BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Waktu Penelitian Penelitian tindakan kelas dilakukan pada semester 2 tahun ajaran 2013/2014. Penentuan waktu penelitian mengacu pada kalender akademik sekolah, dikarenakan penelitian tindakan kelas memerlukan beberapa siklus yang memerlukan beberapa siklus yang membutuhkan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. 3.1.2 Tempat Penelitian Tempat penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada kelas 5 di SD Negeri Purworejo yang terletak di Desa Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang 3.1.3 Karakteristik Subjek Penelitian Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas 5 SD Negeri Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, yang berjumlah dari 14 siswa terdiri dari 5 laki-laki dan 9 perempuan. 3.2 Variabel yang Akan Diteliti Berdasarkan dari kajian teori, maka dapat ditetapkan variabel-variabel penelitian. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang diteliti, variabel bebas (variabel pengaruh) adalah variabel independent yang memungkinkan munculnya variabel-variabel lain, sedangkan variabel terikat (variabel terpengaruh) adalah variabel dependent yang merupakan akibat dari variabel bebas (Amadi Arkan, 2008: 4). Make-a match sebagai variabel bebas (x). Motivasi belajar dan hasil belajar IPA sebagai variabel terikat (y). Pada penelitian ini akan difokuskan pada motivasi belajar dan hasil belajar. Motivasi belajar tersebut akan diperoleh informasi melalui observasi dan 22
23 angket, selain itu motivasi juga bias dilihat melalui hasil belajar. Hasil belajar bisa didapat melalui tes formatif berupa pilihan ganda dan uraian dengan Kompetensi Dasar Mendeskripsikan proses pembemtukan tanah karena pelapukan. 3.3 Prosedur Penelitian Model penelitian yang akan digunakan adalah model PTK dari Kemmis (Rochiati, 2009: 62-63). Model Kemmis menggambarkan sebuah spiral dari beberapa kegiatan. Berikut adalah gambar PTK model dari Kemmis. Gambar. 3.1 Model PTK Spiral Kemmis (2009) Adapun penjabaran prosedur penelitiannya adalah sebagai berikut: a. Tahap perencanaan tindakan meliputi langkah-langkah sebagai berikut: 1) Membuat skenario pembelajaran 2) Mempersiapkan instrument penelitian 3) Mempersiapkan dan merancang tindakan yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar 4) Mengajukan solusi alternatif b. Tahap pelaksanaan tindakan dilakukan dengan melaksanakan proses pembelajaran sesuai rancangan. Setiap tindakan dan proses pembelajaran tersebut selalu diikuti kegiatan pemantauan. c. Tiap pengamatan dan inteprestasi dilakukan dengan mengamati dan mengintepretasi aktifitas penerapan tindakan pada pembelajaran. Pada tahap
24 intepretasi proses koreksi hasil kerja dilakukan oleh peneliti dan kolaborator. Intepretasi ini berguna untuk mengetahui apakah tindakan yang dilakukan dapat mengatasi permasalahan yang ada. d. Tahap analisis dan refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil pengamatan dan intepretasi sehingga memperoleh simpulan tentang bagian yang perlu diperbaiki dan bagian yang telah mencapai tujuan penelitian. Dari hasil penarikan kesimpulan tersebut, dapat diketahui apakah peneliti ini mencapai keberhasilan atau tidak. Tahap-tahap dalam kegiatan tersebut dilakukan terurut dari perencanaan sampai refleksi. Dari siklus 1 apabila ditemukan kesalahan atau kekurangan dapat diperbaiki atau memodifikasi dengan mengembangkannya dalam spiral perencanaan siklus 2. Siklus dihentikan apabila data yang dikumpulkan untuk penelitian sudah jenuh atau kondidi kelas sudah stabil. 3.3.1 Penerapan Tahap Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus perbaikan pembelajaran yang terdiri: Siklus I a. Perencanaan 1) Persiapan dengan meminta ijin Kepala Sekolah dan guru kelas 5 untuk melakukan observasi dan wawancara kepada guru kelas 2) Mengidentifikasi masalah 3) Membuat skenario pembelajaran dan menyusun rencana pembelajaran 4) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 5) Menyiapkan alat dan bahan pelajaran untuk melakukan pengamatan 6) Menyusun lembar observer/guru pendamping peneliti sebagai observer kedua terhadap guru aktifitas guru kelas selama kegiatan belajar berlangsung 7) Penyusunan asesmen yaitu menggunakan tes dan hasil observasi b. Pelaksanaan tindakan
