SILABUS MODUL FOUNDATIONS FOR PROFESSIONAL HEALTH PRACTISE PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG 2015
SILABUS Fakultas : Kedokteran Program Studi : Farmasi Nama Modul : Foundations For Professional Health Practice Kode : FR.1207 SKS : 3 Sifat : WAJIB Semester : II Perkiraan banyaknya peserta : 101 Mahasiswa Deskripsi singkat Modul Modul ini dilaksanakan pada semester 2, tahun ke 1, dengan waktu 3 minggu. Pencapaian belajar mahasiswa dijabarkan dengan penetapan kompetensi utama, kompetensi penunjang, learning outcome sebagaimana yang diatur dalam Standar Kompetensi Apoteker serta sasaran pembelajaran yang didapat dari penjabaran learning outcome. Modul ini terdiri dari 3 Lembar Belajar Mahasiswa (LBM) dan masing-masing LBM terdiri dari judul skenario, sasaran pembelajaran, skenario, konsep mapping, materi, pertanyaan minimal dan daftar pustaka. Pada modul ini mahasiswa akan belajar tentang peraturan perundang-undangan farmasi, etika Farmasi, Sistem Kesehatan Nasional, ilmu komunikasi dan Islam Disiplin Ilmu (IDI). Mahasiswa juga akan mempelajari ilmu komunikasi, cara penyelesaian konflik dan metode belajar yang efektif dan efisien. Modul ini akan dipelajari dengan mengunakan strategi Problem Based-Learning, dengan metode diskusi tutorial menggunakan seven jump steps, kuliah, praktikum laboratorium, dan belajar keterampilan klinik di laboratorium ketrampilan.
SILABUS FOUNDATIONS FOR SEMESTER : II MATA KULIAH PROFESSIONAL HEALTH PRACTICE POKOK BAHASAN : KOMPONEN MATERI KULIAH Waktu (menit) Tujuan Instruksion al Umum Sasaran Belajar Spesifik Sub Pokok Bahasan Media Referensi Evaluasi Mid/ Akhir Kontributor LBM I Ruang lingkup profesi farmasi, undangundang dan etika kefarmasian 800 Agar mahasiswa farmasi mampu memahami ruang lingkup profesi farmasi, undangundang dan etika Memahami cara beretika intra profesi Memahami bentuk perlindungan hukum profesi Peran penting profesi farmasi dan teknologi kesehatan sesuai UU, dan Pengawasan praktek kefarmasian UU obat dan alat Sejarah dan pengantar etika farmasi Peran penting profesi farmasi dan teknologi kesehatan sesuai UU, dan pengawasan Multimedia /Laptop, LCD/ proyektor 1. Lecture Note dr. Laksono : Interprofesio nal Edication 2. http://www.i pe.umn.edu/ what/index.s html 3. http://en.wiki SGD, Ujian MID Modul, Ujian Akhir Modul, OSPI Core Disiplin: 1. Peraturan per UU 2. Etika Farmasi Suplementary disiplin: 1. Sistem Kesehatan
kefarmasian kesehatan praktek pedia.org/wi Nasional Etika Kefarmasian dan Ilmu Komunikasi intra professional health practice Ilmu komunikasi inter professional health practice Etika Komunikasi dengan sesama farmasis (intra professional) Etika komunikasi dengan dokter dan perawat (inter professional) kefarmasian UU obat dan alat kesehatan Etika Kefarmasian Ilmu Komunikasi intra professional health practice ki/interprofe ssional_educ ation 4. Baker DP, Gustafson S, Beaubien J, et al. Medical teamwork and patient safety: The evidence- 2. Ilmu Komunikasi 3. IDI (Islam Disiplin Ilmu) based relation. Retrieved August 19, 2006 from http://www.a hrq.gov/qual/ medteam/. 5. Berardo DH, Kimberlin
CL, McKenzie LC, Pendergast JF. Community pharmacists' documentati on of intervention on drugrelated problems of elderly patients. Journal of Social and Administrati ve Pharmacy 11: 182-193, 1994. LBM II Agar mahasiswa Mampu melakukan pelayanan informasi obat Dasar- Multimedia /Laptop, SGD,
