BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang dilakukan di SDN Kutowinangun 12 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga, pada kelas 5 Semester II Tahun Pelajaran 2015/2016. Dengan jumlah siswa 20 orang orang, yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari sampai bulan Mei. Penelitian dimulai dengan penyusunan proposal sampai laporan hasil penelitian. Untuk alokasi rincian waktu penelitian, dapat dilihat dari tabel 3.1. Tabel 3.1 Alokasi Waktu Penelitian No Pelaksanaan Penelitian 1. Proposal PTK 2. 3. Perencanaan Tindakan Observasi Refleksi Perencanaan Tindakan Observasi Refleksi 4. Pelaporan Januari Februari Maret April Mei 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Siklus I Siklus II Subjek penelitian sebagian besar siswa berdomisili di Kelurahan Kutowinangun Kecamatan tingkir Kota Salatiga, dan sebagian lagi berasal dari beberapa daerah di Salatiga, yang bersekolah di SDN Kutowinangun 26
27 12 dikarenakan tempat bekerja orang tua yang berada di sekitar Kelurahan Kutowinangun Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Dilihat dari kondisi sosial ekonominya, subyek penelitian termasuk dalam kategori sosial ekonomi menengah ke bawah. Dengan orang tua siswa hampir secara keseluruhan bekerja sebagai buruh, sehingga dalam kesehariannya siswa kurang mendapat perhatian khusus dalam hal pendidikan. 3.2. Variabel Penelitian Variabel merupakan salah satu atribut yang dianggap mencerminkan atau mengungkapkan pengertian atau bangun pengertian. Adapun yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah: 3.2.1. Variabel Bebas Variabel bebas merupakan variabel yang menjadi sebab variabel lain. Penggunaa model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) merupakan variabel bebas dalam penelitian ini. Model Pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation (GI) merupakan proses belajar yang menggabungkan domain intelektual dengan domain sosial. Belajar bukan hanya pemahaman fakta-fakta, prinsip-prinsip, atau konsep-konsep melainkan juga proses penemuan yang dilakukan didalam kelompok-kelompok kecil. Sehingga siswa lebih aktif dalam mencari informasi dan mengkonsruksi suatu pengetahuan melalui interaksi dan komnikasi antar sesama siswa. Pembelajaran dengan mengunakan model kooperatif tipe Group Investigation (GI) ini diawali dengan siswa mengidentifikasi topik yang telah diberikan oleh guru, merencanakan tugas yang akan dipelajari, kemudian melaksanakan investigasi. Dari investigasi terhadap temuannya, siswa mengkonstruksi informasi untuk membuat
28 laporan. Setelah itu laporan dipresentasikan, kemudian guru bersama siswa menyimpulkan hasil laporan, dan yang terakhir adalah evaluasi tentang materi yang telah dipelajari oleh siswa. 3.2.2. Variabel Terikat Variabel terikat merupakan akibat dari variabel yang mendahuluinya.atau variabel yang tergantung pada variabel yang mendahuluinya. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas 5 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Hasil belajar merupakan kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah siswa tersebut mengalami atau menerima pengalaman belajarnya. Menurut Bloom (Suprijono, 2011:7) hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Domain kognitif adalah knowledge (pengetahuan, ingatan), comprehension (pemahaman, menjelaskan, meringkas, contoh), application (menerapkan), analysis (menguraikan, menentukan, merencanakan, membentuk bangunan baru), dan evaluation (menilai). Domain afektif adalah receiving (sikap menerima), responding (memberikan respons), valuing (nilai), organizations (organisasi), characterization (karakterisasi). Domain psikomotorik meliputi initiatory, pre-routine, dan rountinized. Psikomotorik juga mencakup keterampilan produktif, teknik, fisik, sosial, manajerial, dan intelektual. Ketiga ranah tersebut sebagai objek penilaian hasil belajar, meskipun ranah kognitif merupakan ranah yang paling diutamakan untuk dinilai karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran.
