10 Jenis Kata Menurut Aristoteles

dokumen-dokumen yang mirip
Alat Sintaksis. Kata Tugas (Partikel) Intonasi. Peran. Alat SINTAKSIS. Bahasan dalam Sintaksis. Morfologi. Sintaksis URUTAN KATA 03/01/2015

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Penelitian yang relevan sebelumnya berkaitan dengan interferensi leksikal

YAYASAN WIDYA BHAKTI SEKOLAH MENENGAH ATAS SANTA ANGELA TERAKREDITASI A

a. Pengertian 5. N+FP 6. Ar+N b. Struktur Frasa Nomina 7. yang+n/v/a/nu/fp 1. N+N 2. N+V 8. Nu+N 3. N+A 4. N+Nu

anak manis D M sebatang rokok kretek M D M sebuah rumah mewah M D M seorang guru M D

: Bahasa Indonesia dalam Psikologi. Kalimat

SINTAKSIS. Sintaksis adalah menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat. B. KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS

04/10/2016. Dengan bangga, kami mempersembahkan KALIMAT. Pertemuan 6

TATA KATA DAN TATA ISTILAH BAHASA INDONESIA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sekelompok objek, peristiwa atau fenomena lainnya. Woodruff ( dalam Amin, 1987 ),

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. di luar bahasa, dan yang dipergunakan akal budi untuk memahami hal-hal tersebut

BAB VI TATARAN LINGUISTIK SINTAKSIS

Unsur Kalimat. Kenapa kalimat (SPOPK) menjadi kajian dalam penulisan ilmiah? 29/02/2012 KALIMAT?

KATA SAJA DALAM BAHASA INDONESIA

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Perhatikan kalimat di bawah ini!

BAB 5 SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. Berdasarkan analisis dokumen, analisis kebutuhan, uji coba I, uji coba II,

PENANDA KOHESI GRAMATIKAL KONJUNGSI ANTARKALIMAT DAN INTRAKALIMAT PADA TEKS PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Golongan kata dlm suatu bhs berdsrkan kategori bentuk, fungsi, dan makna dlm sistem gramatikal

BAB 6 TATARAN LINGUISTIK (3): SINTAKSIS

kelompok nomina modifikatif (mewatasi)

BAB I PENDAHULUAN. Kemiripan makna dalam suatu bentuk kebahasaan dapat menimbulkan

BAB 4 UNSUR-UNSUR BAHASA INGGRIS YANG MUNCUL DALAM CAMPUR KODE

KALIMAT. Menu SK DAN KD. Pengantar: Bahasa bersifat Hierarki 01/08/2017. Oleh: Kompetensi Dasar: 3. Mahasiwa dapat menjelaskan kalimat

BAB II KONSEP,LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. ekstrinsik; unsur dan hubungan itu bersifat abstrak dan bebas dari isi yang

Apa itu sintaksis Sitindoan: Sintaksis ialah cabang dari tata bahasa yang mempelajari hubungan kata atau kelompok kata dalam kalimat dan menerangkan h

2 LANDASAN TEORI 2.1 Knowledge Graph (KG) Concept Relations

BAB 2 LANDASAN TEORETIS

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB IV SIMPULAN. Frasa 1 + dan + Frasa 2. Contoh: Veel kleiner dan die van Janneke

5 Universitas Indonesia

BAB 6 SINTAKSIS. Nama : CANDRA JULIANSYAH NIM :

BAB V TEKS ULASAN FILM/DRAMA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP, DAN LANDASAN TEORI

BAB V P E N U T U P. Ketika kita membaca semua tulisan dalam tesis yang berjudul Kalimat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dapat mempertahankan hasil dari suatu penelitian, seorang penulis akan lebih mudah

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA

BUKU AJAR. Bahasa Indonesia. Azwardi, S.Pd., M.Hum

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. yang ada di luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal

Tugas Bahasa Indonesia

BENTUK KATA DAN MAKNA

PRAKATA. kudrat dan irodat-nya serta karunia-nyalah penulis dapat menyelesaikan skripsi

SMP kelas 7 - BAHASA INDONESIA BAB 3. Teks EksposisiLatihan Soal 3.1. Ayah pergi ke bandung,paman datang dari medan, Ibu menyambutnya dengan ramah.

