PENGEMBANGAN KURIKULUM PRODI S1 AKUNTANSI

dokumen-dokumen yang mirip
Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Capaian Pembelajaran

Pembelajaran adalah proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar

LAPORAN PELATIHAN RPS

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN SENAM LEVEL II berbasis

KURIKULUM SHINTA DORIZA & AENG MUHIDIN

KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA PRODI: PASCASARJANA BUDIDAYA PERAIRAN FPIK-UB

A. Program Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI) 1. Standar Kompetensi Lulusan Jenjang Strata Dua (S2) Progam Magister

REKOGNISI KUALIFIKASI SDM INDONESIA MENINGKATKAN REKOGNISI dan PENYETARAAN KUALIFIKASI DI DALAM & LUAR NEGERI

KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI SESUAI KKNI (KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA)

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH BALAI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEJURUAN

KURIKULUM YANG MEMENUHI KEBUTUHAN STAKEHOLDER

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN TATA RIAS PENGANTIN LEVEL I berbasis

SURAT KETERANGAN PENDAMPING IJAZAH Sosialisasi Implementasi ZULFAHMI ALWI_LPM_UINAM

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN TATA RIAS PENGANTIN LEVEL II. berbasis

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN SENI MERANGKAI BUNGA DAN DESAIN FLORAL LEVEL I Berbasis

KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA BIDANG PERTANIAN SUB BIDANG PERTANIAN

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN SENI MERANGKAI BUNGA DAN DESAIN FLORAL LEVEL II Berbasis

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI MULTI MEDIA

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN SENAM LEVEL III berbasis

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN SENAM LEVEL IV berbasis

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 09 / PRT / M / 2013

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN SENI MERANGKAI BUNGA DAN DESAIN FLORAL LEVEL III Berbasis

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN SULAM JENJANG 3 BERBASIS

PENGEMBANGAN PENDIDKAN KESEHATAN MASYARAAT. Sabarinah Prasetyo, DR., dr., M.Sc. Wakil Dekan I Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

LEARNING OUTCOME S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

STANDAR ISI PEMBELAJARAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN EKSPOR IMPOR LEVEL V

Visi Universitas Almuslim: Visi Universitas Almuslim adalah menjadi universitas unggul, professional, dan islami

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN BORDIR JENJANG 3 BERBASIS

tip.ub.ac.id Rumusan Hasil Workshop Peningkatan Daya Saing Global Lulusan PS Industri Pertanian Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Tekno

KONSEP BAHAN AJAR KKNI DAN KARAKTERISTIKNYA. Oleh: Anik Ghufron FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2017

Rasional. Visi, Misi, dan Tujuan

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL-KAMAL

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN SPA LEVEL II berbasis

DIAGRAM ALUR PENYUSUNAN KURIKULUM PT

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN SENAM JENJANG II BERBASIS

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) dan KURIKULUM KURSUS EKSPOR IMPOR LEVEL VI KKNI berbasis

KURIKULUM KURIKULUM KURSUS VIDEO EDITING JARINGAN KOMPUTER DAN SISTEM ADMINISTRASI. berbasis

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN BORDIR LEVEL III berbasis

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) berbasis

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN SULAM JENJANG 2 BERBASIS

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL-KAMAL

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN BORDIR JENJANG 2 BERBASIS

Deskripsi Umum, Learning Outcomes, dan Kurikulum Inti Program Studi Teknik Industri

PENYUSUNAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PROGRAM S1 BERORIENTASI KKNI

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN BUNGA KERING DAN BUNGA BUATAN LEVEL I, II, III, dan IV berbasis

KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI SESUAI KKNI

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO

LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN KURIKULUM PROGRAM STUDI SISTEM KOMPUTER TAHUN 2012/ /2017 OLEH: TIM KURIKULUM SISTEM KOMPUTER 2012/213

KURIKULUM PROGRAM STUDI S-1 AKUNTANSI: ANTISIPASI CA. Dr. Supriyadi, M.Sc., C.M.A., C.A., Ak. Dosen Tetap - Jurusan Akuntansi FEB UGM Ketua IAI KAPd

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN SPA LEVEL III berbasis

KOMPETENSI SARJANA BIOLOGI

BAB I STANDAR PENDIDIKAN STANDAR 1 : STANDAR KOMPETENSI LULUSAN NO. KATEGORI ISI 1. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran

STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS DIPONEGORO SPMI-UNDIP SM 04.

