECAMATA MUARA BENGKAL KALIMANTAN TIMUR.

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG (PKL) PT. TELEN PENGADAN BAAY MILL KECAMATAN KARANGAN, KABUPATEN KUTAI TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG (PKL) PT. TRITUNGGAL SENTRA BUANA KECAMATAN MUARA BADAK KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR.

BAB II GAMBARAN PERUSAHAAN

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. TELEN PENGADAN BAAY MILL, KECAMATAN KARANGAN, KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI, KALIMANTAN TIMUR

LAPORAN HASIL PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. WARU KALTIM PLANTATION (WKP) DESA WARU KECAMATAN WARU KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA KALIMANTAN TIMUR

HALAMAN PENGESAHAN. Judul Laporan PKL : Praktek Kerja Lapang (PKL) PT. Tri Tunggal Sentra Buana. : Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. TELEN PENGADAN BAAY MILL, DESA PENGADAN KECAMATAN KARANGAN, KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Oleh : NUR ASIKIN NIM PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN JURUSAN PENGOLAHAN HASIL HUTAN

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan Tanaman kelapa sawit, yang memiliki arti penting bagi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) di pabrik bertujuan untuk memperoleh minyak

Transkripsi:

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Pada awalnya Kebun Dolok Ilir dibuka oleh Maskapai bangsa Belanda yang diberi nama Namlodse venotshap Hendls Vereninging Amsterdam ((NV. HVA) pada tahun 1915 dengan ditanami komodity Serat Nenas (Agape Sisalana) & Serat Pisang (Manila Henep). Semasa Pengembalian Irian Barat ke Indonesia tahun 1958 Kebun Dolok Ilir di Nasionalisasikan oleh pemerintah Indonesia dan mulai dikelola oleh bangsa Indonesia. Adapun periodesasi pengelolaannya dapat dilihat pada Tabel 2.1: Tabel 2.1. Perkembangan Nama PTPN IV Dolok Ilir No Periode Kesatuan Keterangan 1. 1915 s/d 1958 NV. HVA 2. 1958 s/d 1968 PPN. Aneka Tanaman Peraturan Pemerintah No.19 tahun 1959 3. 1968 s/d 1971 PNP-VII Keppress No. 144 tahun 1968 4. 1971 s/d 1994 PTP-VII Peraturan pemerintah No. 29 tahun 1971 5. 1994 s/d 1996 PTP SUMUT II 6. 1996 s/d Okt 2014 PT. Perkebunan Peraturan Pemerintah No. Nusantara IV ( Persero) 7. 2014 s/d Sekarang PT. Perkebunan Nusantara IV Menjadi anak perusahaan dibawah PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Holding. Sumber: PTPN IV Dolok Ilir 9/1996 Peraturan Pemerintah No. 72/2014

Sejak tahun 1958 tanaman serat dialihkan menjadi tanaman kelapa sawit konversi ini dilakukan secara bertahap dan selesai tahun 1974. Secara Geografis Kebun Dolok Ilir berada : 1. Sebelah TIMUR Kebun Laras dan Kebun Bandar Betsy 2. Sebelah BARAT Dolok Merawan 3. Sebelah SELATAN Sinaksak Pematang Siantar 4. Sebelah UTARA Kebun Sibulan, Pabatu & laut Tador Unit Usaha dolok Ilir berada dikabupaten simalungun Kecamatan Dolok Batu Nanggar dan Kabupaten Serdang Bedagai Kecamatan Dolok Merawan. Sesuai Izin HGU No. 13/HGU/BPN/2006 yang berlaku terhitung mulai tanggal 31 Desember 2005 s/d 31 Desember 2030, luas konsesi Unit usaha Dolok Ilir 7.348,81 Ha. 2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha PTP. Nusantara IV Unit Kebun Dolok Ilir adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Minyak Sawit (Crude Palm Oil) dan Inti Sawit (Palm Kernel) yang telah dilakukan proses pengeringan sehingga diperoleh minyak yang diinginkan. Untuk hasil sampingan pengolahan (ampas) digunakan sebagai bahan bakar boiler dalam memproduksi uap. Hasil dari produksi PTPN IV Unit Kebun Dolok Ilir akan dijual kepada perusahaan yang membutuhkannya sebagai bahan yang akan diolah selanjutnya.

