Struktur dan Sifat-Sifat Atom. Add subtitle here

dokumen-dokumen yang mirip
1.Sejak kapan manusia mulai mengelompokkan unsur-unsur? dan bagaimana perkembangannya? 2.Apa tujuan Pengelompokan Unsur- Unsur?

kimia Kelas X TABEL PERIODIK K-13

SISTEM PERIODIK UNSUR (SPU)

Perkembangan Dasar Pengelompokan Unsur

SOAL TENTANG SISTEM PERIODIK UNSUR DAN JAWABANNYA

MEDIA POWERPOINT MATERI KIMIA SISTEM PERIODIK UNSUR RANGKUMAN MATERI SISTEM PERIODIK UNSUR

BAB III TABEL PERIODIK

STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK Kimia SMK KELAS X SEMESTER 1 SMK MUHAMMADIYAH 3 METRO

MODUL KIMIA KELAS X MIA

A. SEJARAH PERKEMBANGAN TABEL SISTEM PERIODIK

BAB I STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR

SISTEM PERIODIK UNSUR

SISTEM PERIODIK UNSUR

Lembar Observasi Laboratorium

SISTEM PERIODIK UNSUR

Tabel Periodik Unsur. Sebagian unsur terbentuk. ini. Sudah sejak dahulu para ahli kimia berusaha mengelompokkan unsurunsur

MODUL KIMIA SMA IPA Kelas 10

PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR

Pilihan ganda Soal Sistem Periodik Unsur dan Struktur atom. A. Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, atau E di depan jawaban yang tepat!

Antiremed Kelas 10 Kimia

HUKUM DASAR KIMIA DAN STOIKIOMETRI

KEGIATAN BELAJAR 2 KONFIGURASI ELEKTRON, HUBUNGANNYA DENGAN LETAK UNSUR DALAM SISTEM PERIODIK, DAN SIFAT PERIODIK UNSUR

SISTEM PERIODIK UNSUR

Sejarah Perkembangan sistem periodik Di alam ada 109 unsur, bagaimana penyusunan unsur tersebut secara logis?

1. Pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan sifat periodik unsur-unsur adalah.

CREATED BY : KKN-PPL UNY 2012

Tabel periodik unsur-unsur kimia

kimia Kelas X REVIEW I K-13 A. Hakikat Ilmu Kimia

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SIFAT SIFAT ATOM DAN TABEL BERKALA

TEORI ATOM. Ramadoni Syahputra

1. Pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan sifat periodik unsur-unsur adalah.

ULANGAN SUSULAN TENGAH SEMESTER 1 TAHUN AJARAN 2009/2010 SMA KRISTEN PETRA 1 SURABAYA

SISTEM PERIODIK UNSUR

ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR

HUKUM DASAR KIMIA DAN STOIKIOMETRI

SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK

Stuktur atom dan SPU. Oleh : Tim Dosen Kimia Dasar FTP

Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur. Kelompok 1 Atifa Rahmi ( ) Lelly Shelviyani ( ) Nur Ayu Fitriani ( ) Suhartini ( )

ANALISIS SOAL ULANGAN HARIAN I. Total. Dimensi Proses Pengetahuan Kognitif Menerapkan Menganalisa (C4) 15 3,6,9,11,21 4,12,18,26 5,19,20,25

GENTA GROUP in PLAY STORE. Kode Aktivasi Aplikasi: 74DSM. Kode Aktivasi Aplikasi: P859 FPM KIMIA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Perkembangan Sistem Periodik Unsur. : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Mata Pelajaran : Kimia Kelas / Semester : X/I Materi

Pentalogy FISIKA SMA

STRUKTUR ATOM. 3. Perhatikan gambar berikut :

ANALISIS SOAL ULANGAN TENGAH HARIAN I. Total. Dimensi Proses Pengetahuan Kognitif Menerapkan Menganalisa (C4) 8,12,14,15,16,17, 18,19

makalah sistem periodik unsur

8-11. Sifat Kemagnetan

SOAL. Jawaban : D. Dapat kita lihat bahwa semua unsur diatas merupakan unsur perioda 3 (jumlah

