Dokumen Pendukung UK 1-9

dokumen-dokumen yang mirip
Visi Menjadi LSP terbaik di Indonesia yang melahirkan profesional handal dan berdaya saing global dalam upaya pemberantasan korupsi

Pembangunan Integritas Bisnis

NOMOR 303 TAHUN 2016 TENTANG BAB I PENDAHULUAN

2 Pelanggaran di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih da

FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

Lampiran: Surat Keputusan Nomor: 03/SKep-Pembina/YLBHI/VII/2016 Tentang Syarat dan Mekanisme Seleksi Pemilihan Ketua Pengurus Yayasan LBH Indonesia.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

BERITA NEGARA. BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL. Sistem Penanganan Pengaduan. Tindak Pidana Korupsi.

FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

KODE UNIT : O JUDUL UNIT

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER - 20/BC/2017 TENTANG

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER - 20/BC/2017 TENTANG

FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA.. 10

DAFTAR PERTANYAAN KUESIONER

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 83 TAHUN 2017

FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

BAB V PENUTUP 5.1 KESIMPULAN. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan pada bagian

Penanggungjawab : Koordinator Tim Pelaksana

SEKOLAH SIAGA BENCANA & Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA,

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA NEGARA. No.1386, 2012 KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Pengaduan. Laporan. Penanganan. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.02.02/MENKES/308/2016 TENTANG TIM UNIT PENGENDALIAN GRATIFIKASI KEMENTERIAN KESEHATAN

Pola Pemberantasan Korupsi Sistemik

BUPATI MUSI RAWAS PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG PENGUATAN SISTEM INOVASI DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS

BUPATI WAKATOBI PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERATURAN BUPATI WAKATOBI NOMOR 28 TAHUN 2017 TENTANG PENGUATAN SISTEM INOVASI DAERAH KABUPATEN WAKATOBI

2017, No Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 3874), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM MANAJEMEN FASILITAS DAN KEGIATAN PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR

2 Korupsi di Badan Koordinasi Penanaman Modal sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam

GUBERNUR JAWA TENGAH RANCANGAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR TENTANG INOVASI DAERAH DI PROVINSI JAWA TENGAH

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

Disaster Management. Transkrip Minggu 2: Manajemen Bencana, Tanggap Darurat dan Business Continuity Management

MAKSUD, TUJUAN, DAN RUANG LINGKUP

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN REPUBLIK INDONESIA,

TENTANG KERJASAMA DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI

BAB III METODE PENELITIAN

BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 72 TAHUN 2013 TENTANG PENGUATAN SISTEM INOVASI DAERAH KABUPATEN CILACAP

S O P PEMBERIAN SERTIFIKAT KOMPETENSI

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

FORMULIR PENDAFTARAN

PERATURAN WALIKOTA MEDAN NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG LARANGAN MENERIMA/MEMBERI ATAU GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA MEDAN

LAPORAN HARTA KEKAYAAN PENYELENGGARA NEGARA (LHKPN) Hery Nurudin Group Head Pendaftaran & Pemeriksaan LHKPN

Model Rencana Impelementasi Pengembangan SML-14001

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2016 NOMOR 57

KODE UNIT : O JUDUL UNIT

LAMPIRAN. Kuesioner Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Becana Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 19 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM INOVASI DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

: Unit ini menjelaskan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan bagi pekerja penanggulangan bencana.

Pemberantasan Korupsi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Martabat Bangsa Indonesia

Sekretariat Jenderal KATA PENGANTAR

Lampiran 5 SK No /HK.01.01/02/ReINDO/12/2012 Tanggal 26 Desember 2012 PEDOMAN SISTEM PELAPORAN PELANGGARAN

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

BUPATI BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 37 TAHUN 2014 TENTANG

PERENCANAAN PASIEN PULANG (DISCHARGE PLANNING) Mira Asmirajanti, SKp, MKep

BUPATI TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN BUPATI TANAH DATAR NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG

KEMENDAGRI. Gratifikasi. Unit Pengendalian.

