BAB II TINJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
Pengertian Komunikasi

II. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Komunikasi

Penilaian Kinerja PNS

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. yang positif dari individu yang disebabkan dari penghargaan atas sesuatu

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Profil Badan Kepegawaian dan Diklat Surabaya. pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab. Tugas pokok dan fungsi yang

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Komunikasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karyawan yaitu dengan jalan memberikan kompensasi. Salah satu cara manajemen

BAB II URAIAN TEORITIS. Penelitian-penelitian terdahulu berfungsi sebagai pendukung untuk melakukan

II. LANDASAN TEORI. seluruh faktor yang terdapat di perusahaan. Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian,

Pengertian Komunikasi

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II. LANDASAN TEORI. Manajemen merupakan ilmu tentang upaya manusia untuk memanfaatkan semua

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karyawan dalam sebuah perusahaan sangat dibutuhkan untuk mencapai prestasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORITIS. job performance atau actual performance (prestasi kerja atau prestasi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB II URAIAN TEORITIS. oleh komunikasi sebesar 22,22% dan 77,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain

12/10/2011 KELOMPOK? PERILAKU BERKELOMPOK & KOMUNIKASI TIPE KELOMPOK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II STUDI PUSTAKA. oleh Gunter K. Stahl, L. A. (2010 : ) berjudul Quality of Communication

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KOMUNIKASI ORGANISASI SESI 2 / KOMUNIKASI BISNIS PRODI MANAJEMEN SEMESTER 7 STIE YASA ANGGANA GARUT

I. PENDAHULUAN. karyawan dengan fungsi-fungsi organisasi lainnya. Komunikasi merupakan sarana

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan sehari hari, maupun dalam kehidupan suatu perusahaan/organisasi.

BEBERAPA DEFINISI KOMUNIKASI JADI...

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Adanya berbagai jenis kegiatan pembangunan di lingkungan. pengawasan yang tepat. Ini bertujuan untuk menjaga kemungkinan agar

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. organisasi perusahaan. Sumber daya manusia merupakan asset utama bagi

I. PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan salah satu hal yang sangat vital dalam kehidupan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pemimpin adalah merupakan inisiator, motivator, stimulator, dinamisator, dan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN. Setiap organisasi atau perusahaan baik skala kecil maupun besar terbentuk

Komunikasi Interpersonal. Dwi Kurnia Basuki

PERTEMUAN 11 KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kontak antar dan antara manusia baik individu maupun kelompok.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karyawan selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan,

KOMUNIKASI DALAM KEPEMIMPINAN UNTUK MENGEFEKTIFKAN ORGANISASI KEPEMIMPINAN 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karena komunikasi merupakan pengaruh dan alat dalam aktifitas manusia.

BAB I PENDAHULUAN. tersebut salah satunya adalah sumber daya manusia. Tumbuh lebih baik, bahkan

PP 10/1979, PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL. Tentang: PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL

PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 Tanggal 15 Mei 1979 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. situasi persaingan khususnya bagi perusahaan-perusahaan yang sejenis menjadi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. suatu organisasi.arti kinerja sebenarnya berasal dari kata-kata job performance

III. KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II KAJIAN TEORITIS. agar terhubung dengan lingkungan dengan orang lain. Menurut Handoko (1994)

Pengantar Ilmu Komunikasi

KBBI, Effendy James A. F. Stoner Prof. Drs. H. A. W. Widjaya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KOMUNIKASI ORGANISASI TIM DOSEN PERPUSINFO

BAB I PENDAHULUAN. kemampuannya untuk bereaksi secara sukarela dan positif terhadap sasaransasaran

BAB II LANDASAN TEORI. Istilah kinerja berasal dari kata Job Performance atau Actual Performance

BAB I PENDAHULUAN. dilandasi kesetian dan ketaatan kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar. meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia.

BAB I PENDAHULUAN. cenderung hidup dan terlibat di dalam anggota kemasyarakatan. Organisasi di dalam

BAB III PEMBAHASAN. tahu, ingin maju dan berkembang, maka salah satu sarananya adalah komunikasi.