SIFAT- SIFAT PERIODIK UNSUR

LEMBARAN SOAL 7. Sat. Pendidikan. Pilihlah Satu Jawaban yang Palin Tepat 1. Perhatikan bagan percobaan penghamburan sinar alfa berikut:

Bilangan Kuantum Utama (n)

DAFTAR PUSTAKA. 1. Dra. Sukmriah M & Dra. Kamianti A, Kimia Kedokteran, edisi 2, Penerbit Binarupa Aksara, 1990

BAHAN AJAR KIMIA KONFIGURASI ELEKTRON DAN BILANGAN KUANTUM

Kimia unsur. Klasifikasi Materi. Tabel Periodik. Kuantitas materi : Atom dan konsep mol. Atom dan konsep mol

Bab V Ikatan Kimia. B. Struktur Lewis Antar unsur saling berinteraksi dengan menerima dan melepaskan elektron di kulit terluarnya. Gambaran terjadinya

OAL TES SEMESTER I. I. Pilihlah jawaban yang paling tepat!

X Z. ISOTOP Atom atom yang sama mempunyai nomor atom sama tetapi nomor massa berbeda disebut isotop Contoh : H 1 H 1 H 1

Ze r. sin. Operator Hamiltonian untuk atom polielektron dengan x elektron: (spin-orbit coupling diabaikan): Ze r

LEMBARAN SOAL 8. Mata Pelajaran : KIMIA Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : X ( SEPULUH )

YAYASAN PEMBINA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA SMA LABSCHOOL KEBAYORAN

kimia KONFIGURASI ELEKTRON

MODUL -1. STRUKTUR ATOM dan SISTEM PERIODIK UNSUR- UNSUR

STRUKTUR ATOM, SISTEM PERIODIK, DAN IKATAN KIMIA

Mekanika Kuantum. Orbital dan Bilangan Kuantum

Struktur Atom dan Sistem Periodik

kimia REVIEW I TUJUAN PEMBELAJARAN

KIMIA DASAR TEKNIK INDUSTRI UPNVYK C H R I S N A O C V A T I K A ( ) R I N I T H E R E S I A ( )

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Letak Unsur dalam SPU

Ikatan Kimia. 2 Klasifikasi Ikatan Kimia :

K13 Revisi Antiremed Kelas 10 KIMIA

Bab I Teori Atom Bohr dan Mekanika Kuantum

Bab 1 Struktur Atom. 79. a 80. d 81. c 82. c 83. d 84. a 85. c 86. b 87. e 88. b 89. d 90. b 91. a

BANK SOAL SELEKSI MASUK PERGURUAN TINGGI BIDANG KIMIA 1 BAB I STRUKTUR ATOM

BAB FISIKA ATOM. Model ini gagal karena tidak sesuai dengan hasil percobaan hamburan patikel oleh Rutherford.

KIMIA. Sesi KIMIA UNSUR (BAGIAN IV) A. UNSUR-UNSUR PERIODE KETIGA. a. Sifat Umum

Lembar Kerja Siswa Materi SPU. Nama kelompok : Kelas : Tanggal: LKS SPU PPL II VITA 1

KIMIA. Sesi. Kimia Unsur (Bagian I) A. KELIMPAHAN UNSUR-UNSUR DI ALAM a. Struktur Lapisan Bumi. b. Komposisi Lapisan Bumi

KIMIA Untuk SMA/MA kelas x

KATA PENGANTAR BANDUNG, DESEMBER 2002 TIM KONSULTAN KIMIA FPTK UPI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Bahan ajar merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran yang

PENGANTAR. Konsep Dasar Kimia untuk PGSD 99

LEMBARAN SOAL 6. Mata Pelajaran : KIMIA Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : XI IPA ( SEBELAS IPA )

SIFAT FISIS DAN SIFAT KIMIA UNSUR-UNSUR

Aris Arianto. Guru Kimia di SMAN Madani Palu. STUDENT S BOOk

STRUKTUR ATOM. Perkembangan Teori Atom

STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PE- RIODIK

NIP

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS

Tabel Periodik Unsur. Keperiodikan=keteraturan Kemiripan di antara sifat unsur secara teratur & periodik jika unsur diatur menurut bobot atom (ba).

