MANAJEMEN PESERTA DIDIK

dokumen-dokumen yang mirip
MANAJEMEN PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR HARAPAN NUSANTARA DENPASAR-BALI

MANAJEMEN PESERTA DIDIK BERBASIS SEKOLAH

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA DI SDN GEDANGAN I KECAMATAN TEGALOMBO KABUPATEN PACITAN ( TINJAUAN KECERDASAN EMOSIONAL )

Sistem Informasi Kesiswaan

MANAJEMEN DAN PENGELOLAAN PESERTA DIDIK (Studi Pada SD di Kota Makassar)

MANAJEMEN PESERTA DIDIK MANAJEMEN / ADMINISTRASI PENDIDIKAN/SEKOLAH MANAJEMEN PENDIDIKAN PENGERTIAN MPD. Manajemen Kesiswaan (Peserta Didik)

MANAJEMEN PESERTA DIDIK

UPAYA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL (SQ) SISWA. (Studi Program Pembiasaan di SMP Negeri 3 Slahung Ponorogo) SKRIPSI

SKRIPSI Diajukan Kepada: Program Studi pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo

PROGRAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI BERBASIS METODE PEMBIASAAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH MA ARIF PANJENG JENANGAN PONOROGO

KORELASI ANTARA POLA KEPEMIMPINAN ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS IV SDN 03 WONOREJO JATIYOSO KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2012/2013

PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP AKTIVITAS SHALAT LIMA WAKTU SISWA-SISWI MTs NURUL FIKRI WATUPATOK BANDAR PACITAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SKRIPSI

MANAJEMEN KESISWAAN DI SMK NEGERI 1 GORONTALO Septyaningsih ahbabuna, Ansar*, Warni sumar** Jurusan Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan UNG

Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Priadi Surya, M.Pd. Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas NegeriYogyakarta

EFEKTIVITAS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MELALUI SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK ONLINE

POLA BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KOMUNITAS (STUDI KASUS DI GUBUK AL-KAUTSAR DESA NGRECO PACITAN)

POLA PENDIDIKAN TASAMUH ANTAR UMAT BERAGAMA (STUDI KASUS DI SD NEGERI 3 MRICAN)

SKRIPSI. Oleh SRI WAHYUNI NIM :

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH (Studi Lapangan di SDIT Darul Falah Sukorejo Ponorogo)

PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE STAD DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA KELAS V SD NEGERI UTERAN 01 TAHUN PELAJARAN

STRATEGI PEMBINAAN AKHLAK (Studi Kasus di MI MUHAMMADIYAH 3 Ngunut Babadan Ponorogo)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AL-QUR AN HADIST MELALUI PENERAPAN METODE CARD SORT

DESAIN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP PENGENALAN BUDAYA DI INDONESIA

SKRIPSI. Analisis Pengaruh Produksi Tangkapan Ikan Oleh Nelayan di Kabupaten Kulon. Progo Tahun

MOTIVASI ORANG TUA MENYEKOLAHKAN PUTRA DAN PUTRINYA DI MTsN BOGEM SAMPUNG PONOROGO

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

ANTARA KSP PONOROGO SKRIPSI. Diajukan. Nama NIM Progam Studi. : : Manajemen

PENDIDIKAN PRENATAL DALAM PERSPEKTIF GURU TK DI PONOROGO

STUDI TENTANG KEUNGGULAN SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU BADRUSSALAM NGADIREJO KAWEDANAN MAGETAN SKRIPSI. Oleh SURATNO NIM :

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) II DI SMK CUT NYA DIEN SEMARANG

PERAN ASI (AIR SUSU IBU) TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM

PENERAPAN METODE TSAQIFA DAN MURI-Q DALAM PEMBELAJARAN AL QUR`AN DI MASJID NURUL IMAN SKRIPSI

STRATEGI PEMBINAAN AKHLAK DI SEKOLAH. (Studi Madrasah Aliyah Muhammadiyah 2 Yanggong Ponorogo)

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNGJAWAB PADA KEGIATAN EKSTRA KURIKULER TAPAK SUCI (Studi Kasus di MA Muhammadiyah Kudus Tahun Ajaran 2013/2014)

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP MUHAMMADIYAH 06 DAU MALANG SKRIPSI

PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH KEBONDALEM TEGALOMBO PACITAN

MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH TERPADU (SDMT) PONOROGO SKRIPSI. Oleh: Riza Zain Prastian NIM.

