APPENDIX A PERHITUNGAN NERACA MASSA Kapasitas Pabrik : 0.000 Kg/hari Satuan Waktu : hari Satuan Massa : Kg Jumlah Freezer : buah Jumlah Batch : batch. Pencucian I Asumsi: berat air dan es yang digunakan adalah setengah dari berat ikan segar yang masuk pada tahap pencucian I, pertambahan berat ikan segar setelah proses pencucian I sebesar 0,%, dan kotoran yang terbuang ke saluran limbah sebesar 0,0% dari berat ikan segar. Berat air dan es: 0, x.770,3 Kg =.3, Kg Berat ikan segar setelah proses pencucian: (00%+0,%) x.770,3 Kg =.6,37 Kg (00%-0,0%) x.6,37 Kg =.0,96 Kg Berat kotoran: 0,0% x.6,37 Kg =, Kg Masuk Kg Keluar Kg Ikan segar Air pencuci.770,3.3,.0,96 Ikan segar ke saluran limbah: Air Kotoran (0,0%)*.339,, Total 3.6, Total 3.6,
3. Sortasi dan Grading Asumsi: ikan b/s (below standart) sebesar 0,% dari berat ikan. Ikan yang lolos dalam proses sortasi sebesar 99,% dan ikan yang di reject sebesar 0,%. Ikan yang lolos proses sortasi: 99,% x.0,96 Kg =.79,3 Kg Ikan yang di reject: 0,% x.0,96 Kg =,6 Kg Masuk Kg Keluar Kg Ikan segar.0,96 Ikan segar Ikan b/s (0,%)*.79,3,6 Total.0,96 Total.0,96 3. Penyisikan Asumsi: limbah sisik ikan sebesar % dari berat ikan. Ikan yang dihasilkan setelah proses penyisikan sebesar 9% dan sisik yang terbuang sebesar %. Sisik yang terbuang: % x.79,3 Kg =,9 Kg Ikan yang dihasilkan setelah proses penyisikan: (00%-%) x.79,3 Kg =.30,6 Kg Masuk Kg Keluar Kg Ikan segar.79,3 Ikan segar Sisik (%)*.30,6,9 Total.79,3 Total.79,3. Pencucian II Asumsi: berat air dan es yang digunakan adalah setengah dari berat ikan segar yang masuk pada tahap pencucian II, pertambahan berat ikan segar setelah proses pencucian II sebesar 0,%, dan
kotoran yang terbuang ke saluran limbah sebesar 0,0% dari berat ikan segar. Berat air dan es: 0, x.30,6 Kg =.,0 Kg Berat ikan segar setelah proses pencucian: (00%+0,%) x.30,6 Kg =.3,77 Kg (00%-0,0%) x.3,77 Kg =.337,60 Kg Berat kotoran: 0,0% x.3,77 Kg =, Kg Masuk Kg Keluar Kg Ikan segar Air pencuci.30,6.,0.337,60 Ikan segar ke saluran limbah: Air Kotoran (0,0%)*.07,7,7 Total 33.6, Total 33.6,. Filleting Asumsi: limbah kepala, tulang, isi perut dan darah ikan masing-masing sebesar 33%, 9,%, dan 0,%. Rendemen fillet skin on yang dihasilkan sebesar 7%. Limbah kepala ikan: 33% x.337,60 Kg = 7.37, Kg Limbah tulang ikan: 9,% x.337,60 Kg =.3,3 Kg Limbah isi perut dan darah ikan: 0,% x.337,60 Kg =,69 Kg Fillet ikan: 7% x.337,60 Kg = 0.9,67 Kg Masuk Kg Keluar Kg Ikan segar.337,60 Fillet ikan (skin on) Ke saluran limbah: Kepala (33%)* Tulang (9,%)* Isi perut, darah dan lainlain (0,%)* 0.9,67 7.37,.3,3,69 Total.337,60.337,60
6. Pencabutan duri Asumsi: limbah duri ikan sebesar % dari berat fillet ikan yang masuk dalam proses pencabutan duri. Fillet ikan yang dihasilkan setelah proses pencabutan duri sebesar 9% dan duri yang terbuang sebesar %. Duri yang terbuang: % x 0.9,67 Kg = 09,97 Kg Fillet ikan yang dihasilkan setelah proses pencabutan duri: 9% x 0.9,67 Kg = 0.,70 Kg Masuk Kg Keluar Kg Fillet ikan (skin on) 0.9,67 Fillet ikan (skin on) Duri (%)* 0.,70 09,97 Total 0.9,67 Total 0.9.67 7. Trimming Asumsi: limbah sisa daging dan darah ikan sebesar 3% dari berat fillet ikan yang masuk dalam proses trimming. Fillet ikan yang dihasilkan setelah proses trimming sebesar 97% dan sisa daging yang terbuang sebesar 3%. Sisa daging yang terbuang: 3% x 0.,70 Kg = 30,66 Kg Fillet ikan yang dihasilkan setelah proses trimming: 97% x 0.,70 Kg = 9.90,0 Kg Masuk Kg Keluar Kg Fillet ikan (skin on) 0.,70 Fillet ikan (skin on) Ke saluran limbah: Sisa daging, darah, dll. (3%)* 9.90,0 Kg 30,66 Kg Total 0.,70 Total 0.,70 Kg