Soal dan jawaban tentang Kimia Unsur

KATA SAMBUTAN. iii. Jakarta, Pebruari 2009 Kepala Pusat Perbukuan

10 Fakta Menarik tentang Tabel Periodik Unsur Kimia. 10 Fakta Menarik tentang Tabel Periodik Unsur Kimia

Soal 3 Diantara unsur unsur di bawah ini yang paling stabil adalah... A. 8 P B. 9 Q C. 10 R D. 12 S E. 20 T

Ikatan yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O 2

Partikel Materi. Partikel Materi

Jilid 1. Penulis : Citra Deliana D.S, M.Si. Copyright 2013 pelatihan-osn.com. Cetakan I : Oktober Diterbitkan oleh : Pelatihan-osn.

Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya.

BAB 2. Pada bab struktur atom dan sistem periodik unsur, Anda sudah mempelajari bahwa. Ikatan Kimia. Kata Kunci. Pengantar

TUGAS STRATEGI BELAJAR MENGAJAR ( AKKC 351 ) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SIFAT PERIODIK UNSUR

Transkripsi:

Struktur dan Sifat-Sifat Atom Add subtitle here

Struktur Atom Bilangan Kuantum Kedudukan elektron dalam atom dapat diterangkan dengan persamaan fungsi gelombang Schrödinger ( ) Penyelesaian diperoleh 3 Bilangan: Bilangan Kuantum Utama (n) Bilangan Kuantum Azimuth (l) Bilangan Kuantum Magnetik (m) 2 elektron dalam 1 orbital dibedakan dengan Bilangan Kuantum Spin (s)

Bilangan Kuantum Bilangan Kuantum Utama (n) Menunjukkan tingkat energi elektron (kulit) n = 1 2 3 4 5 6 7 Kulit = K L M N O P Q

Bilangan Kuantum Bilangan Kuantum Azimut (l) Menunjukkan subtingkat energi elektron (subkulit) l = 0,, sampai (n 1) l = 0 1 2 3 Subkulit = s p d f

Bilangan Kuantum Bilangan Kuantum Magnetik (m) Menunjukkan orbital m = l,, sampai + l l = 0 m = 0 l = 2 m = 2 1 0 +1 +2 Orbital = s Orbital = d l = 1 m = 1 0 +1 Orbital = p l = 3 m = Orbital = 3 2 1 0 +1 +2 +3 f

Bilangan Kuantum Bilangan Kuantum Spin (s) Menunjukkan arah putar pada porosnya (spin) s = + ½ atau = s = ½ atau =

Bilangan Kuantum Contoh Soal 1. Bagaimana menyatakan bilangan kuantum dari elektron 3s 1? Jawab: n = 3 l = 0 m = 0 s = +1/2 atau 1/2

Struktur dan Sifat-sifat Atom Sistem Periodik Unsur A. PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK 1. Sejak kapan manusia mulai mengelompokkan unsur-unsur? dan bagaimana perkembangannya? 2. Apa tujuan Pengelompokan Unsur-Unsur?

SEJARAH PERKEMBANGN SPU Antoine Laurent Lavoisier (26 Agustus 1743 8 Mei 1794) Pada 1789, mengelompokan 33 unsur kimia. 1. GAS Cahaya,Kalor,Oksigen,Nitrogen,Hidrogen 2. TANAH Kapur,Magnesium Oksida, Barium Oksida, Aluminium Oksida, Silikon Oksida 3. LOGAM Antimon, Perak, Arsenik, Bismuth, Kobalt, Tembaga, Timah, Besi, Mangan, Raksa, Molibdenum, Nikel, Emas, Platina,Timbel,Tungsten, Seng 4. NON LOGAM Sulfur, Fosfor, Karbon, Asam Klorida, Asam Fluorida, Asam Borak