2016, No Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3874) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pe

penanggulangan bencana penanggulangan bencana penanggulangan bencana 1. Mengidentifikasi strategi perencanaan bencana lokal yang ada

2017, No Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3874) sebagaimana telah diubah dengan deng

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG MANAJEMEN PENUAAN INSTALASI NUKLIR NONREAKTOR

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02

- 1 - PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 62 TAHUN 2017 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 80 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI LEBAK PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI LEBAK NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PIAGAM PENGAWASAN INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK

FR-APL-02 ASESMEN MANDIRI

KERTAS KERJA PENILAIAN WILAYAH BEBAS KORUPSI (WBK) KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM RI KATEGORI

PELAKSANAAN FORUM SKPD RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA

DRAFT KKNI PROFESI KEPERAWATAN

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lemb

ANGGARAN RUMAH TANGGA PARTAI JARIIBU

SURVEI EKSTERNAL PMPRB KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN PEMBANGUNAN TAHUN 2016

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 40 TAHUN TAHUN 2014 TENTANG

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Evaluasi Tata Kelola Sektor Kehutanan melalui GNPSDA (Gerakan Nasional Penyelamatan Sumberdaya Alam) Tama S. Langkun

LEMBARAN NEGARA. KEUANGAN BPK. Tata Kerja. Pencabutan. PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI. UU No. 31 TAHUN 1999 jo UU No. 20 TAHUN 2001

LAPORAN KEGIATAN UNIT PENGENDALIAN GRATIFIKASI (UPG) PADA SATUAN KERJA POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2016

PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KOMISI INFORMASI

Komite Advokasi Nasional & Daerah

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam kegiatan sehari-hari di semua bidang. Seluruh elemen masyarakat

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 4 Tahun : 2011 Seri : D

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Continuity Management (ITSCM) akan membahas semua aktivitas yang

KODE UNIT : O JUDUL UNIT

PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK

FORM APL-02 ASESMEN MANDIRI

LEMBAR INFORMASI. Pemanfaatan Media Sosial dalam Advokasi Kebijakan yang dilakukan OMS HIV di Indonesia.

BAB III METODE PENELITIAN. berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati

FORMULIR PENDAFTARAN

Transkripsi:

Dokumen Pendukung UK 1-9

1. Rekomendasri dari atasan 1. Sesuai elemen kompetensi

2. Training Need Analysis atau yang sejenis Dokumen TNA menjawab pertanyaan berikut: a. Siapa Kelompok Sasaran yang akan disuluh? b. Apa yang diharapkan dari mereka terkait antikorupsi? c. Materi apa yang harus diberikan agar mereka bisa mencapai target dalam antikorupsi? d. Dari materi yang harus dikuasai: mana yang sudah mereka miliki dan mana yang belum?

3. GBPP/silabus atau yang sejenis Dokumen GBPP/Silabus memuat komponen berikut: a. Judul silabus dan identitas penyuluh b. Standar Kompetensi yang harus dicapai Kelompok Sasaran sebagai hasil belajarnya c. Kompetensi Dasar d. Materi Pokok/Pembelajaran e. Kegiatan Pembelajaran f. Indikator g. Penilaian h. Alokasi Waktu i. Sumber Belajar

4. Lesson Plan/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Dokumen Lesson Plan memuat komponen berikut: a. Judul lesson plan dan identitas penyuluh b. Waktu dan tempat penyuluhan c. Kelompok sasaran d. Tujuan umum yang ingin dicapai dalam penyuluhan e. Objectives/learning outcomes: apa yang diharapkan dapat dicapai Kelompok Sasaran dalam penyuluhan f. Alat bantu ajar: poster, hand out/buku ajar, multimedia g. Materi singkat/intisari h. Metode pembelajaran i. Tahapan/Prosedur dan durasi j. Evaluasi untuk menguji pemahaman maupun penguasaan k. Tindak Lanjut setelah penyuluhan