SKRIPSI. Diajukan Kepada Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Oleh : FENDI TRI HANDOKO NIM:

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH TERPADU PONOROGO

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DITINJAU DARI RASIO LIKUIDITAS DAN RASIO PROFITABILITAS PADA PT GUDANG GARAM Tbk PERIODE SKRIPSI

TAHUN AJARAN 2011 / 2012 SKRIPSI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S- 1. Pendidikan Guru Sekolah Dasar

MODEL PENDIDIKAN AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO

BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI MANAJEMEN KESISWAAN

RANCANG BANGUN APLIKASI PEMESANAN MAKANAN DAN MINUMAN DI RUMAH MAKAN SECARA ONLINE MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL BERBASIS WEB DENGAN METODE WATERFALL.

DAMPAK TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA TERHADAP PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI DUSUN TRENCENG DESA MRICAN KECAMATAN JENANGAN PONOROGO

MADRASAH PLUS PERSPEKTIF MANAJEMEN MUTU (Studi Di Madrasah Ibtidaiyah Plus Al-Islam Dagangan Kabupaten Madiun)

PENGARUH REMEDIAL TEACHING TERHADAP PRESTASI BELAJAR AL QUR AN HADITS SISWA MTs AL FATTAH TAHUNAN TEGALOMBO PACITAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SKRIPSI

DWI AGUS SURYANTO B

PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH TSANAWIYAH MUHAMMADIYAH KEMUNING KECAMATAN TEGALOMBO KABUPATEN PACITAN SKRIPSI

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Matematika.

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA DI MADRASAH IBTIDAIYAH MA ARIF SABILUL MUTTAQIN NAMBAK BUNGKAL PONOROGO SKRIPSI

PERAN PETUGAS BIMBINGAN ROHANI RUMAH SAKIT DALAM MENDIDIK PERILAKU KEAGAMAAN PASIEN

IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU TERPADU PADA STANDAR PROSES DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 2 BANDARLAMPUNG TESIS

MANAJEMEN PENYELENGGARAAN PROGRAM KEAHLIAN TATA BOGA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 KALASAN SKRIPSI

PENGARUH KARAKTERISTIK TUJUAN ANGGARAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Survei Pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah KABUPATEN SRAGEN)

PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING

SOSOK IBU DALAM FILM UMMI AMINAH. (Analisis Framing Dalam Film Ummi Aminah) SKRIPSI. Oleh : REZKI NURFYANTI NIM :

PERAN MATA KULIAH PPKn DALAM MENUMBUHKAN SEMANGAT BHINNEKA TUNGGAL IKA PADA MAHASISWA JURUSAN CIVIC HUKUM ANGKATAN 2013 SKRIPSI

BUPATI BENGKALIS SAMBUTAN BUPATI BENGKALIS PADA PEMBUKAAN RAKER TIM PENGGERAK PKK KABUPATEN BENGKALIS BENGKALIS, 23 AGUSTUS 2016

ANALISIS PENGARUH PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE, KOMITMEN ORGANISASI

ANALISIS KUALITAS PRODUK PASTA GIGI PEPSODENT TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi


KONTRIBUSI GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN RAMAH ANAK PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 SRIBIT TAHUN AJARAN 2011/ 2012

PELAKSANAAN SISTEM GANTI RUGI BARANG YANG HILANG ATAU RUSAK DALAM PENGIRIMAN BARANG PADA PT. CITRA VAN TITIPAN KILAT PEKANBARU MENURUT EKONOMI ISLAM

PROGRAM STUDI MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar. Sarjana Pendidikan. Oleh ARNIS INDARTI NIM

PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA TERHADAP AKHLAK PENGGUNAAN HANDPHONE (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 SEDAYU DAN SMK MUHAMMADIYAH 2 MOYUDAN)

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) 2 DI SMK CUT NYA DIEN SEMARANG

HUBUNGAN KEDISIPLINAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR PAI PESERTA DIDIK DI SDN GEBANGSARI 03 SEMARANG

LAPORAN TUGAS AKHIR PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA BUKU MENGGUNAKAN SENAYAN LIBRARY MANAGEMENT SYSTEM