BAB I PENDAHULUAN. Manusia sebagai mahluk sosial yang senantiasa harus berkomunikasi

2. Punya pendirian, peduli sesama, berkomitmen dan bisa bertanggung jawab. Menurut aku, gentleman punya sifat yang seperti itu. Kalau punya pacar, dia

FRASA DALAM BAHASA INDONESIA. Surastina STKIP PGRI Bandar Lampung ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. sintaksis,fungsi semantis dan fungsi pragmatis.fungsi sintaksis adalah hubungan

PENGGUNAAN FRASA DAN KLAUSA BAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN SISWA SEKOLAH DASAR

BAB I PENDAHULUAN. tutur/ pendengar/ pembaca). Saat kita berinteraksi/berkomunikasi dengan orang

TATARAN LINGUISTIK (3):

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Kajian ini mengungkapkan pemarkah kohesi gramatikal dan pemarkah kohesi

PENENTUAN JENIS KATA (PART OF SPEECH TAGGING) UNTUK BAHASA INDONESIA

III. METODE PENELITIAN. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN. sepuluh. Menurut Kridalaksana kelas kata terbagi sepuluh macam sebagai

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA OLEH SISWA ASING Oleh Rika Widawati

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. A. Kajian Pustaka

RELASI SUBJEK DAN PREDIKAT DALAM KLAUSA BAHASA GORONTALO SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan alat untuk berinteraksi dengan

NASKAH PUBLIKASI KELAS KATA DAN BENTUK KALIMAT DALAM KALIMAT MUTIARA BERBAHASA INDONESIA SERTA TATARAN PENGISINYA

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam Bab 1 ini, penulis menjelaskan hal-hal yang menjadi latar belakang

ADJEKTIVA BAHASA INDONESIA

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. A. Kajian Pustaka. Kajian pustaka adalah mempelajari kembali temuan penelitian terdahulu atau

BAB V PENUTUP. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa concord adalah aturan gramatikal

BAB II KAJIAN TEORI. Persinggungan antara dua bahasa atau lebih akan menyebabkan kontak

ANALISIS KELAS KATA PADA TULISAN DESKRIPSI SISWA KELAS VIII C SMP MUHAMMADIYAH 6 SURAKARTA TENTANG KARAKTER TEMAN SEBANGKU

BAB 2 LANDASAN TEORI. Dalam penelitian ini, dijelaskan konsep bentuk, khususnya afiksasi, dan

BAB I PENDAHULUAN. gramatikal dalam bahasa berkaitan dengan telaah struktur bahasa yang berkaitan. dengan sistem kata, frasa, klausa, dan kalimat.

FRASE PREPOSISI DALAM KUMPULAN CERPEN ANAK LET S SMILE, DELIA! KARYA WANDA AMYRA MAYSHARA SKRIPSI

PEMEROLEHAN KATA ANAK USIA LIMA TAHUN MELALUI PENCERITAAN DONGENG DI TK AISYIYAH PILANG MASARAN SRAGEN NASKAH PUBLIKASI

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, DAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Selanjutnya dalam Alquran Surat Almujadilah ayat 11 dijelaskan bahwa,

BAB I PENDAHULUAN. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 menyatakan Kami putra-putri Indonesia

ANALISIS FITUR KEBAHASAAN DALAM TEKS ULASAN

SINTAKSIS ( TATA KALIMAT BAHASA INDONESIA )

BAB II KAJIAN PUSTAKA. pernah diteliti baik mahasiswa di luar daerah maupun yang berada di Molibagu.

1. KALIMAT. 1. Satuan bahasa berupa kata/rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. 2. Memiliki intonasi final.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP DAN LANDASAN TEORI

MODUL 4. Kalimat Efektif Kerja belum selesai, belum apa-apa (Chairil Anwar) ABSTRAK

PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA PADA ANAK USIA PRASEKOLAH

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pengulangan unsur harus dihindari. Salah satu cara untuk mengurangi

Oleh Septia Sugiarsih

STRUKTUR KALIMAT BAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN DESKRIPSI MAHASISWA PROGRAM BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA.

BAB I PENDAHULUAN. kelangsungan hidup suatu Bangsa dan Negara. Hal ini karena pendidikan

UNGKAPAN KATA SERU DALAM BAHASA INDONESIA PADA DIALOG KOMIK SERIAL NARUTO. Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah

BAB IV PENUTUP. untuk mendeskripsikan KVA/KAV dalam kalimat bahasa Indonesia. Deskripsi ini

KLAUSA VERBAL BAHASA MENUI. Ekawati A1D

Oleh Ratna Novita Punggeti

TATARAN LINGUISTIK (3):

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. Menurut KBBI (2002:588) konsep adalah gambaran mental dari suatu objek, proses,

BENTUK FRASA DAN KLAUSA DALAM BUKU BAHASA INDONESIA KARYA ATIKAH ANINDYARINI DAN SRI NINGSIH

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM TATARAN SINTAKSIS PADA PIDATO SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TIGANDERKET TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017

