ANGKA INDEKS Angka indeks adalah suatu angka yang menyatakan perubahan relatif pada harga, jumlah/kuantitas, atau nilai yang diperbandingkan dengan suatu periode awal. Tujuan utama dari angka indeks dalam bisnis adalah untuk menunjukkan perubahan persentase dari beberapa hal dari suatu periode ke periode lainnya. Mengonversi data ke indeks merupakan suatu cara yang lebih baik untuk mengekspresikan suatu perubahan. Berapa tingkat kenaikan harga suatu produk? Berapa tingkat kenaikan jumlah produksi pada sektor industri? Berapa tingkat perubahan harga atau tingkat perubahan produksi pada berbagai sektor ekonomi? Beberapa contoh indikator ekonomi yang menggunakan angka indeks Indeks harga konsumen Indeks harga perdagangan besar Indeks harga saham gabungan Indeks nilai tukar petani Indeks produksi beras Hal penting dalam penyusunan angka indeks: 1) Penyusunan Angka Indeks apa yang akan diukur bagaimana cara mengukurnya 2) Sumber dan Syarat Pembandingan Data dalam indeks harga, tiap jenis barang harus memiliki kualitas sama data berasal dari satu sumber objek yang dijadikan dasar penyusunan indeks harus mampu merepresentasikan keseluruhan data 3) Tahun Dasar tahun yang dipilih saat perekonomian normal dan stabil jarak tahun dasar dan tahun pembanding tidak terlalu jauh kejadian-kejadian penting seperti BBM naik, inflasi, dll. Jenis-jenis angka indeks: Angka indeks harga Angka indeks kuantitas Angka indeks nilai Jika angka indeks lebih dari 100%, maka indeks dikatakan naik. Sebaliknya, jika angka indeks kurang dari 100%, maka indeks dikatakan menurun. Metode perhitungan angka indeks: 1) ANGKA INDEKS SEDERHANA: indeks sederhana relatif dan indeks sederhana gabungan. Angka indeks sederhana relatif: terdiri dari satu macam barang dan perhitungannya untuk satu jenis barang saja. 1
Angka indeks sederhana gabungan: terdiri lebih dari satu macam barang dan perhitungannya dengan menjumlahkan keseluruhan barang baik harga, kuantitas, ataupun nilai, lalu bandingkan dengan tahun dasar. Angka Indeks Harga (Price Index): untuk mengetahui dan menggambarkan perubahan harga komoditas dari suatu periode ke periode berikutnya. Relatif Price index PI = P n P 0 Gabungan Price index PI = ΣP n ΣP 0 dengan P n = harga sekarang dan P 0 = harga awal. Angka Indeks Kuantitas (Quantity Index): untuk mengetahui dan menggambarkan perkembangan jumlah produk dari suatu periode ke periode berikutnya. Relatif Quantity index QI = Q n Q 0 Gabungan Quantity index QI = ΣQ n ΣQ 0 dengan Q n = kuantitas sekarang dan Q 0 = kuantitas awal. Angka Indeks Nilai (Value Index): untuk mengetahui perkembangan nilai suatu barang dan jasa dari suatu periode ke periode berikutnya. Relatif Value index VI = V n V 0 = P n Q n P 0 Q 0 Gabungan Value index VI = ΣV n ΣV 0 = Σ(P n Q n ) Σ(P 0 Q 0 ) dengan V n = nilai sekarang dan V 0 = nilai awal. Contoh 1: (angka indeks harga) Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, rata-rata penghasilan dari pekerja produksi pada tahun 2000 adalah $14,02/jam. Sedangkan, pada tahun 2009, rata-rata penghasilan dari pekerja produksi adalah $18,62/jam. Berapa indeks dari penghasilan pekerja produksi tiap jam pada tahun 2009 berdasarkan data pada tahun 2000? J A W A B : Diketahui: 2
P n = rata-rata penghasilan pada tahun 2009 = $18,62/jam P 0 = rata-rata penghasilan pada tahun 2000 = $14,02/jam PI = P n = $18,62 = 132,81% P 0 $14,02 Artinya, terdapat peningkatan rata-rata penghasilan sebesar 32,81% selama periode 2000 hingga 2009. Kenaikan sebesar 32,81% diperoleh dari 132,81% 100% = 32,81%. Contoh 2: (angka indeks kuantitas) Populasi di Provinsi Jambi pada tahun 2010 adalah 4.494.232. Sedangkan, di Provinsi Lampung sebanyak 13.069.182. Berapa indeks populasi dari Jambi dibandingkan di Lampung? J A W A B : Diketahui: Q n = populasi di Jambi = 4.494.232 Q 0 = populasi di Lampung = 13.069.182 QI = Q n = 4.494.232 = 34,4% Q 0 13.069.182 Hal ini menunjukkan bahwa populasi di Jambi pada tahun 2010 adalah 34,4% dari populasi di Lampung. Contoh 3: (angka indeks gabungan) Data berikut adalah data produksi tanaman jenis A pada suatu daerah di Kota X. Maka dari data tersebut dapat ditentukan sebagai berikut: 3
