BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK. Menurut Arikunto (2008), Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dibentuk dari 3 kata, yang memiliki pengertian sebagai berikut: 1. Penelitian, menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. 2. Tindakan, menunjuk pada sesuatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan untuk peserta didik. 3. Kelas, adalah sekelompok peserta didik yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Dari pengertian ketiga kata di atas dapat disimpulkan bahwa PTK merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh peserta didik. Dalam penelitian ini jenis PTK yang digunakan adalah PTK kolaboratif, karena peneliti belum memiliki kelas secara langsung dan peneliti berkolaborasi dengan guru kelas dalam melakukan penelitian. PTK kolaboratif yakni guru bekerja sama dengan orang lain, orang lain sebagai peneliti sekaligus pengamat (Wahit Murni dan Nur Ali, 2010: 15). 3.2. Setting Penelitian 3.2.1. Tempat penelitian Penelitian ini dilakukan di kelas IV SD Kumpulrejo 03 Salatiga, Kecamatan Argomulyo. 26
27 3.2.2. Waktu penelitian Waktu penelitian awal semester II tahun 2013/2014, bulan Januari 2014. Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2014. 3.3. Subyek Penelitian Subyek penilaian adalah peserta didik kelas IV SD Negeri Kumpulrejo 03 Salatiga, Kecamatan Argomulyo tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah peserta didik 26 anak, 17 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. 3.4. Variabel penelitian Menurut Sugiyono (2010: 60), variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. 1. Variabel Bebas (X) Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat) (Sugiyono, 2010: 61). Dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah metode talking stick dengan bantuan media 2. Variabel terikat (Y) Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2010: 61). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar dan keaktifan peserta didik. 3.5. Langkah-langkah pelaksanaan PTK Langkah-langkah pelaksanaa PTK menurut Arikunto (2008: 18) menyatakan bahwa secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilalui dalam melaksanakan penelitian tindakan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Adapun metode langkah-langkah pelaksanaan PTK dapat dilihat pada gambar 3.1:
28 Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan? Gambar 3.1 Prosedur PTK (Arikunto, 2008: 13) Berdasarkan Prosedur PTK pada gambar 3.1 maka penjelasan masingmasing tahap akan dijelaskan sebagai berikut : 3.5.1. Perencanaan Menurut Arikunto (2008: 17), dalam tahapan perencanaan peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Dalam tahap perencanaan ini meliputi sebagai berikut : 1. Menelaah materi pembelajaran Matematika kelas IV yang akan dilakukan tindakan penelitian dengan menelaah indikator-indikator pelajaran dengan kolaborator. 2. Menentukan tempat dan waktu pelaksanaan penelitian. 3. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai indikator yang telah ditetapkan dengan metode talking stick dengan bantuan media. 4. Menyiapkan lembar observasi yang akan digunakan dalam penelitian. 5. Menyiapkan alat evaluasi yang berupa LKS dan evaluasi.
29 3.5.2. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan dalam PTK, dimaksudkan sebagai aktivitas yang di rancang dengan otomatis untuk menghasilkan adanya peningkatan atau perbaikan dalam pembelajaran dan praktek pendidikan dalam kondisi kelas tertentu. PTK merupakan implementasi tindakan yang telah di tetapkan pada tahap perencanaan (Arikunto, 2008: 18). Pelaksanaan tindakan ini dilakukan dalam dua siklus. Siklus pertama tentang materi operasi hitung penjumlahan bilangan bulat yaitu dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran melalui penerapan metode talking stick dengan bantuan media. Siklus kedua yaitu tentang materi operasi hitung pengurangan bilangan bulat, dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran yang sama untuk memperbaiki kekurangan dalam pembelajaran di kelas pada siklus pertama. 3.5.3. Observasi Arikunto (2008: 127) menyatakan bahwa Observasi adalah kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Kegiatan observasi dilaksanakan dengan menggunakan instrumen dan yang menjadi fokus pengamatan adalah kegiatan peserta didik dan guru sesuai dengan skenario pembelajaran. Kegiatan observasi dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru pengamat untuk mengamati keterampilan guru, aktivitas peserta didik, dan keaktifan peserta didik ketika mengikuti pembelajaran Matematika dengan penerapan metode talking stick dengan bantuan media. 3.5.4. Refleksi Refleksi berupa pantulan melakukan refleksi berarti memantulkan atau mengingat kembali kejadian lampau sehingga dapat dijawab mengapa itu terjadi (Aqib 2010: 78). Pada tahapan ini dilakukan analisis hasil observasi. Kemudian dilakukan refleksi apakah tindakan dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik, keterampilan guru dan pemahaman peserta didik terhadap materi bilangan
