INSPEKTORAT KOTA PASURUAN

dokumen-dokumen yang mirip
PEMERINTAH KABUPATEN BANYUASIN INSPEKTORAT KABUPATEN TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. penentu arah dan pedoman kegiatan organisasi. 2 Tahun 2005 tentang Perencanaan Pembangunan Daerah, Satuan Kerja

Dalam upaya memberi pertanggungjawaban terhadap tingkat

PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT KABUPATEN PANDEGLANG

RENCANA AKSI INSPEKTORAT KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2016

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017

BAB I PENDAHULUAN. Rappang terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2008 tentang

KATA PENGANTAR. Pasuruan, Januari 2015 INSPEKTUR KABUPATEN PASURUAN. Ir. DWITONO MINAHANTO Pembina Utama Muda NIP

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH INSPEKTORAT KOTA BLITAR TAHUN 2015

Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

KATA PENGNTAR RKT INSPEKTORAT

RENCANA KERJA ( RENJA ) Tahun 2015

PEMERINTAH KABUPATEN PAMEKASAN INSPEKTORAT DRAFT

BAB. I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Tugas Pokok dan Fungsi

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

PROFIL INSPEKTORAT KEBUMEN

PENGANTAR. Soreang, Januari 2015 KEPALA BAGIAN UMUM. DIAN WARDIANA, S.IP, M.Si, MP Pembina NIP

Laporan Kinerja Inspektorat Kabupaten Buleleng Tahun Anggaran 2016

PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP)

BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

BUPATI SUMBAWA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

INSPEKTORAT AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) INSPEKTORAT KABUPATEN GRESIK TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG.

Rencana Kinerja Bagian Pembangunan Tahun 2015 RENCANA KINERJA

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BULUKUMBA NOMOR 74 TAHUN 2016 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN,

RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Inspektorat Daerah Kabupaten Kulon Progo

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

FORUM - SKPD 2015 INSPEKTORAT DIY

KATA PENGANTAR. Inspektorat Daerah Kabupaten Barru

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi

DOKUMEN PENGUKURAN KINERJA ESSELON III TAHUN 2015 INSPEKTORAT KABUPATEN BANYUASIN

PEMERINTAH KOTA SAMARINDA

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) INSPEKTORAT KABUPATEN MALANG

1. PROFIL INSPEKTORAT KOTA MADIUN

RENCANA KERJA (RENJA)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

INSPEKTORAT KOTA BLITAR TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN. Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

BAB I PENDAHULUAN. A. Gambaran Umum Dalam pasal 3 Undang - undang Nomor 28 tahun 1999 tentang

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 50 TAHUN 2016 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Pemerintah Kota Pagar Alam Jalan Laskar Wanita Mentarjo Komplek Perkantoran Gunung Gare

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

RENJA BAGIAN PERTANAHAN TAHUN 2015 (REVIEW)

BAB I PENDAHULUAN. Terselenggaranya tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance)

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BAGIAN HUMAS SETDA KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013

enyusunann Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2016

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKj IP) INSPEKTORAT KOTA PROBOLINGGO Tahun 2015

KATA PENGANTAR. Banyuwangi, Januari 2013 INSPEKTUR KABUPATEN BANYUWANGI. Drs. DJAFRI YUSUF, MM Pembina Tk. I NIP

K E C A M A T A N P A N Y I L E U K A N BAB I PENDAHULUAN

Rencana Kerja Tahunan (RKT) INSPEKTORAT KABUPATEN MALANG

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2016

RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF INSPEKTORAT KABUPATEN BOGOR TAHUN

BAB 1 PENDAHULUAN. penerapan sistem pertanggung jawaban yang tepat, jelas, terukur, dan legitimate

BAB 5 RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PKLM. A. Sejarah Singkat Berdirinya Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Inspektorat Daerah Kabupaten Kulon Progo

RENCANA KERJA INSPEKTORAT DAERAH KOTA SAMARINDA TAHUN 2018 PEMERINTAH KOTA SAMARINDA I N S P E K T O R A T

BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH I N S P E K T O R A T KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2012

LAKIP LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 INSPEKTORAT KOTA BANDUNG JL. TERA NO. 20 BANDUNG

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BPPT KOTA BANDUNG

RENCANA KERJA TAHUN 2017 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

PEMERINTAH KABUPATEN NGANJUK

2.1. TUGAS, FUNGSI, DAN STRUKTUR ORGANISASI SKPD

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

2.1 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD

DRAFT BAB I PENDAHULUAN

BAB II GAMBARAN PELAYANAN KECAMATAN BUAHBATU KOTA BANDUNG. 2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kecamatan Buahbatu Kota Bandung

Kata Pengantar. Kepanjen, Januari 2015 SEKRETARIS DPRD KABUPATEN MALANG. Drs. IRIANTORO, M. Si Pembina Tk. I NIP

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KOTA SALATIGA

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT BADAN PPSDM KESEHATAN TAHUN 2014

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LKIP ) TAHUN 2016

LAKIP DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN GRESIK TAHUN

INSPEKTORAT KOTA BANDUNG KATA PENGANTAR

PROFIL INSPEKTORAT KOTA SERANG

BUPATI KUTAI BARAT PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI KUTAI BARAT NOMOR 26 TAHUN 2017 TENTANG

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotis

BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG KEBIJAKAN PENGAWASAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI

BUPATI BLORA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BLORA,

AHMAD GUSTIAN, S.Sos. Jabatan : Kasubbag Program BPMPD Kabupaten Pelalawan Selanjutnya disebut pihak pertama. HERMITA, SP, M.Si

BUPATI LEBAK PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI LEBAK NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PIAGAM PENGAWASAN INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA,

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2016 II - 1. Inspektorat Kabupaten Lingga

Transkripsi:

INSPEKTORAT KOTA PASURUAN LAKIP TAHUN 2015 INSPEKTORAT KOTA PASURUAN TAHUN 2016 Jl. Wahidin Sudirohusodo No. 46 Pasuruan Telp./Faks. (0343) 426603

KATA PENGANTAR Assalamu allaikum Wr. Wb. Dengan mengucapkan Puji Syukur kehadirat ALLAH SWT dan atas limpahan rahmat dan hidayahnya, Inspektorat Kota Pasuruan dapat menyelesaikan penyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun Anggaran 2015. Sesuai dengan Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan yang merupakan perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggung jawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan melalui alat pertanggung jawaban secara periodik. Semoga laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) ini dapat berdampak pada peningkatan kinerja dalam usaha mewujudkan Good Governance dan Clean Government di Pemerintah Kota Pasuruan. Wassallamu alaikum Wr wb. Pasuruan, Januari 2016 INSPEKTUR KOTA PASURUAN Ir. YUDIE ANDI PRASETYA, M.Si Pembina Utama Muda NIP. 19680129 199202 1 001 ii