2.3. Organisasi dan Manajemen 2.3.1. Struktur Organisasi Struktur organisasi dan manajemen yang baik adalah struktur organisasi yang fleksibel dimana struktur organisasi tersebut harus berkembang, hidup dan bergerak sesuai dengan kondisi yang dialami perusahaan. Berdasarkan pembagian tugas dan tanggung jawab maka struktur organisasi pada PTPN IV Dolok Ilir adalah merupakan organisasi dengan bentuk lini fungsional yang dipimpin oleh seorang Manajer Unit. Struktur organisasi pada PTPN IV Dolok Ilir dapat dilihat pada gambar 2.1 berikut : Manajer Unit Asisten Kepala Tanaman Rayon Utara Asisten Kepala Tanaman Rayon Selatan Masinis Kepala Asisten Kepala Tata Usaha Asisten SDM Umum & Keamanan Perwira Pengamanan Asisten Tanaman AFD I (plh) Asisten Tanaman AFD. V Asisten Pengolahan Asisten Teknik Pabrik Asisten S. Gudang Asisten Tanaman AFD. II Asisten Tanaman AFD. VI Asisten Pengolahan (Plh) Asisten Teknik Sipil Asisten Transport pool Asisten Tanaman AFD. III Asisten Tanaman AFD. VII Asisten Tanaman AFD. IV (plh) Asisten Tanaman AFD. VII Asisten Transp Produksi Asisten S. Emplasmen Keterangan : Hubungan lini Hubungan fungsional Gambar 2.1. Struktur Organisasi PTPN IV Dolok Ilir

2.3.2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Salah satu sarana agar organisasi dapat berjalan dengan baik, sehat dan efisien haruslah melaksanakan azas-azas organisasi yaitu seperti pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab yang jelas. Adapun uraian tugas dan tanggung jawab setiap jabatan pada PTPN IV Dolok Ilir dapat dilihat dibawah ini : 1. Manajer Unit a. Menyusun dan melaksanakan manajemen kebun/unit usaha sesuai dengan pedoman dan instruksi kerja dari Direksi b. Mengkoordinir penyusunan Anggaran Belanja Tahunan c. Memimpin rapat kerja asisten unit usaha yang dilaksanakan secara periodik d. Bertanggung jawab kepada Direksi e. Mengatur hubungan bidang kemasyarakatan 2. Asisten Kepala Tanaman a. Merupakan wakil Manajer Unit memimpin operasi dibidang tanaman. b. Mengkoordinir pelaksanan tugas asisten afdeling masing-masing c. Bertanggung jawab kepada Manajer Unit d. Dalam keadaan tertentu dapat menjabat sebagai Manajer Unit 3. Masinis Kepala a. Merupakan wakil Manajer Unit memimpin kegiatan di bidang teknik & Pengolahan b. Mengkoordinir tugas-tugas asisten di bagian teknik & pengolahan

c. Mengkoordinir tugas-tugas harian asisten harian pengolahan dan asisten jaga pabrik d. Mengawasi jalannya kegiatan pabrik e. Bertanggung jawab kepada Manajer Unit 4. Asisten Kepala Tata Usaha a. Merupakan wakil Manajer Unit memimpin pelaksanaan tugas-tugas di bidang Administrasi, pembukuan termasuk keuangan, upah, pergudangan dan laporan-laporan bulanan sesuai dengan pedoman kerja. b. Mengkoordinir tugas-tugas administrasi di sentral gudang c. Bertanggung jawab kepada Manajer Unit 5. Asisten SDM Umum & Keamanan a. Administrasi pekerja/penduduk di lingkungan unit usaha b. Administrasi penerimaan karyawan baru & pemberhentian karyawan c. Perumahan karyawan di Emplasmen d. Mengawasi pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah dan Pramuka (Gudep 015 016) e. Mengawasi Kegiatan Pos Yandu (KB, Penimbangan Balita) f. Melayani kegiatan masyarakat untuk beragama dan berolah raga g. Membuat Laporan Sistem Informasi Manajemen Karyawan (SIMKAR), dan Laporan Peristiwa Masalah Umum (LPMU) bulanan ke Kantor Direksi PTPN-IV di Medan.

h. Mengajukan usulan jatah pakaian dinas karyawan dan mengusulkan karyawan yang berdinas 25, 30 & 35 tahun untuk menerima penghargaan/jubilaris. i. Surat menyurat kepada Instansi Pemerintah, Sipil, TNI/Polri, dan melayani pihak-pihak yang berurusasn dengan perusahaan. j. Mengelola Administrasi BPJS dan administrasi DAPENBUN. k. Mengelola Administrasi DAPENBUN l. Urusan sosial dan lain-lain m. Mengawasi Agraria tingkat unit usaha n. Bertanggung jawab langsung kepada Manajer Unit. 6. Perwira Pengamanan (Pa.Pam) a. Mengkoordinir anggota petugas keamanan/hansip/satpam b. Memimpin tugas pengamanan dalam lingkungan kebun terutama objekobjek vital yang rawan terhadap gangguan. c. Bertanggung jawab kepada Asisten SDM Umum & Keamanan 7. Asisten Transport a. Mengkoordinir kegiatan dibidang tugas pengangkutan yang meliputi kenderaan truck untuk pengangkutan produksi TBS, kelapa sawit dari afdeling tanaman ke tempat pengolahan dan mobil dinas untuk kepentingan Manajer Unit dan Asisten Kepala b. Bertanggung jawab kepada Manajer Unit

