LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2008 DAN 2007 (MATA UANG INDONESIA)
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 SEPTEMBER 2008 DAN 2007 Daftar Isi Halaman Neraca Konsolidasi... 1-2 Laporan Laba Rugi Konsolidasi... 3 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi... 4 Laporan Arus Kas Konsolidasi... 5 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi... 6-34
NERACA KONSOLIDASI 30 SEPTEMBER 2008 dan 2007 Catatan AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2,3 95.213.625.426 94.393.396.369 Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 2.706.745.299 pada tahun 2008 dan Rp 2.422.734.895 pada tahun 2007 2,4,10 83.067.480.225 79.167.219.581 Piutang lain-lain - pihak ketiga 2.704.786.460 2.520.713.499 Pajak dibayar di muka 204.990.263 - Persediaan 2,6,10 41.811.505.601 38.478.318.996 Biaya dibayar di muka 2 4.373.055.695 4.067.651.714 Uang muka pemasok dan lainnya 7 6.606.406.558 7.327.107.815 JUMLAH AKTIVA LANCAR 233.981.850.228 225.954.407.974 AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 62.330.675.290 pada tahun 2008 dan Rp 58.267.682.199 pada tahun 2007 2, 9,10 55.479.182.520 52.121.761.769 Tanah yang belum digunakan untuk usaha 2,9 17.406.861.377 17.406.861.377 Taksiran tagihan restitusi pajak penghasilan 2,13 4.224.347.650 4.224.347.650 Aktiva pajak tangguhan - bersih 2,13 2.259.658.251 2.323.772.742 Uang jaminan Pihak ketiga 55.202.569 44.107.500 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2,5 1.385.363.481 1.443.222.071 Lain-lain 1.073.280.031 1.282.346.768 JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR 81.883.895.879 78.846.419.877 JUMLAH AKTIVA 315.865.746.107 304.800.827.851 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 1
NERACA KONSOLIDASI (lanjutan) KEWAJIBAN DAN EKUITAS Catatan KEWAJIBAN LANCAR Hutang bank jangka pendek 6,9,10 4.203.200.204 4.116.983.877 Hutang usaha 11 12.841.319.978 11.928.655.423 Hutang lain-lain 12 3.228.921.061 3.146.406.236 Hutang pajak 2,13 2.614.377.951 4.116.340.551 Biaya masih harus dibayar 435.204.840 498.715.802 Hutang dividen 240.374.163 237.450.913 Hutang sewa guna usaha yang jatuh tempo dalam satu tahun 2,9 211.010.507 360.420.224 JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR 23.774.408.704 24.404.973.026 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Hutang sewa guna usaha - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 2,9 360.451.340 945.241.028 Kewajiban pajak tangguhan - bersih 2,13 703.426.908 927.382.313 Kewajiban imbalan kerja 2,14 4.995.120.962 4.102.076.368 JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR 6.058.999.210 5.974.699.709 JUMLAH KEWAJIBAN 29.833.407.914 30.379.672.735 HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK PERUSAHAAN 2 12.000.000 12.000.000 EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp125 per saham Modal dasar - 800.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 428.000.000 saham 15 53.500.000.000 53.500.000.000 Tambahan modal disetor - agio saham 1,16 56.700.000.000 56.700.000.000 Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 10.000.000 10.000.000 Akumulasi selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 2 23.627.869.683 23.009.909.625 Saldo laba 152.182.468.510 141.189.245.491 JUMLAH EKUITAS 286.020.338.193 274.409.155.116 JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 315.865.746.107 304.800.827.851 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 2
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI Catatan PENJUALAN BERSIH 2,18 217.671.431.415 176.906.464.466 BEBAN POKOK PENJUALAN 2,19 96.728.444.111 80.559.431.531 LABA KOTOR 120.942.987.304 96.347.032.935 BEBAN USAHA 2,5,20 Penjualan 82.384.130.695 64.457.379.970 Umum dan administrasi 22.533.499.254 19.003.160.455 Jumlah Beban Usaha 104.917.629.949 83.460.540.425 LABA USAHA 16.025.357.355 12.886.492.510 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penghasilan bunga 1.818.029.339 2.192.266.877 Laba (rugi) selisih kurs - bersih 2,9 (220.289.546) 1.095.903.959 Laba atas penjualan aktiva tetap 2 512.593.032 227.565.787 Beban program pengembangan perusahaan (2.430.388.721) (2.441.528.123) Beban imbalan kerja karyawan (1.944.887.676) (2.200.000.000) Beban bunga 21 (737.480.301) (831.283.575) Lain-lain - bersih (154.126.039) 108.917.927 Beban Lain-lain - Bersih (3.156.549.912) (1.848.157.148) LABA SEBELUM BEBAN (MANFAAT) PAJAK PENGHASILAN 12.868.807.443 11.038.335.362 BEBAN (MANFAAT) PAJAK PENGHASILAN 2,13 Kini 2.264.020.997 2.564.437.028 Ditangguhkan 481.260.801 439.185.712 Beban Pajak - Bersih 2.745.281.798 3.003.622.740 LABA BERSIH 10.123.525.645 8.034.712.622. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR 22 24 19. Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 3
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Akumulasi Selisih Kurs Modal Ditempatkan Tambahan Modal Entitas Karena Penjabaran Catatan dan Disetor Penuh Disetor-Agio Saham Sepengendali Laporan Keuangan Saldo Laba Jumlah Ekuitas Saldo 1 Januari 2007 53.500.000.000 56.700.000.000 10.000.000 19.579.168.340 134.524.132.869 264.313.301.209 Laba bersih - - - - 8.034.712.622 8.034.712.622 Divden kas - - - - (1.369.600.000) (1.369.600.000) Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan - - - 3.430.741.285-3.430.741.285 Saldo 30 September 2007 53.500.000.000 56.700.000.000 10.000.000 23.009.909.625 141.189.245.491 274.409.155.116 Saldo 1 Januari 2008 53.500.000.000 56.700.000.000 10.000.000 25.064.825.613 144.284.542.865 279.559.368.478 Laba bersih - - - - 10.123.525.645 10.123.525.645 Dividen kas 17 - - - - (2.225.600.000 ) (2.225.600.000 ) Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan - - - (1.436.955.930) - (1.436.955.930 ) Saldo 30 September 2008 53.500.000.000 56.700.000.000 10.000.000 23.627.869.683 152.182.468.510 286.020.338.193 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 4
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI Catatan ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 222.012.702.516 177.798.105.366 Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan dan beban operasi lainnya (203.670.798.151) (155.912.665.817) Kas diperoleh dari aktivitas operasi 18.341.904.365 21.885.439.549 Pembayaran untuk: Pajak (3.547.404.886) (2.768.676.478) Beban bunga (737.480.301) (831.283.575) Penerimaan dari penghasilan bunga 1.818.029.339 2.192.266.877 Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 15.875.048.517 20.477.746.373 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan aktiva tetap 9 514.486.365 228.769.954 Perolehan aktiva tetap (6.507.295.941) (4.487.740.803) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (5.992.809.576) (4.258.970.849) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Sewa guna usaha (615.851.366) - Pembayaran pinjaman bank jangka pendek - bersih 188.406.283 (90.447.077) Pembayaran dividen kas (2.225.600.000) (1.369.600.000) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (2.653.045.083) (1.460.047.077) KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 7.229.193.858 14.758.728.447 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 3 87.984.431.568 79.634.667.922 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 3 95.213.625.426 94.393.396.369 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 5
