SKRIPSI RALIBY ROUDLATUL ATHFAL STUDI INAKTIVASI PENGAWET BENZIL ALKOHOL 2 % v/v PADA SEDIAAN INJEKSI DIFENHIDRAMIN HIDROKLORIDA DOSIS GANDA DENGAN METODE PENGENCERAN PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2012 53
Lembar Pengesahan STUDI INAKTIVASI PENGAWET BENZIL ALKOHOL 2 % v/v PADA SEDIAAN INJEKSI DIFENHIDRAMIN HIDROKLORIDA DOSIS GANDA DENGAN METODE PENGENCERAN SKRIPSI Dibuat untuk memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang 2012 Oleh: RALIBY ROUDLATUL ATHFAL NIM: 08040089 Disetujui Oleh: Pembimbing I Pembimbing II M. Agus Syamsur Rijal, S. Si, M. Si, Apt Drs. Achmad Inoni, Apt 54
Lembar Pengujian STUDI INAKTIVASI PENGAWET BENZIL ALKOHOL 2 % v/v PADA SEDIAAN INJEKSI DIFENHIDRAMIN HIDROKLORIDA DOSIS GANDA DENGAN METODE PENGENCERAN SKRIPSI Telah Diuji dan Dipertahankan di Depan Tim Penguji pada Tanggal 14 Juli 2012 Oleh : RALIBY ROUDLATUL ATHFAL NIM : 08040089 Disetujui Oleh: Penguji I Penguji II M. Agus Syamsur Rijal, S. Si, M. Si, Apt Drs. Achmad Inoni, Apt. Penguji III Penguji IV Dian Ermawati, S.Farm., Apt. Arina Swastika Maulita, S.Farm., Apt 55
KATA PENGANTAR Segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah S.W.T, atas rahmat, hidayah, dan karunia-nya sehingga skripsi ini dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya. Dengan selesainya skripsi yang berjudul Studi Inaktivasi Pengawet Benzil Alkohol 2% v/v Pada Sediaan Injeksi Difenhidramin Dosis Ganda Dengan Metode Pengenceran maka perkenankanlah saya mengucapkan terimakasih kepada : 1. Allah swt. yang tlah melancarkan dan memudahkan pengerjaan skripsi ini sehingga dapat terselesaikan dengan tepat waktu. 2. Kedua orang tua saya Moh. Taufik dan Urwatul Wusqo yang tiada henti slalu memberikan dorongan yang luar biasa baik secara moral maupun materi serta kakak saya Hasbi Ash Shiddiqy dan adik saya Norma Farizah Fahmi yang selalu memberikan smangat tiada henti saat saya menghadapi hambatan-hambatan dalam pengerjaan skripsi ini. 3. M. Agus Syamsur Rijal, S. Si, M. Si, Apt sebagai Pembimbing I dan Drs. H. Achmad Inoni, Apt., sebagai Pembimbing II yang dengan tulus ikhlas dan penuh kesabaran dalam membimbing dan memberi dorongan kepada saya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. 4. Dian Ermawati, S.Farm., Apt. dan Arina Swastika Maulita, S.Farm., Apt selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan kepada saya demi kesempurnaan skripsi ini. 5. Dra. Lilik Yusetyani, Apt., Sp.FRS. selaku Kepala Laboraturium Sediaan Steril yang telah mengijinkan saya melakukan penelitian di laboraturium tersebut. 6. Sovia Aprina Basuki, S.Farm., Apt. sebagai dosen wali yang telah memberikan nasihat dan bimbingan selama mengikuti pendidikan di Program Studi Farmasi Universita Muhammadiyah Malang. 7. Tri Lestari Handayani, M.Kep, Sp.Mat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan. 56
8. Dra. Uswatun Chasanah, Apt., M.Kes. sebagai Ketua Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. 9. Seluruh staf pengajar Program Studi Farmasi Universita Muhammadiyah Malang yang telah mendidik dan mengajarkan ilmu pengetahuan hingga saya dapat menyelesaikan pendidikan sarjana. 10. Para laboran Laboraturium Formulasi Sediaan Steril, mas Sigit, mbak Susi, dan mbak Fat yang telah banyak membantu saya. 11. Ibu Ferial (PT. Aditama Raya Farmindo, Surabaya) yang tlah memberikan sumbangan bagi penelitian saya berupa bahan aktif Difenhidramin HCl dan Bapak Saleh (PT. Altinex, Bandung) yang tlah menyediakan alumunium cap sehingga penelitian ini menjadi sempurna. 