POLA INTERAKSI EDUKATIF ANTARA GURU DAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI MI PONDOK PESANTREN DARUL FIKRI BRINGIN KAUMAN PONOROGO

PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS 1 SDN 2 KAUMAN PONOROGO TAHUN 2016

PENINGKATAN KEMANDIRIAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN METAKOGNITIF BERBASIS TUTOR SEBAYA

MTs ASSULTHONIYAH Alamat : Jl. KH. Sulthon No.1 Kel. Triwung kidul Kota Probolinggo Telp.(0335)435486

MANAJEMEN KESISWAAN DAN PENGEMBANGAN NILAI ISLAMI SISWA (Studi Empirik di MTs Negeri Surakarta 1 Tahun Pelajaran 2012/2013) SKRIPSI

PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI MI MUHAMMADIYAH 6 NGLEGOK JENANGAN

CHRISTINA INDAH PUSPITA SARI A

PENERAPAN PENDIDIKAN AKHLAK PADA ANAK USIA DINI DI BA AISYIYAH NGLUMPANG MLARAK PONOROGO

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ekspor Biji Tembaga Indonesia Ke. Jepang (Tahun ) SKRIPSI. Oleh : : Samijan Agus Purnomo

MUHAMAD WAHID FAUZI A

KONTRIBUSI PENDIDIKAN MADRASAH DINIYAH AL-MUKHOIR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV-VI SDN 1 GROGOL SAWOO PONOROGO SKRIPSI.

Skripsi Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Disusun Oleh :

PENGARUH PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP AKHLAK SISWA KELAS VII SMP 2 KISMANTORO TAHUN 2012/2013

PENERAPAN DU PONT SYSTEM UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi Pada Perusahaan Semen Yang Terdaftar Di BEI Tahun )

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 3 PLAYEN)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALOKASI BELANJA MODAL (STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAH KABUPATEN / KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAH)

PENINGKATAN SELF CONTROL MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH (Studi Kasus di MTsN Dolopo Kabupaten Madiun)

TUGAS AKHIR PENDIDIKAN PANCASILA. Pancasila Terhadap Dunia Pendidikan

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) UNTUK MENINGKATKAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

JURUSAN PGMI FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SYEKH NURJATI CIREBON 2012 M/1434 H

PROFIL PROSES BERPIKIR SISWA SMA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERSAMAAN DAN FUNGSI KUADRAT BERDASARKAN PERBEDAAN GAYA BELAJAR DAN GAYA KOGNITIF SKRIPSI

PENGARUH HARGA, PELAYANAN DAN LOKASI TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA TOKO OLI SUMBER REJEKI SUKOHARJO SKRIPSI

PENGARUH PENGETAHUAN WAJIB PAJAK DAN KESADARAN WAJIB PAJAK TERHADAP SELF ASSESMENT SYSTEM

HALAMAN PENGESAHAN. (Titi Rapini SE., MM) NIP Dosen Penguji :

Transkripsi:

MANAJEMEN PESERTA DIDIK REVISI MAKALAH Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Pendidikan Islam Dosen Pengampu : Dr. Afiful Ikhwan, M.Pd.I Oleh : ADITYA PUTRA PERDANA : 14111898 WAHYU ADI NUGROHO : 14111907 TUKIRAN : 14111882 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO Januari 2017

KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Sholawat dan salam kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya yang telah memperjuangkan agama Islam. Kemudian dari pada itu, kami sadar bahwa dalam penyusunan tugas makalah ini banyak yang membantu terhadap usaha kami, mengingat hal itu dengan segala hormat kami sampaikan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada : 1. Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo Drs. H. Sulton, M.Si 2. Dekan Fakultas Agama Islam Drs. Rido Kurnianto, MA 3. Kaprodi Fakultas Agama Islam Sigit Dwi Laksana, M.Pd.I 4. Dosen Manajemen Pendidikan Islam Dr. Afiful Ikhwan, M.Pd.I 5. Seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dalam penyusunan makalah ini. Atas bimbingan, petunjuk dan dorongan tersebut kami hanya dapat berdoa dan memohon pada Allah SWT semoga amal dan jerih payah mereka menjadi amal sholeh di sisi Allah SWT. Aamiin. Akhirnya kami tetap berharap semoga tugas makalah ini menjadi bulir-bulir amalan kami dan bermanfaat khususnya bagi kami dan umumnya bagi seluruh pembaca. Aamiin. Ponorogo, 15 Januari 2017 Penyusun, ( Kelompok 8 )