Pharmaceuti cal Care mampu memahami mengenai pharmaceuti cal care yang dibutuhkan Mampu melakukan klarifikasi permintaan informasi obat yang dibutuhkan Mampu melakukan identifikasi sumber informasi/referensi yang relevan Memahami akses informasi sediaan farmasi yang valid dasar farmasi kesehatan masyarakat dan peran farmasis dalam SKN Pengenala n programprogram kesehatan masyarakat LCD/ proyektor Ujian MID Modul, Ujian Akhir Modul, OSPI Mampu merespon pertanyaan dengan informasi yang jelas, tidak bias, valid, independent. Aplikasi farmasi kesehatan masyarakat meliputi Memahami informasi bagi masyarakat dengan mengindahkan etika profesi kefarmasian Mampu menyediakan materi informasi sediaan farmasi dan alkes untuk pelayanan pasien Mampu menyediakan perkembangan praktik kefarmasian Kebijakan farmasi, public health information serta
edukasi masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman Mampu menjelaskan dan memahami defenisi, tujuan dan sub sistem SKN Mampu menjelaskan dan memahami peran farmasis dalam SKN Mampu menjelaskan dan memahami tetang perkembangan praktek kefarmasian Mampu menjelaskan dan memahami dasar-dasar farmasi kesehatan masyarakat Mampu menjelaskan dan memahami tentang pengenalan programprogram kesehatan masyarakat Mampu melakukan komunikasi dengan pasien pendidikan pelatihan dan
Mampu melakukan penyuluhan pengobatan obat tradisional kepada masyarakat LBM III Ketrampilan organisasi dan hubungan interpersonal 800 Agar mahasiswa mampu memahami ketrampilan organisasi dan hubungan interpersonal Memahami ketrampilan organisasi Memahami cara membangun hubungan interprofesional Memahami etika dalam hubungan interprofesional Memahami prinsipprinsip bioetik Memahami cara menyelesaikan pekerjaan tepat waktu Memahami cara bekerja dalam tim Memahami cara berbagi informasi yang relevan Memahami cara berpartisipasi dan kerjasama tim dalam pelayanan Memahami cara membangun kepercayaan diri Mampu memahami persyaratan standar profesi Mampu menetapkan peran diri terhadap profesi - Bioetik - Team work dan Manajemen Konflik - Membangu n Kepercayaan Diri - Islam Disiplin Ilmu (Manajemen Kepemimpin an Islam) Multimedia /Laptop, LCD/ proyektor SGD, Ujian MID Modul, Ujian Akhir Modul, OSPI
Memahami cara menggali masalah aktual atau masalah yang potensial Memahami cara menyelesaikan masalah Memahami cara mengelola konflik Mampu melakukan identifikasi penyebab konflik Memahami cara menyelesaikan konflik inter profesi Idi manajemen kepemimpinan dalam islam Mampu menyelesaikan konflik sesama farmasis Mampu menyelesaikan konflik intra profesi Dibuat oleh Diperiksa Oleh Disetujui oleh Nama : Nisa F, M.Sc, Apt Nama : Rina Wijayanti, M.Sc, Apt Nama : Arifin S, M.Sc, Apt Jabatan : Tim Modul Jabatan : Sek Prodi Jabatan : Ka Prodi
Metode Pembelajaran dan Bentuk kegiatan: Metode pembelajaran PBL (Problem based learning) terdiri dari: 1. Tutorial Tutorial merupakan pembimbingan kelas oleh seorang pengajar (tutor) untuk seorang mahasiswa atau sekelompok kecil (10-12) mahasiswa. Proses ini merupakan proses interaksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode tutorial merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif. 2. Kuliah Pakar Kuliah merupakan proses pemberian informasi edukatif dari seorang ahli kepada mahasiswa yang diharapkan akan membentuk fondasi akademik bagi mahasiswa. 3. Praktikum/Skill lab Metode praktikum adalah metode mengajar dimana mahasiswa melakukan kegiatan percobaan untuk membuktikan teori yang telah dipelajari memang memiliki kebenaran. 4. Belajar mandiri Kegiatan ini adalah kegiatan aktif dari mahasiswa untuk menjawab issues-issue yang telah diberikan selama perkuliahan, termasuk tugas-tugas dari dosen ataupun dari praktikum. 5. Journal Reading Pada metode ini, mahasiswa diajarkan untuk mereview, menganalisa journal-journal pilihan farmasi dan mengevaluasinya sesuai dengan kebutuhan perkuliahan.