29 3.3. Rencana Tindakan Rencana tindakan yang akan digunakan dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas ini, penulis mengadaptasi dari model penelitian tindakan menurut Kemmis & Taggart dalam Wiriaatmadja (2008:66) yang membagi prosedur penelitian tindakan menjadi empat tahap dalam setiap siklusnya, yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observasing) dan refleksi (reflecting). Gambar 3.1 Bagan Siklus Pembelajaran (Wiriaatmadja 2008:66) Tahap perencanaan (planning), merupakan tahap dimana peneliti mempersiapkan peralatan yang mendukung proses pembelajaran pada siswa kelas 5 SDN Kutowinangun 12 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Tahap pelaksanaan tindakan (acting), merupakan tahap implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu melaksanakan tindakan di kelas. Tahap pengamatan/observasi (observasing), dilaksanakan pada waktu tindakan sedang berlangsung, jadi pelaksanaan dan pengamatan berlangsung pada waktu yang sama. Tahap refleksi (reflecting), merupakan kegiatan untuk
30 mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan, peneliti dan pengamat berhadapan untuk mendiskusikan implementasi rancangan tindakan. Tahap refleksi ini peneliti juga melihat dirinya kembali dengan tujuan untuk menemukan hal-hal yang dirasakan belum memuaskan karena sudah sesuai dengan rancangan dan secara cermat mengenali hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Berdasarkan hasil refleksi tersebut, penulis memutuskan apakah menghentikan tindakan atau melanjutkan tindakan dengan catatan memperbaiki kekurangan pada tindakan berikutnya. Selanjutnya adapun tahapan-tahapan diatas secara rinci dan prosedural akan dijabarkan pada siklus I dan siklus II. 1. Siklus I a. Tahap Perencanaan (planning) Siklus I, peneliti menetapkan seluruh rencana tindakan untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada materi menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI), Adapun langkah-langkah perencanaan sebagai berikut: 1) Mengidentifikasi masalah dalam pembelajaran yang dilakukan guru sebelumnya. 2) Menganalisis dan merumuskan masalah. 3) Merancang model pembelajaran dengan menggunakan Group Investigation (GI) dan materi yang akan diajarkan. 4) Menyiapkan perangkat pembelajaran (RPP, lembar kerja siswa, lembar observasi, dan alat evaluasi) dan tim pengamat atau tim observasi. 5) Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tercantum:
31 I. Standar Kompetensi: 6. Menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model. II. Kompetensi Dasar: 6.1. Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya. 6.2. Membuat suatu karya/model, misalnya periskop atau lensa dari bahan sederhana dengan menerapkan sifatsifat cahaya. III. Indikator kinerja: i. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Inestigation (GI) oleh guru dikatakan berhasil jika ratarata indikator mencapai nilai 3,2 dari rentang 1-4. ii. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) oleh siswa dikatakan berhasil jika rata-rata indikator mencapai nilai 3,2 dari rentang 1-4. iii. Hasil belajar siswa yang diajukan sebagai acuan atau tolak ukur dalam peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Inestigation (GI) apabila ketuntasan siswa mencapai 90% 70. b. Tahap Pelaksanaan Tindakan (acting) Pertemuan I 1) Melaksanakan penelitian sesuai langkah-langkah perencanaan yang sudah dilakukan. 2) Penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) yang dimulai dengan pemberian topik dan tugas penyelidikan sederhana terhadap siswa, dengan materi sifat-sifat cahaya. 3) Pengamatan terhadap setiap langkah-langkah kegiatan pembelajaran, apakah sudah sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran atau belum sesuai dengan rencana pembelajaran.
32 4) Memperhatikan alokasi waktu yang ada dengan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. 5) Mengantisipasi suatu masalah dengan cara melakukan perencanaan antisipasi. Pertemuan II 1) Melaksanakan pebelelajaran sesuai dengan langkah-langkah perencanaan. 2) Penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) yang dimulai dengan pemberian topik dan tugas penyelidikan sederhana terhadap siswa, dengan materi sifat-sifat cahaya. 3) Pengamatan terhadap setiap langkah-langkah kegiatan pembelajaran, apakah sudah sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran atau belum sesuai dengan rencana pembelajaran. 4) Memperhatikan alokasi waktu yang ada dengan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. 5) Mengantisipasi suatu masalah dengan cara melakukan perencanaan antisipasi. c. Tahap Pengamatan / Observasi (observasing) Tahap ini peneliti melakukan pengamatan secara langsung menggunakan pengukuran non-test dengan lembar observasi untuk mengukur penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation yang diterapkan oleh guru maupun siswa dalam melakukan proses pembelajaran dan tes formatif untuk mengukur tingkat hasil belajar IPA pada materi menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model, dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI).