1. UMUM Pendirian Perusahaan PT Mustika Ratu Tbk ( Perusahaan ) didirikan berdasarkan akta No. 35 pada tanggal 14 Maret 1978 oleh Notaris G.H.S. Loemban Tobing, S.H. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/188/15 tanggal 22 Desember 1978 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 8 tanggal 25 Januari 1980, Tambahan No. 45. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 14 pada tanggal 7 Agustus 2007 oleh Notaris Soetjipto, S.H.M.Kn. mengenai susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan. Perubahan tersebut telah dilaporkan dan sampai saat ini masih dalam proses mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sesuai dengan pasal 2 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi pabrikasi, perdagangan dan distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta minuman sehat, dan kegiatan usaha lain yang berkaitan. Perusahaan berdomisili di Jalan Gatot Subroto, Jakarta dan pabrik berlokasi di Jalan Raya Bogor KM. 26,4 Ciracas, Jakarta Timur. Perusahaan memulai kegiatan komersial pada tahun 1978. Penawaran Umum Saham Perusahaan Perusahaan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham No. S-874/PM/95 pada tanggal 28 Juni 1995 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) atas Pendaftaran Perusahaan sebagai Perusahaan Publik. Perusahaan menawarkan 27 juta lembar saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 500 per saham dengan harga penawaran Rp 2.600 per saham melalui bursa efek di Indonesia. Kelebihan harga jual saham atas nilai nominal saham telah dibukukan sebagai agio saham (Catatan 16). Perusahaan memperoleh persetujuan untuk mencatatkan seluruh sahamnya sebanyak 107.000.000 lembar saham di Bursa Efek Jakarta tanggal 27 Juli 1995 berdasarkan Surat Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. S-376/BEJ.1.2/VII/1995 pada tanggal 24 Juli 1995. Pada tahun 2002 Perusahaan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan nilai nominal lama Rp 500 per lembar saham menjadi nilai nominal baru sebesar Rp 125 per lembar saham. Pemecahan nilai nominal saham tersebut telah diumumkan oleh PT Bursa Efek Jakarta melalui surat No. PENG-453/BEJ.EEM/08-2002 tanggal 1 Agustus 2002. Jumlah saham beredar setelah dilakukan pemecahan nilai nominal menjadi sebesar 428.000.000 lembar saham. 6
1. UMUM (lanjutan) Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham yang diaktakan dengan akta No. 14 tanggal 7 Agustus 2007 dan akta No. 24 pada tanggal 7 Juni 2006 oleh Notaris Sutjipto, S.H.M.Kn., susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal adalah sebagai berikut: Presiden Komisaris : Haryo Tedjo Baskoro, MBA Presiden Komisaris : Haryo Tedjo Baskoro, MBA Komisaris Independen : Prof. DR. F. G. Winarno Komisaris Independen : Prof. DR. F. G. Winarno Komisaris : Darodjatun Sanusi, MBA Komisaris : Darodjatun Sanusi, MBA Presiden Direktur : DR. B.R.A. Mooryati Soedibyo Presiden Direktur : DR.B.R.A. Mooryati Soedibyo Wakil Presiden Direktur : Putri Kuswisnuwardani, MBA Wakil Presiden Direktur : Putri Kuswisnuwardani, MBA Direktur : Dewi Nur Handayani, BBA Direktur : Dewi Nur Handayani, BBA Arman S. Tjitrosoebono, MBA Arman S. Tjitrosoebono, MBA Zulfikar Lukman, MBA Jumlah gaji dan tunjangan lain yang diperoleh Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Anak Perusahaan masing-masing sebesar Rp 3.698.888.531 dan Rp 3.356.948.772 pada tahun 2008 dan 2007. Pada tanggal, Perusahaan dan Anak Perusahaan masing-masing memiliki 2.333 dan 2.454 karyawan (tidak diaudit). 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) serta Peraturan dan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) untuk perusahaan manufaktur. Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan basis akrual dengan menggunakan konsep biaya historis (historical cost), kecuali persediaan yang dinyatakan sebesar nilai yang terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value) dan aktiva tetap Anak Perusahaan luar negeri yang telah dinilai kembali. Laporan arus kas konsolidasi mencerminkan penerimaan dan pembayaran kas dan setara kas dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas dari aktivitas operasi disusun dengan menggunakan metode langsung. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi adalah rupiah. 7
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Anak-anak Perusahaan dengan persentase pemilikan lebih dari 50%, baik dimiliki secara langsung maupun tidak langsung adalah sebagai berikut: Persentase Tahun Mulai Pemilikan (%) Jumlah Aktiva Beroperasi Secara Kegiatan Usaha Domisili Komersial PT Mustika Ratubuana Distribusi dan International perdagangan Jakarta 1992 99.90 99.90 130.010.283.139 125.619.907.994 PT Mustika Ratu Distribusi dan (M) Sdn. Bhd. perdagangan Malaysia 1993 100.00 100.00 30.778.659.204 27.879.581.218 PT Mustika Ratu Properties (M) Penyewaan Sdn. Bhd. properti Malaysia 1997 100.00 100.00 14.407.141.914 14.370.102.596 PT Mustika International Distribusi dan Laboratories * perdagangan Jakarta 1997 99.90 99.90 4.000.000 4.000.000 PT Paras Cantik Distribusi dan Kenanga perdagangan Jakarta 2006 99.80 99.80 1.575.915.881 489.356.433 * Tidak aktif beroperasi PT Mustika Ratubuana International (MRBI) saat ini memiliki cabang-cabang yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya. Untuk tujuan konsolidasi, akun-akun PT Mustika Ratu (M) Sdn. Bhd., dan PT Mustika Ratu Properties (M) Sdn. Bhd., Anak-anak Perusahaan yang berkedudukan di Malaysia, dikonversikan ke mata uang rupiah dengan dasar sebagai berikut: Akun-akun neraca Akun-akun laba rugi - kurs tengah pada tanggal neraca - kurs rata-rata bulanan pada tahun yang bersangkutan Selisih kurs karena penjabaran akun-akun neraca dan laba rugi dilaporkan secara terpisah pada komponen ekuitas dalam akun Akumulasi Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan pada neraca konsolidasi. Semua saldo akun dan transaksi yang signifikan antar perusahaan telah dieliminasi. Bagian proporsional dari pemegang saham minoritas pada Anak Perusahaan disajikan sebagai Hak Minoritas atas Aktiva Bersih Anak Perusahaan pada neraca konsolidasi. Setara kas Deposito berjangka yang akan jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya yang tidak dibatasi penggunaannya serta tidak dijaminkan atas hutang, diklasifikasikan sebagai Setara Kas. 8