C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi meliputi Tutorial (Kemampuan menganalisa dan memecahkan permasalahan kefarmasian, keaktifan bertanya, menjawab serta penguasaan materi), ujian MID modul, ujian akhir modul dan OSPI. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik saran dari mahasiswa) 2. Penilaian (student assessment) Bobot penilaian: Tutorial : 15 % Ujian MID Modul : 20 % Ujian Akhir Modul : 35 % Praktikum/Skill Lab : 30 %
NILAI HURUF NILAI BOBOT RENTANG NILAI KETERANGAN PATOKAN NILAINYA A 4,00 Tingkat Penguasaan AB 3,50 74 80,9 Tingkat Penguasaan 74 80,9 % B 3,00 67 73,9 Tingkat penguasaan 67 73,9 % BC 2,50 60 66,9 Tingkat Penguasaan 60 66,9 % C 2,00 55 59,9 Tingkat Penguasaan 55 59,9 % CD 1,50 50 54,9 Tingkat Penguasaan 50 54,9 % D 1,00 45 49,9 Tingkat Penguasaan 45 49,9 % E 0 Tingkat Penguasaan Penetuan Kelulusan dan Penetapan Nilai Kedalam Huruf 1. Nilai Huruf mahasiswa yang dinyatakan LULUS adalah di mulai dari BC, B, AB, A. 2. Nilai Huruf Mahasiswa yang dinyatakan TIDAK LULUS adalah dimulai dari C, D, E dan berhak untuk mengikuti program remedial. D. DAFTAR PUSTAKA 6. Lecture Note dr. Laksono : Interprofesional Edication 7. http://www.ipe.umn.edu/what/index.shtml 8. http://en.wikipedia.org/wiki/interprofessional_education 9. Baker DP, Gustafson S, Beaubien J, et al. Medical teamwork and patient safety: The evidence-based relation. Retrieved August 19, 2006 from http://www.ahrq.gov/qual/medteam/. 10. Berardo DH, Kimberlin CL, McKenzie LC, Pendergast JF. Community pharmacists' documentation of intervention on drug-related problems of elderly patients. Journal of Social and Administrative Pharmacy 11: 182-193, 1994. 11. Cooper J, Consultant pharmacist assessment and reduction of fall risk in nursing facilities. Consultant Pharmacist 12: 1294-1298, 1303-1304, 1997. 12. Deady JE, Lepinsld PW, Abramowitz PW. Measuring the ability of clinical pharmacists to effect drug therapy changes in a family practice clinic using prognostic indicators. Hospital Pharmacy 26: 93-97, 1991.
13. Gums JG, Yancey RW, Hamilton CA, Kubilis PS. Randomized, prospective study measuring outcomes after antibiotic therapy intervention by a multidisciplinary consult team. Pharmacotherapy 19; 1369-1377.1999. 14. Joint Commission on Accreditation of Healthcare Organizations. Sentinel Event Statistics. December 31, 2005. Retrieved August 19, 2006 from http://www.jointcommission.org/sentinelevents/statistics/. 15. Joint Commission International Center for Patient Safety. Patient Safety Practices. An online resource for improving patient safety: Communication. Retrieved August 19, 2006 from http;//www.jcipatientsafety.org/show.asp?durki= 11794. 16. Kaplan SH, Greenfield S, Ware JE Jr. Assessing the effects of physician patient interactions on the outcomes of chronic disease. Medical Care 27: 5110-5127,1989. 17. Kaufman S, Elliott M, Shmueli D. Frames, framing and reframing. The Conflict Resolution Information Source. September 2003. Retrieved August 19, 2006 from http://crinfo.beyondintractability.org/essay/framing/. 18. Kimberlin CL, Assa M, Rubin D, Zaenger P. Questions elderly patients have about on-going therapy: A pilot study to assist in communication with physicians. Pharmacy World and Science 23: 237-241, 19. Klopfer JD, Einarson TR. Acceptance of pharmacists' suggestions by prescribers: Literature review Hospital Pharmacy 25: 830-S32, 834-836, 1990. 20. Maxfield D, Grenny J, McMillan R, et al. Silence Kills: The seven crucial conversations for healthcare. Sponsored by the American Association of Critical-Care Nurses and VitalSmarts. Retrieved August 19, 2006 from http://psnet.ahrq.gov/resource.aspx?resourceid=1149. 21. Roter D. Patient participation in patient-provider interactions: The effects of patient questionasking on the quality of interactions, satisfaction and compliance. Health Education Monographs 5: 281-315, 1977. 22. Roter DL. Patient question askin in physician-patient interaction. Health Psychology 3: 395-409 1984. 23. Smith M. When I Say No, I Feel Guilty. New York: Dial Press, 1975.