Hubungan Antara Kecemasan Bertanding Dan Dukungan Sosial Dengan Motivasi Berprestasi Pada Atlet Pencak Silat Perguruan Pencak Organisasi Sidoarjo

dokumen-dokumen yang mirip
PENGARUH SIKAP SISWA PADA MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI PERSAMAAN KUADRAT

Hubungan Antara Konsep Diri Dan Interaksi Sosial Teman Sebaya Dengan Kemandirian Belajar Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 12 Surabaya

Hubungan antara Motivasi Belajar dan Keyakinan Diri dengan Kematangan Karir pada Siswa SMK Muhammadiyah 2 Andong Boyolali

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA, MOTIVASI BELAJAR, DAN GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS. Eddi Artanti Puji Lestari L.A

DUKUNGAN DOSEN DAN TEMAN SEBAYA DENGAN EFIKASI DIRI AKADEMIK PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Lingkungan Kerja dan Dukungan Sosial Dengan Kinerja Karyawan

BAB IV HASIL PENELITIAN. Surabaya. Universitas ini beralamatkan di jl. Ketintang Surabaya.

Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga Dan Penerimaan Teman Sebaya Dengan Konsep Diri

DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI IPS DI SMA N 11 KOTA JAMBI. Benar Sembiring 1 Diliza Afrila 2

BAB IV HASIL PENELITIAN

ABSTRACT Effect of Employee Competence And Physical Work Environment On Employee Performance at Green House Property.

Okta Setiani, Hastaning Sakti. Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. ABSTRAK

PUBLIKASI ILMIAH. Oleh: KRISTINAWATI A

Tiara Puri Yasinta Manajemen Ekonomi 2016 PENGARUH LOKASI DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SUSU PADA TOKO LULU KIDS DEPOK

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN BALAI LATIHAN KERJA (BLK) PERTANIAN KLAMPOK DI BANJARNEGARA

HUBUNGAN ANTARA PERHATIAN ORANG TUA DAN GAYA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

Pengaruh Kualitas Pelayanan Karyawan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Minimarket Indomaret Di Jl.Kemakmuran Depok 2 Tengah

Budhi Darmakusuma. Analisis Pengaruh Waktu Dan Harga terhadap Keputusan Konsumen Dalam Berbelanja Online Melalui Media Kaskus

KONTRIBUSI SELF CONCEPT MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN AKADEMIK MAHASISWA PADA PEMBELAJARAN KALKULUS

PENGARUH ADVERSITY QUOTIENT (AQ) DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

HANDOUT METODE PENELITIAN KUANTITATIF ANALISIS DATA MENGGUNAKAN SPSS

PENGARUH CITRA MEREK, DESAIN PRODUK, PROMOSI DAN HARGA TERHADAP MINAT BELI PRODUK BUSANA MUSLIM RABBANI

ABSTRAK. Kata-kata kunci: gaya kepemimpinan, motivasi, dan kinerja karyawan. vii. Universitas Kristen Maranatha

WARA KUSRINI NIM: S

KUESIONER PENELITIAN

ANALISIS LABA KONTRIBUSI PRODUK PEMBIAYAAN PADA BANK SYARIAH MANDIRI CABANG DEPOK

Siswa dan Siswi SMA Katolik Mgr. Soegijapranata Pasuruan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENGARUH GAYA MENGAJAR DAN KEPEMIMPINAN GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DI KALANGAN SISWA KELAS XII SMK NEGERI I SALATIGA

SKRIPSI PENGARUH IMPLEMENTASI PEMASARAN RELASIONAL TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA HOTEL INNA DHARMA DELI MEDAN OLEH BOBY HARIANTO SIREGAR

PERAN DUKUNGAN SOSIAL DAN SELF EFFICACY TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI PADA ATLIT PENCAK SILAT PELAJAR TINGKAT SMA/K DI KOTA YOGYAKARTA

PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU AKUNTANSI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI SMA SWASTA SE-KOTA PEKANBARU

a. Uji t pada Tanaman Berumur 13 Tahun

KONTRIBUSI MOTIVASI INTRINSIK DAN MOTIVASI EKSTRINSIK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP N 1 SAMBI TAHUN AJARAN 2015/ 2016

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Penentuan sampel yang telah ditentukan sebelumnya lewat rumus Slovin

Prosiding Manajemen ISSN:

HUBUNGAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. website, uji validitas dan reabilitas, uji asumsi, analisis regresi linear berganda.