30 bulat. Hasil analisis digunakan sebagai pertimbangan untuk merencanakan siklus berikutnya, dan dilanjutkan sampai penelitian dinyatakan tuntas atau berhasil. Kegiatan ini dilakukan setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan, dan berkesinambungan. Hasil refleksi digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan kegagalan yang dicapai dalam tindakan, dan merupakan masukan bagi peneliti dalam merencanakan dan melaksanakan tindakan berikutnya. Refleksi yang dilakukan untuk mengkaji dan menganalisis pelaksanaan tindakan pada siklus I dengan cara mengidentifikasi baik kemajuan maupun kendala yang masih dihadapi. Hasil refleksi tersebut digunakan untuk memperbaiki rencana tindakan pada siklus II, jika hasil tersebut mencapai target indikator keberhasilan, maka penelitian di hentikan. 3.6. Perencanaan Tahapan Penelitian 3.6.1. Siklus I Siklus I dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan, setiap pertemuan dilakukan selama 2 jam pelajaran (2 x 35 menit). Secara lebih rinci prosedur pelaksanaan penelitian pada siklus I dapat dijabarkan pata tabel 3.1: Tahapan Perencanan Tabel 3.1 Tahapan Siklus I Siklus I Pertemuan 1 Pertemuan 2 a. Menentukan pokok bahasan Matematika tentang penjumlahan bilangan bulat. b. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan metode talking stick dengan bantuan media. c. Menyusun lembar pertanyaan/ soal yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. d. Menyiapkan sumber dan media pembelajaran berupa garis bilangan dan permainan buka tutup. e. Menyiapkan alat evaluasi berupa tes tertulis untuk peserta didik beserta kunci jawabannya. f. Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati keterampilan guru, aktivitas peserta didik dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran operasi hitung bilangn bulat melalui penerapan metode talking stick dengan bantuan media
31 Tindakan Pertemuan 1 Pertemuan 2 1. Kegiatan Awal 1) Guru mengkondisikan kelas agar peserta didik siap mengikuti pembelajaran 2) Guru memberikan apersepsi kepada peserta didik 3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi 1) Peserta didik bertanya jawab dengan guru mengenai bilangan bulat. 2) Guru menjelaskan/penanaman pengertian konsep mengenai penjumlahan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan. 3) Guru membentuk kelompok yang terdiri ± 6 orang 4) Guru memberikan media garis bilangan kepada tiap kelompok serta memberikan LKS. 5) Peserta didik berkelompok dan berdiskusi mengerjakan LKS yang diberikan kepada tiap kelompok dengan mengunakan media garia bilangan. b. Elaborasi 1) Setelah peserta didik selesai mengerjakan tugas kelompok, Peserta didik membaca dan mempelajari materi pelajaran yang telah didiskusikan. 2) Peserta didik menutup buku pelajaran dan memperhatikan perintah guru. 3) Guru memutarkan musik 1. Kegiatan Awal 1) Guru mengkondisikan kelas agar peserta didik siap mengikuti pembelajaran 2) Guru memberikan apersepsi kepada peserta didik 3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi 1) Peserta didik bertanya jawab dengan guru mengenai materi yang lalu, tentang penjumlahan bilangan bulat dengan media garis bilangan. 2) Guru menjelaskan materi pelajaran dengan media permaianan buka tutup yang telah dipersiapkan. 3) Guru membentuk kelompok yang terdiri ± 6 orang 4) Guru memberikan media permainan buka tutup kepada tiap kelompok serta memberikan LKS. 5) Peserta didik berkelompok dan berdiskusi mengerjakan LKS yang diberikan kepada tiap kelompok dengan mengunakan media permainan buka tutup. b. Elaborasi 1) Setelah peserta didik selesai mengerjakan tugas kelompok, Peserta didik membaca dan mempelajari materi pelajaran yang telah didiskusikan. 2) Peserta didik menutup buku pelajaran dan memperhatikan perintah guru. 3) Guru memutarkan musik dan
32 dan guru mengambil tongkat untuk diberikan kepada peserta didik 4) Guru memberikan tongkat kepada salah satu peserta didik dan meminta peserta didik untuk memberikan tongkatnya kepada peserta didik lainnya secara berurutan selama musik berlangsung. 5) Setelah musik berhenti guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik yang terakhir memegang tongkat. Pertanyaan yang diberikan guru berkaitan dengan tugas yang telah diselesaikan secara berkelompok. 6) Peserta didik yang memegang tongkat, maju kedepan kelas dan menjawab pertanyaan guru dengan menggunakan media garis bilangan yang telah dibagikan guru. Demikian seterusnya sampai sebagian besar peserta didik mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru dengan menggunakan media garis bilangan yang telah dibagikan guru. c. Konfirmasi 1) Guru mengadakan refleksi tentang materi yang telah diajarkan 2) Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari mengenai penanaman konsep penjumlahan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan. guru mengambil tongkat untuk diberikan kepada peserta didik 4) Guru memberikan tongkat kepada salah satu peserta didik dan meminta peserta didik untuk memberikan tongkatnya kepada peserta didik lainnya secara berurutan selama musik berlangsung. 5) Setelah musik berhenti guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik yang terakhir memegang tongkat. Pertanyaan yang diberikan guru berkaitan dengan tugas yang telah diselesaikan secara berkelompok. 6) Peserta didik yang memegang tongkat, maju kedepan kelas dan menjawab pertanyaan guru dengan menggunakan media permainan buka tutup yang telah dipersiapkan guru. Demikian seterusnya sampai sebagian besar peserta didik mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru dengan menggunakan media yang telah dibagikan guru. c. Konfirmasi 1) Guru mengadakan refleksi tentang materi yang telah diajarkan 2) Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari mengenai penanaman konsep penjumlahan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan.
