SENYAWA HIDRO KARBON Kimia Kesehatan Kelas XI Semester 3 dan 4 Evy Endah Purwandani,S.Si,Apt.
TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah menyelesaikan pembelajaran ini, siswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik 2. Menjelaskan karakteristik khas dari atom karbon 3. Menentukan atom karbon primer, sekunder, tersier, kuartener 4. Memberi nama pada senyawa organik hidrokarbon 5. Menentukan isomer dari senyawa organik 6. Menjelaskan sifat dari setiap golongan senyawa organik 7. Menjelaskan kegunaan senyawa organik dalam kehidupan manusia Hal.: 2
Standar kompetensi dan kompetensi dasar Standar kompetensi Mengkomunikasikan senyawa hidrokarbon dan kegunaannya Kompetensi dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon yang membentuk senyawa hidrokarbon Menggolongkan senyawa hidrokarbon dan turunannya Mendeskripsikan kegunaan senyawa hidrokarbon dalam kehidupan manusia Hal.: 3
K A R B O N C A R B O N Sejarah Perkembangan Senyawa Organik Friedrich Wohler,1828 Mensintesis senyawa organik dari senyawa anorganik NH4OCN NH2CONH2 Ammonium sianat UREA Hal.: 4
Senyawa karbon dapat disintesis dari senyawa anorganik di samping dapat berasal dari makhluk hidup atau senyawa organik lainnya. Penemuan Wohler Makhluk Hidup Senyawa anorganik Senyawa organik lainnya Senyawa organik Hal.: 5
Perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik SENYAWA ORGANIK SENYAWA ANORGANIK Titik didih dan titik lelehnya relatif rendah Titik didih dan titik lelehnya relatif tinggi Sedikit larut dalam air atau pelarut polar dan mudah larut dalam pelarut nonpolar Lebih mudah larut dalam air atau pelarut polar dari pada dalam pelarut non polar Hal.: 6
Perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik SENYAWA ORGANIK SENYAWA ANORGANIK Mudah terbakar sukar terbakar Kurang reaktif lebih reaktif Ikatannya kovalen umumnya ikatannya ion Hal.: 7
SENYAWA ORGANIK ADALAH SENYAWA KARBON Istilah yang sekarang dikenal? SENYAWA KARBON SENYAWA ORGANIK Sebab setiap senyawa organik selalu mengandung Karbon (C) sebagai unsur utama, di samping unsur yang lainnya seperti H, N, O, S, P dan sebagainya.dan senyawa organik jika dibakar selalu menghasilkan arang (sebagai bukti adanya karbon) Hal.: 8
KARAKTERISTIK KHAS ATOM KARBON 1. Unsur kimia dengan lambang C 2. Nomor atomnya Z = 6 3. Golongan IV A 4. Konfigurasi elektron 2 4 atau 1s 2 2s 2 2p 2 5. Elektron valensinya = 4 6. Dapat membentuk isotop. C-12, C-13, C-14 7. Dapat membentuk 4 ikatan kovalen 8. Dapat membentuk rantai karbon Hal.: 9
CONTOH IKATAN YANG DAPAT DIBENTUK KARBON Hal.: 10
JENIS ATOM KARBON DALAM RANTAI KARBON KARBON PRIMER KARBON SEKUNDER KARBON TERSIER KARBON KUARTENER Hal.: 11
KARBON PRIMER Adalah karbon yang terikat pada satu atom karbon yang lain. CH 3 CH 2 CH 2 CH 3 Hal.: 12
KARBON SEKUNDER Atom karbon yang terikat oleh dua atom karbon yang lain CH 3 CH 2 CH 2 CH 3 Hal.: 13
KARBON TERTIER Atom karbon yang terikat pada tiga atom karbon yang lain. CH 3 CH CH CH 3 CH 3 CH 3 Hal.: 14
ATOM KARBON KUARTENER Atom karbon yang terikat pada empat atom karbon yang lain. CH 3 CH 3 CH 3 C C CH 3 CH 3 CH 3 Hal.: 15
Pembagian Senyawa Karbon Alifatik (rantai terbuka) Senyawa Hidrokarbon Senyawa Karbon Senyawa Turunan hidrokarbon Karbo siklik Siklik (rantai tertutup) Hetero siklik Poli siklik Jenuh, ikatan tunggal ALKANA Tidak jenuh Ikatan rangkap dua ALKENA Ikatan rangkap tiga ALKUNA ALKOHOL ETER ALDEHID KETON ASAM KARBOKSILAT ESTER AMIDA AMIN ASAM AMINO HALO ALKANA Ali siklik Aromatik Benzena dan turunannya Hal.: 16