25 1. Persiapan a. Kegiatan pendahuluan Apersepsi 1) Memotivasi siswa dengan menyanyikan sebuah lagu yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas 2) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Penyajian materi pembelajaran b. Kegiatan inti Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi: 1) Menunjukkan kartu-kartu yang dibawanya 2) Bertanya jawab seputar kartu-kartu yang dibawanya 3) Melalui Tanya jwab guru menjelaskan tentang materi 4) Melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran make a match Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi guru: 1) Menjelaskan tentang materi yang akan disampaikan 2) Dengan Tanya jawab disertai contoh, guru mejelaskan materi yang disampaikan 3) Menjelaskan cara permainan make a match (mencari pasangan) 4) Membagikan kartu soal dan kartu jawaban kepada siswa secara acak, setiap siswa mendapatkan satu kartu (ada yang dapat soal ada juga yang dapat jawaban) 5) Siswa memikirkan jawaban dari kartu kemudian mencari pasanganya 6) Guru memfasilitasi siwa dalam melakukan permainan make matach (mencari pasangan) 7) Guru memberikan poin kepada siswa yang dapat mencocokan kartu sebelum batas waktu siswa
26 8) Guru mengocok kartu-kartu yang berbeda untuk permainan babak kedua 9) Melalui Tanya jawab guru bersama siswa mengoreksi jawaban dari masing-masing kartu soal yang telah disapat oleh masing-masing siswa Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi: 1) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami 2) Melalui Tanya jawab guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari atau memberi kesimpulan bersama-sama 3) Guru memberikan soal-soal evaluasi 3. Evaluasi Evaluasi dilakukan setiap akhir pelajaran berakhir.evaluasi dengan menggunakan tes dengan tujuan untuk memperoleh hasil belajar siswa dari materi yang telah dipelajari oleh siswa dan evaluasi menggunakan angket yaitu dengan tujuan agar memperoleh informasi tentang motivasi belajar siswa. Tahap kesimpulan, dan refleksi: c. Kegiatan Penutup 1) Guru memberi penguatan dan mengulangi kesimpulan yang sudah dinuat 2) Guru memberikan PR kepada siswa 3) Guru mengucapkan salam c. Observasi 1) Pengamatan aktifitas siswa dalam pembelajaran oleh observasi 2) Mengidentifikasi kelemahan-kelemahan untuk memperbaiki proses pembelajaran pada siklus berikutnya d. Refleksi 1) Menganalisis hasil pembelajaran
27 2) Mengevaluasi hasil observasi 3) Mengidentifikasi kelemahan-kelemahan untuk memperbaiki proses pembelajaran pada siklus berikutnya Siklus II a. Perencanaan 1) Permasalahan diidentifikasika dan dirumuskan berdasarkan refleksi pada siklus I 2) Merancang kembali instrument penelitian seperti pada siklus I yang meliputi RPP, lembar observasi, soal-soal evaluasi b. Pelaksanaan tindakan 1. Persiapan a. Kegiatan pendahuluan Apersepsi 1) Memotivasi siswa dengan menyanyikan sebuah lagu yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas 2) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Penyajian materi pembelajaran b. Kegiatan inti Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi: 1) Menunjukkan kartu-kartu yang dibawanya 2) Bertanya jawab seputar kartu-kartu yang dibawanya 3) Melalui Tanya jawab guru menjelaskan tentang materi 4) Melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran make a match Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi guru: 1) Menjelaskan tentang materi yang akan disampaikan 2) Dengan Tanya jawab disertai contoh, guru mejelaskan materi yang disampaikan