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN SULAM LEVEL III berbasis

TUJUAN Dalam rangka melaksanakan misi dan pencapaian visi PS MTM Universitas Lampung, maka ditetapkan tujuan Program Studi sebagai berikut:

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN SPA LEVEL IV berbasis

KERANGKA KERJA SATUAN PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS PADJADJARAN 2016 SATUAN PENJAMINAN MUTU SATUAN PENJAMINAN MUTU UNPAD.

I. PENDAHULUAN. agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN PIJAT PENGOBATAN REFLEKSI LEVEL II berbasis

Capaian pembelajaran program Diploma (D3), Sarjana (S1), Master (S2), dan Doktor (S3) di tingkat ITS dan Jurusan

KANTOR PENJAMINAN MUTU INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) TATA RIAS PENGANTIN LEVEL II (PERIAS MADYA) berbasis

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL-KAMAL

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN TATA BUSANA JENJANG 2 DAN 3 BERBASIS

DRAFT 2014 PANDUAN PENYUSUNAN CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN PROGRAM PENDIDIKAN TINGGI

KANTOR PENJAMINAN MUTU INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

SURAT KETERANGAN PENDAMPING IJAZAH SKPI

STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

Standar Nasional Pendidikan Tinggi

KURIKULUM INSTITUSI PROGRAM DIPLOMA III GIZI JURUSAN GIZI

STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN PIJAT PENGOBATAN REFLEKSI JENJANG III BERBASIS

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN ANIMASI JENJANG II, III dan IV berbasis

II. PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN BIOLOGI. A. Identitas Program Studi

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN SULAM LEVEL II berbasis

MAGISTER AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS TRISAKTI

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Penetapan Bahan Kajian dan Mata Kuliah dari Capaian Pembelajaran (CP) Disusun dari Beberapa Sumber.

KURIKULUM PROGRAM STUDI MANAJEMEN BERBASIS KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA (KKNI)

MANUAL SPMI POLITEKNIK NEGERI BALIKPAPAN

STANDAR ISI PEMBELAJARAN

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN PIJAT PENGOBATAN REFLEKSI JENJANG II BERBASIS

Standar Kompetensi Lulusan STIKES HARAPAN IBU

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

2018, No.7 2 Mengingat : 1. UndangUndang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 46,

A. Identitas Program Studi

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Oleh : Nisa Muktiana/ Nisamuktiana.blogs.uny.ac.id

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN EKSPOR IMPOR LEVEL II

B A D A N P E N J A M I N A N M U T U

CAPAIAN PEMBELAJARAN BERBASIS KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

WORK SHOP KURIKULUM MIH

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KURSUS DAN PELATIHAN BORDIR LEVEL II berbasis

STANDAR 2 : STANDAR ISI PEMBELAJARAN

PANDUAN PROGRAM HIBAH PENYUSUNAN KURIKULUM DAN MODUL MATA KULIAH BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER KEBANGSAAN DAN BERORIENTASI KKNI TAHUN 2016

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN MASTER OF CEREMONY BERBASIS

Transkripsi:

PENGEMBANGAN KURIKULUM PRODI S1 AKUNTANSI Oleh : MF. ARROZI ADHIKARA Latar Belakang Perubahan kurikulum selain sebagai kegiatan rutin yang wajib dilakukan memiliki fungsi penting. Pertama, perubahan kurikulum dapat dilihat sebagai kesempatan dan upaya untuk memperolehi dan mengembangkan keunggulan kompetitif. Kurikulum yang diperbaharui secara teratur berfungsi untuk mengantisipasi kebutuhan pasar. Perubahan kurikulum dimaknai sebagai upaya strategis uutuk memperoleh keunggulan bersaing. Kedua, perubahan kurikulum dapat dilihat sebagai upaya perbaikan kualitas pendidikan. Dengan perubahan kurikulum diharapkan mutu lulusan dapat lebih baik. Dapat disimpulkan bahwa perubahan kurikulum dapat dilihat dalam kerangka meningkatkan daya saing maupun perbaikan kualitas. Hasil dari kedua pendekatan tersebut adalah lulusan yang sesuai dengan kebutuhan (industri) yang pada akhirnya menjamin kelangsungan hidup perguruan tinggi. Perubahan kurikulum dari kurikulum berbasis isi (content based curricalum) ke kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum) berdampak pada perubahan orientasi pembelajaran di perguruan tinggi. Kurikulum berbasis kompetensi (competency based curriculum) berorientasi bahwa pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya rnenitikberatkan pada pemahaman konsep saja, tetapi menuntut mahasiswa untuk menerapkan konsep yang telah didapat dalam pembelajaran ke kehidupan sehari-hari. Sehingga, Program Studi Akuntansi memerlukan penyesuaian kurikulum baru agar lulusan dapat lebih mudah beradaptasi di semua bidang dalam lingkungan dunia usaha, bisnis, dan industry. Sehingga, mereka mampu menguasai dasar ilmu akuntansi dan bisnis, akrab dengan teknologi informasi, mampu berlogika dan bernalar dengan baik, mampu mengembangkan diri secara terus menerus, mampu mempraktekkan ilmu bisnis dan akuntansi secara aktual, mampu memiliki dasar kepribadian profesional. Hasil dari kurikulum baru ini nantinya bisa menaungi serta menyetarakan kurikulum yang ada di program studi akuntansi sebelumnya. Untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, kurikulum merupakan salah satu instrument penting dalam proses pendidikan. Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang 1

Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, kurikulum pendidikan tinggi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan Tinggi. Dengan demikian, tercapai tidaknya tujuan pendidikan akan sangat tergantung dari kurikulum yang diterapkan. Selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta tuntutan ke depan yang makin kompleks, diperlukan suatu sistem kurikulum yang adaptif dan antisipatif terhadap tuntutan zaman, namun demikian mudah diimplementasikan dalam praktis kependidikan. Pada dasarnya penyiapan kurikulum meliputi dua komponen pokok yaitu: (i) komponen kurikulum untuk memberikan bekal kompetensi kependidikan dan (ii) komponen kurikulum untuk memberikan bekal kompetensi substansi materi yang akan diajarkan. Perubahan kurikulum merupakan proses yang wajar terjadi dan memang seharusnya terjadi. Perkembangan Ipteks, kebutuhan masyarakat, kemajuan zaman, dan kebijakan baru pemerintah menyebabkan kurikulum harus berubah. Kehidupan di abad XXI menghendaki dilakukannya perubahan sistem pendidikan tinggi yang bersifat mendasar. Bentuk perubahanperubahan tersebut adalah: (i) perubahan dari pandangan kehidupan masyarakat lokal ke masyarakat dunia (global), (ii) perubahan dari kohesi sosial menjadi partisipasi demokratis, utamanya dalam pendidikan dan praktek berkewarganegaraan (Dikti, 2008). Analisis Situasi Akuntansi merupakan disiplin ilmu yang terbentuk dari ilmu ekonomi dan bisnis yang digunakan untuk pelaporan kegiatan suatu usaha. Ranah Akuntansi meliputi 5 pilar besar, yaitu akuntansi manajemen, akuntansi keuangan, akuntansi pemeriksaan, akuntansi sektor publik, dan sistem informasi. Disamping itu, akuntansi juga merupakan disiplin yang digunakan untuk merancang dan membangun usaha untuk bisa bersaing secara kompetitif. Secara Tradisional, akuntansi dapat dilihat sebagai kombinasi dari ilmu ekonomi dan bisnis. Kombinasi ini akan mempersiapkan mahasiswa untuk berkarir dalam bidang bisnis mulai dari merancang usaha, mengelola usaha, dan implementasinya. Seorang lulusan akuntansi diharapkan mampu untuk merancang dan membangun usaha, mengelola usaha, mengembangkan usaha, dan mengimplementasikan bidang ilmu yang didapatkan ke masyarakat. Terkait perubahan tersebut, kurikulum berdasarkan aturan pemerintah, melalui Peraturan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2012 dengan mendasarkan pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka 2

penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor (Perpres nomor 8 tahun 2012). KKNI yang terdiri atas sembilan jenjang memiliki implikasi terhadap kurikulum Perguruan tinggi. Setiap lulusan Perguruan tinggi, termasuk Universitas Esa Unggul harus mencapai jenjang tertentu dari KKNI. Lulusan prodi jenjang D-3 harus mencapai KKNI level 5, jenjang S-1 level 6; program profesi level 7; jenjang S-2 level 8, dan jenjang S-3 level 9. Gambar 1. Model Penetapan Kompetensi Di samping mengacu pada KKNI, kurikulum Perguruan tinggi juga berbasis kompetensi (KBK). Konsep KBK dituangkan dalam Kepmendiknas No. 232/U/2000 dan No. 045/U/2002, yang mengacu kepada konsep pendidikan tinggi abad XXI UNESCO (1998), terdapat perubahan yang mendasar dimana luaran hasil pendidikan tinggi yang semula berupa kemampuan minimal penguasaan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap sesuai dengan sasaran kurikulum suatu prodi, diganti dengan kompetensi seseorang untuk dapat melakukan seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam 3

melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu. Luaran hasil pendidikan tinggi ini yang semula penilaiannya dilakukan oleh penyelenggara pendidikan tinggi sendiri, dalam konsep yang baru penilaian selain oleh Perguruan tinggi juga dilakukan oleh masyarakat pemangku kepentingan. Esensi KBK dan KKNI memiliki beberapa persamaan dalam system sertifikasi dan penghargaan. Orang yang memiliki sertifikasi kompetensi memiliki standar penghargaan. Sertifikasi kompetensi dilakukan oleh lembaga sertifikasi atau oleh pengguna yang termuat dalam Surat keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). KKNI memiliki deskripsi generik yang menentukan kemampuan lulusan, apakah tingkat operator, teknisi/analis, atau jabatan ahli yang juga terkait dengan sistem penghargaan. KBK menggunakan istilah kompetensi, sedangkan KKNI menggunakan istilah capaian pembelajaran atau learning outcome (LO). Capaian pembelajaran adalah kemampuan yang diperoleh melalui internalisasi pengetahuan, sikap, ketrampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja (Perpres Nomor 8, 2012). Pengembangan kurikulum merupakan proses yang kompleks, multidimensi dan multilevel dimulai dari kurikulum yang ada. Selain mengacu pada tiga hal di atas, perbaikan kurikulum perlu didasari atas analisis past, present, dan future terhadap berbagai dimensi kehidupan. Demikian pula analisis SWOT terhadap kurikulum yang ada dan hasil tracer study terhadap kinerja lulusan. Selanjutnya, prodi perlu menetapkan kembali profil lulusan, learning outcome (LO), mata kuliah dan bobotnya, struktur kurikulum dan program semester, standar pembelajaran, dan penilaiannya. Perbaikan kurikulum perlu dilakukan secara sistemik dan menyeluruh agar mencakup program universitas, fakultas, dan prodi. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah salah satu rujukan nasional untuk meningkatkan mutu dan daya saing bangsa Indonesia di sektor sumberdaya manusia melalui pencapaian kualifikasi sumberdaya manusia Indonesia yang dihasilkan oleh sistem pendidikan dan sistem pelatihan kerja nasional, serta sistem penilaian kesetaraan capaian pembelajaran. Peningkatan mutu dan daya saing bangsa akan sekaligus memperkuat jati diri bangsa Indonesia. Tujuan Pengembangan Kurikulum Tujuan pengembangan kurikulum adalah sebagai berikut: 1. Memperbaiki kurikulum sesuai dengan kompetensi generik KKNI. 2. Menetapkan kualifikasi lulusan di setiap prodi, 4

3. Menyusun Learning Outcome sesuai dengan deskripsi generik KKNI di setiap prodi, 4. Menyusun struktur kurikulum prodi yang mencakup mata kuliah universitas, fakultas, dan prodi, 5. Memperbaiki sistem pembelajaran, sarana dan prasarana belajar, serta penilaian sesuai dengan kurikulum baru yang telah disusun Selain itu, sesuai dengan penyusunan kurikulum program studi senantiasa harus selalu responsif terhadap perkembangan ilmu dan pengetahuan serta terhadap perubahan kebutuhan stakeholders, sehingga keluaran (outcomes) yang diinginkan, sasaran (goal), dan tujuan (objective) proses pendidikan akan selalu relevan. Pengembangan kurikulum tiap program studi selalu memperhatikan aspek: a. Kesesuaian dengan visi, misi, sasaran, dan tujuan dari program studi. b. Relevansi dengan tuntutan dan kebutuhan stakeholders. c. Struktur dan isi kurikulum (keluasan, kedalaman, koherensi, penataan/ organisasi). d. Learning Outcome dan etika lulusan yang diharapkan. e. Derajat materi pembelajaran (intra dan antar disiplin ilmu). f. Kurikulum institusi / lokal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kepentingan internal lembaga. Model Penyusunan Kerikulum Sesuai dengan arahan dalam Pedoman Penyusunan Kurikulum Program Studi, perumusan kurikulum didasarkan kepada sejumlah pertimbangan yang sifatnya analisis lingkungan internal dan eksternal dalam bentuk analisis SWOT dan tracer study. Setiap Program Studi baik dalam jenjang program diploma, program strata 1 (sarjana), dan program strata 2 (magister) melaksanakan pengembangan kurikulum secara mandiri dengan melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholders) internal dan eksternal yang terdiri atas dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, pimpinan universitas, orang tua mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, asosiasi profesi, pemerintah dan dunia industri, serta memperhatikan visi, misi, dan umpan balik dari stakeholders. Pemutakhiran kurikulum dilakukan sesuai dengan perkembangan ilmu di Program Studi dan kebutuhan pemangku kepentingan, sehingga kurikulum yang dibentuk dapat memenuhi seluruh stakeholders dan sesuai dengan perubahan dinamis pengetahuan dan lingkungan. 5

Berikut ini dilukiskan model penyusunan kurikulum Program Studi berdasarkan KKNI pada gambar 2 sebagai berikut: Gambar 2. Model Perumusan Kurikulum KKNI Peninjauan kurikulum dilaksanakan melalui mekanisme pengumpulan data dan informasi dari pihak eksternal maupun internal, rekapitulasi survey alumni, rekapitulasi pengguna alumni, input orang tua, input mahasiswa, input dosen, input tenaga kependidikan, input pimpinan, serta input dari pengguna atau asosiasi profesi atau dari industri setiap tahunnya. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap efektifitas kurikulum/mata kuliah/materi yang ada, dan menentukan usulanusulan jika ada yang perlu di revisi atau diganti. Usulan-usulan yang diberikan dari pemangku kepentingan (stakeholders) menyangkut tentang kebutuhan industri atau pengguna, tuntutan perkembangan Ipteks, perubahan lingkungan, globalisasi, dinamika perkembangan ilmu program studi, kompetensi yang dibentuk, serta keahlian yang diperlukan untuk memenuhi keinginan stakeholders. Usulan tersebut kemudian diinventarisasi yang kemudian kemudian didiskusikan oleh program studi dengan dosen kelompok rumpun bidang ilmu, alumni, maupun pengguna. Jika hasil dari diskusi menyatakan bahwa tidak perlu mengganti kurikulum/mata kuliah/materi, maka kurikulum/mata kuliah/materi yang lama dapat dipertahankan. Namun, jika hasil diskusi perlu ada perubahaan kurikulum/mata kuliah/materi, maka perlu melakukan upaya 6