33 d. Tahap Refleksi 1) Dilakukan analisis dan evaluasi terhadap semua informasi dan data yang diperoleh dari temuan guru melalui kegiatan yang melibatkan kreatifitas siswa dalam kelompok dan hasil akhir dari proses belajar siswa. 2) Membuat rencana baru untuk melakukan tindakan berikutnya. 2. Siklus II Pada siklus II, langkah-langkah kerja yang dilakukan oleh peneliti sama persis dengan yang dilakukan pada siklus I, yaitu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI), namun terdapat perbedaan, yaitu pada waktu dan pelaksanannya berbeda dan alokasi waktu yang menyesuaikan dengan tempat dilakukanya penelitian, ini disebabkan karena di SD Negeri Kutowinangun 12 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga terdapat kegiatan tambahan yang dilakukan hampir setipa hari. Selain itu terdapat pula perbedaan pada Kompetensi Dasar dan indikator. Siklus ini merupakan upaya hasil refleksi dari siklus I atau penyempurnaan dari kekurangan dan kelemahan yang dilakukan pada siklus I. 3.4. Tekhnik dan Instrumen Pengumpulan Data 3.4.1. Jenis Data Jenis data yang dugunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Dimana data primer adalah data yang diperoleh dari hasil tes terhadap siswa yang diberikan oleh guru pada akhir siklus. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari hasil observasi dan dokumentasi.
34 3.4.2. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dilakukan untuk memperoleh informasi atau data dilakukan dalam 2 teknik, antara lain: 1. Teknik Tes Teknik tes digunakan oleh peneliti untuk menguji subjek untuk mendapatkan data tentang hasil belajar peserta didik, alat yang digunakan untuk mengumpulkan data yang akan diuji dalam penelitian ini adalah tes formatif dalam bentuk tes pilihan ganda yang diberikan di akhir siklus. Tes diberikan kepada siswa secara individu untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa.sebelum dibuat instrumennya maka sebelumnya disusun kisi-kisi soal. Kisi-kisi merupakan deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikan. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan sebagai petunjuk dalam penulisan soal.untuk kisi-kisi soal lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.2 dan 3.3 dibawah ini.
35 Tabel 3.2 Kisi-Kisi Soal Tes Hasil Belajar Siklus 1 Standar Kompetensi: 6.Menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model. KD Indikator Butir Soal 6.1.Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya 1. Mendemonstrasikan sifat cahaya yang mengenai berbagai benda (bening, berwarna, dan gelap). 1, 2, 3, 6, 8, 16, 28. 2. Mendemonstrasikan sifat cahaya yang merambat lurus. 3. Menunjukkan contoh peristiwa pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari melalui percobaan. 4. Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya yang mengenai cermin datar, cernin cembung dan cermin lengkung (cembung atau cekung). 19, 20, 23, 24, 26, 27, 30. 11, 12, 13,14, 22, 25, 29. 4,5, 7, 9, 10, 15,17, 18, 21. Jumlah soal 30
36 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Soal Tes Hasil Belajar Siklus 2 Standar Kompetensi: 6.Menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model. KD Indikator Butir Soal 6.1.Mendeskripsika n sifat-sifat cahaya 5. Mendeskripsikan sifatsifat cahaya yang mengenai cermin datar, cernin cembung dan cermin lengkung (cembung atau cekung). 6. Memberikan contoh peristiwa penguraian cahaya dalam kehidupan sehari-hari. 7. Mendeskripsikan cahaya dapat diserap benda. 8. Menentukan model yang akan dibuat dengan menerapkan sifat-sifat cahaya, misal periskop, atau lensa sederhana. 2, 3, 4, 6, 7, 13, 17, 18, 21, 22. 8, 9, 11, 12, 25, 26, 28, 30. 1, 5, 15, 18, 19, 20, 24. 10, 16,17, 27, 29. Jumlah soal 30
37 2. Teknik Non Tes a. Observasi Observasi pengamatan siswa dan guru didalam kelas saat pembelajaran merupakan kegiatan pengamatan secara langsung gejala-gejala subyek yang diselidiki dalam segenap aktivitas siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigatioan (GI) dengan menggunakan lembar observasi. Lembar observasi ini berfungsi sebagai tolak ukur dan refleksi untuk guru setelah selesai mengajar disetiap siklus dan pertemuan, sehingga guru mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam mengajar dan peran siswa dalam pembelajaran sudah sesuai atau belum dengan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigatioan (GI). Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.4 dan 3.5 dibawah ini.
38 Tabel 3.4 Kisi-Kisi Lembar Observasi pengajar Dalam Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Model KooperatifTipe Group Investigation (GI) No Aspek yang diamati Skor Jml 1. Tahap 1 : Mengidentifikasi Topik dan Mengatur Siswa dalam Kelompok a. Guru mempresentasikan serangkaian permasalahan atau isu. b. Guru memfasilitasi siswa untuk bertanya dan menyampaikan gagasan awal. c. Guru membagi siswa dalam kelompok yang didasarkan pada ketertarikan dan bersifat heterogen. d. Guru membantu siswa dalam pengumpulan informasi dan memfasilitasi pengaturan kelompok. 2. Tahap 2 : Merencanakan tugas yang akan dipelajari a. Guru memberikan lembar pengamatan. b. Guru memberika arahan kepada siswa dalam mencari informasi c. Guru memberitahukan tujuan dalam pengumpulan informasi pada tiap kelompok. 3. Tahap 3 : Melaksanakan Investigasi a. Guru merancang kegiatan yang dapat mengaktifkan siswa dalam kegiatan investigasi. 1 2 3 4
39 b. Guru melakukan pengamatan terhadap kinerja siswa. c. Guru memfasilitasi siswa ketika siswa kesulitan memperoleh informasi. 4. Tahap 4 : Menyiapkan Laporan Akhir a. Guru memberikan waktu kepada kelompok untuk mempersiapkan laporan. b. Guru menjelaskan tata cara menyiapkan laporan yang baik dan benar. c. Guru membagi urutan kelompok yang melakukan presentasi. 5. Tahap 5 : Mempresentasikan Laporan Akhir a. Guru mampu mengaktifkan kemampuan siswa dalam presentasi kelompok. b. Guru dapat memfasilitasi siswa presentasi dengan kondusif. c. Guru menunjukkan sikap terbuka terhadap pendapat siswa. 6. Tahap 6 : Evaluasi a. Guru memfasilitasi siswa untuk melakukan tanya jawab terhadap materi yang dibahas. b. Guru berkolaborasi dengan siswa melakukan evaluasi terhadap pembelajaran. c. Guru memberikan penghargaan terhadap kelompok dengan pemikiran paling tinggi.