33 Observasi Refleksi 3. Kegiatan Akhir 1) Guru pertanya jawab tentang materi yang belum di pahami 2) Guru mengadakan evaluasi/quis tentang materi yang telah diajarkan. 3) Guru memberikan tindak lanjut. 3. Kegiatan Akhir 1) Guru pertanya jawab tentang materi yang belum di pahami 2) Guru mengadakan evaluasi tentang materi yang telah di ajarkan 3) Peserta didik mengerjakan tugas dari guru. Observer melakukan pengamatan terhadap situasi yang terjadi selama kegiatan pembelajaran berlangsung, mencatat perilaku atau kejadian yang terjadi pada keadaan yang sebenarnya, dan dilakukan selama proses pembelajaran dari kegiatan awal sampai kegiatan akhir. Hal-hal yang perlu diamati dan dicatat oleh observer dalam lembar observasi, di antaranya: a. Keterampilan guru dalam menggunakan metode talking stick dengan bantuan media, baik dalam tindakan awal, tindakan inti maupun tindakan akhir. b. Aktivitas peserta didik dan keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran melalui metode talking stick dengan bantuan media. c. Menganalis hasil belajar Matematika dengan menggunakan metode talking stick dengan bantuan media. Data dikumpulkan kemudian dianalisis oleh peneliti. Analsis dilakukan dengan cara mengukur baik secara kuantitaif maupun kualitatif. a. Menganalisis data hasil observasi keterampilan guru, aktivitas peserta didik dan keaktifan peserta didik, melalui metode talking stick dengan bantuan media siklus I. b. Menganalisis data hasil belajar peserta didik, mengunakan metode talking stick dengan bantuan media siklus 1. Kegiatan ini dilakukan secara kolaborasi oleh peneliti dengan observer atau pengamat setelah siklus I terlaksana. Refleksi digunakan untuk mengetahuai kekurangan dan kelebihan pada siklus I yang dilakkukan dengan 2 kali pertemuan serta faktor-faktor lain yang menyebabkan kesulitan peserta didik dan guru sehingga diperlukan perbaikan untuk kesempurnaan pada pelaksanaan siklus II. 3.6.2. Siklus II Siklus II dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan, setiap pertemuan dilakukan selama 2 jam pelajaran (2 x 35 menit). Secara lebih rinci prosedur pelaksanaan penelitian pada siklus II dapat dijabarkan pada tabel 3.2:
34 Tabel 3.2 Tahapan Siklus II Siklus I Tahapan Pertemuan 1 Pertemuan 2 Perencanaan a. Menentukan pokok bahasan Matematika tentang bilangan bulat b. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menggunakan metode tallking stick dengan bantuan media. c. Menyusun lembar pertanyaan/soal yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran d. Menyiapkan sumber dan media pembelajaran berupa garis bilangan dan permainan buka tutup. e. Menyiapkan alat evaluasi berupa tes tertulis untuk peserta didik beserta kunci jawabannya. f. Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati aktivitas peserta didik, keterampilan guru dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran Matematika mengenai operasi hitung bilangn bulat melalui metode talking stick berbantaun media. Tindakan Pertemuan 1 Pertemuan 2 1. Kegiatan Awal 1) Guru mengkondisikan kelas agar peserta didik siap mengikuti pembelajaran 2) Guru memberikan apersepsi kepada peserta didik mengenai pengunaan bilangan bulat dalam kehidupan seharihari 3) Guru memotivasi peserta didik tentang pentingnya menguasai materi yang diajarkan 4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi 1) Peserta didik bertanya jawab dengan guru mengenai materi pengurangan bilangan 1. Kegiatan Awal 1) Guru mengkondisikan kelas agar peserta didik siap mengikuti pembelajaran 2) Guru memberikan apersepsi kepada peserta didik mengenai pengunaan bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari 3) Guru memotivasi peserta didik tentang pentingnya menguasai materi yang diajarkan 4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi 1) Peserta didik bertanya jawab dengan guru mengenai pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan yang sudah
35 bulat. 2) Guru menjelaskan materi penanaman konsep pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan. 3) Guru membentuk kelompok yang terdiri ± 6 orang 4) Guru memberikan media garis bilangan kepada tiap kelompok serta memberikan LKS kepada peserta didik. 5) Peserta didik berkelompok dan berdiskusi mengerjakan LKS yang diberikan kepada tiap kelompok dengan menggunakan media garis bilangan. b. Elaborasi 1) Setelah peserta didik selesai mengerjakan tugas kelompok, Peserta didik membaca dan mempelajari materi pelajaran yang telah didiskusikan. 2) Peserta didik menutup buku pelajaran dan memperhatikan perintah guru. 3) Guru memutarkan musik dan guru mengambil tongkat untuk diberikan kepada peserta didik 4) Guru memberikan tongkat kepada salah satu peserta didik dan meminta peserta didik untuk memberikan tongkatnya kepada peserta didik lainnya secara berurutan selama musik berlangsung. dipelajari. 2) Guru menjelaskan materi mengenai pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan permainan buka tuutp. 3) Guru membentuk kelompok yang terdiri ± 6 orang 4) Guru memberikan media garis bilangan dan permainan buka tutup kepada tiap kelompok serta memberikan LKS kepada peserta didik. 5) Peserta didik berkelompok dan berdiskusi mengerjakan LKS yang diberikan kepada tiap kelompok dengan menggunakan media permainan buka tutup. b. Elaborasi 1) Setelah peserta didik selesai mengerjakan tugas kelompok, Peserta didik membaca dan mempelajari materi pelajaran yang telah didiskusikan. 2) Peserta didik menutup buku pelajaran dan memperhatikan perintah guru. 3) Guru memutarkan musik dan guru mengambil tongkat untuk diberikan kepada peserta didik 4) Guru memberikan tongkat kepada salah satu peserta didik dan meminta peserta didik untuk memberikan tongkatnya kepada peserta didik lainnya secara berurutan selama musik berlangsung. 5) Setelah musik berhenti guru memberikan pertanyaan kepada peserta
36 5) Setelah musik berhenti guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik yang terakhir memegang tongkat. Pertanyaan yang diberikan guru berkaitan dengan tugas yang telah diselesaikan secara berkelompok. 6) Peserta didik yang memegang tongkat, maju ke depan kelas dan menjawab pertanyaan guru dengan menggunakan media garis bilangan yang telah dibagikan guru. Demikian seterusnya sampai sebagian besar peserta didik mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru dengan menggunakan media yang telah dibagikan guru. c. Konfirmasi 1) Guru mengadakan refleksi tentang materi yang telah diajarkan 2) Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari mengenai penanaman konsep penjumlahan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan. 3. Kegiatan Akhir 1) Guru pertanya jawab tentang materi yang belum di pahami 2) Guru mengadakan evaluasi tentang materi didik yang terakhir memegang tongkat. Pertanyaan yang diberikan guru berkaitan dengan tugas yang dikerjakan secara berkelompok. 6) Peserta didik yang memegang tongkat, maju ke depan kelas dan menjawab pertanyaan guru dengan menggunakan media permainan buka tutup yang telah dibagikan guru. Demikian seterusnya sampai sebagian besar peserta didik mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru dengan menggunakan media yang telah dibagikan guru. c. Konfirmasi 1) Guru mengadakan refleksi tentang materi yang telah diajarkan 2) Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari mengenai penanaman konsep penjumlahan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan. 3. Kegiatan Akhir 1) Guru pertanya jawab tentang materi yang belum di pahami 2) Guru mengadakan evaluasi tentang materi yang telah di ajarkan 3) Peserta didik mengerjakan tugas dari guru.
