PEDOMAN PELAYANAN LABORATORIUM BAB I PENDAHULUAN

dokumen-dokumen yang mirip
DINAS KESEHATAN KABUPATEN LEBONG PUSKESMAS MUARA AMAN. Jalan Lapangan Hatta No. 1 Kelurahan Pasar Muara aman

GOOD LABORATORY PRACTICE (PRAKTEK LABORATORIUM YANG BENAR) Hasil pemeriksaan laboratorium digunakan untuk :

Lampiran Surat Keputusan Direktur RS Mutiara Hati Mojokerto

PERMINTAAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM, PENERIMAAN, PENGAMBILAN DAN PENYIMPANAN SPESIMEN No. Dokumen : C/VIII/SOP/I/16/002 No.

PEMERINTAH KABUPATEN KUBU RAYA DINAS KESEHATAN PUSKESMAS SUNGAI KAKAP

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH NGANJUK NOMOR 445 / /SK/ /2015 TENTANG PERUBAHAN KEPUTUSAN BUPATI NOMOR 188/06.01/SK/411.

PEDOMAN PELAYANAN LABORATORIUM RSHS

PROGRAM KERJA INSTALASI LABORATORIUM TAHUN 2015 RUMAH SAKIT ROYAL PROGRESS JL. DANAU SUNTER UTARA, SUNTER PARADISE I, JAKARTA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I. berbagai program dan upaya kesehatan (Depkes, 2004). mutu pelayanan dan mutu hasil pemeriksaan di laboratorium.

NO SERI C PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 29 TAHUN 2001

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. sakit antara lain pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat (Undangundang

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Kehidupan manusia senantiasa berupaya meningkatkan kualitas hidupnya.

PENGEMBANGAN MODEL PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN REAGENSIA LABORATORIUM KLINIK RUMAH SAKIT PANTIWILASA CITARUM SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. serta memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan dan fasilitas kesehatan yang

BAB I PENDAHULUAN. kemampuan dan minat para tenaga kerja kesehatan (Riono, 2007). tuntutan masyarakat akan suatu pelayanan kesehatanpun meningkat, di

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Faktor-faktor yang mempengaruhi Phlebotomy. 2. Tempat phlebotomy yang dilakukan.

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan yang adil dan merata. Salah satu pelayanan kesehatan adalah

RISET FASILITAS KESEHATAN LABORATORIUM 2011

No. Dokumen. 02/Lab/Keperawatan/05/2014. Kebijakan : Harap diperhatikan kategori pasien. Ditetapkan STANDAR Tanggal Terbit

BAB II GAMBARAN UMUM, VISI, MISI, TUJUAN, MOTTO, NILAI DAN FALSAFAH RUMAH SAKIT

Elemen Penilaian BAB VIII

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia. Gambaran kinerja..., Tutik Hartini, FKM UI, 2009

PEMERIKSAAN HEMATOLOGY ( SECARA OTOMATIS )

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ELIZABETH

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik.

BAB I PENDAHULUAN. melakukan aktiftas pelayanan kesehatan baru dimulai pada akhir abad ke -19,

BAB 1 PENDAHULUAN. Mewujudkan pelayanan prima rumah sakit di Indonesia tertuang dalam Keputusan

Lampiran 1. Universitas Sumatera Utara

1. Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta 2,3. Dosen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Pasal 6 Peraturan Menteri Kesehatan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

CEKLIST KELENGKAPAN DOKUMEN AKREDITASI POKJA ASESMEN PASIEN (AP)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA

PEDOMAN ORGANISASI UNIT REKAM MEDIS DISUSUN OLEH : UNIT REKAM MEDIS RSUD KOTA DEPOK

BAB I PENDAHULUAN. adalah minimal mencakup seluruh indikator program pokok laboratorium dan

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 364/MENKES/SK/III/2003 TENTANG LABORATORIUM KESEHATAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II LANDASAN TEORI

PANDUAN PELAYANAN DOTS TB RSU DADI KELUARGA TAHUN 2016

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

JUMLA H EP SOP pendaftaran 2. Bagan alur pendaftaran. 3. Kerangka acuan (kepuasan pelanggan

Instrumen yaitu sesuatu yang dapat digunakan untuk mempermudah seseorang melakukan tugas atau mencapai tujuan secara efektif atau efisien (Suharsimi

PTP LABORATORIUM PUSK KRETEK 2018

MEWUJUDKAN PELAKSANAAN DISPENSING OBAT KANKER DENGAN BIAYA TERBATAS. Erlina Instalasi Farmasi RSUD Dr.Pirngadi Medan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pelanggan terbagi menjadi dua jenis, yaitu: fungsi atau pemakaian suatu produk. atribut yang bersifat tidak berwujud.