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7 tentang Pengungkapan Pihakpihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. Semua transaksi material dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan atau yang tidak dilakukan berdasarkan persyaratan dan kondisi normal sebagaimana yang dilakukan dengan pihak ketiga, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi. Penyisihan piutang ragu-ragu Penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan berdasarkan penelaahan terhadap kolektibilitas piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun. Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan dinyatakan berdasarkan metode masuk pertama keluar pertama (FIFO). Penyisihan persediaan usang ditetapkan untuk menurunkan nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi bersihnya berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun. Biaya dibayar di muka Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method). Aktiva tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai aktiva. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut: Tahun Sewa tanah jangka panjang 99 Bangunan dan prasarana 20/50 Mesin dan peralatan pabrik 10 Peralatan dan perabot kantor 2-5 Kendaraan 5 Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dan memperpanjang masa manfaat ekonomis aktiva dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, nilai tercatat serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. 9
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Aktiva tetap (lanjutan) Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar harga perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap. Akumulasi biaya perolehan aktiva dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masingmasing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat aktiva tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan. Sesuai dengan PSAK No. 47 tentang Akuntansi Tanah, perolehan tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Biaya perpanjangan hak pemilikan tanah ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah. Sesuai dengan PSAK No. 48 tentang Penurunan Nilai Aktiva, nilai aktiva ditelaah untuk setiap penurunan dan kemungkinan penghapusan aktiva ke nilai wajar jika terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang menunjukkan bahwa nilai tercatat tidak dapat diperoleh kembali. Sewa guna usaha Transaksi sewa guna usaha digolongkan sebagai sewa guna usaha yang dapat dikapitalisasi (capital lease) apabila memenuhi semua kriteria yang disyaratkan dalam PSAK No. 30, Akuntansi Sewa Guna Usaha. Jika salah satu kriteria tidak terpenuhi, maka transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (operating lease). Aktiva sewa guna usaha yang dapat dikapitalisasi disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap pada neraca konsolidasi yaitu sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha selama masa sewa ditambah nilai sisa (harga opsi) yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aktiva tetap pemilikan langsung. Hutang sewa guna usaha disajikan sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha. Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan. Pendapatan dari penjualan ekspor diakui sesuai dengan persyaratan pengiriman. Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis). Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku terakhir dari Bank Indonesia pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan. 10
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Transaksi dan saldo dalam mata uang asing (lanjutan) Kurs yang digunakan pada tanggal, adalah sebagai berikut: Dolar Amerika Serikat 9.378,00 9.137,00 Ringgit Malaysia 2.731,33 2.675,56 Dolar Singapura 6.593,70 6.132,03 Kurs tersebut dihitung berdasarkan rata-rata kurs beli dan kurs jual uang kertas asing dan/atau kurs transaksi terakhir dari Bank Indonesia untuk tahun berjalan. Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali Sesuai dengan PSAK No.38 tentang Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali, tidak ada pengakuan laba atau rugi atas pengalihan aktiva, saham, atau instrumen kepemilikan lainnya antar entitas sepengendali. Selisih nilai pengalihan dengan nilai buku sehubungan dengan transaksi antar entitas sepengendali bukan merupakan goodwill dan selisih ini disajikan sebagai bagian dari ekuitas. Pajak penghasilan Beban pajak kini disajikan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui berdasarkan perbedaan temporer antara dasar pelaporan komersial dan dasar pajak atas aktiva dan kewajiban pada masing-masing tanggal pelaporan. Manfaat pajak masa yang akan datang, seperti akumulasi rugi fiskal yang belum digunakan diakui sejauh terdapat cukup kemungkinan atas realisasi dari manfaat pajak tersebut. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada saat aktiva tersebut dipulihkan atau kewajiban diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau yang telah berlaku secara substantif pada tanggal neraca. Perubahan atas kewajiban pajak dicatat ketika hasil pemeriksaan diterima atau hasil dari keberatan ditetapkan dalam hal pengajuan keberatan oleh Perusahaan. 11
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Imbalan Kerja Perusahaan mencatat imbalan kerja berdasarkan Undang-undang No. 13 tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 ( UU No. 13 ). Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004 Imbalan Kerja ), biaya imbalan kerja dihitung berdasarkan UU No. 13 dengan menggunakan metode perhitungan aktuarial projected unit credit. Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang belum diakui untuk masing-masing program pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi jumlah 10% dari kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian aktuarial ini diakui selama rata-rata sisa masa kerja karyawan dengan menggunakan metode garis lurus. Biaya jasa lalu yang timbul akibat pengenalan program imbalan pasti atau perubahan kewajiban imbalan kerja dari program sebelumnya harus diamortisasi sampai imbalan kerja tersebut telah menjadi hak karyawan. Pelaporan segmen Perusahaan dan Anak Perusahaan bergerak dalam bidang pabrikasi, perdagangan dan distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta minuman sehat dan kegiatan usaha lain yang berkaitan. Sesuai dengan struktur organisasi dan struktur manajemen serta sistem pelaporan internal Perusahaan dan Anak Perusahaan, pelaporan segmen primer atas informasi keuangan disajikan berdasarkan segmen usaha karena risiko dan imbalan sangat dipengaruhi oleh jenis kegiatan usaha yang berbeda. Pelaporan segmen sekunder ditentukan berdasarkan lokasi geografis dari kegiatan usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan. Informasi keuangan atas pelaporan segmen berdasarkan PSAK No. 5 (revisi 2000) disajikan dalam Catatan 24. Laba bersih per saham dasar Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan dengan jumlah ratarata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan. Pada tanggal 30 Juni 2008 dan 2007, jumlah rata-rata tertimbang saham adalah sebesar 428.000.000 lembar saham. Penggunaan estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi nilai yang dilaporkan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam pembuatan estimasi, maka realisasi yang akan terjadi dapat berbeda dengan estimasi yang telah dilaporkan sebelumnya. 12
3. KAS DAN SETARA KAS Kas Rupiah 535.616.532 591.781.228 Ringgit Malaysia 16.879.619 16.534.961 Dolar Amerika Serikat 544.680 548.220 553.040.831 608.864.409 Bank Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 27.585.883.759 23.849.355.171 PT Bank Lippo Tbk 1.015.598.352 598.512.650 PT Bank Niaga Tbk 200.459.520 173.101.937 PT Bank Central Asia Tbk 96.784.480 93.157.960 Dolar Amerika Serikat Standard Chartered Bank 1.294.282.351 1.707.737.280 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 556.007.929 628.087.248 Amex Jakarta 2.313.394 1.845.263.707 Ringgit Malaysia RHB Bank, Malaysia 3.000.213.952 2.904.423.068 Maybank Malaysia 424.193.357 565.775.576 34.175.737.094 32.365.414.597 Deposito berjangka Dolar Amerika Serikat American Express Bank Ltd., Singapura 50.284.847.501 45.819.117.363 Rupiah PT Bank Niaga Tbk 7.000.000.000 6.500.000.000 PT Bank Tabungan Negara (Persero) 2.100.000.000 4.000.000.000 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 100.000.000 100.000.000 UOB Buana 1.000.000.000 - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - 2.000.000.000 Pratama Capital - 3.000.000.000 60.484.847.501 61.419.117.363 Jumlah 95.213.625.426 94.393.396.369 13
3. KAS DAN SETARA KAS (Lanjutan) Tingkat suku bunga per tahun adalah sebagai berikut: Deposito berjangka dolar Amerika Serikat 1,87% - 7,75% 4,75% - 5,07% Deposito berjangka Rupiah 5,25% - 12.00% 7,00% - 9,50% 4. PIUTANG USAHA 14 Penjualan Langsung Dalam Negeri Jakarta 10.767.549.317 10.987.251.949 Jawa Timur 5.125.582.736 4.670.668.256 Jawa Barat 4.099.934.418 3.639.080.050 Jawa Tengah 1.238.687.455 923.159.291 Luar Negeri Malaysia 18.615.992.143 16.094.445.723 Negara lainnya 4.122.861.421 1.406.635.046 Distributor PT Dos Ni Roha 6.317.096.043 11.711.715.025 PT Global Mitra Prima Medan 3.774.115.597 3.234.054.656 PT Petama Mustika Utama 2.764.541.765 2.153.170.532 PT Jalur Sutramas 2.653.836.843 2.872.815.861 PT Batu Rusa 1.855.065.204 1.497.948.378 PT Bintang Sri Wijaya 1.850.598.446 1.640.774.685 PT Mustika Tiara Kapuas 1.807.063.918 1.102.362.600 PT Sinar Bintang Mas Sejahtera 1.800.215.480 1.431.201.294 PT Anugrah Niaga Jaya 1.592.017.184 1.951.215.395 PT Rajawali Nusindo 1.544.319.677 1.665.934.255 PT Delta Pusaka Pratama 1.403.365.867 1.360.719.261 CV Mandiri Abadi 1.260.556.703 1.394.075.876 CV Tiara Mas 987.999.357 251.183.803 PT Mitra Rejeki Lestari 987.918.734 - UD Murah Jaya 956.275.400 - PT Selatan Jaya Aditama 896.389.955 - PD Mitta Jaya 804.757.585 609.887.783 PD Romeico 759.871.996 536.359.589 CV Media Mustika 718.680.706 589.521.749 PT Plambo Pratama 647.390.150 - PT Matakar Pantam 636.921.032 997.616.909 PT Laut Indah Jaya 589.740.354 - CV Cakra Nusantara 556.864.095 963.616.699 PT Andalan Prima Indonesia 552.218.931 -
4. PIUTANG USAHA (lanjutan) PT Matakar Kendari 511.911.908 307.419.231 CV Sumber Agung Sejahtera 452.607.531 - CV Tunggal Jaya 445.325.920 559.158.450 CV Bella Karina 346.358.109 224.113.537 PT Citra Manise Sejati 294.701.558 - CV Sinar Pagi Cemerlang 258.640.048 182.055.424 UD Aneka 242.784.434 334.443.186 UD Duta Air Mentari 232.055.605 - PT Pulau Baru Jaya - 1.759.072.687 PT Sanitas - 699.140.276 PT Sumber Karya Bersama - 136.729.038 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 1.301.411.899 3.702.407.982 41.803.618.034 43.868.714.161 Jumlah 85.774.225.524 81.589.954.476 Penyisihan piutang ragu-ragu (2.706.745.299) (2.422.734.895) Bersih 83.067.480.225 79.167.219.581 Rincian piutang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut: Rupiah 63.035.371.960 64.088.873.707 Ringgit Malaysia 18.615.992.143 16.094.445.723 Dolar Amerika Serikat 4.122.861.421 1.406.635.046 Jumlah 85.774.225.524 81.589.954.476 Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu telah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha. 15
4. PIUTANG USAHA (lanjutan) Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut: Persentase (%) Lancar 64.450.753.059 58.850.834.165 75,14 72,13 Jatuh tempo 1-30 hari 13.046.259.702 10.663.807.050 15,21 13,07 31-60 hari 5.798.337.645 6.698.535.262 6,76 8,21 Lebih dari 60 hari 2.478.875.118 5.376.777.999 2,89 6,59 Jumlah 85.774.225.524 81.589.954.476 100,00 100,00 Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 10). 5. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihakpihak yang mempunyai hubungan istimewa, sebagai berikut: Perusahaan dan Anak Perusahaan menyewa ruangan kantor yang dimiliki oleh PT Mustika Ratu Centre, perusahaan afiliasi. Biaya sewa yang dibebankan ke dalam usaha sebesar Rp 2.050.976.775 atau 1,95 % dari jumlah beban usaha konsolidasi pada tahun 2008 dan Rp 1.871.354.517 atau 2,24% dari jumlah beban usaha konsolidasi pada tahun 2007. Perusahaan dan Anak Perusahaan juga menempatkan uang jaminan sewa sebesar Rp 1.385.363.481 atau 0.43% dari jumlah aktiva konsolidasi pada tanggal 30 September 2008 dan Rp 1.443.222.071 atau 0,47% dari jumlah aktiva konsolidasi pada 30 September 2007. 6. PERSEDIAAN Persediaan terdiri dari: Barang jadi 24.374.429.106 20.561.571.606 Bahan baku 16.123.811.871 15.810.015.848 Barang dalam proses 1.313.264.624 2.106.731.542 Jumlah 41.811.505.601 38.478.318.996 Persediaan milik Perusahaan digunakan sebagai jaminan atas hutang yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 10). 16
6. PERSEDIAAN (lanjutan) Pada tanggal 30 September 2008, persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan pencurian dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 38.965.000.000 dan RM 1.700.000 dan Rp 60.000.000.000 pada tahun 2007. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko kebakaran dan pencurian. 7. UANG MUKA PEMASOK DAN LAINNYA Uang muka terdiri dari: Uang muka pemasok 3.675.939.066 3.397.564.008 Uang muka kontraktor 299.679.570 2.742.944.444 Lain-lain 2.630.787.922 1.186.599.363 Jumlah 6.606.406.558 7.327.107.815 8. PENYERTAAN SAHAM Akun ini merupakan penyertaan saham pada Mustika Ratu International Pte., Ltd., Singapura yang terdiri dari 60.000 lembar saham dengan persentase kepemilikan sebesar 60% dan diperoleh dengan biaya sebesar Rp 297.333.600. Laporan keuangan konsolidasi Perusahaan dan Anak Perusahaan tidak lagi mencakup akun-akun Mustika Ratu International Pte. Ltd. karena pengendalian Perusahaan bersifat sementara dan nilai penyertaan ini tidak material terhadap operasional Perusahaan. Penyertaan saham dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi penyisihan atas kerugian. Pada tanggal 30 September 2008 dan 2007, telah dibentuk penyisihan penuh atas kerugian untuk seluruh penyertaan saham ini, sehingga nilai penyertaan saham pada tahun 2008 dan 2007 adalah nihil. 9. AKTIVA TETAP Saldo Saldo 2008 Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Akhir Nilai tercatat Pemilikan Langsung Tanah 11.090.469.852 - - - 11.090.469.852 Sewa tanah jangka panjang 14.252.090.148-487.765.657-13.764.324.491 Bangunan dan prasarana 27.599.222.401 650.160.165 213.718.902-28.035.663.664 Mesin dan peralatan pabrik 17.358.662.301 899.185.997 93.528.249-18.164.320.049 Peralatan dan perabot kantor 24.077.890.005 1.470.441.987 89.858.100-25.458.473.892 Kendaraan 15.806.979.416 821.968.542 694.281.345-15.934.666.613 110.185.314.123 3.841.756.691 1.579.152.253-112.447.918.561 Sewa Guna Usaha Kendaraan 2.696.400.000 - - - 2.696.400.000 17