28 3) Menjelaskan cara permainan make a match (mencari pasangan) 4) Membagikan kartu soal dan kartu jawaban kepada siswa secara acak, setiap siswa mendapatkan satu kartu (ada yang dapat soal ada juga yang dapat jawaban) 5) Siswa memikirkan jawaban dari kartu kemudian mencari pasanganya 6) Guru memfasilitasi siwa dalam melakukan permainan make match (mencari pasangan) 7) Guru memberikan poin kepada siswa yang dapat mencocokan kartu sebelum batas waktu siswa 8) Guru mengocok kartu-kartu yang berbeda untuk permainan babak kedua 9) Melalui Tanya jawab guru bersama siswa mengoreksi jawaban dari masing-masing kartu soal yang telah didapat oleh masing-masing siswa Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi: 1) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami 2) Melalui Tanya jawab guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari atau memberi kesimpulan bersama-sama 3) Guru memberikan soal-soal evaluasi 3. Evaluasi Evaluasi dilakukan setiap akhir pelajaran berakhir.evaluasi dengan menggunakan tes dengan tujuan untuk memperoleh hasil belajar siswa dari materi yang telah dipelajari oleh siswa dan evaluasi menggunakan angket yaitu dengan tujuan agar memperoleh informasi tentang motivasi belajar siswa. Tahap kesimpulan, dan refleksi:
29 c. Kegiatan Penutup 1) Guru memberi penguatan dan mengulangi kesimpulan yang sudah dinuat 2) Guru memberikan PR kepada siswa 3) Guru mengucapkan salam c. Observasi 1) Pengamatan aktifitas siswa dalam pembelajaran oleh observasi 2) Mengidentifikasi kelemahan-kelemahan untuk memperbaiki proses pembelajaran pada siklus berikutnya d. Refleksi 1) Menganalisis hasil pembelajaran 2) Mengevaluasi hasil observasi 3) Mengidentifikasi kelemahan-kelemahan untuk memperbaiki proses pembelajaran pada siklus berikutnya 3.4 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang relektif. Kegiatan penelitian dimulai dari permasalahan yang riil yang dihadapi oleh guru dalam proses pembelajaran, kemudian direfleksikan dengan instrumen untuk memecahkan masalah tersebut. Kemudian masalah tersebut ditindak lanjuti dengan tindakan-tindakan yang terencana dan terukur. Untuk itu penelitian tindakan kelas ini diperlukan kerjasama antara peneliti, guru, siswa, dan staf lainya untuk menciptakan suatu kinerja sekolah yang lebih baik.jadi penelitian ini merupakan penelitian kolaboratif antara guru kelas dengan peneliti. 3.4.1 Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan motivasi belajar dan hasil belajar IPA khususnya pada pokok bahasan Tanah peneliti menggunakan:
30 a. Tes Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal tentang Tanah. Tes ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan proses belajar mengajar yang dilakukan akhir kegiatan pada tiap siklus dengan memberikan sejumlah tes kepada subjek penelitian. b. Angket Teknik pengumpulan data juga dilakukan dengan angket.angket ini digunakan untuk mengetahui motivasi belajar siswa. c. Observasi dan Pengamatan Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan lembar observasi terhadap kegiatan kegiatan siswa dalam proses pembelajaran d. Dokumentasi Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik. 3.4.2 Instrumen Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA adalah: 3.4.2.1 Butir soal tes hasil belajar Dalam membuat soal tes hasil belajar, berpedoman pada kisi-kisi sesuai indikator yang ingin dicapai. Soal tes hasil belajar secara keseluruhan akan disajikan dalam lampiran. Berikut adalah kisi-kisi soal tes hasil belajar siklus 1 dan siklus 2.