37 Observasi Refleksi yang telah di ajarkan. 3) Guru memberikan tindak lanjut Observer melakukan pengamatan terhadap situasi yang terjadi selama kegiatan pembelajaran berlangsung, mencatat perilaku atau kejadian yang terjadi pada keadaan yang sebenarnya, dan dilakukan selama proses pembelajaran dari kegiatan awal sampai kegiatan akhir. Hal-hal yang perlu diamati dan dicatat oleh observer dalam lembar observasi, di antaranya: a. Keterampilan guru dalam menggunakan metode talking stick dengan bantuan media, baik dalam tindakan awal, tindakan inti maupun tindakan akhir. b. Aktivitas peserta didik dan keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran melalui metode talking stick dengan bantuan media. c. Menganalis hasil belajar Matematika dengan menggunakan metode talking stick dengan bantuan media. Adapun refleksi yang dilakukan peneliti meliputi: a. Menganalisis data hasil observasi keterampilan guru, aktivitas peserta didik dan keaktifan peserta didik, melalui metode talking stick dengan bantuan media siklus II. b. Menganalisis data hasil belajar peserta didik, mengunakan metode talking stick dengan bantuan siklus 1I. Data observasi dianalisis, kemudian dilakukan refleksi kegiatan siklus II. Kegiatan ini dilakukan secara kolaborasi dengan peneliti dan obeserver yang bertujuan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari target yang ditetapkan. Dengan adanya peningkatan hasil keterampilan guru, hasil belajar dan keaktifan peserta didik dengan metode talking stick dengan bantuan media yang telah mencapai tujuan target keberhasilan, maka penelitan dihentikan. 3.7. Data dan Teknik Pengumpulan Data 3.7.1. Sumber data 1. Guru Sumber data guru berasal dari lembar observasi guru dalam menerapkan metode talking stick dengan bantuan media. 2. Peserta didik Sumber data peserta didik diperoleh dari lembar observasi peserta didk, keaktifan peserta didik dari data yang diperoleh secara sistematik
38 selama pelaksanaan siklus pertama sampai siklus kedua, dan dari hasil evaluasi belajar kognitif peserta didik. 3. Data dokumen Sumber data dokumen berasal dari data awal hasil tes sebelum maupun setelah dilaksanakan tindakan. Selain itu, proses kegiatan pembelajaran dapat dilihat melalui foto yang diambil selama pelaksanaan tindakan dengan menerapkan metode talking stick dengan bantuan media. 4. Observasi Sumber data observasi berupa data keterampilan guru, aktivitas peserta didik dan keaktifan peserta didik yang diambil selama pelaksanaan tindakan dengan menerapkan metode talking stick dengan bantuan media. 3.7.2. Jenis Data 1. Data kuantitatif Data kuatitatif adalah data yang berbentuk bilangan atribut (Heriyanto&Akib, 2007: 23). Data kuantitatif adalah data yang bisa diselidiki secara langsung dan bisa dihitung dengan menggunakan alat ukur sederhana. Data kuantitatif diwujudkan dengan hasil pelaksanaan tes evaluasi pada setiap akhir siklus dengan menerapkan metode talking stick dengan bantuan media 2. Data kualitatif Data kualitatif adalah data yang berbentuk kategori atau atribut (Heriyanto&Akib, 2007: 23) data yang berbentuk kalimat yang diperoleh selama proses pembelajaran berlangsung dan wawancara yang berhubungan dengan pandangan atau sikap peserta didik, antusiasme peserta didik dalam belajar, dan keaktifan peserta didik. Data kualitatif diperoleh dari hasil pengamatan (observasi) dengan menggunakan lembar pengamatan keterampilan guru, aktivitas peserta didik, dan keaktifan peserta didik, serta dokumentasi berupa foto
39 selama proses pembelajaran Matematika dengan metode talking stick dengan bantuan media 3.7.3. Teknik pengumpulan data 1. Teknik tes Menurut Poerwanti (2008: 1.5) yang dimaksud dengan tes adalah seperangkat tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik untuk mengukur tingkat pemahaman dan penguasaan terhadap cakupan materi yang dipersyaratkan dan sesuai dengan tujuan tertentu. Tes evaluasi diberikan kepada peserta didik secara individu untuk mengetahui kemampuan kognitif peserta didik. Tes ini dilaksanakan pada setiap akhir pembelajaran siklus I dan siklus II. 2. Teknik non tes Adapaun beberapa teknik non tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Observasi Menurut Poerwanti (2008: 2.26) observasi merupakan kegiatan mengevaluasi proses dan hasil belajar dapat dilakukan secara formal yaitu dengan menggunakan instrument yang sengaja dirancang untuk mengamati unjuk kerja dan kemajuan peserta didik, maupun dapat dilakukan secara informal yaitu tanpa menggunakan instrument observasi. Dalam penelitian ini model observasi digunakan untuk mengamati keterampilan guru, aktivitas peserta didik, dan keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran matematika dengan menerapkan metode talking stick dengan bantuan media. b. Dokumentasi Dokumentasi merupakan sebuah catatan dari peristiwa yang sudah berlalu. Dalam penelitian ini dokumentasi digunakan untuk memperkuat data yang diperoleh dalam observasi. Dokumen yang
