BAB V KESIMPULAN, KETERBATAN DAN SARAN Pada bab ini berisi ringkasan kesimpulan dan penjelasan dari penelitian serta rekomendasi untuk perbaikan dalam rangka penggunaan anggaran dana pemerintah yaitu biaya operasional perguruan tinggi negeri di Fakultas Geografi UGM. 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penyerapan anggaran bukan merupakan pencapaian target atau indikator kinerja namun merupakan komponen yang diperhitungkan dalam menentukan apakah penggunaan anggaran telah dilakukan secara efektif dan efisien. Tahun 2013 tingkat efektivitas anggaran belanja dalam kriteria kurang efektif dengan rasio 66,94%. Tahun 2014 tingkat efektivitas anggaran belanja masuk kriteria efektif dengan rasio 99,07%. 2. Adanya gap atau perbedaan antara harapan dengan persepsi pada kualitas layanan menunjukkan bahwa fasilitas sarana prasarana dan layanan memainkan peranan penting dalam menciptakan kepuasan mahasiswa, dimana kepuasan mahasiswa berpengaruh pada hasil pencapaian akademik mereka yang tentu akan berdampak pada mencapaian tujuan pendidikan fakultas. 92
3. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa terdapat faktorfaktor yang mempengaruhi pelaksanaan penggunaan anggaran dana BOPTN, diantaranya: a) Keterlambatan alokasi dana BOPTN ke fakultas, pembahasan dan pengesahan anggaran oleh pemerintah yang terlambat akan menyebabkan gangguan pada siklus pelaksanaan. b) Jumlah mahasiswa, merupakan faktor kedua yang mempengaruhi pelaksanaan anggaran dana BOPTN, karena jumlah mahasiswa digunakan dalam perhitungan penentuan seberapa besar dana BOPTN yang diterima oleh fakultas. Persoalan keadilan muncul ketika suatu institusi hanya memiliki mahasiswa yang sedikit, padahal biaya operasional seperti pemeliharaan dan pembelian barang mengalami kenaikan harga. c) Profesionalitas sumber daya manusia, para pelaksana dana BOPTN sebenarnya telah memiliki profesionalitas yang memadai guna melaksanakan program ini. Profesional yang dimaksud adalah mereka mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang cukup sesuai dengan perannya, namun kurangnya sosialisasi dan pelatihan yang komprehensif dapat menimbulkan sikap ragu-ragu atau takut dalam pelaksanaan tugas dan terjadinya pengulangan pekerjaan yang disebabkan oleh ketidaktahuan dalam penyelesaian suatu pekerjaan. 93
4. Kontribusi yang diberikan dari adanya dana BOPTN ini adalah tersedianya alat atau bahan laboratorium yang diperlukan untuk keperluan praktikum mahasiswa, karena Fakultas Geografi merupakan kelompok ilmu sains yang membutuhkan alat dan bahan praktikum yang cukup banyak dan modern atau up to date. 5. Dampak yang ditimbulkan dengan penggunaan dana BOPTN tahun 2013 dan 2014, belum begitu memberikan dampak positif yang signifikan karena jumlah dana yang diterima Fakultas Geografi tergolong masih sedikit. Dana alokasi tahun 2013 hanya 8,9% dan tahun 2014 3,9% dari rencana kegiatan anggaran tahunan (RKAT) fakultas, sehingga belum mampu mengakomodasi semua kegiatan belanja operasional Fakultas Geografi UGM. 5.2. Keterbatasan Penelitian ini mempunyai keterbatasan antara lain: 1) Keterbatasan penelitian ini hanya dilakukan pada Fakultas Geografi UGM, dimana penelitian serupa dapat dilakukan kepada semua fakultas di lingkungan Univeristas Gadjah Mada yang menerima dana BOPTN karena masing masing fakultas mempunyai karakteristik dan permasalahan yang berbeda. 2) Pengukuran kepuasan mahasiswa hanya menggunakan teknik sevrqual dimana untuk mengukur kepuasan dapat menggunakan teknik lain seperti Importance Performance Analysis (IPA). 94
5.3. Saran Saran yang dapat penulis sampaikan adalah sebagai berikut: 1. Jika dilihat rencana kegiatan anggaran dana BOPTN tahun 2013 dan 2014, hanya melakukan kegiatan belanja penambahan bahan praktikum dan pelaksanaan kegiatan penunjang. Guna meningkatkan efektivitas penggunaan dana BOPTN maka fakultas perlu melakukan perencanaan lebih baik dengan memperhatikan 12 item belanja dana BOPTN yang diperbolehkan yaitu: 1) Pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, seperti kegiatan penelitian dosen, evaluasi atau seminar hasil penelitian dosen, pembayaran insentif karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal terakreditasi atau internasional, perjalanan dan akomodasi seminar atau konferensi internasional. 2) Biaya pemeliharaan dan pengadaan, seperti pembelian atau pengadaan peralatan dan mesin (mabelair,komputer, server, AC, CCTV dan lainlain). Biaya pemeliharaan infrastruktur fakultas (penerangan, jalan, saluran air, parkir, taman dan lain-lain). 3) Penambahan bahan praktikum/kuliah, seperti pembelian bahan kimia/alat praktikum; pembelian ATK dan fotokopi modul/bahan praktikum/kuliah; biaya transport praktikum lapangan. 4) Bahan pustaka, seperti pembelian, penggandaan, perbaikan dan penjilidan buku perpustakaan; scanning data dan digitalisasi koleksi; cetak buku panduan perpustakaan, kartu buku dan modul penelusuran e- 95