NASKAH PUBLIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MUZAKKI MEMBAYAR ZAKAT, INFAQ DAN SEDEKAH (ZIS) MELALUI LEMBAGA AMIL ZAKAT DI YOGYAKARTA

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP HARGA, FASILITAS DAN PELAYANAN PADA YAMIEN 88 CIJANTUNG

Hubungan Antara Dukungan Sosial Terhadap Kecemasan Menghadapi Pertandingan Pada Atlet Jet Kune Do. Gesia Asyara 3Pa12

KKMA 02 TESIS. Disusun oleh : Nama. : M a s l u r i NIM : Q Jurusan TAHUN 20100

BAB II. REGRESI LINIER BERGANDA DENGAN VARIABEL DUMMY

Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika (2017), 1 (1),

BAB IV HASIL PENELITIAN

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN MINAT DENGAN PRESTASI SISWA PADA MATA PELAJARAN PEMESINAN

BAB IV PEMBAHASAN. variabel independen dengan dependen, apakah masing-masing variabel

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2016

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PENGADILAN NEGERI KLAS 1B RABA BIMA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Jurnal Sosialisasi Pendidikan Sosiologi-FIS UNM

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. tahun terakhir yaitu tahun 2001 sampai dengan tahun Data yang. diambil adalah data tahun 2001 sampai 2015.

PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT BANK SYARIAH MANDIRI Tbk CABANG DEPOK. Nama : Septiani Sukma D Kelas : 4EA12 NPM :

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA (EFFECT ON STUDENT MOTIVATION TO LEARN MATHEMATICS ACHIEVEMENT OF STUDENT)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Pengaruh Rasio Profitabilitas, Rasio Solvabilitas Dan Rasio Likuiditas Terhadap

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA

(Studi pada karyawan SKPD kabupaten Sleman) Oleh: Nur Widayati Universitas PGRI Yogyakarta ABSTRACT

LAMPIRAN 2. Bagan Alir Pemberian Lembur. Bagian Pelaksana Pengajuan Lembur Pembayaran Lembur. Tata Gaji. Bagian SDM. Personalia.

HUBUNGAN ASPIRASI MELANJUTKAN KE PERGURUAN TINGGI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XII

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Akademi Keperawatan 17

BAB IV HASIL PENELITIAN

SKRIPSI PENGARUH KOMPENSASI LANGSUNG DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. BANK CIMB NIAGA, TBK CABANG ICON SUMATERA UTARA OLEH

Kata Kunci: Penyaluran Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, Kredit Konsumtif, Pendapatan Operasional

PENGARUH SEMANGAT KERJA PEMILIK DAN PEKERJA TERHADAP KEWIRAUSAHAAN MORO ARTOS DI SALATIGA SKRIPSI

BAB IV HASIL PENELITIAN

PENGARUH INTELEGENSI DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 6 PURWOREJO

WENI APRILIA / / 4eb15 Dr. RENNY NUR AINY

HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN, KELINCAHAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PEMAIN SEPAKBOLA SSB BENGKULU USIA TAHUN

PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (Studi Kasus pada McDonald s Kelapa Dua Depok)

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. mempunyai langkah-langkah sistematis. Sedangkan metodologi ialah suatu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

DUKUNGAN SOSIAL. Item-Total Statistics

PERAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN CITRA TUBUH ( BODY IMAGE) SISWI USIA SEKOLAH DENGAN MENARCHE DI KECAMATAN SALE ABSTRAK

