ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN KANKER TESTIS

dokumen-dokumen yang mirip
LAPORAN PENDAHULUAN ANEMIA

LAPORAN PENDAHULUAN HEPATOMEGALI

CATATAN PERKEMBANGAN. vital. posisi semi fowler. tenang.

Kanker Prostat. Prostate Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

RENCANA KEPERAWATAN NO DIANGOSA KEPERAWATAN DAN KOLABORASI NOC NIC

Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium, diantaranya:

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN DEMAM CHIKUNGUNYA Oleh DEDEH SUHARTINI

Kanker Paru-Paru. (Terima kasih kepada Dr SH LO, Konsultan, Departemen Onkologi Klinis, Rumah Sakit Tuen Mun, Cluster Barat New Territories) 26/9

LAPORAN PENDAHULUAN. PADA PASIEN DENGAN KASUS CKR (Cedera Kepala Ringan) DI RUANG ICU 3 RSUD Dr. ISKAK TULUNGAGUNG

Limfoma. Lymphoma / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

Kanker Payudara. Breast Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

LAPORAN PENDAHULUAN Soft Tissue Tumor

Kekurangan volume cairan b.d kehilangan gaster berlebihan, diare dan penurunan masukan

Kanker Testis. Seberapa tinggi kasus kanker testis dan bagaimana kelangsungan hidup pasiennya?

2. Pengkajian Kesehatan. a. Aktivitas. Kelemahan. Kelelahan. Malaise. b. Sirkulasi. Bradikardi (hiperbilirubin berat)

BAB V PENUTUP. Setelah menguraikan asuhan keperawatan pada Ny. W dengan post

ASUHAN KEPERAWATAN CA.LAMBUNG

BAB I PENDAHULUAN. dan akhirnya bibit penyakit. Apabila ketiga faktor tersebut terjadi

BAB IV PEMBAHASAN A. PENGKAJIAN PERTAMA (11 JUNI 2014) obyektif serta data penunjang (Muslihatun, 2009).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN GASTRITIS PADA LANSIA

Kanker Darah Pada Anak Wednesday, 06 November :54

Maulana Akbar I. Limfoma Maligna

Bagian Keperawatan. Maternitas PSIK FK UNAIR

Universitas Sumatera Utara

Data Demografi. Ø Perubahan posisi dan diafragma ke atas dan ukuran jantung sebanding dengan

BAB I PENDAHULUAN. menyebar pada organ tubuh yang lain (Savitri et al, 2015). Penyakit

Kanker Usus Besar. Bowel Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

BAB 2 DEFINISI, ETIOLOGI, KLASIFIKASI, DAN STADIUM EWING S SARCOMA. pada jaringan lunak yang mendukung, mengelilingi, dan melindungi organ tubuh.

BAB I PENDAHULUAN. uteri. Hal ini masih merupakan masalah yang cukup besar dikalangan masyarakat Di

1. ASUHAN IBU SELAMA MASA NIFAS

PENGKAJIAN PNC. kelami

Implementasi dan Evaluasi Keperawatan No. Dx. Tindakan dan Evaluasi

haluaran urin, diet berlebih haluaran urin, diet berlebih dan retensi cairan beserta natrium ditandai dengan - Pemeriksaan lab :

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Gangguan pada sistem pernafasan merupakan penyebab utama

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DIABETES INSIPIDUS

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN USU FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS

Materi 13 KEDARURATAN MEDIS

5. Pengkajian. a. Riwayat Kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. Kanker payudara adalah keganasan yang terjadi pada sel-sel yang terdapat

LAPORAN KASUS / RESUME DIARE

Thalassemia. Abdul Muslimin Dwi Lestari Dyah Rasminingsih Eka Widya Yuswadita Fitriani Hurfatul Gina Indah Warini Lailatul Amin N

Tema Lomba Infografis Community TB HIV Care Aisyiyah 2016

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. R DENGAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN : GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG MELATI 1 RSDM MOEWARDI SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. Pembedahan merupakan suatu tindakan pengobatan yang menggunakan. cara invasif dengan membuka dan menampilkan bagian tubuh yang akan

A. lisa Data B. Analisa Data. Analisa data yang dilakukan pada tanggal 18 April 2011 adalah sebagai. berikut:

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN ASIDOSIS RESPIRATORI

BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian dilakukan pada tanggal 8 Mei 2007 jam : Jl. Menoreh I Sampangan Semarang

LAMPIRAN. : Penghilangan dengan jalan pembedahan jaringan atau organ. : Suatu kelenjar yang sejenis dengan amandel yang

Kanker Prostat - Gambaran gejala, pengujian, dan pengobatan

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN CA OVARIUM DI RUANG B3 GYNEKOLOGI RS Dr. KARIADI SEMARANG

BAB I KONSEP DASAR. saluran usus (Price, 1997 : 502). Obserfasi usus aiau illeus adalah obstruksi

LAPORAN KASUS BEDAH SEORANG PRIA 34 TAHUN DENGAN TUMOR REGIO COLLI DEXTRA ET SINISTRA DAN TUMOR REGIO THORAX ANTERIOR

BAB I KONSEP DASAR. dalam kavum Pleura (Arif Mansjoer, 1999 : 484). Efusi Pleura adalah

APA ITU TB(TUBERCULOSIS)

ETIOLOGI : 1. Ada 5 kategori virus yang menjadi agen penyebab: Virus Hepatitis A (HAV) Virus Hepatitis B (VHB) Virus Hepatitis C (CV) / Non A Non B

BAB I KONSEP DASAR. dapat dilewati (Sabiston, 1997: 228). Sedangkan pengertian hernia

LAPORAN NURSING CARE INKONTINENSIA. Blok Urinary System

: Ikhsanuddin Ahmad Hrp, S.Kp., MNS. NIP : Departemen : Kep. Medikal Bedah & Kep. Dasar

LAPORAN PENDAHULUAN Konsep kebutuhan mempertahankan suhu tubuh normal I.1 Definisi kebutuhan termoregulasi

APPENDISITIS. Appendisitis tersumbat atau terlipat oleh: a. Fekalis/ massa keras dari feses b. Tumor, hiperplasia folikel limfoid c.

BAB I PENDAHULUAN. ini terdapat diseluruh dunia, bahkan menjadi problema utama di negara-negara

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN CA SERVIKS DI RUANG MAWAR RS. Dr. H. KOESNADI BONDOWOSO N A M A : RIA ROHMA WATI N I M :

PMR WIRA UNIT SMA NEGERI 1 BONDOWOSO Materi 3 Penilaian Penderita

C. Penyimpangan Tidur Kaji penyimpangan tidur seperti insomnia, somnambulisme, enuresis, narkolepsi, night terrors, mendengkur, dll

BAB III ANALISA KASUS

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Payudara Thursday, 14 August :15

BAB I PENDAHULUAN. keganasan yang berasal dari sel epitel yang melapisi daerah nasofaring (bagian. atas tenggorok di belakang hidung) (KPKN, 2015).

BAB I PENDAHULUAN. Kanker merupakan penyakit yang menakutkan karena berpotensi menyebabkan

BAB I TINJAUAN TEORI. Suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah diastolic>90

DEFENISI Kanker hati adalah penyakit kronis pada hepar dengan inflamasi dan fibrosis hepar yang mengakibatkan distorsi struktur hepar dan hilang nya

ASUHAN KEPERAWATAN DEMAM TIFOID

nonfarmakologi misalnya, teknik

BAB I PENDAHULUAN. mengi, sesak nafas, batuk-batuk, terutama malam menjelang dini hari. (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2006).

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

Tentang Penyakit SIPILIS dan IMPOTEN...!!! Posted by AaZ - 12 Aug :26

III. RIWAYAT KESEHATANSEKARANG A.

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN POST PARTUM RETENSIO PLACENTA

Lampiran 1 FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS I. BIODATA IDENTITAS PASIEN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA USILA DENGAN GANGGUAN SISTEM CARDIOVASKULER (ANGINA PECTORIS)

Deteksi dan Diagnosa Dini Ca. Colon - Rectum

Kanker Rahim - Gejala, Tahap, Pengobatan, dan Resiko

THALASEMIA A. DEFINISI. NUCLEUS PRECISE NEWS LETTER # Oktober 2010

Kadang kanker paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang

TUGAS MADIRI BLADDER TRAINING

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTEK KOMPREHENSIF I DENGAN DIAGNOSA MEDIS PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK)

ASUHAN KEPERAWATAN. Latar belakang pendidikan. : Perumahan Pantai Perak gang 3 no 21 Semarang. Tanggal masuk RS : 6 September 2013 Diagnosa medis

Anatomi System Endokrin

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Bab IV Memahami Tubuh Kita

aureus, Stertococcus viridiansatau pneumococcus

BAB I PENDAHULUAN. langsung, kelelahan otot, atau karena kondisi-kondisi tertentu seperti

Leukemia. Leukemia / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

BAB I PENDAHULUAN. peradangan sel hati yang luas dan menyebabkan banyak kematian sel. Kondisi

BAB III RESUME ASUHAN KEPERAWATAN

PATHWAY THALASEMIA. Mutasi DNA. Produksi rantai alfa dan beta Hb berkurang. Kelainan pada eritrosit. Pengikatan O 2 berkurang

BAB I PENDAHULUAN. dunia. Pada tahun 2012, berdasarkan data GLOBOCAN, International

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN TALASEMIA By Rahma Edy Pakaya, S.Kep., Ns

Kanker Leher Rahim (serviks)

Transkripsi:

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN KANKER TESTIS 1. Definisi Kanker Testis adalah pertumbuhan sel sel ganas didlam testis yang bisa menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjlan di dalam skrtum. 2. Etilgi Penyebab kanker testis belum diketahui namun tercatat beberapa factr resik. Kegagalan penurunan testis kedalam skrtum (kriptrkidisme atau undesensustestis) aka meningkatkan resik berkembangnya kanker testis kular hingga beberapa kali lipat. Testis yang tidak turun dan menetap dalam abdmen memilki resik kanker testiskular yang lebih tinggi daripada yang tertahan dalam kanalis inguinalis. Adapun disebut Sindrm Klinefelter yaitu suatu keadaan yang berkaitan dengan peningkatan resik berkembangnya kanker testis. 3. Epidemilgi Usia puncak sesrang mengidap kanker testis adalah 15-35 tahun. Insiden meningkat perlahan setelah 40 tahun 4. Klasifikasi Terdapat 2 kelmpk besar tumr testicular yaitu Tumr sel GCT (germinal) yang berasal dari sel-sel yang memprduksi sperma dan dibatasi leh tubulus seminefirus dengan jumlah 95% Sex crd tumr yang berasal dari sel-sel penunjang testis spesialis maupun yang nn spesialis dengan jumlah kurang dari 5% Berdasarkan sumber lain dari Internet, kanker testis dikelmpkkan menjadi: Seminma: 30-40 % dari semua jenis tumr testis. Biasanya ditemukan pada pria usia 30-40 tahun dan terbatas pada testis Nn seminma: Merupakan 60% dari semua jenis tumr testis. Dibagi lagi menjadi beberapa subkatagri: - Karsinma Embrinal: Sekitar 20 % dari kanker testis, terjadi pada usia 20-30 tahun dan sangat ganas. Pertumbuhannya sangat cepat dan menyebar ke paru-paru dan hati - Tumr ylk sac: Sekitar 60 % dari semua jenis kanker testis pada anak laki-laki. - Teratma: Sekitar 7% dari kanker testis pada pria dewasa dan 40 % pada anak laki-laki - Tumr sel strma: Tumr yang terdiri dari sel-sel Leydig, sel sertli dan sel granulsa. Tumr ini merupakan 3-4%dari semua jenis tumr testis. Tumr bisa menghasilakan hrmn estradil, yang bisa menyebabkan salah satu gejala kaker testis yaitu ginekmastia 1) Stadium I Kanker belum menyebar ke luar testis, hanya terbatas pada testis, epididmis atau funikulus spermatikus. 2) Stadium II

Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di perut (retrperitneal). Jumlah kelenjar yang terlibat dan ukuran kelenjar selanjutnya akan mencirikan keterlibatan kelenjar limfe retrpertneal. Resik berulang akan meningkat bila kelenjar yang terkena lebih dari 5 dan bila ukuran satu atau lebih kelenjar yang terkena lebih besar daripada 2 cm, resik berulang akan lebih besar lagi bila ukuran kelenjar yang terkena lebih dari 5 cm. 3) Stadium III Kanker telah menyebar ke luar kelenjar getah bening, bisa sampai ke hati atau paru-paru. (Price, Sylvia & Wilsn Lrraine. 2006) Kanker testis memiliki 6 stadium yaitu I : Terbatas pada testis II : mengenai testis dan kelenjar limfe retrperitneal IIa : kelenjar getah bening kurang dari 2 cm IIb : kelenjar getah bening 2-5 cm IIc : kelenjar getah bening lebih dari 5 cm III : metastasis jauh 6. Gejala Testis membesar atau teraba aneh(tidak seperti biasanya) Benjlan atau pembengkakan pada salah satu atau kedua testis Nyeri tumpul di punggung atau perut bagian bawah Ginekmastia Rasa tidak nyaman/rasa nyeridi testis atau skrtum terasa berat 7. Terapy Pengbatan tergantung kepada jenis, stadium dan beratnya penyakit.setelah kanker ditemukan, langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan jenis sel kankernya. Selanjutnya ditentukan stadiumnya: Stadium I : kanker belum menyebar ke luar testis Stadium II : kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di perut Stadium III : kanker telah menyebar ke luar kelenjar getah bening, bisa sampai ke hati atau paruparu. Ada 4 macam pengbatan yang bisa digunakan: 1.Pembedahan : pengangkatan testis (rkiektmi dan pengangkatan kelenjar getah bening (limfadenektmi 2.Terapi penyinaran : menggunakan sinar X dsis tinggi atau sinar energi tinggi lainnya, seringkali dilakukan setelah limfadenektmi pada tumr nn-seminma. Juga digunakan sebagai pengbatan utama pada seminma, terutama pada stadium awal.

3.Kemterapi : digunakan bat-batan (misalnya cisplastin, blemycin danetpsid) untuk membunuh sel-sel kanker. Kemterapi telah meningkatkan angka harapan hidup penderita tumr nn-seminma. 4.Pencangkkan sumsum tulang : dilakukan jika kemterapi telah menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang penderita. Tumr seminma - Stadium I dibati dengan rkiektmi dan penyinaran kelenjar getah bening perut - Stadium II dibati dengan rkiektmi, penyinaran kelenjar getah bening dan kemterapi dengan sisplastin - Stadium III dibati dengan rkiektmi dan kemterapi multi-bat. Tumr nn-seminma: -Stadium I : dibati dengan rkiektmi dan kemungkinan dilakukan limfadenektmi perut - Stadium II : dibati dengan rkiektmi dan limfadenektmi perut, kemungkinan diikuti dengan kemterapi - Stadium III : dibati dengan kemterapi dan rkiektmi. Jika kankernya merupakan kekambuhan dari kanker testis sebelumnya, diberikan kemterapi beberapa bat (ifsfamide, cisplastin dan etpsid atau vinblastin). 8. Pemariksaan fisik Inspeksi: Ukuran, bentuk, warna, lesi skrtum, push, ada perdarahan atau tidak Palpasi: Ada masa atau tidak, ada tidaknya nyeri tekan 9. Pemeriksaan penunjang USG skrtum Pemeriksaan darah untuk petanda tumr AFP (alfa fetprtein), HCG (human chrinic gnadtrphin) dan LDH (lactic dehydrgenase). Hampir 85% kanker nn-seminma menunjukkan peningkatan kadar AFP atau beta HCG. Rntgen dada (untuk mengetahui penyebaran kanker ke paru-paru) CT scan perut (untuk mengetahui penyebaran kanker ke rgan perut) Bipsi jaringan. B. Knsep Dasar Asuhan Keperawatan 1. Pengkajian Ds :