5. TOR/Kerangka Acuan Kerja atau yang sejenis Dokumen TOR memuat komponen berikut: a. Judul kegiatan b. Latar belakang c. Tujuan penyuluhan d. Waktu dan tempat pelaksanaan e. Tim penyuluh yang bertugas f. Setting ruangan g. Check list kebutuhan Bahan ajar, media, perangkat evaluasi, peralatan, dan perlengkapan

6. Rekaman melakukan penyuluhan Rekaman penyuluhan menunjukkan asesi mampu: a. Membuka penyuluhan secara menarik b. Memperkenalkan diri c. Menyampaikan tujuan penyuluhan d. Menyampaikan materi secara jelas dan interaktif e. Menutup penyuluhan dengan menyampaikan rangkuman materi dan ajakan untuk bertindak melawan korupsi

7. Rekaman memandu diskusi interaktif Rekaman memandu diskusi interaktif menunjukkan asesi mampu: a. Melemparkan pertanyaan untuk diskusi interaktif. b. Memancing reaksi kelompok sasaran terhadap pertanyaanpertanyaan yang dilemparkan c. Memetakan reaksi-reaksi dari Kelompok Sasaran dipetakan. d. Merekonsiliasi reaksi-reaksi yang bertentangan.

8. Rekaman memfasilitasi bermain peran Rekaman memfasilitasi bermain peran menunjukkan asesi mampu: a. Memandu peserta untuk membuat skenario/simulasi bermain peran b. Memfasilitasi peserta membagi peran diantara Kelompok c. Memfasilitasi pelaksanaan bermain peran d. Memfasilitasi hikmah/insight/refleksi dari kegiatan simulasi

9. Materi Penyuluhan untuk Menumbuhkan Semangat Melawan Korupsi Materi Penyuluhan (dapat berupa slide powerpoint, buku, video, atau media lainnya) memuat materi antara lain: a. Gambaran kondisi Indonesia Jika Tanpa Korupsi b. Informasi mengenai Indeks Persepsi Korupsi c. Peringkat IPK Beberapa Negara dalam 5 Tahun Terakhir d. Belajar kepada Negara-Negara yang Relatif Bersih dari Korupsi e. 10 Potensi yang dimiliki Indonesia untuk Mewujudkan Impian Tanpa Korupsi

10. Materi Penyuluhan untuk Menyadarkan Bahaya dan Dampak Korupsi Materi Penyuluhan (dapat berupa slide powerpoint, buku, video, atau media lainnya) memuat materi antara lain: a. Dampak Korupsi terhadap berbagai bidang b. Kerugian Negara Akibat Korupsi di Indonesia c. Kerugian Negara vs Hukuman Koruptor d. Hubungan antara Dampak Korupsi dan Biaya Sosial Korupsi e. Konsep Biaya Sosial Korupsi f. Seandainya Uang yang Dikorupsi Digunakan untuk Pembangunan

11. Materi Penyuluhan untuk Membangun Cara Berpikir Kritis terhadap Masalah Korupsi Materi Penyuluhan (dapat berupa slide powerpoint, buku, video, atau media lainnya) memuat materi antara lain: a. Pengertian Korupsi b. Dasar Hukum Pemberantasan Korupsi di Indonesia c. 30 Delik Tindak Pidana Korupsi dan pengelompokannya d. Contoh kasus tindak pidana korupsi berdasarkan jenis tindak pidana korupsinya e. Tindak Pidana Lain yang terkait dengan Proses Pemeriksaan Perkara Korupsi f. Perbedaan Gratifikasi, Uang Pelicin, Pemerasan, dan Suap g. Faktor-faktor dan teori penyebab korupsi h. Strategi dan Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi

12. Materi Penyuluhan untuk Meningkatkan Pengetahuan Antikorupsi Materi Penyuluhan (dapat berupa slide powerpoint, buku, video, atau media lainnya) memuat materi antara lain: a. pengetahuan yang diperlukan dalam melaksanakan rencana aksi Kelompok Sasaran, misalnya pengetahuan tentang penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi, LHKPN, Gratifikasi, Pengaduan Masyarakat

13. Materi Penyuluhan untuk Meningkatkan Keterampilan Antikorupsi Materi Penyuluhan (dapat berupa slide powerpoint, buku, video, atau media lainnya) memuat materi antara lain: a. Keterampilan yang diperlukan dalam melaksanakan rencana aksi Kelompok Sasaran, misalnya keterampilan tentang cara-cara melaporkan dugaan perkara dugaan tindak pidana korupsi, cara-cara melaporkan LHKPN, cara-cara melaporkan penerimaan Gratifikasi, cara-cara mendongeng, cara-cara membuat media kampanye, dll

14. Materi Penyuluhan untuk Membangun Sikap Antikorupsi Materi Penyuluhan (dapat berupa slide powerpoint, buku, video, atau media lainnya) memuat materi antara lain: a. Nilai nilai antikorupsi b. Contoh Kode etik profesi/organisasi c. Pengertian integritas d. Indikator seseorang berintegritas

15. Perangkat Evaluasi Pembelajaran Dokumen Perangkat Evaluasi Pembelajaran memuat komponen antara lain: a. Perangkat evaluasi untuk mengukur reaksi/kepuasan peserta dalam penyuluhan b. Perangkat evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan dalam penyuluhan c. Form rencana tindak lanjut yang akan dilakukan peserta setelah mengikuti penyuluhan antikorupsi

16. Laporan Pelaksanaan Kegiatan Dokumen Laporan Pelaksanaan Kegiatan memuat komponen antara lain: a. Judul kegiatan penyuluhan b. Pendahuluan Latar belakang kegiatan Maksud dan tujuan kegiatan c. ISI LAPORAN Jenis kegiatan Petugas kegiatan Peserta kegiatan Hasil kegiatan d. Penutup Dasar hukum kegiatan Ruang lingkup Tempat dan waktu Persiapan dan rencana kegiatan Kesulitan dan hambatan Kesimpulan dan saran

17. Naskah Safety Briefing Naskah Safety Briefing memuat informasi antara lain: a. Tujuan safety briefing b. Denah dan tempat-tempat penting di lokasi penyuluhan c. Langkah K3 ketika terjadi keadaan darurat

18. Rekaman melakukan Safety Briefing Rekaman melakukan Safety Briefing menunjukkan bahwa asesi mampu: a. Memperkenalkan diri b. Menyampaikan informasi sesuai naskah safety briefing c. Meminta tanggapan singkat dari peserta

19. Laporan Penerapan K3 Dokumen Laporan Penerapan K3 memuat informasi: a. Hasil identifikasi kebutuhan dan langkah K3 di lokasi penyuluhan (Lokasi tempat penyuluhan sesuai Standar K3. konfirmasi Penanggung jawab lokasi tempat penyuluhan penyelenggara, Fasilitas penunjang K3 yang tersedia, tempat dan jalur evakuasi untuk penyelamatan dalam keadaan darurat, Keberadaan dan penanggung jawab lokasi serta fasilitas kesehatan) b. Check list Hasil pemantauan pelaksanaan penyuluhan dari aspek K3 (Potensi yang dapat menimbulkan keadaan darurat) c. Langkah antisipasi K3 dilakukan apabila terjadi potensi keadaan darurat sesuai dengan prosedur

20. Laporan Penanganan Konflik yang Muncul dalam Penyuluhan Dokumen Laporan Penanganan Konflik yang Muncul dalam Penyuluhan memuat informasi: a. Identifikasi situasi konflik yang terjadi b. Strategi resolusi konflik yang diimplementasikan c. Notulensi diskusi dan negosiasi