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A.Sejarah Singkat Perkembangan Rumah Sakit Dr. H. Kumpulan Pane Kota

BAB VIII. Manajemen Penunjang Layanan Klinis

3. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1950 tentang Berlakunya Undang-Undang Nomor 2, 3, 10, dan 11 Tahun 1950;

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang di lakukan adalah penelitian analitik. Tempat penelitian cara manual dan automatik dilakukan di

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik.

BAB I PENDAHULUAN. ketepatgunaan perawatan pasien di rumah sakit. tingkat dasar pada tanggal 12 juli 2014 dan sudah dilakukan kunjungan

1. SOP pemeriksaan lab 1. Brosur pelayanan lab 2. Panduan pemeriksaan lab (ext) tersedia

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III ELABORASI TEMA

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Wilayah

BAB I PENDAHULUAN. rawat jalan, rawat inap, pelayanan gawat darurat, pelayanan medik dan non medik

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG PELAYANAN DARAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

MANAJEMEN LABORATORIUM KLINIK BERDASARKAN PERMENKES NOMOR 411/MENKES/PER/III/2010

Perawat instrument (Scrub Nurse) dan perawat sirkuler di kamar operasi.

Indikator Wajib pengukuran kualitas pelayanan keesehatan di FKRTL. Indikator Standar Dimensi Input/Proses l/klinis 1 Kepatuhan

prioritas area yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: No Prioritas Area Indikator Standart 1. Kemampuan menangani life saving anak dan dewasa

SK AKREDITASI BAB I EP NAMA DOKUMEN ADA TDK ADA SK Ka Puskesmas ttg jenis pelayanan yang

MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. berbagai bidang, seperti: sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan kesehatan. Dewasa

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

KOP DINAS KESEHATAN KOTA DEPOK BERITA ACARA PEMERIKSAAN PELAYANAN DARAH (UTD)

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan masalah kesehatan benar-benar merupakan kebutuhan. penting. Oleh karena itu, organisasi pelayanan kesehatan diharapkan

LAMPIRAN : JENIS PELAYANAN, INDIKATOR DAN STANDAR

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

PERBANDINGAN HITUNG JUMLAH LEUKOSIT METODE MANUAL DAN AUTOMATIK MIFTAHUL FARID P

BAB I. KESELAMATAN KERJA, KEBAKARAN DAN KEWASPADAAN BENCANA (K3)

LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI POLITEKNIK ATI PADANG

PEMERINTAH KABUPATEN NUNUKAN

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PACITAN NOMOR 188/ /KEP/408.49/2015 TENTANG

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG

pendidikan dan penelitian yang erat hubungannya dengan kehidupan menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang

BUPATI TAPIN PERATURAN BUPATI TAPIN NOMOR 24 TAHUN 2012 TENTANG BESARNYA BIAYA JASA SARANA DAN BIAYA JASA PELAYANAN PADA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT

Semakin banyak laporan yang dibutuhkan semakin banyak berkas yang harus disiapkan dan diisikan dan semakin banyak pula waktu serta tenaga yang

BAB I PENDAHULUAN. diolah sebagai bahan pembuat laporan pelayanan rumah sakit. Rumah sakit

BAB 1 PENDAHULUAN. hidup bersih dan sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil

PEDOMAN PELAYANAN KLINIS PUSKESMAS TAROGONG

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan. Salah satu tujuan primer rekam kesehatan/rekam medis. berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

WALIKOTA BATAM PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 1 TAHUN 2007 TENTANG TARIF PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BATAM

BAB I PENDAHULUAN. diperhatikan. Terutama bagi tenaga kerja indonesia yang bekerja di luar negeri atau