DAFTAR ISI Halaman Judul... i Kata Pengantar... ii Daftar Isi... iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Rumusan Masalah... 2 C. Tujuan Masalah... 2 BAB II PEMBAHASAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK A. Pengertian Manajemen Peserta Didik... 3 B. Tujuan, Fungsi dan Prinsip Manajemen Peserta Didik... 4 C. Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik... 5 BAB III PENUTUP Kesimpulan... 9 DAFTAR PUSTAKA... 10

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lembaga pendidikan merupakan lembaga yang terencana, terorganisasi dan di dalamnya terdapat aturan-aturan untuk kelancaran dan kesuksesan dalam pelaksanaan pembelajaran di lembaga pendidikan. Ada beberapa manajemen bidang yang ada di lembaga pendidikan masing-masing. Mulai dari manajemen bidang kelembagaan, peserta didik, biaya, sarpras, supervisi dan bidang lainnya. Dengan demikian masing-masing bidang memiliki pembahasannya masing-masing yang berbeda satu dengan yang lainnya. Sebuah lembaga yang tidak memiliki manajemen dan organisasi yang baik maka akan dipandang sebagai lembaga yang ngawur dan terkesan hanya sekedar tempat belajar dan mengajar saja. Lebih dari itu lembaga pendidikan juga perlu adanya penataan sedemikin rupa sehingga mampu menunjang kegiatan belajar mengajar disana, mulai dari kenyamanan, kebersihan dan sarana prasana pendukun yang dibutuhkan di lembaga pendidikan tersebut. Bukan tidak mungkin dengan adanya manajemen yang baik maka akan meningkatkan nilai lembaga pendidikan di kalangan masyarakat luas. Sekolah-sekolah unggulan tentu juga memiliki manajemen yang sangat baik dan teratur, tidak mungkin tanpa adanya manajemen yang baik sekolah tersebut menjadi maju dan unggul. Tanpa manajemen bisa saja sebuah lembaga pendidikan tersebut mengalami penurunan dari segi kualitas dan juga kuantitas. Tentu ini akan menjadi mimpi buruk bagi lembaga pendidikan tersebut apabila karena manajemen yang tidak baik bisa mengakibatkan sekolah tersebut tertinggal dan kehilangan kepercayaan dari masyarakat sehingga semakin berkurang jumlah siswa yang mau sekolah disana. Sudah banyak sekali sekolah sekolah tutup karena kurang baiknya manajemen itu sendiri. Kadang ada yang menganggap sekolah hanya tempat belajar dan mengajar saja, masuk jam 07.00 selesai jam 13.00 tanpa adanya pengelolaan sekolah pada bidang yang lain seperti administrasi, lingkungan sekolah, lingkungan kelas, dan seluruh ruang lingkup yang ada di sekolah. Kami disini akan membahas tentang manajemen peserta didik. Karena menurut kami peserta didik merupakan komponen yang penting dalam kelancaran proses pembelajaran di lembaga pendidikan. Maka manajemen sangatlah penting untuk dilakukan untuk mengatur segala kebutuhan dari peserta didik yang berbeda-beda. Mulai dari kebutuhan individu maupun kebutuhan untuk sekolahnya. Manajemen ini menjadi sangat penting untuk membantu guru dalam mengelola banyaknya peserta didik yang ada sesuai dengan kurikulum dan peraturan yang berlaku di sekolah tersebut.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang sudah kami uraikan diatas maka kami menemukan ada 3 rumusan masalah yang akan dibahas yaitu : 1. Bagaimana definisi dari manajemen peserta didik? 2. Bagaimana tujuan, fungsi dan prinsip manajemen peserta didik? 3. Apa saja yang menjadi ruang lingkup manajemen peserta didik? C. Tujuan Masalah Berdasarkan rumusan masalah yang ada diatas maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Agar mahasiswa memahami definisi dari manajemen peserta didik 2. Agar mahasiswa mengetahui tujuan, fungsi dan prinsip manajemen peserta didik 3. Agar mahasiswa memahami ruang lingkup dari manajemen peserta didik