9. AKTIVA TETAP (lanjutan) Saldo Saldo 2008 Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Akhir Aktiva Dalam Penyelesaian Bangunan dan Prasarana - 58.500.000 - - 58.500.000 Mesin dan Peralatan Pabrik - 2.607.039.250 - - 2.607.039.250 Jumlah Aktiva Dalam Penyelesaian - 2.665.539.250 - - 2.665.539.250 Jumlah 112.881.714.123 6.507.295.941 1.579.152.253-117.809.857.811 Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Sewa tanah jangka panjang 4.891.199.603 104.252.135 167.397.144-4.828.054.594 Bangunan dan prasarana 9.262.306.119 837.132.490 17.748.576-10.081.690.033 Mesin dan peralatan pabrik 12.022.872.508 623.923.010 45.799.556-12.600.995.962 Peralatan dan perabot kantor 18.731.297.331 1.191.150.761 67.702.549-19.854.745.543 Kendaraan 13.867.315.987 538.621.481 686.183.308-13.719.754.160 58.774.991.548 3.295.079.877 984.831.133-61.085.240.292 Sewa Guna Usaha Kendaraan 871.358.327 374.076.671 - - 1.245.434.998 Jumlah 59.646.349.875 3.669.156.548 984.831.133-62.330.675.291 Nilai Buku 53.235.364.248 55.479.182.520 Saldo Saldo 2007 Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Akhir Nilai tercatat Pemilikan Langsung Tanah 11.090.469.852 - - - 11.090.469.852 Sewa tanah jangka panjang 12.869.726.298 613.549.628 - - 13.483.275.926 Bangunan dan prasarana 26.202.514.365 1.013.736.982 - - 27.216.251.347 Mesin dan peralatan pabrik 16.640.385.073 478.910.387 - - 17.119.295.460 Peralatan dan perabot kantor 21.666.190.283 1.358.168.362 48.551.661-22.975.806.984 Kendaraan 16.801.793.936 629.975.444 1.474.424.981-15.957.344.399 105.271.079.807 4.094.340.803 1.522.976.642-107.842.443.968 Sewa Guna Usaha Kendaraan 2.153.600.000 393.400.000 - - 2.547.000.000 Jumlah 107.424.679.807 4.487.740.803 1.522.976.642-110.389.443.968 18
9. AKTIVA TETAP (lanjutan) Saldo Saldo 2007 Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Akhir Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Sewa tanah jangka panjang 4.286.815.251 306.492.513 - - 4.593.307.764 Bangunan dan prasarana 8.109.346.814 838.929.604 - - 8.948.276.418 Mesin dan peralatan pabrik 11.006.549.358 746.470.794 - - 11.753.020.152 Peralatan dan perabot kantor 16.929.292.514 1.685.058.578 47.347.494-18.567.003.598 Kendaraan 14.418.829.192 755.281.724 1.474.424.981-13.699.685.935 54.750.833.129 4.332.233.213 1.521.772.475-57.561.293.867 Sewa Guna Usaha Kendaraan 392.548.332 313.840.000 - - 706.388.332 Jumlah 55.143.381.461 4.646.073.213 1.521.772.475-58.267.682.199 Nilai Buku 52.281.298.346 52.121.761.769 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Beban pokok penjualan 1.091.244.189 1.109.119.320 Beban penjualan (Catatan 20) 1.867.368.036 2.399.434.346 Beban umum dan administrasi (Catatan 20) 900.422.151 761.615.480 Jumlah 3.859.034.376 4.270.169.146 Rincian penjualan aktiva tetap adalah sebagai berikut: Nilai buku 1.893.333 1.204.167 Harga jual 514.486.365 228.769.954 Laba penjualan 512.593.032 227.565.767 Dalam mutasi penambahan nilai tercatat dan akumulasi penyusutan, termasuk selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Anak Perusahaan luar negeri masing-masing sebesar Rp 907.492.047 dan Rp 315.064.261 pada tahun 2008. Penambahan masing-masing sebesar Rp 1.117.117.892 dan Rp 375.904.067 pada tahun 2007. Jenis pemilikan hak atas tanah milik Perusahaan seluruhnya berupa Hak Guna Bangunan (HGB). Hak atas tanah tersebut akan berakhir dalam berbagai tanggal dari tahun 2028 sampai dengan tahun 2030. Manajemen berpendapat bahwa hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui atau diperpanjang kembali pada saat jatuh tempo. 19
9. AKTIVA TETAP (lanjutan) Perusahaan memiliki tanah seluas 100.995 meter persegi berlokasi di Cibitung, Bekasi, yang belum digunakan untuk usaha. Pada tanggal 31 Desember 2007 dan 2006, jumlah biaya perolehan tanah tersebut sebesar Rp 17.406.861.377 disajikan sebagai tanah yang belum digunakan untuk usaha dalam akun aktiva tidak lancar. Jenis pemilikan hak atas tanah milik Perusahaan seluruhnya berupa Hak Guna Bangunan (HGB). Hak atas tanah tersebut akan berakhir pada tanggal 11 Agustus 2028. Manajemen berpendapat bahwa hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui atau diperpanjang kembali pada saat jatuh tempo. Pada tanggal 30 September 2008, aktiva tetap Perusahaan dan Anak Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 50.799.344.000, dan RM 2.650.000 dan Rp 79.140.000.000 pada tahun 2007. Perusahaan juga memiliki asuransi terhadap gangguan usaha sebesar Rp 15.000.000.000. Manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko kebakaran dan risiko lainnya. Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aktiva tetap pada tanggal. PT Mustika Ratubuana Internasional ( Anak Perusahaan dalam negeri ) mengadakan perjanjian sewa guna usaha dengan PT Orix Indonesia Finance, untuk membeli kendaraan dengan jangka waktu 3 tahun yang berakhir pada tanggal 28 September 2008 dan pada tanggal 21 Agustus 2007 kembali mengadakan perjanjian sewa guna usaha dengan PT Orix Indonesia Finance dengan jangka waktu 3 tahun yang berakhir pada tanggal 28 Juli 2010. Pada tahun 2007, PT Mustika Ratu (M) Sdn. Bhd. ( Anak Perusahaan luar negeri ) mengadakan perjanjian sewa guna usaha dengan Affin Bank Berhad (Malaysia) dengan jangka waktu 3 tahun hingga 2010. Pembayaran hutang minimum di masa yang akan datang berdasarkan perjanjian sewa guna usaha pada tanggal 21 Agustus 2007, 24 Januari 2006 dan 28 November 2005 adalah sebagai berikut: Tahun 2007-349.777.222 2008 316.908.059 808.561.000 2009 286.667.543 166.476.000 2010 118.859.000 97.111.000 Jumlah 722.434.602 1.421.925.222 Dikurangi bagian bunga (150.972.755) (116.263.970) Jumlah hutang sewa guna usaha 571.461.847 1.305.661.252 Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (211.010.507) (360.420.224) Bagian jangka panjang 360.451.340 945.241.028. 20
