BAB IV TEKNIS PERANCANGAN 4.1 Jenis Komik Berdasarkan data perancangan yang telah terkumpul, baik data yang berupa data primer maupun data sekunder maka penulis menyimpulkan bahwa penyampaian informasi edukatif atau sarana pembelajaran kreatif atau komik edukatif sangat diperlukan di era modern ini. Komik yang penulis pilih untuk perancangan tugas akhir adalah komik serial yang bersifat edukatif serta di bumbui muatan lokal unsur nasionalisme di dalamnya. Komik ini akan berukuran A5 atau 148 x 210 mm, berbentuk portrait dengan isi halaman Black & White dengan raster atau tone. 4.2 Teknis Warna Komik ini sengaja tidak dibuat berwarna agar imajinasi anak lebih berkembang. Ketika melihat komik hitam putih, maka warna yang kita lihat bukan hanya di mata, tapi di otak kita dan juga sengaja dibuat dalam bentuk hitam putih agar lebih sederhana dan lebih mudah dicerna oleh pembaca. Komik yang berukuran A5 ini akan memiliki warna Black & White dengan raster atau tone dot, stripes serta square untuk menciptakan warna gray ataupun black yang solid. 64
Penulis menggunakan material Tone dalam Software Manga Studio EX 4 dengan pilihan jenis raster Dot 65L dengan intensitas kepekatan dari 10% sampai 90% Gambar.17 Intensitas Raster 65
4.3 Teknis Layout Sequence Berdasarkan penilitian yang dilakukan oleh Dr. Mario R. Garcia dan Pagie Stark tahun 2007. Di wilayah-wilayah pengguna bahasa dan tulisan latin. Orang membaca dari kiri ke kanan, dari atas ke bawah. Karena itu pada materi-materi publikasi. Urutan/alur pembacanya kebanyakan didesain berdasarkan kecenderungan tersebut. Namun tidak hanya itu saja. Arah gerak mata juga dipengaruhi oleh hal-hal lain berupa pemberian emphasis/pembedaan pada suatu objek, seperti warna, ukuran, style, dan lain-lain. Kecenderungan lain adalah membaca dengan sequence seperti huruf Z, selain itu banyak juga sequence lainnya supaya lebih mudah mengingatnya diwakilkan dengan huruf-huruf : C, L, T, I dan banyak lagi. Oleh karena itu penulis memilih layout Sequence yang juga umum digunakan pada komik lokal atau komik Indonesia, juga komik amerika dan latin. Contoh Layout yang penulis gunakan : Gambar.18. Contoh Layout yang digunakan 66
Contoh hasil akhir : Gambar.19 Contoh Hasil Akhir 67
4.4 Teknis Media Media utama yang penulis buat untuk perancangan tugas akhir adalah Komik berukuran A5 atau 148 x 210 mm, dengan isi halaman 120 termasuk kover. Komik dicetak pada kertas HVS Paperone 100gram Premium Presentation, yang memiliki tekstur lembut dengan tingkat kecerahan putih yang sangat tinggi sehingga kontras dengan isi komik yang menggunakan warna black & white. Hasil akhir komik : Gambar.20 Hasil Akhir Komik 68
Proses Kerja Proses pembuatan media utama dilakukan dalam beberapa tahap seperti yang terlihat pada tabel : Gambar.21 Proses Kerja SKETCH LINEART INKING SCANNING TONING & RASTERING TEXTING & EDITING PROOFING PRINTING & BINDING 69
4.4.1 Sketch Tahap pertama adalah Sketch atau tahap pembuatan sketsa Dilakukan pada media kertas A4 297mm x 210mm Paperone HVS 80gsm menggunakan pensil HB yang tipis, cocok untuk membuat sketsa. Dilakukan dengan pembuatan panel di awal, kemudian membuat sketsa karakter. Gambar.22 Sketch 70
4.4.2 Lineart Tahap kedua adalah Lineart atau penegasan garis pada sketsa Setelah proses sketsa selesai garis-garis sketsa dipertegas menggunakan pensil 2B, 3B dan 4B. Gambar.23 Lineart 71
4.4.3 Inking Setelah tahap lineart, proses Inking dilakukan Proses ini dilakukan dengan Drawing Pen 0,2, 0,1, dan 0,01 untuk mempertegas dan memperjelas lineart untuk proses berikutnya. Gambar.24 Inking 72
4.4.4 Scanning Berikutnya adalah tahap Scanning Gambar.25 Scanning Ini merupakan proses digitalisasi, proses ini dilakukan menggunakan scanner Canon Scan Lide 100, dengan Software Adobe Photoshop CS6 menggunakan fitur Import - > WIA Support. Dengan memilih Scan Black & White 600dpi, kemudian melakukan adjustment pada file seperti tingkat kecerahan, contrast dan level. Juga dilakukan proses pembersihan jika ada garis atau noda-noda yang tidak diinginkan dengan menggunakan eraser tool. 73