a) Angka indeks harga gabungan PI = ΣP 1999 5500 + 3250 + + 1750 28.350 = = = 106,08%. ΣP 1998 5000 + 3000 + + 1650 26.725 Artinya harga untuk tanaman jenis A mengalami kenaikan sebesar 6,08% dari tahun 1998 ke tahun 1999. b) Angka indeks kuantitas gabungan QI = ΣQ 1999 1500 + 750 + + 150 5925 = = = 127,42% ΣQ 1998 1000 + 500 + + 200 4650 Artinya kuantitas tanaman jenis A mengalami kenaikan sebesar 27,42%. c) Angka indeks nilai VI = ΣV 1999 8.250.000 + + 262.500 22.313.750 = = = 139,88% ΣV 1998 5.000.000 + + 330.000 15.952.500 Artinya nilai tanaman jenis A semakin meningkat sebesar 39,88% dari tahun 1998 ke tahun 1999. 2) ANGKA INDEKS TERBOBOT: indeks terbobot relatif dan indeks terbobot gabungan. Ada dua metode untuk menghitung angka indeks terbobot, yaitu metode Laspeyres dan metode Paasche. Perbedaan antara kedua metode ini adalah tentang bobot (penimbang)nya. Untuk metode Laspeyres, bobot merujuk pada kuantitas dari periode awal, sedangkan pada metode Paasche, bobot merujuk pada kuantitas dari periode akhir. Metode Laspeyres Indeks Laspeyres = Σ P n Q 0 Σ P 0 Q 0 4
Metode Paasche Indeks Paasche = Σ P n Q n Σ P 0 Q n dengan P n = harga sekarang, P 0 = harga awal, Q n = kuantitas sekarang, Q 0 = kuantitas awal. Contoh 4: (merujuk ke contoh tanaman jenis A pada Contoh 3) Metode Laspeyres Indeks Laspeyres = Σ P n Q 0 Σ P 0 Q 0 17.075.000 = = 107,04% 15.952.500 Artinya, harga tanaman jenis A ini meningkat sebesar 7,04% dalam waktu 1 tahun. Metode Paasche 5
Indeks Paasche = Σ P n Q n Σ P 0 Q n 22.313.750 = = 107,33% 20.790.625 Artinya, harga tanaman jenis A meningkat sebesar 7,33% dalam waktu 1 tahun. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari penggunaan metode Laspeyres dan juga metode Paasche. Metode Laspeyres Metode Paasche Kelebihan Hanya membutuhkan informasi kuantitas pada periode awal. Dan, perubahan yang dinyatakan pada indeks merujuk pada perubahan harga Karena menggunakan kuantitas sekarang, maka indeks mencerminkan kebiasaan pembelian saat ini. Kekurangan Tidak mencerminkan perubahan dalam pola pembelian dari waktu ke waktu. Bisa jadi memberikan kelebihan bobot dari barang yang memiliki kenaikan harga. Membutuhkan data tentang kuantitas saat ini. Karena kuantitas bisa jadi berubah pada tiap tahun, maka tidak mungkin untuk menyatakan angka indeks sebagai perubahan atas harga saja. Biasanya cenderung memberikan kelebihan bobot untuk barang yang harganya turun. Untuk mengimbangi kekurangan dari metode Laspeyres dan Paasche, Irving Fisher mengajukan suatu indeks yang disebut dengan Indeks Ideal Fischer, yaitu: Indeks Ideal Fischer = Indeks Laspeyres Indeks Paasche Contoh 5: (merujuk ke contoh tanaman jenis A pada Contoh 3) Pada Contoh 4 telah didapat bahwa Indeks Laspeyres = 107,04% dan Indeks Paasche = 107,33%. Untuk contoh kasus di atas, maka Indeks Ideal Fischer untuk tanaman jenis A adalah: Indeks Ideal Fischer Indeks Laspeyres Indeks Paasche 107, 04107,33 11.488, 6032 107,185% 6
L A T I H A N S O A L 1. Pada bulan Januari 1994, harga untuk seluruh ayam segar adalah Rp 11.687,00 per pon. Pada April 2010, harga untuk ayam yang sama adalah Rp 15.990,00 per pon. Berapa indeks dari harga ayam segar pada April 2010 berdasarkan harga pada Januari 1994? Berapa persen harga ayam mengalami peningkatan? 2. Penghasilan rata-rata pekerja produksi tiap jamnya (dalam rupiah) pada bulan Januari selama tahun-tahun terpilih diketahui di bawah ini. Tahun Penghasilan rata-rata per jam 2002 151.450 2007 182.260 2012 209.690 2017 (Mei) 247.130 Gunakanlah tahun 2002 sebagai periode dasarnya. Tentukan: a. indeks untuk tahun-tahun lainnya. b. interpretasikan indeks yang didapat pada setiap tahunnya. 3. Berikut adalah harga pasta gigi (9 ons), sampo (7 ons), tablet obat batuk (paketan 100), dan antibiotik (2 ons) selama bulan Agustus 2005 dan Agustus 2014. Tertera juga jumlah yang dibeli. Gunakan bulan Agustus 2005 sebagai periode dasarnya. BARANG Pasta Gigi Sampo Tablet Obat Batuk Antibiotik 2005 2014 Harga ($) Kuantitas Harga ($) Kuantitas 2,49 6 3,35 6 3,29 4 4,49 5 1,59 2 4,19 3 1,79 3 2,49 4 a. Tentukan angka indeks harga sederhana relatif pada setiap barang. b. Tentukan angka indeks harga sederhana gabungan. c. Tentukan angka indeks nilai gabungan. d. Tentukan indeks harga Laspeyres. e. Tentukan indeks harga Paasche. f. Tentukan indeks ideal Fischer. 7