Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

dokumen-dokumen yang mirip
GERAK BUMI DAN BULAN

GERHANA MATAHARI HJ SHA'ARI BIN OMAR JAB. SAINS IPG KOTA BHARU

Avivah Yamani langitselatan. doi: /m9.figshare GERHANA BULAN di Indonesia. langitselatan.com gerhana.info

Cladius Ptolemaus (abad 2) Geosentris

Sabar Nurohman, M.Pd

Oleh : Kunjaya TPOA, Kunjaya 2014

PETA KONSEP. Revolu si. Rotasi. Mataha ri TATA SURYA. satelit buata n. satelit. alami. satelit. Bulan. palapa. Kalender Masehi. Revolu si.

Foto: Gerhana Bulan Total 28 Agustus Dipotret oleh Geoge Lonas

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH UMUM

Bumi berotasi. Getak Harian - dari timur ke barat. - periodanya 24 jam. - sejajar ekuator langit.

FASE-FASE BULAN DAN JARAK BUMI-BULAN PADA TAHUN 2015

indahbersamakimia.blogspot.com Soal Olimpiade Astronomi Tingkat Provinsi 2011, Waktu : 150 menit

FASE-FASE BULAN DAN JARAK BUMI-BULAN PADA TAHUN 2014

1. Fenomena Alam Akibat Perubahan Kedudukan Bumi, Bulan, terhadap Matahari. Gerhana Matahari

SOAL PILIHAN GANDA ASTRONOMI 2008/2009 Bobot nilai masing-masing soal : 1

IPA TERPADU KLAS VIII BAB 14 BUMI, BULAN, DAN MATAHARI

MAKALAH ISLAM. Fenomena Gerhana 2014

ZAARI BIN MOHAMAD HBSC4203_V2 - EARTH AND SPACE / BUMI DAN ANGKASA BUMI DAN ANGKASA A. PENDAHULUAN

GERAK EDAR BUMI & BULAN

JAWABAN DAN PEMBAHASAN

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA

Tata Surya. karena planet bergerak mengedari matahari. Planet tidak dapat. planet hampir berbentuk lingkaran. Pada awal abad ke-17 Johanes Kepler

GERHANA MATAHARI DAN GERHANA BULAN

UNIT 13: GERAK BENDA LANGIT

GERHANA. Sukma Perdana Prasetya

The Double Planet. Nurul Hidayah A. M. ( ) M. Ali Sofyan ( ) Oleh

Klik. Korona pada Matahari

TATA SURYA Susunan Matahari dan anggota tata surya yang mengitarinya. Anggota Tata Surya:

indahbersamakimia.blogspot.com

Abdul Rachman dan Thomas Djamaluddin Peneliti Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)

SOAL SELEKSI PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL BIDANG ASTRONOMI

Daftar Isi. Tata Surya. Matahari. Gerak edar bumi dan bulan. Lithosfer. Atmosfer.

GERHANA BULAN TOTAL 15 JUNI 2011 (16 JUNI 2011 DINI HARI DI INDONESIA)

FENOMENA ASTRONOMI SISTEM BUMI, BULAN & MATAHARI

BULAN = MOON ROTASI & REVOLUSI BULAN. Bidang orbit bulan miring 5,2 0 terhadap bidang ekliptika (orbit bumi mengedari matahari)

MENYENANGI MATEMATIKA DAN SAINS MELALUI ASTRONOMI* 1

Astronomi Sabar Nurohman, M.Pd

PEKERJAAN RUMAH SAS PERTEMUAN-1 DAN PERTEMUAN-2 A.Pilihan Ganda

Ronde Analisis Data. P (φ) = P 0 + P t cos φ dengan P t = 2πP 0r cp B

Macam-macam Waktu. Universal Time dan Dynamical Time

TATA KOORDINAT BENDA LANGIT. Kelompok 6 : 1. Siti Nur Khotimah ( ) 2. Winda Yulia Sari ( ) 3. Yoga Pratama ( )

Kurang dari 0,25 diameter bumi. g/cm³) Gravitasi sekitar 1,67 m/s². Sekitar 17% gravitasi bumi

Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad. Luna. Pengikut Setia Bumi

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALatihan Soal 4.6

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALatihan Soal 4.7. Kedudukan matahari, bumi dan bulan pada gambar menunjukkan terjadinya peristiwa...

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Wilfried Suhr Gambar 1. Waktu-waktu kontak dalam peristiwa transit Venus.

Lampiran 1: Surat izin penelitian

MAKALAH PEMBELAJARAN IPA TENTANG SISTEM BUMI, BULAN DAN MATAHARI DI SEKOLAH DASAR

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA

SOAL EVALUASI. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang kalian anggap benar! 1. Peristiwa naiknya dan turunnya air laut disebut..