6. Pencucian III Asumsi: berat air dan es yang digunakan dan berat fillet ikan adalah : Masuk Kg Keluar Kg Fillet ikan (skin on) 9.90,0 Fillet + air 0.000,00 Air pencuci 9.90,0 Air pencuci 9.960,0 Total 9.960,0 Total 9.960,0 9. Pembekuan Asumsi: berat fillet beku sama dengan berat fillet yang masuk dalam proses pembekuan. Masuk Kg Keluar Kg Fillet 0.000,00 Fillet beku 0.000,00 Total 0.000,00 Total 0.000,00
APPENDIX B PERHITUNGAN NERACA ENERGI Produk : Fillet ikan kakap merah beku Kapasitas bahan baku : 0.000 kg/hari Kapasitas produksi : 0.000 Kg/hari Satuan panas : Kilo Joule (kj) Satuan waktu : Hari Satuan suhu : C Suhu basis (t b ) : 0 C Suhu ikan mula-mula (t a ) : C Suhu air blast freezer (t f ) : -0 C Suhu cold storage (t c ) : - C Fase padatan : Ikan Fase cairan : Air Panas spesifik air (Cp a ) :,9 kj/kg C Panas spesifik es (Cp e ) :,0 kj/kg C Panas spesifik ikan segar (Cp is ) : 3, kj/kg C Panas spesifik ikan beku (Cpi b ) :,67 kj/kg C Panas laten air/es ( e ) : 33 kj/kg Panas laten ikan ( i ) : 76 kj/kg. Air Blast Freezer Masuk Entalpi bahan masuk (A) = {m is x Cpi s x (t a -t b )} + {m a x Cp a x (t a -t b )} = {.000 x 3, x (-0)} + {.000 x,9 x (-0)} = 7.00+.900 = 69.00 kj 7
Diasumsikan panas yang disuplai dari sekitarnya (B) = 0,0Q Keluar Entalpi bahan keluar (C) = [m ib x {Cp ib x (t f -t b ) + i }] + [m e x {Cp e x (t f -t b ) + e }] = [000 x {,67 x (-0-0) - 76}] + [000 x {,0 x (-0-0) - 33}] = -.7.00 + (-3.000) = -3.76.00 kj Panas refrigerant (yang diserap oleh bahan) = Q Jumlah energi masuk = Jumlah energi keluar A + B = C + D 69.00 + 0,0Q = -3.76.00 + Q 3.7.00 = 0,9Q Q = 3.9.63,79 kj Panas yang disuplai dari sekitarnya (B) = 0,0Q = 0,0 x 3.9.63,79 = 97.3,79 kj. Cold Storage Masuk Entalpi bahan masuk (A) = {m ib x Cp ib x (t f -t b )} + {m e x Cp e x (t f -t b )} = {.000 x,67 x (-0-0)} + {.000 x,0 x (-0-0)} = -3.00 + (-6.000) = -69.00 kj Diasumsikan panas yang disuplai dari sekitarnya (B) = 0,0Q
9 Keluar Entalpi bahan keluar (C) = [m ib x {Cp ib x (t c -t b ) + i }] + [m e x {Cp e x (t c -t b ) + e }] = [.000 x {,67 x (--0) - 76}] + [.000 x {,0 x (--0) - 33}] = -..000 + (-77.00) = -3.3.00 kj Panas refrigerant (yang diserap oleh bahan) = Q Jumlah energi masuk = Jumlah energi keluar A + B = C + D -69.00 + 0,0Q = -3.3.00 + Q.66.00 = 0,9Q Q =.73.79,7 kj Panas yang disuplai dari sekitarnya (B) = 0,0Q = 0,0 x.73.79,7 = 37.69,7 kj
APPENDIX C PERHITUNGAN BIAYA UTILITAS C.. Air Pipa untuk percabangan A : Q = 3,3 m 3 /hari = 3,3 m 3 /hari : =,07 m 3 /jam =,3. 0-3 m 3 /s =,3 Kg/s =,9 lb/s 3 3,3 0 m = s 3 ft s m m 0,0 / 0,30 0,30m 0,30m ft ft ft Diketahui : Viskositas air ( ) pada suhu 30 C = 0,03 cps =,397.0 - lb/ft.s Densitas air ( ) pada suhu 30 C = 99,7 Kg/m 3 = 6,9 lb/ft 3 Berdasarkan Peter dan Timmerhaus (99), diameter (D) pipa yang sesuai adalah: D = 3,9 Q 0, ft 3 /s 0,3 lb/ft 3 = 3,9 (0,0) 0, ft 3 /s (6,9) 0,3 lb/ft 3 =,6 inch inch Diameter dalam commercial steel pipe inch (scheduled 0) adalah m (Singh, 00). Q Va p A Keterangan : Va = laju alir air (ft/s) Q = debit massa air (lb/s) 90