2015 PENGGUAAN MEDIA BOARDGAME GERMAN TRIP UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN MATERI ADJEKTIVDEKLINATION PADA SISWA SMA

ANALISIS KELAS KATA DAN POLA KALIMAT PADA TULISAN DESKRIPSI SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR TENTANG WATAK ANGGOTA KELUARGA SKRIPSI

Dari dua puluh maskapai penerbangan dalam dan luar negeri. terdapat dua belas maskapai penerbangan yang menggunakan elipsis

MENULIS DENGAN MEMANFAATKAN KATEGORI / KELAS KATA

PENGGUNAAN DEIKSIS DALAM BAHASA INDONESIA

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif lebih

Transkripsi:

Nomina (Kata Benda) 10 Jenis Kata Menurut Aristoteles Nomina adalah kelas kata yang dalam bahasa Indonesia ditandai oleh tidak dapatnya bergabung dengan kata tidak. Contohnya, kata rumah adalah nomina karena tidak mungkin dikatakan tidak rumah, biasanya dapat berfungsi sebagai subjek atau objek dari klausa. Nomina dibagi lagi menjadi beberapa jenis, antara lain; 1. Abstrak, nomina yang biasanya berasal dari adjektiva atau verba, yang tidak menunjuk pada sebuah objek tetapi pada suatu kejadian atau pada suatu abstraksi; 2. Atributif, nomina yang membatasi nomina lain, misalnya hutan dalam anjing hutan; 3. Kolektif, nomina yang menunjukkan kelompok orang, benda, atau id; 4. Konkret, nomina yang menunjukkan benda berwujud; 5. Predikatif, nomina atau pronomina yang berfungsi sebagai predikat, misalnya guru dalam Simon menjadi guru, dan dia dalam itu dia; 6. Verbal, nomina yang fungsi dan maknanya berdekatan degan verba CIRI - CIRI KATA BENDA (NOMINA) Kata benda atau nomina memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1. Dapat diperluas dengan kata ("yang" + kata sifat) Contohnya : Buku yang bagus Batu yang besar Air yang panas 2. Dapat diiingkarkan dengan kata bukan. Contohnya : Bukan meja Bukan kamu Bukan lemari 3. Menduduki jabatan dalam kalimat sebagai Subjek "S" dan Objek "O" Contoh : - Sinta membeli bubur ayam Kata Sinta sebagai (Subjek), dan kata bubur ayam sebagai (Objek) Adjektiva (Kata Sifat) Adjektiva adalah kata yang menerangkan nomina (kata benda) dan secara umum dapat bergabung dng kata lebih dan sangat. Contohnya adalah kati cantik, jelek, rusak, dan lainlain. CIRI-CIRI KATA SIFAT Kata sifat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

1. Kata sifat atau adjektiva dapat diberi keterangan pembanding dengan menggunakan kata-kata berikut : - lebih (contoh : lebih mahal) - kurang (contoh : kurang mahal) - paling (contoh : paling mahal) 2. Kata sifat atau adjektiva dapat diberi keterangan penguat dengan kata-kata berikut : - sangat (contoh : sangat indah) - amat (contoh : amat indah) - benar (contoh : indah benar) - sekali (contoh : indah sekali) - terlalu (contoh : terlalu indah) 3. Kata sifat atau Adjektiva dapat diingkari dengan kata "tidak" Contoh : - tidak bodoh - tidak bagus - tidak salah 4. Kata sifat atau adjektiva dapat diulang dengan awalan (se-) dan akhiran ( nya) Contoh : - sebaik-baiknya - seburuk-buruknya - sejelek-jeleknya - sejahat-jahatnya 5. Kata sifaat atau adjektiva pada kata tertentu menggunakan akhiran : - ( - er ) (contoh : honorer) - ( -(wi ) (contoh : duniawi) - ( -iah ) (contoh : alamiah) - ( -if ) (contoh : positif) - ( -al ) (contoh : formal) - ( ik ) (contoh : elektronik) Verba (Kata Kerja) Verba adalah kelas kata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan (kata kerja). Verba dibagi menjadi 24 jenis, antara lain: 1. Atelis, verba yang menggambarkan perbuatan yang tidak tuntas; 2. Bantu, kata yang dipakai untuk menerangkan verba dalam frasa verbal, biasanya untuk menandai modus, kala, atau aspek; 3. Defektif, verba yang tidak mempunyai semua bentuk konjugasi; 4. Desiderative, verba yang menyatakan keinginan untuk melaksanakan perbuatan; 5. Ekuatif, verba yang menghubungkan subjek dengan komplemen (seperti be, seem, become dalam bahasa Inggris) 6. Faktif, verba yang mempunyai komplemen kalimat dan yang menyimpulkan kebenaran komplemen itu (msl tahu dalam para sarjana tahu bahwa mereka masih belajar); atau dapat juga berarti verba yang mempunyai dua komplemen, seperti memilih, mengangkat