4.4.5 Toning & Rastering Proses berikutnya adalah Toning & Rastering Gambar.26 Toning & Rastering Proses ini dilakukan dengan menggunakan software Manga Studio EX 4 untuk toning dan pemberian raster. Raster yang digunakan adalah Dot 65L dengan intensitas 10% - 90%. Setelah proses toning & rastering selesai export file menggunakan fitur Export File in Dimension. Proses Export menjadi file JPEG dengan ukuran file aslinya atau A5. 74
4.4.6 Texting & Editing Berikutnya adalah proses Texting & Editing Gambar.27 Texting & Editing Proses ini dilakukan di Adobe Photoshop CS6, dengan menggunakan workspace Typography untuk mempermudah pemberian kata atau teks dalam panel-panel komik serta editing untuk final design. 4.4.6.1 Font Font yang digunakan dalam isi tiap halaman pada komik ini hanyalah Comic Sans, karena Comic Sans adalah Font keluarga sans serif yang diwajibkan sebagai standar dalam dunia komik. Comic Sans MS Penggunaan ukuran font dalam komik ini beragam yang berkisar antara 8pt untuk ukuran paling kecil, 14pt untuk ukuran umum dan 30pt untuk ukuran yang paling besar 75
4.4.7 Proofing Proofing merupakan tahap terakhir sebelum dicetak, proofing merupakan proses approval atau persetujuan untuk naik cetak. Proofing juga merupakan proses cek ulang perhalaman komik dari mulai ukuran, toning & raster serta teks. Jika dirasa ada yang kurang atau terdapat kesalahan, maka akan kembali ke proses sebelumnya sampai akhirnya fix di tahap proofing. Contoh proofing sebelum dicetak : Gambar.28 Proofing 76
Proses berikutnya adalah Printing & Binding atau Pencetakan dan Penjilidan sampai akhirnya menjadi sebuah buku komik. Tampak Belakang Tampak Depan Gambar.29 Cover Komik KOMIK Ukuran : A5 / 148mm x 210mm Material : Isi : Paperone HVS 100gsm Cover : Art Cartoon 260gsm Finishing : Cover : Laminasi Doff Teknik Cetak : Digital Printing 77
Perhitungan Biaya Cetak Isi Komik Ongkos CTP : Rp. 30.000 x 15 plat (120 halaman/8 A2) = Rp. 450.000 Ongkos Cetak : Rp. 50.000 x 15 (plat) = Rp. 750.000 Kertas : Rp. 1000 x 1500 (Plano HVS) = Rp. 1.500.000 Ongkos Potong : = Rp. 50000 Rp. 2.750.000 Cover Komik Ongkos CTP : Rp. 30.000 x 1 (plat) x 4 (warna) = Rp. 120.000 Ongkos Cetak : Rp. 50.000 x 1 (plat) x 4 (warna) = Rp. 200.000 Kertas : Rp. 3000 x 125 (Plano art carton) = Rp. 375.000 Ongkos Potong : = Rp. 50000 Rp. 645.000 Finishing Laminasi Doff : Rp. 0.25 x 42 cm x 60 cm x 125 = Rp. 78.500 Jilid : Rp. 1000 x 500 Komik = Rp. 500.000 Sisir : = Rp. 100.000 Rp. 678.500 Sehingga harga per-satuan Komik adalah : 2.750.000 + 645.000 + 678.500 = Rp. 4.073.500 Rp. 4.073.500 : 500 buah = Rp. 8.147 78
4.5 Media Pendukung 4.5.1 Ruler Bookclip Pembatas buku merupakan salah satu souvenir dengan biaya produksi yang murah namun cukup efektif dengan perkiraan sebagian besar pengunjung stand komik ini adalah mereka yang gemar membaca. PEMBATAS BUKU Gambar.30 Pembatas Buku Ukuran : 9,4 cm x 19 cm Material : Art Cartoon 320gsm Finishing : Laminasi Doff Teknik Cetak : Digital Printing 79
Media Pendukung yang penulis buat untuk mendukung Komik ini adalah Ruler Bookclip atau pembatas buku yang bisa menjadi penggaris, memiliki ukuran 9,4 cm x 19 cm, pembatas buku merupakan media yang cukup mendukung untuk sebuah buku komik, khususnya buku yang memiliki halaman lebih dari 100 halaman. Dibuat pada media art cartoon 320 gsm dengan laminasi doff pada finishing nya. Serta ada 3 variasi desain dengan karakter yang berbeda. Gambar.31 Varian Pembatas Buku 80
4.5.2 Map Penulis memilih Map kertas berukuran A4 yang dimaksudkan sebagai media pendukung, karena segmentasi perancangan tugas akhir ini adalah pelajar SMA yang notabene masih sangat berhubungan dengan banyaknya kertas-kertas dalam kegiatan sekolahnya, map sebagai media pendukung dipilih guna membantu mereka untuk menyimpan filefile sekolah mereka dalam map ini. Map dirancang dengan teknik melipat Art Carton A3 menjadi 2 halaman, merekatkan bagian bawah halaman, lalu memotong bagian ujung atas kanan di kedua belah halaman. Muka halaman depan map diisi dengan ilustrasi berwarna dari tokoh komik, sedangkan halaman belakang di sematkan logo pada bagian bawah halaman. 81