BAB I PENDAHULUAN. nyata penyediaan layanan publik di bidang kesehatan adalah adanya rumah

BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 75 TAHUN 2015 TENTANG

Napza Suntik, HIV, & Harm Reduction

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat strategis

BAB III METODE PENELITIAN

LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER DI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN Kondisi Umum Identifikasi Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1799/Menkes/Per/XII/2010 tentang Industri Farmasi adalah badan usaha yang

PANDUAN PENGGUNAAN APD DI RS AT TUROTS AL ISLAMY YOGYAKARTA

PEMERIKSAAN LABORATORIUM DAN JENIS JENIS PEMERIKSAAN

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu pelayanan kesehatan yang sering dikunjungi masyarakat. Menurut Kepmenkes No 128/Menkes/SK/II/2004, puskesmas

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah Sakit merupakan salah satu jaringan pelayanan kesehatan yang penting, sarat dengan tugas, beban, masalah dan harapan yang digantungkan kepadanya. Perkembangan jumlah rumah sakit di Indonesia, yang diikuti pula dengan pola perkembangan penyakit, perkembangan teknologi kedokteran dan kesehatan serta perkembangan harapan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit menjadikan dibutuhkannya sistem manajemen rumah sakit yang handal Rumah Sakit Umum (RSU) Purwogondo merupakan salah satu instalasi penunjang pelayanan kesehatan masyarakat. Rumah Sakit Umum (RSU) Purwogondo mempunyai visi misi sebagai berikut : Visi Mewujudkan pelayanan yang bermutu, mudah, cepat, dekat, aman terpercaya dan mandiri. Misi Memberikan pelayanan kesehatan bermutu secara paripurna, dilaksanakan oleh tenaga yang profesional serta terjangkau oleh segala lapisan masyarakat. Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia dalam pelaksanaan kesehatan secara berkelanjutan. Senantiasa melengkapi sarana dan prasarana pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat. Membudayakan sikap peka dan tanggap terhadap kebutuhan pelanggan dan menciptakan rumah sakit yang nyaman. Mengembangkan potensi sumber daya manusia yang tersedia dan membentuk tim kerja yang kompak dalam upaya mewujudkan peningkatan pelayanan kesehatan. Laboratorium rumah sakit merupakan salah satu instalasi penunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pendirian Laboratorium membutuhkan tempat tertentu, bahan kimia dan tempat penyimpanannya, penyediaan peralatan Laboratorium dan peletakkannya, prosedur pengamatan dan keselamatan, penanganan spesimen dan limbah infeksius, pencegahan RSU PURWOGONDO 1 / 19

infeksius dan upaya kesehatan pekerja serta sumber daya yang terstandarisasi dan dilaksanakan maksimal. Teknologi yang semakin maju serta pengetahuan masyarakat yang semakin meningkat tentang kesehatan akan mendorong tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kesehatan di rumah sakit, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta. Sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan, pelayanan laboratorium sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan berbagai pogram dan upaya kesehatan, dan dimanfaatkan untuk keperluan penegakan diagnosis, pemberian pengobatan dan evaluasi hasil pengobatan serta pengambilan keputusan lainnya Di rumah sakit adanya Laboratorium sangat penting, karena pada dasarnya hasil dari pemeriksaan Laboratorium dapat digunakan untuk pengambilan tindakan dan pengobatan terhadap pasien. Pemeriksaan Laboratorium RSU Purwogondo meliputi pemeriksaan darah, urine, feses dan dahak.spesimen haruslah representative dan diperiksa sesuai dengan standart prosedur yang ditetapkan. Adapun beberapa pemeriksaan yang tidak bisa dikerjakan di Laboratorium Rumah Sakit, maka Laboratorium Rumah Sakit akan mengirim sampel tersebut ke Laboratorium luar dengan persetujuan pasien dan keluarga yang bersangkutan. Laboratorium melayani pemeriksaan pasien rawat inap, rawat jalan dan pemeriksaan atas permintaan pasien sendiri.semua pemeriksaan dilakukan oleh tenaga ahli Analis kesehatan yang kompeten dalam bidangnya. Pemeriksaan Pre analitik, analitik dan pasca analitik dilakukan sesuai dengan standart prosedur yang baik, sehingga menghasilkan hasil yang akurat. Dalam pemeriksaan dibutuhkan suatu reagensia dan peralatan yang baik. Untuk menjaga kualitas reagensia dan peralatan, Laboratorium Rumah Sakit melakukan control mutu alat dan reagensia secara berkala seperti kalibrasi alat, cara pendistribusian reagensia, penyimpanan reagensia, dan pengetesan reagensia. Oleh karena itu penting untuk disusun suatu buku pedoman sebagai bahan acuan bekerja di labotarorium. RSU PURWOGONDO 2 / 19