8. Asisten Tanaman a. Mempertanggungjawabkan seluruh tugas pokok dan tugas tambahan dalam rangka pengelolaan bidang tanaman di afdeling kepada Dinas Tanaman b. Mengawasi dan mengelola tenaga kerja di afdeling pada pekerjaan yang ada di bidang tanaman c. Mengawasi pekerjaan di afdeling d. Melaporkan hasil pekerjaan kepada Manajer Unit melalui Kepala Dinas Tanaman e. Membuat Rencana Anggaran RKO dan RKAP f. Mengevaluasi biaya tanaman di afdelingnya masing-masing 9. Asisten Teknik a. Mempertanggungjawabkan seluruh tugas pokok dan tugas tambahan dalam rangka pengolahan Bengkel Teknik Reparasi kepada Masinis Kepala b. Meminta pertanggungjawaban kepada bawahannya terhadap pelaksanaan pekerjaanya masing-masing c. Mengawasi, mengoreksi/menghentikan operasi mesin dan peralatan tertentu dengan tetap berpegang pada petunjuk dan pembinaan dari Masinis Kepala d. Membuat Rencana Anggaran RKO dan RKAP e. Mengevaluasi pemakaian biaya teknik sesuai bagian masing-masing

10. Asisten Pengolahan a. Mempertanggungjawabkan seluruh tugas pokok dan tugas tambahan dalam rangka pengolahan di Unit Usaha Dolok Ilir kepada Masinis Kepala b. Meminta pertanggungjawaban kepada bawahannya terhadap pelaksanaan pekerjaanya masing-masing c. Mengerjakan mengoreksi penggunaan dan pemeliharaan bangunan dengan tetap berpegang pada petunjuk dan pembinaan dari Masinis Kepala d. Membuat Rencana Anggaran RKO dan RKAP e. Mengevaluasi pemakaian biaya di bidang pengolahan 2.3.3. Tenaga Kerja dan Jam kerja Untuk mendukung kelancaran proses pengoperasian pabrik PTPN IV PKS Dolok Ilir memiliki tenaga kerja sebanyak 287 orang. Susunan dan jumlah tenaga kerja dapat dilihat pada Tabel 2.2. Tabel 2.2. Susunan dan Jumlah Tenaga Kerja PTPN IV Dolok Ilir No Keterangan Jumlah ( Orang) 1 Sentral Kantor 17 2 Kantor Aska 5 3 Kantor Hama 1 4 Sentral Gudang 7 5 Sentral Emplasmen 9 6 SDM & Umum 25 Sumber: PTPN IV Dolok Ilir

Tabel 2.2. Susunan dan Jumlah Tenaga Kerja PTPN IV Dolok Ilir (Lanjutan) No Keterangan Jumlah ( Orang) 7 P. Keamanan 19 8 Transport 13 9 Pengolahan 115 10 Bengkel Umum 34 11 Bengkel Listrik 25 12 PLTA 11 13 T. Bangunan 6 Jumlah 287 Sumber: PTPN IV Dolok Ilir Jam kerja karyawan pada bagian produksi pabrik PTP Nusantara IV PKS Dolok Ilir di bagi atas dua shift, dapat dilihat pada Tabel 2.3. Tabel 2.3. Jam Kerja Bagian Produksi Shift I Senin s/d Sabtu Shif II Senin s/d Sabtu Jam Kerja Jam Istirahat Jam Kerja Jam Istirahat 07.00-19.00 Wib 09.30-10.30 Wib dan 14.30-15.30.00 Wib 18.30-06.30 WIB 20.30-21.30 WIB dan 02.00-03.00 WIB

Sedangkan untuk jam kerja karyawan pada bagian Administrasi dapat dilihat pada Tabel 2.4. Tabel 2.4. Jam Kerja Bagian Administrasi Jam Kerja 07.00-14.00 WIB (Dinas) Senin s/d Kamis 14.00-16.00 WIB (Lembur) Jam Istirahat 09.30-10.30 WIB 12.00-14.00 Wib Jumat Sabtu Sumber: PTPN IV Dolok Ilir Jam Kerja Jam Istirahat Jam Kerja Jam Istirahat 07.00-12.00 WIB (Dinas) 12.00-15.00 WIB (Lembur) 09.30-10.30 WIB 12.00-14.00 Wib 07.00-13.00 WIB (Dinas) 13.00-15.00 WIB (Lembur) 09.30-10.30 WIB 12.00-14.00 Wib 2.3.4. Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan Sistem pengupahan pada PTPN IV Dolok Ilir ditentukan berdasarkan menurut tingkat golongannya. Pekerja merupakan kegiatan yang dilakukan oleh karyawan dalam hubungan kerja dengan mendapat gaji pokok. Jika karyawan melakukan lembur, maka gaji pokok akan ditambah dengan gaji lembur. Jika karyawan dengan tingkat kehadiran tinggi akan diberikan intensif juga dari