DAFTAR ISI halaman Halaman Judul... i Kata Pengantar... ii Daftar Isi... iii Ikhtisar Eksekutif... iv BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Tugas Pokok dan Fungsi Inspektorat Kota Pasuruan... 2 C. Sistematika Penyajian... 7 BAB II PERENCANAAN STRATEGIS... 8 A. Perencaaan Strategik... 8 B. Rencana Kerja... 12 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA... 32 A. Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2015... 32 B. Analisis Capaian Kinerja... 33 C. Akuntabilitas Keuangan... 39 BAB IV PENUTUP... 42 LAMPIRAN A. Tinjauan Umum... 42 B. Tinjauan Khusus... 42 C. Saran dan Tindak Lanjut... 43 iii

IKHTISAR EKSEKUTIF Inspektorat kota pasuruan adalah lembaga teknis daerah sebagai unsur penunjang pemerintah daerah di bidang pengawasan, yang tugas pokoknya melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan daerah dalam rangka mewujudkan Good Governance dan Clean Goverment. Dalam pencapaian tugas pokok dan fungsi, Inspektorat Kota Pasuruan menetapkan tujuan, yaitu : 1. Meningkatnya kualitas hasil pengawasan 2. Mencegah terjadinya penyimpangan serta mengungkap hambatan dalam penyelenggaraan pemerintah Dengan sasaran sebagai berikut : 1. Meningkatnya kemampuan, pengetahuan dan teknis serta wawasan tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan internal 2. Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan keuangan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan Dari evaluasi capaian kinerja, Inspektorat Kota Pasuruan secara keseluruhan dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya serta keterkaitan dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dengan baik sesuai tingkat capaian yang ditetapkan. Namun dalam pencapaian sasaran, Inspektorat Kota Pasuruan masih terdapat kendala yang dihadapi antara lain : a. Kurang tanggapnya SKPD dalam menindaklanjuti temuan sehingga berlarutlarut b. Ketersediaan sarana dan prasarana yang ada masih belum mencukupi untuk semua aparat pengawasan Untuk mengantisipasi kendala tersebut, setiap tri bulan Inspektorat kota pasuruan melaksanakan pemutakhiran data dan peningkatan sarana dan prasana. iv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terselenggaranya Good Governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat, dan mencapai tujuan serta cita-cita berbangsa bernegara. Dalam rangka itu diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur dan legitimate sehingga penyelenggara pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Upaya tersebut sejalan dengan dan didasarkan pada TAP MPR RI Nomor XI/MPR/1998 tentang penyelenggara negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dalam Pasal 3 Undang-undang tersebut dinyatakan asas-asas umum penyelenggaraan negara, meliputi asas kepastian hukum, asas tertib penyelenggaraan negara, asas kepentingan umum, asas keterbukaan, asas proporsionalitas, asas profesionalitas, dan asas akuntabilitas. Dalam penjelasan mengenai pasal tersebut dirumuskan bahwa asas akuntabilitas adalah asas yang menentukan bahwa pada setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk mencapai hal tersebut, pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Inpres tersebut mewajibkan setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan pada suatu perencanaan stratejik yang ditetapkan oleh masing-masing instansi. 1

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) adalah dokumen yang berisi gambaran perwujudan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang disusun dan disampaikan secara sistematis dan melembaga. Dengan landasan berpikir dan dasar ketentuan perundang-undangan tersebut maka Inspektorat Kota Pasuruan dalam rangka mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi melalui penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2015 B. Tugas Pokok Dan Fungsi Inspektorat Kota Pasuruan Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pasuruan Nomor 26 Tahun 2011, tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah telah di ubah dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2015, maka Inspektorat Kota Pasuruan mempunyai Tugas Melaksanakan Pengawasan terhadap Pelaksanaan Urusan Pemerintahan Daerah. Untuk melaksanakan Tugas sebagaimana dimaksud Inspektorat Kota Pasuruan mempunyai Fungsi : a. perencanaan program pengawasan; b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan; c. pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya. Adapun susunan organisasi Inspektorat, terdiri dari : 1. Inspektur. 2. Sekretariat, terdiri dari : a. Sub Bagian Perencanaan. b. Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan. c. Sub Bagian Administrasi dan Umum. 3. Inspektur Pembantu Wilayah I, 4. Inspektur Pembantu Wilayah II, 2

5. Inspektur Pembantu Wilayah III, 6. Inspektur Pembantu Wilayah IV 7. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari : a. Auditor b. Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah Inspektur mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan memberikan bimbingan dan petunjuk kepada bawahannya dalam rangka pelaksanaan tugas serta mengadakan koordinasi dan melaksanakan kerjasama dengan organisasi perangkat daerah, instansi dan lembaga lainnya serta unsur masyarakat. Sekretariat mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi pengawasan dan memberikan pelayanan administratif dan fungsional kepada semua unsur dilingkungan Inspektorat. Untuk melaksaanakan tugas tersebut sekretariat mempunyai fungsi : 1. Penyiapan bahan koordinasi dan pengendalian rencana dan program kerja pengawasan. 2. Penghimpunan, pengelolaan, penilaian dan penyimpanan laporan hasil pengawasan aparat pengawasan fungsional daerah, 3. Penyusunan bahan data dalam rangka pembinaan teknis fungsioanal. 4. Penyusunan,penginventarisasian dan pengkoordinasian dan data dalam rangka peñatausahaan proses penanganan pengaduan. 5. Pelaksanaan urusan kepegawaian,keuangan,surat menyurat dan rumah tangga; dan 6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh inspektur sesuai dengan tugas dan fungsinya. Sub bagian Perencanaan mempunyai tugas : 1. Menyusun rencana kerja subbagian 2. Melaksanakan koordinasi penyiapan rencana/ program kerja pengawasan dan fasilitasi 3

3. Melaksanakan penyusunan program dan kegiatan 3a. Mengoordinir penyusunan program dan kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah 3b. Melaksanakan penyusunan laporan, program dan kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah 4. Menyiapkan laporan dan statistik inspektorat 5. Menyiapkan peraturan perundang undangan 6. Menyiapkan dokumentasi dan pengelolahan data pengawasan 7. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan subbagian 8. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan Fungsinya. Sub bagian Evaluasi dan pelaporan mempunyai tugas: 1. Menyusun rencana kerja subbagian 2. Menginventarisir hasil pengawasan dan tindak lanjut hasil pengawasan. 3. Melaksanakan pengadministrasian laporan hasil pengawasan 3a. Menganalisa dan mengevaluasi program dan kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah 4. Melaksanakan evaluasi laporan hasil pengawasan 5. Melaksanakan penyusunan statistik hasil pengawasan 6. Menyiapkan penyelenggaraan kerjasama pengawasan 7. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan subbagian; 8. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan Fungsinya. Sub bagian Administrasi dan Umum mempunyai tugas : 1. Menyusun rencana kerja subbagian 2. Melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha surat menyurat dan 4

kearsipan. 3. Melaksanakan pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, dan inventarisasi sarana prasarana dinas serta aset lainnya 4. Melaksanakan pengelolaan administrasi, inventarisasi, pengkajian, analisis pelaporan 5. Melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian 6. Melaksanakan penyiapan dan pengusulan kenaikan pangkat pegawai, gaji berkala, pensiun, pemberian penghargaan, daftar urut kepangkatan dan daftar dislokasi pegawai 7. Melaksanakan analisa kebutuhan pegawai unit kerja 8. Melaksanakan pengolaan kesejahteraan pegawai 9. Melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga 10. Melaksanakan penyusunan rencana kegiatan pengelolaan administrasi keuangan 11. Menyusun rencana pengelolaan administrasi keuangan 12. Melaksanakan dan verifikasi pertanggung jawaban keuangan unit kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah 13. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan pengelolaan keuangan unit kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah 14. Melaksanakan pembendaharaan dan penatausahaan 15. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan subbagian 16. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Inspektur Pembantu mempunyai tugas : 5