Dokumen Pendukung UK 10-17

21. Daftar dan profil komunitas yang telah dibina dalam 5 tahun terakhir Dokumen daftar dan profil komunitas memuat komponen antara lain: a. Daftar komunitas memuat: nama komunitas, kontak person komunitas, nama koordinator komunitas, bergerak di bidang apa (focus isu); b. Identitas komunitas memuat: Nama komunitas Alamat Pengurus komunitas Kontak person Visi dan misi komunitas Struktur organisasi Fokus isu Sumber dana Porto folio (produk, )

22. Analisis SWOT/rencana/ pedoman/referensi pembentukan komunitas Dokumen SWOT memuat informasi antara lain: a. Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman tehadap pengembangan komunitas; b. Strategi apa yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis SWOT tersebut c. Dasar hukum terkait pembentukan komunitas

23. Daftar nama champion di komunitas yang dibina Dokumen daftar nama champion memuat komponen antara lain: a. Kriteria penentuan champion b. Nama champion c. Posisi/jabatan dalam organisasi d. Alamat, nomor kontak (cell phone, e-mail, fb, ) e. Alamat media sosial f. Fokus isu (bergerak di bidang apa) g. Lampiran CV

24. Rencana Kerja Komunitas Dokumen rencana kerja komunitas memuat komponen antara lain: a. Judul rencana kerja komunitas b. Tujuan yang ingin dicapai c. Rencana aksi yang akan dilakukan c. Penanggung jawab d. Kelompok sasaran e. Pihak-pihak yang terlibat f. Ukuran keberhasilan g. Target capaian h. Metode yang digunakan

25. Kegiatan peningkatan kapasitas yang dilakukan untuk mendukung rencana kerja Dokumen kegiatan peningkatan kapasitas memuat komponen antara lain: a. Jenis kegiatan b. Latar belakang kegiatan c. Maksud dan tujuan kegiatan d. Ruang lingkup kegiatan e. Dasar hukum kegiatan (misal pedoman/panduan) f. Hasil yang diharapkan g. Hasil pelaksanaan kegiatan h. Tantangan yang dihadapi i. Tindak lanjut dan rekomendasi Hasil kegiatan dituangkan dalam laporan mencakup hal-hal tersebut di atas

26. Kegiatan kegiatan/aksi komunitas yang dilakukan secara mandiri Dokumen kegiatan/aksi komunitas secara mandiri memuat komponen antara lain: a. Jenis kegiatan b. Latar belakang kegiatan c. Maksud dan tujuan kegiatan d. Ruang lingkup kegiatan e. Metode atau pedoman yang diterapkan f. Kriteria komunitas yang terlibat g. Dasar hukum kegiatan (misal pedoman/panduan) h. Hasil yang diharapkan i. Hasil pelaksanaan kegiatan j. Tantangan yang dihadapi k. Tindak lanjut dan rekomendasi Hasil kegiatan dituangkan dalam laporan mencakup hal-hal tersebut di atas

27. Kronologi/logbook/ dokumentasi koordinasi dengan komunitas/media komunikasi internal komunitas Dokumen kronologi/logbook/dokumentasi koordinasi dengan komunitas/media komunikasi internal komunitas memuat komponen antara lain: a. Hasil identifikasi kebutuhan komunikasi Kelompok Sasaran; b. Strategi komunikasi yang digunakan c. Pedoman yang digunakan d. Langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan yang ditemukan e. Kriteria yang digunakan untuk menilai efektifitas komunikasi

28. Laporan aksi kolaborasi komunitas yang pernah dilakukan Dokumen Laporan Pelaksanaan Kegiatan memuat komponen antara lain: a. Pendahuluan Maksud dan tujuan Ruang lingkup kolaborasi Kelompok sasaran (siapa/pihak mana saja) c. Hasil: Manfaat kolaborasi bagi Kelompok Sasaran Tahapan pelaksanaan kolaborasi yang telah dilakukan Output yang dicapai Dampak dari pelaksanaan kolaborasi Tantangan yang dihadapi Tindak lanjut dan rekomendasi