ALKANA Adalah hidrokarbon alifatik jenuh, yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua ikatan karbon-karbonnya merupakan ikatan tunggal. Rumus umum alkana C n H 2n+2 Deret Homolog (Deret sepancaran) Alkana Suatu kelompok senyawa hidrokarbon dengan rumus umum yang sama dan sifat yang bermiripan Hal.: 17
DERET HOMOLOG ALKANA Jumlah Atom C Rumus Molekul Nama 1 CH 4 METANA 2 C 2 H 6 ETANA 3 C 3 H 8 PROPANA 4 C 4 H 10 BUTANA 5 C 5 H 12 PENTANA 6 C 6 H 14 HEKSANA 7 C 7 H 16 HEPTANA 8 C 8 H 18 OKTANA 9 C 9 H 20 NONANA 10 C 10 H 22 DEKANA Hal.: 18
CONTOH SENYAWA ALKANA C 4 H 10 atau BUTANA dapat dituliskan Hal.: 19
PENAMAAN ALKANA Berdasar IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) 1. Nama IUPAC untuk alkana bercabang terdiri dari 2 bagian yaitu : 2. Nama cabang dan nama rantai induk 3. Rantai induk adalah rantai karbon terpanjang dalam molekul 4. Cabang diberi nama alkil, misalnya CH 3 - adalah metil 5. Posisi cabang ditunjukkan dengan awalan angka. Hal.: 20
Lanjutan Penamaan Alkana Penomoran rantai induk dimulai dari salah satu ujung sedemikian rupa sehingga posisi cabang mendapat nomor terkecil. Bila terdapat lebih dari satu cabang sejenis, nama cabang disebut sekali saja diberi awalan yang menyatakan jumlah cabang, misalnya 2 = di, 3 = tri, 4 = tetra, 5 = penta, dan seterusnya. Bila terdapat lebih dari satu jenis cabang, maka cabang-cabang ditulis sesuai urutan abjad. Misal Etil lebih dulu daripada metil. Hal.: 21
Contoh Penamaan Alkana Nama senyawa : 2,4-dimetil-pentana Pada senyawa di atas ada percabangan di nomor 2 dan 4 yaitu keduanya adalah metil, rantai induknya berjumlah 5 (Pentana) Hal.: 22
Sumber dan Kegunaan Alkana Alkana merupakan komponen utama dari gas alam dan minyak bumi. Kegunaan alkana dalam kehidupan sehari-hari Bahan bakar, misalnya elpiji, kerosin, bensin, solar Pelarut berbagai jenis hidrokarbon, seperti petroleumetet dan nafta Sumber Hidrogen misalnya untuk industri amonia dan pupuk Pelumas, adalah alkana suku tinggi Bahan baku senyawa organik lain, misalnya untuk sintesis alkohol, asam cuka, dan lain-lain Bahan baku industri, seperti plastik, detergen, karet sintesis, minyak rambut, obat gosok dan lain-lain. Dengan halogen dapat membentuk haloalkana misalnya metil klorida, kloroform, karbontetraklorida, yang bermanfaat sebagai pelarut. Hal.: 23
CONTOH SENYAWA HALOALKANA Hal.: 24
ISOMER Senyawa-senyawa yang berbeda tetapi mempunyai rumus molekul yang sama disebut ISOMER Isomerisasi dapat dikelompokkan ke dalam isomer struktur atau rangka dan isomer geometris/ ruang. Contoh isomer pada alkana. C 5 H 12 dapat mempunyai tiga bentuk struktur 1. n-pentana 2. CH 3 - CH - CH 2 CH 3 2-metil-butana CH 3 CH 3 3. CH 3 - C CH 3 2,2-dimetil-propana CH 3 Hal.: 25
ALKENA Adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan satu ikatan rangkap C = C- Alkena dengan lebih dari satu ikatan rangkap disebut alkadiena, alkatriena,dan seterusnya. Rumus umum alkena C n H 2n Rumus C 2 H 4 C 3 H 6 C 4 H 8 C 5 H 10 Molekul Nama etena (etilena) propena (propilena) butena pentena Hal.: 26