BAB II URAIAN TEORITIS. Imatama (2006) yang berjudul Pengaruh Stress Kerja Terhadap kinerja

EFEKTIVITAS KOMUNIKASI KEPALA DESA DALAM MELESTARIKAN TRADISI GOTONG ROYONG DI DESA TABA PASEMAH KABUPATEN BENGKULU TENGAH

BAB I PENDAHULUAN. selalu menemukan masalah-masalah. Namun, berbagai masalah dalam. dalam satu konsep keilmuan human behavior, semua perilaku manusia

BAB I PENDAHULUAN. penyampaian pesan yang bermakna dari individu satu kepada individu lainnya

Bab 11 KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS. pembentukan kerangka pemikiran untuk perumusan hipotesis.

BAB I PENDAHULUAN. Kebersihan lingkungan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR KUANTITAS BANGUNAN GEDUNG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Pelatihan Sumber Daya Manusia

2.1.2 Faktor-faktor Disiplin Kerja Menurut Singodimenjo dalam Sutrisno (2011:86) bahwa hal yang

Sistem Interpersonal. By Ita Mutiara Dewi

BAB I PENDAHULUAN. makhluk hidup ini selalu melakukan komunikasi antar sesamanya. Manusia dalam

Materi Minggu 1. Komunikasi

BAB II KAJIAN TEORI. penilaian kinerja itu sendiri, agar tidak menimbulkan kesalah pahaman bagi setiap pembaca.

PENTINGNYA KOMUNIKASI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

MAKNA NOISE & UMPAN BALIK DALAM KOMUNIKASI

KOMUNIKASI EFEKTIF EFEK KOGNISI EFEK KONASI UMPAN BALIK

Komunikasi. mengumpulkan informasi internal & eksternal. mendistribusikan informasi pada bawahan maupun pada pihak luar. sebagai pembuat keputusan.

BAB II LANDASAN TEORI. Berikut ini adalah pengertian dari perangkat lunak : Menurut Jogiyanto H.M (1992 : 420), perangkat lunak adalah program yang

BAB IV ANALISIS DATA

BAB I PENDAHULUAN. tanpa komunikasi tidak akan terjadi interaksi dan tidak terjadi saling tukar

BAB I PENDAHULUAN. Menghadapi perkembangan pariwisata di Bali, komponen komponen. berproduktivitas tinggi. Bukanlah suatu pekerjaan yang

PEDOMAN PELAKSANAAN EVALUASI MANDIRI DAN REKAN (SELF EVALUATION, PEER REVIEW) MUTU KLINIS PUSKESMAS AJI KUNING

BAB II KEPALA MADRASAH DAN KINERJA GURU. madrasah. Kata kepala dapat diartikan ketua atau pemimpin dalam suatu

BAB II URAIAN TEORITIS. Komunikasi berasal dari bahasa Latin Communicatio, yang artiya sama. Maksudnya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KONSEP DASAR KOMUNIKASI

Modul Komunikasi Bisnis

Keterampilan Komunikasi. Mendengarkan Bertingkah laku asertif ( tegas, penuh percaya diri ) Menyelesaikan konflik Membaca situasi Melakukan persuasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Bagian Produksi Pada Perusahaan Rokok

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. PBL merupakan suatu pendekatan pembelajaran dimana mahasiswa

Transkripsi:

14 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Penelitian Terdahulu Berdasarkan peneitian terdahulu yang dilakukan oleh Indah Wahyu (2005) dengan judul Pengaruh Komunikasi Terhadap Kepuasan Kerja pada CV. Jaya Kusuma Mandiri Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Teknik analisa data yang digunakan adalah rentang skala dan regresi linier sederhana dengan uji-f. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi dan kuisioner. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata rentang skala variabel komunikasi diperoleh angka sebesar 301,89 yang berarti komunikasi yang terjadi termasuk dalam kategori baik. Hasil perhitungan rata-rata rentang skala untuk variabel kepuaan kerja diperoleh angka 303,25 yang berarti kepuasan kerja termasuk dalam kategori tinggi. Hasil tersebut dapat mebuktikan bahwa selama ini dalam bekerja di perusahaan para karyawan memiliki kepuasan kerja tinggi terkait dengan proses komunikasi yang terjadi di perusahaan. Penelitian yang kedua dilakukan oleh Agung Pradita (2006) dengan judul Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan di Perusahaan Keramik Soekardi Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk

15 mengetahui komunikasi yang terjadi dan tingkat kinerja karyawan pada Perusahaan Keramik Soekardi Malang serta untuk mengetahui apakah komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Teknik analisis data yang digunakan adalah rentang skala dan regresi linear sederhana dengan uji-f. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperleh melalui studi dokumentasi dan kuisioner. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan Keramik Soekardi Malang. Tabel 2.1 Perbedaan dan Persamaan Antara Peneliti Terdahulu Dengan Peneliti Sekarang Judul (peneliti terdahulu) Indra Wahyu (2005) Pengaruh Komunikasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada CV. Jaya Kusuma Mandiri Malang (peneliti terdahulu) Agung Pradita (2006) Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Di Perusahaan Keramik Soekardi Malang (peneliti sekarang) Achmad Fachrur Afiliawan Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi Variabel Terikat Kepuasan kerja Kinerja karyawan Kinerja Pegawai Negeri Sipil Variabel Bebas Komunikasi Alat Analisis Rentang skala dan regresi linear sederhana dengan uji F Komunikasi Analisis regresi linier sederhana dengan menggunakan Uji F Komunikasi (sumber: indra wahyu dan Agung Pradita) Rentang skala dan regresi linear sederhana dengan uji F Hasil Penelitian Komunikasi berpengaruh sifnifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada CV. Jaya Kusuma Mandiri Malang Komunikasi berpengaruh sifnifikan terhadap kinerja karyawan di perusahaan Keramik Soekardi Malang

16 Dalam tabel 2.1 dapat dilihat bahwa terdapat beberapa perbedaan dan persamaan peneliti terdahulu dengan penelitian sekarang.adapun perbedaan dari penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang adalah lokasi penelitian, dan alat analisis data yang dignakan. Penelitian terdahulu menentukan lokasi penelitian pada CV. Jaya Kusuma Mandiri Malang dan Perusahaan keramik Soekardi Malang dan kedua peneliti terdahulu enggunakan uji hipotesis uji F, sedangkan peneliti sekarang melakukan penelitian pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi dan menggunakan uji hipotesis uji F. Persamaan dari penelitian terdahulu yang mendukung penelitian sekarang yaitu sama-sama topic mengenai pengaruh komunikasi dan variabel terikatnya yaitu kinerja. B. Pengertian Komuniksi Menurut Thoha (2003:167) komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan berita atau informasi dari seseorang ke orang lain. Menurut Davis dalam Mangkunegara (2007:145) komunikasi adalah pemindahan informasi dan pemahaman dari seseorang kepada orang lain. Sedangkan Menurut Harorl D. Lasswell dalam Mulyana (2007) komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa, dengan akibat apa atau hasil apa. Dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain melalui media yang menimbulkan efek atau interaksi tertentu.

17 C. Fungsi Komunikasi William I. Gorden dalam Mulyana (2007:5-38) mengkategorikan fungsi komunikasi menjadi empat, yaitu : 1) Sebagai Komunikasi Sosial Komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur, dan memupuk hubungan dengan orang lain. 2) Sebagai Komunikasi Ekspresif Komunikasi berfungsi untuk menyampaikan perasaan-perasaan atau emosi kita. Perasaan-perasaan tersebut terutama dikomunikasikan melalui pesan-pesan nonverbal, perasaan sayang, peduli, rindu, simpati, gembira, sedih, takut, prihatin dan benci dapat diungkapkan melalui kata-kata namun terutama lewat perilaku nonverbal. 3) Sebagai Komunikasi Ritual Komunikasi ritual seperti adanya upacara-upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup, mulai upacara kelahiran, sunatan, pernikahan dan lain-lain. Dalam acara-acara tersebut orang mengucapkan kata-kata atau perilaku-perilaku tertentu yang bersifat simbolik.

18 4) Sebagai Komunikasi Instrumental Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum, yaitu menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan, dan mengubah perilaku dan juga menghibur. D. Macam-Macam Komunikasi Menurut Mohyi (1999:113-115) bahwa ada beberapa macamkomunikasi yang dapat dikelompokkan berdasarkan tempatnya, lambang yang dipakai, dan metode (teknik). 1) Berdasarkan tempatnya, komunikasi dibagi menjadi : a) Komunikasi Internal (Internal Communication) Komunikasi yang terjadi antara manajer dengan komunikan atau komunikasi antara individu (kelompok) yang satu dengan individu (kelompok) yang lain didalam suatu organisasi.komunikasi internal berupa : i) Komunikasi Vertikal (Vertical Communication) Komunikasi antara pimpinan dengan bawahannya atau komunikasi dari atas ke bawah (down ward communication) dan dari bawah ke atas (up ward communication). Komunikasi ini disebut juga komunikasi dua arah secara timbal balik antara pimpinan dengan bawahan, dimana pemimpin memberikan perintah (intruksi) atau petunjuk (pengarahan), penjelasan dan lain-lain. Sedangkan bawahan memberikan laporan gagasan (ide),

19 saran, dan lain-lain kepada pimpinannya. Komunikasi ini cenderung bersifat formal karena banyak terjadi komunikasi apabila setiap ada urusan atau tugas. ii) Komunikasi Horizontal (Horizontal Communication) Komunikasi antar individu (kelompok) dengan karyawan (pimpinan) yang tingkat jabatannya sama. Komunikasi ini terjadi apabila ada tugas (formal) ataupun non tugas (informal), namun kecenderungan bersifat non formal. iii) Komunikasi Diagonal (Diagonal Communication) Komunikasi diagonal atau komunikasi silang (Cross Communication) merupakan komunikasi antara karyawan yang mempunyai tingkat kedudukan maupun bagian yang berbeda. Komunikasi ini bersifat formal dan informal. b) Komunikasi Ekternal (External Communication) Komunikasi yang terjadi antara manajer (karyawan) atau personil yang mewakili suatu organisasi dengan masyarakat atau lembaga yang berada di luar lingkungan organisasi tersebut.komunikasi ini terdiri dari: i) Komunikasi dengan masyarakat sekitar (Community Relation) Komunikasi antar personil yang mewakili organisasidengan masyarakat sekitar. Komunikasi ini bersifat informatif,

20 untuk menjalin kerjasama maupun persuasif. Komunikasi ini dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. ii) Komunikasi dengan lembaga, instansi atau organisasi lain Komunikasi antara organisasi atau personil yang mewakili organisasi dengan instansi pemerintah, organisasi atau lembaga lain. iii) Komunikasi dengan pers Komunikasi yang terjadi antara organisasi dan pers, seperti pemasangan iklan. iv) Komunikasi dengan pelanggan Komunikasi yang terjadi antara organisasi dengan pelanggannya, terutama berkaitan dengan pemasaran (penjualan) atau pelayanan organisasi tersebut. 2) Berdasarkan lambang yang digunakan, komunikasi dapat dibagi menjadi dua : a) Komunikasi Verbal (Verbal Communication) i)komunikasi lisan ii)komunikasi tulisan b) Komunikasi Non Verbal (Non Verbal Communication) i) Komunikasi dengan gerak isyarat (gesture) ii) Komunikasi dengan gambar iii) Komunikasi dengan warna

21 3) Berdasarkan metode (teknik), komunikasi dapat dibagi menjadi dua : a) Komunikasi langsung (Direct Communication) i) Komunikasi antar personal (Personal Communication) ii) Komunikasi dengan kelompok, baik kelompok besar ataupun kelompok kecil b) Komunikasi tidak langsung (Indirect Communication) i) Komunikasi dengan media masa (mass media) ii) Komunikasi dengan media non masa (non mass media) E. Unsur-Unsur Komunikasi Cangara (2002:23) komunikasi hanya bisa terjadi kalau didukung dengan adanya sumber, pesan, media, penerima dan efek yang disebut dengan unsur-unsur atau komponen komunikasi. Unsur-unsur dalam komunikasi dapat dilihat pada gambar di bawah ini : Gambar 2.1 Unsur Komunikasi Sumber Pesan Media Penerima Efek Lingkungan Umpan Balik Sumber : Cangara (2002 : 23) 1. Sumber / Komunikator Semua peristiwa komunikasi akan melibatkan sumber sebagai pembuat atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antar

22 manusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi bisa juga dalam bentuk kelompok. Sumber sering disebut pengirim, komunikator atau dalam bahasa inggrisnya disebut source, sender, atau encoder. Komunikator merupakan unsur yang sangat berpengaruh dalam komunikasi, karena merupakan awal (sumber) terjadinya suatu komunikasi. 2. Pesan Pesan adalah informasi yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui media komunikasi. Pesan disampaikan dengan menggunakan lambang dan simbol. Penyampaian pesan dapat dilakukan dengan secara verbal (misalnya dengan lisan dan tulisan) dan secara non verbal (misalnya melalui mimik wajah, gerak-gerik tubuh). Pesan yang disampaikan haruslah bersifat umum, dengan kata lain mengandung hal-hal yang dimengerti oleh komunikan. Penyampaian pesan dilakukan dengan cara dan bahasa yang jelas, bahasa yang dapat dimengerti oleh komunikan, sehingga tidak menimbulkan kebingungan bagi komunikan dalam menafsirkan makna dari pesan tersebut.

23 3. Media Saluran (alat) yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai sarana berkomunikasi. Media yang digunakan bisa berupa media elektronik maupun media non elektronik. 4. Komunikan Komunikan (receiver) yang menerima pesan dari komunikator, kemudian memahami, menerjemahkan dan akhirnya memberi respon. Penerima adalah elemen penting dalam proses komunikasi karena dialah yang menjadi sasaran dari komunikasi. Jika suatu pesan tidak diterima oleh penerima, akan menimbulkan berbagai macam masalah yang seringkali menuntut perubahan, apakah pada sumber, pesan atau saluran. 5. Efek Efek atau pengaruh adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan, dilakukan oleh penerima sebelum dan setelah menerima pesan. Pengaruh ini bisa terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang dalam memberikan umpan balik. F.Proses Komunikasi Proses komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima. Proses komunikasi menurut Robbins (2002:147) adalah seperti berikut :

24 Gambar 2.2 Proses Komunikasi Sumber berita Penyandian Saluran Komunikasi Pemecahan Sandi Penerima Berita Pesan Pesan Pesan Pesan Sumber : Robbins (2002:147) Umpan Balik Sumber mengawali pesan dengan menyandikan suatu pemikiran. Pesan adalah produk berbentuk fisik dari sumber yang melakukan penyandian. Saluran adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau media perantara yang dilalui oleh pesan. Saluran diseleksi oleh sumber berita, yang harus menentukan apakah akan menggunakan saluran formal atau informal. Penerima berita adalah objek yang menjadi tujuan penyampaian pesan. Tetapi sebelum pesan diterima, simbol didalamnya harus diubah kedalam bentuk yang dapat dimengerti oleh penerima. Langkah ini disebut dengan pemecahan sandi dari sebuah pesan. Langkah yang terakhir dari proses komunikasi adalah umpan balik. Umpan balik diperlukan untuk memeriksa seberapa sukses pesan yang disampaikan. Proses tersebut menentukan apakah pesan telah dipahami atau tidak.

25 G. Efektivitas Komunikasi Efektivitas komunikasi dapat dilihat dari beberapa kriteria. Menurut Pareek (2004:69) yang dimaksut komunikasi yang efektif jika: 1. Kemurnian komunitas Suatu pesan yang tidak mengalami penyimpangan disebut murni. 2. Penghematan Dalam suatu komunikasi yang efektif digunakan tenaga, waktu, simbol, dan petunjuk minimum untuk melambangkan suatu pesan tanpa kehilangan kemurnian dan dampaknya. 3. Kesesuaian Kesamaan antara pesan yang disampaikan dengan pesan yang diterima yang selanjutnya memberikan umpan balik sesuai dengan harapan pengirim pesan. 4. Pengaruh Jika komunikator mengharapkan jawaban yang empatis dan ia mendapatkannya sebagai hasil interaksinya, maka dapat dikatakan bahwa ia berhasil mempengaruhi orang lain. 5. Membangun hubungan Suatu komunikasi yang efektif membantu membangun kepercayaan dan hubungan antar pribadi yang lebih baik antara sumber dan sasaran.

26 6. Menggunakan umpan balik Umpan balik merupakan suatu mekanisme yang sangat efektif guna memperbaiki komunikasi. H. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Menurut Rivai (2004:428) faktor yang umumnya mempengaruhi komunikasi antara lain karena pengaruh : 1. Jabatan Level jabatan sangat mempengaruhi kelancaran komunikasi. Bagi yang memiliki jabatan yang lebih tinggi malu jika harus berkomunikasi dengan bawahannya, demikian pula bawahan merasa canggung untuk berkomunikasi dengan atasannya. 2. Tempat Ruang kerja yang terpisah (yang mungkin jauh) akan mempengaruhi komunikasi, baik antar karyawan yang selevel maupun antara atasan dengan bawahan. 3. Alat Komunikasi Alat komunikasi sangat besar pengaruhnya dalam menciptakan kelancaran dalam berkomunikasi. Akan tetapi saat ini masalah alat bukan penghalang lagi karena telah ada alat komunikasi seperti Hand Phone. 4. Kepadatan Kerja Kesibukan kerja yang dihadapi dari waktu ke waktu merupakan penghambat komunikasi. Kesibukan kerja yang terjadi