9 A = luas penampang pipa (ft ) massa jenis (lb/ ft 3 ) D = 0,0 m x /0,30 ft/m = 0,7 ft A = ¼ x x D = ¼ x x (0,7) = 0,033 ft lb Q,9 Va s,70 ft 0, 3m p A 6,9lb 0,033 ft s s 3 ft Perhitungan bilangan Reynolds (N Re ) N Re Va D 6,9 3 lb / ft,70 ft / s 0,7,397 0 lb ft. s ft 3,670 00<N Re <000 Aliran Transisi Faktor Friksi (f) Nilai faktor friksi (f) = 0,0096 (ditentukan dari grafik The Moody Diagram for the Fanning Friction Factor. Equivalent roughness untuk pipa dengan bahan steel =,7 0-6 m (Singh, 00). 6 RelativeRoughness=,7 0 m,70 0 0, 0009 D 0,0m Perhitungan Persamaan Fanning (E f ) E f. major u L f D 0,0096 (0,3 m / s) 0,0 m 0,979 J / Kg 09 m Asumsi digunakan yang digunakan adalah standard elbow 90, threaded dan gate valve, fully open
9 E f.min or. u c ff (, 0,) (0,3 0,330J / Kg m / s) C fe = 0, (,-0) =0, E f.min or. u c fe (0,3m / s) 0, 0,067 J / Kg Perhitungan Energi Pompa (Ep) P P ( u u ) Ep g( z z) E f 0,3 0 0 ( 3,J / Kg. major E f.min or ) (9,,00) 0,979 0,330 0,067 Perhitungan Daya Pompa Daya pompa = Ep m = 3, J/Kg,3 Kg/s = 3,36 J/s Asumsi: Efisiensi pompa = 60% 00 Maka daya pompa yang dibutuhkan 60 3, 36,06 watt Daya pompa yang digunakan adalah daya pompa air di pasaran yang paling kecil yaitu 0 Watt. Pipa untuk percabangan B : Q = 6,6 m 3 /hari
93 = 6,6 m 3 /hari : = 0,07 m 3 /jam =,3. 0 - m 3 /s = 0,3 Kg/s = 0,9 lb/s 3,3 0 m = s 3 3 7,906 0 ft / s 3 0,03 ft 3 m Berdasarkan Peter dan Timmerhaus (9), diameter (D) pipa yang sesuai adalah: D = 3,9 Q 0, ft 3 /s 0,3 lb/ft 3 = 3,9 (7,906.0-3 ) 0, ft 3 /s (6,9) 0,3 lb/ft 3 = 0,76 inch inch Diameter pipa yang digunakan adalah commercial steel pipe inch (scheduled 0) dengan diameter dalam 0,06 m (Singh, 00). Va Q p A Keterangan : Va = laju alir air (ft/s) Q = debit massa air (lb/s) A = luas penampang pipa (ft ) massa jenis (lb/ ft 3 ) D = 0,06 m x /0,30 ft/m = 0,067 ft A = ¼ x x D = ¼ x x (0,067) = 0,009 ft lb Va Q 0,9 s,3 ft 0, m p A 6,9lb 0,009 ft s 0 s 3 ft
9 Perhitungan bilangan Reynolds (N Re ) N Re 3 Va D 6,9 lb / ft,3 ft / s 0,067 ft 36,6,397 0 lb ft. s N Re >000 Aliran turbulent Faktor Friksi (f) Nilai faktor friksi (f) = 0,00 (ditentukan dari grafik The Moody Diagram for the Fanning Friction Factor. Equivalent roughness untuk pipa dengan bahan steel =,7 0-6 m (Singh, 00). 6 Relative Roughness =,7 0 m 0, 073 D 0,006m Perhitungan Persamaan Fanning (E f ) E f. major u L f D 0,00 (0,0 m / s) 0,06 m 3,3 J / Kg 7 m Asumsi digunakan standard elbow 90, threaded dan gate valve, fully open E f.min or. u c ff (, 0,) (0,0 0,66 J / Kg C fe = 0, (,-0) =0, m / s)
9 E f.min or. u c fe (0,0m / s) 0, 0,0 J / Kg Perhitungan Energi Pompa (Ep) P P ( u u ) Ep g( z z) E f 0,0 0 0 ( 0,0J / Kg. major E f.min or ) (9,,00) 3,3 0,66 0,0 Perhitungan Daya Pompa Daya pompa = Ep m = 0,0 J/Kg 0,3 Kg/s = 0,090 J/s Asumsi: Efisiensi pompa = 60% Maka daya pompa yang dibutuhkan 00 60 0, 090 0,036 Watt Daya pompa yang digunakan adalah daya pompa air di pasaran yang paling kecil yaitu 0 Watt. Biaya air: Biaya sewa/bulan = Rp 3.000,00 Harga air/m 3 = 0-0 m 3 = Rp.00,00 0 m 3 = Rp 3.0,00 Di atas 0 m 3 = Rp.67,00 Kebutuhan air/bulan =., m 3 Biaya pembelian air/bulan
