LAMPIRAN B1 E2 A3 E3 B3

dokumen-dokumen yang mirip
Lampiran 1. Uji Post Hoc One Way Anova Rendemen Kelolosan Tepung Bengkuang "Lokal 1" dan "Lokal 2 dengan Berbagai Perlakuan Pretreatment

I. TINJAUAN PUSTAKA. A. Singkong. belukar tahunan, ubi kayu tumbuh setinggi 1-4 m dengan daun besar yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Beras bahan makanan yang dihasilkan oleh padi. Meskipun sebagai bahan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Sumping merupakan makanan tradisional yang berasal dari Bali, pada di


PEMBUATAN TEPUNG JAGUNG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Durian (Durio zibethinus Murr.) adalah salah satu buah yang sangat popular

Lampiran 1. Syarat Mutu Sosis Daging Menurut SNI

Lampiran 1. Syarat Mutu Tepung Terigu Sebagai Bahan Makanan

Yoghurt Sinbiotik - Minuman Fungsional Kaya Serat Berbasis Tepung Pisang

PRODUKSI GULA CAIR DARI PATI SAGU SULAWESI TENGGARA

Kuisioner Uji Organoleptik. rasa, aroma, keempukan dan total penerimaan dengan memberi tanda cek (v) pada

Standart Mutu Mie Kering Menurut SNI

Lampiran 2. Pembuatan Larutan a. Air Kansui 51,8 g natrium klorida, 2,6 g natrium karbonat, 2,6 g kalium karbonat, dan 3,9 g natrium tripolifosfat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. atau penepungan. Tepung memiliki kadar air yang rendah, hal tersebut

KAJIAN PENERAPAN ALAT PENEPUNG PISANG UNTUK PENINGKATAN NILAI TAMBAH DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

II. TINJAUAN PUSTAKA A. TEPUNG BERAS B. TEPUNG BERAS KETAN

Lampiran 1. HW 15,6517, ST 18,4867, RS 21,8267, RA 19,7017, Total 18,9167 2, DH

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tepung terigu merupakan tepung yang berasal dari bulir gandum. Tepung terigu

II. TINJAUAN PUSTAKA. pembuatan tahu adalah kacang kedelai (Glycine max Merr) dengan kandungan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tapioka merupakan salah satu bentuk olahan berbahan baku singkong, Tepung

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tepung terigu yang ditambahkan dengan bahan bahan tambahan lain, seperti

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Apokat (KBBI: Avokad), alpukat, atau Persea americana Mill merupakan

Sosis ikan SNI 7755:2013

SNI Standar Nasional Indonesia. Filet kakap beku Bagian 1: Spesifikasi

SNI butir A Air Minum Dalam Kemasan Bau, rasa SNI butir dari 12

Deskripsi Ubikayu Varietas Adira 1

Jenis pengujian atau sifat-sifat yang diukur

TARIF LINGKUP AKREDITASI

Kepiting (Scylla Serrata) kulit lunak beku Bagian 1: Spesifikasi

DESKRIPSI VARIETAS UNGGUL UBI KAYU UK-1

DESKRIPSI VARIETAS UNGGUL UBIKAYU UK-1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. produk mie yang dikeringkan hingga mencapai kadar air sekitar 8-10% (Mulyadi

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia (archipelagic state).tiga perempat dari luas wilayah

II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) Mocaf adalah tepung dari ubi kayu atau singkong yang dibuat dengan

WORKSHEET UJI RANGKING HEDONIK

SNI Standar Nasional Indonesia. Ikan tuna dalam kaleng Bagian 1: Spesifikasi

Standar Mutu Bihun Instan Menurut SNI No. Uraian Satuan Persyaratan 1. Keadaan : 1.1. bau 1.2. rasa 1.3. warna

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menyebut tanaman jali dengan sebutan hanjali, hanjaeli, jali,-jali, jali, maupun jelai.

