BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

BAB IV PENGUJIAN. Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat tingkat kevalidan atau

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN. Berikut ini diringkas pengiriman dan penerimaan kuesioner : Tabel 4.1. Rincian pengiriman Pengembalian Kuesioner

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. berada di meruya selatan. dengan total 100 kuesioner yang diantarkan langsung

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diperoleh dari penyebaran kuesioner pada konsumen.

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 5.1 Karakteristik Responden Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk melihat kuat pengaruh

DAFTAR LAMPIRAN. Data Variabel Pertumbuhan Ekonomi Atas Dasar Harga Berlaku. Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat Tahun

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 110 responden yang berada di

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

KUESIONER DETERMINAN TUNGGAKAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KOTA MEDAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. melalui kuesioner. Kuesioner yang disebar sebanyak 34 kuesioner, pekerjaan, dan tingkat pendidika terakhir.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. elektrik, appliance dan industri umum. PT Yamatogomu Indonesia berdiri

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL

KUESIONER PRA SURVEY. untuk data pra survey dalam rangka penyusunan skripsi pada Program Sarjana

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN INSENTIF TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BIRO HUKUM SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Textile dan Otomotif yang terdaftar di BEI periode tahun

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Pada Rumah Makan Ayam Bakar Kia-Kila

KUESIONER PENELITIAN. dilakukan oleh peneliti selaku Mahasiswi Program Studi S1 Manajemen

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KEBERHASILAN USAHA (STUDI KASUS PADA USAHA UKM DI JL. DR. MANSYUR)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Perusahaan didirikan pada tanggal 20 Maret 1958 di Jakarta. Ruang lingkup

PENGARUH KEPERCAYAAN, KEMUDAHAN, DAN KUALITAS INFORMASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SECARA ONLINE DI INSTAGRAM

BAB IV HASIL DAN ANALISIS PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

Kuesioner Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, tentang budaya. religius dan pembentukan karakter peserta didik.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh Wajib Pajak Orang Pribadi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. penelitian ini meliputi jumlah sampel (N), nilai minimum, nilai maksimum,

PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN MOTIVASI EKSTRINSIK TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN DI PT. BANK RAKYAT INDONESIA CABANG KISARAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Cabang Pekalongan yang berjumlah nasabah. Dengan

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

ANGKET PENELITIAN. Judul : PENGARUH BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PELAYANAN PADA PT POS INDONESIA (PERSERO) MEDAN

Angkatan/Stambuk : 2007 : Departemen Manajemen, Fakultas ekonomi, Universitas Sumatera Utara

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. instrumen yang telah valid dan reliabel yaitu instrumen supervisi akademik

Lampiran 1: KUESIONER PENELITIAN KUESIONER PENELITIAN Pengaruh Kompensasi terhadap Prestasi Kerja Guru pada SMK Eka Prasetya Medan.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kuesioner Penelitian. Pendidikan : a. SLTA b. Diploma c. S1 d. S2 e. S3. 1. Berapa lama Anda sudah menggunakan produk smartphone Samsung?

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA ACE HARDWARE DI MARGO CITY DEPOK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Pengaruh Rasio Profitabilitas, Rasio Solvabilitas Dan Rasio Likuiditas Terhadap

KUESIONER. Pengaruh Etos Kerja dan Penilaian Kinerja Terhadap Motivasi Karyawan. PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Iskandar Muda Medan

Data Deskriptif Keterangan Jumlah %

BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN. pegawai BPBD Semarang yang berjumlah 56 orang. Untuk mendapatkan

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

KUESIONER. Terimakasih atas kesediaan saudara(i) untuk berpartisipasi mengisi dan menjawab. penelitian yang berjudul PENGARUH BRAND IMAGE DAN KELOMPOK

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

KUESIONER PENGARUH KUALITAS PRODUK, PERSEPSI HARGA, SALURAN DISTRIBUSI DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA OPPO SMARTPHONE

LAMPIRAN 1 (KUISIONER PENELITIAN) PENGARUH EFIKASI DIRI DAN PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA

KUESIONER PENGARUH STRES KERJA DAN KONFLIK KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA PT PERKEBUNAN NUSANTARA II KEBUN KLUMPANG

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Responden Penelitian. Jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian survei ini

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Karakteristik Berdasarkan Responden