perusahaan. Maka gaji bersih yang diterima setiap karyawan adalah gaji pokok+lembur+intensif. Fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh PTPN IV Dolok Ilir, diantaranya : 1. Perumahan untuk karyawan 2. Asuransi ketenagakerjaan yaitu BPJS 3. Tunjangan keselamatan kerja, duka cita dan hari raya 4. Sarana pendidikan 5. Fasilitas untuk beribadah 6. Rumah sakit 7. Listrik dan air 8. Sarana olah raga 9. Kendaraan kantor bagi manajer dan asisten kepala Untuk menunjang kelancaran tugasnya perusahaan juga menyediakan peralatan-peralatan yang dibutuhkan oleh karyawan untuk meningkatkan keselamatan kerja seperti: 1. Safety shoes 2. Hand gloves 3. Alat pemadam api 4. Helm 5. Masker 6. Kacamata pelindung, dll

2.4. Proses Produksi 2.4.1. Standard Mutu Bahan Baku dan Produk Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi ini adalah buah kelapa sawit yang disebut Tandan Buah Segar (TBS) yang memiliki kriteria kematangan yang dapat dilihat pada Tabel 2.5. Tabel 2.5. Standar Mutu Tandan Buah Segar Parameter Standard Afkir (F00) adalah tandan buah segar yang belum membrondol sama sekali Nihil Mentah (F0) adalah tandan buah segar membrondol 1-9 butir Nihil Matang adalah tandan buah segar sudah membrondol 10 butir 100% Jumlah brondolan 7% Tandan bertangkai panjang > 2,5 cm Nihil Sumber: PTPN IV Dolok Ilir Produk yang diproduksi oleh PTPN IV Dolok Ilir adalah minyak sawit (CPO) dan inti sawit (Palm Kernel). Standard untuk mutu minyak sawit (Crude Palm Oil / CPO) pada PTPN IV Dolok Ilir dapat dilihat pada Tabel 2.6. Tabel 2.6. Standar Mutu Minyak Sawit Crude Palm Oil Parameter ALB (%) Kadar Air (%) Kadar Kotoran (%) DOBI Standard <5 maks 0,15 maks 0,02 maks 2,5 min

Tabel 2.6. Standar Mutu Minyak Sawit Crude Palm Oil (Lanjutan) Parameter Standard β-carotene 500 ppn Bilangan Peroksida (m.ek/kg) 5 maks Bilangan Anisidine (m.ek/kg) 5 maks Bilangna Iod 51 min Fe (ppm) 5 maks Cu (ppm) 0,3 maks Titik Cair ( C) (39-41) Sumber: PTPN IV Dolok Ilir Standard untuk mutu inti sawit (Palm Kernel) pada PTPN IV Dolok Ilir dapat dilihat pada Tabel 2.7. Tabel 2.7. Standar Mutu Inti Sawit (Palm Kernel) Parameter ALB (%) Kadar Air (%) Kadar Kotoran (%) Inti Pecah: - Kracker Konvensional - Ripple Mill Sumber: PTPN IV Dolok Ilir Standard 2 maks 7 maks 6 maks 9-12 15-20 2.4.2. Bahan-Bahan yang Digunakan 2.4.2.1. Bahan Baku Bahan baku yang digunakan untuk proses produksi pada PTPN IV adalah buah sawit yang disebut dengan Tandan Buah Segar (TBS) yang diperoleh dari

kebun sendiri maupun diperoleh dari pihak ketiga (milik rakyat atau perusahaan swasta). 2.4.2.2. Bahan Tambahan Bahan tambahan adalah bahan yang dibutuhkan guna menyelesaikan suatu produk/menyempurnakan hasil produk tapi keberadaannya tidak mengurangi nilai produk tersebut. Bahan tambahan yang digunakan adalah Steam uap dan air panas. Uap dihasilkan dari panas air pada boiler (ketel uap) yang digunakan memutar turbin, untuk menghasilkan tenaga listrik dan uap bekas ditampung pada BPV. Air panas diperoleh dari hasil pemanasan air bersih oleh uap bekas pada suatu tangki yang disebut hot water tank. Dari tangki ini air panas disalurkan pada proses yang memerlukan. 2.4.3. Uraian Proses Produksi Secara ringkas proses pengolahan kelapa sawit di pabrik pengolahan PTPN IV Dolok Ilir terdiri dari dua bagian, yaitu : 1. Pengolahan Minyak Kelapa Sawit Pengolahan minyak kelapa sawit dimaksudkan untuk memperoleh minyak kelapa sawit yang berasal dari daging buah, sedangkan inti sawit untuk memperoleh inti dari biji (Nut). Proses pengolahan minyak kelapa sawit terdiri dari beberapa proses antara lain :