27 memungkinkan mereka tidak sempat atau tidak ada waktu untuk berkomunikasi dengan yang lain. I. Hambatan Komunikasi Hambatan dalam komunikasi mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi. Ada beberapa hal yang merupakan hambatan komunikasi yang harus menjadi perhatian. Menurut Robbins (2002:155-157) ada empat hal yang menjadi hambatan komunikasi, yaitu : 1. Penyaringan Penyaringan (filtering) mengacu pada pengirim yang memanipulasikan informasi sedemikian rupa sehingga akan tampak lebih menguntungkan di mata si penerima. 2. Persepsi Selektif Persepsi selektif muncul karena penerima dalam proses komunikasi secara selektif melihat dan mendengar berdasarkan kebutuhan, motivasi, pengalaman, latar belakang, dan karakteristik pribadi yang lain. 3. Emosi Perasaan penerima ketika menerima suatu pesan komunikasi akan mempengaruhi bagaimana komunikan akan menafsirkan pesan itu. Emosi yang ekstrim paling mungkin menghalangi komunikasi yang efektif.

28 4. Bahasa Kata-kata bisa memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda. Usia, pendidikan dan latar belakang budaya merupakan variabel yang mempengaruhi bahasa yang digunakan seseorang dan definisi yang dia berikan kepada kata-kata itu. J. Pengertian Kinerja Mangkunegara (2002:67) mendefinisikan kinerja hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penilaian kinerja di lingkungan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam sistem administrasi Negara Indonesia, mempunyai peran dan kedudukan yang sangat signifikan. Pegawai Negeri Sipil bertugas melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan untuk mencapai tujuan nasional. Penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil adalah penilaian pelaksanaan pekerjaan seorang Pegawai Negeri Sipil. Tujuan penilaian kinerja adalah untuk mengetahui keberhasilan atau ketidak berhasilan serta untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan seorang Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugasnya.hasil penilaian kinerja digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembinaan Pegawai Negeri Sipil, antara lain pengangkatan, kenaikan pangkat, pengangkatan dalam jabatan, pendidikan dan pelatihan, serta pemberian penghargaan.

29 Penilaian kinerja berdasarkan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil / DP3 (Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1978) adalah sebagai berikut : 1) Kesetiaan Kesetiaan adalah ketaatan dan pengabdian kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara, dan Pemerintah. 2) Prestasi Kerja Prestasi kerja adalah hasil kerja yang dicapai seorang Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Pada umumnya prestasi kerja seorang Pegawai Negeri Sipil dipengaruhi oleh kecakapan, ketrampilan, pengalaman dan kesungguhan PNS yang bersangkutan dalam melaksanakan tugasnya. 3) Tanggung Jawab Tanggung jawab adalah kesanggupan seorang Pegawai Negeri Sipil menyelesaikan pekerjaan yang diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepat pada waktunya serta berani memikul risiko atas keputusan yang diambilnya atau tindakan yang dilakukannya. 4) Ketaatan Ketaatan adalah kesanggupan seorang Pegawai Negeri Sipil untuk menaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku, menaati perintah kedinasan yang diberikan

30 oleh atasan yang berwenang, serta kesanggupan untuk tidak melanggar larangan yang ditentukan. 5) Kejujuran Kejujuran adalah ketulusan hati seorang Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas dan kemampuan untuk tidak menyalah gunakan wewenang yang diberikan kepadanya serta melaporkan hasil kerjanya kepada atasannya menurut keadaan yang sebenarnya. 6) Kerjasama Kerjasama adalah kemampuan seseorang Pegawai Negeri Sipil untuk bekerja bersama-sama dengan orang lain dalam menyelesaikan sesuatu tugas yang ditentukan. 7) Prakarsa Prakarsa adalah kemampuan seorang Pegawai Negeri Sipil dalam menciptakan ide atau inisiatif untuk mengambil keputusan, langkah-langkah atau melaksanakan sesuatu tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan tugas pokok tanpa menunggu perintah dari atasan. 8) Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kemampuan seorang Pegawai Negeri Sipil untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat dikerahkan secara maksimal untuk melaksanakan tugas pokok.