PENAMAAN SENYAWA ALKENA 1. Nama alkena diturunkan dari nama alkana yang sesuai jumlah atom karbonnya dengan mengganti akhiran ana menjadi ena 2. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap 3. Penomoran dimulai dari salah satu ujung rantai induk sedemikian rupa sehingga ikatan rangkap mendapat nomor terkecil 4. Posisi ikatan rangkap ditunjukkan dengan awalan angka, yaitu nomor dari atom karbon yang berikatan rangkap yang paling kecil nomornya. 5. Penulisan cabang-cabang sama seperti pada alkana Hal.: 27
SIFAT ALKENA Sifat sifat fisika wujud zatnya, alkena dengan rantai panjang (C lebih dari 15) berupa zat padat. Titik didih alkena meningkat sebanding dengan peningkatan jumlah atom karbonnya. titik didih alkena lebih rendah dari pada alkana sesuku Alkena tidak larut dalam pelarut polar seperti air dan alkohol. Alkena mudah larut dalam senyawa non polar seperti triklorometana (kloroform), etoksietana, benzena, dan lain lain. Sifat kimia alkena Reaktifitas senyawa alkena sangat ditentukan oleh sifat ikatan rangkapnya. secara umum relatif stabil dan ikatan antar atom karbonnya lebih kuat dibandingkan dengan ikatan tunggal pada alkana. Reaksi khas pada alkena adalah reaksi adisi dengan hidrogen,halogen, asam halogen dan sebagainya. Hal.: 28
CONTOH REAKSI PADA ALKENA Hal.: 29
KONFIGURASI STEREOISOMER ALKENA 1. Ikatan rangkap dua terbentuk dari atom karbon yang terhibridisasi sp2. 2. Masing-masing atom Karbon memiliki dua jenis orbital atom yaitu orbital sigma (σ) dan orbital phi (π) 3. Orbital sp2 membentuk sudut 120 o C, membentuk segitiga datar. Sehingga gugus yang ada memiliki rotasi yang terbatas, 4. Molekul etilena berbentuk segi datar. 5. Ikatan π memiliki energi ikat yang cukup besar yaitu 60 kkal/mol, sehingga bentuk segi tiga datar cukup stabil dan 6. menyebabkan alkena hanyamemiliki isomer akibat gugus yang sejajar (cis) atau yang berseberangan atau (trans). Bentuk orbital sp2,dengan segitiga datar cis- Trans- Hal.: 30
SUMBER DAN KEGUNAAN ALKENA Dalam industri, alkena dibuat dari alkana melalui pemanasan dengan katalis, yaitu dengan proses perengkahan atau cracking Alkena khususnya suku rendah, adalah bahan baku industri yang sangat penting, misalnya untuk membuat plastik, karet sintetik, dan alkohol. Hal.: 31
ALKUNA Adalah hidrokarbon alifatik tidak jenuh dengan satu ikatan karbon-karbon rangkap tiga C C Rumus umumnya C n H 2n-2 Alkuna yang paling sederhana adalah etuna/ asetilena C 2 H 2 atau CH CH SIFAT-SIFAT ALKUNA Sifat fisika alkuna secara umum mirip dengan alkana dan alkena, seperti: 1. Tidak larut dalam air 2. Alkuna dengan jumlah atom C sedikit berwujud gas, dengan jumlah atom C sedang berwujud cair, dan dengan jumlah atom C banyak berwujud padat. 3. Berupa gas tak berwarna dan baunya khas 4. mudah teroksidasi atau mudah meledak. 5. Alkuna umumnya bereaksi adisi misal dengan Hidrogen, Asam halida, Air, dan sebagainya. Hal.: 32
CONTOH REAKSI ADISI PADA ALKUNA Hal.: 33
PENAMAAN ALKUNA Nama alkuna diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran -ana menjadi una Tata nama alkuna bercabang, yaitu pemilihan rantai induk, penomoran dan cara penulisan, sama seperti pada alkena. Hal.: 34
Sumber dan kegunaan alkuna Alkuna yang mempunyai nilai ekonomis yang penting hanyalah etuna (C 2 H 2 ). Nama lainnya Asetilena. Dalam industri, asetilena dibuat dari metana melalui pembakaran tak sempurna 4 CH 4 (g) + 3 O 2 (g)---> 2 C 2 H 2 (g) + 6 H 2 O (g) Dalam jumlah sedikit, asetilena dapat dibuat dari reaksi batu karbid (kalsium karbida) dengan air CaC 2 + 2 H 2 O ---> Ca(OH) 2 + C 2 H 2 Gas karbid ini digunakan untuk las karbid, penerangan, untuk bahan baku senyawa organik lain. Hal.: 35