12. Teman-teman skripsi steril : Fatkia, Clusive, Yayan, Putu, Fandi, Dias, Djahra, Fela, Ufi, Arin, Bagus, dan Aldi yang selama kurang lebih enam bulan kami bersama dalam pengerjaan skripsi kami. Terima kasih atas bantuan, semangat, tenaga, waktu dan segalanya yang telah diberikan pada saya. Tanpa kalian, skripsi saya tidak akan berjalan dengan lancar. 13. Teman-teman kos Beta 28 : Kia, Silvi, Fika dan Damas (tetangga kos) yang selalu menjadi teman sekaligus sahabat dalam suka maupun duka saat menjalani lika-liku perkuliahan. 14. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu terima kasih atas bantuan, dukungan, semangat dan doa yang telah diberikan dalam penyelesaian skripsi ini. Akhir kata, hanya Allah yang mampu membalas segala kebaikan Bapak, Ibu dan Saudara sekalian. Semoga skripsi ini dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan terutama dalam bidang kefarmasian. Malang, Juli 2012 Penyusun, 57 Raliby Roudlatul Athfal
RINGKASAN STUDI INAKTIVASI PENGAWET BENZIL ALKOHOL 2% v/v PADA SEDIAAN INJEKSI DIFENHIDRAMIN HIDROKLORIDA DOSIS GANDA DENGAN METODE PENGENCERAN Sterilitas merupakan salah satu syarat sediaan injeksi terutama sediaan injeksi dosis ganda seperti injeksi Difenhidramin Hidroklorida dimana rentan terkontaminasi mikroba karena pemakaian berulang. Oleh sebab itu sediaan injeksi dosis ganda ditambah dengan bahan pengawet salah satunya Benzil alkohol 2% v/v. Namun adanya bahan pengawet tersebut akan mempengaruhi hasil uji sterilitas sehingga harus di inaktivasi terlebih dahulu. Salah satu cara untuk melakukan inaktivasi pengawet adalah dengan metode pengenceran. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimental dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pengenceran yang dibutuhkan untuk menginaktivasi pengaruh pengawet Benzil Alkohol pada sediaan injeksi Difenhidramin Hidroklorida dosis ganda. Semua pengujian dilakukan secara aseptis di Laminar Air Flow Cabinet meliputi uji fertilitas media, uji sterilitas media, uji inaktivasi pengawet dan uji sterilitas media dengan meletakkan media agar ditempat tertentu sebagai kontrol lingkungan. Pengenceran dilakukan dengan cara mengencerkan sediaan sampel dengan pelarutnya dimulai dari tingkatan perbandingan 1:1, 1:2, 1:3, 1:4, dan 1:5 dengan menambahkan bakteri Bacillus subtilis untuk media Thioglikolat dan jamur Candida albicans untuk media Kasamino kemudian diinkubasi pada suhu 30 o -32 o C untuk media Thioglikolat dan suhu 22 o -25 o C untuk media Kasamino serta amati perubahan yang terjadi selama 14 hari dengan melihat kekeruhan yang terbentuk kemudian dibandingkan dengan indikator pembanding. Hasilnya pengawet Benzil alkohol 2% inaktiv setelah diencerkan dengan perbandingan pengenceran 1:1 untuk media Thioglikolat dan pengenceran 1:3 untuk media Kasamino. Perbedaan konsentrasi pengenceran yang didapatkan antara media Thioglikolat dengan media kasamino dapat disebabkan diantaranya karena komposisi dari tiap media berbeda dan juga penggunaan bakteri tertentu yang ditambahkan kedalam media uji karena pengawet Benzil alkohol memiliki aktivitas yang berbeda-beda terhadap tiap mikroba. Dimana hasil dari uji inaktivasi pengawet Benzil alkohol ini kemudian dipakai untuk uji sterilitas sediaan sampel. Sampel berupa sediaan injeksi Difenhidramin Hidroklorida dosis ganda bervolume 15 ml dimana untuk uji sterilitas sampel diambil secara acak dengan replikasi sebanyak 6 kali dan sebelum diinokolasi terlebih dahulu diencerkan dengan pelarutnya berdasarkan tingkat pengenceran yang didapatkan dari uji inaktivasi pengawet yang tlah dilakukan kemudian media diinkubasi dan diamati pada suhu yang sesuai untuk masing-masing media selama 14 hari. Hasilnya tidak ada satupun dari 6 replikasi terjadi pertumbuhan bakteri atau dapat dikatakan hasil uji sterilitas sebanding dengan kontrol negatif dimana media uji tetap jernih baik pada media Thioglikolat maupun media Kasamino yang mana hal ini menunjukkan bahwa sediaan sampel yang digunakan adalah setril. 58
ABSTRACT STUDY OF INACTIVATION OF PRESERVATIVE AGENT OF BENZYL ALCOHOL 2% v/v IN PREPARATION OF DIPHENHYNDRAMINE HYDROCHLORIDE INJECTION MULTIPLE-DOSAGE WITH DILUTION METHOD. Being sterile is one requirement of preparation for injection particularly preparation of injection with multiple-dosage since it experiences repetitive usage so that it is susceptible for being microbial contaminated so that the preparation will be added with preservative agent such as Benzyl Alcohol 2% v/v. Nevertheless the existing preservative agent will influence the results of sterilization so that it has to be inactivated firstly, one of them is by dilution method. The research was aimed to know the dilution rate needed to inactivate the impacts of Benzyl Alcohol in preparation of Dyphenhydramine Hydrochloride injection multiple- dosage. The preparation of sample was diluted with it s preservative agent from the composition rate 1:1, 1:2, 1:3, 1:4, and 1:5 by adding bacteria Bacillus subtilis for medium Thioglikolat and fungus Candida albicans for medium Kasamino then incubated at temperature of 30-32 C for medium Thioglikolat and at the temperature of 22-25 C for medium Kasamino and also do observe the changes existing along 14 days by viewing the turbidity formed and then it was compared to comparative indicator. The result was that the Benzyl Alcohol became inactive after it was diluted as 1:1 for medium of Thioglikolat and 1: 3 for medium of Kasamino. All works were conducted by aseptic in Laminar Air Flow Cabinet (LAFC) using work cloths and media in order as a controlling media for environment when it was worked. When the results of the inactivation test for preservative of Benzyl alcohol then used to test the sterility of sample preparation. After it was conducted a sterilization it was obtained that there is nothing of 6 replications that existed a virtual microbial growth, so that it could be concluded that the sample preparation used was sterile. Key words : Diphenhyndramine Hydrochloride injection multiple-dosage, Benzyl Alcohol 2%, inactivation of preservative, sterilization. 59
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii LEMBAR PENGUJIAN... iii KATA PENGANTAR... iv RINGKASAN... v ABSTRACT... vi DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... xi DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR LAMPIRAN... xiii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Rumusan Masalah... 4 1.3 Tujuan Penelitian... 4 1.4 Manfaat Penelitian... 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 5 2.1 Tinjauan Tentang Sediaan Injeksi... 5 2.1.1 Definisi Sediaan Injeksi... 5 2.1.2 Keuntungan dan Kelemahan Pemberian Obat Secara Parenteral... 5 2.1.3 Persyaratan Sediaan Parenteral... 6 2.1.4 Wadah Sediaan Injeksi... 7 2.2 Tinjauan Difenhidramin HCl... 8 2.2.1 Farmakologi Difenhidramin HCl... 8 2.2.2 Sifat Fisiko Kimia Difenhidramin HCl... 10 2.3 Tinjauan Benzil Alkohol... 11 2.4 Tinjauan Pelarut (Water For Injection)... 12 2.5 Tinjauan Mikrobiologi... 12 2.5.1 Jenis mikroorganisme yang umum terdapat sebagai kontaminan... 13 60
2.5.2 Faktor faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Mikroorganisme... 14 2.5.3 Bahan Penghambat Pertumbuhan... 17 2.5.4 Sumber sumber Kontaminasi Mikroorganisme... 17 2.5.5 Mikroorganisme Percobaan... 20 2.6 Pengenceran... 21 2.7 Tinjauan Tentang Uji Sterilitas... 22 2.7.1 Media Untuk Uji Sterilitas... 22 2.7.2 Prosedur Umum... 24 2.7.3 Metode Uji Sterilisasi... 26 2.7.4 Kontrol Dalam Uji Sterilitas... 27 2.8 Tinjauan Tentang Teknik Aseptis... 28 2.9 Penafsiran Hasil Uji Sterilitas... 31 BAB III KERANGKA KONSEPTUAL... 32 3.1 Uraian Kerangka Konseptual... 32 3.2 Skema Kerangka Konseptual... 34 BAB IV METODOLOGI PENELITIAN... 35 4.1 Desain Penelitian... 35 4.2 Bahan dan Alat yang Digunakan... 35 4.2.1 Bahan... 35 4.2.2 Alat... 35 4.3 Skema Metodologi Penelitian... 37 4.4 Skema Kontrol Uji... 38 4.5 Prosedur Penelitian... 39 4.5.1 Sterilisasi Alat... 39 4.5.2 Penyiapan Laminar Air Flow... 39 4.5.3 Kontrol Lingkungan Laminar Air Flow Cabinet (LAFC)... 39 4.5.4 Pembuatan Sediaan... 40 4.5.5 Uji Fertilitas Media... 40 4.5.6 Uji Sterilitas Media... 41 4.5.7 Uji Inaktivasi Pengawet... 41 61
4.5.8 Uji Sterilitas Sediaan... 41 BAB V HASIL PENELITIAN... 42 5.1 Hasil Uji Efektivitas Laminar Air Flow Cabinet (LAFC) sebelum Pengujian... 42 5.2 Hasil Uji Efektivitas Laminar Air Flow Cabinet (LAFC) saat Pengerjaan... 43 5.3 Hasil Uji Fertililas Media (Kontrol Positif)... 43 5.4 Hasil Uji Sterilitas Media (Kontrol Negatif)... 44 5.5 Hasil Pengamatan Mutu Sediaan... 45 5.6 Hasil Uji Inaktivasi Pengawet... 46 5.7 Hasil Uji Sterilitas Sediaan... 47 BAB VI PEMBAHASAN... 48 BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN... 53 DAFTAR PUSTAKA... 54 62
DAFTAR TABEL Tabel Halaman II.1 Jumlah Volume Bahan dan Media untuk Bahan Cair... 25 II.2 Jumlah Minimum yang Digunakan untuk Tiap Media... 26 II.3 Jumlah Minimum Bahan yang Diuji Sesuai dengan Jumlah Bahan dalam Bets... 26 II.4 Klasifikasi Ruangan Bersih... 29 II.5 Perlengkapan dan Kandungan Kuman dari Manusia... 29 II.6 Batas Mikroba yang Disarankan untuk Pemantauan Area Bersih Selama Kegiatan Berlangsung... 30 V.1 Hasil Uji Efektivitas Laminar Air Flow Sebelum Pengujian... 43 V.2 Hasil Uji Efektivitas Laminar Air Flow Saat Pengerjaan... 43 V.3 Hasil Uji Fertilitas Media (Kontrol Positif)... 44 V.4 Hasil Uji Sterilitas Media (Kontrol Negatif)... 44 V.5 Hasil Pengamatan Mutu Sediaan... 45 V.6 Hasil Uji Inaktivasi Pengawet... 43 V.7 Hasil Uji Sterilitas Sampel... 47 63
DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 2.1 Struktur Formula Benzil alkohol... 11 3.1 Skema Kerangka Konseptual... 34 4.1 Skema Metodologi Penelitian... 37 4.2 Skema Kontrol Uji... 38 64
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1 Daftar Riwayat Hidup... 56 2 Surat Pernyataan... 57 3 Sertifikat Bahan Aktif Difenhidramin HCl... 58 4 Sertifikat Bakteri Bacillus subtilis... 59 5 Sertifikat Jamur Candida albicans... 60 6 Gambar Hasil Pengujian IR Benzil Alkohol... 61 7 Gambar IR Benzil Alkohol dari Pustaka... 62 8 Perhitungan Bahan Untuk Pembuatan Sediaan Injeksi Difenhidramin HCl Dosis Ganda... 64 9 Foto Hasil Kontrol Lingkungan Laminar Air Flow Cabinet... 65 10 Foto Hasil Uji Fertilitas dan Uji Sterilitas Media... 67 11 Foto Hasil Uji Inaktivasi Pengawet... 68 12 Foto Hasil Uji Sterilitas Sampel... 71 13 Foto Alat alat yang Digunakan dalam Penelitian... 72 65
DAFTAR PUSTAKA Agoes, G., 2009. Sediaan Farmasi Steril. Seri Farmasi Industri 4, Bandung : ITB, hal 1-16. Akers, M.J., Larrimore, D.S., 2005. Parenteral Quality Control : Sterility, pyrogen, Particulate, and Package Integrity Testing. 3 th edition, Revised and Expanded, New York : Marcel Dekker, Inc. pp : 14 25, 50 57. Ansel, H.C., 2005. Pengantar Sediaan Farmasi (Penerjemah Farida Ibrahim). Edisi keempat, Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia, hal 176 177, 399 400, 411 417, 423, 433 434. Badan Pengawas Obat dan Makanan, 2006. Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik, Jakarta : Badan POM, pp : 126 129. Baird, M. R., Denyer, P. S., Guide to Microbiological Control In Pharmaceuticals and Medical Devices. Second Edition, Chapter 5A. Cooper and Gunn s, 1972. Dispensing For Pharmaceutical Student. Twelfth Edition. Ptman Medical, pp : 300 549. Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2007. Farmakologi dan Terapi. Edisi 5. Jakarta. hal 277 281. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta, hal 889 890. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1995. Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta, hal 1512 1519, 1537. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2009. Suplemen I Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta, hal 9 10, 855 862, 891. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1978. Formularium Nasional. Edisi II. Jakarta, hal 114, 317 324. Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, 2000. Informatorium Obat Nasional Indonesia 2000. Jakarta. hal 111 118. Denyer, P.S., Rosamund, M.B., 2007. Guide to Microbiological Control in Pharmaceutical and Medical Devices. 2 nd Edition. New York : CRC Press, pp : 92 94. Dolan, S.A. et al., 2010. AJIC Special Article APIC Position Paper : Safe Injection, Infution, and Vial Practices in Health Care. Washington DC, pp : 168 170. 66
54 Hadioetomo, R.S., 1993. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama, hal 102 140. Jawetz, E., Melnick, J.L, Adelberg, E.A., 1992. Mikrobiologi Untuk Profesi Kesehatan (Alih bahasa : Gerard Bonang). Edisi ke-16, Jakarta : EGC, hal 263-264, 382 385. Johnson, A.G., 1994. Mikrobiologi dan Imunologi. Jakarta : Binarupa Aksara, hal 1. Lachman, H.A., Leon, L., 1993. Pharmaceutical Dosage Forms. 2 nd Edition. New York : MARCEL DEKKER, INC, pp : 24. Pratiwi, S.T., 2008. Mikrobiologi Farmasi. Jakarta : Penerbit Erlangga. hal 105 117. Remington, J.P., 1995. The Sience and Pharmacy. Easton, Pennsylvania : Mack Publishing Company, pp: 1482. Rowe, R.C., Sheskey, P.J., Owen, S.C., 2006. Pharmaceutical Excipients. 5 th edition, Washington, DC : Pharmaceutical Press and American Pharmacist Association. Salle, J.A., 1974. Fundamental Principles Of Bacteriology. 7 th Edition. New Delhi : Tata Mcgraw Hill Publishing Company Ltd, pp : 224 229. Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1993. Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran. Edisi revisi, Jakarta : Binarupa Aksara Sugioyono, 2008. Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Klualitatif, dan R&D. Bandung: ALFABeta. hal 72. Sweetman,S.C., 2007. Martindale : The Complete Drug Reference. 35 th edition, London : Pharmaceutical Press. Electronic version. Tim Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, 2003. Bakteriologi Medik. Malang : Bayumedia Publishing. hal 12 13, 31 34. Turco, S., 1979. Sterile Dosage Forms. 2 nd FEBIGER, hal 302 305. Edition. Philadelphia : LEA & Voight, R., 1995. Buku Ajar Teknologi Farmasi. Edisi V. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, hal 755, 761, 974 977 lvi