31 K. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Menurut Keith Devis (2004:484) ada tiga faktor yang empengaruhi kinerja, yaitu faktor kemampuan (ability), faktor motivasi (motivation) dan faktor komunikasi (communication). 1. Faktor Kemampuan (ability) Faktor ini diterangkan bahwa kemampuan (ability) karyawan atau pegawai terdiri dari kemampuan potensi (IQ), dan kemampuan realiti (knowledge & skill). Artinya, jika karyawan atau pegawai memiliki IQ diatas rata-rata (IQ 110-120) dengan pendidikan yang memadai untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka akan mudah mencapai kinerja yang diharapkan. 2. Faktor Motivasi (motivation) Faktor motivasi ini terbentuk dari sikap (attitude) dalam menghadapi situasi (situation) kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan, yang terarah untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan sikap mental merupakan kondisi mental yang mendorong diri karyawan untuk berusaha mencapai kinerja secara maksimal 3. Faktor Komunikasi (communication) Menurut Dwidjowijoto dalam Keith Devis (2004:26) komunikasi adalah pendekatan dalam organisasi, menjadi penghubung mempererat rantai-rantai manajemen untuk

32 menggerakkan organisasi dalam mencapai tujuannya serta meningkatkan kinerja. L. HUBUNGAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN Menurut Robbins (2002:146) komunikasi memelihara motivasi dengan memberikan penjelasan kepada para karyawan tentang apa yang harus dilakukan, seberapa baik mereka mengerjakannya dan apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja jika sedang berada di bawah standar. Pembentukan tujuan khusus, umpan balik terhadap kemajuan ke arah pencapaian tujuan, dan penguatan perilaku-perilaku yang diinginkan semuanya merangsang motivasi dan memerlukan komunikasi. Pengaruh komunikasi biasanya diukur dipandang dari sudut sikap dan hasilnya. Komunikasi dapat mempengaruhi moril kelompok dan sikap yang dimiliki oleh individu-individu terhadap pekerjaan, kepemimpinan dan teman-teman kerja mereka. Demikian pula hasil kerja individu dan kelompok dapat dipengaruhi oleh komunikasi (Moekijat,1990:121). Komunikasi merupakan hal yang paling penting dalam perusahaan. Komunikasi yang terjadi dalam organisasi atau perusahaan erat kaitannya dengan kinerja karyawan. Untuk menciptakan kinerja yang tinggi diperlukan komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif dapat meningkatkan kerjasama sehingga tujuan organisasi dapat tercapai dan kinerja karyawan meningkat. Sedangkan komunikasi yang tidak baik akan menimbulkan konflik (Robbins,2002:145) sehingga kinerja karyawan

33 menurun. Apabila komunikasi berjalan dengan baik, maka tidak akan terjadi misskomunikasi dan akan memperlancar aktifitas kerja. M. KERANGKA PIKIR Komunikasi merupakan kekuatan pokok dalam membentuk organisasi. Komunikasi merupakan faktor utama penggerak suatu organisasi. Komunikasi yang efektif akan membawa organisasi pada kemajuan. Adapun keterkaitan komunikasi dengan kinerja karyawan yaitu sebagai berikut : Gambar 2.3 Komunikasi dan Kinerja Karyawan Komunikasi (X) Komunikator Pesan Media Komunikan Efek Kinerja Karyawan (Y) Kesetiaan Prestasi Kerja Tanggung Jawab Ketaatan Kejujuran Kerjasama Prakarsa Kepemimpinan Berdasarkan kerangka pikir di atas, dapat kita ketahui bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tergantung pada komunikasi yang terjadi pada perusahaan. Komunikasi menurut Harorl D. Lasswell dalam Mulyana (2007) dapat dilihat dari komunikator, pesan, media, komunikan dan efek. Kinerja Pegawai Negeri Sipil yang meliputi kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, prakarsa dan

34 kepemimpinan (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil / Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1978). Kinerja menurut Mangkunegara (2006:9) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dijaga oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja bagi karyawan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi dinilai penting, karena berkaitan dengan sumber daya manusia yang merupakan faktor utama, dengan kata lain kinerja pegawai negeri sipil tergantung pada komunikasi yang baik dilakukan. N. HIPOTESIS Berdasarkan penelitian terdahulu, landasan teori, tujuan penelitian dan keadaan di lapangan maka dapat diambil hipotesis sebagai berikut : 1. Diduga komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi.