BAB II TINJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
TINJAUAN PUSTAKA. komunikasi informasi secara sadar dengan tujuan membantu sasarannya

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA. keluarga-keluarga tani di pedesaan, dimana mereka belajar sambil berbuat untuk

5 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penyuluh Pertanian Dalam UU RI No. 16 Tahun 2006 menyatakan bahwa penyuluhan pertanian dalam melaksanakan tugasnya

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENDAHULUAN. kehidupan para petani di pedesaan tingkat kesejahteraannya masih rendah.

I. PENDAHULUAN. Pembangunan yang dilakukan di negara-negara dunia ketiga masih menitikberatkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

PENDAHULUAN. Latar Belakang. Pelaksana utama pembangunan pertanian terdiri dari warga masyarakat,

BAB I PENDAHULUAN. sumber pendapatan bagi sekitar ribu RTUT (Rumah Tangga Usahatani Tani) (BPS, 2009).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan pertanian yang berkelanjutan merupakan keniscayaan dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DEMONSTRASI PLOT PADI SAWAH

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Bab I. Pendahuluan. memberikan bantuan permodalan dengan menyalurkan kredit pertanian. Studi ini

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. BPS (2016) menyatakan bahwa, selama periode waktu tahun jumlah

ACARA 3. KELEMBAGAAN !! Instruksi Kerja : A. Aspek Kelembagaan

SKRIPSI KASEH LESTARI

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II PENDEKATAN TEORITIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian nasional. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi yang dominan, baik

PERANAN PENYULUH PERTANIAN PADA KELOMPOK TANI DI KOTA PEKANBARU

I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

I. PENDAHULUAN. berkaitan dengan sektor-sektor lain karena sektor pertanian merupakan sektor

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

ARAHAN PENGEMBANGAN USAHATANI TANAMAN PANGAN BERBASIS AGRIBISNIS DI KECAMATAN TOROH, KABUPATEN GROBOGAN TUGAS AKHIR

TINJAUAN PUSTAKA. budidaya ini meluas praktiknya sejak paruh kedua abad ke 20 di dunia serta

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Penyuluhan pertanian merupakan suatu keniscayaan sekaligus. merupakan kewajiban Pemerintah untuk menyelenggarakannya.

I. PENDAHULUAN. Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang memiliki sumber daya alam

PENGANTAR. Ir. Suprapti

BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

I. PENDAHULUAN. Pembangunan pertanian merupakan suatu tindakan untuk mengubah kondisi

I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 61/Permentan/OT.140/11/2008 TENTANG

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

POLICY BRIEF DINAMIKA SOSIAL EKONOMI PERDESAAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA BERBAGAI AGROEKOSISTEM

BAB I PENDAHULUAN. energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Tidak perlu di ragukan lagi

BAB I. PENDAHULUAN A.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Indonesia merupakan sebuah negara agraris yang artinya sebagian besar

PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA DEFINITIF KELOMPOKTANI DAN RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOKTANI BAB I PENDAHULUAN

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 61/Permentan/OT.140/11/2008 TENTANG

PEDOMAN SISTEM KERJA LATIHAN DAN KUNJUNGAN BAB I PENDAHULUAN

METODE DEMONSTRASI. Oleh :Tuty Herawati

PROPOSAL POTENSI, Tim Peneliti:

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara agraris yang artinya sektor pertanian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. bagian integral dari pembangunan nasional mempunyai peranan strategis dalam

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

I. PENDAHULUAN. adalah masalah keterbatasan modal yang dimiliki oleh para petani. Permasalahan

Tanaman pangan terutama padi/beras menjadi komoditas yang sangat strategis karena merupakan bahan makanan pokok bagi bangsa Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. dekade ini termasuk di Indonesia. Berdasar Undang-undang Nomor 18 tahun 2012

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian

KAJIAN POLA PENDAMPINGAN PROGRAM SL-PTT DI KABUPATEN LUWU PROPINSI SULAWESI SELATAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang. Indonesia merupakan negara agraris yang artinya sektor pertanian

I. PENDAHULUAN. ini belum mampu memenuhi kebutuhannya secara baik, sehingga kekurangannya

I. PENDAHULUAN. Komoditas tanaman pangan yang sangat penting dan strategis kedudukannya

KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS

PEDOMAN PENILAIAN BALAI PENYULUHAN KECAMATAN BERPRESTASI BAB I PENDAHULUAN

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. sebagai dasar pembangunan sektor-sektor lainnya. Sektor pertanian memiliki

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

GUBERNUR SULAWESI TENGAH

BAB I PENDAHULUAN. Kewirausahaan berperan penting dalam perekonomian bangsa dan

I. PENDAHULUAN. tersebut petani hanya dapat melakukan kegiatan pertanian ala kadarnya sesuai

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TA DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB III KERANGKA KONSEP PENELITIAN. peningkatan produksi pangan dan menjaga ketersediaan pangan yang cukup dan

KERANGKA PENDEKATAN TEORI. seperti industri, jasa, pemasaran termasuk pertanian. Menurut Rogers (1983),

PENDAHULUAN. Latar Belakang. Sektor pertanian dalam tatanan pembangunan nasional memegang peranan

VIII. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI PENELITIAN. penelitian, sedangkan pada bagian implikasi penelitian disajikan beberapa saran

PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara agraris, hampir 80% warga negaranya. bermasyarakat di pedesaan serta sekitar 62% dari jumlah tersebut bermata

Peranan Pertanian di Dalam Pembangunan Ekonomi. Perekonomian Indonesia

RUMUSAN RAPAT KOORDINASI PANGAN TERPADU SE KALTIM TAHUN 2015

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PERANAN SEKTOR PERTANIAN KHUSUSNYA JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN JENEPONTO Oleh : Muhammad Anshar

PENDAHULUAN Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II PENDEKATAN TEORITIS

BAB I PENDAHULUAN. Lahan menjadi salah satu unsur utama dalam menunjang kehidupan. manusia. Fungsi lahan sebagai tempat manusia beraktivitas untuk

I PENDAHULUAN. Pembangunan pertanian memiliki peran yang strategis dalam perekonomian

Pengendalian Konversi Lahan Pertanian Pangan Menjadi Non Pertanian Berdasarkan Preferensi Petani di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi

PENDAHULUAN. Dinas Perkebunan Provinsi Riau Laporan Kinerja A. Tugas Pokok dan Fungsi

Transkripsi:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pertanian, Kelompok Tani, dan Usahatani padi sawah 2.1.1 Pertanian an merupakan keterlibatan seseorang untuk melakukan komunikasi informasi secara sadar dengan tujuan membantu sasarannya memberikan pendapat sehingga dapat membuat keputusan yang benar. Kegiatan tersebut dilakukan oleh seseorang yang disebut pertanian (Van Den Ban dan Hawkins, 1999). Hal ini sesuai dengan pernyataan Kartasapoetra (1994) yang menyatakan pertanian merupakan agen bagi perubahan prilaku petani, yaitu mendorong petani mengubah prilakunya menjadi petani dengankemampuan yang lebih baik dan mampu mengambil keputusan sendiri, yang selanjutnya akan memperoleh kehidupan yang lebih baik. Melalui peran,petani diharapkan menyadari akan kebutuhannya, melakukan peningkatan kemampuan diri, dan dapat berperan di masyarakat dengan lebih baik. an pertanian merupakan sarana kebijaksanaanyang dapatdigunakan pemerintah untuk mendorong pembangunan pertanian. Di lain pihak,petani mempunyai kebebasan untuk menerima atau menolak saran yang di berikan agen an pertanian. Dengan demikian an hanya dapat mencapai sasarannya jika perubahan yang diinginkan sesuai dengan kepentingan petani. Van Den Ban dan Hawkins (1999) menyatakan bahwa konsep dasar an pertanian adalah suatu bentuk sosial yang disadari. Komunikasi yang disengaja melalui informasi adalah membantu petani membentuk pendapat yang sehat dan membuat keputusan yang benar serta mengubah prilaku petani menjadi lebih baik. 8

9 2.1.2Kelompok Tani Kelompok tani merupakan belajar yang bertujuan untuk saling belajar informasi, pengalaman tentang berbagai kemajuan dibidang pertanian. Dalam tersebut biasanya terjadi dialog, diskusi tentang pengalamanpengalaman atau kemampuan teknologi yang ada sekarang (Sismanto, 1984). Kelompok tani secara tidak langsung dapat dipergunakan sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan produktivitas usaha tani melalui pengelolaan usaha tani secara bersamaan. Kelompok tani juga digunakan sebagai media belajar organisasi dan kerjasama antar petani. Dengan adanya tani, para petani dapat bersama - sama memecahkan permasalahan yang antara lain berupa pemenuhan sarana produksi pertanian, teknis produksi dan pemasaran hasil. Kelompok tani sebagai wadah organisasi dan bekerja sama antar anggota mempunyai peranan yang sangat penting kehidupan masyarakat tani, sebab segala kegiatan dan permasalahan berusaha tani dilaksanakan oleh secara bersamaan. Melihat potensi tersebut, maka tani perlu dibina dan diberdayakan lebih lanjut agar dapat berkembang secara optimal. Pentingnya pembinaan petani dengan pendekatan tani juga dikemukakan oleh Mosher (1968). Kelompok Tani menurut Anonim Mardikanto (1993) diartikan sebagai kumpulan orang-orang tani atau yang terdiri dari petani dewasa (pria/wanita) maupun petani taruna (pemuda/pemudi) yang terikat secara formal suatu wilayah keluarga atas dasar keserasian dan kebutuhan bersama serta berada di lingkungan pengaruh dan pimpinan seorang kontak tani.

10 2.1.3 Usahatani Padi Sawah Sebagai negara agraris, Indonsia harus dapat memajukan sektor pertanian untuk kesejahteraan rakyatnya. Oleh karena itu, pertanian menjadi sangat penting disaat terjadi kekurangan pangan di beberapa daerah di Indonesia. Pertanian yang dominan adalah penghasil pangan, haruslah dikelola dengan sebaik baiknya, maka peran pertanian sangat perlu untuk memajukan pertanian di Indonesia (Ilham 2010). Pembangunan pertanian yang berkelanjutan merupakan keniscayaan pemenuhan kebutuhan pangan, memperluas lapangan kerja dan lapangan berusahaserta mengentaskan kemiskinan. Sejarah telah membuktikan hasil gemilang atas program dan motivasi yang tinggi para Pertanian Lapangan(PPL) mendukung keberhasilan pembangunan pertanian khususnya keberhasilan pencapaian swasembada beras sehingga dapat merubah citra semula sebagai negara pengimpor berasmenjadi negara pengekspor beras terbesar di dunia. Namun keberhasilan pencapaian swasembada beras tersebut tidak dapat dipertahankan seiring dengan penurunan kinerja dari para pertanian (Departemen Pertanian, 2009). Agar usahatani padi sawah dapat dilaksanakan dengan baik dan untuk meningkatkan produksi padi sawah maka diperlukan beberapa faktor produksi, seperti: ketersediaan bibit, pupuk, pertisida, alat-alat pertanian, mesin mesin pertanian, saluran irigasi, tenaga kerja dan lain-lain(departemen Pertanian 2010).

11 2.2Landasan Teori 2.2.1 Peranan Pertanian Peranan merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan (status) seseorang yang melaksanakan hak dan kewajibannnya sesuai dengan kedudukan menunjukkan dia menjalankan perannya. Hak dan kewajiban harus saling berkaitan yang dijalankan seseorang sesuai dengan ketentuan peranan yang seharusnya dilakukan dan sesuai dengan harapan peranan yang dilakukan (Departemen Pertanian, 2009). Menurut Fashihullisan (2009) peranan an pemberdayaan masyarakat, yaitu: menyadarkan masyarakat atas peluang yang ada untuk merencanakan hingga menikmati hasil pembangunan, memberikan kemampuan masyarakat untuk menentukan program pembangunan, memberi kemampuan masyarakat mengontrol masa depannya sendiri, dan memberi kemampuan menguasai lingkungan sosialnya. Peran seorang pekerja n masyarakat dapat dikategorikan ke empat peran, yaitu : 1. Peran fasilitator (FacilitativeRoles), 2. Peran pendidik (Educational Roles), 3. Peran utusan atau wakil (Representasional Roles), dan 4. Peran teknikal (Technical Roles) Mosher (1997) menguraikan tentang peran pertanian, yaitu: sebagai guru, penganalisa, penasehat, sebagai organisator, sebagai pengembang kebutuhan perubahan, penggerak perubahan, dan pemantap hubungan masyarakat petani. Kartasapoetra (1994) juga menjelaskan tentang peran yang sangat penting bagi terwujudnya pembangunan pertanian modern yaitu pembangunan pertanian berbasis rakyat. Peran tersebut adalah:

12 1. Sebagai peneliti; mencari masukan terkait dengan ilmu dan teknologi, menyampaikan, mendorong, mengarahkan dan membimbing petani mengubah kegiatan usahataninya dengan memanfaatkan ilmu dan teknologi. 2. Sebagai pendidik; meningkatkan pengetahuan untuk memberikan informasi kepada petani agar dapat mengelola usahataninya secara lebih efektif, efisien, dan ekonomis. 3. Sebagai ; menimbulkan sikap keterbukaan bukan paksaan, berperan serta meningkatkan tingkat kesejahteraan hidup para petani beserta keluarganya. Dapat dilihat bahwa peran sangat berat, mengharuskannya memiliki kemampuan tinggi, Oleh karena itu, kualitas dari harus terus ditingkatkan sehingga mampu berperan memberikan an dan mewujudkan pembangunan pertanian. 2.2.2 Kelompok Tani Kelompok tani pada dasarnya adalah organisasi non formal di pedesaan yang ditumbuhkembangkan dari, oleh dan untuk petani, memiliki karakteristik sebagai berikut : 1. Ciri tani a) Saling mengenal, akrab dan saling percaya diantara sesama anggota b) Mempunyai pandangan dan kepentingan yang sama berusaha tani c) Memiliki kesamaan tradisi dan atau pemukiman, hamparan usaha, jenis usaha, status ekonomi maupun sosial, bahasa, pendidikan dan ekologi

13 d) Ada pembagian tugas dan tanggung jawab sesama anggota berdasarkan kesepakatan bersama 2. Unsur Pengikat Kelompok Tani a) Adanya kepentingan yang sama diantara para anggotanya b) Adanya kawasan usaha tani yang menjadi tanggung jawab bersama diantara para anggotanya c) Adanya kader tani yang berdedikasi untuk menggerakkan para petani dan kepemimpinannya diterima oleh sesama petani lainnya (Dinas Pertanian Kota Medan, 2008). Kelompok tani diartikan sebagai kumpulan orang-orang atau petani yang terdiri atas petani dewasa (pria/wanita) maupun petani taruna (pemuda/pemudi) yang terikat secara non formal suatu wilayah atas dasar keserasian dan kebutuhan bersama serta berada di lingkungan pengaruh dan pimpinan seorang kontak tani (Mardikanto, 1993). Beberapa keuntungan pembentukan tani adalah sebagai berikut : 1. Semakin eratnya interaksi dan semakin terbinanya kepemimpinan 2. Semakin terarahnya peningkatan secara cepat tentang jiwa kerjasama antara petani 3. Semakin cepat proses perembesan (difusi) penerapan inovasi baru 4. Semakin meningkatnya orientasi pasar baik yang berkaitan erat dengan input maupun outpun yang dihasilkan

14 5. Semakin dapat membantu efisiensi pembagian air irigasi serta pengawasan oleh petani itu sendiri Motivasi utama keikutsertaan anggota tani terutama didorong oleh hasrat meningkatkan kemampuan berusaha tani dan pemenuhan kebutuhan primer (terutama yang berupa sarana produksi) (Mardikanto, 1993). 3. Peranan tani Peranan menunjuk pada konotasi ilmu sosial, yang mengartikan peran sebagai suatu fungsi tani struktur sosial. Peranan merupakan aspek dinamis dari suatu status (kedudukan). Apabila seseorang melaksanakan hak-hak dan kewajibannya sesuai dengan status yang dimilikinya, maka ia telah menjalankan peranannya. Peranan adalah tingkah laku yang diharapkan dari tani suatu kedudukan atau status. Peranan pengertian sosiologi adalah perilaku atau tugas yang diharapkan dilaksanakan tani berdasarkan kedudukan atau status yang dimilikinya. Dengan lain perkataan, peranan ialah pengejawantahan jabatan atau kedudukan seseorang hubungannya dengan sesama manusia suatu masyarakat atau organisasi (Dinas Pertanian Kota Medan, 2008). 2.2.3 Usahatani Padi Sawah Padi sebagai komoditas pangan utama mempunyai nilai strategis yang sangat tinggi, sehingga diperlukan adanya penanganan yang serius upaya peningkatan produktivitasnya. Besarnya peranan pemerintah pengelolaan komoditas pangan khususnya padi dapat dilihat mulai dari kegiatan pra produksi seperti penyediaan bibit unggul, pupuk, obat obatan, sarana irigasi, kredit produksi dan penguatan modal kelembagaan petani. Usaha peningkatan produksi

15 dan pendapatan usahatani padi tidak akan berhasil tanpa penggunaan teknologi baru baik dibidang teknis budidaya, benih, obat-obatan dan pemupukan (Ilham, 2010). Untuk meningkatkan produktivitas usahatani padi sawah sekaligus memberdayakan petani. Departemen Pertanian (2000) melalui program peningkatan ketahanan pangan telah memberikan fasilitas penguatan modal, pelatihan dan pembinaan agar petani mau dan mampu bekerjasama dan mampu menerapkan teknologi sesuai rekomendasi dengan manajemen usahatani yang profesional. 2.3 Penelitian Terdahulu Tabel 3. Penelitian Terdahulu No Nama Peneliti 1. M. Najib (2001) Judul Penelitian Peranan pertanian penge mbangan tani di desa Bukit Raya Tenggarong Seberang Kutai Kartanegar a Rumusan masalah 1. Bagaimana peran pertanian pengemban gan tani di Desa Bukit Raya Tenggarong Seberang Kutai Kartanegar a? 2. Adakah kendala pertanian di lapangan Variabel Pengamatan 1. Aspek Sosial 2. Aspek Ekonomi V Metode Analisis - Analisis Deskriptif - Uji chi square M Kesimpulan 2. Kegiatan an di Desa Bukit Raya sudah berjalan optimal. Peranan Pertanian n tani dari hasil perhitungan χ² hitung adalah sebesar 11,26 sedangkan χ² tabel ( α = 0,05 ) = 9,49 (kategori peran ) dan χ² hitung

16 upaya pengemban gan tani? = 20,71 dan χ² tabel ( α = 0,05 ) = 9,49 (kategori n tani) maka Ho ditolak Ha diterima, hal ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki peranan n tani di Desa Bukit Raya Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara.. Riduansyah Surbakti (2009) Peranan Pertanian Terhadap Pengemban gan Kelompok Tani di Sunggal 1. Bagaimana perkembanga n tani di daerah penelitian selama empat tahun terakhir? 2. Program dan kegiatan apakah yang dilakukan terhadap tani? 3. Bagaimana sikap tani terhadap 1. Aspek Sosial 1.Analisis Deskriptif 2. Analisis Deskriptif 3.Skala Likert 4. Metode Skoring Peran Pertanian didaerah penelitian tergolong tinggi dengan jumlah 309 dengan skor rata-rata 51,5 (5,15%) yang terdiri dari 20 pertanyaan

17 Aginia Revikasari (2006) Peranan Pertanian Dalam Pengemba ngangabu ngan Kelompok Tani(Gapo ktan) Di Desa Tempuran Paron Ngawi Program yang disampaikan pertanian? 4. Bagaimana Peranan Pertanian di n tani? 1. Bagaimana pelaksanaan peran pertanian n Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Tempuran, Paron, Ngawi? 2. Apa sajakah hambatanhambatan upaya n Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Tempuran, Paron, Ngawi? 1. Aspek Sosial 1.Analisis Deskriptif 2. Analisis Deskriptif 3. FGD (forum disscusions group) 1. Peranan Pertanian Dalam n Gapoktan. pertanian lapang dari BP3K Paron yang bertugas diwilayah Desa Tempuran, usaha n Gapoktan Tani Maju sudah menjalankan tugasnya sebagaimana yang tercantum pedoman penumbuhan dan n tani dan Gapoktan tahun 2007.

18 Wisnu Raharja 2007) Peran Pertanian Dalam Meningkat kan Kinerja Usaha Tani (Studi Kasus Tanaman Unggulan Padi Di Kudus 3. Adakah faktor pelancar atau faktor pendukung ngabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Tempuran, Paron, Ngawi? 1. Bagaimana peran pertanian meningkatka n kinerja usaha tani di Kudus? 2. Bagaimana persepsi tani terhadap kinerja pertanian di Kudus? 1.Aspek Sosial 1. Analisis Kuantitatif 2. Analisis Kualitatif 1. Peran petugas lapangan upaya meningkatka n usaha tani di Kudus secara umum sudah dilaksanakan dengan baik, artinyabahwa prosedur pelaksanaan an dari mulai dari penyusunan rencana dan jadwal kerja, persiapan administrasi kunjungan lapangan, persiapan bahan alat an, pelaksanan programprogram

19 Syafriwan 2004) Peranan a n dan strategi peningkata n peranan perkebuna n pengemba ngan tani pemasaran karet di kabupaten kuantan singingi 1. Bagaimana Peran Perkebunan Pengembang an Tani Pemasaran Karet di Kuantan Singingi 2. bagaimana Stategi yang digunakan oleh perkebunan upaya n tanipemasara n karet di Kuantan Singingi. 1.Aspeksosial 2. Aspek Ekonomi 1. Skala Likert 2. Analisis SWOT dan AHP an dan mekanisme pelaksanaan an pertanian sudah disusun secara sistematis. 1. perkebunan di KuantanSingi ngi berperan n tani pemasaran karet, hal tersebutmeni ngkatkan kinerja tani yang diikutinya.

20 2.4Kerangka Pemikiran pertanian adalah agen perubahan sikap, tindakan, serta pengetahuan petani ke arah yang lebih baik dan memiliki peran peningkatan usahatani. Dalam melaksanakan an terhadap acuan yang menjadi pedoman an yang disusun secara sistematis dan memiliki tujuan jangka pendek maupun jangka panjang yang akan dicapai disetiap pelaksanaan tugasnya. Acuan yang dijadikan pedoman inilah yang selanjutnya disebut dengan program an pertanian. Program an pertanian dibuat dan disusun berdasarkan kepentingan petani, karena petani dapat memiliki gambaran mengenai program yang mereka inginkan dan dikondisikan sesuai dengan usahatani mereka. Petani harus memiliki dorongan dari diri mereka untuk terus bersama-sama bekerja agar produksi padi petani meningkat. Dalam hal ini yang dibutuhkan petani agar timbul dorongan dirinya adalah motivasi. Program an pertanian dibuat dengan peran aktif pertanian lapangan, dengan tujuan disampaikan kepada petani, dengan itu pendapatan petani akan meningkat.

21 Pertanian Program an Pertanian Kelompok Tani -Waktu Penanaman -Sistem Tanam -Jenis Bibit -Sistem Penggunaan Bibit Pelaksanaan Program an Pertanian Motivasi Usahatani Padi Sawah Keterangan : Menyatakan Hubungan Gambar 1. Skema Kerangka Pemikiran Gambar 1. Skema Kerangka Pemikiran

22 2.5 Hipotesis Penelitian 1. Pertanian berperan positifterhadap tani n usahatani padi sawah. 2. Pertanianmemotivasi petani mengikuti program an pertanian.