40 digunakan dalam penelitian ini berupa daftar nilai peserta didik. Foto juga digunakan peneliti sebagai dokumentasi guna menggambarkan proses kegiatan pembelajaran selama pelaksanaan tindakan berlangsung. 3.7.4. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa intrumen tes dan observasi. Instrumen tes digunakan untuk memperoleh data hasil belajar matematika melalui penerapan metode talking stick dengan bantuan media. Instrumen observasi untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan yang berupa instrumen keterampilan guru, aktivitas peserta didik dan keaktifan peserta didik. Adapun kisi-kisinya soal evaluasi siklus I dan Siklus II dapat dilihat pada tabel 3.3: No SK KD 1. 5. Menjuml ahkan dan mengura ngkan bilangan bulat Tabel 3.3 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus I dan Siklus II 5.2 Menju mlahk an bilang an bulat Materi Pokok Penjumlahan bilangan bulat dengan menggunaka n garis bilanagan dan tanpa garis bilangan (dengan permainan buka tutup) Indikator Menjelaskan pengertian bilangan bulat Menjumlahk an dua bilangan positif Menjumlahk an dua bilangan negatif Menjumlahk an bilangan positif dan bilangan negatif No. Item 1 2, 11, 20 3,6, 10, 15, 17, 19. 4, 5, 7, 8, 9, 12, 13, 14, 16, 18 Bentuk Soal Pilihan ganda
41 2 5. Menjuml ahkan dan mengura ngkan bilangan bulat 5.3 Mengu rangka n bilang an bulat Mengurangk an bilangan bulat dengan menggunaka n garis bilanagan dan tanpa garis bilangan (dengan permainan buka tutup) Mengurangk an dua bilangan positif Mengurangk an dua bilangan negatif Mengurangk an bilangan positif dengan negatif Mengurangk an bilangan negatif dengan positif 1, 7, 11, 12, 13, 18. 2, 3, 5, 6, 19. 8, 15, 16, 14, 20. 4, 9, 10, 17. Pilihan Ganda Kisi-kisi observasi keterampilan guru, aktivitas peserta didik dan keaktifan peserta didik dapat dilihat pada tabel 3.4 : No Aspek yang diteliti 1 Keterampilan guru dalam pembelajaran Matematika Melalui penerapan metode Talking stick dengan bantuan media Tabel 3.4 Kisi-Kisi Observasi Indikator 1. Melaksanakan Pra pembelajaran (Keterampilan membuka) 2. Membuka Pelajaran (keterampilan membuka pelajaran). 3. Kegiatan Inti a) Menggali pengetahuan peserta didik. b) Membimbing peserta didik kedalam kelompok c) Menyajikan media d) Membimbing peserta didik kedalam pembelajaran melalui penerapan metode talking stick. e) Memberikan penguatan materi dan kesimpulan Sumber Data 1. Guru 2. Foto Alat/ Istrumen Lembar Observasi
42 2 Aktivitas Pserta didik dalam pembelajaran Matematika melalui penerapan metode Talking stick dengan bantuan media 3 Keaktifan peserta didik dalam pembelajaran Matematika melalui penerapan metode Talking stick dengan bantuan media. dalam pembelajaran. 4. Pengunaan waktu dan bahasa dalam pembelajaran 5. Kegiatan menutup pelajaran (keterampilan menutup pelajaran). 1. Kegiatan Pra pembelajaran 1. Peserta didik 2. Foto 2. Kegiatan awal pembelajaran 3. Kegiatan inti dalam pembelajaran a) Menggali pengetahuan dengan bertanya jawab. b) Ber kelompok c) Pengunaan media d) Penerapan metode talking stick.. e) Memberikan kesimpulan dalam pembelajaran. 4. Pengunaan bahasa dalam pembelajaran 5. Kegiatan penutup 1. Mempersiapkan diri dalam menerima pembelajaran 2. Memperhatikan Media yang digunakan guru 3. Melaksanakan perintah guru 4. Melakukan pembelajaran dengan metode talking stick 5. Menanyakan hal-hal yang belum dipahami 6. Menyimpulkan materi bersama guru dan melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. 7. Mengerjakan soal evaluasi. 1. Peserta didik. 2. Foto Lamber observasi Lembar observasi 3.8. Analisis Data 1. Data kuantitatif Data kuantitatif berupa hasil belajar kognitif, dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dengan menentukan ketuntasan belajar secara klasikal. Data kuantitatif diperoleh dari hasil nilai pra siklus, siklus I dan siklus II kemudian dibandingkan dalam bentuk persentase.