journal; cetak dan distribusi IJG dan MGI; belanja atau langganan media masa dan Majalah National Geographic. 5) Penjaminan mutu, seperti penggandaan dokumen, konsumsi terkait kegiatan ISO; kegiatan berkaitan Penjaminan Mutu Akademik (Akreditasi, Borang, BAN-PT). 6) Pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan, seperti hibah UKM, KKL, Olimpiade Geografi; pelatihan sukses belajar, pelayanan bimbingan konseling; beasiswa mahasiswa; pelatihan akses e-journal, software Prezi dan Zotero. 7) Pembiayaan langganan daya dan jasa, seperti biaya listrik, telp, jasa cleaning service, outsourching security. 8) Pelaksanaan kegiatan penunjang, seperti seminar pengembangan kurikulum dan lokakarya pengembangan SDM; pencetakan buku RPKPS; pengiriman surat dinas akademik dan KHS; cetak panduan akademik, cetak profil prestasi mahasiswa, buku bimbingan konseling mahasiswa baru; fotokopi kegiatan administrasi perkantoran; pembelian ATK dan bahan bakar untuk operasional perkantoran. 9) Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran, seperti biaya perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur TI; pembelian peralatan Teknologi Informasi. 10) Honor dosen non pegawai negeri sipil, seperti gaji dosen dan pegawai tetap UGM. 96
11) Pengadaan dosen tamu, seperti pembelian bahan habis pakai dan konsumsi kegiatan kuliah umum, kenang-kenangan dan jamuan. 12) Kegiatan lain yang merupakan prioritas dalam renstra perguruan tinggi masing-masing, seperti kegiatan evalusi kurikulum; kegiatan student exchange; kegiatan roadshow alumni dan tracer study; cetak dan penggandaan untuk profil kerjasama luar negeri; biaya perjalanan dinas. 2. Pelayanan terus menerus dalam rangka meningkatkan kualitas layanan perlu dilakukan oleh fakultas. Untuk mencapai kepuasan mahasiswa maka fakultas perlu memperhatikan dimensi kualitas layanan dengan menyediakan: 1) Tangible/bukti fisik seperti fakultas mempunyai ruang khusus untuk belajar dan diskusi mahasiswa diluar jam kuliah. Fakultas mempunyai fasilitas penunjang yang memadai seperti mushola dan ruang terbuka hijau. Fakultas mempunyai fasilitas bagi kegiatan interaksi akademisi seperti lapangan olah raga. Hotspot di fakultas yang memiliki akses internet yang baik. 2) Reliability/keandalan seperti keseragaman jadwal akademik dengan melakukan koordinasi dengan dosen dan pegawai akademik. Memiliki alat laboratorium yang modern/up to date seperti GPS Geodetic, Spectrofotometer dan lain-lain. Menambah koleksi buku dan jurnal perpustakaan fakultas. Meningkatkan layanan prima oleh dosen dan pegawai, seperti memberi pelayanan dan membantu kesulitan dengan cepat dan tepat serta mudah untuk ditemui mahasiswa. 97
3) Responsiveness/daya tanggap seperti fakultas menyediakan media tertentu sebagai wadah dalam menerima segala masukan dari mahasiswa. Fakultas menyediakan media khusus untuk pembagian informasi, seperti seminar, workshop, pelatihan maupun beasiswa. 4) Assurance/jaminan seperti pertemuan rutin dosen untuk mengevaluasi materi kuliah. Pemberian materi kuliah disesuaikan dengan permintaan pasar. Melakukan pengecekan berkala terhadap semua fasilitas di fakultas. 5) Empathy/empati seperti melakukan pertemuan rutin antara dosen dengan mahasiswa untuk memantau perkembangan akademik. Melakukan tracer studi dan pengembangan karier bagi lulusan. 3. Sosialisasi dan pelatihan yang komprehensif sangat diperlukan bagi pimpinan dan pegawai operasional untuk menghilangkan rasa takut atau ragu-ragu, dan meminimalkan kesalahan berulang dalam melaksanakan tugas sejak dari membuat perencanaan kegiatan sampai pada pertanggungjawaban dana. 4. Untuk meningkatkan atau menambah penerimaan dana BOPTN, fakultas perlu meningkatkan indeks kualitas program studi, dengan cara melakukan akreditasi internasional dengan mengacu pada pengakuan internasional seperti ASEAN University Network (AUN) atau Royal Science of Chemistry (RSC). 5. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan penelitian kualitatif terkait anggaran dana BOPTN secara keseluruhan dari perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan anggaran. Sedangkan untuk penelitian kuantitatif terkait 98
pengukuran efektivitas dana dalam memenuhi kepuasan mahasiswa dapat menggunakan analisis seperti Importance Performance Analysis. Tempat penelitian dapat dilakukan atau diperluas pada klaster-klaster di lingkungan Universitas Gadjah Mada dan atau dengan melakukan perbandingan pengelolaan dana antar universitas yang menerima dana BOPTN. 99