ALKOHOL/ ALKANOL Berasal dari alkana dengan satu atom hidrogen digantikan oleh gugus fungsi-oh Rumus umum alkanol C n H 2n+1 OH atau R-OH Penamaan Alkanol Nama IUPAC alkohol diambil dari alkana induknya,dengan mengganti akhiran ana menjadi-ol. CH 3 CH 2 OH -- > etanol tentukan rantai C terpanjang termasuk di dalamnya rantai C yang mengikat OH Beri nomor rantai induk dari atom C yang terdekat dengan gugus-oh Periksa jenis, jumlah dan nomor rantai cabang Susun nama secara alphabet. CH 3 -CH(CH 3 )-CH 2 -OH CH 3 -CHOH-CH 3 CH 2 OH-CH 2 -CHOH-CH 3 2-metil-1-Propanol 2-propanol 1,3-butandiol Hal.: 36
Klasifikasi alkohol Berdasar kedudukan gugus OH pada rantai karbon Alkohol primer Alkohol sekunder Alkohol tersier Berdasar jumlah gugus OH Alkohol monovalen Alkohol bivalen Alkohol trivalen Alkohol polivalen Hal.: 37
SIFAT-SIFAT ALKOHOl Alkohol umumnya berwujud cair dan memiliki sifat mudah menguap (volatil) tergantung pada panjang rantai karbon utamanya (semakin pendek rantai C, semakin volatil). Kelarutan alkohol dalam air semakin rendah seiring bertambah panjangnya rantai hidrokarbon. Reaktifitas alkohol diketahui dari berbagai reaksi seperti: Reaksi Oksidasi, Reaksi Pembakaran, Reaksi dengan Asam Alkanoat, Reaksi dengan logam dan lain-lain. Hal.: 38
REAKSI ALKOHOL Reaksi dengan logam Natrium alkohol + Na Na-alkanolat CH 3 OH + Na CH 3 ONa (na-metanolat) Reaksi dengan asam alkanoat (esterifikasi) alkohol + asam ester CH 3 OH + CH 3 COOH CH 3 COOCH 3 (metiletanoat) Reaksi Oksidasi alkohol primer + O aldehid CH 3 CH 2 OH + O CH 3 CHO (etanal/asetaldehid) alkohol sekunder + O keton CH 3 -CHOH-CH 3 + O CH 3 -CO-CH 3 alkohol tersier + O tidak dapat bereaksi Reaksi dengan Halida menghasilkan alkil halida Hal.: 39
MANFAAT ALKOHOL Metanol (CH 3 OH)/ Alkohol kayu digunakan sebagai pelarut, bahan bakar, tapi berbahaya dapat merusak syaraf mata. Etanol (C 2 H 5 OH) digunakan sebagai pelarut, antiseptik(alkohol 70%), bahan dasar minuman keras, bahan baku senyawa organik lain seperti asetaldehid, asam cuka, dsb Fenol (alkohol aromatik) C 6 H 5 OH digunakan sebagai antiseptik. Turunan fenol seperti eugenol, timol, dalam cengkih dan vanila sebagai bumbu masakan. Gliserol (1,2,3-propantriol) CH 2 OH-CHOH-CH 2 OH digunakan untuk pemanis, pelarut, pembasah pada sediaan farmasi Hal.: 40
ETER/ ALKOKSI ALKANA Eter merupakan isomer fungsi dari alkohol Eter merupakan turunan alkana yang salah satu hidrogennya diganti dengan OR (alkoksi) Rumus umum eter C n H 2n+2 O atau R-O-R Penamaan Eter Dengan sistem trivial : alkil-eter contoh : CH 3 -O-C 2 H 5 ialah etil metil eter Dengan cara IUPAC : Alkoksi alkana contoh : CH 3 -O-C 2 H 5 ialah metoksi etana alkil yang lebih sederhana menjadi alkoksi. Hal.: 41
SIFAT-SIFAT ETER titik didih relatif rendah dibandingkan dengan isomerinya alkohol sulit membentuk ikatan hidrogen. Kelarutan eter dalam air sangat kecil (±1,5%), Eter pelarut yang baik bagi senyawa organik yang tidak larut dalam air. Eter mudah terbakar membentuk CO 2 dan uap air, Eter terurai oleh asam halida terutama oleh HI. Reaksi dengan senyawa PX 3 (Posfor trihalida) misalnya (PCl 3, PBr 3 dan PI 3 ) dipergunakan sebagai reaksi pembeda alkanol dengan eter.senyawa alkohol dapat bereaksi dengan senyawa PX 3, sedangkan senyawa eter tidak bereaksi. Hal.: 42