29. Dokumentasi foto/video/liputan berita aksi kolaborasi komunitas Dokumen dimaksud memuat evidence terkait dengan pelaksanaan kolaborasi komunitas antara lain: a. Foto/video/liputan berita terkait ruang lingkup kolaborasi komunitas; b. Isi liputan berita mencakup informasi terkait pihak-pihak yang terlibat dalam kolaborasi, apa tujuan kolaborasi, apa dampaknya, tindak lanjut yang akan dilakukan dan rekomendasi c. Sumber data/informasi

30. Laporan mobilisasi komunitas yang pernah dilakukan Dokumen Laporan Pelaksanaan Kegiatan memuat komponen antara lain: a. Pendahuluan Maksud dan tujuan Ruang lingkup kolaborasi Kelompok sasaran (siapa/pihak mana saja) c. Hasil: Manfaat kolaborasi bagi Kelompok Sasaran Tahapan pelaksanaan kolaborasi yang telah dilakukan Output yang dicapai Dampak dari pelaksanaan kolaborasi Tantangan yang dihadapi Tindak lanjut dan rekomendasi

31. Dokumentasi foto/video/liputan berita mobilisasi komunitas Dokumen dimaksud memuat evidence terkait dengan pelaksanaan mobilisasi komunitas antara lain: a. Foto/video/liputan berita terkait ruang lingkup mobilisasi komunitas; b. Isi liputan berita mencakup informasi terkait pihak-pihak yang terlibat dalam mobilisasi, apa tujuan mobilisasi, apa dampaknya, tindak lanjut yang akan dilakukan dan rekomendasi c. Sumber data/informasi

Dokumen Pendukung UK 18-20

32. Profil program/ gerakan antikorupsi yang dipantau dan dievaluasi Dokumen profil program/gerakan antikorupsi memuat komponen antara lain: a. Acuan/logical framework yang digunakan dalam melakukan pemantauan dan evaluasi, apakah menggunakan pendekatan Result based Management (RbM) berisi: Nama program, jangka waktu program (jangka menengah) Goal Outcome Outputs Indikator keberhasilan Tahapan program Kelompok Sasaran, Pihak-pihak yang terlibat

33. Dokumen laporan pemantauan dan evaluasi Dokumen Laporan pemantauan dan evaluasi memuat komponen antara lain: a. Judul program pemantauan dan evaluasi b. Pendahuluan Latar belakang Waktu pelaksanaan Maksud dan tujuan Personil yang bertanggung jawab Instrumen yang diterapkan Responden yang dipilih c. Hasil Hasil analisis pemantauan dan evaluasi rencana tindak lanjut (kebutuhan program berikutnya) Kesimpulan dan rekomendasi d. Penutup Paparan hasil pemantauan dan evaluasi program kepada pihak yang berkepentingan

34. Dokumen laporan memfasilitasi penguatan kapasitas kelembagaan dan Kelompok Sasaran Dokumen Laporan Fasilitasi Penguatanmemuat komponen antara lain: a. Judul program fasilitasi, nama lembaga/kelompok Sasaran yang dikuatkan kapasitasnya, periode (untuk berapa tahun), tempat/lokasi b. Pendahuluan Latar belakang Kebutuhan fasilitasi Maksud dan tujuan Ruang lingkup/progra, Kriteria sasaran fasilitasi Teknik fasilitasi yang diterapkan c. Hasil Hasil analisis Capaian rencana tindak lanjut (kebutuhan program berikutnya) Kesimpulan dan rekomendasi d. Penutup

Terima Kasih aclc.kpk.go.id INOVASI PORTAL PEMBELAJARAN ANTIKORUPSI