1. Stasiun Penerimaan Buah ( Fruit Station) Penerimaan Tandan Buah Sawit (TBS) yang diangkut dari kebun sebelum diterima, ditimbang terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut : a. Truk berisi TBS ditimbang dan dinyatakan sebagai bruto. b. Setelah ditimbang TBS dibongkar di Loading Ramp dan truk kosong ditimbang kembali dan dinyatakan sebagai tara. c. Selisih antara bruto dan tara adalah netto dan merupakan berat TBS yang diterima di pabrik. TBS yang diterima dimasukan ke dalam Loading Ramp yang sebelumnya diadakan peyortiran terhadap mutu dan buah kelapa sawit yang dilakukan sesuai kriteria panen yang diterapkan. Setelah itu buah dikirim ke perebusan menggunakan conveyor dengan nama Scrapper TBS. 2. Stasiun Rebusan (Sterilizing Station) Rebusan merupakan suatu bejana besar terbuat dari besi yang memiliki pintu masuk Scrapper TBS. Dibagian atas terdapat pipa keluar uap untuk merebus TBS. Dibagian bawah terdapat pipa pembuangan air kondensat dan dibagian belakang terdapat pipa pembuangan udara. Untuk merebus buah digunakan uap air dengan tekanan 3,2 Kg/cm2. Siklus waktu perebusan berkisar 120 menit. Tujuan Perebusan TBS. : a. Menghentikan aktifitas enzim pembentuk ALB. Enzim pada umumnya tidak aktif lagi pada suhu 50 C, karena itu suhu 140 150 C menghentikan kegiatan enzim.

b. Melunakkan buah agar brondolan mudah terlepas dari tandannya c. Menurunkan kadar air dalam buah d. Memudahkan proses pemisahan minyak dari serabut e. Mengurangi kadar air dalam inti Sistem perebusan yang dipakai pada PTPN IV Dolok Ilir memakai sistem 3 puncak (Triple Peak System) atau dikenal dengan sistem tiga kali membuang angin/uap. 3. Stasiun Bantingan (Threshing Station) Pada proses ini dilakukan pelepasan buah dari tandan setelah perebusan yang dilakukan mesin perontok buah. Mesin ini berupa bejana silinder berbentik drui dari baja berkisi berjarak 40 mm. Untuk meloloskan buah yang terlepas. Tandan akan terbantung kedinding, pada suatu ketinggian tertentu sehingga buah menjadi terlepas dari tandan. Tandan dimasukkan dari atas dan karena letaknya miring maka tandan akan kembali terpental keatas dan terjatuh lagi kebawah. Tandan sudah sempurna kosong diambil dan yang belum kosong dipisahkan dan dibawa kembali melalui conveyer untuk direbus ulang. Tandan kosong melalui confeyor dibawa ketempat penampungan sementara untuk dibawa ke lapangan sebagai mulsa/pupuk. Setelah dari Thresher station buah selanjutnya dimasukkan ke dalam Digester yaitu tabung/ketel yang berdiri tegak dan mempunyai putaran yang dilengkapi dengan pisau-pisau pengaduk/perombak.

4. Pengadukan (Digester) Buah yang membrondol dari Thresher dimasukkan ke dalam Digester yaitu tabung/ketel yang berdiri tegak dan mempunyai putaran yang dilengkapi dengan pisau-pisau pengaduk/perombak. Di dalam tabung pengadukan, buah diremas oleh pisau-pisau pengaduk yang berputar, sehingga daging buah dirombak menjadi lumat dan lepas dari bijinya, lama waktu perombakan adalah 20-30 menit. Tujuan dari perombakan daging buah adalah untuk memudahkan pengembalian dan pengepressan minyak dari masa adukkan. 5. Stasiun Presan (Pressing Station) Disini buah akan dilumatkan untuk melepaskan daging buah dari biji melalui proses pemanasan. Digester berupa bejana yang dilengkapi pisau pengaduk, Buah yang lepas dari tandan pada proses terdahulu daging buahnya akam dilumatkan guna memecahkan jaringan sel minyaknya. Untuk pemanasannya dipakai uap panas, untuk mencapai temperatur tersebut diperlukan 30 menit. Umpan yang masuk dijaga agar seimbang dengan yang keluar. Massa minyak yang terbentuk bubur diperoleh dari tanki adukan kemudian dikempa atau dipress agar minyak terpisah dari ampasnya, alat yang dipakai adalah Srew Press yang menghasilkan tekanan oleh kerja 2 uliran yang berputar berlawanan arah. Tekanan sangat menentukan keberhasilan proses ini. Tekanan yang sesuai harus dapat menghasilkan atau memisahkan minyak yang tinggi dari ampas dan sedikit mungkin bijimpecah. Waktu pengempaan 6 10 menit dan suhu 85