31 Tabel.3.1 Kisi-Kisi Soal IPA Siklus I Kompetensi Dasar Materi Indikator Jenis Soal No Soal 7.1 Tanah Mengidentifikasi lapisan PG 1, 3, 4, 12, 13, Mendeskripsikan tanah 18 proses Mengidentifikasi jenis-jenis PG 2, 6, 9, 10, 11, pembentukan batuan 14, 19 tanah karena Mengidentifikasi jenis-jenis PG 5, 7, 8, 15, 16, pelapukan proses pembentukan tanah 17, 20 karena pelapukan Jumlah Soal 6 7 7 Kompetensi Dasar 7.3 Mendeskripsikan struktur bumi Tabel. 3.2 Kisi-Kisi Soal IPA Siklus II Materi Indikator Jenis Soal Tanah Mendeskripsikan lapisan-lapisan pada bumi Mendeskripsikan susunan lapisan atmosfer No Soal PG 1, 4, 5, 10, 12, 16, 19 PG 2, 6, 9, 11, 15, 7 17, 20 Jumlah Soal 7 Mendeskripsikan unsur pembentukan dari lapisan-lapisan pada bumi (lapisan mantel bumi, lapisan inti bumi luar, lapisan inti bumi) PG 3, 7, 8, 13, 14, 6 18 3.4.2.2 Lembar angket motivasi belajar Lembar angket digunakan untuk mengetahui motivasi belajar siswa, angket untuk siklus I dan siklus II terlampir, berikut adalah kisi-kisi motivasi belajar: Tabel 3.3 Kisi-Kisi Angket Motivasi Belajar Indikator No item angket Jumlah item Perasaan senang untuk mengikuti pembelajaran 1, 2, 8, 9, 11, 18, 21, 23, 24, 12 yang menarik 27, 32, 36 Kemauan untuk mengikuti pembelajaran 4, 5, 6, 10, 13, 16, 20, 28, 30, 11 33, 35 Kurang minat dalam mengikuti pembelajaran karena pembelajaran yang kurang menarik 3, 7, 12, 14, 15, 19, 22, 25, 26, 29, 31, 34, 12
32 3.4.2.3 Lembar observasi dan pengamatan Pelaksanaan tindakan dama penelitian tindakan kelas secara bersamaan juga dilakukan observasi (terlampir), sehingga dapat dikatakan pelaksanaan tindakan dan observasi berlangsung secara stimulus.artinya data yang diamati tersebut langsung diintepretasikan. Berikut adalah kisi-kisi observasi / pedoman untuk observasi: Kegiatan Awal Tabel. 3.4 Kisi-kisi Lembar Observasi Kegiatan Siswa Aspek Indikator Jumlah Item Siswa siap mengikuti pembelajaran 1 Siswa tertib mempersiapkan alat tulis dan buku pelajaran. 2 Siswa memperhatikan apersepsi yang disampaikan oleh guru 3 Siswa berani mengemukakan pendapat sendiri 4 Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru 5 Inti Penutup Siswa mendengarkan penjelasan cara permainan kartu Make a match 6 Siswa tertib melaksanakan permainan kartu Make a match 7 Siswa tertib mencari pasanganya dalam permainan Make a match 8 Siswa mencari kartu pasangan dengan tepat waktu dan benar 9 Siswa tertib dan berani dalam menyampaikan kartu di depan kelas dengan pasanganya Siswa memperhatikan konfirmasi yang disampaikan oleh guru terhadap presentasi yang dikemukakan oleh siswa tersebut. Siswa berani menyimpulkan dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung 10 11 12 3.5 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Sebelum soal tes hasil belajar dilakukan pada siswa kelas 5 SDN Purworejo sebagai subjek penelitian, terlebih dahulu soal tersebut di uji cobakan untuk mendapatkan data sebagai bahan untuk uji validitas dan reliabilitas instrument. Uji coba soal tes dilakukan pada siswa kelas 6 SDN Reksosari 03 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Pada hari sabtu, 15 Februari 2014, yang berjumlah 10 siswa.