BAB IV HASIL PENELITIAN. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai

HUBUNGAN ANTARA MINAT DENGAN MOTIVASI MEMILIH SEKOLAH PADA SISWA SMP NEGERI 1 KRAYAN KALIMANTAN TIMUR

: Niken Kurniawati NPM :

ANALISIS REGRESI ANALISIS REGRESI

Prosiding Manajemen ISSN:

PENGARUH MINAT DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 2 PURWOREJO

HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN KEBUTUHAN BERAFILIASI DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL SISWA SMPN 8 MADIUN

PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN PENEMPATAN PEGAWAI TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR

SKRIPSI PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN NON FINANSIAL TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT PERKEBUNAN NUSANTARA (PTPN) II TANJUNG MORAWA-MEDAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Populasi dalam penelitian ini adalah PT. Bank Syariah Mandiri dan Bank

ABSTRACT. Approved by First Advisor August (Drs. Tri Cahyo Utomo, M.A) NIP

SKRIPSI PENGARUH KARAKTERISTIK WIRAUSAHA DAN INOVASI TERHADAP KEBERHASILAN USAHA PADA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH KULINER PUJA SERA BINJAI OLEH

ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA PENGGUNA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GUNADARMA

SURAKARTAA ABSTRAKSI

KONTRIBUSI POWER TUNGKAI,LENGAN, DAN KELENTUKAN TOGOK DENGAN KECEPATAN RENANG GAYA BEBAS. Jurnal. Oleh OKTRI MAHARANI

BAB IV ANALISIS DATA. telah ada pada pokok bahsan bab awal. Hipotesa penulis adalah : Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya.

HUBUNGAN MINAT MASUK PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR KONSEP KEBIDANAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Sampel dalam penelitian ini merupakan keseluruhan populasi di SLB A

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

Rika Anggela. Program Studi Pendidikan Geografi IKIP-PGRI Pontianak Jl. Ampera No.88 Telp. (0561)

PENGARUH ETIKA PROFESI, PROFESIONALISME, DAN KOMPETENSI AUDITOR TERHADAP PERTIMBANGAN TINGKAT MATERIALITAS AUDIT LAPORAN KEUANGAN

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Psikologi

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA MINIMARKET DI WILAYAH JAKARTA

II. HASIL DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

Hubungan Antara Kecemasan Bertanding Dan Dukungan Sosial Dengan Motivasi Berprestasi Pada Atlet Pencak Silat Perguruan Pencak Organisasi Sidoarjo Ayang Wahyuningrum Widodo Program Studi Psikologi, FIP, Unesa, ayangwahyuningrum@yahoo.co.id Desi Nurwidawati Program Studi psikologi, FIP, Unesa, de_widawati2006@yahoo.com Abstrak Motivasi berprestasi merupakan faktor pendorong untuk meraih sesuatu yang diinginkan agar mencapai kesuksessan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan bertanding dan dukungan sosial pada motivasi berprestasi pada atlet pencak silat perguruan Pencak Organisasi Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampel penelitian sebanyak 133 atlet. Analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan bertanding tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi berprestasi dengan nilai signifikansi sebesar 0,541, maka hipotesis pertama tidak diterima yaitu tidak ada hubungan yang signifikan antara kecemasan bertanding dengan motivasi berprestasi pada atlet pencak silat perguruan Pencak Organisasi Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi berprestasi dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, maka hipotesis kedua diterima yaitu ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan motivasi berprestasi pada atlet pencak silat perguruan Pencak Organisasi Sidoarjo. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kecemasan bertanding dan dukungan sosial secara bersama-sama memiliki hubungan dengan motivasi berpretasi dengan nilai signifikansi 0,000, maka hipotesis ketiga diterima yaitu ada hubungan yang signifikan antara kecemasan bertanding dan dukungan sosial dengan motivasi berprestasi pada atlet pencak silat perguruan Pencak Organisasi Sidoarjo. Nilai R 2 sebesar 0,389 menunjukkan bahwa motivasi berprestasi dipengaruhi oleh kecemasan bertanding dan dukungan sosial sebesar 38,9 %, sisanya 61,1 % depengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Kecemasan Bertanding, Dukungan Sosial, Motivasi Berprestasi, Atlet Abstract Achievement motivation is the driving factor to achieve something that is desirable in order to achieve success. This research was conducted to determine relationship between anxiety compete and social supprt with achievment motivation on martial arts athletes Pencak Organisasi Sidoarjo. This research used quantitative method with sample were 133 athletes. Data analized by multiple regression linear. The result of this research indicate that there is not a significant relationship between anxiety compete with achievment motivation with significance value of 0,541. This means that the hyphothesis which explained that there is a significant relationship between anxiety compete with achievment motivation on martial arts athletes Pencak Organisasi Sidoarjo can not be accepted. The result of this research indicate that there is a significant relationship between social support with achievment motivation with significance value of 0,000. This means that the hyphothesis which explained that there is a significant relationship between social support with achievment motivation on martial arts athletes Pencak Organisasi Sidoarjo can be accepted. The result of this research indicate that there is a significant relationship between anxiety compete and social support with achievment motivation with significance value of 0,000. This means that the hyphothesis which explained that there is a significant relationship between anxiety compete and social support with achievment motivation on martial arts athletes Pencak Organisasi Sidoarjo can be accepted. R 2 value was 0,389,means that the anxiety compete and social support variables had contributed to achievement motivation variable of 38,9 % and remaining 61,1 % were caused by other variables which were not corrected in this research. Keyword : Anxiety Compete, Social Support, Acievement Motivation, Athlete 1