96 = (0 m 3 xrp.00,00)+(0 m 3 xrp3.0,00) + (09, x Rp.67,00) = Rp.000,00 + Rp 3.00,00 + Rp.9.66,00 = Rp.73.6,00 Biaya pemakaian air/tahun = (Rp 3.000,00 + Rp.73.6,00) x bulan = Rp 6.9.3,- Air untuk minum karyawan: Kebutuhan air minum =, m 3 /bulan = 3,0 m 3 /tahun = 3.00 L/tahun galon = 9,00 L galon = Rp.00,00 Total biaya yang dibutuhkan untuk kebutuhan air minum karyawan per tahun = (3.00 :9) x Rp.00,00 = Rp 6.97.97,37
97 C.. Listrik Kebutuhan listrik untuk mesin, peralatan dan penerangan dapat dilihat pada Tabel C. dan C.. Tabel C.. Kebutuhan Listrik untuk Mesin dan Peralatan per Jam Total Daya Waktu Energi No Nama mesin Jumlah Daya (KW) (jam) (KWh) (KW) 3 6 7 9 0 Timbangan ikan Timbangan digital Mesin Strapping Ban Mesin kemas vakum Air Blast Freezer (ABF) Cold Storage Room Ante Room Kompressor Kondensor Pompa Blower Cooling tower 0,0 0,06 0,37 0,37,00 0,6 0, 0,37 0,7,00 6 0,6 0,7 0,7,96 6,00 3 6,0,0,30 3,70 0,0,70,0 3,30,0,0 7,0,00,0,0 79,0,0,60,0,00 6,0,0 Total,06
9 Tabel C.. Kebutuhan Lumen untuk Penerangan No Area Ukuran Luas Luas Ft (m ) (ft ) Cd Lumen.. x (x3) 6x 9,7,3 0 6,6 3, 3... 6. 7.. 9. 0... 3... 6. 7.. 9. 0. Pos keamanan Tempat penerimaan bahan baku Tempat penyimpanan es Kantor Mushola Poliklinik Laboratorium Kantin karyawan Mess karyawan Kamar mandi Ruang ganti karyawan Ruang teknik dan mesin Ruang penyimpanan limbah padat kering Ruang produksi Air blast freezer Cold storage Anteroom Ruang penyimpanan pengemas sekunder Ruang penyimpanan pengemas primer dan pelabelan Ruang penampung air 0x 0x6 x x x x 0x0 x(6x6) x(x3) x(0x) 0x0 0x x(x) 3x(x) 0x3 6x 6x 0X0 0 0 0 0 0 00 30 00 00 300 0 6 30 30 30 00 3, 9,7 69, 30,7,9 30,7 6, 0,0 3,93 076,3 076,3 39, 3, 973,09 3,93 3,93 3,93 076,3 0 0 0 0 30 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3,3 97, 69,06 30,7 6,6 30,7 6,0 770,7 39,30,60 076,6 6, 3,3 9730,9 39, 39, 39, 076,6 *ft² = 0,099 m² Menurut Perry (90), lumen output untuk : a. Lampu TL 0 Watt = 00 b. Lampu TL 0 Watt = 960
99 Keterangan:. Penerangan untuk pos keamanan menggunakan TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 00 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk pos keamanan = 3.93 =0,0= 00 Jika terdapat (dua) pos keamanan, jumlah lampu yang dibutuhkan = x =. Penerangan untuk tempat penerimaan bahan baku menggunakan TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 00 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk tempat penerimaan bahan baku = 3, = 3,3= 00 3. Penerangan untuk tempat penyimpanan es menggunakan TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 00 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk tempat penyimpanan es 3,3 = = 6,73=7 00. Penerangan untuk kantor menggunakan lampu TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 00 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk kantor = 97, = 6,=7 00. Penerangan untuk mushola menggunakan lampu TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 00 69,06 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk mushola = = 3,36= 00 6. Penerangan untuk poliklinik menggunakan lampu TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 00