33 3.5.1 Validitas Instrumen Semua data yang dikumpulkan dalam penelitian hendaklah mencerminkan apa yang sebenarnya diukur atau diteliti. Karena itu diperlukan validitas data.untuk menguji kesahihan data dalam penelitian ini, digunakan validitas isi. Validitas isi berkenaan dengan kesanggupan alat penilaian dalam mengukur isi yang seharusnya. Prinsip kerja dari validitas isi adalah mengukur derajat keabsahan dengan berdasar pada kemampuan tes dalam menggambarkan topiktopik dan ruang lingkup cakupan materi yang akan diukur. Jika alat ukur telah representatif (mewakili cakupan materi), maka alat ukur tersebut telah memenuhi syarat validitas isi. instrumen Uji validitas dilakukan dengan bantuan SPSS 16.0. Kriteria validitas menurut Azwar dalam Wardani (2012:35) menyatakan bahwa suatuitem instrument dianggap valid jika memiliki koefisien corrected item to totalcorrelation 0,20 dengan responden 30. Kategori yang digunakan untuk menentukan apakah item instrument valid atau tidak adalah jika rentang indeks validitas 0,81-1.00 sangat tinggi, 0.61-0.80 tinggi, 0.41-0.60 cukup, 0.21-0.40 rendah, 0.00-0.20 sangat rendah. Data mengenai Validitas Instrumen akan disajikan dalam lampiran. Tabel 3.5 Rekapitulasi Validitas Instrumen siklus I Indikator No Soal Valid Tidak valid = 20 = 0 Mengidentifikasi lapisan tanah 1, 3, 4, 12, 13, 1, 3, 4, 12, 13, 18-18 Mengidentifikasi jenis-jenis batuan 2, 6, 9, 10, 11, 2, 6, 9, 10, 11, 14, - Mengidentifikasi jenis-jenis proses pembentukan tanah karena pelapukan 14, 19 5, 7, 8, 15, 16, 17, 20 19 5, 7, 8, 15, 16, 17, 20 Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa semua item soal yang berjumlah 20 soal semua valid. -
34 Tabel 3.6 Rekapitulasi Validitas Instrumen siklus II Indikator No Soal Valid Tidak valid = 20 = 0 Mendeskripsikan lapisan-lapisan pada 1, 4, 5, 10, 12, 16, 1, 4, 5, 10, 12, - bumi 19 16, 19 Mendeskripsikan susunan lapisan 2, 6, 9, 11, 15, 17, 2, 6, 9, 11, 15, - atmosfer Mendeskripsikan unsur pembentukan dari lapisan-lapisan pada bumi (lapisan mantel bumi, lapisan inti bumi luar, lapisan inti bumi) 20 17, 20 3, 7, 8, 13, 14, 18 3, 7, 8, 13, 14, 18 Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa semua item soal yang berjumlah 20 soal semua valid. Tabel 3.7 Rekapitulasi Validitas Instrumen Motivasi Indikator No item angket Valid Tidak Valid = 36 = 0 Perasaan senang untuk mengikuti 1, 2, 8, 9, 11, 18, 21, 1, 2, 8, 9, 11, 18, 21, pembelajaran yang menarik 23, 24, 27, 32, 36 23, 24, 27, 32, 36 Kemauan untuk mengikuti pembelajaran 4, 5, 6, 10, 13, 16, 20, 4, 5, 6, 10, 13, 16, 20, 28, 30, 33, 35 28, 30, 33, 35 Kurang minat dalam mengikuti 3, 7, 12, 14, 15, 19, 22, 3, 7, 12, 14, 15, 19, pembelajaran karena pembelajaran yang kurang menarik 25, 26, 29, 31, 34, 22, 25, 26, 29, 31, 34, - 3.5.2 Rehabilitas Selain data atau instrumen valid, data atau instrumen juga harus variabel. Instrumen yang dibuat belum tentu semuanya reliabel. Oleh karena itu instrument harus diuji reliabilitasnya melalui uji data hasil. Dalam menentukan tingkat reliabilitas rehabilitas instrumen digunakan pedoman yang dikemukakan oleh George danmallery dalam Wardani (2010:35) yaitu α 0,7 tidak dapat diterima, 0,7< α 0,80 dapat diterima, 0,8< α 0,9 reliabilitas bagus, α >0,9 reliabilitas memuaskan.