40 Tabel 3.5 Kisi-Kisi Lembar Observasi Siswa Dalam Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Model KooperatifTipe Group Investigation (GI) No Aspek yang diamati Skor Jml 1. Tahap 1 : Mengidentifikasi Topik dan Mengatur Kelompok a. Sisiwa mengidentifikasi beberapa sumber, mengusulkan sejumlah topik, dan saran-saran. b. Siswa menyampaikan gagasan awal tentang materi yang akan dipelajari. c. Siswa bergabung dengan kelompoknya untuk mempelajari topik yang telah disediakan guru. d. Siswa dapat melakukan pengumpulan informasi dan mengatur tugas kelompok 2. Tahap 2 : Merencanakan tugas yang akan dipelajari a. Siswa melakukan pembagian sub-sub topik yang akan diinvestigasi dengan anggota kelompok. b. Siswa merancang cara pelaksanaan investigasi. c. Siswa mengerti tujuan dalam menginvestigasi suatu topik pembelajaran. 3. Tahap 3 : Melaksanakan Investigasi a. Siswa mampu mengumpulkan informasi, 1 2 3 4
41 menganalisis data, dan membuat kesimpulan. b. Semua siswa berkontribusi dalam usahausaha yang dilakukan kelompoknya. c. Siswa saling bertukar pikiran, berdiskusi, mengklarifikasi, dan mensintesis gagasan. 4. Tahap 4 : Menyiapkan Laporan Akhir a. Siswa mampu menyampaikan pesanpesan esensial dari proyek mereka. b. Anggota kelompok merencanakan apa yang akan mereka laporkan, dan bagaimana mereka akan membuat presentasi. c. Siswa mengkoordinasikan kelompok untuk melakukan presentasi. 5. Tahap 5 : Mempresentasikan Laporan Akhir a. Siswa mampu melakukan presentasi dalam berbagai informasi. b. Siswa melibatkan pendengar dalam presentasi secara aktif. c. Siswa aktif melakukan tanya jawab setelah presentasi. 6. Tahap 6 : Evaluasi d. Siswa saliang memberikan umpan balik mengenai topik yang dipelajari. e. Siswa berkolaborasi dengan guru melakukan evaluasi terhadap
42 pembelajaran. f. Kelompok dengan pemikiran tertinggi memperoleh penghargaan. b. Dokumentasi Dokumentasi merupakann metode pengumpulan data dengan cara membuat foto, catatan-catatatan penting, surat kabar, internet dan penelaahan terhadap referensi-referensi yang berhubungan dengan fokus permasalahan penelitian (Arikunto, 2010:274). Dokumentasi digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh data mengenai siswa kelas 5 SDN 12 Kutowinangun Kecamatan Tingkir Kota Salatiga dalam pembelajaran yang telah dilakukan pada materi menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model. 3.4.3. Instrumen Pengumpulan Data 1. Uji Validitas Soal Dalam penelitian, soal-soal evaluasi yang diberikan kepada siswa, terlebih dahulu soal-soal evaluasi harus diuji coba sehingga diperoleh butir soal yang valid. Menurut Arikunto (2010:211) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Instrumen dikatakan valid artinya instrumen tersebut dapat dipergunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Tingkat validitas suatu instrumen dapat diketahui dengan cara mengkorelasikan setiap skor pada butir instrumen dengan total skor setelah dikurangi skor butirnya sendiri (corrected item to total correlation). Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas peneliti menggunakan progrma SPSS (Stastical Package for Social
43 Sciences) 16.0 dalam pengujian validitas dan reliabilitas. Cara menganalisis validitas dan reliabilitas menurut Widoyoko (2012:155) dilakukan dengan langkah awal membuka program SPSS 16.0, kemudian memasukan data (entery data), selanjutnya mengolah data dengan cara Analyze- scale- Reliability Analysis- Scale if item deleted- Continue- OK dan yang terakhir menganalisis output dan hasilnya. Dari output yang dihasilkan, uji validitas yang digunakan adalah uji validitas item, yang ditunjukkan dengan adanya korelasi antara skor item dengan skor total item. Hasil tersebut memaparkan apakah suatu item layak digunakan atau tidak. Lebih lanjut Widoyoko (2012:143) menyatakan bahwa, suatu item valid atau layak digunakan apabila Corrected Item-Total Correlation lebih besar atau sama dengan 0,3 ( 0,3). Uji validitas dilakukan 2 kali di SDN 1 Tegalsumur Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan, dengan soal yang berbeda namun materi yang sama. Kemudian hasil yang sudah valid dikumpulkan dan diuji lagi dengan menggunakan SPSS 16.0 sehingga memperoleh hasil yang benar-benar valid. Hasil uji validitas siklus I ditunjukkan pada tabel 3.6 sampai dengan tabel 3.8. Tabel 3.6 Hasil Uji Validitas I Soal Tes Siklus I Bentuk Instrumen Pilihan ganda Item Valid soal 30 1, 2, 3, 4, 7, 10, 9, 12, 15, 16, 17, 18, 19, 21, 22, 24, 25, 26, 27,29. Tidak Valid 5, 6, 8, 11, 13, 14,20, 23, 28, 30.