00 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk poliklinik = 30,7 =,3=6 00 7. Penerangan untuk laboratorium menggunakan lampu TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 00 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk laboratorium = 6,6 =,07=9 00. Penerangan untuk kantin karyawan menggunakan lampu TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 00 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk kantin karyawan = 30,7=,3=6 00 9. Penerangan untuk mess karyawan menggunakan lampu TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 960 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk mess karyawan = 6,0 = 3,9= 960 0. Penerangan untuk kamar mandi menggunakan lampu TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 00 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk kamar mandi = 937,7 =,=3 00 Jika terdapat (empat) kamar mandi, jumlah lampu yang dibutuhkan = x3=. Penerangan untuk ruang ganti karyawan menggunakan TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 00 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk ruang ganti karyawan = 6,6 =,0=3 00
0 Jika terdapat (dua) ruang ganti karyawan, jumlah lampu yang dibutuhkan adalah x3=6. Penerangan untuk ruang teknik dan mesin menggunakan TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 960 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk ruang teknik = 076,3 =,9=6 960 Jika terdapat (dua) ruang teknik, jumlah lampu yang dibutuhkan =x6= 3. Penerangan untuk ruang penyimpanan limbah padat yang kering menggunakan lampu TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 00 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk ruang penyimpanan limbah padat yang kering = 076,6 = 3,6= 00. Penerangan untuk ruang produksi menggunakan lampu TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 960 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk ruang produksi = 6, = 3,9 =33 960. Penerangan untuk air blast freezer menggunakan lampu TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 00 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk air blast freezer = 69,07 = 3,36 = 00 Jika terdapat (dua) air blast freezer, jumlah lampu yang dibutuhkan adalah x= 6. Penerangan untuk cold storage menggunakan lampu TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 960
0 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk cold storage = 676,96 =,6 = 9 960 Jika terdapat 3 (tiga) cold storage, jumlah lampu yang dibutuhkan adalah 3x9=7 7. Penerangan untuk anteroom menggunakan lampu TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 00 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk anteroom= 39, =,0 = 00. Penerangan untuk ruang penyimpanan pengemas sekunder menggunakan lampu TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 00 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk ruang penyimpanan pengemas sekunder = 39, =,0 = 00 9. Penerangan untuk ruang penyimpanan pengemas primer dan pelabelan menggunakan lampu TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 00 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk ruang penyimpanan pengemas primer dan pelabelan = 39, =,0 = 00 0. Penerangan untuk ruang penyediaan air menggunakan lampu TL 0 W Lumen output lampu TL 0 W = 00 Jumlah lampu yang dibutuhkan untuk ruang penyediaan air = 076,6 = 3,6 = 00