1. Pengusulan program pengawasan di wilayah 2. Pengoordinasian pelaksanaan pengawasan 3. Dihapus 4. Mengoordinir hasil pemeriksaan Jabatan Fungsional Auditor untuk dilaporkan kepada Inspektur 5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh inspektur sesuai dengan tugas dan fungsinya. ( 1 ) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari : : a. Auditor, dan b. Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah. ( 2 ) Auditor sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) huruf a. Mempunyai tugas melakukan review, audit keuangan dan aset dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan di daerah. ( 3 ) Pengawas sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) huruf b mempunyai tugas pengawasan atas penyelenggaraan teknis urusan pemerintahan daerah di luar pengawasan keuangan. Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi maka Inspektorat Kota Pasuruan didukung oleh Sumber Daya Organisasi sebagai berikut : 1. Sumber Daya Manusia a. Jumlah Pegawai berdasarkan Eselon Jabatan : Eselon II : 1 Orang Eselon III : 5 Orang Eselon IV : 3 Orang Non Eselon : 28 Orang Jumlah : 37 Orang b. Jumlah Pegawai berdasarkan Kepangkatan dan Golongan : Pembina Utama Muda (IV/c) : 1 Orang Pembina Tk. I (IV/b) : 5 Orang 6

Pembina (IV/a) : 0 Orang Penata Tk. I (III/d) : 8 Orang Penata (III/c) : 4 Orang Penata Muda Tk.I (III/b) : 6 Orang Penata Muda ( III/a ) : 5 Orang Pengatur Tk. I ( II/d ) : 2 Orang Pengatur ( II/c ) : 2 Orang Pengatur Muda Tk. I ( II/b ) : 3 Orang Pengatur Muda ( II/a ) : 0 Orang Juru : 1 Orang Jumlah : 37 Orang c. Jumlah Pegawai berdasarkan Pendidikan : Pasca Sarjana (S2) : 5 Orang Sarjana (S1) : 22 Orang Diploma (D3)/ Sarjana Muda : : 3 Orang SLTA : 6 Orang SLTP : 1 Orang Jumlah : 37 Orang C. Sistematika Penyajian Pada dasarnya Laporan Akuntabilitas Kinerja ini mengkomunikasikan pencapaian kinerja Inspektorat Kota Pasuruan selama tahun 2015. Capaian kinerja tersebut diperbandingkan dengan Penetapan Kinerja 2015 sebagai tolok ukur keberhasilan tahunan organisasi. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini akan memungkinkan diidentifikasinya sejumlah cela kinerja bagi perbaikan kinerja di masa datang. Dengan pola seperti itu sistematika penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP ) Inspektorat Kota Pasuruan Tahun 2015, adalah sebagai berikut : 7

Bab I Pendahuluan, menjelaskan secara ringkas latar belakang, aspek strategis dan struktur organisasi Inspektorat Kota Pasuruan; Bab II Rencana Strategis dan Rencana Kegiatan Tahun 2015, menjelaskan berbagai kebijakan umum, rencana strategis Inspektorat untuk periode tahun 2011 2015 dan kegiatan untuk tahun 2015. Bab III Akuntabilitas Kinerja, menjelaskan analisis pencapaian kinerja Inspektorat Kota Pasuruan terhadap pencapaian sasaran strategis untuk tahun 2015. Bab IV Penutup, menjelaskan kesimpulan menyeluruh dari laporan Akuntabilitas Kinerja Inspektorat Kota Pasuruan tahun 2015 ini dan menguraikan rekomendasi atau saran yang diperlukan bagi perbaikan kinerja masa datang. 8

BAB II PERENCANAAN STRATEJIK A. Perencanaan Stratejik. Dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999, disebutkan bahwa perencanaan stratejik merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) tahun sampai 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. Rencana stratejik mengandung visi, misi, tujuan,, sasaran, cara mencapai tujuan yang meliputi kebijaksanaan, program dan kegiatan yang realistis dengan mengantisipasi perkembangan masa depan. Berikut penjelasan tentang perencanaan stratejik Inspektorat Kota Pasuruan : c. Visi Visi merupakan cara pandang jauh kedepan, kemana Inspektorat Kota Pasuruan harus dibawa agar dapat eksis, antisipatif dan inovatif, serta gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diwujudkan oleh Inspektorat Kota Pasuruan, maka visi yang ditetapkan adalah : Terciptanya Lembaga pengawasan yang profesional dan efektif dalam Rangka Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Efektif, Efisien, Transparan dan Akuntabel Bertitik tolak dari visi tersebut, Inspektorat Kota Pasuruan berusaha akan mewujudkannya melalui misi, tujuan dan sasaran yang dirumuskan dan ditetapkan. 2. Misi Misi merupakan pondasi penyusunan rencana stratejik. Pernyataan misi menunjukkan dengan jelas sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh instansi pemerintah. Untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan maka 9

setiap instansi pemerintah harus mempunyai misi yang jelas dan sekaligus merupakan persyaratan guna menetapkan tujuan dan sasaran yang akan diwujudkan. Atas dasar itu, maka sesuai dengan visi, tugas pokok dan fungsi serta kewenangan yang ada, ditetapkanlah misi Inspektorat Kota Pasuruan yang akan memberikan arah tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan (tahun 2011-2015), sebagai berikut: 1. Meningkatkan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan internal; 2. Melaksanakan pengawasan secara intensif atas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta kemasyarakatan 3. Tujuan Dalam rangka mencapai visi dan misi, maka Inspektorat Kota Pasuruan merumuskan visi dan misinya ke dalam bentuk yang lebih terarah dan operasional dengan menetapkan tujuan dan sasaran berdasarkan kunci kunci keberhasilan. Hal tersebut dimaksudkan agar tercapainya tujuan dan sasaran, dengan tidak ada satu sasaran ataupun aktivitas yang tebengkalai atau tidak tercapai. karena dengan mengetahui faktor faktor keberhasilan berarti dapat diketahui apa kelebihan/kekuatan untuk melaksanakan sesuatu sasaran dan aktivitas dengan tidak melakukan suatu kegiatan dimana ada kekurangan/kelemahannya. Tujuan Inspektorat Kota Pasuruan adalah : 1. Meningkatnya kualitas hasil pengawasan 2. Mencegah terjadinya penyimpangan serta mengungkap hambatan dalam penyelenggaraan pemerintah 4. Sasaran Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur dalam kurun waktu 10