44 Uji validitas I soal tes siklus I dengan jumlah soal 30, terdapat 20 soal yang valid dan 10 soal tidak valid. Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas II Soal Tes Siklus I Bentuk Instrumen Pilihan Ganda Item Valid soal 30 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 12, 16, 17, 18, 19, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27,28,30 Tidak Valid 11,13,14,15,20, 29. Uji validitas II soal tes siklus I dengan jumlah soal 30, terdapat 24 soal yang valid dan 6 soal tidak valid. Selanjutnya soal yang valid akan di gabungkan dengan soal yang valid hasil uji validitas siklus I ke-1. Dengan ketentuan soal siklus ke-1 akan dubuat nomor urut 1 sampai 20, dan soal siklus I ke-2 akan diberikan nomor 21 sampai dengan 44 (lihat tabel 3.8). Tabel 3.8 Hasil Uji Validitas III Soal Tes Siklus I Bentuk Instrumen Pilihan Ganda Item Valid soal 44 1, 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 16, 17, 18, 19, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27,28, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 39, 40, 42, 43, 44 Tidak Valid 4, 11, 12, 13, 14, 15, 20, 29, 30, 31, 38, 41, 43.
45 Uji validitas III soal tes siklus I dengan jumlah soal gabungan siklus I yang ke-1 dan ke-2, terdapat 31 soal yang valid dan 13 soal tidak valid dari 44 soal. Selanjutnya soal yang valid akan digunakan dalam penelitian siklus I. Namun agar tidak membingungkan dalam penilaian maka hanya akan digunakan 30 soal, dan diberi nomor 1 sampai 30. Siklus II langkah-langkah yang digunakan untuk mencari validitas soal sama dengan siklus I, dimana soal diujikan 2 kali di SDN 1 Tegalsumur Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan, dengan materi sama namun soal yang berbeda. Dan kemudian hasil yang valid dikumpulkan dan diuji lagi validitasnya. Tabel 3.9 Hasil Uji Validitas I Soal Tes Siklus II Bentuk Instrumen Pilihan ganda Item Valid soal 30 1, 2, 3, 4, 8, 9, 12, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 21, 22, 24, 25, 26, 29, 30. Tidak Valid 5, 6, 7, 10, 11, 14, 20, 23, 27, 28, 30. Uji validitas I soal tes siklus II dengan jumlah soal 30, terdapat 19 soal yang valid dan 11 soal tidak valid.
46 Tabel 3.10 Hasil Uji Validitas II Soal Tes Siklus II Bentuk Instrumen Pilihan ganda Item Valid soal 30 2, 3, 7, 8, 9, 10, 12, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 21, 22, 24, 25, 26, 29, 30. Tidak Valid 1, 4, 5, 6, 11, 14, 20, 23, 27, 28. Uji validitas II soal tes siklus II dengan jumlah soal 30, terdapat 20 soal yang valid dan 10 soal tidak valid. Soal yang valid siklus II ke-1 akan di gabungkan dengan soal yang valid hasil uji validitas siklus II ke-2. Dengan ketentuan soal siklus II ke-1 akan dubuat nomor urut 1 sampai 19, dan soal siklus II ke-2 akan diberikan nomor 20 sampai dengan 39 (lihat tabel 3.11). Tabel 3.11 Hasil Uji Validitas III Soal Tes Siklus II Bentuk Instrumen Pilihan Ganda Item Valid soal 39 1, 2, 3, 5, 6, 8, 7, 9, 10, 11, 12, 14, 15 16, 17, 18, 19, 21, 22, 23, 24, 26, 27,28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 39. Tidak Valid 2, 4, 13, 25, 35 Uji validitas III soal tes siklus II dengan jumlah soal gabungan siklus II yang ke-1 dan ke-2, terdapat 34 soal yang valid dan 5 soal tidak valid dari 39 soal. Selanjutnya soal yang valid akan digunakan dalam penelitian siklus II. Namun agar tidak