STANDAR NATIONAL INDONESIA TAHU

Lampiran 1. Deskripsi Varetas Adira-1

Lampiran 1. Gambar tanaman dan wortel. Tanaman wortel. Wortel

Jenis pengujian atau sifat-sifat yang diukur

Bakso ikan SNI 7266:2014

39 Tabel 10. Data hasil analisis proksimat kadar protein kasar silase limbah sayuran (%KU)

Siomay ikan SNI 7756:2013

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Morfologi dan Rendemen Tubuh Cangkang Kijing Lokal (Pilsbryoconcha sp.)

ABSTRAK. Kata kunci: Penaeus sp, stick, limbah kulit udang PENDAHULUAN

Lampiran 1 Standard Mutu Bahan Baku dan Bahan pembantu

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Kue Bolu. Kue bolu merupakan produk bakery yang terbuat dari terigu, gula,

Lampiran 1. Tabel syarat mutu keripik pisang

PT. Rineka Cipta, 2006), hlm Abdurrahman Fathoni, Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi, (Jakarta:

LAMPIRAN. Jenis cemaran mikroba dan batas maksimum

III. METODE PENELITIAN. Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung mulai Agustus September

DTT. IB. 5Nl. Standar Nasional lndonesia. snl tcs. Tepung singkong. Dewan Standardisasi Nasional - DSN

Tuna dalam kemasan kaleng

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri

LAMPIRAN LAMPIRAN P2.U3 P4.U2 P5.U2 P2.U2 P1.U1 P4.U3 P5.U1 P1.U2 P3.U3 P1.U3 P4.U1 P3.U1 P3.U2 P2.U1 P5.3

Masa berlaku: Alamat : Jl. Gayung Kebonsari Dalam 12 A, Surabaya Oktober 2007 Telp. (031) ; Faks.

Masa berlaku: Alamat : Jl. Gayung Kebonsari Dalam 12 A, Surabaya Juni 2009 Telp. (031) ; Faks.

Sarden dan makerel dalam kemasan kaleng

TINJAUAN PUSTAKA. terpenting, selain gandum dan padi. Jagung (Zea mays L.) adalah tanaman

TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman ubi kayu diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom : Plantae,

BAB I PENDAHULUAN. buah berwarna menarik (biasanya merah), mempunyai aroma dan rasa yang. pengisi untuk meningkatkan kekentalan saus.

Tests of Normality. Kolmogorov-Smirnov a

STANDAR NASIONAL INDONESIA SNI SNI UDC =========================================== SAUERKRAUT DALAM KEMASAN

TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)

KAJIAN TEKNIS STANDAR NASIONAL INDONESIA BISKUIT SNI

SKRIPSI. APLIKASI KOMBINASI EKSTRAK FULI PALA (Myristica fragrans Houtt) DAN NaCl SEBAGAI PENGAWET PADA MI BASAH MATANG. Oleh : MAULITA NOVELIANTI

7.1. Foto Proses Pembuatan Susu Bubuk Koro Pedang Putih

II. TINJAUAN PUSTAKA. yang meluas. Buah kakao tumbuh dari bunga yang diserbuki. Ukuran buah kakao

TINJAUAN PUSTAKA. A. Deskripsi dan Kedudukan Taksonomi Kluwih (Artocarpus communis)

II. TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA. Ubi kayu atau kasava (Manihot utilisima) adalah tanaman pokok di banyak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. agama islam disebarkan ke Afrika Barat, Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

II. TINJAUAN PUSTAKA. Caulifloris, adapun sistematika tanaman kakao secara botani adalah:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. populer di kalangan masyarakat. Berdasarkan (SNI ), saus sambal

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian dan

BAB I PENDAHULUAN. yang penting sebagai penghasil sumber bahan pangan, bahan baku makanan,

Production. Factory I. Operator Proses. Operator Shovel. Truck Driver. Cleaner. Packer. Petugas Gudang

Tuna loin segar Bagian 1: Spesifikasi

Tabel Lampiran 1. Komposisi Kimia Blast Furnace Slag dan Electric Furnace Slag

III. METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Lokasi Penelitian. B. Perancangan Penelitian. C. Teknik Penentuan Sampel. D. Jenis dan Sumber Data