B. Tujuan Buku pedoman pelayanan Laboratorium ini disusun untuk digunakan sebagai bahan acuan bekerja di Laboratorium RSU Purwogondo.Dengan harapan agar pelayanan di Laboratorium RSU Purwogondo bisa mendapatkan hasil yang maksimal sehingga dapat menunjang ketepatan dalam pemberian pengobatan pasien sehingga pasien dapat tertangani dengan baik dan kepuasan pelanggan dapat tercapai. C. Ruang Lingkup 1. UGD 2. Rawat Inap 3. Poliklinik a. Poliklinik Anak b. Poliklinik Bedah c. Poliklinik Dalam d. Poliklinik Kandungan e. Poliklinik Syaraf f. Poliklinik Umum 4. Permintaan Luar Rumah Sakit D. Batas Operasional 1. Pemeriksaan Darah Tidak semua pemeriksaan darah dapat dikerjakan di laboratorium RSU Purwogondo. Beberapa pemeriksaan darah yang bisa dikerjakan adalah : a. Darah Lengkap (Hb, AL, AT, Hct, Diff Count, CT, BT dan golongan darah), Morfologi Darah Tepi b. Kimia Darah (SGOT, SGPT, Ur, Cr, Gula darah, Billirubin, Protein Total, Albumin, Cholesterol, Trigliserid, Asam Urat, dan HDL/LDL). c. Serologi Darah (HbsAg, IgG+IgM Dengue, dan Widal) 2. Pemeriksaan Urine a. Urine rutin b. Urine Sediment. 3. Pemeriksaan Faeces RSU PURWOGONDO 3 / 19

a. Faeses Rutin. 4. Pemeriksaan Mikrobiologi a. Pemeriksaan BTA b. Pemeriksaan Malaria 5. Pemeriksaan Uji cocok serasi untuk Bank Darah RSU PURWOGONDO 4 / 19

BAB II PENGERTIAN DAN TUJUAN LABORATORIUM RUMAH SAKIT A. Pengertian Laboratorium klinik adalah sarana kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan di bidang hematologi, kimia klinik, mikrobiologi klinik, parasitologi klinik, imunologi klinik, patologi anatomi dan atau bidang lain yang berkaitan dengan kepentingan kesehatan perorangan terutama untuk menunjang upaya diagnosis penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan (Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 364/MENKES/SK/III/2003). B. Tujuan 1. Menyaring berbagai penyakit dan mengarahkan tes ke penyakit tertentu. 2. Menegakkan atau menyingkirkan diagnosis. 3. Memastikan diagnosis dari diagnosis dugaan. 4. Menentukan beratnya penyakit. 5. Menentukan tahap penyakit. 6. Membantu menentukan rawat inap. 7. Membantu dalam menentukan terapi atau pengelolaan dan pengendalian penyakit. 8. Membantu ketepatan terapi. 9. Memonitor terapi. 10. Menghindari kesalahan terapi dan pemborosan obat setelah ditemukan diagnosis. 11. Membantu mengikuti perjalanan penyakit. 12. Memprediksi atau menentukan ramalan (prognosis) penyakit. 13. Membantu menentukan pemulangan pasien rawat inap. 14. Mengetahui status kesehatan umum (general check up). RSU PURWOGONDO 5 / 19