90 C. Minyak kasar yang keluar ditampung pada bak tertentu melalui saringan getar untuk memisahkan serabut biji. 6. Stasiun Pemurnian Minyak (Clarification Station) Minyak dari pengadukan dan pengempaan dialirkan ke Crude Oil Tank melalui Sand Trap Tank yang berfungsi menangkap pasir yang terikut dengan minyak dan Vibrating Screen yang berfungsi memisahkan kotoran berupa sabut dan kotoran lainnya yang tidak dapat lolos dari saringan/ayakan. Kemudian minyak dari Crude Oil Tank dipompakan ke stasiun klarifikasi yang terdiri dari a. Continuous Settling Tank Continuous Settling Tank adalah bejana pengendap. Minyak dalam tangki ini masih bercampur dengan sludge ( Lumpur, air dan kotoran lainnya ). Pemisahan minyak dari sludge berdasarkan perbedaan berat jenis antar minyak dengan sludge melalui proses pengendapan. Agar pemisahan minyak dan sludge dapat berlangsung terus menerus dan sempurna, maka temperature di dalam tangkiperlu dijaga 950 C dengan mengalirkan uap melalui pipa pemanas (coil). Minyak dialirkan ke Pure Oil Tank Sludge dan dialirkan ke Sludge Tank. b. Pure Tank Pure Tank adalah bejana penampang minyak sebelum diolah dengan menggunakan Oil Purifier. Temperatur minyak tetap 900-950 C agar minyak tetap cair sehingga mudah diproses.

c. Oil Purifier Oil Purifier adalah suatu mesin yang berfungsi memisahkan minyak dari kotoran dan air. Pemisahan minyak dari kotoran/sludge adalah berdasarkan dengan berat jenis dengan cara memberikan gaya Centrifugal. Putaran alat ini 7500 permenit, kemudian minyak yang dihasilkan dipompakan ke Vacum Drier untuk dikeringkan, sedangkan sludge dialirkan ke fat-fit. d. Vacuum Drier Vacuum Drier berfungsi mengeringkan minyak. Proses pengeringan adalah dengan cara mengabutkan minyak di dalam vacum. Air akan menguap meninggalkan minyak kemudian minyak yang sudah bebas air ini dipompakan kedalam tangki timbun. e. Sludge Tank Sludge Tank adalah bejana penampung sludge sebelum diolah menggunakan sludge separator. Temperatur sludge tetap dijaga 900 950 C agar tetap mencair, sehingga mudah diproses. f. Sludge Separator. Sludge Sparator adalah suatu mesin yang berfungsi memisahkan minyak dari kotoran kasar dan air. Pemisahan minyak dari kotoran/sludge adalah berdasarkan perbedaan berat jenis dengan cara memberikan gaya centrifugal. Minyak yang dihasilkan dipompakan ke Continuous Settling Tank sedangkan sludgenya dialirkan ke fat fit. Seluruhnya sludge dari pabrik dialirkan ke fatfit untuk mengutip minyak yang masih ada, sisanya berupa limbah yang dialirkan ke sistem penanganan limbah.

2. Pengolahan Inti Sawit Proses pengolahan inti sawit terdiri dari beberapa tahap proses, yaitu : a. Pemisahan Sabuk dari Biji Pengepresan masa adukan menghasilkan 2 bagian besar, yaitu minyak dan press cake (bungkil). Press Cake adalah terdiri dari sabut (Fiber) dan inti (Nut). Bungkil yang sudah terurai ke Separating Columb, oleh fan diisap dan masuk ke Conveyor bahan bakar ketel uap melalui Fibre Cyclone, sedangkan biji jatuh dan masuk ke Polishing Drum, proses pemisahan sabut disebut Depericarper. b. Pemisahan Inti dan Cangkang Selama biji berada di dalam Nut Silo diberi panas untuk menurunkan kadar air biji dengan tujuan agar inti lepas dari cangkangnya. Setelah keluar biji dari Nut Silo, dipecahkan melalui mesin pemecah biji (Nut Craker), misalnya Sludge Grading Nut Craker, Ripple Mill dan sejenisnya. Pecahan biji (Cracker Mixer) diteruskan ke pneumatic system menggunakan conveyor dan elevator. Pneumatic sistem berfungsi untuk memisahkan inti (Kernel) dari Craker Mixer. Alat pemisah inti ini ada juga yang menggunakan Hydrocyclone. c. Pengeringan Inti Sawit Inti sawit yang sudah terpisah, oleh conveyor dan elevator dibawa dan dimasukkan ke dalam Kernel Silo, cangkang dan kotoran lainnya diisap oleh fan dan masuk ke konveyor bahan bakar ketel uap melalui Shell Cyclone dan Shell Transport Fan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler,

sedangkan janjangan yang dibuang dengan truck dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman Kelapa Sawit. 2.4.4. Mesin Dan Peralatan 2.4.4.1. Mesin Produksi Mesin dan peralatan yang digunakan dalam menjalankan proses pengolahan dari bahan baku sampai bahan setengah jadi yang berupa minyak, yaitu kelapa sawit dengan bahan bakunya. Beberapa jenis mesin yang digunakan dalam proses produksi dimana prinsip kerja dari setiap masing-masing mesin berbeda dalam sistem kerja dan hasil dari mesin produksi yang digunakan. Adapun mesin dan peralatan yang digunakan PTPN IV Dolok Ilir dalam kegiatan produksi pengolahan minyak sawit Crude Palm Oil dan Inti Sawit Palm Kernel adalah sebagai berikut: 1. Sterilizer - Type : Vertical (2 pintu 900 mm) - Tinggi : 7.200 mm - Roundcell : 2.800 mm - Ukuran pintu : 900 mm - Kapasitas : 29-30 ton - Tekanan uap : 3,5 kg/cm2 - Temperatur uap : 145 C - Asal : Malaysia - Jumlah : 3 unit - Fungsi : Sebagai ruangan untuk tempat perebusan buah.

2. Automatic feeder - Panjang : 5860 mm - Lebar : 3300 mm - Kapasitas : 35 ton/jam - Putaran : 24 rpm - Buatan : PT. Atmindo - Fungsi : Untuk menggerakkan dan mengatur kecepatan pada mesin polishing drum (bantingan). 3. Theresher ( Mesin penebah ) - Diameter : 2057 mm - Panjang : 5029 mm - Putaran : 22 25 rpm - Kapasitas : 35 ton/jam - Buatan : PMT - Fungsi : Sebagai tempat bantingan agar buah dapat terlepas dari tandannya. 4. Empty Bunches Conveyor - Panjang : 25.000 mm 20.000 mm - Garpu/timba : 109 pcs 82 pcs

- Type : Reinold Reinold - Pitch : 4 4 - Panjang rantai : 46.000 mm 40.000 mm - Daya : 3 Kw 5,5 Kw - Putaran : 11 rpm 15 rpm - Fungsi : Membawa janjangan kosong. 5. Empty Bunch Hopper ( Penimbun Janjangan Kosong ) - Tinggi : 5000 mm - Panjang : 17500 mm - Lebar : 10000 mm - Putaran : 27 rpm - Buatan : PMT - Fungsi : Untuk membongkar jajangan langsung ke trailer trailer atau truk truk yang ditempatkan di bawah hopper. 6. Fruits Elevator ( Timba timba buah ) - Panjang : 3000 mm - Kapasitas : 35 ton/jam - Daya : 5,5 Kw - P.Timba : 525 mm - L.Timba : 220 mm - Putaran : 45 rpm

- Buatan : PMT - Fungsi : Mengangkat buah untuk disuplai ke Fruits distributing Conveyor. 7. Fruits Distributing Conveyor - Diameter : 600 mm - Panjang : 7.000 mm - Daya : 4 Kw - Putaran : 35 rpm - Fungsi : untuk membawa berondolan-berondolan menuju digester. 8. Digester - Internal diameter : 1200 mm - Tinggi kontener : 3000 mm - Isi : 3200 ltr - Kapasitas : 10 ton/jam - Putaran : 25 rpm - Daya : 22 Kw - Type : LD 3200 - Jumlah : 4 unit - Asal : Jerman - Fungsi : melumatkan berondolan-berondolan sebelum di press.

9. Screw Press - Panjang : 4910 mm - Lebar : 1478 mm - Tinggi : 1035 mm - Kapasitas : 10 12 ton/jam - Putaran : 10 rpm - Type : LP 10 12 - Jumlah : 4 unit - Asal : Malaysia - Fungsi : untuk memisahkan buah yang sudah lumat menjadi minyak dan cake. 10. Vibrio Separator - Merek : Takuma - Diameter : ± 1524 mm (60 ) - Jumlah : 2 unit - Putaran : 1480 rpm - Merk : Amco - Fungsi : untuk memisahkan partikel-partikel besar yang ada dalam crude

oil yang dialirkan dari sand trap tank. 11. Crude Oil Tank - Kapasitas : 5 M3 - Jumlah : 1 unit - Diameter : 5000 m - Buatan : PMT - Fungsi : untuk penampungan minyak pertama. 12. Continuous Settling Tank - Kapasitas : 90 M3 - Jumlah : 1 unit - Diameter : 5000 m - Merk : Electrim - Fungsi : untuk memisahkan minyak dari bahan lain bukan minyak 13. Sludge Tank - Kapasitas : 24 M3 - Jumlah : 1 unit - Buatan : PT Atmindo - Fungsi : untuk mempersiapkan cairan sisa agar lebih muda diproses kembali pada decanter.

14. Oil Tank - Kapasitas : 24 M3 - Jumlah : 4 unit - Buatan : PT Atmindo - Fungsi : untuk menampung minyak yang berasal dari continious tank dan untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam minyak. 15. Sludge Drain Tank - Kapasitas : 15 M3 - Panjang : 5000 m - Lebar : 2000 m - Tinggi : 1500 m - Buatan : PT Atmindo - Fungsi : untuk menampung hasil pengutipan minyak dari sludge separator. 16. Oil Purifier - Type : SPT 207 - Kapasitas : 5 ton/ jam - Jumlah : 6 unit