47 membingungkan dalam penilaian maka hanya akan digunakan 30 soal saja, dan diberi nomor 1 sampai 30. 2. Uji Reliabilitas Soal Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur. Dan menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran relatif konsisten jika dikenakan pada suatu objek. Reliabilitas sering disebut dengan kepercayaan, keterandalan, keajegan, konsistensi, dan sebagainya. Menurut Priyatno (2010:97) Uji reliabilitas digunakan untuk menguji konsistensi alat ukur, mengidentifikasi butir-butir soal yang bermasalah dan harus direvisi atau dihilangkan. Kriteria untuk menentukan tingkat reabilitas menurut George & Mallery instrumen yang digunakan berdasarkan pedoman nilai koefisien Cronbach Alpha (α) sebagai berikut: α 0,7 : Tidak dapat diterima 0,7< α 0,8 : Dapat diterima 0,8< α 0,9 : Reabilitas bagus α> 0,9 : Reabilitas memuaskan Tabel 3.12 Uji reliabilitas siklus I Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items.921.921 30 Dicopy dari SPSS 16 Data 3.12 diperoleh angka Cronbach s Alpha 0,921 yang berarti instrumen yang digunakan memiliki tingkat reliabilitas
48 bagus. Sehingga dengan demikian instrumen tes yang digunakan peneliti dapat dipergunakan dalam penelitian ini pada siklus I. Tabel 3.13 Uji reliabilitas siklus II Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items.936.939 30 Dicopy dari SPSS 16 Uji reliabilitas siklus II pada tabel 3.12, menunjukkan Cronbach s Alpha 0,936. Yang mencapai kategori reliabilitas memuaskan. Sehinggga instrumen tes yang penulis susun dapat dipergunakan dalam penelitian pada siklus II. 3.5. Indikator Kinerja Indikator kinerja adalah tolak ukur keberhasilan tindakan perbaikan pembelajaran yang akan dicapai. Dengan melihat latar belakang permasalahan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Inestigation (GI) dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70 maka dipergunakan indikator seperti berikut: 1. Guru dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dikatakan berhasil jika rata-rata indikator hasil observasi mencapai nilai 3,2 dari rentang 1-4.
49 2. Siswa dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dikatakan berhasil jika rata-rata indikator hasil observasi mencapai nilai 3,2 dari rentang 1-4. 3. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran yang diajukan sebagai acuan atau tolak ukur dalam peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) jika ketuntasan siswa mencapai 90% dengan nilai 70. 3.6. Teknik Analisis Data Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. 3.6.1. Deskriptif Kuantitatif Deskriptif kuantitatif merupakan teknik yang menganalisis data secara kuantitatif dengan menggunakan persen. Penyajian data kuantitatif bertujuan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa selama proses pembelajaran. Peneliti juga menggunakan data berupa hasil belajar siswa pada pra siklus. Hal tersebut untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau presentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir siklus. Hasil analisis data dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu sebagai berikut: Nilai rata-rata = Penyajian perhitungan dalam bentuk persentase yaitu: P = x 100% (Annas 2012:43)
50 Keterangan: P = angka presentase = frekuensi yang sedang dicari presentasenya Number of Cases (Jumlah frekuensi/banyaknya individu) Menentukan persentase ketuntasan klasikal, dengan rumus sebagai berikut: Ketuntasan klasikal = x100% Hasil perhitungan dengan kriteria ketuntasan belajar siswa yang dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu sebagai berikut: Tuntas = jika ketuntasan 70 Tidak tuntas = jika ketuntasan < 70 Pembuatan tabel ketuntasan dan ketidak tuntasan dapat dibuat rentang nilai untuk mempermudah membaca data. Untuk membuat data dengan rentang nilai menurut Subana (2000:39), terlebih dahulu harus mengetahui banyaknya kelas dan interval kelas yang akan digunakan dengan cara berikut ini : K = 1 + 3,3 log n Keterangan: K = banyaknya kelas n = banyaknya data (frekuensi) 3,3 = bilangan konstan P = R K
51 Keterangan: P = panjang kelas (interval kelas) R = rentang/jangkauan (nilai maksimal - nilai minimal) K = banyaknya kelas 3.6.2 Deskriptif Kualitatif Data deskriptif kualitatif merupakan data hasil observasi guru dan siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe Group Investigation (GI).