yang lebih pendek dari tujuan. Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu/tahunan secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan dengan rincian stratejik. Atas dasar itu, maka sasaran yang ingin dicapai oleh Inspektorat Kota Pasuruan adalah : (1) Meningkatnya kemampuan, pengetahuan dan teknis serta wawasan tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan internal (2) Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan keuangan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan 5. Kebijakan Stratejik yang disusun masih bersifat tindakan umum, belum merupakan tindakan operasional. Untuk itu, perlu ditetapkan kebijaksanaan sebagai pedoman pelaksanaan tindakan-tindakan tertentu yang mengarahkan aktivitas menuju tercapainya tujuan dan sasaran, serta membatasi perilaku dengan menjelaskan secara rinci hal-hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan. Kebijakan yang ditetapkan Inspektorat Kota Pasuruan dalam mencapai tujuan serta sasaran yaitu : a. Meningkatkan kualitas hasil pemeriksaan yang dapat dipercaya, obyektif dan akuntabel dengan dukungan pengetahuan, wawasan, ketrampilan dan sikap mental yang konstruktif melalui pengembangan potensi diri yang dimiliki tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan. b. Menjamin pemerintahan daerah berjalan sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan. 6. Program Program adalah kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mendapatkan hasil yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah ataupun dalam rangka kerjasama dengan masyarakat guna mencapai tujuan tertentu. Program yang disusun secara sistematis dan terpadu yang diharapkan secara nyata menunjang tercapainya sasaran 11

dan tujuan, maka program Inspektorat Kota Pasuruan adalah : (1) Pelayanan Administrasi Perkantoran (2) Peningkatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur (3) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur (4) Peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan (5) Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksana Kebijakan KDH (6) Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur pengawasan B. Rencana Kinerja Rencana kinerja merupakan penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam rencana stratejik, yang akan dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah melalui berbagai kegiatan tahunan. Rencana kinerja memuat informasi tentang sasaran yang ingin dicapai dalam tahun yang bersangkutan, program kegiatan serta kelompok indikator kinerja dan rencana capaiannya. Adapun komponen rencana kinerja meliputi : 1. Sasaran dan Indikator Sasaran Sasaran dan indikator yang ingin dicapai oleh Inspektorat Kota Pasuruan adalah : NO. SASARAN INDIKATOR SASARAN 1. Meningkatnya kemampuan, pengetahuan, dan teknis serta wawasan tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan internal 1.1 Jumlah tenaga pemeriksa yang bersertifikat teknis susbtantif 2. Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan keuangan SKPD di lingkungan pemerintah kota Pasuruan 2.1 Prosentase penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan APIP 12

NO. SASARAN INDIKATOR SASARAN 2.2 Prosentase penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan APEP 2.3 Prosentase Hasil pemeriksaan SAKIP dengan Nilai Cukup s.d baik 2. Program, Kegiatan dan Indikator Kegiatan a. Program dan Kegiatan Dalam pencapaian sasaran, program utama pada Inspektorat Kota Pasuruan adalah Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH. Dengan program itu maka Inspektorat Kota Pasuruan menjabarkan pada kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 1. Penyediaan jasa surat menyurat 2. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik 3. Penyediaan jasa pemeliharaan dan perijinan kendaraan dinas/operasional 4. Penyediaan jasa kebersihan kantor 5. Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja 6. Penyediaan jasa alat tulis kantor 7. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan 8. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor 9. Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor 10. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang undangan 11. Penyediaan makanan dan minuman 12. Rapat - rapat koordinasi dan konsultasi 13. Pemeliharaan gedung 13

14. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional 15. Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor 16. Pemeliharaan rutin/berkala mebeleur 17. Pemeliharaan taman 18. Rehab berat Gedung Inspektorat 19. Penataan arsip in aktif kantor inspektorat 20. Kursus kursus singkat, pelatihan, sosialisasi dan bimbingan teknis PNS 21. Fasilitasi Sertifikasi Jabatan Fungsional Auditor 22. Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Laporan Capaian Kinerja 23. Penyusunan pelaporan keuangan 24. Penyusunan Pelaporan Barang SKPD dan Pengelolaan Kepegawaian 25. Pelaksanaan Pengawasan Internal Secara Berkala 26. Tindak lanjut hasil temuan pengawasan 27. Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 28. Koordinasi dan sinkronisasi pengawasan 29. Pembinaan Hasil Pengawasan 30. Reviu Laporan Keuangan Daerah 31. Fasilitasi Satuan Tugas Pelaksana Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah 32. Monitoring Fisik Proyek 33. Evaluasi Berkala Temuan Hasil Pengawasan 34. Pelaksanaan audit kinerja pelayanan pendidikan dan infrastruktur 35. Bimbingan Teknis Investigasi 36. Bimbingan Teknis Audit Manajemen Barang Milik Daerah 37. Fasilitasi Pelatihan Audit Akuntansi Berbasis Akrual b. Indikator Kegiatan Indikator Kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan yang telah 14

ditetapkan. Indikator kinerja kegiatan utama yang akan ditetapkan dikategorikan dalam kelompok: 1. Masukan (Input) adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dan program dapat berjalan atau dalam rangka menghasilkan output, misalnya sumber daya manusia, dana, material, waktu, teknologi dan sebagainya. 2. Keluaran (Output) adalah sesuatu berupa produk / jasa (fisik dan non fisik) sebagai hasil langsung pelaksanaan suatu kegiatan dan program berdasarkan masukan yang digunakan. 3. Hasil (Outcome) adalah sesuatu yang mencerminkan berfungsinya pengeluaran kegiatan pada jangka menengah. Outcome merupakan ukuran seberapa jauh setiap produk / jasa dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. Indikator-indikator tersebut secara langsung atau tidak langsung dapat mengikuti sejauh mana keberhasilan pencapaian sasaran. Sesuai dengan kegiatan, program, kebijakan, sasaran, tujuan, misi dan visi Inspektorat Kota Pasuruan, maka indikator kinerja kegiatan sebagai berikut: Kegiatan Penyediaan jasa surat menyurat a. Masukan ( Input ) dari kegiatan Penyediaan jasa surat menyurat yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Tersedianya dana Alokasi Umum sebesar Rp.3.000.000,00 terealisasi sebesar Rp.3.000.000,00 b. Keluaran ( Output ) kegiatan penyediaan jasa surat menyurat yaitu Tersedianya meterei Rp.3.000 dan Rp.6.000 meterai 600 lembar. c. Hasil ( Outcome ) dari kegiatan penyediaan jasa surat menyurat yaitu Meningkatnya ketertiban pelaksanaan pekerjaan administrasi keuangan dan tata warkat 15

Kegiatan Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik a. Masukan (Input) dari kegiatan Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik yaitu Tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.135.000.000,00 terealisasi sebesar Rp.47.985.895,00. b. Keluaran (Output) kegiatan Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik yaitu terbayarnya sumberdaya air, listrik, telepon dan internet kantor untuk 12 bulan c. Hasil (Outcome) dari kegiatan Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik yaitu kelancaran aktivitas kantor Kegiatan Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/ operasional a. Masukan ( Input ) dari Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas operasional yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.7.200.000,00 terealisasi sebesar Rp.3.014.000,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas operasional yaitu terbayarnya pajak kendaraan dinas / operasional, yang direncanakan untuk 12 unit. c. Hasil ( Outcome ) dari Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas operasional yaitu kelancaran mobilitas dan pelayanan perkantoran. 16