17. Depericarper - Kapasitas : 30 ton TBS/jam - Jumlah : 1 unit - Putaran : 1500 rpm - Fungsi : untuk memisahkan biji atau nut dari sabut/fibre dan campuran lain yang tergolong fraksi ringan. 18. Cake Breaker Conveyor - Diameter : 700 mm - Daya : 18,5 Kw - Putaran : 60 rpm - Kapasitas : 35 ton TBS/jam - Jumlah : 1 unit - Fungsi : untuk memecahkan gumpalan-gumpalan ampas yang keluar dari screw press dan juga untuk mengurangi kadar air yang terdapat dalam ampas agar memiliki persyaratan bagi bahan bakar boiler. 19. Polishing Drum - Diameter : 1000 mm

- Panjang : 7900 mm - Putaran : 47 rpm - Daya : 4 Kw - Fungsi : untuk memisahkan kernel dengan bahan lain yang bukan kernel. 20. Fibre Cyclone - Diameter : 2500 mm - Tinggi : 2440 mm - Kapasitas : 35 ton/jam - Jumlah : 1 unit - Fungsi : untuk menampung serat-serat yang terangkat akibat tekanan isap. 21. Nut Conveyor - Diameter : 300 mm - Kapasitas : 5 ton biji/jam - Putaran : 1440 rpm - Fungsi : untuk membawa kernel menuju transport pneumatic biji. 22. Pneumatic Nut Transport

- Kapasitas : 5 ton biji/jam - Daya : 25 Kw - Putaran : 2900 rpm - Jumlah : 1 unit - Fungsi : untuk membawa kernel menuju Nut Silo. 23. Nut Silo - Kapasitas : 30 M3 - Jumlah : 2 unit - Fungsi : untuk tempat penampung nut sebelum dipecahkan. 24. Ripple Mill - Type : E 450 - Rotor speed : 960 rpm - Kapasitas : 6 ton nut/jam - Daya : 7,5 Kw - Jumlah : 2 unit - Fungsi : untuk memecahkan nut yang diperoleh dari silo nut. 25. Cracked Mixture Conveyor - Diameter : 380 mm - Jumlah : 2 unit

- Daya : 2,2 Kw - Putaran : 35 rpm - Fungsi : untuk membawa inti agar dipisahkan menjadi kernel dan sheel. 26. Kernel Pneumatic Separator - Tinggi I ; 1730 mm - Diameter : 1830 mm - Tinggi II : 610 mm - Diameter : 910 mm - Jumlah : 2 unit - Fungsi : untuk memisahkan cracker mixture pada LTDS, dimana sheel tenera yang halus dapat dibuang. 27. Claybath Separator - Panjang : 6.000 mm - Lebar : 2.006 mm - Grafity lumpur : 1.11 1.14 kg/dm3 - Jumlah : 1 unit - Fungsi : untuk memisahkan inti dengan cangkang berdasarkan pada perbedaan berat jenis

28. Kernel Silo Dryer - Kapasitas : 40 M3 - Motor kipas : 15 Kw - Putaran : 1450 rpm - Kec. Kipas : 2100 rpm - Jumlah : 2 unit - Fungsi : untuk mengeringkan inti dengan jalan pemanasan dengan uap dan juga menurunkan kadar air sehingga asam lemak bebas. 29. Kernel Bulk Silo - Kapasitas : 400 ton inti - Jumlah : 1 unit - Fungsi : untuk gudang penimbunan kernel yang siap untuk dipasarkan. 2.4.4.2. Peralatan Peralatan-peralatan yang digunakan pada proses produksi di PTPN IV Dolok Ilir adalah sebagai berikut: 1. Garpu Besi : Mengangkat janjangan ke atas truk 2. Las listrik : Menyambungkan 2 (dua) elemen mesin yang patah (putus) akibat dan proses kerja mesin tersebut

3. Kunci pas : Mengencangkan atau melepas baut dan mur yang tidak terlalu kuat momen pengencangannya 4. Obeng : Memasang atau membuka baut 5. Martil : Memukul agar meyeimbangkan baut-baut mesin dan juga untuk meluruskan plat ulir elevator dan conveyor 2.5. Utilitas Utilitas merupakan sarana pendukung yang harus dipenuhi dalam proses produksi, setiap perusahaan mempunyai peralatan baik itu yang langsung berhubungan dengan proses produksi maupun peralatan penunjang lainnya. Untuk menghasilkan produk setengah jadi ataupun produk jadi, untuk itu utilitas harus dijaga keberadannya untuk mengoptimalkan kerja. 1. Penyedia Listrik Kebutuhan listrik di PTPN IV Dolok Ilir dipenuhi oleh pembangkit listrik milik sendiri yaitu PLTA Bah Bolon yang dibangun tahun 1922 dengan kapasitas terpasang 3x800 Kw. 2. Penyedia Air Kebutuhan air di PTPN IV Dolok Ilir dipenuhi oleh unit pengolahan air milik sendiri yang airnya berasal dari mata air di Afdeling 7 tepatnya pada hutan Brombos yang diolah di mesin pengolahan air lalu didistribusikan.