BAB III STANDAR KETENAGAAN A. Kualifikasi dan Distribusi Sumber Daya Manusia Kualifikasi dan distribusi pegawai perlu dilakukan dalam merencanakan kebutuhan tenaga laboratorium.sedangkan distribusi Sumber Daya Manusia adalah tindakan pengelompokan pegawai sesuai dengan ilmu dan daya kompetisi yang dimiliki. Struktur ketenagaan di laboratorium : 1. Penanggung jawab Laboratorium a. Kompetensi : Dokter spesialis patologi klinik Dokter umum yang berkompeten dalam bidang Laboratorium Klinik. b. Tugas : Sebagai penanggung jawab atas pemeriksaan yang dilakukan oleh Laboratorium Rumah Sakit. c. Kebutuhan Sejumlah 1 orang 2. Kepala Instalasi Laboratorium a. Kompetensi : Minimal lulusan D III Analis Kesehatan yang berpengalaman sekurang-kurangnya 1 tahun dalam bidang Laboratorium Klinik. b. Tugas : Mengoraganisir, mengatur serta mengontrol kinerja dari staff Laboratorium, agar pemeriksaan tetap berjalan dengan baik. c. Kebutuhan : Sejumlah 1 orang 3. Staff Laboratorium a. Kompetensi : Minimal lulusan DIII Analis Kesehatan untuk Laborat dan DI Transfusi / Analis kesehatan untuk Bank Darah b. Tugas : Melaksanakan pemeriksaan specimen dan uji cocok serasi RSU PURWOGONDO 6 / 19

c. Kebutuhan : Sejumlah 5 orang 4. Staff administrasi a. Kompetensi : Minimal lulusan SMA atau sederajat yang berpengalaman dalam bidang rumah sakit sekurang-kurangnya 1 tahun. b. Tugas : Melaksanakan administrasi laboratorium. c. Kebutuhan : Sejumlah 2 orang B. Pengaturan Jaga (Jadwal Pelayanan Laboratorium) 1. Jadwal : a. Setiap hari kerja b. Sift 24 jam 2. Pengaturan jaga : a. Shiff pertama : pukul 07.00 WIB - 14.00 WIB. b. Shiff kedua : pukul 14.00 WIB - 20.00 WIB. c. Shiff ketiga : pukul 20.00 WIB - 07.00 WIB 3. Pelayanan gawat darurat a. Setiap hari b. 24 jam RSU PURWOGONDO 7 / 19

BAB III STANDAR FASILITAS A. Standar Fasilitas 1. Tatanan Ruang Laboratorium Tatanan ruang laboratorium terdiri dari : a. Ruang Sampling b. Ruang Pemeriksaan Hematologi c. Ruang Pemeriksaan Kimia Klinik d. Ruang Pemeriksaan Mikrobiologi e. Ruang Pemeriksaan Urinalisa f. Ruang Pemeriksaan Imunoserologi g. Ruang Penyimpanan/Gudang h. Ruang Administrasi / Tata Usaha i. Ruang Bank Darah j. Ruang Tunggu Pasien Rawat Jalan k. Ruang Makan l. Ruang Jaga Karyawan m. Kamar Mandi 2. Alat dan Bahan Pemakaian a. Pemeriksaan Darah 1) Hematologi darah rutin : - Hematology Analyzer - Tabung - Rak Tabung - Clinipete - Yellow tip & Blue tip - Fotometer - Mikroskop - Bilik hitung - Centrifuge - Obyek glass & Deck glass b. Pemeriksaan Urine - Stick Urine - Obyek glass RSU PURWOGONDO 8 / 19

- Deck glass - Mikroskop - Tabung reaksi - Centrifuge. c. Pemeriksaan Feces - Obyek glass - Deck glass - Mikroskop. d. Pemeriksaan Dahak - Inkas - Obyek glass - Jarum ose - Lampu spirtus - Korek api&rak pemanggang. RSU PURWOGONDO 9 / 19

BAB IV TATA LAKSANA PELAYANAN A. Pendaftaran dan Pelayanan PASIEN PENDAFTARAN RAWAT INAP RAWAT JALAN KLINIK UGD LABORATORIUM HASIL REKAM MEDIS REGISTER RAWAT INAP RAWAT JALAN KLINIK KANTOR PERAWAT UGD PASIEN SELESAI B. Pengelolaan Spesimen Seperti kita ketahui bersama bahwa semua bahan pemeriksaan seperti darah, urin, feces, sputum dan lain-lain yang berasal dari pasien merupakan bahanbahan yang sangat infeksius.agar para petugas laboratorium dan para perawat tidak terinfeksi serta lingkungan tidak tercemari oleh bahan-bahan dan sisi bahan infeksius maka diperlukan pengelolaan spesimen dengan baik. RSU PURWOGONDO 10 / 19

Cara pengelolaan spesimen : - Pelabelan identitas pasien juga sangat penting yaitu meliputi nama, nomor RM, umur, jenis kelamin juga alamat pasien agar tidak terjadinya spesimen yang tertukar - Spesimen berisiko tinggi (HIV, Hepatitis) sebaiknya disertai tanda khusus pada label - Specimen dahak kedalam inkas dan ditutup, setelah pengerjaan BTA segera disinar dengan sinar UV. - Bahan yang tumpah segera dibersihkan dengan desinfektan. - Sebelum dicuci, bekas spesimen direndam dalam larutan desinfektan atau disterilkan. - Untuk serum yang ikterus atau HBsAg positif harus dipisahkan tersendiri dan diberi desinfektan sebelum dibuang atau dicuci. - Petugas mencuci tangan dengan desinfektan setiap habis kontak dengan bahan infeksius atau setelah selesai bekerja. C. Pemeriksaan Laboratorium 1. Persiapan Pasien 2. Pengambilan Sampel 3. Penanganan Sampel 4. Pengiriman Sampel 5. Pemeriksaan 6. Penilaian/Interpretasi hasil 7. Pencatatan Hasil D. Pengelolaan Limbah 1. Pemisahan dan Pengurangan (separation and reduction) - Limbah harus dipisahkan dari sumbernya - Semua limbah beresiko tinggi hendaknya diberi label jelas 2. Pengumpulan dan Penampungan (collection) - Limbah dikumpulkan dan ditampung sesuai dengan jenis limbah 3. Pengangkutan (transportation) - Pengangkutan limbah Laboratorium harus hati-hati - Memperhatikan pola penularan penyakit RSU PURWOGONDO 11 / 19

4. Pembuangan dan Pemusnahan (disposal and insineration) - Limbah dimusnahkan dengan jalan dibakar E. Laporan dan Arsip Semua hasil pemeriksaan dari laboratorium RSU Purwogondo diarsip dalam buku register dan buku rekam medis. Kemudian dari buku register dirangkum kedalam buku laporan bulanan dan tahunan, yang kemudian dari hasil laporan tersebut dapat dibuat grafik perbandingan jumlah pemeriksaan setiap bulan dan setiap tahunnya. Sehingga dapat dilihat pekembangan laboratorium tiap tahunnya. F. Pemeliharaan dan Kalibrasi Alat Pemeliharaan dan kalibrasi dilakukan untuk memperoleh kondisi alat yang optimal dalam pemakaianya, sehingga diperoleh kualitas produksi pemeriksaan yang terpercaya serta adanya keamanan dalam bekerja. Karena sebagian besar alat laboratorium diadakan dengan sistem KSO (Kerjasama Operasional) maka maintenance dan kalibrasi alat menjadi tanggung jawab pemilik alat. Pemeliharaan alat secara harian menjadi tanggung jawab personil laboratorium, terutama yang sedang bertugas. Frekuensi pemeliharaan alat tergantung keadaan dan kebutuhan alat, yang dapat dilakukan setiap hari, setiap minggu sekali maupun setiap bulan sekali. Pemeliharaan alat-alat laboratorium RSU Purwogondo dilakukan secara berkala.ada yang dilakukan setiap hari, setiap bulan dan setiap 3 bulan.pemeliharaan alat setiap hari misalnya pencucian tabung kaca setelah digunakan untuk pemeriksaan. Pemeriksaan Quality Control (QC) dilakukan setiap hari pada alat Hematology Analyzer dan dilakukan maintenance tiap bulan oleh tekhnisi yang berwenang. Standarisasi fotometer dilakukan setiap hari dan atau setiap ganti reagent.sedangkan untuk kalibrasi fotometer dilakukan setiap tiga bulan. G. Troubleshooting Dalam melakukan pemeriksaan seringkali terjadi suatu ketidakcocokan hasil, malfungsi alat ataupun kondisi yang tidak kita inginkan yang mungkin disebabkan oleh karena adanya gangguan pada peralatan. Untuk itu perlu RSU PURWOGONDO 12 / 19

adanya pemecahan masalah (troubleshooting). Troubleshooting adalah proses atau kegiatan untuk mencari penyebab terjadinya penampilan alat yang tidak memuaskan dan memilih cara penanganan yang benar untuk mengatasinya. Makin canggih suatu alat akan makin kompleks permasalahan yang mungkin terjadi. Biasanya masing-masing alat dilengkapi dengan buku panduan penggunaan alat, termasuk troubleshooting jika ada sesuatu gangguan pada alat. Dalam kondisi dimana troubleshooting tidak mampu dilakukan sendiri, maka pihak laboratorium akan menghubungi teknisi untuk memecahkan masalah. Adanya lebih dari 1 alat juga bisa menjadi solusi, jika alat yang 1 sedang tidak bisa dipakai maka bisa dipakai alat lain sehingga pelayanan tidak terganggu. H. Pelayanan Rujukan Beberapa parameter pemeriksaan belum bisa dikerjakan di Laboratorium Rumah Sakit Umum Purwogondo seperti pemeriksaan histopatologi, sitologi, FT4, TSH, Hb Elektroforesa, dll. Dalam hal ini, sampel akan dikirim ke laboratorium rujukan yang sudah ditunjuk secara resmi oleh rumah sakit karena beberapa pertimbangan, misalnya laboratorium tersebut harus memenuhi standar, undang-undang dan peraturan serta mempunyai reputasi yang baik. Dalam hal ini, yang ditunjuk oleh rumah sakit adalah Laboratorium CITO. Pengambilan sampel dan pengiriman hasil dilakukan oleh petugas dari Laboratorium CITO. RSU PURWOGONDO 13 / 19

BAB V LOGISTIK Pengadaan bahan-bahan logistik Laboratorium Rumah Sakit Purwogondo dilakukan sesuai dengan barang apa saja yang dibutuhkan. Unit Laboratorium mempunyai perancanaan pemesanan bahan logistik sesuai dengan jumlah pasien dan jumlah pemeriksaan yang dilakukan setiap harinya.bahan logistik ada yang bisa langsung diambil di apotik dan ada yang langsung dipesan ke bagian logistik. 1. Minta ke Apotik : - Spuit - Handscoon - Kapas - Aquadest - Alkohol - Hypafic 2. Minta ke Logistik : - Reagent - Peralatan Lab : Tabung reaksi, obyek glass, deck glass, dll. RSU PURWOGONDO 14 / 19

BAB VI KESELAMATAN PASIEN A. Pengertian Keselamatan pasien adalah daya dan upaya yang dilakukan petugas laboratorium ketika melakukan sampling atau pengambilan specimen agar pasien merasa aman dan terhindar dari kecelakaan yang mengakibatkan pasien kesakitan. B. Tujuan 1. Pasien merasa aman ketika dilakukan pengambilan darah. 2. Menghindari kesakitan yang lebih besar ketika dilakukan pengambilan darah. 3. Diperoleh specimen yang representative. C. Tata Laksana Keselamatan Pasien 1. Petugas Laboratorium memberikan penjelasan pada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan. 2. Dalam mengambil sampel darah pasien dikondisikan dalam posisi yang nyaman, bisa duduk atau berbaring. 3. Dalam mengambil darah menggunakan tourniquet sebagai pembendung, dan mengintruksikan pada pasien agar tangannya tetap lurus dan mengepal ketika pengambilan darah berlangsung. 4. Menusukkan jarum dan semprit pada kulit dengan sudut ± 30 sampai jarum masuk kedalam lumen vena. 5. Melepaskan tourniquet dan menaruh kapas di atas jarum kemudian mencabutnya. 6. Dengan kapas tersebut tempat tusukan ditekan selama beberapa menit agar darah tidak mengalir dan jangan menekuk tangan karena akan terjadi hematoma. RSU PURWOGONDO 15 / 19

BAB VII KESELAMATAN KERJA Alat Pelindung Diri Dalam Bekerja di Laboratorium 1. Pakaian kerja atau jas laboratorium. Fungsi : pelindung tubuh dari bahan kimia atau spesimen. 2. Alat pelindung pernafasan (Masker) Fungsi : mencegah penularan penyakit lewat udara dan melindungi dari bau yang menyengat. 3. Sarung Tangan (Handscoon) Fungsi : mencegah penularan penyakit dari spesimen yang infeksius dan melindungi tangan dari bahan-bahan kimia yang merusak tangan. RSU PURWOGONDO 16 / 19

BAB VIII PENGENDALIAN MUTU Upaya pengendalian mutu pelayanan laboratorium klinik merupakan serangkaian kegiatan yang komprehensif dan integral yang menyangkut struktur, proses dan outcome secara obyektif, sistematik dan berlanjut, memantau dan menilai mutu dan kewajaran pelayanan terhadap pasien. Sasaran upaya meningkatkan mutu pelayanan laboratorium di rumah sakit adalah : a. meningkatkan kepuasan pelanggan (pasien, dokter dan pemakai jasa laboratorium lainnya) b. meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan laboratorium c. meningkatkanefisiensi penggunaan sumber daya yang dimiliki. Cakupan kegiatan peningkatan mutu meliputi : a. Kegiatan teknis laboratorium - Pemantapan Mutu Internal (pra-analitik, analitik, pasca-analitik) - Pemantapan Mutu Eksternal. b. Kegiatan yang bersifat administrasi - Pendaftaran pasien / spesimen - Pelayanan administrasi keuangan - Pelayanan hasil pemeriksaan. c. Manajemen laboratorium - Pemberdayaan sumber daya yang ada - Penatalaksanaan logistik dan, - Pemberdayaan SDM. Tahap tahap pemeriksaan Laboratorium : A. Pra Analitik Proses pra-analitik dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu pra-analitik ekstra laboratorium dan intra laboratorium. Proses tersebut meliputi : 1. Persiapan Pasien 2. Persiapan Pengumpulan spesimen 3. Pengambilan Sampel 4. Penanganan Spesimen 5. Pengiriman Sampel ke Laboratorium RSU PURWOGONDO 17 / 19

B. Analitik Analitik adalah proses mengerjakan spesimen sesuai dengan permintaan yang diminta oleh dokter atau pasien sendiri. Specimen diperiksa sesuai dengan standar prosedur yang ada. C. Pasca Analitik Proses pasca analitik meliputi pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium. D. Pemantapan Mutu Eksternal (PME) PME harus dilaksanakan sebagaimana kegiatan pemeriksaan yang biasa dilakukan oleh petugas yang biasa melakukan pemeriksaan dengan reagen/peralatan/metode yang biasa digunakan sehingga benar-benar dapat mencerminkan penampilan laboratorium tersebut yang sebenarnya.setiap nilai yang diperoleh dari penyelenggara harus dicatat dan dievaluasi untuk mempertahankan mutu pemeriksaan atau perbaikan-perbaikan yang diperlukan untuk peningkatan mutu pemeriksaan. RSU PURWOGONDO 18 / 19

BAB IX PENUTUP Buku pedoman ini kami susun semampu kami dan kami sesuaikan dengan keadaan dan kondisi peralatan yang ada di Rumah Sakit Purwogondo. Kami sadari bahwa buku ini jauh dari sempurna, namun harapan kami agar buku pedoman ini dapat digunakan untuk menunjang kelancaran tugas pelayanan di Laborat Rumah Sakit Umum Purwogondo, sehingga hasilnya dapat mendukung diagnosa dan pengobatan yang dilakukan dalam pelayanan pasien dapat lebih tepat dan akurat.dengan harapan kesembuhan pasien serta kepuasan pelanggan dapat tercapai maksimal sesuai dengan harapan Rumah Sakit Umum Purwogondo. Untuk itu masukan dan kritik yang bersifat membangun kami harapkan agar dapat menjadi bahan evaluasi kami bersama. Evaluasi bersama akan secara teratur kami laksanakan guna perbaikan teknik pemeriksaan pelayanan dan up grade peralatan sesuai dengan perkembangan ilmu yang ada. Dan tentunya kami akan mengadakan perbaikan-perbaikan sesuai dengan kebutuhan yang ada. RSU PURWOGONDO 19 / 19