Kegiatan Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor a. Masukan ( Input ) dari Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.39.873.500,00 terealisasi sebesar Rp.39.203.400,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor yaitu tersedianya peralatan dan bahan kebersihan kantor 44 jenis c. Hasil ( Outcome ) dari Penyediaan jasa Kebersihan Kantor yaitu terjaganya kebersihan lingkungan kantor. Kegiatan Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja. a. Masukan ( Input ) dari Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.22.600.000,00 terealisasi sebesar Rp.17.600.000,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Penyediaan Jasa perbaikan peralatan kerja yaitu tersedianya perbaikan peralatan kantor yang direncanakan untuk 50 unit dan terealisasi 50 unit. c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Penyediaan Jasa perbaikan peralatan kerja yaitu meningkatnya kelancaran pengadministrasian tugas kantor Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor. a. Masukan ( Input ) dari Penyediaan Alat Tulis Kantor yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.58.629.975,00 terealisasi sebesar Rp.58.088.575,00. 17

b. Keluaran ( Output ) kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor yaitu tersedianya alat tulis kantor 39 jenis c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor yaitu kelancaran pengadministrasian tugas kantor Penyediaan Barang Cetakan Dan Penggandaan a. Masukan ( Input ) dari Penyediaan barang cetakan dan penggandaan yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.62.098.000,00 terealisasi sebesar Rp.61.563.000,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Penyediaan barang cetakan dan penggandaan yaitu tersedianya barang cetakan dan penggandaan 18 jenis c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Penyediaan barang cetakan dan penggandaan yaitu kelancaran surat menyurat kedinasan Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor a. Masukan ( Input ) dari Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.51.533.644,00 terealisasi sebesar Rp.51.498.944,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor yaitu tersedianya komponen instalasi listrik/ penerangan bangunan kantor sebanyak 7 jenis komponen dan 1 paket tambah daya listrik 18

c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor yaitu kelancaran aktifitas kantor Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor. a. Masukan ( Input ) dari Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.63.598.000,00 terealisasi sebesar Rp.58.598.000,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor yaitu tersedianya peralatan dan perlengkapan kantor 17 unit c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor yaitu kelancaran aktifitas kantor. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan. a. Masukan ( Input ) dari Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.7.200.000,00 terealisasi sebesar Rp.4.940.000,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan yaitu tersedianya bahan bacaan 3 koran per hari c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan yaitu tersampaikannya informasi publik. 19

Penyediaan makanan dan minuman. a. Masukan ( Input ) dari Penyediaan makanan dan minuman yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.22.560.000,00 terealisasi sebesar Rp.2.220.000,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Penyediaan makanan dan minuman yaitu tersedianya makanan dan minuman untuk rapat staf dan rapat koordinasi kedinasan yang direncanakan 608 kotak c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Penyediaan makanan dan minuman yaitu terpenuhinya kebutuhan konsumsi untuk rapat staf dan rapat koordinasi kedinasan. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi a. Masukan ( Input ) dari Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.249.200.000,00 terealisasi sebesar Rp.210.883.572,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah yaitu terikutinya rapat-rapat, koordinasi dan konsultasi ke luar daerah untuk 12 bulan c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah yaitu terpenuhinya pelaksanaan perjalanan dinas untuk mendukung tugas/kegiatan yang terselesaikan Pemeliharaan Gedung. 20

a. Masukan ( Input ) dari Pemeliharaan Gedung yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.25.183.000,00 terealisasi sebesar Rp.25.183.000,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Pemeliharaan Gedung Yaitu terpeliharanya gedung kantor sebanyak 3 ruangan. c. Hasil ( Outcome ) kegiatan terpenuhinya Gedung kantor inspektorat yang layak untuk pelayanan dan mendukung pelaksanaan pekerjaan. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional. a. Masukan ( Input ) dari Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.158.136.000,00 terealisasi sebesar Rp.91.758.356,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional tersediannya BBM, Service, Suku Cadang dan Pelumas untuk kendaraan Dinas Operasional. c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional terpenuhinya kelancaran tugas kantor Pemeliharaan rutin/berkala Peralatan Gedung Kantor a. Masukan ( Input ) dari pemeliharaan rutin/ berkala peralatan gedung Kantor yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.5.250.000,00 terealisasi sebesar Rp.3.850.000,00. 21

b. Keluaran ( Output ) kegiatan pemeliharaan rutin/ berkala peralatan gedung kantor yaitu terpeliharanya peralatan gedung kantor 15 unit c. Hasil ( Outcome ) kegiatan pemeliharaan rutin/ berkala peralatan gedung kantor yaitu terpenuhinya kelancaran pelaksanaan tugas kantor. Pemeliharaan Rutin/Berkala Mebeleir a. Masukan ( Input ) dari Pemeliharaan rutin/berkala mebeleir yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.8.750.000,00 terealisasi sebesar Rp.8.750.000,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala mebeleir yaitu Terlaksananya Pemeliharaan rutin/berkala mebeleur yang direncanakan 2 jenis terlaksana 2 jenis. c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala mebeleir yaitu meningkatnya kualitas pekerjaan penjagaan kantor sebesar 100%. Pemeliharaan Taman. a. Masukan ( Input ) dari Pemeliharaan Taman yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.15.930.000,00 terealisasi sebesar Rp.15.210.000,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Pemeliharaan Taman yaitu Terlaksananya Pemeliharaan Taman 150 m2. 22

c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Pemeliharaan Taman yaitu keindahan taman inspektorat. Penataan Arsip In Aktif Kantor Inspektorat a. Masukan ( Input ) dari Kegiatan Penataan Arsip In Aktif Kantor Inspektorat yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.26..433.500,00 terealisasi sebesar Rp.25.461.600,00. b. Keluaran ( Output ) Kegiatan Penataan Arsip In Aktif Kantor Inspektorat yaitu tertatanya arsip in aktif 752 box c. Hasil ( Outcome ) Kegiatan Penataan Arsip In Aktif Kantor Inspektorat yaitu kemudahan dalam pencarian dokumen in aktif. Kursus-kursus Singkat, Pelatihan, Sosialisasi dan Bimbingan Teknis PNS. a. Masukan ( Input ) dari Kegiatan Kursus-kursus Singkat, Pelatihan, Sosialisasi dan Bimbingan Teknis PNS yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.32.500.000,00 terealisasi sebesar Rp.6.730.000,00. b. Keluaran ( Output ) Kegiatan Kursus-kursus Singkat, Pelatihan, Sosialisasi dan Bimbingan Teknis PNS yaitu SDM kursus kedinasan 4 orang c. Hasil ( Outcome ) Kegiatan Kursus-kursus Singkat, Pelatihan, Sosialisasi dan Bimbingan Teknis PNS yaitu meningkatnya kinerja aparatur Fasilitasi Sertifikasi Jabatan Fungsional Auditor. 23

