dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III KONSEP DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

SIMULASI PERANGKAT PEMBELAJARAN KOMUNIKASI DATA TEKNIK PENGKODEAN SINYAL DIGITAL

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA, KONSEP DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III KONSEP DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. menampilkan teks - teks serta terdapat kuis dengan animasi untuk melatih para

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. Pada tugas akhir ini akan dirancang sebuah aplikasi Pembelajaran Berbasis

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

datanya. Hasil User dapat melanjutkan aktivitas selanjutnya setelah memilih File yang diinginkan. 2. Use Case Menyisipkan Teks Table 4-2 Deskripsi Use

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. Pada Tugas Akhir ini akan di rancang Sebuah Aplikasi Pembelajaran Turunan Fungsi

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI PEMBELAJARAN FISIKA SMA KELAS 2

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS, KONSEP DAN PERANCANGAN

BAB III KONSEP, PERANCANGAN, DAN PENGUMPULAN MATERI

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN PROGRAM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS MASALAH DAN PERANCANGAN PROGRAM

BAB III ANALISA MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERENCANAAN. Rabies merupakan penyakit hewan menular yang disebabkan oleh virus dan

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 ANALISIS

BAB III ANALISIS, KONSEP DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS, KONSEP, PERANCANGAN


BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. kimia berbasis multimedia interaktif ini dibuat untuk membantu pendidik dibidang kimia.

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. dalam belajar dan mengenal subnetting dengan bantuan aplikasi,

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III KONSEP, DESAIN DAN PENGUMPULAN MATERI

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III KONSEP DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN. Aplikasi media pembelajaran interaktif komputer ini dikembangkan dan didesain

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI. Aplikasi chatting mobile phone yang menggunakan NetBeans IDE 6.0 yang di

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Gambar 3.1. Diagram alir apikasi image to text

BAB III ANALISA PERANCANGAN DAN PEMODELAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. 3.1 Konsep Aplikasi Interaktif Panduan Pengguna TransJakarta

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

Pada bagian ini penulis akan menganalisa kebutuhan kebutuhan dalam. membuat aplikasi ini. Setelah semua kebutuhan selesai dianalisa, maka penulis

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. Pada tahap konsep, penulis menentukan kebutuhan dasar pengguna (user),

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. Analisa masalah dilakukan guna mengetahui masalah-masalah yang terkait

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB IV HASIL DAN UJICOBA

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. Pada dasarnya perancangan sistem yang dibuat oleh peneliti adalah

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

Transkripsi:

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 Analisa Sistem Dengan menggunakan Borland Delphi 7 aplikasi simulasi perangkat pembelajaran komunikasi data teknik pengkodean sinyal digital yang akan dibangun dalam penelitian ini, diharapkan dapat dijadikan alat bantu dalam proses belajar mengajar mengenai teknik pengkodean sinyal digital skema Return to Zero (RZ), NRZ-L ( Nonreturn to Zero Level ), NRZ-I ( Nonreturn to Zero Invert on ones ), Manchester, Differensial Manchester. Penulis mengkombinasikan antara Borland Delphi 7 dengan Macromedia Flash Pro 8, sehingga sistem yang dianalisis juga meliputi sistem yang berisi informasi tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan pengenalan bentukbentuk dasar, dalam bentuk multimedia yang berupa teks, gambar, animasi dan suara yang diaplikasikan menggunakan komputer. Pembuatan aplikasi ini membutuhkan beberapa perancangan yang mendukung kerja system dan dapat memberi nilai lebih terhadap software ini. Mulai dari perancangan antarmuka sampai cara kerja sistem itu sendiri, langkahlangkah dalam pembuatannya tersebut adalah: 1. Mengumpulkan data yang dibutuhkan dan materi soal dan pertanyaan. 2. Membatasi materi sesuai dengan tujuan aplikasi ini. 3. Mencari sumber referensi yang dapat mendukung terbuatnya aplikasi ini. 4. Merancang Diagram Use Case dan Activity Diagram aplikasi ini. 5. Merancang Sequence Diagram dan Perancangan Antamuka aplikasi ini. 3.2 Konsep Aplikasi ini merupakan aplikasi khusus yang dibuat untuk teknik pengkodean sinyal digital yaitu dengan metode Return to Zero ( RZ ), NRZ-L 31