MANFAAT ETER Eter yang paling banyak digunakan adalah dietil eter atau etoksi etana. Eter digunakan sebagai pelarut senyawa karbon, zat disinfektan (pembunuh kuman), zat anastesi senyawa aditif pada bahan bakar untuk menaikan bilangan oktan. Hal.: 43
ALDEHID ALDEHID/ ALKANAL RUMUS UMUM C n H 2n O ATAU R-CHO MEMILIKI GUGUS KARBONIL CO- BERISOMER DENGAN KETON, DIMANA SALAH SATU R- (ALKIL) DARI KETON DIGANTI DENGAN H(HIDROGEN) KETON ALDEHID Hal.: 44
PENAMAAN ALDEHID Cari rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi formil (-CHO) Beri nomor pada rantai terpanjang, dimulai dari C yang terdekat dengan gugus fungsi. Sebutkan nomor dan nama cabang pada rantai utama, akhiri dengan nama alkanalnya (dengan mengganti akhiran a pada alkana menjadi al pada aldehida). Hal.: 45
MANFAAT ALDEHID 1. Formaldehida banyak digunakan sebagai bahan pengawet spesimen biologi maupun mayat (formalin adalah larutan formaldehid 30-40%) 2. Formaldehid sebagai insektisida. 3. Etanal juga dipergunakan sebagai bahan baku karet buatan, untuk bahan pembuatan asam cuka, kloralhidrat, kloroform,iodoform. 4. senyawa transsinamaldehida dalam kayumanis digunakan sebagai penambah aroma masakan. Hal.: 46
REAKSI ALDEHID Reaksi Hidrogenasi aldehida menggunakan katalis Pt/Ni menghasilkan alkohol primer, Reaksi oksidasi aldehida menggunakan oksidator KMnO 4 atau K 2 Cr 2 O 7 dalam suasana asam akan menghasilkan suatu asam karboksilat. Hal.: 47
REAKSI MEMBEDAKAN ALDEHID DAN KETON Kemudahan aldehida untuk teroksidasi oleh oksidator (bahkan oleh oksidator lemah) dimanfaatkan untuk membedakan aldehida dengan keton. Pereaksi Tollens (Ag 2 O) dengan aldehid akan menghasilkan endapan perak pereaksi Fehling (CuO) dengan aldehid membentuk endapan merah Hal.: 48
PEMBUATAN ALDEHID Aldehida dapat dibuat melalui oksidasi lemah alkohol primer menggunakan oksidator K 2 Cr 2 O 7 dalam suasana asam. Pada produk aldehida komersial,khususnya formaldehida dibuat dengan cara mereaksikan alkohol primer dan udara menggunakan katalis tembaga dan pemanasan. Hal.: 49
KETON/ ALKANON senyawa turunan alkana yang memiliki gugus karbonil mempunyai dua gugus alkil atau aril (senyawa lingkar atau siklik) yang terikat pada karbon karbonil Banyak terdapat dalam makhluk hidup seperti gula ribosa (gula dengan atom C sebanyak lima buah) Keton yang lebih kompleks dijumpai pada hormon betina progesteron Hal.: 50
PENAMAAN KETON Dengan aturan trivial : alkil-keton Contoh : CH 3 -CO-C 2 H 5 : etil metil keton Dengan Aturan IUPAC 1. Cari rantai terpanjang yang mengandung gugus karbonil, 2. Beri nomor pada rantai terpanjang, dimulai dari C yang terdekat ke gugus fungsi (karbonil) 3. Sebutkan nomor dan nama cabang pada rantai utama, akhiri dengan nama alkanon dengan mengganti akhiran -a pada alkana dengan on. Contoh : CH 3 -CO-C 2 H 5 : propanon Hal.: 51
SIFAT FISIKA KETON Keberadaan gugus pada senyawa alkanon membentuk orbital hibrida sp2 yang memiliki bentuk segi tiga datar dengan sudut ikatan kirakira 120. senyawa ini cukup sulit membentuk ikatan hidrogen. titik didih dan titik leleh alkanon yang lebih rendah dibandingkan senyawa alkanal yang dapat membentuk ikatan hidrogen. Hal.: 52