a. Masukan ( Input ) dari Fasilitasi Sertifikasi Jabatan Fungsional Auditor yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.141.225.000,00. Terealisasi sebesar Rp.6.935.000,00 b. Keluaran ( Output ) Kegiatan dari Fasilitasi Sertifikasi Jabatan Fungsional Auditor yaitu Auditor bersertifikasi 10 orang c. Hasil ( Outcome ) Kegiatan dari Fasilitasi Sertifikasi Jabatan Fungsional Auditor yaitu meningkatnya kualitas auditor profesional Penyusunan Dokumen Perencanaan dan laporan Capaian Kinerja. a. Masukan ( Input ) dari Kegiatan Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Laporan Capaian Kinerja yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.25.000.000,00 terealisasi sebesar Rp. 22.963.100,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Laporan Capaian Kinerja yaitu Penyusunan dokumen perencanaan dan laporan capaian kinerja 6 dokumen. c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Laporan Capaian Kinerja yaitu pelaksanakan tugas /kegiatan yang lebih profesional didasarkan pada dokumen perencanaan. Penyusunan Pelaporan Keuangan. 24

a. Masukan ( Input ) dari Penyusunan Laporan Keuangan yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.24.964.925,00 terealisasi sebesar Rp.24.145.925,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Penyusunan Pelaporan Keuangan yaitu Penyusunan pelaporan keuangan 4 dokumen. c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Penyusunan Penyusunan Laporan Keuangan yaitu terevaluasinya penggunaan anggaran yang mendukung peningkatan kinerja Penyusunan Pelaporan Barang SKPD dan Pengelolaan Kepegawaian. a. Masukan ( Input ) dari Penyusunan Pelaporan Barang SKPD dan Pengelolaan Kepegawaian yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.29.026.725,00 terealisasi sebesar Rp.24.469.475,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Penyusunan Pelaporan Barang SKPD dan Pengelolaan Kepegawaian yaitu Terlaksananya penyusunan pelaporan barang SKPD dan pengelolaan kepegawaian 4 dokumen. c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Penyusunan Pelaporan Barang SKPD dan Pengelolaan Kepegawaian yaitu terevaluasinya barang SKPD dan pengelolaan kepegawaian Pelaksanaan Pengawasan Internal Secara Berkala. a. Masukan ( Input ) dari Pelaksanaan Pengawasan Internal Secara Berkala yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.205.380.775,00 terealisasi sebesar Rp.160.192.175,00. 25

b. Keluaran ( Output ) kegiatan Pelaksanaan Pengawasan Internal Secara Berkala yaitu terlaksananya pengawasan internal secara berkala terhadap 38 SKPD. c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Pelaksanaan Pengawasan Internal Secara Berkala yaitu berkurangnya jumlah Temuan SKPD. Tindak Lanjut Hasil Temuan Pengawasan. a. Masukan ( Input ) dari Tindak Lanjut Hasil Temuan Pengawasan yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.41.621.550,00 terealisasi sebesar Rp.23.569.150,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Tindak Lanjut Hasil Temuan Pengawasan yaitu terlaksananya tindak lanjut hasil temuan c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Tindak Lanjut Hasil Temuan Pengawasan yaitu Berkurangnya jumlah temuan yang belum ditindak lanjuti. Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). a. Masukan ( Input ) dari Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.27.201.825,00 terealisasi sebesar Rp.23.805.875,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yaitu tersusunnya dokumen evaluasi LAKIP SKPD terhadap 29 SKPD. c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yaitu terwujudnya Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). 26

Pembinaan Hasil Pengawasan. a. Masukan ( Input ) dari kegiatan Pembinaan Hasil Pengawasan yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.190.548.700,00 terealisasi sebesar Rp.161.483.150,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Pembinaan Hasil Pengawasan yaitu terlaksananya pembinaan untuk membangun kesamaan pemahaman atas proses pemeriksaan 142 peserta c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Pembinaan Hasil Pengawasan yaitu Meningkatnya persamaan pemahaman terhadap Hasil pengawasan. Reviu Laporan Keuangan Daerah. a. Masukan ( Input ) dari kegiatan Reviu Laporan Keuangan Daerah yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.28.968.825,00 terealisasi sebesar Rp.26.896.225,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Reviu Laporan Keuangan Daerah yaitu tereviunya atas Laporan Keuangan Daerah sebanyak 38 SKPD c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Reviu Laporan Keuangan Daerah yaitu Meningkatnya kesesuaian Laporan Keuangan dengan standar akuntansi pemerintah dan sistem pengendalian intern pemerintah. 27

Fasilitasi Satuan Tugas Pelaksana Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. a. Masukan ( Input ) dari Fasilitasi Satgas Pelaksana Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.120.392.750,00 terealisasi sebesar Rp.103.641.750,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Fasilitasi Satgas Pelaksana Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yaitu terlaksananya rapat sosialisasi Implementasi sistem Pengendalian Intern Pemerintah pada 62 orang. c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Fasilitasi Satgas Pelaksana Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yaitu meningkatnya sistem pengendalian intern SKPD Monitoring Fisik Proyek a. Masukan ( Input ) dari Monitoring Fisik yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.67.743.750,00 terealisasi sebesar Rp.24.768.750,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Monitoring Fisik yaitu Laporan monitoring fisik. c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Monitoring Fisik Yaitu meningkatnya kualitas pembangunan fisik bangunan sesuai dengan perencanaan. Evaluasi Berkala Temuan Hasil Pengawasan. a. Masukan ( Input ) dari Evaluasi Berkala Temuan Hasil Pengawasan yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana 28

Alokasi Umum sebesar Rp.22.185.750,00 terealisasi sebesar Rp.19.386.100,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Evaluasi Berkala Temuan Hasil Pengawasan yaitu terselesaikannya tindak lanjut temuan hasil pengawasan kepada 38 SKPD. c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Evaluasi Berkala Temuan Hasil Pengawasan yaitu berkurangnya temuan yang belum ditindak lanjuti. Pelaksanaan Audit Kinerja Pelayanan Pendidikan dan Infrastruktur a. Masukan ( Input ) dari Pelaksanaan Audit Kinerja Pelayanan Pendidikan dan Infrastruktur yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.34.119.625,00 b. Keluaran ( Output ) kegiatan Pelaksanaan Audit Kinerja Pelayanan Pendidikan dan Infrastruktur yaitu laporan hasil audit c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Pelaksanaan Audit Kinerja Pelayanan Pendidikan dan Infrastruktur yaitu terwujudnya kinerja sesuai ketentuan yang berlaku. Bimbingan Teknis Investigasi. a. Masukan ( Input ) dari Bimbingan Teknis Investigasi yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.163.336.150,00 terealisasi sebesar Rp.136.910.150,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Bimbingan Investigasi yaitu pemahaman tentang investigasi. 29