BROWNIES TEPUNG UBI JALAR PUTIH

II. TINJAUAN PUSTAKA. digiling halus ditambah bahan pengisi pati atau tepung topioka dan bumbubumbu.

BAB I PENDAHULUAN. bahan pangan serta sebagai bahan pakan. Ubi kayu segar memiliki nilai ekonomi

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Penelitian pendahuluan dilaksanakan pada bulan Februari 2017 dan

PERBANDINGAN TEPUNG SINGKONG DENGAN TEPUNG TALAS DAN KONSENTRASI SERBUK TEH HIJAU TERHADAP KARAKTERISTIK COOKIES (KUE KERING) BERBASIS UMBI- UMBIAN

BAB III METODE PENELITIAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Selatan. Buah naga sudah banyak di budidayakan di Negara Asia, salah satunya di

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. Tempe merupakan produk pangan tradisional Indonesia berbahan dasar kacang

KADAR BIOETANOL LIMBAH TAPIOKA PADAT KERING DIHALUSKAN (TEPUNG) DENGAN PENAMBAHAN RAGI DAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA

8. LAMPIRAN. Lampiran 1. Hasil Uji Pendahuluan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Standar Nasional Indonesia mendefinisikan tepung terigu sebagai

PELAKSANAAN PENELITIAN

Lampiran 1. Prosedur Analisis Pati Sagu

Transkripsi:

Lampiran 1. Layout LAMPIRAN D1 C1 A1 C3 D3 D2 A2 B2 C2 E1 B1 E2 A3 E3 B3 1. A1, A2 A3 = Varietas Kirik 2. B1, B2, B3 = Varietas Gambyong 3. C1, C2, C3 = Varietas Jawa 4. D1, D2, D3 = Varietas Gatotkaca 5. E1, E2, E3 = Varietas Bamban 86

87 Lampiran 2. Morfologi Tanaman Singkong Varietas Kirik, Gambyong, Jawa, Gatotkaca, dan Bamban a. Morfologi Batang Varietas Singkong yang Ada di Gunung Kidul Varietas Penonjolan Warna Warna Warna Jarak antar Pertumbuhan Panjang Tepi Buah Biji buku batang korteks batang epidermis batang batang terluar buku batang habitus batang stipula stipula Kirik Prominent Hijau Coklat tua Oranye Pendek ( 8cm) Tegak Pendek Entire - - Gambyong Prominent Hijau Krem Oranye Pendek ( 8cm) Tegak Pendek Entire - - Jawa Prominent Hijau tua Coklat tua Coklat tua Pendek ( 8cm) Tegak Pendek Entire - - Gatotkaca Prominent Hijau tua Coklat Coklat tua Pendek ( 8cm) Tegak Pendek Entire - - Bamban Prominent Hijau tua Coklat Oranye Pendek ( 8cm) Tegak Pendek Entire - - b. Morfologi Daun Varietas Singkong yang Ada di Gunung Kidul Varietas Warna daun Peremajaan Kemampuan Bentuk Warna Warna Tepi Warna ibu tulang Arah apikal daun apikal kanopi daun tengah daun tangkai daun lobus daun petiole daun Kirik Hijau gelap Ada Sedang Lanceolate Ungu Hijau Halus Hijau kemerahan Lurus gelap kurang dari setengah kesamping lobus daun Gambyong Hijau gelap Tidak ada Sedang Lanceolate Ungu Hijau gelap Halus Hijau Lurus kesamping Jawa Hijau Tidak ada Sedang Lanceolate Hijau Hijau Halus Hijau Lurus keunguan kemerahan gelap Gatotkaca Hijau gelap Tidak ada Sedang Lanceolate Ungu tua Hijau terang Bamban Hijau keunguan Tidak ada Sedang Lanceolate Hijau Hijau gelap Halus Hijau kemerahan<setengah lobus daun kesamping Lurus kesamping Halus Hijau Lurus kesamping