perubahan dalam penyusunan kurikulum baru. Proses penyusunan kurikulum dilakukan dan diketuai oleh Ketua Program Studi, sehingga Ketua Program Studi mempelajari alternatif usulan kurikulum/mata kuliah/materi untuk dirancang kurikulum/materi baru/revisi, serta membuat rancangan baru dalam bentuk proposal rancangan setelah didiskusikan ditingkat program studi terkait kelayakannya. Jika sudah terjadi kelayakan perancangan kurikulum, maka langkah selanjutnya adalah menyusun dan mengkoordinasikan detail usulan dengan stakeholder yang berisi minimal profil prodi, spesifikasi prodi dan lulusan, kompetensi, bahan kajian, kedalaman, struktur kurikulum, rancangan pembelajaran, serta membuat usulan kurikulum. Kemudian, pimpinan fakultas menerima usulan kurikulum dan memberikan persetujuan. Tindak lanjut berikutnya adalah kurikulum dilakukan sosialisasi, implementasi, dan disiapkan kelengkapan kurikulum yang meliputi: Rencana Pembelajaran Semester (RPS), materi ajar atau bahan kuliah, modul, metode dan strategi pembelajaran, referensi bahan pustaka, sistem rubrik dalam penilaian pembelajaran, dan lain-lain. Deskripsi Generik KKNI Terdapat sejumlah sejumlah deskripsi generik dari kualifikasi yang harus dicapai oleh lulusan Strata 1 seperti yang tertuang pada Lampiran Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang terdiri dari deskripsi kompetensi yang harus dimiliki oleh semua level dan deskripsi kompetensi yang terkait dengan level/jenjang pendidikan yang disandang oleh semua lulusan strata. Uraian deskripsi umum yang harus ada pada semua tingkatan dalam KKNI adalah sebagai berikut: a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, b. Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik di dalammenyelesaikan tugasnya, c. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, serta mendukung perdamaian dunia, d. Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya, e. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta pendapat/temuan orisinal orang lain, f. Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat luas. 7

Kualfikasi Lulusan Program Studi A. Lulusan Program Studi S1 Lulusan Strata 1 dalam perspektif KKNI berada pada level 6 yang diharapkan mencapai kualifikasi sebagai berikut: a. Mampu mengaplikasikan bidang keahlian dan memanfaatkan IPTEKS pada bidangnya dalam penyelesaian masalah serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi b. Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan tersebut secara mendalam, serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural. c. Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data, dan mampu memberikan petunjuk dalam memilih berbagai alternative solusi secara mandiri dan kelompok. d. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi. B. Lulusan program Studi S2 Lulusan Strata 2 dalam perspektif KKNI berada pada level 8 yang diharapkan mencapai kualifikasi sebagai berikut: a. Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan atau seni di dalam bidang keilmuannya atau praktek profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji. b. Mampu memecahkan permasalahan sains, teknologi, dan atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan inter atau multidisipliner. c. Mampu mengelola riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan, serta mampu mendapat pengakuan nasional maupun internasional. Capaian Pembelajaran (Learning Outcome/LO) Program Studi Capaian Pembelajaran (learning outcomes) merupakan internasilisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan, pengetahuan, pengetahuan praktis,ketrampilan, afeksi, dan kompetensi yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang lmu/keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja. Capaian Pembelajaran menurut Peraturan Presiden no 8 tahun 2012 tentang KKNI adalah kemampuan yang diperoleh melalui internalisasi pengetahuan, sikap, ketrampilan, kompetensi, 8

dan akumulasi pengalaman kerja. Uraian tersebut memuat uraian outcome dari semua proses pendidikan baik formal, non formal, maupun informal, yaitu suatu proses internasilisasi dan akumulasi empat parameter utama yaitu: (a) Ilmu pengetahuan (science), atau pengetahuan (knowledge) dan pengetahuan prkatis (knowhow), (b) keterampilan (skill), (c) afeksi (affection) dan (d) kompetensi kerja (competency) Capaian Pembelajaran (Learning Outcome/LO) Program Studi mempertimbangkan deskripsi generik dan spesifik serta masing masing profil lulusan Program Studi. Program Studi menetapkan capaian pembelajaran lulusan Program Studi, yaitu: 1. Aspek Pekerjaan 2. Aspek Keilmuan 3. Aspek Manajerial 4. Aspek Sikap dan Karakter Setiap program studi memiliki kekhasan kurikulum sesuai dengan tujuan dan kompetensi, serta leaerning outcomes lulusan yang ingin dicapai oleh masing-masing program studi. Adanya Perbedaan muatan kurikulum di setiap program studi menggambarkan kekayaan khazanah keilmuan dan sumber daya yang ada. Secara umum kurikulum memuat 5 (lima) elemen pokok, yang meliputi: 1. Profil lulusan. 2. Isi (Content) 3. Strategi Pembelajaran (Teaching learning Strategy) 4. Proses Penilaian (Assesment) 5. Proses Evaluasi (Evaluation Processes) 9