03 No.. 3... 6. 7.. 9. 0... 3.. 6. 7.. 9. 0. Tabel C.3 Daya yang Digunakan untuk Penerangan/Hari Ruang Pos keamanan Tempat penerimaan bahan baku Tempat penyimpanan es Kantor Mushola Poliklinik Laboratorium Kantin karyawan Mess karyawan Kamar mandi Ruang ganti karyawan Ruang teknik dan mesin Ruang penyimpanan limbah padat kering Ruang produksi Air blast freezer Cold storage Anteroom Ruang penyimpanan pengemas sekunder Ruang penyimpanan pengemas primer dan pelabelan Ruang penampung air Jumlah lampu (buah) 7 7 6 9 6 6 33 7 Daya (W) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Lama Pemakaian (jam) 3 Total Daya (KWh) 0, 0,6 0, Total 3, 3 0,6,36 0,0 0,60 0,96 0,60,,9 0,96 3,, 0,6 0,6,3 0,0 0,0 0,0 Total kebutuhan listrik Total daya = daya untuk mesin dan peralatan + daya untuk penerangan =,06 + 3, = 7, KW
0 Perhitungan Biaya Listrik Beban yang diambil dari PLN Faktor cadangan kebutuhan listrik = 0% Total daya yang diperlukan = 7, + (0, x 7,) = 6,96 KW = 6 KW Biaya beban/kva/bulan = Rp 3.00,00 Biaya pemakaian/kwh = Rp 66,00 Biaya beban listrik/tahun = Rp 3.00,00 x.6 x bulan = Rp.09.0.000,- Biaya pemakaian listrik/tahun = Rp 66,- x.7, x bulan = Rp..69,36 Total Penggunaan listrik/tahun = Rp.09.0.000,00+ Rp..69,36 = Rp.03.03.69,36 C.. Generator Generator ini digunakan dalam keadaan darurat, misalnya jika aliran listrik dari PLN mengalami gangguan pada saat kegiatan produksi sedang berlangsung. Kapasitas generator harus mencukupi kebutuhan listrik untuk proses produksi. Daya yang digunakan = 7, KW Daya generator direncanakan = 79 KW Power factor = 0% KW = 6,7 BTU/min Kapasitas generator = 79 = 73,7 KW x 6,7 BTU/min 0, =.99,66 BTU/min Heating value = 7.30 BTU/lb (Severn, 9)
0 Kebutuhan solar untuk generator =.99,66 60,6 lb/jam 7.30 Densitas solar = 3,66 lb/ft 3 (Severn, 9) Volume solar =,6 = 0, ft 3 /jam x,3 = 6,3 L/jam 3,66 Asumsi dalam satu bulan terjadi dua kali pemadaman listrik selama dua jam Jumlah solar/l yang dibutuhkan = x jam x 6,3 L/jam =., L Harga solar/l = Rp.00,00 Biaya bahan bakar solar/tahun =., L x Rp.00,00 x bulan = Rp 6..0,00
APPENDIX D PERHITUNGAN ANALISA EKONOMI. Perhitungan Total Biaya Mesin dan Peralatan Tabel D.. Perhitungan Total Biaya Mesin dan Peralatan No. Nama Jumlah (unit) Harga Satuan (Rp) Total Biaya (Rp) 3 6 7 9 0 3 6 7 9 0 3 6 7 9 30 3 3 Timbangan ikan Bak Plastik Keranjang Plastik Besar Bak pencuci Kereta dorong Meja proses Telenan Long pan Rak dorong Pisau fillet Pisau Trimming Alat Pengasah Pisau Sisir Duri Gunting pencabut duri Wadah untuk duri Timbangan digital Mesin Strapping Ban Mesin pengemas vakum Kompressor Kondensor Evaporator Pompa Blower AC Air Blast Freezer Cold storage Generator Tandon air Lampu TL 0 W Lampu TL 0 W Tangki bahan bakar Truk ekspor 00 00 0 0 0 000 0 0 0 0 0 0 0 6 6 3 6 3.00.000 30.000 30.000 0.000 0.000 30.000 0.000.000 300.000.000.000 0.000.000.00.00.000.000.000.000 6.000.000 0.000.000 60.000.000 0.000.000 3.00.000.000.000 3.000.000 0.000.000 70.000.000.000.000.000.000.000 3.00 0.000.000 0.000.000 7.000.000 3.000.000 6.000.000 00.000.000.000 7.00.000.000.000.000.000 3.000.000 0.000 0.000 00.000 0.000.000.000.000.000.000.000 6.000.000 900.000.000 60.000.000 0.000.000 7.000.000.000.000.000.000 900.000.000.0.000.000.000.000.000.000 3.00.000 3.770.000 0.000.000 60.000.000 Total.699.670.000 06