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai

PENGARUH LABA BERSIH, ARUS KAS OPERASI, ARUS KAS INVESTASI DAN ARUS KAS PENDANAAN TERHADAP DIVIDEN KAS PADA PERUSAHAAN FARMASI DI BURSA EFEK INDONESIA

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA BELANJA ONLINE ELEVENIA STUDI KASUS MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB IV HASIL PENELITIAN. Kepung Kabupaten Kediri adalah sebagai berikut : No. Nama Sekolah Alamat

KUESIONER PENELITIAN PENGARUH KREATIVITAS DAN INOVASI TERHADAP KEBERHASILAN USAHA INDUSTRI KREATIF DI KOTA MEDAN. : Laki-Laki Perempuan

BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan data olahan SPSS yang meliputi audit delay, ukuran

LAMPIRAN. Tabel 4.1 Item-Total Statistics

BAB IV HASIL PENELITIAN. Surabaya. Universitas ini beralamatkan di jl. Ketintang Surabaya.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL UJI REGRESI PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY. Descriptive Statistics

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Kebun Tanah Itam Ulu. Dalam rangka menyelesaikan pendidikan program Magister Ilmu

BAB IV HASIL ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN Hasil Jawaban Responden Atas Variabel Kepatuhan Wajib Pajak. kerelaan nilai dalam membayar pajak sebagai berikut :

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Populasi dalam penelitian ini adalah PT. Bank Syariah Mandiri dan Bank

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Perusahaan emiten manufaktur sektor (Consumer Goods Industry) yang

KUESIONER PENELITIAN

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Profil Responden Karakteristik responden diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang disebarkan kepada 109 orang responden pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah. Dalam penelitian ini akan dianalisis keterkaitan karakteristik responden yang diteliti dengan pemberian upah pungut terhadap kinerja PNS dengan motivasi sebagai variabel pemediasi dan Team Work sebagai variabel moderasi yang meliputi empat aspek yaitu: umur responden, jenis kelamin, pendidikan dan masa kerja. Keterkaitan karakteristik responden tersebut dengan kinerja karyawan dapat diuraikan sebagai berikut. 4.1.1. Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin Perbedaan jenis kelamin merupakan salah satu variabel yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai. Kondisi ini disebakan oleh fisik yang dimiliki oleh seorang pegawai yang bersangkutan. Responden dalam penelitian pengaruh pemberian upah pungut terhadap kinerja PNS dengan motivasi sebagai variabel pemediasi dan Team Work sebagai variabel moderasi pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah yang berjenis kelamin laki-laki ada 67 pegawai atau 61,47 persen, sedangkan 38

responden yang berjenis kelamin perempuan 42 pegawai atau 38,53 persen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Staff Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa paling banyak atau rata-rata berjenis kelamin laki-laki. Apabila dilihat dari jenis kelamin responden maka responden laki-laki relatif mempunyai kinerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan responden perempuan. Hal ini disebabkan karena pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah dalam operasionalnya usahanya berhadapan langsung dengan pelayanan masyarakat yang memerlukan pelayanan yang cepat dan prima, sehingga kinerja pegawai laki-laki relatif tinggi. 4.1.2. Karakteristik Responden Menurut Pendidikan Tingkat pendidikan yang berhasil dicapai oleh seorang karyawan merupakan salah satu variabel yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai, karena semakin tinggi pendidikannya maka mereka akan memiliki kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan dengan yang pendidikannya lebih rendah. Staff Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah yang berpendidikan Tamat SD sebanyak 2 pegawai atau 1,83 persen. SMP sebanyak 1 pegawai atau 0,92 persen. SLTA sebanyak 21 pegawai atau 19,27persen, PNS yang 39

berpendidikan Diploma sebanyak 4 pegawai atau 3,67 persen, PNS yang berpendidikan Strata 1 sebanyak 65 pegawai atau 59,63 persen, sedangkan responden yang berpendidikan Strata 2 sebanyak 16 pegawai atau 14,68 persen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Staff Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa paling banyak atau rata-rata berpendidikan Strata 1. 4.1.3. Karakteristik Responden Menurut Umur Karakteristik responden dilihat dari aspek umur, dikelompokkan menjadi empat, yaitu umur 25 tahun sampai 35 tahun, umur 36 tahun sampai 49 tahun dan umur diatas 40 tahun. Berdasarkan distribusi responden menurut kelompok umur 25 sampai dengan 35 tahun sebanyak 22 pegawai atau 20,18 persen, kelompok umur 36 sampai dengan 49 tahun sebanyak 41 pegawai atau 37,61 persen dan kelompok umur diatas 40 tahun sebanyak 46 pegawai atau 42,20 persen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Staff Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa rata-rata berusia diatas 50 tahun. 4.1.4. Karakteristik Responden Menurut Masa Kerja Keterkaitan karakteristik responden menurut masa kerja Staff Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pendapatan dan 40

Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa dapat dijelaskan sebagai berikut: yang memiliki masa kerja 1 sampai 5 tahun ada 28 pegawai atau 25,69 persen, responden dengan masa kerja 6 sampai dengan 10 tahun ada 22 pegawai atau 20,18 persen, responden dengan masa kerja 11 sampai dengan 15 tahun ada 12 pegawai atau 11 persen, dan responden dengan masa kerja lebih dari 15 tahun ada 47 pegawai atau 43,12 persen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Staff Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa paling banyak atau rata-rata memiliki masa kerja lebih dari 15 tahun. 4.2. Data Statistik Deskriptif Variabel Sebelum data dalam penelitian ini diolah lebih lanjut, akan diuraikan terlebih dahulu penilaian Pegawai Negeri Sipil Pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah terhadap variabel-variabel yang dipergunakan dalam penelitian ini. Penjabaran data dilakukan dengan memberikan skor kepada data mentah yang diperoleh melalui kuisioner. Dengan skor tersebut akan diperoleh angka-angka yang dapat membantu dalam memberikan gambaran apakah penilaian kinerja baik atau tidak terhadap variabel-variabel yang diteliti. Umar (2005) menjelaskan dengan perhitungan rumus untuk mengetahui penilaian Pegawai Negeri Sipil baik atau tidak baik digunakan rata-rata 41

skor yang dibagi menjadi empat klasifikasi dari skala 1 yang terendah sampai skala 5 yang tertinggi, dengan jarak interval menggunakan rumus yaitu: m( n 1) Rs m. n 109(5 1) 436 Jadi Rs 0, 8 109x5 545 Keterangan : m = Jumlah responden n = Jumlah skala Klasifikasi penilaian terhadap variabel penelitian secara menyeluruh akan dilihat dari rata-rata skor dengan kriteria sebagai berikut: 1,00-1,80 = Sangat tidak baik/sangat rendah 1,81-2,60 = Tidak baik/rendah 2,61-3,40 = Kurang Baik/tinggi 3,41-4,20 = Baik/tinggi 4,21-5,00 = Sangat Baik/ sangat tinggi 4.2.1. Variabel Pemberian Upah Pungut Variabel pemberian upah pungut dalam hal ini diukur dengan 5 item pernyataan. Pernyataan yang dipergunakan berhubungan dengan dimensi kewajaran, keadilan, keamanan, kejelasa, pengendalian biaya, kesepatakan, keseimbangan dan rangsangan dimana setiap pernyataan diukur dengan skala 1-42

5. Dari hasil penelitian dapat dilihat jawaban responden atas pernyataan tersebut seperti pada Tabel 4.1 sebagai berikut: Tabel 4.1. Penilaian Responden Terhadap Variabel Pemberian Upah Pungut Pada Dinas PPAD Provinsi Jawa Tengah No 1. 2. 3. 4. 5. Pernyataan Upah pungut yang diberikan sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab yang saya miliki Upah pungut diberikan tepat waktu Upah pungut yang saya terima sesuai dengan jabatan saya Upah pungut dapat mencukupi kebutuhan hidup saya Pemberian upah pungut kepada pegawai dilaksanakan secara adil Jumlah Alternatif jawaban STS TS KS S SS Jml Skor Ratarata - 2 10 28 69 450 4,13-5 18 48 39 446 4,09-2 14 67 26 444 4,07-1 15 61 32 451 4,14-2 19 61 27 450 4,13-12 76 265 192 2231 4,09 Hasil perhitungan deskripsi pada pernyataan angket pemberian upah pungut di atas dapat diketahui Pegawai Negeri Sipil Pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah yang menjawab lima pernyataan angket 43