P x mengatakan ada benjlan pada alat kelaminnya P x mengatakan skrtum terasa sesak P x mengeluh nyeri pada skrtum D : Pasien tampak meringis pada saat dilakukan palpasi Pada pemeriksaan hrmn human kariniktrpin dan gnad Terdapat jerawat atau kutil pada penis pasien Dari penis pasien keluar darah B. KONSEP KEPERAWATAN 1. Pengkajian a. Riwayat kesehatan yang lalu Kaji riwayat pribadi atau keluarga tentang penyakit getah bening dan kanker testis sebelumnya. Kaji riwayat pekerjaan klien b. Aktivitas/istirahat Kelelahan, kelemahan, atau malaise umum Kehilangan prduktifitas dan penurunan tleransi latihan Kebutuhan tidur dan istirahat lebih banyak Penurunan kekuatan, jalan lamban, dan tanda lain yang menunjukkan kelelahan. c. Sirkulasi Palpitasi, angina pectris/nyeri dada Takikardia, disritmia Siansis wajah dan leher Ikterus sklera dan ikterik umum sehubungan dengan kerusakan hati dan bstruksi duktus empedu leh pembesaran ndus limfe. Pucat (anemia), diafresis. d. Integritas Eg Stress Ansietas Menarik diri Gelisah e. Eliminasi Perubahan karakteristik urin atau feses Riwayat bstruksi usus f. Makanan dan cairan Anreksia atau kehilangan nafsu makan Disfagia/tekanan pada esphagus Adanya penurunan berat badan g. Nyeri/keamanan Nyeri tekan/nyeri pada ndus limfa yang terkena

Nyeri segera pada area yang terkena setelah minum alkhl h. Pernafasan Dispnea pada kerja atau istirahat; nyeri dada i. Keamanan Adanya infeksi Peningkatan suhu tubuh Kemerahan j. Seksualitas Penurunan libid Perubahan peran Kaji tentang persepsi diri 2. Diagnsa Keperawatan 1) Ggn. Rasa nyaman (nyeri) b.d. ada benjlan pada skrtum ditandai dengan p xtampak meringis 2) Resik perubahan pla eleminasi urine b.d. penekanan pada tubulus seminiferus 3) HDR 4) PK sindrm neurleptik malignan 5) Intleransi aktivitas b.d nyeri pada daerah peritneal 6) Gangguan citra tubuh b.d. penyakit yang dialami 7) Ansietas b.d kurang nya infrmasi ditandai dg kurangnya pengetahuan terhadap prses penyakit 3. Perencanaan N Diagnsa Tujuaan Kriteria hasil Intervensi rasinal 1 agar pasien tidak Setelah diberikan Kaji nyeri untuk mengetahi merasa nyeri tindakan keperawatan tingkat nyeri rasa nyeri yang tehnik ralaksasi dirasakan berkurang dapat mengurani dengan kriteria pasien Ajarkan tehnik rasa yeri tidak meringis lagi relaksasi dapat mengrangi rasa nyeri klabrasi pemberian

analgesik 2 Agar pasien dapat Vlume intake sama dg perhatikan pla dapat berkemih dg nrmalut take berkemih dan awasi mengidentifikasi keluaran urine retensi urine bila berkemih dg sering dalam jumlah sedikit(kurang) menandakan adanya resik infeksi kaji karakteristik urine, perhatikan warna, kejernihan dan bau U/ mengsngkan klabrasi kantung kemih pemasangan kateter bila diidentifikasi/bila pasien tidak mampu berkemih atau tidak nyaman 3 Agar percaya diri Setelah diberikan kaji pengetahuan mengidentifikasi pasien kembali tindakan keperawatan pasien mengenai luas masalah dan percaya diri pasien kndisi dan perlnya intervensi kembali dengan kriteria pengbatan pasien bisa pnyakitnya dapat berssialisasi dengan ajurkan keluarga dan mempertahankan lingkungan disekitar rang terdekat harga diri dan memperlakukan tujuan hidup pasien secara nrmal 4 Agar tidak terjadi Setelah dilakkan pantau tanda dan untuk mengetahui sindrme tindakan keperawatan

Neurleptik malignan pasien tidak mengalami gejala pst kmplikasi yang kmplikasi kemterapi dapat terjadi setelah kemterapi untuk mengetahui kaji tanda-tanda vital kndisi pasien 4. Evaluasi Dx1 : Pasien tidak meringis lagi Dx2 : Pasien dapat berkemih dg nrmal Dx3 : Pasien dapat berssialisasi dengan lingkungan disekitar Dx4 : Pasien tidak mengalami kmplikasi DAFTAR PUSTAKA Brunner & Suddart. 1996. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 Vlume 2. Jakarta : EGC. Denges, Marylynn E. Dkk. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta : EGC Prince, Sylvia A. & Lrraine M. Wilsn. 2006. Patfisilgi. Jakarta : EGC