07. Perhitungan Harga Tanah dan Bangunan Luas tanah : 7.00 m² Harga tanah per m² : Rp..300.000,00 Total harga tanah : Rp. 0.0.000.000,00 3. Perhitungan Biaya Bahan Baku, Bahan Pembantu dan Bahan Pengemas per Hari a. Perhitungan Biaya Bahan Baku dan Bahan Pembantu Tabel D.. Perhitungan Total Biaya Bahan Baku dan Bahan Pembantu per Hari No. Nama Bahan Baku Jumlah Harga per dan Bahan Pembantu (kg) kg (Rp.) Total Biaya (Rp.) Ikan kakap merah Es batu 3.000.00 6.000.000 36.000.000 3.000.000 Total 39.000.000 Harga bahan baku dan bahan pembantu per bulan : = 6 (hari) x Rp. 39.000.000,00 = Rp. 0.66.000.000,00 Harga bahan baku dan bahan pembantu per tahun : = (bulan) x Rp. 0.66.000.000,00 = Rp..99.000.000,00 b. Perhitungan Biaya Bahan Pengemas Produksi fillet kakap merah beku yang dihasilkan setiap hari = 0.000 Kg =0.000.000 gram Fillet kakap merah beku dikemas vakum dengan menggunakan plastik PE Berat fillet kakap merah beku per kemasan = 00 g Produksi fillet kakap merah beku /hari =.000 kemasan Setiap master cartoon (pengemas sekunder) akan diisi buah fillet kakap merah beku
0 Jumlah master cartoon (pengemas sekunder) /hari = No... 3. 000 =.000 buah Tabel D.3. Perhitungan Biaya Bahan Pengemas per Hari Nama Bahan Jumlah Harga per biji Pengemas (biji) (Rp.) Total Biaya (Rp.) Plastik PE.000.000,00.000.000,00 Master cartoon.000.00,00.00.00,00 Label.000 70,00.70.000,00 Total.0.000,00 Harga bahan pengemas per bulan : = 6 (hari) x Rp..0.000,00 = Rp...00.000,00 Harga bahan pengemas per tahun : = (bulan) x Rp...00.000,00 = Rp..0.000.000,00
09. Perhitungan Gaji Karyawan Tabel D.. Pehitungan Gaji Karyawan No. Jabatan Jumlah (orang) 3 6 7 9 0 3 6 7 9 0 Direktur Manager Pabrik Manager Jaminan Mutu Manager Pemasaran Manager Keuangan Kepala Bagian Teknik Kepala Bagian Produksi Kepala Bagian Personalia Kepala Bagian Logistik Kepala Bagian PPIC Kepala Bagian Quality Control Kepala Bagian Penerimaan Kepala Bagian Proses Kepala Bagian Pengemasan Kepala Bagian Pembekuan Kepala Bagian Penyimpanan Beku dan Ekspor Kepala Bagian Dokumentasi Kepala Bagian Laboratorium Kepala Bagian Kontrol Proses Kepala Bagian Sanitasi dan Higeinitas Karyawan Pabrik Pekerja Borongan*** 0 0 Gaji (Rp) 6.000.000.000.000 3.00.000 3.0.000 3.0.000.70.000.70.000.00.000.00.000.00.000.70.000.00.000.0.000.00.000.0.000.0.000.000.000.000.000.000.000.0.000.00.000 Total Gaji (Rp) 6.000.000.000.000 3.00.000 3.0.000 3.0.000.70.000.70.000.00.000.00.000.00.000.70.000.00.000.0.000.00.000.0.000.0.000.000.000.000.000.000.000.0.000 60.000.000 60.000.000 Total 7.90.000 Keterangan : ***= gaji pekerja borongan dihitung berdasarkan hasil produksi Kg hasil produksi = Rp 00,00 Jadi dalam hari pekerja borongan menerima = 0.000 Kg x Rp 00,00 = Rp.000.000,00 Total gaji pekerja borongan selama bulan = (bulan) x Rp.000.000,00 = Rp 60.000.000,00