43 Adapun langkah-langkah untuk menganalisis data kuantitatif adalah sebagai berikut: 1. Mengjitung nilai yang diperoleh peserta didik Skor = B N X 100 Keterangan : B = Jumlah benar N = Banyak butir soal (skor maksimal) (Poerwanti, 2008: 6.3) 2. Menghitung persentase ketuntasan belajar klasikal P = Σ Peserta didik yang tuntas belajar Σ seluruh peserta didik x 100 % Keterangan: P = Persentase peserta didik yang tuntas (Aqib, 2010: 41) Hasil belajar peserta didik kemudian dikelompokkan ke dalam dua kategori tuntas dan tidak tuntas, kriteria ketuntasan hasil belajar peserta didik dapat dilhat pada tabel 3.4: Tabel 3.5 Kriteria Ketuntasan Hasil Belajar Peserta Didik Klasikal Kriteria ketuntasan Individual Kualifikasi 100% 62 Tuntas <100% < 62 Tidak tuntas 2. Data kualitatif Data kualitatif berupa data hasil observasi keaktifan peserta didik, aktivitas peserta didik dan ketrampilan guru. Data kualitatif dipaparkan dalam kalimat yang dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan. Data kualitatif ini diperoleh dari pengolahan data yang didapat dari instrument pengamatan keaktifan peserta didik, instrument pengamatan keterampilan guru, dan aktivitas peserta didik.
44 Munurut Poerwanto (dalam Aminah 2011: 143) menerangkan cara untuk mengolah data skor sebagai berikut: 1) Menentukan skor terendah; 2) Menentukan skor tertinggi; 3) Mencari median 4) Membagi rentang nilai menjadi 4 kategori (sangat baik, baik, cukup, kurang). Kemudian setelah langkah kita tentukan kita dapat menghitung data skor dengan cara sebagai berikut: n = (T-R) + 1 keterangan : R = skor rendah T= skor tertinggi n= banyaknya skor Q2 = median Letak Q2 = 2 (n +1) untuk data ganjil atau genap 4 Q1 = kuartil pertama Letak Q1 = 1 (n+2) untuk data genap 4 Q1 = 1 (n+1) untuk data ganjil 4 Q3 = kuartil ketiga Letak Q3 = 1 (3n+2) untuk data genap 4 Q3= 3 (n+1) untuk data ganjil 4 Q4 = kuartil keempat = T Nilai yang didapat dari lembar observasi kemudian dimasukkan dalam tabel kriteria ketuntasan data kualitatif. Kriteria data kuantitatif dapat lihat pada tabel 3.6 :
45 Tabel 3.6 Kriteria Data Kualitatif Skor Kriteria Q3 skor T Sangat Baik (A) Q2 skor < Q3 Baik (B) Q1 skor < Q2 Cukup (C) R skor < Q1 Kurang (D) Poerwanto (dalam Aminah 2011: 143) Indikator keaktifan peserta didik yang hendak di teliti pada penelitian ini sebanyak 7 indikator adalah sebagai berikut : 1) mempersiapkan diri dalam menerima pembelajaran. (emotional activities); 2) memperhatikan media garis bilangan dan permainan buka tutup yang digunakan guru (visual activities); 3) melaksanakan perintah guru (listening activities, emotional activities, visual activities, oral activities); 4) melakukan pembelajaran dengan metode talking stick. (mental activities), 5) Menanyakan hal-hal yang belum dipahami. (oral activities); 6) menyimpulkan materi bersama guru dan melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. (mental activities); 7) mengerjakan soal evaluasi. (writing activities,drawing activities). Setiap indikator aktivitas peserta didik tersebut memiliki nilai maksimal 4 (sesuai dengan descriptor). Maka untuk menentukan skor tingkatan nilai pada keaktifan peserta didik menggunakan perhitungan sebagai berikut: Skor maksimal : 7 x 4 = 28 Skor minimal : 7 x 0 = 0 n=(t-r) + 1 n=(28 0 ) + 1 = 29 Q2 = median, Q2 = 2 (n +1) 4 = 2 4 x30 = 15
46 Q1 = Kuartil pertama, letak Q1 = 1 4 (n+1) = 1 4 (29+1) = 7,5 = 8 Q3 = Kuartil ketiga, letak Q3 = 3 4 (n+1) = 3 4 (29+1)=22,5= 23 Q4 = Kuartil keempat =T=28 Skor Kriteria keaktifan peserta didik dapat dilihat pada tabel 3.7 : Tabel 3.7 Skor Kriteria Keaktifan Peserta Didik Skor Kriteria 23 skor 28 Sangat Baik (A) 15 skor < 23 Baik (B) 8 skor < 15 Cukup (C) 0 skor < 8 Kurang (D) Tabel 3.7 diperoleh dari skor tiap indikator keaktifan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran Matematika dengan menerapkan metode talking stick dengan bantuan media. Untuk menentukan skor tingkatan nilai pada keterampilan guru menggunakan perhitungan sebagai berikut: Skor maksimal : 27 x 1 = 27 Skor minimal : 27 x 0 = 0 n=(t-r) + 1 n=(27 0 ) + 1 = 28 Q2 = median, Q2 = 2 (n +1) 4 = 2 4 x 29 = 14,5=15 Q1 = Kuartil pertama, letak Q1 = 1 4 (n+1) = 1 4 (28+1) = 7,25 =7