7. Finit, bentuk verba yang dibatasi oleh kala dan dalam beberapa bahasa menunjukkan kesesuaian dengan persona dan jumlah; 8. Frekuentatif, bentuk verba yang menyatakan kebiasaan atau perbuatan berulang dalam bahasa Rusia; 9. Impersonal, verba yang hanya dipakai dalam persona ketiga singularis dan tidak bersangkutan dengan nomina tertentu; 10. Instrumentatif, verba yang menunjukkan alat perbuatan di dalam maknanya; 11. Intransitive, verba yang tidak menggunakan objek; 12. Kausatif, verba yang berarti menyebabkan atau menjadikan sebab; 13. Komposit, verba yang terdiri atas dua bagian yang dalam struktur kalimat dipisahkan oleh objek dari verba itu; 14. Modal, verba bantu yang digunakan untuk menyatakan modus seperti optatif, obligatif; 15. Performatif, verba dalam kalimat dengan kala kini dengan saya sebagai subjek dengan atau tanpa Anda sebagai objek taklangsung, yang secara langsung menyatakan pertuturan yang dibuat pembicara pada waktu mengujarkan kalimat; 16. Personal, verba yang dipakai dalam ketiga persona; 17. Refleksif, verba yang digunakan bersama dengan pronomina refleksif; 18. Resiprokal, verba yang maknanya bersangkutan dengan perbuatan timbal balik; 19. Statif, verba yang tidak dapat disertai kata bantu sedang; 20. Takteratur, verba yang berubah vokal akarnya untuk mengubah kala dan bukannya dengan menambah sufiks inflektif; 21. Telis, verba yang menggambarkan perbuatan yang tuntas, misalnya verba menebang pohon yang berbeda dengan sedang menebang dalam kalimat Mereka sedang menebang pohon yang merupakan verba jenis ini; 22. Teratur, verba yang dikonjugasikan dengan sufiks inflektif menurut paradigma kelasnya dalam suatu bahasa; 23. Transitif, verba yang memiliki objek; 24. Utama, bentuk verba yang mengungkapkan makna perbuatan (dipertentangkan dengan verba bantu) Ciri-ciri verba (kata kerja) adalah sebagai berikut. 1. Verba berfungsi utama sebagai predikat atau inti predikat dalam kalimat walaupun dapat juga berfungsi lain; 2. Verba mengandung makna dasar perbuatan (aksi), proses, atau keadaan yang bukan sifat atau kualitas; 3. Verba, khususnya yang bermakna keadaan, tidak dapat diberi prefik ter- yang berarti paling. Penanda kata kerja adalah kata sudah, sedang, akan, bisa, harus, misalnya: sudah makan, sedang pergi, akan bertemu, bisa mendengar, harus berhenti. Contoh penggunaan kata kerja dalam kalimat. Numeralia (Kata Bilangan) Numeralia adalah kelas kata (atau frasa) yang menunjukkan bilangan atau kuantitas. Numeralia dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain: 1. Multiplikatif, numeralia yang menyatakan beberapa kali perbuatan terjadi, misalnya sekali, dua kali, dan sebagainya;

2. Partitif, numeralia yang menyatakan pecahan, misalnya setengah, sepertujuh, dan sebagainya; 3. Pokok, numeralia yang memberi jawaban atas pertanyaan berapa?; 4. Tingkat, numeralia yang memberi jawab atas pertanyaan ke berapa? Ciri-Ciri Kata Bilangan Kata yang menyatakan jumlah, nomor, urutan, atau kumpulan. Contoh : Kata bilangan utama satu, dua, tiga sebelas. Kata bilangan tingkat pertama, kedua, kesebelas. Kata bantu bilangan, seseorang, dua buah, seekor dan lain-lain. Kaya bantu bilangan lain, setanggai, setandan, sehelai dan lain-lain. Pronomina (Kata Ganti) Pronomina adalah kelas kata yang dipakai untuk mengganti orang atau benda. Misalnya kata aku, engkau, dia; Pronomina juga dibagi menjadi pronominal persona, yaitu pronominal yang menunjukkan kategori persona seperti saya, ia, mereka, kita, kami, dan seterusnya. Ciri-Ciri Kata Ganti 1. Kata ganti orang pertama (mengganti diri orang yang berbicara): saya Aku ku Kami Kita Contoh : Adik bertanya kepada paman, Paman, bolehkah saya kerumah Paman? (saya = adik) 2. Kata ganti orang kedua (mengganti orang yang diajak bicara) Kamu Engkau Anda Kalian Contoh : Mengapa kemarin kamu tidak sekolah? tanya Hasan pada Ali temannya sekelas. Kata ganti orang ketiga (mengganti diri orang yang dibicarakan) Ia Dia nya Beliau Mereka Mendiang Almarhum Contoh : Hasan adalah murid baru dikelas V. Ia tinggal di Jalan Surabaya. ( Ia = Hasan) Adverbia (Kata Keterangan) Adverbia adalah kelas kata yang memberikan keterangan pada verba, adjektiva, nomina predikatif, atau kalimat, misalnya sangat, lebih, tidak