35 Hasil uji rehabilitas instrumen tes formatif pada siklus I : Reliability Statistics Cronbach s Alpha Cronbach s Alpha Based on Standardized Items N of Items.947.947 20 Berdasarkan hasil uji SPSS didapatkan hasil perhitungan reliabilitas dengan cronbach alpha sebesar 0,947.Sehingga reliabilitasnya masuk dalam kategori memuaskan. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut maka instrumen dapat di gunakan untuk penelitian. Hasil uji rehabilitas instrumen tes formatif pada siklus II : Cronbach s Alpha Reliability Statistics Cronbach s Alpha Based on Standardized Items N of Items.859.857 20 Berdasarkan hasil uji SPSS didapatkan hasil perhitungan rehabilitas dengan cronbach alpha sebesar 0,857. Sehingga reliabilitasnya masuk dalam kategori bagus. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut maka instrument dapat digunakan untuk penelitian. Hasil uji rehabilitas instrumen angket motivasi: Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items.811.841 36 Berdasarkan hasil uji SPSS didapatkan hasil perhitungan rehabilitas dengan cronbach alpha sebesar 0,841. Sehingga reliabilitasnya masuk dalam
36 kategori bagus. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut maka instrument dapat digunakan untuk penelitian. 3.5.3 Uji Tingkat Kesukaran Butir Soal Slameto (2011) menyatakan bahwa tingkat kesukaran soal adalah angka yang menunjukkan proporsi peserta didik yang menjawab betul suatu butir soal. Semakin besar tingkat kesukaran berarti soal itu semakin mudah begitu pula sebaliknya semakin rendah tingkat kesukaran berarti soal itu semakin sukar. Dalam menguji tingkat kesukaran soal menggunakan SPSS dan pedoman klasifikasi menurut Wardani (2009:87). Klasifikasi tingkat kesukaran soal adalah sebagai berikut: a) rentang skor 0.00-0.25 kategori sukar; b) rentang skor 0.26-0.75 kategori sedang; c) rentang skor 0.76-1.00 kategori mudah. Hasil perhitungan mengenai tingkat kesukaran akan disajikan dalam tabel berikut: Tabel 3.8 Hasil Uji Tingkat Kesukaran Soal Siklus I Kategori Frequensi No Soal Sukar 0 2, 9, 13, 20 Sedang 14 7, 8, 10, 11,13, 14, 15, 17, 18, 19, Mudah 6 1, 3, 4, 5, 6, 16 Dari tabel diatas didapat bahwa ada 4 soal masuk dalam kategori sukar, 10 soal masuk dalam kategori sedang, dan ada 6 soal yang masuk dalam kategori mudah. Tabel 3.9 Hasil Uji Tingkat Kesukaran Soal Siklus II Kategori Frequensi No Soal Sukar 1 1, 2, 3, 5 Sedang 17 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20 Mudah 2 4, 6 Dari tabel diatas didapat bahwa ada 4 soal masuk dalam kategori sukar, 14 soal masuk dalam kategori sedang, dan ada 2 soal yang masuk dalam kategori mudah.
37 3.6 Indikator Kinerja Untuk mengukur tiap-tiap siklus dalam penelitian tindakan kelas ini, tolok ukurnya adalah ketuntasan belajar yaitu pencapaian nilai KKM 80. Keberhasilan belajar diukur apabila setiap siswa telah mencapai nilai KKM 80 maka dikatakan berhasil atau tuntas dan apabila sebanyak > 100% siswa telah mencapai nilai 80 maka dikatakan tuntas secara klasikal. 3.7 Teknik Analisis Data Teknik analisis data dengan menggunakan deskriptif kuantitatif yaitu dengan cara membandingkan hasil belajar pada siklus I dan siklus II dan dalam bentuk diagram kemudian dideskripsikan berdasarkan data yang telah dianalisis yang selanjutnya ditarik kesimpulan. Penyajian data kuantitatif dapat dipaparkan menggunakan rumus sebagai berikut: NILAI AKHIR = perole han skor jumla h skor keseluru han x 100