Character, Volume 03 Nomer 2 Tahun 2015 PENDAHULUAN Olahraga merupakan aktivitas penting dalam kehidupan manusia dan telah ikut berperan mengharumkan nama daerah dan bangsa, baik melalui kompetisi di tingkat nasional maupun international. Di Indonesia terdapat banyak cabang olahraga yang bisa diikuti atlet untuk berlomba menciptakan prestasi yang telah diajarkan di sekolah dasar hingga perguruan tinggi antara lain sepak bola, sepak takraw, bulu tangkis, karate, dan pencak silat. Pencak silat adalah salah satu cabang olahraga asli Indonesia. Salah satu lembaga pendidikan yang mengajarkan pencak silat adalah SMP Progressif Bumi Shalawat Sidoarjo. Banyaknya regenerasi yang dilakukan oleh setiap perguruan pencak silat terutama untuk kalangan pelajar agar tercapai prestasi semaksimal mungkin..pencak Organisasi adalah perguruan bela diri pencak silat yang terdapat di SMP Progressif Bumi Shalawat Sidoarjo. Pada awalnya Pencak Organisasi didirikan di kota Lumajang dan saat ini sudah berkembang di kota-kota lain salah satunya di kota Sidoarjo. Pada saat ini terjadi penurunan prestasi pada perguruan Pencak Organisasi Sidoarjo. Pada pertandingan pertandingan tingkat daerah dan nasional prestasi Pencak Organisasi Sidoarjo berada dibawah perguruan-perguruan pencak silat yang lain. Berdasarkan pengamatan peneliti dan hasil wawancara studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 27 Oktober 2013 pada pelatih dan tiga atlet pencak silat perguruan Pencak Organisasi Sidoarjo, pelatih mengatakan bahwa atlet bela diri pencak silat perguruan Pencak Organisasi Sidoarjo masih belum mampu mencapai prestasi terbaik di kejuaraan tingkat nasional dan kejuaraan daerah. Hal ini disebabkan adanya penurunan motivasi berprestasi pada atlet. Wawancara studi pendahuluan yang dilakukan peneliti menemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi berprestasi antara lain yaitu kecemasan bertanding dan dukungan sosial. Dua atlet mengaku motivasinya untuk memenangkan pertandingan menurun karena cemas saat menghadapi pertandingan dan yang satu tidak karena memperoleh dukungan dari pelatih dan teman-temanya. Penelitian dari Anggraini (2011) dan Hikmah (2012) memperkuat fenomena yang dilakukan peneliti.anggraini (2011) dalam penelitiannya menemukan bahwa ada hubungan antara kecemasan bertanding dengan motivasi berprstasi. Penelitian yang dilakukan Hikmah (2012) dalam penelitiannya menemukan bahwa ada hubungan antara dukungan sosial dengan motivasi berprestasi. Studi pendahuluan dan penelitian yang ada sebelumnya tersebut mendasari peneliti untuk melakukan penelitian yang berjudul Hubungan Antara Kecemasan Bertanding dan Dukungan Sosial dengan Motivasi Berprestasi Pada Atlet Pencak Silat Perguruan Pencak Organisasi Sidoarjo. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional yaitu penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan antara satu variabel dengan variabel lain berdasarkan koefisien korelasi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah motivasi berprestasi (Y). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kecemasan bertanding dan dukungan sosial (X). Populasi penelitian ini adalah seluruh atlet yang tergabung pada perguruan Pencak Organisasi Sidoarjo dan masih aktif mengikuti latihan yang berjumlah 200 atlet. Sampel dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan menentukan karakteristik sampel berdasarkan ciri-ciri tertentu. Sampel dalam penelitian ini memiliki ciri-ciri yaitu atlet merupakan atlet pencak silat yang tergabung dalam perguruan Pencak Organisasi Sidoarjo, atlet yang besangkutan masih aktif dalam latihan, atlet yang pernah bertanding minimal 1 kali pertandingan. Pengambilan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 133 atlet. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah skala sikap pemodelan Likert. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala kecemasan bertanding yang berjumlah 75 aitem, skala dukungan social berjumlah 77 aitem, dan skala motivasi berprestasi berjumlah 64 aitem. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda adalah analisis regresi yang variabel terikat (Y) ditentukan oleh sekurang-kurangnya dua variabel bebas (X) dan setiap variabel bebas (X) dan terikat (Y) hanya berpangkat satu atau linier. Persyaratan untuk menggunakan analisis regresi linier berganda adalah memenuhi uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji linieritas, uji multikoliniaritas, uji heteroskedastitas, dan uji autokolerasi. Pada penelitian ini uji asumsi klasik sudah terpenuhi. HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut ini adalah hasil analisis menggunakan uji regresi linier berganda : Tabel 1. Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda Model Sum of df Mean F Sig Squares Square Regression 29184.855 2 14592.427 41.371.000 0 Regression 29052.269 1 29052.269 82.760.000 0