dari total skor kelima kriteria adalah 545, tidak ada yang menjawab pernyataan dengan pilihan sangat tidak setuju, hanya 12 pegawai atau 2,2 persen yang menjawab tidak setuju, sebanyak 76 pegawai atau 13,94 persen yang menjawab kurang setuju, sebanyak 265 pegawai atau 48,62 persen yang menjawab setuju dan 192 pegawai atau 35,23 persen yang menjawab sangat setuju. Jumlah maksimum jawaban angket yaitu pada kriteria setuju sebanyak 265 pegawai, dan jumlah minimum jawaban angket ada pada kriteria sangat tidak setuju dan rata-rata jawaban angket ada pada jawaban setuju. Tabel 4.1 menunjukan rata-rata yang diberikan responden pada butir pernyataan tentang variabel pemberian upah pungut adalah sebesar 4,09 yang nilai skornya diatas skor 3,40 ini berarti indikator pemberian upah pungut yang diterapkan kepada Pegawai Negeri Sipil Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah sudah baik/skornya tinggi. Kondisi ini perlu diperhatikan agar pemberian upah pungut yang diberikan kepada pegawai dapat memacu peningkatan kinerja dalam meningkatkan pelayanan yang lebih prima. 4.2.2. Variabel Motivasi Variabel Motivasi dalam penelitian ini diukur dengan 6 item pernyataan. Pernyataan yang digunakan berhubungan 44

No 1. 2. 3. 4. 5. dengan indikator pengawasan, suasana kerja dan pemberian imbalan dimana setiap pernyataan diukur dengan skala 1 5. Pemberian motivasi penting dilakukan karena pemimpin memerlukan kerja sama yang baik dengan pegawainya dalam melaksanakan tugas organisasi untuk mencapai tujuannya. Dari hasil penelitian dapat dilihat jawaban responden atas pernyataan tersebut seperti pada Tabel 4.2 : Tabel 4.2 Penilaian Responden Terhadap Variabel Motivasi Pada Dinas PPAD Provinsi Jawa Tengah Pernyataan Saya menyenangi pekerjaan /posisi pekerjaan saya saat ini Saya selalu bersemangat dalam mengerjakan pekerjaan Saya selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas kerja yang saya miliki Saya merasa nyaman dengan bidang pekerjaan saya saat ini Saya senang dan merasa tertantang terhadap bidang pekerjaan saya saat ini 45 Alternatif Jawaban STS TS KS S SS Jumlah Skor Ratarata 0 0 12 77 20 444 4,07 0 0 18 61 30 448 4,11 0 0 18 81 10 428 3,93 0 0 16 82 11 431 3,95 0 0 19 70 20 437 4,01

6 Lanjutan... Saya selalu mengoptimalkan kemampuan dan keterampilan dalam melakukan pekerjaan 0 0 21 75 13 428 3,93 Jumlah 0 0 104 446 104 2616 4 Terlihat dari tabel di atas, pada pernyataan angket motivasi kerja diketahui tidak ada Pegawai Negeri Sipil Pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah yang menjawab pernyataan angket sangat tidak setuju dan tidak setuju dari total skor ke lima kriteria dengan 6 pernyataan adalah 654, sebanyak 104 pegawai atau 15,90 persen kurang setuju dalam menjawab pernyataan, selebihnya 446 pegawai atau 68,20 persen setuju dengan menjawab angket dan 104 pegawai atau 15,90 persen menjawab pernyataan dengan kriteria sangat setuju. Jadi jumlah maksimum jawaban angket yaitu pada kriteria setuju sebanyak 446 pegawai, dan jumlah minimum jawaban angket pada kriteria sangat tidak setuju dan tidak setuju yaitu 0 pegawai dan rata-rata jawaban angket ada motivasi kerja dalam penelitian ini adalah jawaban setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai negeri sipil memiliki keyakinan yang kuat bahwa dengan motivasi kerja yang tinggi, mereka berharap bahwa kinerja PNS juga meningkat. Kondisi ini menimbulkan motivasi yang kuat untuk bekerja secara giat. 46