REAKSI KETON Perbedaan aldehida dengan keton adalah pada kerektifannya. Aldehida lebih reaktif dan mudah dioksidasi maupun direduksi. Reduksi senyawa aldehid menghasilkan alkkohol primer reduksi senyawa alkanon adalah alkohol sekunder. Hal.: 53
MANFAAT KETON Propanon (dimetil keton = Aseton = (CH 3 ) 2 CO), merupakan cairan tak berwarna, mudah menguap,senyawa ini sering digunakan sebagai pelarut Asetofenon (metil fenil keton = C 7 H 8 CO) merupakan cairan tak berwarna dan berhablur. Senyawa ini sering digunakan sebagai hipnotik, sedangkan turunannya yaitu senyawa kloroasetofenon banyak dipergunakan sebagai gas air mata. Hal.: 54
ASAM ALKANOAT 1. Asam alkanoat atau lebih populer sebagai asam karboksilat 2. asam organik yang memiliki gugus fungsional karboksilat (COOH), 3. gugus karboksilat adalah gabungan dari gugus karbonil dan hidroksi, 4. rumus umum C n H 2n O. 5. adalah asam lemah. 6. Dalam pelarut air, sebagian molekulnya terionisasi dengan melepas proton (H + ). 7. Asam karboksilat dapat memiliki lebih dari satu gugus fungsional. 8. Asam karboksilat dengan dua gugus karboksil disebut asam dikarboksilat (alkanadioat), jika tiga disebut asam trikarboksilat (alkanatrioat), dan seterusnya. Hal.: 55
PENAMAAN ASAM KARBOKSILAT Aturan IUPAC menetapkan rantai utama yaitu rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi karboksilat. memberi nomor pada rantai terpanjang, dimulai dari C yang mengikat gugus karboksilat menyebutkan nomor dan nama cabang pada rantai utama yang diawali dengan kata asam, akhiri dengan nama alkanoatnya (posisi gugus fungsi tidak perlu diberi nomor). cara lain yaitu mengganti nomor dengan simbol α, β, γ dan seterusnya. Dengan α merupakan posisi atom C yang terikat pada gugus karboksilat Hal.: 56
SIFAT FISIKA ASAM KARBOKSILAT asam karboksilat dengan: atom C < 10, wujud zatnya cair pada suhu kamar. C =10/ C > 10 berwujud padat. Asam karboksilat dengan : Atom C =1-4 larut sempurna dalam air, =5-6 sedikit larut dalam air > 6 tidak larut dalam air Asam karboksilat larut dalam pelarut organik (seperti eter, alkohol dan benzena). Semua asam karboksilat merupakan asam lemah dengan Ka= ±1 10-5. Hal.: 57
REAKSI KIMIA ASAM KARBOKSILAT Reaksi dengan Basa Kuat membentuk garam dan air. Garam karboksilat hasil reaksi merupakan sabun. Reaksi ini sering disebut juga dengan reaksi penyabunan, Reaksi dehidrasi (penghilangan molekul H 2 O) menghasilkan anhidrida asam karboksilat, Hal.: 58
REAKSI KIMIA ASAM KARBOKSILAT Reaksi substitusi reaksi dengan halida (PX 3, PX 5 dan SOX 2 ) menghasilkan suatu asilhalida reaksi dengan alkohol akan menghasilkan suatu ester dan H 2 O. Hal.: 59
MANFAAT ASAM KARBOKSILAT Asam format digunakan dalam industri kecil penyamakan kulit dan menggumpal bubur kertas atau karet. Asam asetat atau yang lebih populer sebagai asam cuka digunakan sebagai cuka makan dengan kandungan asam asetat 20-25%. Asam stearat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan lilin. Asam Sitrat untuk zat tambahan pada sirup, sari buah-buahan Asam Oksalat untuk pembakuan pada titrasi. Hal.: 60
ESTER (ALKIL ALKANOAT) Alkil alkanoat atau ester turunan dari senyawa alkanoat dengan mengganti atom hidrogen pada gugus karboksilat dengan gugus alkil (R ). rumus struktur = asam alkanoat gugus fungsi RCOOR. Ester merupakan senyawa yang sangat berguna karena dapat diubah menjadi aneka ragam senyawa lain. Hal.: 61