Ciri-Ciri Kata Keterangan Kata ini memberi penjelasan pada kalimat/bagian kalimat lain yang sifatnya tak menerangkan keadaan/ sifat. 1. Kepashan yaitu kata, memang, pasti, justru. 2. Keraguan/kesangsian yaitu kalau, barangkali, mungkin, kiranya, rasanya, agaknya, rupanya. 3. Harapan, yaitu kata-kata, seringkali, sekali-sekali, sesekali, acapkali, jarang. Konjungsi (Kata Sambung) Konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat. Konjungsi dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Koordinatif, konjungsi yang menggabungkan kata atau klausa yang berstatus sama, misalnya dan, tetapi, atau; 2. Subordinatif, konjungsi yang menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat atau menghubungkan bagian dari kalimat subordinatif Ciri-Ciri Kata Penghubung Kata ini digunakan untuk menghubungkan kata dengna klausa dengan klausa/kalimat dengan kalimat. Contoh: 1. Untuk akta penghubung sederajat: dan, dengan, serta atau, sedangkan, selanjutnya, adalah dan lain-lain. 2. Untuk penghubung tak sederajat : sebab, jika, bila, sebagai, sehingga, sesudah dan lainlain. Preposisi (Kata Depan) Preposisi adalah kelas kata yang biasa terdapat di depan nomina, misalnya, dari, dengan, di, dan ke. Ciri-Ciri Kata Depan Kata yang digunakan di muka kata benda untuk menghubungkan kata dengan klausa dengan klausa/kalimat dengan kalimat. Contoh kata depan: 1. Tempat berada: di, pada, dalam, atas dan antara. 2. Arah asal : dari 3. Arah tujuan: ke, kepada, akan dan terhadap. 4. Pelaku : oleh 5. Alat : dengan dan berkat. 6. Perbandingan : daripada 7. Hal/ masal : tentang, mengenai. 8. Akibat : hingga, sampai 9. Tujuan : untuk, buat. Guna dan bagi. 10. Demi dan menurut.

Artikel (Kata Sandang) Artikel adalah unsur yang dipakai untuk membatasi atau memodifikasi nomina, misalnya the dalam bahasa Inggris. Atau dalam bahasa Indonesia lazim digunakan artikel -lah, -pun. Ciri-Ciri Kata Sandang Dalam bahasa Indonesia kata sandang digunkan menjadi penentu didepan kata nama diri, kata perkerabatan, kata sifat, Sri dan Sang. Contoh: Itu Si Hasan Sang kancil telah sampai duluan. Interjeksi (Kata Seru) Interjeksi adalah kelas kata yang mengungkapkan seruan perasaan. Akhirnya, itulah dia 10 jenis kata menurut Aristoteles. Jika kalian bertanya tentang tujuan Om mengirim undangan seperti ini, mungkin kita bisa mulai dari kalian menjawab pertanyaan Om yang satu ini Ciri-Ciri Kata Seru Kata yang digunakan untuk menggungkapkan perasaan bahwa, misalnya: Karena kaget, terharu, marah, kagum, sedih dan lain-lain. Contoh : Kata seru berupa kata-kata singkat : wah, cih, hai, o, nah, na, dan hah. Kata serupa berupa kata-kata biasa: aduh, celaka gila, kasihan, bangsat ya ampun. Kata seru serapan: astaga, masya allah, alhamdulillah.

10 JENIS KATA ( Menurut Aristoteles ) Disusun Oleh : Nama : Nefi Agus Wahyu Ningsih Kelas : X IPS 1 Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga SMA NEGERI 2 KAB. TEBO Tahun Ajaran 2017