88 c. Morfologi Percabangan, Habitus Percabangan, Bentuk Arsitektur Tanaman dan Pemanjangan Akar Varietas Singkong yang Ada di Gunung Kidul Varietas Percabangan Habitus percabangan Bentuk arsitektur tanaman Pemanjangan akar Kirik Tidak bercabang Tegak Payung Sessile Gambyong Tidak bercabang Tegak Payung Sessile dan pedunculate (mixed) Jawa Tidak bercabang Tegak Payung Sessile dan pedunculate (mixed) Gatotkaca Bercabang Dikotomus Silindris Sessile Bamban Bercabang Dikotomus Payung Sessile dan pedunculate (mixed) d. Morfologi Akar Varietas Singkong yang Ada di Gunung Kidul Varietas Pelukaan akar Bentuk akar Warna terluar ubi Warna parenkim akar Warna korteks akar Pengelupasan korteks Tekstur epidermis akar Rasa setelah dimasak ubi Tekstur ubi setelah dimasak Warna ubi setelah dimasak Kirik Beberapa Conical - cylindrical Gambyong Jawa Gatotkaca Bamban Sedikit/ tidak ada Sedikit/ tidak ada Sedikit/ tidak ada Sedikit/ tidak ada Sumber : (Hermawan, 2017). Coklat gelap Krem/ Conical Kuning Krem/ Irregular Conical - cylindrical Irregular Putih/ Coklat gelap Coklat terang Krem/ Krem/ Krem/ Putih/ krem Putih/ krem Putih/ krem Putih/ krem Putih/ krem Mudah Kasar Pahit Gembur Krem/ Susah Halus Hambar Gembur Putih Mudah Sedang Pahit Gembur Krem/ Susah Sedang Pahit Kenyal Krem/ Mudah Sedang Pahit Gembur Krem/

89 Lampiran 3. Syarat Mutu Mocaf Berdasarkan SNI dan Codex Stan, 176-1989 (Rev.1-1995) Kriteria uji Satuan Persyaratan SNI Codex Stan Keadaan -Bentuk - Serbuk halus - -Bau - Normal - -Warna - Putih - Benda asing - Tidak ada - Serangga - Tidak ada - Kehalusan -Tepung kasar % Min. 90 lolos ayakan Min. 90 lolos ayakan 100 mesh (b/b) -Tepung halus % 100 lolos ayakan 80 mesh (b/b) Kadar air (b/b) % Maks. 13 Maks. 13 Abu (b/b) % Maks. 1,5 Maks. 3,0 Serat kasar (b/b) % Maks. 2,0 Maks. 2,0 Derajat putih (MgO = 100) - Min. 87 - Belerang dioksida (SO 2 ) µg/g Negatif - Derajat asam mlnaoh1n/100g Maks. 4,0 - HCN mg/kg Maks. 10 Maks. 10 Cemaran logam -Kadmium (Cd) mg/kg Maks. 0,2 - -Timbal (Pb) mg/kg Maks. 0,3 - -Timah (Sn) mg/kg Maks. 40,0 - -Merkuri (Hg) mg/kg Maks. 0,05 - Cemaran arsen (As) mg/kg Maks. 0,5 - Cemaran mikroba -Angka lempeng total (35 C, 48 jam) koloni/g Maks. 1 x 10 6 - -E. coli APM/g Maks. 10 - -Bacillus cereus Koloni/g < 1 x 10 4 - -Kapang koloni/g Maksimal 1,0 x 10 3-1,20 mm Min. 90 lolos ayakan 0,60 mm Residu pestisida - - Sesuai aturan yang berlaku Aditif makanan - - Sesuai UU Negara di Indonesia produk mana yang dijual Sumber : (SNI, 2011) dan (Codex Stan, 176-1989 (Rev. 1-1995)).