PENAMAAN ESTER Nama suatu aster terdiri dari dua kata.yaitu 1. gugus alkil yang terikat pada oksigen ester. 2. asam karboksilatnyadengan membuang kata asam. rantai utama yaitu rantai terpanjang yang mengikat gugus karboksilat, penomoran pada alkil dimulai dari C yang mengikat gugus karboksil. diakhiri dengan menyebutkan nomor dan nama cabang pada rantai alkil diikuti dengan nama rantai alkil dan diakhiri dengan nama rantai utamanya dengan menghilangkan kata asam dari nama alkanoat (posisi gugus fungsi tidak perlu diberi nomor). Hal.: 62
SIFAT-SIFAT ESTER 1. Ester dengan jumlah atom Karbon sedikit atau rantaiyang pendek memiliki sifat mudah menguap danberwujud cair. 2. ester dengan rantai yang panjang ditemukan pada minyak (berwujud cair) dan lemak (padat) yang merupakan senyawa triester. 3. Minyak dan lemak tidak larut dalam air tetapi larut dalam benzena, eter dan CS 2. 4. Reaksi esterifikasi merupakan reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol, reaksi ini berlangsungdalam suasana asam, 5. Reaksi esterifikasi merupakan reaksi yang dapat balik.sehingga ester dapat dihidrolisis oleh air pada suasana asam. Hasil reaksi ini adalah asam karboksilat dan alkohol. 6. Hidrolisis dari ester dalam suasana basa, menghasilkan sabun dan alkohol Hal.: 63
MANFAAT ESTER Ester yang beraroma buah-buahan (seperti isopentil asetat yang beraroma pisang) banyak digunakan sebagai penambah aroma (essen) pada makanan dan minuman. Hal.: 64
MANFAAT ESTER 1. Dalam bidang farmasi, beberapa obat merupakansenyawa ester yang paling populer adalah obat penghilang rasa sakit serta pelemas otot. 2. Senyawasenyawa tersebut adalah turunan asam salisilat 3. seperti aspirin dan minyak gosok, 4. Minyak merupakan senyawa triester dari senyawa asam karboksilat dengan gliserol, 5. Minyak dimanfaatkan untuk menggoreng produk makanan. 6. Minyak dan lemak juga merupakan bahan baku pembuatan sabun. 7. Ester dari alkohol rantai panjang dengan asam karboksilat rantai panjang merupakan bahan pembuatan lilin nonparafin. Hal.: 65
ALKIL AMIN senyawa turunan dari alkana,dimana salah satu atom hidrogennya digantikan dengan gugus amina ( NH2). Amin diklasifikasikan ke dalam Amin primer R-NH2 Amin sekunder R-NH-R Amin tersier (R)3-N Hal.: 66
TATA NAMA AMIN IUPAC, Tetapkan rantai utama yaitu rantai terpanjang yang mengikat gugus amina pemberian nomor dan nama cabang Menyebutkan nomor, gugus cabang, rantai alkananya dan menambahkan kata amin Contoh : CH3 CH2 NH2 CH3 CHNH2 CH3 CH3 CH2 CH2 NH CH3 : etanamin : 2 propanamin : N metil 2 propanamin Hal.: 67
SIFAT FISIKA AMIN Sifat sifat fisik, bau yang khas, sedikit pesing. Untuk senyawa dengan jumlah atom C = 1 2 berupa gas. Untuk tiga atom C dengan kedudukan gugus amina primer sudah berupa cairan pada suhu kamar. Alkil amina memiliki atom N yang polar, namun tidak sekuat oksigen pada alkohol, sehingga titik didih alkilamin lebih rendah dibandingkan alkohol, Hal.: 68
SIFAT KIMIA AMIN Cukup reaktif, karena adanya ikatan hidrogen Alkilamina tersier tidak terjadi ikatan hidrogen, karena atom N sudah tidak mengikat atom H lagi. Alkilamin larut dalam air. Dengan asam terjadi reaksi penggaraman, CH 3 NH 2 + HCl CH 3 NH 3 + Cl metilamin klorida metilamonium garam amina berbentuk padatan dalam suhu kamar, larutan dalam cairan tubuh, sehingga bentuk garam amina ini merupakan pilihan yang tepat untuk membuat obat.