47 Q3 = Kuartil ketiga, letak Q3 = 3 4 (n+1) = 3 (28+1)=21.75=22 4 Q4 = Kuartil keempat =T T=27 Skor Kriteria keterampilan guru dapat dilihat pada tabel 3.8 : Tabel 3.8 Skor Kriteria Keterampilan Guru Skor Kriteria 22 skor 27 Sangat Baik (A) 15 skor < 22 Baik (B) 7 skor < 15 Cukup (C) 0 skor < 7 Kurang (D) Untuk menentukan skor tingkatan nilai pada aktivitas peserta didik menggunakan perhitungan sebagai berikut: Skor maksimal : 22 x 4 = 88 Skor minimal : 22 x 0 = 0 n= (T-R) + 1 n=(88 0 ) + 1 = 87 Q2 = median, Q2 = 2 (n +1) 4 = 2 4 x 88 = 44 Q1 = Kuartil pertama, letak Q1 = 1 4 (n+2) = 1 4 (87+2) = 22,25 = 22 Q3 = Kuartil ketiga, letak Q3 = 1 4 (3n+2) = 1 4 (3.88+1)=66,25 = 66 Q4 = Kuartil keempat =T T=22
48 Skor Kriteria aktivitas peserta didik dapat dilihat pada tabel 3.9 : Tabel 3.9 Skor Kriteria Aktivitas Peserta Didik Skor Kriteria 66 skor 88 Sangat Baik (A) 44 skor < 66 Baik (B) 22 skor < 44 Cukup (C) 0 skor < 22 Kurang (D) 3.9. Indikator Kinerja Untuk mengukur keberhasilan tiap-tiap siklus dalam penelitian tindakan kelas ini, tolak ukurnya adalah sistem belajar tuntas yaitu pencapaian nilai KKM 62. Keberhasilan belajar diukur apabila setiap peserta didik telah mencapai nilai 62 maka dikatakan berhasil tuntas dan secara klasikal apabila sebanyak 100% peserta didik telah mencapai nilai KKM. Peningkatan keaktifan peserta didik dengan kriteria keberhasilannya yaitu meningkat kriteria minimal baik dengan (15 skor< 23) dan kriteria maksimal sangat baik dengan (23 skor 28). 3.10. Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrumen. Sebuah instrumen dinyatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat (Arikunto, 2008: 34). Uji validitas dilakukan oleh bantuan SPSS 16,0. Tentang kriteria tinggi rendahnya validitas setiap butir instrumen, ada kriteria tertentu. Kriteria intrumen menurut Saifuddin Azwar (dalam Naniek Sulistya Wardani, 2010: 35) menyatakan bahwa suatu item instrumen dianggap valid jika memiliki koefissien corrected item to total correlation 0,20. Kriteria inilah yang digunakan untuk menentukan apakah item valid atau tidak. Menghitung validitas bertujuan untuk menilai ketepatan instrument tersebut dalam mengukur kemampuan peserta didik.
49 Hasil uji validitas soal yang telah dilakukan sebelum penelitian dapat dilihat pada tabel 3.10: Tabel 3.10 Hasil Uji Validitas 25 Soal Pada Siklus I Scale Mean if Item Deleted Item-Total Statistics Scale Variance if Item Deleted Corrected Item- Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted soal1 15.1500 36.976.072.899 soal2 15.4500 35.524.306.894 soal3 14.9000 36.621.346.892 soal4 15.3000 33.379.673.884 soal5 15.3000 35.168.360.892 soal6 15.2500 33.671.632.885 soal7 15.5500 34.155.588.887 soal8 15.3500 33.187.703.883 soal9 15.2500 33.671.632.885 soal10 15.2500 34.618.463.890 soal11 15.3000 33.589.635.885 soal12 15.4000 32.463.840.880 soal13 15.2500 33.566.651.885 soal14 14.8500 37.608.000.895 soal15 14.9500 35.945.425.891 soal16 15.3500 33.397.666.884 soal17 15.1000 35.779.307.893 soal18 15.2000 34.484.502.889 soal19 15.3500 34.555.463.890 soal20 15.1500 38.766 -.236.905 soal21 15.1000 35.989.267.894 soal22 15.2000 32.695.835.880 soal23 15.1500 35.818.279.894 soal24 15.3500 32.661.799.881 soal25 14.9500 36.050.396.891 Berdasarkan tabel 3.10 dapat dilihat validitas soal pada kolom Coreected item-total Correlation. Dari data diatas didapatkan hasil bahwa 25 soal, ada 22 soal yang valid, dan 3 soal yang tidak valid karena nilai corrected item total correlationnya kurang dari 0,2. Soal yang valid adalah nomor 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 13,15, 16, 17, 18, 19. 21, 22, 24, 24, 25. Sedangkan soal yang tidak valid adalah nomor 1, 14, dan 20.
50 Hasil uji validitas setelah dikurangi 3 soal tidak valid pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel 3.11 : Tabel 3.11 Hasil Uji Validitas Soal Setelah Dikurangi 3 soal tidak valid pada siklus I Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item- Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted soal2 13.0500 36.155.289.915 soal3 12.5000 37.105.367.912 soal4 12.9000 33.779.694.905 soal5 12.9000 35.463.400.912 soal6 12.8500 34.134.642.907 soal7 13.1500 34.555.611.907 soal8 12.9500 33.734.698.905 soal9 12.8500 34.345.604.908 soal10 12.8500 34.976.492.910 soal11 12.9000 34.095.638.907 soal12 13.0000 32.842.864.901 soal13 12.8500 34.134.642.907 soal15 12.5500 36.576.399.912 soal16 12.9500 33.945.660.906 soal17 12.7000 36.326.305.914 soal18 12.8000 35.116.483.910 soal19 12.9500 35.208.441.911 soal21 12.7000 36.326.305.914 soal22 12.8000 33.326.812.903 soal23 12.7500 36.092.326.913 soal24 12.9500 33.103.811.903 soal25 12.5500 36.682.370.912 Berdasarkan tabel 3.11 dapat diketahui bahwa uji validitas soal pada siklus I yang berjumlah 25, ada 22 soal yang valid dan ada 3 soal yang tidak valid. Hal tersebut terjadi karena nilai corrected item total correlationnya kurang dari 0,2. Hasil uji validitas soal pada siklus II dapat dilihat pada tabel 3.12 :
51 Tabel 3.12 Hasil Uji Validitas 25 Soal Pada Siklus I Scale Mean if Item Deleted Item-Total Statistics Scale Variance if Item Deleted Corrected Item- Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted soal1 17.1500 24.976.535.838 soal2 16.9500 26.261.430.843 soal3 16.9500 26.155.465.843 soal4 17.1000 25.253.507.840 soal5 17.3000 23.484.802.827 soal6 17.0500 26.261.305.846 soal7 17.1000 25.989.337.845 soal8 17.1500 24.661.606.836 soal9 17.1500 25.818.350.845 soal10 17.1500 25.608.396.843 soal11 17.2000 25.432.414.843 soal12 17.1000 26.305.266.848 soal13 17.0000 26.632.251.848 soal14 17.2000 24.379.640.834 soal15 17.1500 25.082.512.839 soal16 17.2500 25.776.330.846 soal17 17.1000 27.358.034.855 soal18 17.1500 27.397.019.857 soal19 17.0500 26.050.357.845 soal20 17.1500 24.766.583.837 soal21 17.2500 24.724.548.838 soal22 17.0500 27.418.029.855 soal23 17.3000 23.905.711.831 soal24 17.3000 25.274.425.842 soal25 17.1000 27.568 -.011.857 Berdarkan tabel 3.12 dapat dilihat validitas soal ada kolom Coreected item- Total Correlation. Dari data diatas didapatkan hasil bahwa 25 soal, ada 21 soal yang valid, dan 4 soal yang tidak valid karena nilai corrected item total correlationnya kurang dari 0,2. Soal yang valid adalah nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 19. 20, 21, 23, 24, Sedangkan soal yang tidak valid adalah nomor 17, 18, 22, dan 25. Hasil uji validitas setelah dikurangi 4 soal tidak valid pada siklus II dapat dilihat pada tabel 3.13:
52 Tabel 3.13 Hasil Uji Validitas Soal setelah Dikurangi 4 Soal tidak Valid pada Siklus II Scale Mean if Item Deleted Item-Total Statistics Scale Variance if Item Deleted Corrected Item- Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted soal1 14.1500 23.503.529.868 soal2 13.9500 24.682.444.871 soal3 13.9500 24.576.479.871 soal4 14.1000 23.779.498.869 soal5 14.3000 22.116.783.858 soal6 14.0500 24.682.315.875 soal7 14.1000 24.200.397.872 soal8 14.1500 23.082.627.865 soal9 14.1500 24.239.362.874 soal10 14.1500 24.239.362.874 soal11 14.2000 23.958.404.872 soal12 14.1000 24.726.274.876 soal13 14.0000 25.053.258.876 soal14 14.2000 23.011.614.865 soal15 14.1500 23.713.480.870 soal16 14.2500 23.987.385.873 soal19 14.0500 24.576.341.874 soal20 14.1500 23.292.578.866 soal21 14.2500 23.355.520.868 soal23 14.3000 22.432.712.861 soal24 14.3000 23.695.438.871 Berdasarkan tabel 3.13 uji validitas soal pada siklus I yang berjumlah 25, ada 21 soal yang valid dan ada 4 soal yang tidak valid. Hal tersebut terjadi karena nilai corrected item total correlationnya kurang dari 0,2. 3.11. Reliabilitas Reliabilitas adalah ukuran konsistensi internal dari indikator-indikator sebuah variabel bentukkan yang menunjukkan derajad sampai dimana masingmasing indikator itu mengindikasikan sebuah variabel bentukan yang umum. Rumus reliabilitas dengan metode Alpha adalah: α = k k 1 [ 1 Σsx2 Σ s tot ] Keterangan: α : koefisien realibilitas alpha
53 k : jumlah item Σ x 2 : jumlah varians item Σ s tot : jumlah varians total Kriteria untuk menentukan tingkat reliabilitas instrument digunakan pedoman yang dikemukakan oleh George dan Mallery (dalam Naniek Sulistya Wardani, 2010: 35) sebagai berikut: α 0,7 : tidak dapat diterima 0,7 < α 0,8 : dapat diterima 0,8 < α 0,9 : reliabilitas bagus α > 0,9 : reliabilitas memuaskan Berdasarkan teknik alpha diatas nilai reliabilitas instrumen yang dapat diterima harus lebih dari 0,7. Hasil reliabilitas soal evaluasi siklus I dapat dilihat pada tabel 3.14: Tabel 3.14 Hasil Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus I Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.913 22 Berdasarkan tabel 3.14 menunjukkan bahwa pada kolom Cronbach s Alpha sebesar 0,913 yang berarti reliabilitas memuaskan. Kolom N of Items menunjukkan jumlah soalnya yaitu 22. Hasil reliabilitas soal evaluasi siklus II dapat dilihat pada tabe 3.15: Tabel 3.15 Hasil Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus II Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.875 21 Berdasarkan tabel 3.15 menunjukkan bahwa pada kolom Cronbach s Alpha sebesar 0,875 yang berarti reliabilitas bagus. Kolom N of Items menunjukkan jumlah soalnya yaitu 21. Hal ini membuktikan bahwa soal sudah termasuk dalam kriteria reliable memuaskan dan baik. Data yang digunakan adalah reliable dan dapat digunakan untuk penelitian.