PROSES DAN TIPE PASANG SURUT

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. : 1 kali pertemuan 2 35 menit. Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam tata surya

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 3. Mengenal Planet Bumilatihan soal 3.2

Apakah bintang itu? Jika malam datang dan langit sedang cerah, pergilah ke halaman rumah lalu

Materi Bumi dan Antariksa)

PEMBAHASAN SOAL OLIMPIADE ASTRONOMI SELEKSI KOTA TAHUN

Sabar Nurohman Prodi Pendidikan IPA FMIPA UNY

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS

PROSES DAN TIPE PASANG SURUT

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 23 JANUARI 2012 M PENENTU AWAL BULAN RABI UL AWAL 1433 H

Antiremed Kelas 9 Fisika

ANALISIS VALIDITAS BUTIR SOAL CERTAINTY OF RESPONS INDEX (CRI) UNTUK IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MATERI TATA SURYA DAN FENOMENA ASTRONOMI

RINGKASAN MATERI TATA SURYA

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 2 JUNI 2011 M PENENTU AWAL BULAN RAJAB 1432 H

Satuan Besaran dalam Astronomi. Dr. Chatief Kunjaya KK Astronomi ITB

GERHANA MATAHARI TOTAL 9 MARET 2016

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2015

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Info Astronomy JELAJAH SEMESTA. Penerbit Info Astronomy

Menghitung Konjungsi: Tanpa Komputer? Tidak Masalah!

Pengertian Planet, Macam-Macam Planet Serta Ciri-Cirinya

Penulis : Hizbullah Abdul Aziz Jabbar. Copyright 2013 pelatihan-osn.com. Cetakan I : Oktober Diterbitkan oleh : Pelatihan-osn.

KISI-KISI LEMBAR OBSERVASI MOTIVASI BELAJAR SISWA

NAMA :... NIM :... KELAS :......

BAB I PENDAHULUAN. Satu hal yang menarik ketika kita mengamati bintang-bintang dengan mata

SAINS BUMI DAN ANTARIKSA

Laboratorium Falak: Laboratorium Alternatif yang Murah dan Terpadu

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

BBM 12 BULAN SEBAGAI SATELIT BUMI

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN IPA BAB XIV SISTEM TATA SURYA. Dr. RAMLAWATI, M.Si. SITTI RAHMA YUNUS, S.Pd., M.Pd.

DINAMIKA BENDA LANGIT

SELEKSI TINGKAT PROVINSI CALON PESERTA INTERNATIONAL ASTRONOMY OLYMPIAD (IAO) TAHUN 2009

LEMBAR KERJA SISWA. Disusun Oleh : Anastasia Evira Rombel X-4. November 2007 SMAN 2 Pahandut Palangkaraya 1.] MATAHARI

SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2014 CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2015

KUMPULAN SOAL & PEMBAHASAN OSK OSP OSN DLL KOORDINAT BENDA LANGIT (By. Mariano N.)

INFORMASI ASTRONOMIS HILAL DAN MATAHARI SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 8 DAN 9 SEPTEMBER 2010 PENENTU AWAL BULAN SYAWWAL 1431 H

Gambar tata sury, alam 98

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA

SILABUS PEMBELAJARAN

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALatihan Soal 4.2. Pernyataan tersebut yang termasuk ciri ciri dari bumi di tunjukkan pada nomor...

Sabar Nurohman, M.Pd

ANALISIS MATERI IPBA DALAM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

BAB IV ANALISIS METODE HISAB GERHANA BULAN DALAM KITAB IRSYÂD AL-MURỈD. A. Analisis Metode Hisab Gerhana Bulan dalam Kitab Irsyâd al-murỉd

Menghitung Konjungsi: Tanpa Komputer? Tidak Masalah!

Transkripsi:

Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018 Rhorom Priyatikanto Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Bandung, Indonesia

Pendahuluan Matahari, Bulan, bintang, dan 5 planet adalah objek langit yang memukau umat manusia sejak lama. Matahari dan Bulan terus bergerak teratur hingga menjadi penanda masa. Planet terus mengembara dan mengundang tanya tentang bentuk semesta. Lukisan karya Vincent van Gogh yang berjudul The Starry Night menggambarkan pemandangan langit fajar yang ia lihat pada musim panas tahun 1889.

Perubahan Fase Bulan Bulan, satu-satunya satelit alami Bumi tampak mengalami perubahan kenampakan (fase). Waktu terbitnya juga berubah seiring dengan fasenya. Perubahan fase Bulan berulang setiap 29,5306 hari. Sabit bulan baru (hilal) menjadi acuan pergantian bulan dalam kalender Qomariyah. Bulan telah terkunci oleh gravitasi Bumi sehingga wajah yang menghadap Bumi selalu sama.

Seputar Orbit Bulan Sebenarnya, Bulan mengorbit Bumi dengan periode 27,3216 hari. Sementara itu, Bumi mengitari Matahari dengan periode 365,2422 hari. Perpaduan keduanya melahirkan periode perubahan fase Bulan yang juga dikenal sebagai periode sinodis. Periode sinodis = bulan baru ke bulan baru.