CONTOH SENYAWA AMIN Hal.: 70
SIKLOALKANA 1. senyawa hidrokarbon jenuh yang memiliki sekurang kurangnya 1 cincin atom karbon, 2. rumus umum umum C n H 2n. 3. paling sederhana adalah siklopropana dengan 3 atom C (konformasi berbentuk planar). 4. Jika jumlah atom C penyusun cincin > 3 berbentuk tidak planar dan melekuk, konformasinya paling stabil (memiliki energi paling rendah), 5. Contoh : molekul gula yang berbentuk segi enam, berupa pelana kuda dan bentuk kursi adalah bentuk yang stabil. Hal.: 71
CONTOH SENYAWA SIKLOALKANA Hal.: 72
Penamaan Sikloalkana menambahkan awalan siklo di depan nama alkana Sikloalkana yang memiliki substituen atau gugus pengganti lebih dari 1 pada cincin karbonnya, penamaan dilakukan dengan cara memberi nomor 1 pada atom C yang mengikat salah satu substituen dan yang lain diatur agar memiliki nomor yang rendah. Penamaan senyawa sikloalkana, kita mulai dari yang mudah yaitu metilsiklopentana, hal ini mengindikasikan bahwa molekul tersebut berbentuk segi lima dan mengandung satu gugus metil. Sedikit yang lebih kompleks yaitu 1,2 dimetilsiklopentana, dimana terdapat dua gugus metil yang berposisi pada atom C 1 dan C 2 pada siklopentana. Hal yang sama juga kita lakukan untuk senyawa siklo dengan enam atom C, misalnya 1,2,4 trimetilsikloheksana, terdapat tiga gugus metil pada sikloheksana, Hal.: 73
Senyawa Sikloalkana Hal.: 74
BENZENA merupakan sikloheksena senyawa siklik yang memiliki ikatan rangkap dua aromatik dengan rumus struktur C-H. Benzena dilambangkan dalam C 6 H 6. dua bentuk, 1. struktur Kekulé 2. heksagon untuk menggambarkan adanya resonansi ikatan atau distribusi elektron yang tersebar merata didalam cincin benzena. Adanya ikatan rangkap dua pada senyawa sikloheksena ini menunjukkan bahwa benzena termasuk hidrokarbon tidak jenuh, namun pada umumnya benzena tidak berperilaku seperti senyawa tak jenuh. Hal.: 75
MANFAAT BENZENA 1. Bahan baku yang dapat dipergunakan menjadi bahan lain. 2. sebagai pelarut organik, untuk zat yang memiliki sifat non polar. 3. Fenol (fenil alkohol) dipergunakan sebagai zat antiseptik. 4. Toluena (metil benzena) digunakan sebagai: 5. - bahan baku membuat asam benzoat 6. - bahan b6aku untuk trinitro toluene (TNT) yaitu bahan peledak. 7. Stirena (CH5-CH=CH2) digunakan sebagai bahan polimer polistirena 8. Asam salisilat juga merupakan turunan benzena yang dipergunakan untuk membuat obat 9. penghilang rasa sakit dan saat ini juga dipergunakan 10.untuk pengencer darah yaitu aspirin.
REAKSI YANG TERJADI PADA BENZENA Benzena umumnya lebih mudah mengalami reaksi subtitusi Contoh reaksi subtitusi benzena: Nitrasi reaksi dengan asam nitrat dalam suasana asam sulfat pekat (memasukan gugus-nitro) Alkilasi Reaksi dengan alkil halida (memasukan gugus R-/ alkil) Sulfonasi Reaksi dengan asam sulfat pekat berasap Halogenasi Reaksi dengan halogen Hal.: 77
TERIMAKASIH Hal.: 78