SEJARAH PERKEMBANGN SPU > HK TRIADE DOBEREINER Johann Wolfgang Döbereiner German chemist born Dec. 13, 1780, Hof an der Saale [Germany] died March 24, 1849, Jena Pada tahun 1829 menjelaskan hasil penelitiannya bahwa massa atom relatif stronsium berdekatan dengan massa rata-rata dua unsur lain yg mirip dengan Stronsium yaitu kalsium dan Barium (HK Triade Dobereiner)

SEJARAH PERKEMBANGN SPU- HK OKTAF NEWLANDS John Alexander Reina Newlands British chemist born Nov. 26, 1837, London, Eng. died July 29, 1898, London Pada tahun 1864 menyusun unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya. Ternyata unsur-unsur yang berselisih 1 oktaf ( unsur nomor 1 dengan nomor 8, nomor 2 dengan nomor 9, san seterusnya ) menunjukkan kemiripan sifat.(hk OKTAF NEWLANDS) Hukum oktaf Newlands ternyata hanya berlaku untuk unsur-unsur dengan massa atom relatif sampai 20 (kalsium). Kemiripan sifat terlalu dipaksakan apabila pengelompokan dilanjutkan.

SEJARAH PERKEMBANGN SPU- HK MENDELEEV Dmitri Ivanovich Mendeleev (1834-1907) Ahli kimia dari Kekaisaran Rusia yang menciptakan tabel periodik berdasarkan peningkatan bilangan atom. Pada tahun 1869 melakukan pengamatan bahwa sifat unsur merupakan fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Sifat akan berulang secara periodik bila unsur disusun berdasarkan kenaikan massa ato m relatifnya Unsur-unsur yang memiliki kemiripan sifat diletakkan pada satu lajur vertikal yang disebut golongan. Unsur-unsur juga disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya dan ditempatkan dalam satu lajur yang disebut periode.

SEJARAH PERKEMBANGN SPU- HK MENDELEEV Dmitriy Ivanovich Mendeleyev (1834-1907) Ahli kimia dari Kekaisaran Rusia yang menciptakan tabel periodik berdasarkan peningkatan bilangan atom. Mendeleev mengosongkan beberapa tempat untukmenetapkan kemiripan sifat dalam golongan. Beberapa kotak juga dikosongkan karena yakin masih ada unsur yang belum dikenal karena belum ditemukan.

SPU MODERN Henry Gwyn Jeffreys Moseley (23 November 1887 10 Agustus 1915) 1. Atom dapat terbagi menjadi partikel dasar atau partikel subatom. 2. Atom diketahui tersusun oleh proton, elektron dan netron. 3. Jumlah proton merupakan sifat khas unsur. Setiap unsur mempunyai jumlah proton tertentu yang berbeda dari unsur lain. 4. Jumlah proton suatu unsur dinyatakan sebagai nomor atom. 5. Sistem periodik modern tersusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat 6. Lajur horisontal yang disebut periode, tersusun berdasarkan kenaikan nomor atom 7. lajur vertikal yg disebut golongan, tersusun berdasarkan kemiripan sifat

SPU MODERN Henry Gwyn Jeffreys Moseley (23 November 1887 10 August 1915) 8. Unsur gol. A disebut gol. Utama, Unsur gol. B disebut gol. Transisi. 9. Golongan dapat diberi tanda no 1 sampai 18 berurutan dari kiri ke kanan. Berdasarkan peno moran ini, golongan transisi mempunyai nomor 3 sampai 12. 10. Sistem periodik modern tersusun atas 7 periode dan 18 golongan yang terbagi menjadi 8 golongan utama atau golongan A dan 8 golongan transisi atau golongan B. 11.Sistem Periodik Modern merupakan penyempurnaan dari Hukum periodik Mendeleev

B. SUSUNAN UNSUR DALAM SPU MODERN 1. Dalam SPU Modern, Unsur2 dikelompokkan dalam Golongan dan Periode 2. Ada 2 cara penamaan Golongan dalam SPU Modern yaitu : Cara Tradisional Cara IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry)

GOLONGAN DALAM SPU MODERN GOLONGAN > LAJUR VERTIKAL > Menunjukkan KEMIRIPAN Sifat PENAMAAN GOLONGAN (TRADISIONAL) GOL.IA : ALKALI (Kecuali H) GOL.IIA : ALKALI TANAH GOL.IIIA : BORON-ALUMINIUM GOL.IVA : KARBON-SILIKON GOL.VA : NITROGEN-FOSFOR GOL.VIA : OKSIGEN- BELERANG GOL.VIIA : HALOGEN GOL.VIIIA : GAS MULIA GOL. IB-VIIIB : TRANSISI PENAMAAN GOLONGAN (IUPAC) GOL.IA : GOL 1 GOL.IIA : GOL 2 GOL.IIIB-VIIB : GOL. 3,4,5,6,7 GOL.VIIIB : GOL. 8,9,10 GOL.IB : GOL. 11 GOL.IIB : GOL. 12 GOL.IIIA : GOL. 13 GOL.IVA : GOL. 14 GOL.VA : GOL. 15 GOL.VIA : GOL. 16 GOL.VIIA : GOL. 17 GOL.VIIIA : GOL. 18

Unsur-unsur Utama (Representatif) Unsur-unsur utama adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit s atau subkulit p. Aturan penomoran golongan unsur utama adalah: a. Nomor golongan sama dengan jumlah elektron di kulit terluar. b. Nomor golongan dibubuhi huruf A (sistem Amerika).

Catatan 1. Hidrogen, dengan konfigurasi elektron 1s1, tidak termasuk golongan IA (alkali), meskipun sering ditempatkan sekolom dengan golongan alkali. Akan tetapi, hidrogen tidak dapat dimasukkan ke dalam golongan manapun, dan sebaiknya ditempatkan di tengah-tengah pada bagian atas sistem periodik. 2. Helium, dengan konfigurasi elektron 1s2, adalah salah satu gas mulia. Jadi, meskipun hanya memiliki dua elektron, helium termasuk golongan VIIIA.

Unsur-unsur Transisi (Peralihan) Unsur-unsur transisi adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit d. Berdasarkan prinsip Aufbau, unsur-unsur transisi baru dijumpai mulai periode 4. Pada setiap periode kita menemukan 10 buah unsur transisi, sesuai dengan jumlah elektron yang dapat ditampung pada subkulit d. Diberi nama transisi karena terletak pada daerah peralihan antara bagian kiri dan kanan sistem periodik. Aturan penomoran golongan unsur transisi adalah: a. Nomor golongan sama dengan jumlah elektron pada subkulit s ditambah d. b. Nomor golongan ditambahkan huruf B.

Catatan 1. Jika s + d = 9, golongan VIIIB. 2. Jika s + d = 10, golongan VIIIB. 3. Jika s + d = 11, golongan IB. 4. Jika s + d = 12, golongan IIB.

Unsur-unsur Transisi - Dalam Unsur-unsur transisi dalam adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit f. Unsur-unsur transisi-dalam hanya dijumpai pada periode keenam dan ketujuh dalam sistem periodik, dan ditempatkan secara terpisah di bagian bawah. Sampai saat ini, unsur-unsur transisi-dalam belum dibagi menjadi golongangolongan seperti unsur utama dan transisi. Unsur-unsur ini baru dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu unsur lantanida dan unsur aktinida. Unsur-unsur lantanida (seperti lantanum), adalah unsur-unsur yang elektron terakhirnya mengisi subkulit 4f dan unsur-unsur aktinida (seperti aktinum), adalah unsur-unsur yang elektron terakhirnya mengisi subkulit 5f.

Sifat-sifat Periodik Unsur Jari-jari Atom Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom sampai kulit terluar. Bagi unsur-unsur yang segolongan, jari-jari atom makin ke bawah makin besar sebab jumlah kulit yang dimiliki atom makin banyak, sehingga kulit terluar makin jauh dari inti atom.

