LABORATORIUM STATISTIK DAN OPTIMASI INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR LAPORAN RESMI MODUL II DYNAMIC PROGRAMMING I. Pendahuluan A. Latar Belakang (Min. 4 Paragraf) B. Rumusan Masalah Rumusan masalah yang ada pada modul 2 ini adalah: Bagaimana cara menyelesaikan persoalan Dynamic Programming dengan menggunakan program WinQSB? C. Tujuan Praktikum Adapun tujuan praktikum dari modul 2 adalah: 1. Untuk memahami permasalahan-permasalahan dalam pemrograman dinamis 2. Untuk mencari solusi/menyelesaikan permasalahan menggunakan metode penyelesaian masalah dinamis yang ada. D. Manfaat Praktikum Adapun manfaat yang didapat dalam praktikum modul 2 ini adalah: 1. Dapat memahami permasalahan-permasalahan dalam pemrograman dinamis 2. Dapat menyelesaikan permasalahan menggunakan metode penyelesaian masalah dinamis. E. Batasan Masalah Adapun batasan masalah dalam praktikum ini adalah: 1. Software pemrograman yang digunakan adalah WinQSB 2. Masalah yang dipecahkan adalah Stagecoach Problem dan Knapsack Problem II. Tinjauan Pustaka 1. Dynamic Programming 2. Stagecoach Problem 3. Knapsack Problem Min. 5 Halaman
III. Pengumpulan Data 1. Identifikasi Variabel A. Variabel Bebas 1) Stagecoach Problem 2) Knapsack Problem B. Variabel Terikat 1) Stagecoach Problem 2) Knapsack Problem 2. Soal Laporan Resmi 1) Stagecoach Problem 2) Knapsack Problem IV. Hasil dan Pembahasan A. Pengolahan Data 1. Stagecoach Problem a. Input b. Output Gambar... Gambar... c. Analisa Output: Gambar output diatas menunjukkan bahwa jalan terpendek adalah A-B-D-G dengan jarak total 15 km.
2. Knapsack Problem a. Input b. Output Gambar... Gambar... c. Analisa Output: Gambar output diatas menunjukkan jenis produk yang dikirim perusahaan adalah Peti A sebanyak 15 ton, Peti B sebanyak 10 ton, peti C sebanyak 25 ton, peti D sebanyak 20 ton, dan Peti E sebanyak 13 ton dengan total keuntungan maksimum sebanyak $14.934. V. Kesimpulan dan Saran A. Kesimpulan 1. Stagecoach Problem Rute distribusi yang sebaiknya dilalui perusahaan tekstil dari Jakarta ke Surabaya adalah A-B-D -G karena jarak yang dilewati paling pendek yaitu 15 km. 2. Knapsack Problem Jenis produk yang dikirim perusahaan adalah Peti A sebanyak 15 ton, Peti B sebanyak 10 ton, peti C sebanyak 25 ton, peti D sebanyak 20 ton, dan Peti E sebanyak 13 ton dengan total keuntungan maksimum sebanyak $14.934. B. Saran (Saran untuk modul min.5)
DAFTAR PUSTAKA (Internet 5, Buku 5) LAMPIRAN (Tulis tangan, pulpen biru, HVS A4)
LAMPIRAN 1. Stagecoach Problem Suatu perusahaan tekstil yang berpusat di Jakarta akan mendistribusikan produk kain ke Surabaya. Berikut pilihan rute yang dapat dilalui oleh truk pengangkut dari Jakarta (Kota A) ke Surabaya (Kota G). Tentukan rute terpendek yang harus ditempuh truk pengangkut kain dengan menggunakan penyelesaian Stagecoach Problem! 5 B 10 6 15 A 7 15 7 C 3 Tahap 3 D 4 5 E 6 F G S F 3 (s) X 3 D 4 G E 5 G F 6 G Tahap 2 S X 2 F 2 (s,x 2 ) = P s, x 2 +f 3 (x 2 ) D E F F 2 (s) X 2 B 9 15 21 9 D C 19 12 9 9 F Tahap 1 S X 1 F 1 (s,x 1 ) = P s, x 1 +f 2 (x 1 ) B C F 1 (s) X 1 A 15 16 15 B
Kesimpulan: Rute distribusi yang sebaiknya dilalui perusahaan tekstil dari Jakarta ke Surabaya adalah A-B-D -G karena jarak yang dilewati paling pendek yaitu 15 km. 2. Knapsack Problem PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan transportasi pengiriman peti kemas antar pulau dan antar negara menggunakan alat transportasi kapal, truk maupun kereta api. Berikut peti kemas yang akan dikirim menggunakan kapal pengangkut dengan kapasitas maksimal 2.000 ton. No Nama Barang Jumlah yang Keuntungan Kapasitas (Ton) Tersedia (Ton) ($/Ton) 1 Peti A 15 20 125 2 Peti B 10 15 115 3 Peti C 25 30 235 4 Peti D 20 25 225 5 Peti E 13 18 118 Peti A = 15 x 20 = 300 (2000 300) = 1700 Peti B = 10 x 15 = 150 (1700 150) = 1550 Peti C = 25 x 30 = 750 (1550 750) = 800 Peti D = 20 x 25 = 500 (800 500) = 300 Peti E = 13 x 18 = 234 (300 234) = 66 Total Keuntungan = (15 x 125) + (10 x 115) + (25 x 235) + (20 x 225) + (13 x 118) = 1875 + 1150 + 5875 + 4500 + 1534 = 14.934 Kesimpulan: Jenis produk yang dikirim perusahaan adalah Peti A sebanyak 15 ton, Peti B sebanyak 10 ton, peti C sebanyak 25 ton, peti D sebanyak 20 ton, dan Peti E sebanyak 13 ton dengan total keuntungan maksimum sebanyak $14.934.