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa tigkat signifikansi sebesar 0,000 dan hasil tersebut lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05) dan nilai F 41,371. Hal tersebut menunjukkan bahwa H 1 diterima sehingga ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Variabel kecemasan bertanding dan dukungan sosial secara bersama-sama memiliki hubungan dengan motivasi berprestasi. Tabel 2. Hubungan antara Kecemasan Bertanding dan Dukungan Sosial dengan Motivasi Berprestasi Model Dukungan Sosial Kecemasan Bertanding Dukunga Sosial Unstandardi zed Coeffi cients B Std. error.712.084 -.036.059 Standar dized Coeffici ents Beta.610 -.044 t 8.5 28 -.613.727.080.622 9.0 97 Sig..000.541 Collinearity Statistic Tole rance.919.919 VIF 1.088 1.088.000 1.000 1.000 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikan variabel dukungan sosial adalah sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05) dengan nilai koofisien regresi (B) sebesar 0,712. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan motivasi berprestasi sehingga H 1 diterima. Nilai koefisien memiliki tanda positif yang menyatakan bahwa ada hubungan yang searah dimana kenaikan variabel bebas dukungan sosial akan mengakibatkan kenaikan pada variabel terikat motivasi berprestasi, begitu pula sebaliknya. Hal ini berarti apabila dukungan sosial naik satu tingkatan maka motivasi berprestasi akan diprediksikan mengalami kenaikan sebesar 7,12 %. Sebaliknya apabila dukungan sosial turun satu tingkatan maka motivasi berprestasi akan diprediksikan mengalami penurunan sebesar 7,12 %. Nilai signifikansi variabel kecemasan bertanding adalah sebesar 0,541 yang berarti lebih besar dari 0,05 (p > 0,05) dengan nilai koefiseien regresi (B) sebesar -0,036. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kecemasan bertanding dan motivasi berprestasi sehingga H 1 tidak diterima. Kecemasan bertanding memberikan kontribusi yang sangat kecil dan tidak signifikan pada motivasi berprestasi. Hal ini juga ditunjukkan dengan nilai Rsquare kecemasan bertanding sebesar 0,002 yang berarti kecemasan bertanding hanya memberikan kontribusi sebesar 0,2 % pada motivasi berprestasi. Nilai koefisien memiliki tanda negatif yang menyatakan bahwa ada hubungan yang tidak searah dimana penurunan variabel bebas kecemasan bertanding akan mengakibatkan kenaikan pada variabel terikat motivasi berprestasi, begitu pula sebaliknya. Hal ini berarti apabila kecemasan bertanding turun satu tingkatan maka motivasi berprestasi akan diprediksikan mengalami kenaikan sebesar 3,6 %. Begitu pula sebaliknya apabila kecemasan bertanding mengalami kenaikan satu tingkatan maka motivasi berprestasi akan diprediksikan mengalami penurunan sebesar 3,6 %. Kecemasan bertanding dikeluarkan dari model dan dibuat model kedua dikarenakan adanya variabel yang tidak signifikan. Hasil yang didapatkan pada model kedua setelah variabel kecemasan bertanding dikeluarkan dari model yaitu variabel dukungan sosial memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan nilai koefisien regresi (B) sebesar 0,727. Nilai koefisien memiliki tanda positif yang menyatakan bahwa ada hubungan yang searah dimana peningkatan variabel bebas dukungan sosial akan mengakibatkan kenaikan pada variabel terikat motivasi berprestasi, begitu pula sebaliknya. Hal ini berarti apabila dukungan sosial naik satu tingkatan maka motivasi berprestasi akan diprediksikan mengalami kenaikan sebesar 7,27%. Sebaliknya apabila dukungan sosial turun satu tingkatan maka motivasi berprestasi akan diprediksikan mengalami penurunan sebesar 7,27%. Pembahasan Hasil dari teknik analisis regresi linier berganda menunjukkan nilai signifikansi variabel kecemasan bertanding sebesar 0,541 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara kecemasan bertanding dan motivasi berprestasi. Nilai koofiseien regresi (B) kecemasan bertanding sebesar -0,036. Nilai koofisien memiliki tanda negatif yang menyatakan bahwa ada hubungan yang tidak searah dimana penurunan variabel bebas kecemasan bertanding akan mengakibatkan kenaikan pada variabel terikat motivasi berprestasi, begitu pula sebaliknya. Hal ini berarti apabila kecemasan bertanding turun satu tingkatan maka motivasi berprestasi akan diprediksikan mengalami kenaikan sebesar 3,6 %. Hal tersebut serupa dengan penelitian yang dilakukan oleh Anggraini (2011) yang menyatakan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan menghadapi pertandingan dengan motivasi berprestasi pada atlet anggar DKI Jakarta. Namun pada penelitian ini peneliti tidak menemukan hubungan yang signifikan antara kecemasan bertanding dan motivasi berprestasi. Kecemasan bertanding memberikan kontribusi yang sangat kecil dan tidak signifikan pada motivasi berprestasi. Hal ini juga ditunjukkan dengan nilai Rsquare kecemasan bertanding sebesar 0,002 yang berarti 3

Character, Volume 03 Nomer 2 Tahun 2015 kecemasan bertanding hanya memberikan kontribusi sebesar 0,2 % pada motivasi berprestasi sedangkan dukungan sosial memberikan kontribusi yang lebih banyak pada motivasi berprestasi yang dapat diketahui dari nilai Rsquare sebesar 0,387 atau 38,7 %. Hal ini dapat terjadi karena dukungan sosial terutama dukungan emosional yang diperoleh atlet dapat mereduksi kecemasan atlet dalam menghadapi pertandingan sehingga tidak terlalu mempengaruhi atau memberikan kontribusi yang sangat kecil pada motivasi berprestasi atlet. Hal ini sesuai dengan apa yang diungkapkan Hurlock (1991) bahwa dengan adanya dukungan sosial dari orang lain dan mempunyai teman yang dapat diajak berbicara, dapat memberi nasehat, dan mendapatkan simpati dari mereka, maka individu akan dapat lebih baik dalam menghadapi kecemasan, ketegangan, dan stress yang dialaminya. Pada variabel dukungan sosial menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan motivasi berprestasi. Adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan motivasi berprestasi sesuai dengan penelitian yang dilakukan Perwira (2014) menyatakan bahwa hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara dukungan sosial orang tua, pelatih dan teman secara bersama-sama dengan motivasi berprestasi akademik dan motivasi berprestasi olahraga basket. Penelitian lain yang dilakukan Hikmah (2012) menyatakan bahwa hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif antara dukungan sosial teman sebaya dengan motivasi berprestasi. Sarafino (dalam Smet, 1999) mengatakan bahwa dukungan sosial adalah kesenangan yang dirasakan, penghargaan akan kepedulian atau bantuan-bantuan yang diperoleh individu dari orang lain, dimana orang lain disini dapat diartikan sebagai individu perorangan atau kelompok. Dukungan sosial yang dimiliki individu berbeda-beda. Ada individu yang memiliki dukungan sosial rendah, namun ada pula individu yang memiliki dukungan sosial tinggi. Sarason dkk (1983) mengatakan bahwa individu dengan dukungan sosial tinggi memiliki pengalaman hidup yang lebih baik, harga diri yang tinggi, serta pandangan hidup lebih positif dibandingkan dengan individu yang memiliki dukungan sosial lebih rendah. Individu dengan dukungan sosial tinggi mengarahkan perilakunya menuju ke arah konsenkuensi positif dan sebaliknya individu yang memiliki dukungan sosial yang lebih kecil, lebih memungkinkan mengalami konsekuensi psikis yang negatif sehingga atlet dengan dukungan sosial tinggi memiliki pandangan hidup lebih positif dan motivasi berprestasi yang tinggi dan sebaliknya atlet dengan dukungan sosial rendah memiliki pandangan hidup yang negatif dan motivasi berprstasi rendah. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang didapatkan peneliti dimana variabel dukungan sosial memiliki nilai koofisien regresi (B) sebesar 0,727. Nilai koefisien memiliki tanda positif yang menyatakan bahwa ada hubungan yang searah dimana peningkatan variabel bebas dukungan sosial akan mengakibatkan kenaikan pada variabel terikat motivasi berprestasi, begitu pula sebaliknya. Hal ini sesuai pada penelitian yang dilakukan Ariyanto dan Anam. C (2007) juga menyatakan bahwa hasil penelitian menunjukkan adanya peran positif dukungan sosial dan self efficasy terhadap motivasi berprestasi pada atlet pencak silat pelajar tingkat SMA kota Yogyakarta. Hurlock (1991) mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi sikap remaja terhadap pendidikan guna meningkatkan motivasi berprestasi antara lain : sikap teman sebaya, berorientasi pada sekolah atau berorientasi kerja. Sikap orang tua, menganggap pendidikan sebagai batu loncatan ke arah mobilitas sosial. Nilai-nilai yang menunjukkan keberhasilan atau kegagalan akademis. Keberhasilan dalam berbagai ekstrakurikuler. Serta derajat dukungan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan sosial terutama dukungan secara emosional dari orang-orang terdekat mampu meningkatkan motivasi berprestasi dalam menghadapi pertandingan pada atlet pencak silat perguruan Pencak Organisasi Sidoarjo. Hasil dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel kecemasan bertanding dan dukungan sosial dengan motivasi berprestasi. Hal ini dapat diketahui dari nilai signifikan sebesar 0,000 dan hasil tersebut lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa H 1 diterima. Sehingga ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikat. PENUTUP Simpulan Hasil analisis membuktikan bahwa terdapat hubungan negatif dan tidak signifikan antara kecemasan bertanding dengan motivasi berprestasi pada atlet pencak silat perguruan Pencak Organisasi Sidoarjo. Hasil analisis membuktikan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dengan motivasi berprestasi pada atlet pencak silat perguruan Pencak Organisasi Sidoarjo. Hasil analisis juga membuktikan bahwa Terdapat hubungan antara kecemasan bertanding dan dukungan sosial dengan motivasi berprestasi pada atlet pencak silat perguruan Pencak Organisasi Sidoarjo. Saran Beberapa saran yang diharapkan dapat memberikan manfaat hasil penelitian, adapun saran sebagai berikut :

1. Bagi atlet Atlet perlu memperbesar dukungan sosial yang terjadi di lingkungan terutama dukungan emosional dari orang-orang terdekat. Atlet diharapkan dapat meningkatkan motivasi berprestasi dengan cara mereduksi kecemasan yang berlebihan yaitu dengan cara setiap atlet harus yakin akan kemampuannya dalam menghadapi pertandingan 2. Bagi perguruan pencak silat Pencak Organisasi Sidoarjo Bantuan yang dapat diberikan dari pihak perguruan pencak silat dapat berupa dukungan sosial berupa nasehat, memberikan semangat kepada atlet, dan saran yang berguna dalam membantu atlet untuk mereduksi kecemasan yang mereka rasakan. Serta meyakinkan atlet akan kemampuan mereka dalam menghadapi pertandingan sehingga dapat meningkatkan motivasi berprestasi atlet sehingga kecemasan yang terjadi dalam menghadapi pertandingan tidak mengganggu mereka. 3. Bagi peneliti selanjutnya Mahasiswa yang tertarik meneliti variabel motivasi berprestasi, dapat meneliti hubungannya dengan variabel-variabel lain yang diduga turut mempengaruhi yang tidak terungkap dalam penelitian ini. Peneliti berharap dengan semakin mendalamnya penelitian tentang moivasi berprestasi maka dapat meningkatkan motivasi berprestasi pada masyarakat luas. Perwira, P.E. 2014. Hubungan Dukungan Sosial Orang Tua, Pelatih dan Teman dengan Motivasi Berprestasi Olahraga (Basket) pada Mahasiswa Atlet Basket Universitas Surabaya. Skripsi. Surabaya : Universitas Surabaya Sarafino, E.P. 1994. Health Psychology Biopsychosocial Interaction 2nd edition. New Jersey : John Willey and Sons Smet B. 1999. Psikologi Kesehatan. Jakarta : PT. Grasindo DAFTAR PUSTAKA Anggraini, D. 2011. Hubungan Kecemasan Menghadapi Pertandingan dengan Motivasi Berprestasi pada Atlet Anggar di DKI Jakarta. Jurnal Humaniora 2 (1). (Online). http://eprints.binus.ac.id. Diakses tanggal 25 Oktober 2013 Ariyanto & Anam, C. 2007. Peran Dukungan Sosial dan Self Efficasy Terhadap Motivasi Berprestasi pada Atlet Pencak Silat Pelajar Tingkat SMA / KDI Kota Yogyakarta. Jurnal Humanitas 4 (2) (Online). http://journal.uad.ac.id. Diakses tanggal 12 Februari 2014 Hikmah, N. 2012. Hubungan antara Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Motivasi Berprestasi Alumni Siswa-Siswi SMAN 38 Jakarta Lulusan Tahun 2011. Skripsi. Depok : Universitas Indonesia Hurlock, E.B. 1991. Developmental Psychology A Life Span Approach. Fifth edition. (Terjemahan oleh Istiwidayanti & Soedjarwo). Jakarta : Erlangga 5