Sifat-sifat Periodik Unsur Jari-jari Atom bagi unsur-unsur yang seperiode, jari-jari atom makin ke kanan makin kecil.

Sifat-sifat Periodik Unsur Jari-jari Atom Jadi dapat disimpulkan: 1) Dalam satu golongan, jari-jari atom bertambah besar dari atas ke bawah. 2) Dalam satu periode, jari-jari atom makin kecil dari kiri ke kanan.

Sifat-sifat Periodik Unsur Energi Ionisasi Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar suatu atom. Energi ionisasi ini dinyatakan dalam satuan kj mol 1. Unsur-unsur yang segolongan, energi ionisasinya makin ke bawah semakin kecil karena elektron terluar makin jauh dari inti (gaya tarik inti makin lemah), sehingga elektron terluar makin mudah dilepaskan. Sedangkan unsur-unsur yang seperiode, gaya tarik inti makin ke kanan makin kuat, sehingga energi ionisasi pada umumnya makin ke kanan makin besar.

Sifat-sifat Periodik Unsur Energi Ionisasi Ada beberapa pengecualian yang perlu diperhatikan. Golongan IIA, VA, dan VIIIA ternyata mempunyai energi ionisasi yang sangat besar, bahkan lebih besar daripada energi ionisasi unsur di sebelah kanannya, yaitu IIIA dan VIA. Hal ini terjadi karena unsur-unsur golongan IIA, VA, dan VIIIA mempunyai konfigurasi elektron yang relatif stabil, sehingga elektron sukar dilepaskan.

Energi Ionisasi Sifat-sifat Periodik Unsur

Sifat-sifat Periodik Unsur Keelektronegatifan Keelektronegatifan adalah kemampuan atau kecenderungan suatu atom untuk menangkap atau menarik elektron dari atom lain. Misalnya, fluorin memiliki kecenderungan menarik elektron lebih kuat daripada hidrogen. Jadi, dapat disimpulkan bahwa keelektronegatifan fluorin lebih besar daripada hidrogen. Konsep keelektronegatifan ini pertama kali diajukan oleh Linus Pauling (1901 1994) pada tahun 1932.

Sifat-sifat Periodik Unsur Keelektronegatifan Unsur-unsur yang segolongan, keelektronegatifan makin ke bawah makin kecil sebab gaya tarik inti makin lemah. Sedangkan unsur-unsur yang seperiode, keelektronegatifan makin ke kanan makin besar. Akan tetapi perlu diingat bahwa golongan VIIIA tidak mempunyai keelektronegatifan. Hal ini karena sudah memiliki 8 elektron di kulit terluar.

Nilai Keelektronegatifan Unsur-unsur Sifat-sifat Periodik Unsur

Sifat-sifat Periodik Unsur Afinitas Elektron Afinitas elektron adalah energi yang menyertai proses penambahan 1 elektron pada satu atom netral dalam wujud gas, sehingga terbentuk ion bermuatan 1. Afinitas elektron juga dinyatakan dalam kj mol 1. Unsur yang memiliki afinitas elektron bertanda negatif, berarti mempunyai kecenderungan lebih besar dalam menyerap elektron daripada unsur yang afinitas elektronnya bertanda positif.

Sifat-sifat Periodik Unsur Afinitas Elektron Makin negatif nilai afinitas elektron, maka makin besar kecenderungan unsur tersebut dalam menyerap elektron (kecenderungan membentuk ion negatif). Dari sifat ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Dalam satu golongan, afinitas elektron cenderung berkurang dari atas ke bawah. 2) Dalam satu periode, afinitas elektron cenderung bertambah dari kiri ke kanan.

Sifat Logam Sifat-sifat Periodik Unsur sifat logam-nonlogam dalam periodik unsur adalah: 1) Dari kiri ke kanan dalam satu periode, sifat logam berkurang, sedangkan sifat nonlogam bertambah. 2) Dari atas ke bawah dalam satu golongan, sifat logam bertambah, sedangkan sifat nonlogam berkurang.