90 Lampiran 4. Tabel Anova Analisis Proksimat Singkong a. Kadar Air Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah F Hitung Model 4 631.1202267 157.7800567 3543.50 <0001s Perlakuan 4 631.1202267 157.7800567 3543.50 <0001s Galat 10 0.4452667 0.0445267 Total 14 631.5654933 R2 0.999295 Akar KTG 0.211013 CV 0.346306 Rata-Rata 60.93267 b. Kadar Protein Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah F Hitung Model 4 2.63662667 0.65915667 363.51 <0001s Perlakuan 4 2.63662667 0.65915667 363.51 <0001s Galat 10 0.01813333 0.00181333 Total 14 2.65476 R2 0.99317 Akar KTG 0.04258 CV 4.559235 Rata-Rata 0.934 c. Kadar Abu Model 4 0.31097333 0.07774333 16.73 0.0002s Perlakuan 4 0.31097333 0.07774333 16.73 0.0002s Galat 10 0.04646667 0.00464667 Total 14 0.35744 R2 0.870001 Akar KTG 0.06817 CV 12.81324 Rata-Rata 0.532

91 d. Kadar Pati Model 4 562.7085733 140.6771433 18175.3 <.0001s Perlakuan 4 562.7085733 140.6771433 18175.3 <.0001s Galat 10 0.0774 0.00774 Total 14 562.7859733 R2 0.999862 Akar KTG 0.08798 CV 0.305632 Rata-Rata 28.7853 e. Kadar Serat Kasar Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah F Hitung Model 4 30.96036 7.74009 341.07 <0001s Perlakuan 4 30.96036 7.74009 341.07 <0001s Galat 10 0.22693333 0.02269333 Total 14 31.18729333 R2 0.992724 Akar KTG 0.15064 CV 3.729404 Rata-Rata 4.03933 f. Kadar Lemak Model 4 0.06576 0.01644 2.51 0.1081ns Perlakuan 4 0.06576 0.01644 2.51 0.1081ns Galat 10 0.0654 0.00654 Total 14 0.13116 R2 0.501372 Akar KTG 0.08087 CV 29.5147 Rata-Rata 0.274 NS : Perlakuan tidak ada beda nyata pada taraf α 5%

92 g. Kadar Karbohidrat Model 4 664.4971733 166.1242933 1950.12 <.0001s Perlakuan 4 664.4971733 166.1242933 1950.12 <.0001s Galat 10 0.8518667 0.0851867 Total 14 665.34904 R2 0.99872 Akar KTG 0.29187 CV 0.876795 Rata-Rata 33.288 h. Kadar HCN Model 4 12207.8628 3051.9657 13020.7 <0001s Perlakuan 4 12207.8628 3051.9657 13020.7 <0001s Galat 10 2.34393 0.23439 Total 14 12210.20673 R2 0.999808 Akar KTG 0.48414 CV 0.406865 Rata-Rata 118.993

93 Lampiran 5. Tabel Anova Analisis Proksimat Tepung Mocaf a. Kadar Protein Model 4 0.50333333 0.12583333 24.35 <.0001s Perlakuan 4 0.50333333 0.12583333 24.35 <.0001s Galat 10 0.05166667 0.00516667 Total 14 0.555 R2 0.906907 Akar KTG 0.07188 CV 7.487451 Rata-Rata 0.96 b. Kadar Pati Model 4 238.71784 59.67946 1553.34 <.0001s Perlakuan 4 238.71784 59.67946 1553.34 <.0001s Galat 10 0.3842 0.03842 Total 14 239.10204 R2 0.998393 Akar KTG 0.19601 CV 0.269326 Rata-Rata 72.778 c. Kadar Serat Pangan Jumlah Kuadrat Kuadrat F Tengah Hitung Model 4 22.35089333 5.58772333 83.04 <0001s Perlakuan 4 22.35089333 5.58772333 83.04 <0001s Galat 10 0.67286667 0.06728667 Total 14 23.02376 R2 0.97078 Akar KTG 0.2594 CV 2.81769 Rata-Rata 9.206

94 d. Kadar HCN Model 4 190.9148 47.7287 65.9 <.0001s Perlakuan 4 190.9148 47.7287 65.9 <.0001s Galat 10 7.2429333 0.7242933 Total 14 198.1577333 R2 0.963449 Akar KTG 0.85105 CV 3.895579 Rata-Rata 21.8467 e. Kadar Derajat Putih (L) Model 4 1.56817333 0.39204333 50.22 <.0001s Perlakuan 4 1.56817333 0.39204333 50.22 <.0001s Galat 10 0.07806667 0.00780667 Total 14 1.64624 R2 0.952579 Akar KTG 0.08836 CV 0.096365 Rata-Rata 91.688 f. Kadar Derajat Putih (a) Model 4 0.02577333 0.00644333 28.43 <.0001s Perlakuan 4 0.02577333 0.00644333 28.43 <.0001s Galat 10 0.00226667 0.00022667 Total 14 0.02804 R2 0.919163 Akar KTG 0.01506 CV 0.412704 Rata-Rata 3.648

95 g. Kadar Derajat Putih (b) Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah F Hitung Model 4 1.94864000 0.48716000 18.37 0.0001s Perlakuan 4 1.94864000 0.48716000 18.37 0.0001s Galat 10 0.26520000 0.02652000 Total 14 2.21384000 R2 0.880208 Akar KTG 0.162850 CV 12.84303 Rata-Rata 1.268000

96 Lampiran 6. Perbanyakan bakteri Lactobacillus plantarum a. Platting dalam petridish b. Morfologi L. plantarum c. Kultur murni L. plantarum

97 Lampiran 7. Proses Pembuatan Tepung Mocaf a. Pengupasan b. Pemotongan c. Proses fermentasi oleh L. plantarum

98 Lanjutan lampiran 7. Proses Pembuatan Tepung Mocaf d. Pencucian e. Penjemuran/ pengeringan f. Penepungan g. Hasil tepung Mocaf

99 Lampiran 8. Uji Proksimat a. Uji kadar air b. Uji kadar serat c. Uji kadar lemak d. Uji kadar HCN e. Uji kadar abu f. Uji kadar pati

100 Lanjutan lampiran 8. Uji Proksimat Dekstruksi Destilasi Titrasi g. Uji kadar protein

101 Lampiran 9. Amilogram Sifat Fisik Tepung Mocaf a. Sifat fisik tepung Mocaf pada varietas Kirik b. Sifat fisik tepung Mocaf pada varietas Gambyong

102 c. Sifat fisik tepung Mocaf pada varietas Jawa d. Sifat fisik tepung Mocaf pada varietas Gatotkaca

103 e. Sifat fisik tepung Mocaf pada varietas Bamban Lampiran 10. Perbandingan Uji Proksimat Singkong Segar Uji Proksimat Singkong Segar Kirik Gambyong Jawa Gatotkaca Bamban Protein 0,70 c 0,92 b 0,47 d 1,71 a 0,86 b Pati 32,50 c 23,60 d 34,40 a 34,02 b 19,41 e HCN 104,31 b 104,71 b 81,65 a 157,48 d 146,81 c Air 57,39 b 64,86 c 57,41 b 53,42 a 71,59 d Abu 0,82 a 0,49 b 0,47 b 0,43 b 0,45 b Serat kasar 4,38c 6,13 d 1,75 a 4,51 c 3,42 b Lemak 0,36 b 0,28 ba 0,32 ba 0,23 ba 0,17 a Karbohidrat 36,34 b 27,32 c 39,58 a 39,70 a 23,50 d Lampiran 11. Perbandingan Uji Proksimat Tepung Mocaf Uji Proksimat Tepung Mocaf Kirik Gambyong Jawa Gatotkaca Bamban Protein 0,81 b 1,24 a 0,76 b 0,88 b 1,11 a Pati 66,14 e 75,57 b 71,35 d 72,98 c 77,84 a HCN 18,04 a 27,58 c 22,25 b 23,27 b 18,10 a Serat pangan 11,60 a 8,41 c 8,33 c 8,65 cb 9,04 b Derajat putih 91,92 b 91,28 d 92,19 a 91,52 c 91,53 c