Seputar Orbit Bulan Purnama yang terjadi saat Bulan berada di perigee dikenal sebagai supermoon. Diameter sudut supermoon sekitar 0,55 derajat. Mini moon terjadi saat Bulan purnama berada di apogee. Diameter sudut mini moon sekitar 0,49 derajat. Orbit Bulan (dan juga Bumi) tidak lingkaran sempurna, melainkan lonjong atau elips. Kadang kala, Bulan berada lebih dekat. Kadang lebih jauh. Titik terdekat Bulan dengan Bumi dikenal sebagai titik perigee. Titik terjauhnya disebut apogee. Saat di titik perigee, Bulan tampak 6% lebih besar dari pada kenampakan rata-ratanya (supermoon). Berlaku sebaliknya saat Bulan berada di apogee (minimoon).

Seputar Orbit Bulan Orbit Bulan ternyata tidak sebidang dengan orbit Bumi. Terdapat sudut sebesar 5,14o antara kedua bidang orbit. Dampaknya, gerhana Matahari tidak selalu terjadi setiap bulan baru dan gerhana Bulan tidak selalu terjadi setiap bulan purnama. Gerhana hanya terjadi ketika Bulan dan Matahari berada di dekat titik simpul orbit Bulan dan orbit Bumi.

Seputar Orbit Bulan Tidak ada yang diam di semesta ini. Bulan bergerak sepanjang lintasannya. Dari perigee ke perigee. Dari titik simpul ke titik simpul. Dari purnama ke purnama. Titik perigee, titik apogee, dan titik simpul bergerak perlahan karena orbit Bulan mengalami pergeseran. Rumitnya pergerakan tersebut membuat astronom mengenal banyak hitungan periode.

Seputar Orbit Bulan Rumitnya pergerakan tersebut membuat astronom mengenal banyak hitungan periode. 1. 2. 3. 4. 5. Bulan sinodis : 29,5306 hari (purnama ke purnama) Bulan sideris : 27,3217 hari (terhadap bintang) Bulan tropis : 27,3216 hari (terhadap titik Aries) Bulan anomalistik : 27,5546 hari (perigee ke perigee) Bulan draconis : 27,2122 hari (simpul ke simpul) Perpaduan sinodis dan draconis berkaitan dengan musim gerhana : 347 hari. Perpaduan sinodis dan anomalistik berkaitan dengan siklus supermoon dan minimoon : 417 hari.

Gerhana Gerhana terjadi ketika Bulan dan Matahari sama-sama berada dekat titik simpul orbit Bumi dan orbit Bulan. Gerhana sering terjadi pada musim gerhana yang berlangsung selama sekitar 34 hari dan berulang selama 173,3 hari. Gerhana Matahari terjadi ketika piringan Bulan menutupi piringan Matahari. Saat itu, Bumi berada dalam bayang-bayang Bulan. Gerhana Bulan terjadi saat Bulan berada dalam bayang-bayang Bumi.

Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018 Bulan purnama terjadi tanggal 31 Januari, sehari setelah Bulan mencapai perigee. Akibatnya, Bulan tampak sebagai Supermoon dengan ukuran 6% lebih besar. Purnama juga akan tampak 12% lebih terang. Gerhana Bulan Total terjadi pada malam yang sama. Kejadian ini dapat dikatakan sebagai Gerhana Perigee atau Super Bloodmoon.

Supermoon #1 2 Januari 2018 Supermoon #2 = Bluemoon 31 Januari 2018

Gerhana Bulan Total 20180131 Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018 dapat disaksikan di kawasan Asia-Pasifik. Bila langit cerah, seluruh tahapan gerhana dapat dilihat dari hampir seluruh wilayah Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke. Sumber : https://eclipse.gsfc.nasa.gov/lunar.html

Gerhana Bulan Total 20180131 Karakteristik Gerhana: Seri Saros : 124 (terakhir 21 Januari 2000) Radius Bulan : 0,554o Radius Umbra : 0,757o Radius Penumbra : 1,298o Durasi Gerhana Total : 1 jam 16 menit Durasi Gerhana Umbra : 3 jam 23 menit Sumber : https://eclipse.gsfc.nasa.gov/lunar.html

Gerhana Bulan Total 20180131 Tahapan Gerhana: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 17.51 WIB - P1 purnama mulai meredup 18.48 WIB - U1 awal gerhana sebagian 19.52 WIB - U2 awal gerhana total 21.08 WIB - U3 akhir gerhana total 22.11 WIB - U4 akhir gerhana sebagian 23.08 WIB - P4 purnama kembali terang Durasi Gerhana Total 1 jam 16 menit. Durasi Gerhana Sebagian 3 jam 23 menit. Sumber : https://eclipse.gsfc.nasa.gov/lunar.html

Mengamati Gerhana Bulan Sumber : Avivah Yamani Gerhana Bulan 2018-2020 di Indonesia

Gerhana Bulan Tahun 2018 Gerhana Bulan Total akan terjadi lagi tanggal 28 Juli 2018 dini hari (waktu Indonesia). Saat itu, Bulan tampak dengan ukuran kecil (0,49 derajat) - mini blood moon. Sayangnya, gerhana terjadi saat Bulan hampir tenggelam.

Sekian - Terima Kasih Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Jl. Dr. Djundjunan no. 133 Bandung 40173 http://www.pussainsa.lapan.go.id (022) 6012602