10. HUTANG BANK JANGKA PENDEK Akun ini terdiri dari: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 4.203.200.204 4.116.983.877 Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berupa fasilitas cerukan dengan jumlah maksimum sebesar Rp 7.400.000.000 yang jatuh tempo pada tanggal 30 September 2007. Pada tanggal 12 September 2007, Bank memperpanjang jangka waktu pinjaman sampai dengan tanggal 30 September 2008. Pinjaman ini dijamin dengan piutang usaha dan persediaan dengan nilai sebesar 143% dari jumlah maksimum pinjaman pada tahun 2008 dan 2007 dan aktiva tetap Perusahaan (Catatan 4, 6 dan 9). Pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga berkisar 12,5% pada tahun 2008 dan 2007. Berdasarkan perjanjian kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Perusahaan tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal berikut ini tanpa memperoleh persetujuan tertulis dari Bank: a. Membagikan dividen > 50 % dari laba bersih setelah pajak Perusahaan b. Memindahtangankan barang agunan c. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain, kecuali dalam transaksi usaha yang wajar d. Mengaitkan diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkanharta kekayaan perusahaan kepada pihak lain e. Menyewakan objek agunan kredit f. Mengubah bentuk dan tata susunan objek agunan kredit 11. HUTANG USAHA Akun ini merupakan kewajiban yang timbul atas pembelian bahan baku, suku cadang, perlengkapan pabrik dan/atau jasa dari pemasok-pemasok sebagai berikut: 21 PT Sumber Kita Indah 1.591.656.000 1.124.739.000 PT Dynaplast Tbk 1.550.567.532 1.365.662.210 PT Superlabel Indonesia 643.775.000 718.704.250 PT Symrise/Multi Fragrance 630.824.068 858.279.648 PT Hasil Raya Industri 491.203.405 217.834.885 PT Multiplast Jaya Tata Mandiri 462.840.759 256.700.263 PT Orientanindo 460.203.506 - PT Bumi Mulia Indah Lestari 391.021.889 200.850.726 PT Tri Tunggal Artha Makmur 336.903.968 236.433.951 PT Cognis Indonesia 300.542.473 399.290.859 PT Mane Indonesia 289.966.105 199.212.585 PT Mandira Buana 259.854.331 195.971.732 PT Rexam Der Kwei Kemas 250.602.000 - PT Prima Kalpast 237.730.918 -
11. HUTANG USAHA (lanjutan) PT Techpack Asia 234.810.950 - PT Hadi Putera Jaya 225.123.183 - PT EAC Indonesia 205.271.248 - PT Dwipar Loka Ayu 191.277.200 - PT Berlina 184.283.055 - PT Phytochemindo Reksa 166.612.160 - PT Surya Rengo Container 166.400.768 - PT Merpati Mahardika 146.918.633 215.646.502 PT Primasindo Makmur Kencana 142.221.673 126.984.770 PT Argapura Trading Com 138.800.390 - PT Nardevchem Kemindo 124.102.540 114.853.637 PT Sinar Jati Mulia Gemilang 123.598.388 194.314.626 PT Chemco Prima Mandiri 119.625.000 - UD H Wijaya 114.375.000 - PT Gunung Slamet 113.300.000 214.570.300 PT Cahaya Bumi Cemerlang 103.073.999 164.356.495 PT Smart Corp Tbk - 605.785.541 PT Tetra Pak Indonesia - 379.532.631 PT Grafilia Prima Printing - 237.870.490 PT Kemas Indah Maju - 214.765.215 PT Essence Indonesia - 156.727.569 PT Avesta Continental Pack - 125.492.400 PT Asvelia Gracia Pratama - 123.579.060 PT Subahtera Semesta - 114.181.100 Lainnya (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 2.443.833.837 3.166.314.978 Jumlah 12.841.319.978 11.928.655.423 Rincian hutang usaha berdasarkan jenis mata uang adalah sebagai berikut: Rupiah 11.712.019.155 11.390.311.135 Dolar Amerika Serikat 1.129.300.823 538.344.288 Jumlah 12.841.319.978 11.928.655.423 22
11. HUTANG USAHA (lanjutan) Analisis umur hutang usaha adalah sebagai berikut: Persentase (%) Lancar 10.805.970.761 9.588.253.229 84,15 80,38 Jatuh tempo 1-30 hari 1.579.482.357 1.648.540.179 12,30 13,82 31-60 hari 455.866.860 691.862.015 3,55 5,80 Jumlah 12.841.319.978 11.928.655.423 100,00 100,00 12. HUTANG LAIN-LAIN Hutang lain-lain merupakan hutang kepada pihak ketiga yang timbul atas transaksi sebagai berikut: Periklanan 1.766.823.283 2.494.441.952 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100.000.000) 1.462.097.778 651.964.284 Jumlah 3.228.921.061 3.146.406.236 13. PERPAJAKAN a. Taksiran tagihan restitusi pajak penghasilan Anak Perusahaan dalam negeri 2005 2.502.501.569 2.502.501.569 2003 769.033.289 769.033.289 2002 952.812.792 952.812.792 Jumlah 4.224.347.650 4.224.347.650 Dalam rangka restitusi kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan Anak Perusahaan tahun 2003 sebesar Rp 2.038.901.092, Direktorat Jenderal Pajak telah menyelesaikan pemeriksaan dan menerbitkan Surat Ketetapan Pajak No. 00029/406/03/005/05 tanggal 24 Maret 2005 yang menyetujui kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan tahun 2003 sebesar Rp 1.912.922.224. Pada tahun 2005 selisih sebesar Rp 125.978.868 dibebankan ke operasi tahun 2005 sebagai bagian dari Penghasilan (Beban) Lain-lain. Anak Perusahaan telah menerima pembayaran dari SKPLB diatas sebesar Rp 999.856.054 akan tetapi berdasarkan STP No.0000543/WPJ.20/KP.0608/2004 23
13. PERPAJAKAN (Lanjutan) tanggal 25 Agustus 2005, Anak Perusahaan memiliki tunggakan pajak PPh Pasal 25 untuk tahun 2004 sebesar Rp 144.032.881 yang dipindahbukukan dari perhitungan lebih bayar, sehingga terdapat taksiran pajak lebih bayar pajak sebesar Rp 769.033.289. b. Hutang pajak: Pajak Penghasilan Pasal 21 210.274.476 215.960.053 Pasal 23 62.969.740 48.311.337 Pasal 25 333.716.471 283.113.761 Tak siran pajak penghasilan 15.793.461 508.532.590 Pajak Pertambahan Nilai 1.124.906.177 2.211.260.560 Pajak lainnya 866.717.626 849.162.250 Jumlah 2.614.377.951 4.116.340.551 c. Rekonsiliasi antara laba konsolidasi sebelum beban (manfaat) pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi dan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal adalah sebagai berikut: Laba konsolidasi sebelum beban (manfaat) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi 12.868.807.444 11.038.335.361 Dikurangi laba Anak Perusahaan sebelum pajak penghasilan (6.391.432.617) (2.595.934.384) Laba Perusahaan sebelum pajak penghasilan 6.477.374.827 8.442.400.977 Beda temporer Imbalan kerja karyawan 1.221.421.372 1.540.000.000 Penyusutan aktiva tetap (1.666.420.650) (2.155.171.224) Pembayaran imbalan kerja (635.330.375) (475.369.259) Beda tetap Beban jamuan tamu, kesejahteraan karyawan, sumbangan dan lain-lain 562.830.847 364.126.036 Penghasilan bunga yang sudah dikenakan pajak penghasilan final (1.480.881.961) (1.843.650.256) Taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan 4.478.994.060 5.872.336.274 24
13. PERPAJAKAN (lanjutan) d. Perhitungan beban pajak kini dan taksiran hutang pajak adalah sebagai berikut: Beban pajak kini Perusahaan 1.386.198.212 1.744.200.876 Anak Perusahaan dalam negeri 862.529.324 795.519.167 Anak Perusahaan luar negeri 15.293.461 24.716.985 Jumlah beban pajak kini 2.264.020.997 2.564.437.028 Pajak penghasilan dibayar di muka Perusahaan Pasal 25 1.689.607.530 1.483.859.438 Fiskal Luar Negeri 24.000.000 18.000.000 1.713.607.530 1.501.859.438 Anak Perusahaan dalam negeri Pasal 25 850.029.324 552.045.000 Pasal 23 - - Fiskal luar negeri 12.000.000 2.000.000 862.029.324 554.045.000 Jumlah pajak penghasilan dibayar di muka 2.575.636.854 2.055.904.438 Taksiran hutang pajak penghasilan badan Perusahaan - 242.341.438 Anak Perusahaan dalam negeri 500.000 241.474.167 Anak Perusahaan luar negeri 15.293.461 24.716.985 Jumlah hutang pajak 15.793.461 508.532.590 Taksiran lebih bayar pajak penghasilan badan Anak Perusahaan dalam negeri 327.409.318-25
13. PERPAJAKAN (lanjutan) e. Perhitungan manfaat (beban) pajak tangguhan dengan menggunakan tarif pajak maksimum sebesar 30% adalah sebagai berikut: Perusahaan Penyusutan aktiva tetap (499.926.195) (646.551.367) Penyisihan imbalan kerja karyawan 175.827.299 319.389.222 (324.098.896) (327.162.145) Anak Perusahaan dalam negeri Penyusutan aktiva tetap 155.660.696 (74.795.601) Penyisihan imbalan kerja karyawan (199.362.905) 1.371.032 Sewa guna usaha (173.459.696) (38.598.998) (541.260.801) (439.185.712) Anak Perusahaan luar negeri - - Manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan bersih (541.260.801) (439.185.712) f. Aktiva (kewajiban) pajak tangguhan terdiri dari: Perusahaan Aktiva pajak tangguhan Kewajiban imbalan kerja 1.886.845.140 1.516.816.580 Kewajiban pajak tangguhan Penyusutan aktiva tetap (685.748.322) (812.223.269) Pembayaran imbalan kerja (760.504.347) (697.855.529) Aktiva pajak tangguhan - bersih 440.592.471 6.737.782 Anak Perusahaan luar negeri Aktiva pajak tangguhan Akumulasi rugi fiskal 1.117.107.400 - Penyisihan piutang ragu-ragu 729.265.110 471.362.986 Kewajiban pajak tangguhan Penyusutan aktiva tetap (27.306.730) 1.845.671.974 Aktiva pajak tangguhan - bersih 1.819.065.780 2.317.034.960 Jumlah aktiva pajak tangguhan bersih 2.259.658.251 2.323.772.742 26
13. PERPAJAKAN (lanjutan) Anak Perusahaan dalam negeri Aktiva pajak tangguhan Imbalan kerja 100.452.614 198.360.417 Kewajiban pajak tangguhan Penyusutan aktiva tetap (633.085.548) (956.548.454) Sewa guna usaha (170.793.974) (169.194.276) Kewajiban pajak tangguhan - bersih (703.426.908) (927.382.313) Pada tanggal 30 September 2008, aktiva pajak tangguhan-bersih Anak Perusahaan luar negeri sudah termasuk selisih penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing. 14. KEWAJIBAN IMBALAN KERJA Perusahaan memberikan imbalan untuk karyawannya yang telah mencapai usia pensiun yaitu 55 tahun sesuai dengan Undang-undang No.13/2003 tanggal 25 Maret 2003. Kewajiban imbalan kerja tersebut tidak didanai. Tabel berikut ini merangkum komponen-komponen atas beban imbalan kerja bersih yang diakui dalam laporan laba rugi dan jumlah yang disajikan dalam neraca sebagai kewajiban imbalan kerja berdasarkan penilaian aktuaria yang dilakukan oleh aktuaris independen (PT Dian Artha Tama) berdasarkan laporannya pada tanggal 10 Maret 2008 untuk tahun 2007 dan tanggal 21 Pebruari 2007 untuk tahun 2006. Mutasi kewajiban imbalan kerja adalah sebagai berikut : Saldo awal tahun 4.873.572.983 2.727.680.318 Penyisihan tahun berjalan 1.944.887.676 2.200.000.000 Pembayaran selama tahun berjalan (1.823.339.697) (825.603.950) Saldo akhir tahun 4.995.120.962 4.102.076.368 Asumsi-asumsi dasar yang digunakan dalam menentukan kewajiban imbalan kerja pada tanggal adalah sebagai berikut: Tingkat bunga 10% per tahun 11% per tahun Tingkat kenaikan upah 10% per tahun 5% per tahun Tingkat kematian CSO 1980 CSO 1980 Umur pensiun 55 tahun 55 tahun 27
15. MODAL SAHAM Berdasarkan catatan dari PT Datindo Entrycom, Biro Administrasi Efek, susunan pemilikan saham Perusahaan pada tanggal adalah sebagai berikut: Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan (%) Jumlah PT Mustika Ratu Investama 305.002.000 71,262 38.125.250.000 Mellon S/A Investors PAC International, Jakarta 39.453.500 9,218 4.931.687.500 BRA. Mooryati Soedibyo 120.000 0,028 46.800.000 Masyarakat (masing-masing dengan pemilikan kurang dari 5%) 83.424.500 19,492 10.396.262.500 Jumlah 428.000.000 100,000 53.500.000.000 16. TAMBAHAN MODAL DISETOR - AGIO SAHAM Agio saham merupakan selisih sebesar Rp 56.700.000.000 antara jumlah nilai nominal per saham seperti yang tercantum dalam anggaran dasar Perusahaan dengan hasil yang diterima dari para pemegang saham sehubungan dengan penawaran saham kepada masyarakat pada tahun 1995 (Catatan 1). 17. DIVIDEN KAS Berdasarkan Rapat umum Tahunan Para Pemegang Saham yang diaktakan dengan akta No.163 oleh Notaris Sutjipto, S.H., tanggal 18 Juni 2008 para pemegang saham setuju untuk membagikan dividen kas sebesar Rp 2.225.600.000 atau Rp 5,20 per saham untuk tahun buku 2007. Berdasarkan Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham yang diaktakan dengan akta No.13 oleh Notaris Sutjipto, S.H., tanggal 6 Juni 2007 para pemegang saham setuju untuk membagikan dividen kas sebesar Rp 1.369.600.000 atau Rp 3,20 per saham untuk tahun buku 2006. 28
18. PENJUALAN BERSIH Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut: Penjualan Kosmetik 240.454.740.931 200.769.271.119 Jamu 41.002.946.881 36.338.219.924 Minuman kesehatan 2.798.284.363 2.157.506.053 Lain-lain 3.032.516.468 3.151.413.335 Jumlah 287.288.488.643 242.416.410.431 Retur dan potongan penjualan (69.617.057.228) (65.509.945.965) Penjualan Bersih 217.671.431.415 176.906.464.466 Tidak terdapat penjualan kepada satu pelanggan yang jumlah penjualan selama setahun melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasi. 19. BEBAN POKOK PENJUALAN Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut: Bahan baku yang digunakan 69.067.712.407 59.136.655.127 Upah buruh langsung 10.048.830.608 8.475.467.946 Beban pabrikasi 10.865.921.702 9.045.470.716 Jumlah Beban Produksi 89.982.464.717 76.657.593.789 Persediaan barang dalam proses Awal tahun 5.020.764.287 3.521.861.442 Akhir tahun (1.313.264.623) ( 2.106.731.542) Beban Pokok Produksi 93.689.964.381 78.072.723.689 Persediaan barang jadi Awal tahun 27.412.908.836 23.048.279.448 Akhir tahun (24.374.429.106) (20.561.571.606) Beban Pokok Penjualan 96.728.444.111 80.559.431.531 Tidak terdapat pembelian dari satu pemasok yang jumlah pembelian selama setahun melebihi 10% dari jumlah pembelian konsolidasi. 29
20. BEBAN USAHA Rincian beban usaha adalah sebagai berikut: Beban Penjualan Iklan dan promosi 47.213.649.039 32.932.673.949 Gaji, upah dan imbalan kerja karyawan 24.229.693.330 20.611.957.841 Transportasi 3.531.047.014 2.810.538.223 Penyusutan aktiva tetap (Catatan 9) 1.867.368.036 2.399.434.346 Perjalanan dinas 1.710.325.049 1.433.378.724 Telekomunikasi 690.009.453 1.068.480.378 Pendidikan dan seminar 542.519.120 683.991.080 Perlengkapan kantor 451.557.999 439.977.303 Perbaikan dan pemeliharaan 413.164.848 435.626.160 Asuransi dan perizinan 413.039.537 463.564.165 Listrik dan energi 364.444.415 290.480.496 Sewa gedung 258.015.130 279.224.807 Jamuan tamu dan sumbangan 108.789.802 118.991.736 Jasa profesional 3.020.088 3.207.112 Lain-lain 587.487.835 485.853.650 Jumlah Beban Penjualan 82.384.130.695 64.457.379.970 Beban Umum dan Administrasi Gaji, upah dan imbalan kerja karyawan 13.561.785.656 12.060.078.478 Sewa gedung 2.186.768.261 1.989.927.967 Telekomunikasi 1.148.101.246 1.000.503.522 Penyusutan aktiva tetap (Catatan 9) 900.422.151 761.615.480 Perbaikan dan pemeliharaan 670.768.955 342.569.208 Jasa profesional 654.085.036 528.963.950 Asuransi dan perizinan 556.069.457 485.696.266 Perlengkapan kantor 416.794.443 267.439.891 Perjalanan dinas 404.847.110 544.050.987 Jamuan tamu dan sumbangan 265.160.337 192.413.376 Pendidikan dan seminar 245.519.872 119.587.722 Listrik dan energi 229.050.332 277.535.201 Transportasi 312.323 564.401 Lain-lain 1.293.814.075 432.214.006 Jumlah Beban Umum dan Administrasi 22.533.499.254 19.003.160.455 Jumlah Beban Usaha 104.917.629.949 83.460.540.425 30
21. BEBAN PROGRAM PENGEMBANGAN PERUSAHAAN Akun ini merupakan beban program pengembangan perusahaan yang terjadi sehubungan dengan program pelestarian dan pengembangan kebudayaan dengan tujuan memelihara citra Perusahaan dan Anak Perusahaan pada produk-produk tradisional. 22. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham dasar dihitung sebagai berikut: Jumlah Rata-rata Laba Bersih Laba Bersih Tertimbang Saham per Saham Dasar 2008 10.123.525.645 428.000.000 24 2007 8.034.712.622 428.000.000 19 23. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 30 September 2008, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing adalah sebagai berikut: Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah Aktiva Dolar Amerika Serikat Kas dan setara kas Kas AS$ 58 544.680 Bank 197.548 1.852.603.673 Deposito berjangka 5.362.001 50.284.847.501 Piutang usaha 439.631 4.122.861.421 Uang jaminan 94.941 890.356.698 AS$ 6.094.179 57.151.213.973 Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah Ringgit Malaysia Kas dan setara kas Kas RM 6.180 16.879.619 Bank 1.253.751 3.424.407.309 Piutang usaha 7.181.846 19.615.992.143 Piutang lain-lain - pihak ketiga 155.178 423.841.890 Uang jaminan 7.380 20.157.215 RM 8.604.335 23.501.278.176 31
23. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING (lanjutan) Kewajiban Dolar Amerika Serikat Hutang usaha AS$ 120.420 1.129.300.823 Ringgit Malaysia Hutang lain-lain RM 46.268 126.371.892 Aktiva Bersih 79.396.819.434 24. PELAPORAN SEGMEN Informasi berdasarkan segmen usaha adalah sebagai berikut: 2008 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasi Penjualan Penjualan ekstern 7.438.615.591 210.232.815.824-217.671.431.415 Penjualan antar segmen 123.226.027.616 - (123.226.027.616) - Jumlah Penjualan 130.664.643.207 210.232.815.824 (123.226.027.616) 217.671.431.415 Penghasilan Laba kotor 29.919.047.497 90.313.458.740 710.481.067 120.942.987.304 Beban usaha (21.115.196.096) (85.614.595.082) 1.812.161.229 (104.917.629.949) Penghasilan bunga - bersih 939.913.226 140.635.812-1.080.549.038 Penghasilan (beban) lain-lain - bersih (492.584.168 ) 789.950.156 (4.534.464.938) (4.237.098.950) Beban pajak (1.650.297.108 ) (1.094.984.690) - (2.745.281.798) Laba bersih 7.600.883.351 4.534.464.936 (2.011.822.642) 10.123.525.645 Informasi lainnya Aktiva segmen 281.881.412.682 176.776.000.138 (142.791.666.713) 315.865.746.107 Kewajiban segmen 24.317.180.327 59.287.070.073 (53.770.842.486) 29.833.407.914 Perolehan aktiva tetap 4.982.079.383 1.525.216.558-6.507.295.941 Beban penyusutan 1.940.656.409 1.918.377.962-3.859.034.371 32
24. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan) 2007 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasi Penjualan Penjualan ekstern 5.868.466.752 171.037.997.714-176.906.464.466 Penjualan antar segmen 99.464.236.586 - (99.464.236.586) - Jumlah Penjualan 105.332.703.338 171.037.997.714 (99.464.236.586) 176.906.464.466 Penghasilan Laba kotor 20.811.876.059 75.839.735.114 (304.578.238) 96.347.032.935 Beban usaha (11.271.425.703) (74.845.493.012) 2.656.378.290 (83.460.540.425) Penghasilan bunga - bersih 1.217.203.983 143.779.319-1.360.983.302 Penghasilan (beban) lain-lain - bersih (3.003.378.749 ) 570.743.654 (776.505.355) (3.209.140.450) Beban pajak (2.071.363.021) (932.259.719) - (3.003.622.740) Laba bersih 5.682.912.569 776.505.356 1.575.294.697 8.034.712.622 Informasi lainnya Aktiva segmen 270.120.553.230 168.362.948.240 (133.682.673.619) 304.800.827.851 Kewajiban segmen 21.382.180.494 57.602.639.682 (48.605.147.441) 30.379.672.735 Perolehan aktiva tetap 1.911.264.003 2.576.476.800-4.487.740.803 Beban penyusutan 1.865.819.174 2.404.349.972-4.270.169.146 Informasi berdasarkan segmen geografis adalah sebagai berikut: 2008 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasi Penjualan Luar negeri 20.971.316.704 24.921.753.657 (13.532.701.113) 32.360.369.248 Dalam negeri 109.693.326.503 185.311.062.167 (109.693.326.503) 185.311.062.167 Jumlah 130.664.643.207 210.232.815.824 (123.226.027.616) 217.671.431.415 2007 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasi Penjualan Luar negeri 19.188.746.600 20.445.203.694 (13.320.279.848) 26.313.670.446 Dalam negeri 86.143.956.738 150.592.794.020 (86.143.956.738) 150.592.794.020 Jumlah 105.332.703.338 171.037.997.714 (99.464.236.586) 176.906.464.466 33
25. REVISI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN Institut Akuntan Publik Indonesia (dahulu Ikatan Akuntan Indonesia) menerbitkan revisi PSAK, ikhtisar berikut: a. PSAK No. 16 (Revisi 2007), Aset Tetap, mengatur perlakuan akuntansi aset tetap agar pengguna laporan keuangan dapat memahami informasi mengenai investasi entitas di aset tetap dan perubahan dalam investasi tersebut. Pernyataan ini, antara lain, mengatur pengakuan aset, penentuan jumlah tercatat, pembebanan penyusutan dan rugi penurunan nilai. Berdasarkan pernyataan ini, suatu entitas harus memilih antara model biaya atau model revaluasi sebagai kebijakan akuntansi atas aset tetap. Pernyataan revisi ini menggantikan PSAK No. 16 (1994) Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain dan PSAK No. 17 (1994) Akuntansi Penyusutan dan berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2008. b. PSAK No. 30 (Revisi 2007), Sewa, mengatur kebijakan akuntansi dan pengungkapan yang sesuai, baik bagi lessee maupun lessor dalam hubungannya dengan sewa (lease). Pernyataan ini memberikan klasifikasi sewa berdasarkan kepada sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee, dan pada substansi transaksi dan bukan pada bentuk kontraknya. Pernyataan revisi ini menggantikan PSAK No. 30 (1990) Akuntansi Sewa Guna Usaha dan berlaku efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2008. Perusahaan dan Anak Perusahaan sedang mengevaluasi dampak dari revisi PSAK 16 dan 30 dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan keuangan. 26. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasi terlampir yang diselesaikan pada tanggal 28 Oktober 2008. 34