c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Bimbingan Teknis Investigasi yaitu meningkatnya kinerja tenaga Auditor Bimbingan Teknis Audit Manajemen Barang Milik Daerah a. Masukan ( Input ) dari Bimbingan Teknis Audit Manajemen Barang Milik Daerah yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.163.336.150,00 terealisasi sebesar Rp.140.868.250,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Bimbingan Teknis Pendalaman Audit kinerja yaitu Pemahaman tentang Audit manajemen barang milik daerah. c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Bimbingan Teknis Pendalaman Audit kinerja meningkatnya kinerja tenaga auditor untuk melaksanakan Audit Kinerja yang dapat dipercaya dan akuntabel. Fasilitasi Pelatihan Audit Akuntansi Berbasis Akrual. a. Masukan ( Input ) dari Fasilitasi Pelatihan Audit Akuntansi Berbasis Akrual yaitu tersedianya dana yang direncanakan dibiayai dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp.199.935.000,00 terealisasi sebesar Rp.111.892.450,00. b. Keluaran ( Output ) kegiatan Fasilitasi Pelatihan Audit Akuntansi Berbasis Akrual yaitu pemahaman tentang audit Keuangan berbasis akrual. c. Hasil ( Outcome ) kegiatan Fasilitasi Pelatihan Audit Akuntansi Berbasis Akrual yaitu meningkatnya kinerja aparatur auditor untuk 30

melaksanakan audit keuangan berbasis Akrual yang dapat dipercaya dan akuntabel. 31

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA TAHUN 2015 Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi instansi pemerintah. Pengukuran dimaksud merupakan hasil dari suatu penilaian yang sistematik dan didasarkan pada kelompok indikator yang sistematik dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan yang berupa indikator indikator masukan, keluaran, dan hasil, sebagaimana diuraikan pada Bab sebelumnya. Penilaian tersebut tidak terlepas dari proses yang merupakan kegiatan mengolah masukan menjadi keluaran atau penilaian dalam proses penyusunan kebijakan/program/kegiatan yang dianggap penting dan berpengaruh terhadap pencapaian sasaran dan tujuan. Pengukuran tingkat capaian kinerja Inspektorat Kota Pasuruan tahun 2015 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing-masing indikator kinerja sasaran. Rincian tingkat capaian kinerja masing-masing indikator kegiatan tersebut dapat diilustrasikan dalam tabel pada lampiran. Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian sasaran strategis berikut indikator kinerjanya, namun demikian juga terdapat beberapa sasaran strategis yang tidak berhasil diwujudkan pada tahun 2015 ini. Terhadap berbagai target capaian yang tercapai maupun tidak tercapai, Inspektorat Kota Pasuruan akan melakukan langkah-langkah konstruktif dan konkrit melalui analisis dan evaluasi agar dapat melakukan perbaikan penanganan di masa mendatang. Untuk memperjelas informasi 32

mengenai berbagai capaian yang telah dilakukan akan dijelaskan dalam analisis capaian kinerja. B. ANALISIS CAPAIAN KINERJA Sampai dengan akhir tahun 2015, Inspektorat Kota Pasuruan telah melaksanakan seluruh kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Adapun capaian tujuan yang diuraikan dalam capaian sasaran dapat dilihat sebagai berikut : Tujuan 1 : Meningkatnya kualitas hasil pengawasan dengan sasaran sebagai berikut : Sasaran : Meningkatnya kemampuan, pengetahuan dan teknis serta wawasan tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan internal Untuk pencapaian sasaran ini, indikator kinerja, target dan realisasinya dapat digambarkan sebagai berikut: Indikator Kinerja Target Realisasi % 1. Jumlah peserta bimbingan teknis 2. Jumlah bimbingan teknis yang dilaksanakan 28 orang 3 Bimtek 30 orang 3 Bimtek 107% 100% Pada tahun 2015 telah dilaksanakan 3 (tiga) bimbingan teknis yaitu : (a) Bimbingan Teknis Investigasi yang di ikuti 30 peserta yaitu 12 Auditor,3 Kasubbag pada Inspektorat, 4 Inspektur Pembantu, 1 Inspektur dan 10 staff dari Inspektorat Kota Pasuruan pada Inspektorat Kota Pasuruan. (b) Bimbingan Teknis audit manajemen barang milik daerah yang di ikuti 33 peserta yaitu 14 Auditor, 1 Inspektur, 1 sekretaris, 10 staff dari Inspektorat Kota Pasuruan, 3 33

Kasubbag pada Inspektorat Kota Pasuruan, 4 Inspektur Pembantu pada Inspektorat Kota Pasuruan. (c) Fasilitasi pelatihan audit akuntansi berbasis akrual yang di ikuti 23 peserta yaitu 10 Auditor, 1 sekretaris pada Inspektorat, 7 staff dari Inspektorat Kota Pasuruan, 1 Kasubbag pada Inspektorat Kota Pasuruan, 4 Inspektur Pembantu pada Inspektorat Kota Pasuruan. Tujuan 2 : Mencegah terjadinya penyimpangan serta mengungkap hambatan dalam penyelenggaraan pemerintah dengan sasaran sebagai berikut : Sasaran : Meningkatnya akuntabilitas kinerja dan keuangan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan Untuk pencapaian sasaran ini, indikator kinerja, target dan realisasinya dapat digambarkan sebagai berikut: Indikator Kinerja Target Realisasi % 1. Prosentase penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan APIP 2. Prosentase penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan APEP 3. Prosentase hasil evaluasi SAKIP dengan nilai Cukup s.d baik 85% 85% 50% 100% 35% 117% 70% Dalam rangka efektifitas dan efisiensi organisasi SKPD, keandalan pelaporan keuangan dan kepatuhan terhadap 34

peraturan perundang-undangan, pada tahun 2015 Inspektorat melakukan : (a) Reviu atas Laporan Keuangan SKPD dan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Pasuruan (b) Pemeriksaan reguler Pada tahun 2014, jumlah seluruh temuan pemeriksaan Inspektorat sebanyak 267 Temuan dan pada tahun 2015 sebanyak 116 temuan. Penurunan temuan sebagai bentuk efektifitas pembinaan dan pengawasan Inspektorat atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. (a) Prosentase rekomendasi APIP yang sudah ditindaklanjuti Jumlah temuan APIP pada mulai tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 sudah mencapai 2.585 temuan dan sudah ditindaklanjuti sebanyak 2.469 temuan atau sebesar 95%. Sedangkan mulai tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 jumlah temuan 2.701 temuan dan sudah ditindaklanjuti 2.585 temuan. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut : PKPT 2011 PKPT 2012 PKPT 2013 PKPT 2014 Indikator Kinerja Tahun 2014 Jumlah Temuan 782 temuan 832 temuan 704 temuan 267 temuan Jumlah Temuan Yang sudah Ditindaklanjuti 774 temuan 825 temuan 683 temuan 187 temuan % 99% 99% 97% 70% Jumlah 2.585 temuan 2.469temuan 95% Tahun 2015 Indikator Kinerja PKPT 2011 Jumlah Temuan 782 temuan Jumlah Temuan Yang sudah Ditindaklanjuti 774 temuan % 99% PKPT 2012 832 temuan 825 temuan 99% 35

PKPT 2013 704 temuan 683 temuan 97% PKPT 2014 267 temuan 187 temuan 70% PKPT 2015 116 temuan 116 temuan 100% Jumlah 2.701 temuan 2.585temuan 95% Capaian tindak lanjut temuan APIP sebesar 100% dari pada tahun 2015 dapat dilihat pada table berikut: Indikator Kinerja Jumlah Temuan Jumlah Temuan Yang sudah Ditindaklanjuti Tahun 2014 2.585 temuan 2.469 temuan 95% Tahun 2015 2.701 temuan 2.585 temuan 95% Selisih 116 Temuan 116 Temuan 100% % (a) Prosentase rekomendasi APEP yang sudah ditindaklanjuti Jumlah temuan APEP tahun 2011 sampai dengan tahun 2014 terdapat 217 temuan, dan sudah ditindaklanjuti sebanyak 155 temuan atau sebesar 72%. Pada tahun 2015 jumlah temuan 28 temuan dan sudah ditindak lanjuti sebanyak 10 temuan atau sebesar 36%. Sehingga didapat selisih dari tahun 2011-2014 dan 2011-2015 sebanyak 245 temuan dan telah ditindaklanjuti sebanyak 165 atau sebesar 68%. Hal ini menunjukkan terdapat penurunan prosentase tindak lanjut sebesar 4% dari 72% menjadi 68%. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut : Tahun 2011 Indikator Kinerja Jumlah Seluruh Temuan 83 temuan Jumlah Temuan Yang sudah Ditindaklanjuti 72 temuan % 87% Tahun 2012 75 temuan 59 temuan 78% Tahun 2013 36 temuan 20 temuan 56% Tahun 2014 23 Temuan 4 temuan 17% 36

Tahun 2015 28 temuan 10 temuan 36% Selisih 245temuan 165 temuan 67% Rendahnya capaian kinerja pada sasaran ini disebabkan karena kurang tanggapny satker dalam menindaklanjuti temuan pengawasan eksternal sehingga berlarut-larut. Untuk pencapaian sasaran ini, indikator kinerja, target dan realisasinya dapat digambarkan sebagai berikut: Indikator Kinerja Target Realisasi % 1. Prosentase Hasil Evaluasi SAKIP dengan nilai Cukup s.d Baik 29 LHE 9 LHE 31.03% Target pada tahun 2015 adalah sebesar 50% dari seluruh SKPD atau sebanyak 29 SKPD namun realisasi hanya dilaksanakan pada 9 SKPD, hal ini disebabkan hanya 9 SKPD yang mengikuti Evaluasi LAKIP. Hasil Pelaksanaan Kegiatan ini adalah terwujudnya Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). C. AKUNTABILITAS KEUANGAN Berdasarkan alokasi anggaran tahun 2015 program dan kegiatan pada Inspektorat Kota Pasuruan sebesar Rp 5.440.771.619,00 (Lima milyar empat ratus empat puluh juta tujuh ratus tujuh puluh satu ribu enam ratus sembilan belas rupiah), dengan rincian program dan kegiatan sebagai berikut : Rekening Uraian 1.20.1.20.07.00.00 BELANJA DAERAH 1.20.1.20.07.00.00 BELANJA TIDAK LANGSUNG 1.20.1.20.07.00.00 BELANJA LANGSUNG Anggaran Setelah Perubahan Realisasi % 5.440.771.61 9,00 4.508.899.451,00 91.74% 2.961.108.50 0,00 2.873.325.034,00 97.15% 2.479.663.11 9,00 1.635.574.417,00 84.47% 37

Rekening Uraian 1.20.1.20.07.01.00 Program Pelayanan Jasa Administrasi Anggaran Setelah Perubahan Realisasi % 722.493.119, 00 558.595.386,00 77,31% 1.20.1.20.07.01.01 Penyediaan Jasa Surat Menyurat 3.000.000,00 3.000.000,00 100% 1.20.1.20.07.01.02 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air 135.000.000,0 dan listrik 0 47.985.895,00 35.55% 1.20.1.20.07.01.06 Penyediaan jasa pemeliharaan dan perijinan 7.200.000,00 kendaraan dinas/operasional 3.014.000,00 41.86% 1.20.1.20.07.01.08 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 39.873.500,00 1.20.1.20.07.01.09 Penyediaan Jasa perbaikan peralatan kerja 22.600.000,00 1.20.1.20.07.01.10 Penyediaan alat tulis kantor 58.629.975,00 1.20.1.20.07.01.11 1.20.1.20.07.01.12 1.20.1.20.07.01.13 1.20.1.20.07.01.15 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/penerangan bangunan kantor Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang undangan 62.098.000,00 39.203.400,00 98.32% 17.600.000,00 77.88% 58.088.575,00 99.08% 61.563.000,00 99.14% 51.533.644.00 51.498.944,00 99.93% 63.598.000,00 7.200.000,00 58.598.000.00 92.14% 4.940.000,00 68.61% 1.20.1.20.07.01.17 Penyediaan makanan dan minuman 22.560.000.00 2.220.000,00 9.84% 1.20.1.20.07.01.18 Rapat rapat koordinasi dan konsultasi 249.200.000,0 0 210.883.572,00 84.62% 1.20.1.20.07.02.00 Program peningkatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 239.682.500, 00 170.212.956,00 71,02% 1.20.1.20.07.02.22 Pemeliharaan Gedung 25.183.000,00 25.183.000,00 100% 1.20.1.20.07.02.24 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan 158.136.000,0 dinas/operasional 0 91.758.356,00 58.02% 1.20.1.20.07.02.28 Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung 5.250.000,00 kantor 3.850.000,00 73.33% 1.20.1.20.07.02.29 Pemeliharaan rutin/berkala mebelair 8.750.000,00 1.20.1.20.07.02.32 Pemeliharaan taman 15.930.000,00 8.750.000,00 100% 15.210.000,00 95.48% 1.20.1.20.07.02.42 Rehab berat Gedung Inspektorat 0 0 1.20.1.20.07.02.48 Penataan arsip in aktif kantor Inspektorat 26.433.500.00 25.461600.00 96.32% 1.20.1.20.07.05.00 1.20.1.20.07.05.04 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Kursus kursus singkat, pelatihan, sosialisasi dan bimbingan teknis PNS 1.20.1.20.07.05.05 Fasilitasi sertifikasi Jabatan Fungsional Auditor 173.725.000, 00 32.500.000.00 141.225.000,0 0 13.665.000,00 7,87% 6.730.000.00 20.71% 6.935.000.00 4.91% 1.20.1.20.07.06.00 1.20.1.20.07.06.01 Program Peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan Penyusunan Dokumen Perencanaan dan laporan capaian kinerja 1.20.1.20.07.06.06 Penyusunan pelaporan keuangan 1.20.1.20.07.06.08 Penyusunan Pelaporan Barang SKPD dan Pengelolaan Kepegawaian 78.991.650,0 0 71.578.500,00 25.000.000,00 90,62% 22.963.100,00 91.85% 24.964.925,00 24.145.925,00 96.72% 29.026.725.00,00 24.469.475,00 84.30% 38