BAB II PEMBAHASAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK 1. Pengertian Manajemen Peserta Didik Berdasar asal kata, manajemen peserta didik merupakan penggabungan dari kata manjemen dan peserta didik. Secara etimologis, manajemen merupakan terjemahan dari management yang berasal dari bahasa latin, perancis dan italia yaitu manus, mano, manage/menege dan maneggiare yang berarti melatih kuda agar dapat melangkah dan menari seperti yang dikehendaki pemiliknya. 1 Andrew F. Sikula mengemukakan bahwa Manajemen pada umunya dikaitkan dengan aktivitas-aktiviats perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, peempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efisien. 2 Dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah suatu proses yang dilakukan agar suatu usaha dapat berjalan dengan baik memerlukan perencanaan, pemikiran, pengarahan, dan pengaturan serta mempergunakan/mengikutsertakan semua potensi yang ada baik personal maupun material secara efektif dan efisien. 3 Pengertian Peserta Didik sendiri menurut ketentuan umum Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. 4 Abu Ahmadi berpendapat bahwa Peserta Didik adalah sosok manusia sebagai individu/pribadi (manusia seutuhnya). Individu diartikan orang seorang yang tidak tergantung dari orang lain, dalam arti benar-benar seorang pribadi yang menentukan diri sendiri dan tidak dipaksa dari luar, mempunyai sifatsifat dan keinginan sendiri. 5 Secara etimologis peserta didik adalah anak didik yang mendapat pengajaran ilmu. Secara terminologi peserta didik adalah anak didik atau individu yang mengalami perubahan, perkembangan sehingga masih memerlukan bimbingan dan arahan dalam 1 Sururi, Manajemen Pendidikan,(Bandung: Alfabeta, 2011), hlm 204 2 Ibid..,hlm. 204 3 Ibid..,hlm. 204 4 Ibid..,hlm. 205 5 Ibid..,hlm. 205

membentuk kepribadian serta sebagai bagian dari struktural proses pendidikan. Dapat dikatakan bahwa peserta didik merupakan barang mentah (raw material) yang harus diolah dan bentuk sehingga menjadi suatu produk pendidikan. 6 Dapat disimpulkan bahwa peserta didik adalah orang yang mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya agar tumbuh dan berkembang dengan baik serta mempunyai kepuasan dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh pendidiknya. 7 Manajemen peserta didik atau Pupil Personnel Administration adalah layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan, dan layanan siswa di kelas dan diluar kelas. Manajemen peserta didik juga dapat diartikan sebagai usaha pengaturan terhadap peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai dengan mereka lulus sekolah. Dengan demikian manajemen peserta didik itu bukanlah dalam bentuk kegiatan-kegiatan pencatatan peserta didik saja, melainkan meliputi aspek yang lebih luas, yang secara operasional dapat dipergunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan. 8 2. Tujuan, Fungsi dan Prinsip Manajemen Peserta Didik Tujuan umum manajemen peserta didik adalah mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran di lembaga pendidikan (sekolah), proses pembelajaran di lembaga sekolah dapat berjalan lancer, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan. 9 Tujuan khusus manajemen peserta didik: a. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan psikomotor peserta didik b. Menyalurkan dan mengembangkan kemampuan umum, bakat dan minat peserta didik c. Menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan peserta didik d. Dapat mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang lebih lanjut dapat belajar dengan baik dan tercapai cita-cita mereka. 10 6 Kompri, Manajemen Pendidikan 2, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm 190 7 Sururi, Manajemen Pendidikan,hlm 205 8 Ibid..,hlm 205 9 Ibid..,hlm 206 10 Kompri, Manajemen Pendidikan 2,hlm 196