MAP Ukuran : A4 297mm x 210mm Material : Art Cartoon 260 gsm Finishing : Tanpa Laminasi Teknik Cetak : Digital Printing Tampak Belakang Tampak Depan Gambar.32 Map Tampak Depan 82
4.5.3 Poster Poster dirancang dengan informasi peluncuran atau launching komik Archipelago yang sasaran utamanya dikhususkan kepada pelajar SMA. Menggunakan ilustrasi tokoh utama dari komik ini, serta memberikan informasi tempat dan waktu acara. 83
Penulis juga membuat 3 variasi poster ilustrasi namun bukan sebagai publikasi, melainkan untuk media pendukung komik sebagai media utama 84
Gambar.33 Varian Poster POSTER Ukuran : A3 297mm x 420mm Material : Art Paper 160gsm Finishing : Tanpa Laminasi Teknik Cetak : Digital Printing 85
4.5.4 X-Banner X-Banner dirancang dengan ilustrasi seperti cover pada komik Archipelago, namun dibuat pada ukuran 160 x 60 cm, X-Banner merupakan salah satu media pendukung untuk sebuah acara launching Komik. Gambar.34 X-Banner X-BANNER Ukuran : 160 x 60 cm Material : Flexy Korea Finishing : Laminasi Doff Teknik Cetak : Digital Printing 86
4.5.5 Standing Character Standing Character disini dirancang sebagai karakter yang mengajak pengunjung untuk dating ke stand launching Komik Archipelago, dibuat menjadi Cutting Banner yang di rekatkan pada Styrofoam dengan ketebalan 4cm. Gambar.35 Standing Character STANDING CHARACTER Ukuran : 170 x 100 cm Material : Desain : Flexy Korea Penopang : Styrofoam 4cm Finishing : Tanpa Laminasi Teknik Cetak : Digital Printing 87
4.5.6 Mini Characters Selain Standing Character, penulis juga membuat mini characters yang dirancang dengan karakter utama komik ini dengan penggayaan chibi juga beberapa setting objek yang disusun menjadi sebuah diorama. Mini character akan sangat menarik perhatian pengunjung untuk dating ke Stand Launching Komik Archipelago ini. MINI CHARACTERS Gambar.36 Mini Characters Ukuran : 11 x 6 cm Material : Art Carton 260 gsm Finishing : Tanpa Laminasi Teknik Cetak : Digital Printing 88
4.6 Merchandise 4.6.1 Pin Selain sebagai souvenir, pin ini juga sangat efektif digunakan sebagai media promosi berjalan karena sangat mudah dibawa kemana-mana. pin di buat dengan 5 macam bentuk desain. Gambar.37 Pin PIN Ukuran : 6 x 6 cm Material : Art Paper 160 gsm Finishing : Laminasi Doff Teknik Cetak : Digital Printing 89
4.6.2 Sticker Stiker adalah sebuah lembaran kecil atau kertas yang bisa ditemelkan atau di rekatkan ke benda lain. Stiker merupakan media yang sangat relatif disukai oleh sebagian masyarakat dan sangat fleksible, dalam artian media ini dapat ditempatkan dimanapun tergantung selera, sehingga stiker memiliki kemampuan sebagai media promosi periklanan yang sangat efektif. Gambar.38 Sticker 90
4.6.3 Wobbler Wobbler adalah bagian dari Point of Sales, sebagai media informasi atau sign promotion, wobbler disini dirancang menggunakan ilustrasi yang menarik untuk menarik perhatian pengunjung pameran. Gambar.40 Wobbler 91
4.6.4 T-Shirt Dengan bahan Cotton Combed 30s dan Digital Sablon Printing, T-shirt bergambar karakter utama tokoh komik ini cukup menarik sebagai sebuah merchandise promosi. Gambar.41 T-Shirt 92
4.7 Studi Karakter 93
94
Gambar.42 Characters Design 95
4.8 Penggayaan Style atau penggayaan yang penulis gunakan disini adalah gaya manga atau komik jepang, gaya manga mendominasi di Indonesia dan sangat di minati oleh banyak penggemar khususnya remaja, ciri utama gaya manga adalah garisnya yang halus, rambut yang cukup detail, mata besar, serta proporsi tubuh yang lebih kartunis. Gambar.43 Penggayaan Gambar 96
4.9 Estimasi Waktu Kegiatan TA Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Brief Pencarian Data Penetapan Gaya Asistensi 1 Sketsa Asistensi 2 Lineart & Inking Toning & Rastering Texting & Editing Asistensi 3 Asistensi 4,5,6 & 7 Printing & Binding Pameran & Sidang Tabel.10 Estimasi Waktu 97