32 ( Nonreturn to Zero Level ), NRZ-I ( Nonreturn to Zero Invert on ones ), Manchaster, Differensial Manchaster. Sinyal Digital merupakan sinyal diskret (discrete), dengan voltase tegangan diskontinyu. Setiap voltase tegangan merupakan sebuah elemen sinyal. Data biner dikodekan ke dalam elemen-elemen sinyal, dan Elemen sinyal tersebut merupakan data yang ditranmisikan melalui pengkodean bit data, dimana Biner 0 = Level voltase lebih rendah dan Biner 1 = Level voltase yang lebih tinggi. Teknik pengkodean sinyal digital, dilakukan dengan rancangan berikut: 1. Non Return to Zero (NRZ) 1.1 Non-Return-to-Zero-Level (NRZ-L) Yaitu suatu kode dimana tegangan negatif dipakai untuk mewakili suatu biner dan tegangan positif dipakai untuk mewakili biner lainnya. Aturan bit: 1 jika ada aktivitas fisik, dan 0 jika tidak ada aktifitas fisik. 1.2 Non-Return-to-Zero Inverted on ones (NRZ-I) Yaitu suatu kode dimana suatu transisi (rendah ke tinggi / tinggi ke rendah) pada awal suatu bit time akan dikenal sebagai biner 1 untuk bit time tersebut. Bila tidak ada transisi maka bit 0. Sehingga NRZ-I merupakan salah satu contoh dari differensial encoding(penyandian deferensial). Aturan bit: 1 jika ada transisi, 0 jika tidak ada transisi 2. Return to Zero (RZ) Pengkodean Return to Zero (RZ) ditandai dengan setiap transisi harus mempunyai status istirahat berupa garis di tengah. Aturan bit: 1 jika ada ke atas, 0 jika ke bawah 3. Biphase 3.1 Manchester Adalah suatu kode dimana transisi dari voltase tegangan rendah ke voltase tegangan tinggi direpresentasikan sebagai bit 1. Sebaliknya, transisi dari voltase tegangan tinggi ke voltase tegangan rendah direpresentasikan sebagai bit 0. Aturan bit : 1 transisi ke atas, 0 jika transisi ke bawah 3.2 Differensial Manchester

33 Adalah suatu kode dimana transisi pada awal periode bit maka mempresentasikan 0. Sebaliknya, jika tidak ada transisi pada awal periode bit merepresentasikan 1. Aturan bit : 0 jika terjadi transisi di awal waktu bit, 1 jika tidak ada tranisi di awal wakt bit. 3.3 PERANCANGAN SISTEM Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai perancangan system yang akan dibuat mulai dari Use Case Diagram, Activity Diagram, serta Sequence Diagram. 3.3.1 Use Case Diagram Berikut ini adalah Use Case diagram dari aplikasi perangkat pembelajaran pengkodean sinyal digital yang akan dibuat. Gambar 3.1 Use Case Diagram Aplikasi

34 Dari use case diagram di atas akan dijelaskan dalam skenario-skenario di bawah ini. Tabel 3.1 Skenario use case membuka modul teori pengkodean Use Case Membuka modul teori pengkodean Actor User Deskripsi 1. User menjalankan aplikasi. 2. User memilih menu modul pada menu utama. 3. Sistem menampilkan form slide teori pengkodean data di layar. Tabel 3.2 Skenario use case membuka file teori Use Case Actor Deskripsi Membuka file. User 1. Sistem menampilkan kotak dialog next. 2. User mengklik tombol next dari kotak dialog. 3. Sistem melakukan pembacaan file swf dan menampilkannya pada layar. Tabel 3.3 Skenario use case membuka simulasi data digital Use Case Membuka simulasi data digital. Actor User Deskripsi 1. User menjalankan aplikasi. 2. User memilih menu simulasi pada menu utama. 3. Sistem menampilkan form simulasi pengkodean data di layar. Tabel 3.4 Skenario use case mengkonversi data digital Use Case Actor Mengkonversi data digital. User

35 Tabel 3.4 Skenario use case mengkonversi data digital (lanjutan) Deskripsi 1. Sistem menampilkan kotak inputan 2. User memasukkan angka 0 dan 1 kedalam kolom inputan. 3. Sistem melakukan pengujian data yang benar. 4. Sistem akan mengkonversikan angka 0 dan 1 ke skema RZ. 5. Sistem akan mengkonversikan angka 0 dan 1 ke skema NRZ-L. 6. Sistem akan mengkonversikan angka 0 dan 1 ke skema NRZ-I. 7. Sistem akan mengkonversikan angka 0 dan 1 ke skema Manchester. 8. Sistem akan mengkonversikan angka 0 dan 1 ke skema Differensial Manchester. 9. Sistem akan membersihkan kolom output lalu kemudian menampilkan hasil konversi pada tampilan kolom image. Tabel 3.5 Skenario use case membersihkan layar Use Case Actor Deskripsi Membersihkan layar. User 1. Sistem menampilkan kotak dialog Clear. 2. User memilih tombol Clear pada form simulasi. 3. Sistem melakukan pembersihan kolom inputan dan tampilan image pada layar. Tabel 3.6 Skenario use case membuka latihan soal-soal Use Case Actor Membuka latihan soal-soal. User

36 Tabel 3.6 Skenario use case membuka latihan soal-soal (lanjutan) Deskripsi 1. User menjalankan aplikasi. 2. User memilih menu latihan pada menu utama. 3. Sistem menampilkan form latihan di layar. Tabel 3.7 Skenario use case menjalankan latihan soal-soal Use Case Menjalankan latihan soal-soal. Actor User Deskripsi 1. Sistem menampilkan kotak dialog untuk memasukkan nama user dan tombol mulai. 2. User mengetikkan nama pada kolom inputan lalu memilih tombol mulai pada menu latihan. Sistem melakukan pembacaan file swf dan menampilkannya pada layar. 3. User memilih jawaban yang dianggap benar dengan mengklik tombol Jawab. 4. Sistem mengacak soal dan menampilkan soal baru di layar. 5. Sistem mengevaluasi jawaban user dan menambahkan score jika jawaban benar, dan menampilkan score di layar. Sistem menghitung mundur waktu sampai pada angka nol dan menjumlahkan score untuk jawaban yang benar.. 6. User memilih tombol stop pada layar. 7. Sistem menampilkan pesan terima kasih telah mencoba dan menampilkan jumlah score dan predikat user. 8. User memilih tombol Home. 9. Sistem menampilkan halaman awal menu latihan.

37 Tabel 3.8 Skenario use case mendapatkan informasi profil Use Case Actor Deskripsi Mendapatkan informasi profil. User 1. User menjalankan aplikasi. 2. User memilih menu profil pada menu utama. 3. Sistem menampilkan form profil di layar. Tabel 3.9 Skenario use case keluar dari aplikasi Use Case Actor Deskripsi Keluar dari Aplikasi. User 1. User menjalankan aplikasi. 2. User memilih menu Keluar pada menu utama. 3. Sistem menjalankan keluar dari program dan aplikasi. 3.3.2 Activity Diagram Activity diagram menunjukkan aliran aktivitas yang ada di sistem. Diagram ini penting untuk memodelkan fungsi sistem dan menekankan pada aliran kendali di antara objek-objek, berbagai alir aktivitas yang berlangsung selama aktor dalam use case berinteraksi dengan sistem yang sedang dirancang. activity diagram menjelaskan diagram use case secara lebih rinci. Berikut ini activity diagram yang akan digunakan dalam aplikasi yang dirancang: 1. Activity diagram membuka modul teori pengkodean Pada menu utama, user memilih menu modul dan kemudian sistem akan menampilkan form modul. Proses tersebut dapat digambarkan dengan activity diagram di bawah ini.

38 Gambar 3.2 Activity diagram membuka modul teori pengkodean 2. Activity diagram membuka file teori Pada form modul teori, user memilih tombol mulai kemudian sistem membaca file swf dan menampilkan kotak dialog next di layar. User mengklik tombol next dan sistem akan menampilkan halaman pertama teori. Selanjutnya user akan mendapatkan dua buah tombol back dan next, jika user memilihan tombol next maka sistem akan menuju halaman teori selanjutnya dan menampilkannya di layar. Jika user memilih back maka sistem akan membawa user menuju ke halaman sebelumnya. Pada slide terakhir User mengklik tombol home dan sistem akan menutup kotak dialog dan kembali pada form modul teori. Proses tersebut dapat digambarkan dengan activity diagram di bawah ini.

39 Gambar 3.3 Activity diagram membuka file teori 3. Activity diagram membuka simulasi data digital. Pada menu utama, user memilih menu simulasi dan kemudian sistem akan menampilkan form simulasi. Proses tersebut dapat digambarkan dengan activity diagram di bawah ini.

40 Gambar 3.4 Activity diagram membuka simulasi data digital 4. Activity diagram mengkonversi data digital. Pada form simulasi, user mengetikkan data digital berupa angka 0 dan 1, kemudian sistem akan menguji data inputan. Jika data yang dimasukkan oleh user bukan angka 0 atau 1, maka sistem akan menampilkan pesan kesalahan input data sampai user telah memasukkan angka 0 atau 1. Jika data yang dimasukkan oleh user sudah benar, maka sistem akan menerima input data digital untuk dikonversi angka 0 dan 1 menjadi sinyal-sinyal digital. Ketika user memilih salah satu tombol ke bentuk konversi sinyal yang diinginkan yaitu skema RZ, atau NRZ-L, atau NRZ-I, atau Manchester, atau Differensial Manchester, maka sistem akan membersihkan kolom output dan selanjutnya menampilkan hasil konversi data digital kedalam bentuk sinyal digital sesuai skema yang dipilih oleh user. Proses tersebut dapat digambarkan dengan activity diagram di bawah ini.

41 Gambar 3.5 Activity diagram mengkonversi data digital 5. Activity diagram membersihkan layar. Pada form simulasi, user dapat menekan tombol Clear yang telah disediakan, dan sistem akan membersihkan kolom inputan dan kolom output hasil konversi bentuk sinyal digital pada lembar kerja image. Proses tersebut dapat digambarkan dengan activity diagram di bawah ini.

42 Gambar 3.6 Activity diagram membersihkan layar 6. Activity diagram membuka latihan soal-soal. Pada menu utama, user memilih menu latihan dan kemudian sistem akan menampilkan form latihan. Proses tersebut dapat digambarkan dengan activity diagram di bawah ini. Gambar 3.7 Activity diagram membuka latihan soal-soal 7. Activity diagram menjalankan latihan soal-soal. Pada form latihan, user dapat mengetikkan nama dan menekan tombol mulai yang telah disediakan. Sistem akan membaca file swf dan menampilkannya. User mendapatkan pertanyaan dan harus memilih salah satu jawaban yang

43 disediakan dengan mengkliknya lalu menekan tombol jawab, lalu sistem akan mengacak soal untuk ditampilkan pada pertanyaan berikutnya. Sistem mulai menghitung mundur mulai dari munculnya pertanyaan pertama dan seterusnya, dan akan memberikan score 10 untuk setiap pertanyaan yang benar. Total pertanyaan maksimal adalah 10 soal, user dapat menghentikan pertanyaan dengan menekan tombol Stop, maka sistem akan menghentikan mengacak soal dan menjumlahkan total score serta menampilkannya. User menekan tombol Home, maka sistem akan kembali ke menu awal form latihan. Proses tersebut dapat digambarkan dengan activity diagram di bawah ini.

44 Gambar 3.8 Activity diagram menjalankan latihan soal-soal 8. Activity diagram mendapatkan informasi profil. Pada menu utama, user memilih menu profil dan kemudian sistem akan menampilkan form profil. Proses tersebut dapat digambarkan dengan activity diagram di bawah ini. Gambar 3.9 Activity diagram mendapatkan informasi profil 9. Activity diagram keluar dari Aplikasi. Pada menu utama, user memilih menu keluar dan kemudian sistem akan menampilkan form keluar. Proses tersebut dapat digambarkan dengan activity diagram di bawah ini. Gambar 3.10 Activity diagram keluar dari aplikasi

45 3.3.3 Sequence Diagram Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atas dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait). Sequence diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu. Berikut ini sequence diagram yang akan digunakan dalam pembuatan aplikasi perangkat teknik pengkodean sinyal digital. 1. Sequence diagram membuka modul teori pengkodean Gambar 3.11 di bawah ini menggambarkan sequence diagram membuka modul teori Pengkodean Sinyal Digital. Gambar 3.11 Sequence diagram membuka modul teori pengkodean 2. Sequence diagram membuka file modul teori Gambar 3.12 di bawah ini menggambarkan sequence diagram membuka file modul teori.

46 Gambar 3.12 Sequence diagram membuka file modul teori 3. Sequence diagram membuka simulasi data digital. Gambar 3.13 di bawah ini menggambarkan sequence diagram membuka simulasi data digital. Gambar 3.13 Sequence diagram membuka simulasi data digital 4. Sequence diagram mengkonversi data digital Gambar 3.14 di bawah ini menggambarkan sequence diagram mengkonversi data digital menjadi sinyal digital.

47 Gambar 3.14 Sequence diagram mengkonversi data digital 5. Sequence diagram membersihkan layar Gambar 3.15 di bawah ini menggambarkan sequence diagram membersihkan layar. Gambar 3.15 Sequence diagram membersihkan layar 6. Sequence diagram membuka latihan soal-soal.

48 Gambar 3.16 di bawah ini menggambarkan sequence diagram membuka latihan soal-soal. Gambar 3.16 Sequence diagram membuka latihan soal-soal 7. Sequence diagram menjalankan latihan soal-soal. Gambar 3.17 di bawah ini menggambarkan sequence diagram menjalankan latihan soal-soal.

49 Gambar 3.17 Sequence diagram menjalankan latihan soal-soal 8. Sequence diagram mendapatkan informasi profil. Gambar 3.18 di bawah ini menggambarkan sequence diagram mendapatkan informasi profil. Gambar 3.18 Sequence diagram mendapatkan informasi profil 9. Sequence diagram keluar dari aplikasi. Gambar 3.19 di bawah ini menggambarkan sequence diagram keluar dari aplikasi. Gambar 3.19 Sequence diagram keluar dari aplikasi

50 3.4 PERANCANGAN ANTARMUKA Berikut ini rancangan antarmuka aplikasi pembelajaran teknik pengkodean sinyal digital. 3.4.1 Form Menu Utama Form menu utama berisi menu-menu utama yang dapat dipilih oleh pengguna. Form menu utama ditampilkan pertama kali saat aplikasi dipanggil. Perancangan dari form menu utama dapat ditunjukkan pada gambar 3.20. Gambar 3.20 Perancangan Form Menu Utama

51 3.4.2 Form Menu Modul Form menu modul berisi tentang teori pengkodean sinyal digital, yang terdiri dari halaman pembuka dan halaman materi. Perancangan dari form menu modul dapat ditunjukkan pada gambar 3.21 dan gambar 3.22. Gambar 3.21 Perancangan Form Menu Modul Pembuka

52 Gambar 3.22 Perancangan Form Menu Modul Materi 3.4.3 Form Menu Simulasi Pada form menu simulasi pengguna dapat menginput data biner 0 dan 1 untuk dilakukan pengkodean sinyal digital dengan skema yang dipilih. Perancangan dari form menu simulasi ditunjukkan pada gambar 3.23. Gambar 3.23 Perancangan Form Menu Simulasi Dalam menu simulasi ini terdapat 7 (tujuh) tombol yang terdiri dari: kode Bt1 untuk tombol simulasi sinyal RZ, Bt2 untuk tombol simulasi sinyal NRZ-L, Bt3 untuk tombol simulasi sinyal NRZ-I, Bt4 untuk tombol simulasi sinyal Manchester, Bt5 untuk tombol simulasi sinyal Differensial Manchester, Bt6 untuk tombol Clear (membersihkan layar), Bt7 untuk tombol keluar dari menu simulasi. Sedangkan kolom output adalah untuk menampilkan gambar sinyal pengkodean sesuai skema yang dipilih oleh pengguna.

53 3.4.4 Form Menu Latihan Form menu Latihan berisi tentang latihan soal pilihan ganda yang terdiri dari 10 soal dengan diberikan waktu 100 menit. Jika pengguna dapat menjawab soal dengan benar, maka akan diberikan nilai 10 untuk satu jawaban yang benar, dan total nilai akan dimunculkan pada saat pengguna sudah tidak diberikan pertanyaan karena waktunya sudah habis atau pengguna sudah diberikan 10 soal pertanyaan. Perancangan dari form menu latihan dapat ditunjukkan pada gambar 3.24, gambar 3.25. dan gambar 3.26. Gambar 3.24 Perancangan Form Latihan halaman awal

54 Gambar 3.25 Perancangan Form Latihan halaman pertanyaan Gambar 3.26 Perancangan Form Latihan halaman penutup

55 3.4.5 Form Menu Profil Form menu profil berisi tentang data penulis dan ucapan terima kasih penulis kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Perancangan dari form profil dapat ditunjukkan pada gambar 3.27. Gambar 3.27 Perancangan Form Menu Profil