Fungsi umum manajemen peserta didik adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri se optimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi individualitasnya, segi sosial, aspirasi, kebutuhan dari segi-segi potensi peserta didik lainnya. 11 Sedangkan prinsip-prinsip manajemen peserta didik adalah 12 : a. Manajemen peserta didik dipandang sebagai bagian dari keseluruhan manajemen sekolah b. Segala bentuk kegiatan manajemen peserta didik haruslah mengemban misi pendidikan dan dalam rangka mendidik para peserta didik c. Kegiatan-kegiatan manajemen peserta didik haruslah diupayakan untuk mempersatukan peserta didik yang mempunyai aneka ragam latar belakang dan punya banyak perbedaan d. Kegiatan manajemen peserta didik haruslah dipandang sebagai upaya pengaturan terhadap pembimbingan peserta didik e. Kegiatan manajemen peserta didik haruslah mendorong dan memacu kemandirian peserta didik f. Apa yang diberikan kepada peserta didik dan yang selalu diupayakan oleh kegiatan manajemen peserta didik haruslah fungsional bagi kehidupan pesrta didik baik di sekolah lebih-lebih di masa depan. 3. Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik Ada beberapa ruang lingkup dalam manajemen peserta didik yaitu : a. Analisis kebutuhan peserta didik Analisis kebutuhan yaitu penetapan siswa yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan (sekolah). Kegiatan yang dilakukan dalam langkah ini adalah : 1) Merencanakan jumlah peserta didik yang akan diterimas 2) Menyusun program kegiatan kesiswaan b. Rekruitmen peserta didik Merupakan proses pencarian, menentukan dan menarik pelamar yang mampu untuk menjadi peserta didik di lembaga pendidikan yang bersangkutan. Langkahlangkah rekruitmen peserta didik (baru) adalah sebagai berikut : 1) Pembentukan panitia penerimaan siswa baru 11 Ibid...,hlm 197 12 Ibid...,hlm 198

2) Pembuatan dan pemasangan pengumuman penerimaan peserta didik baru yang dilakukan secara terbuka. c. Seleksi peserta didik Kegiatan pemilihan calon peserta didik untuk menentukan diterima atau tidaknya calon peserta didik menjadi peserta didik di lembaga pendidikan tersebut berdasarkan syarat dan ketentuan yang berlaku. Seleksi peserta didik penting dilakukan terutama bagi lembaga pendidikan yang calon peserta didiknya melebihi daya tampung yang tersedia. 13 Adapun cara seleksi yang dapat digunakan adalah : 1) Melalui tes atau ujian 2) Melalui penelusuran bakat kemampuan 3) Berdasarkan nilai Ijazah atau nilai UN Dari hasil seleksi tersebut peserta didik akan ditentukan mana yang diterima dan mana yang ditolak. Untuk yang diterima maka peserta didik melakukan membayar daftar ulang dan mendapat seragam sekolah. d. Orientasi Kegiatan penerimaan siswa baru dengan mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan tempat peserta didik itu menempuh pendidikan. 14 Adapun tujuan diadakan orientasi adalah : 1) Agar peserta didik dapat mengerti dan mentaati segala peraturan yang ada 2) Agar peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah 3) Agar peserta didik siap menghadapi lingkungan yang baru baik secara fisik, mental dan emosional sehingga ia merasa betah dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah. e. Penempatan peserta didik (pembagian kelas) Pengelompokan peserta didik menurut William A Jagger dapat didasarkan atas 15 : 1) Fungsi Integrasi, pengelompokan yang berdasarkan kesamaan yang ada pada peserta didik (jenis kelamin, umur, dll) 2) Fungsi perbedaan, pengelompokan berdasarkan perbedaan yang ada dalam individu peserta didik (minat, bakat, kemampuan, dll) Menurut Hendyat Soetopo pengelompokan dapat didasarkan atas 16 : 1) Friendship Grouping (berdasar memilih teman yang sesuai) 13 Sururi,Manajemen Pendidikan,hlm 209 14 Ibid,hlm 210 15 Ibid,hlm 210 16 Ibid,hlm 211

2) Achievement Grouping (berdasar prestasi yang dicapai) 3) Aptitude Grouping (berdasar kemampuan dan bakat) 4) Attention or Interest Grouping (berdasar minat peserta didik) 5) Intelelligence Grouping (berdasar kecerdasan peserta didik) f. Pembinaan dan pengembangan peserta didik Ada dua macam kegiatan dalam manajemen pembinaan dan pengembangan peserta didik, yakni dengan kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler. Kegiatan kurikuler adalah semua kegiatan yang telah ditentukan di dalam kurikulum yang pelaksanaannya dilakukan pada jam-jam pelajaran dan semua peserta didik wajib mengikuti kegiatan kurikuler ini. Sedangkan kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan peserta didik yang dilaksanakan di luar ketentuan yang telah ada di dalam kurikulum. Kegiatan ini berdasarkan pada bakat dan minat dari masing-masing peserta didik dan tidak wajib diikuti seluruh peserta didik. Keberhasilan pembinaan dan pengembangan peserta didik dapat diukur dari naik kelas atau tidak peserta didik tersebut. 17 g. Pencatatan dan pelaporan Kegiatan ini dilakukan sejak dari siswa masuk ke sekolah sampai siswa tersebut dari sekolah. Pencatatan diperlukan agar pihak lembaga dapat memberikan bimbingan yang optimal pada peserta didik. Sedangkan pelaporan dilakukan sebagai wujud tanggungjawab lembaga agar pihak-pihak terkait dapat mengetahui perkembangan peserta didik di lembaga tersebut. 18 Adapun beberapa peralatan yang digunakan untuk mempermudah kegiatan ini yaitu 19 : 1) Buku induk siswa 2) Buku klapper 3) Daftar presensi 4) Daftar mutasi 5) Buku catatan pribadi 6) Daftar nilai 7) Buku legger 8) Buku raport 17 Ibid,hlm 212 18 Ibid,hlm 212 19 Ibid,hlm 213

h. Kelulusan dan alumni Proses kelulusan adalah kegiatan paling akhir dari manajemen peserta didik. Kelulusan adalah pernyataan dari lembaga pendidikan tentang telah diselesaikannya program pendidikan yang harus diikuti oleh peserta didik. Setelah peserta didik mengikuti seluruh program yang ada dan berhasil lulus pada ujian akhir maka peserta didik dapat dinyatakan lulus dan akan menerima STTB atau Ijazah dari pihak sekolah. 20 Setelah lulus maka otomatis hubungan anatara peserta didik dan sekolah akan terputus dan peserta didik yang telah lulus dari sekolah biasa disebut dengan alumni. Maka untuk menjaga hubungan baik tersebut dapat dilakukan salah satunya dengan diadakannya reuni atau temu kangen antar angkatan atau antar kelas. 20 Ibid,hlm 214

BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. Manajemen peserta didik atau Pupil Personnel Administration adalah layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan, dan layanan siswa di kelas dan diluar kelas. Manajemen peserta didik juga dapat diartikan sebagai usaha pengaturan terhadap peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai dengan mereka lulus sekolah. 2. Tujuan umum manajemen peserta didik adalah mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran di lembaga pendidikan (sekolah), proses pembelajaran di lembaga sekolah dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan. Fungsi umum manajemen peserta didik adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri se optimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi individualitasnya, segi sosial, aspirasi, kebutuhan dari segi-segi potensi peserta didik lainnya. 3. Prinsip-prinsip manajemen peserta didik adalah manajemen peserta didik dipandang sebagai bagian dari keseluruhan manajemen sekolah, segala bentuk kegiatan manajemen peserta didik haruslah mengemban misi pendidikan dan dalam rangka mendidik para peserta didik, kegiatan-kegiatan manajemen peserta didik haruslah diupayakan untuk mempersatukan peserta didik yang mempunyai aneka ragam latar belakang dan punya banyak perbedaan, kegiatan manajemen peserta didik haruslah dipandang sebagai upaya pengaturan terhadap pembimbingan peserta didik, kegiatan manajemen peserta didik haruslah mendorong dan memacu kemandirian peserta didik, apa yang diberikan kepada peserta didik dan yang selalu diupayakan oleh kegiatan manajemen peserta didik haruslah fungsional bagi kehidupan peserta didik baik di sekolah lebih-lebih di masa depan. 4. Ruang lingkup manajemen peserta didik adalah analisis kebutuhan peserta didik, rekruitmen peserta didik, seleksi peserta didik, orientasi, penempatan peserta didik, pembinaan dan pengembangan peserta didik, pencatatan dan pelaporan serta kelulusan dan alumni.

DAFTAR PUSTAKA Kompri. 2014. Manajemen Pendidikan 2. Bandung: Alfabeta. Tim Dosen Administrasi Pendidikan. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta.