BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Dramaga, Bogor. Pemilihan lokasi ini dilakukan purposive atau secara sengaja dengan pertimbangan bahwa terdapat univeritas negeri yang banyak memiliki mahasiswa yang memainkan game online sehingga diduga banyak responden di wilayah Dramaga. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Bulan Juni 009. Pengolahan data dan hasil penulisan laporan selanjutnya dilakukan pada Bulan Juli sampai dengan Bulan September 009.. Teknik Pemilihan Responden Populasi sampel penelitian ini adalah mahasiswa memainkan game online yang masih kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dapat disebut para pemain games atau disebut juga Gamers. Karakteristik dari sampel penelitian adalah mahasiswa pemain game online. Responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 0 orang mahasiswa. Pemilihan lokasi didasarkan pertimbangan mahasiswa karena lokasi tersebut dekat dengan kampus. Berdasarkan karakteristik yang telah ditentukan, maka teknik sampling yang digunakan adalah gabungan antara purposive sampling dan teknik snowballing. Purposive sampling adalah pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan. Dalam bahasa sederhana purposive sampling itu dapat dikatakan sebagai secara sengaja mengambil sampel tertentu sesuai persyaratan (sifat-sifat, karakteristik, ciri, kriteria) sampel (Amirin, 009). Snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel dari populasi yang tidak jelas keberadaaan anggotanya
dan tidak pasti jumlahnya dengan cara menemukan satu sampel, untuk kemudian dari sampel tersebut dicari keterangan mengenai keberadaan sampel lain, terus demikian secara berantai (Amirin, 009). Responden diambil dengan teknik purposive sampling yang memiliki karakteristik mereka adalah mahasiswa yang memainkan game online dan digunakan teknik snowball sampling untuk menemukan responden yang mengalami kecanduan game online.. Teknik Pengumpulan Data Proses penyusunan instrumen penelitian mengenai penelitian eksploratif game online di kalangan mahasiswa melalui beberapa tahap. Karakteristik mahasiswa yang memainkan game online menggunakan kuisioner dengan menggunakan pertanyaan terbuka dan tertutup yang berhubungan dengan indikator kecanduan game online. Untuk mengetahui Gamers yang mengalami kecanduan game online menggunakan kuisioner dengan pertanyaan mengenai hal yang berhubungan dengan indikator kecanduan game online yang tercantum dalam satu kuisioner. Selain itu, digunakan panduan pertanyaan dengan melakukan wawancara mendalam untuk memperoleh jawaban yang tidak didapat dari pertanyaan kuisioner..4 Teknik Pengolahan dan Analisis Data Data yang diperoleh mengenai karakteristik mahasiswa kecanduan game online dengan menggunakan tabel frekuensi. Tabel frekuensi digunakan untuk melihat frekuensi tertinggi dari kategori kecanduan game online. Kemudian, kategori tersebut dijadikan dasar untuk merumuskan suatu tipologi Gamers. Data kualitatif yang diperoleh dari wawancara digunakan untuk mendukung data-data dari pengisian kuisioner yang disajikan diintegrasikan dengan hasil kuisioner lalu
ditarik kesimpulan. Selain itu, digunakan indikator kecanduan untuk menentukan tipologi Gamers. Indikator tersebut yaitu pola bermain (tempat bermain, pengeluaran game online, waktu bermain game online, jenis game, faktor pengontrol, dan kesenangan bermain), pola mengurus diri (pola makan, membersihkan tempat tinggal, dan pola tidur), pola interaksi sosial (interaksi dengan keluarga, interaksi dengan teman, dan luas minat kegiatan), pola perilaku akademis (kelalaian kegiatan akademis, dan indeks prestasi kumulatif). Analisis indikator dilakukan secara deskriptif dengan memberikan skor atau nilai setiap variabel indikator sehingga terdapat range dari rendah hingga tinggi dari setiap variabel. Range tersebut diberikan nilai untuk menentukan penggolongan tipe Gamers ke dalam tipologi Gamers. Tabel. Indikator Kecanduan Game online Indikator Keterangan Range Nilai Pola Bermain Rendah < 4-0 > Pola Mengurus Diri Pola Interaksi Sosial Pola Perilaku Akademis Rendah Rendah Rendah <4 5-6 >6 <6 8-0 > < 4-5 >6
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI 4. Institut Pertanian Bogor (IPB) Institut Pertanian Bogor (IPB) terletak di Kecamatan Dramaga. IPB merupakan salah satu Universitas terbesar di Indonesia yang terkenal dengan basis pertaniannya. IPB memiliki sistem mayor minor dengan program S sebanyak 5 Mayor yang tersebar dalam 9 Fakultas. Syarat untuk kelulusan di IPB adalah mahasiswa harus menyelesaikan minimal 44 sks yang ditempuh maksimal selama 4 semester. Biaya perkuliahan di IPB menggunakan subsidi silang yang disesuaikan dengan penghasilan yang dimiliki oleh orang tua mahasiswa sehingga biaya per semester tiap mahasiswa berbeda-beda tergantung jumlah sks yang mereka ambil dan penghasilan orang tua mereka. Pada tahun ini minimal biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp 500.000,00 dan maksimal biaya yang harus mereka keluarkan adalah Rp.000.000,00 per semesternya. Kehidupan Kampus Kampus IPB terletak di wilayah Barat perbatasan Kota Bogor dan Kabupaten Bogor yang berjarak dua kilometer dari terminal Bubulak dan Laladon dan dikelilingi oleh 4 desa lingkar kampus yang memiliki sekitar 00 rumah kontrakan atau indekos untuk dihuni hampir 5.000 mahasiswa IPB. Bagi mahasiswa baru IPB tingkat satu diwajibkan untuk tinggal di asrama yang dapat menampung 000 orang mahasiswa putra dan putri. Berdekatan dengan asrama tersebut tersedia kantin, cafeteria, rumah makan, wartel, rental komputer, apotik dan kios atau toko untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di asrama tersebut,
000 mahasiswa tingkat setiap tahunnya diharuskan tinggal di asrama dan wajib mengikuti pola pembinaan yang dikenal dengan PPAMB (Pola Pembinaan Akademik dan Multibudaya). Ke-000 mahasiswa baru tersebut berasal dari seluruh pelosok Indonesia karena IPB menganut sistem USMI (ujian Seleksi Masuk IPB) atau penjaringan masuk ke IPB sejak dari sekolah lanjutan atas proporsinya lebih besar dibandingkan dengan UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Negeri) ataupun penjaringan calon mahasiswa berprestasi dalam bidang terterntu. Pendampingan terhadap mahasiswa baru tidak hanya dengan pendekatan program dan kepengurusan Asrama TPB-IPB, tetapi di IPB juga tersedia Tim Bimbingan Konseling, yang terdiri dari dosen-dosen senior IPB. Para mahasiswa dapat curhat segala urusan dengan Tim BK ini. Fasilitas Kampus Untuk melayani informasi yang lengkap dan mutakhir kepada mahasiswa, IPB memiliki perpustakaan yang terkategori lima besar di Indonesia yang dilengkapi dengan IPB electronic library (www.ipb.ac.id). Cyber Mahasiswa dengan 800 komputer, sistem jaringan serat optik dan hot-spot untuk mengakses internet di beberapa lokasi kampus. Untuk menunjang kesejahteraan mahasiswa di dalam kampus disediakan asrama untuk mahasiswa tingkat persiapan bersama dengan kapasitas 000 orang. Selain itu ada asrama IPB yang lain dengan kapasitas mencapai 500 orang. Di sekeliling kampus terdapat Bank dan ATM, Kantor Pos, Poliklinik, sarana ibadah, bus keliling kampus dan jalan sepeda kampus. Adapun untuk menunjang pengembangan bakat dan minat, di dalam kampus IPB Darmaga disediakan Gymnasium, Pusat Kegiatan Mahasiswa,
4 Gedung Olah Raga, Plaza Akademik serta peralatan kesenian. Asrama TPB IPB merupakan potret lain dalam kehidupan berasrama. Lingkungan kampus yang didukung dengan sarana dan prasarana kegiatan akademis seperti adanya toko penjualan buku-buku dan alat tulis, warung makan, rental komputer, Warnet, dan fotokopi. Sarana dan prasarana yang tersedia dengan harga mahasiswa atau dapat dikatakan harganya berbeda dengan tempat lain yang jauh dari lokasi kampus dengan kualitas pelayanan yang tidak jauh beda dengan tempat-tempat lainnnya. 4. Game Center Berdasarkan observasi di sekitar lingkungan kampus terdapat 0 game center disamping warnet (±50 lokasi) yang tersebar di lingkar kampus. Game center pada umumnya satu tempat dengan lainnya berjauhan dan memiliki fasilitas yang berbeda-beda misalkan ada yang menjual makanan, ruangan ber AC, menyediakan tempat lesehan dan ada juga yang menyediakan kursi atau sofa. Hal ini mempengaruhi bagaiamana ketertarikan mahasiswa untuk bermain game di tempat tersebut. Namun sebagian besar game center tersebut menawarkan fasilitas yang dicari oleh para mahasiswa yaitu spesifikasi komputer yang menunjang untuk bermain game online, lokasi yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka, dan berdekatan dengan warung makan serta ada fasilitas toilet. Harga yang mereka tawarkan berbeda-beda untuk setiap tempat yaitu dari Rp.500,00 sampai Rp 5.000,00 per jam. Game center pun mengenal dengan permainan paket yaitu mereka dapat bermain game online lebih murah jika mereka bermain pada jam-jam tertentu (antara jam.00-09.00). Game center umumnya memiliki jam operasional 4 jam perhari dan 7 hari perminggu. Pembayaran
permainan game online dikenal dua jenis yaitu membayar langsung atau tunai dan pembayaran secara hutang yang tak terbatas. Bila tidak sanggup membayar hutang sanksinya adalah dipukuli dan dilarang main ditempat yang sama Hal ini yang mendukung mahasiswa untuk terus bermain game online karena ketika mereka sudah tidak memiliki uang untuk bermain game online maka mereka dapat berhutang kepada pemilik game center. Untuk menghindari hutang yang tak terbayar ada mahasiwa yang membatasi maksimal hutangnya adalah Rp 50.000,00 per bulan sehingga setiap akhir bulan dia sanggup membayar setelah menerima uang bulanan dari Orangtua. Ada juga yang mencicil hutangnya, dalam hal ini mahasiswa yang memiliki hutang tidak dipukuli atau dilarang bermain di tempat tersebut karena dianggap masih mempunyai itikat baik untuk melunasi hutangnya.