0 Jumlah gaji tersebut akan dibagi sesuai dengan jumlah pekerja borongan dan spesifikasi pekerjaan mereka. Pekerja borongan tidak memperoleh Tunjangan Hari Raya karena bukan merupakan pekerja tetap. Total gaji karyawan/bulan = Rp. 7.90.000,00 Ditetapkan tahun produksi = bulan Jadi total gaji karyawan/tahun = Rp..099.00.000,00 Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar satu bulan gaji = Rp. 7.90.000,00 Sehingga total pengeluaran untuk tenaga kerja selama tahun adalah: = Rp..099.00.000,00 + Rp. 7.90.000,00 = Rp..7.90.000,00. Perhitungan Biaya Utilitas a. Air Perhitungan Biaya air: Biaya sewa/bulan = Rp 3.000,00 Harga air/m 3 = 0-0 m 3 = Rp.00,00 0 m 3 = Rp 3.0,00 Di atas 0 m 3 = Rp.67,00 Kebutuhan air/bulan =., m 3 Biaya pembelian air/bulan = (0 m 3 xrp.00,00)+(0 m 3 xrp3.0,00)+{(.,-0)m 3 x Rp.67,00} = Rp.000,00 + Rp 3.00,00 + Rp.9.66,00 = Rp.73.6,00 Biaya pemakaian air/tahun = (bulan) x (Rp 3.000,00 + Rp.73.6,00) = Rp 6.9.3,- Air untuk minum karyawan: Kebutuhan air minum =, m 3 /bulan = 3,0 m 3 /tahun
= 3.00 L/tahun galon = 9,00 L galon = Rp.00,00 Total biaya yang dibutuhkan untuk kebutuhan air minum karyawan per tahun = (3.00 :9) x Rp.00,00 = Rp 6.97.97,37 b. Listrik Tabel D.. Kebutuhan Listrik untuk Mesin dan Peralatan per Jam No. Total Juml Daya Waktu Energi Nama mesin Daya ah (KW) (jam) (KWh) (KW) 3 6 7 9 0 Timbangan ikan Timbangan digital Mesin Strapping Ban Mesin kemas vakum Air Blast Freezer (ABF) Cold Storage Room Ante Room Kompressor Kondensor Pompa Blower Cooling tower 3 6 0,0 0,06 0,37 0,37,00,0,0,30 3,70 0,0,70,0 0,6 0, 0,37 0,7,00 3,30,0,0 7,0,00,0,0 6 0,6 0,7 0,7,96 6,00 79,0,0,60,0,00 6,0,0 Total,06
No.. 3... 6. 7.. 9. 0... 3.. 6. 7.. 9. 0. Tabel D.6 Daya yang Digunakan untuk Penerangan/Hari Ruang Pos keamanan Tempat penerimaan bahan baku Tempat penyimpanan es Kantor Mushola Poliklinik Laboratorium Kantin karyawan Mess karyawan Kamar mandi Ruang ganti karyawan Ruang teknik dan mesin Ruang penyimpanan limbah padat kering Ruang produksi Air blast freezer Cold storage Anteroom Ruang penyimpanan pengemas sekunder Ruang penyimpanan pengemas primer dan pelabelan Ruang penampung air Jumlah lampu (buah) 7 7 6 9 6 6 33 7 Daya (W) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Lama Pemakaian (jam) 3 Total Daya (KWh) 0, 0,6 0, Total 3, 3 0,6,36 0,0 0,60 0,96 0,60,,9 0,96 3,, 0,6 0,6,3 0,0 0,0 0,0 Total kebutuhan listrik Total daya = daya untuk mesin dan peralatan + daya untuk penerangan =,06 KW + 3, KW = 7, KW
3 Perhitungan Biaya Listrik Beban yang diambil dari PLN Faktor cadangan kebutuhan listrik = 0% Total daya yang diperlukan = 7, + (0, x 7,) = 6,96 KW = 6 KW Biaya beban/kva/bulan = Rp 3.00,00 Biaya pemakaian/kwh = Rp 66,00 Biaya beban listrik/tahun = (bulan) x Rp3.00,00 x.6 = Rp.09.0.000,- Biaya pemakaian listrik/tahun = (bulan) x Rp 66,- x.7, = Rp..69,36 Total Penggunaan listrik/tahun =Rp.09.0.000,00+Rp..69,36 = Rp.03.03.69,36 c. Bahan bakar Jumlah solar/l yang dibutuhkan = x jam x 6,3 L/jam =., L Harga solar/l = Rp.00,00 Biaya bahan bakar solar/tahun = (bulan)x., L x Rp.00,00 = Rp 6..0,00 Total biaya utilitas = biaya listrik + biaya air + biaya solar =Rp.03.03.69,36+(Rp 6.9.3,-+Rp 6.97.97,37)+Rp 6..0,00 = Rp.63.3.9,73 6. Perhitungan Harga Jual Produk Harga jual = Rp 0.000,00 per master cartoon Produksi per hari =.000 master cartoon Total Penjualan / hari =.000 x Rp. 0.000,00 = Rp. 0.000.000,00
Total Penjualan / bulan = 6 (hari) x Rp.0.000.000,00 =Rp.300.000.000,00 Total Penjualan / tahun = (bulan) x Rp.300.000.000,00 = Rp. 7.600.000.000,00