Berdasarkan Tabel 4.2 menunjukkan jawaban rata-rata yang diberikan responden pada butir pernyataan tentang variabel motivasi kerja adalah sebesar 4,00 yang nilai skornya diatas 3,40 ini berarti indikator motivasi yang di terapkan kepada Pegawai Negeri Sipil oleh Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah sudah baik atau skornya tinggi. Kondisi ini penting untuk memperhatikan agar motivasi kerja kedepan lebih meningkat sehingga dapat memacu peningkatan kinerja pegawai negeri sipil dalam peningkatan pelayanan yang lebih baik. 4.2.3. Variabel Kinerja PNS Varabel kinerja PNS dalam hal ini diukur dengan 6 item pernyataan. Pernyataan yang dipergunakan berhubungan dengan indikator kualitas pekerjaan, kecepatan, inisiatif, kemampuan, dan komunikasi dimana setiap pernyataan diukur dengan skala 1 5. Kinerja pegawai yang baik adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam upaya meningkatan produktivitas. Dari penelitian dapat dilihat jawaban responden atas pernyataan kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah dapat dilihat pada tabel berikut: 47

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tabel 4.3 Penilaian Responden Terhadap Variabel Kinerja PNS Pada Dinas PPAD Provinsi Jawa Tengah Pernyataan Saya selalu datang ke kantor sesuai dengan jam kerja yang ditetapkan Alternatif jawaban STS TS KS S SS Jumlah Skor Ratarata 0 0 5 74 30 461 4,23 Saya memiliki 0 0 6 77 26 456 4,18 kehadiran (absensi) yang baik di kantor 0 0 6 75 28 458 4,2 Saya melaksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab sesuai standar prosedur operasi yang ada Saya mampu 0 0 17 74 18 437 4,01 mengerjakan tugas pekerjaan saya sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan Hasil pekerjaan saya 0 0 17 73 19 438 4,02 menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Saya bersedia untuk 0 3 33 62 11 408 3,74 mengorbankan waktu dan pikiran saya demi tercapainya target instansi JUMLAH 0 3 84 435 132 2658 4,06 48

Terlihat dari tabel di atas, pada pernyataan angket Kinerja PNS diketahui tidak ada Pegawai Negeri Sipil Pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah yang menjawab pertanyaan angket sangat tidak setuju dari total skor ke lima kriteria dengan 6 pertanyaan adalah 654, sebanyak 3 pegawai atau 0,46 persen tidak setuju, 84 pegawai atau 12,85 persen kurang setuju dalam menjawab pertanyaan, 435 pegawai atau 66,51 persen setuju dengan menjawab angket dan sisanya 132 pegawai atau 20,18 persen menjawab pertanyaan dengan kriteria sangat setuju. Jadi jumlah maksimum jawaban angket yaitu pada kriteria setuju sebanyak 435 pegawai, dan jumlah minimum jawaban angket ada pada kriteria sangat tidak setuju yaitu 0 pegawai dan ratarata jawaban angket yang ada pada kinerja PNS dalam penelitian ini adalah jawaban setuju. Berdasarkan Tabel 4.3 menunjukkan jawaban rata-rata yang diberikan responden pada butir pernyataan tentang variabel kinerja PNS adalah sebesar 4,06 yang nilainya skornya diatas skor 3,40 ini berarti indikator kinerja PNS yang diterapkan kepada Pegawai Negeri Sipil Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah sudah baik atau skornya tinggi. Kondisi ini penting untuk diperhatikan agar kinerja PNS kedepan lebih meningkat sehingga dapat memacu peningkatan kinerja PNS dalam peningkatan pelayanan yang lebih baik. 49

4.2.4. Variabel Team Work Variabel Team Work dalam hal ini diukur dengan 5 item pernyataan. Pernyataan yang dipergunakan berhubungan dengan indikator berbagi pengetahuan, komitmen, dan komunikasi dimana setiap pernyataan diukur dengan skla 1-5. Dari hasil penelitian dapat dilihat jawaban responden atas pernyataan tersebut pada tabel berikut ini: Tabel 4.4. Penilaian Responden Terhadap Variabel Team Work Pada Dinas No 1. 2. 3. 4. 5. Pernyataan Lingkungan tempat kerja saya kondusif dan sangat mendukung pekerjaan saya. Saya memiliki rekan kerja yang siap membantu apabila ada pekerjaan yang sulit untuk diselesaikan Saya selalu dapat bekerja sama dengan rekan kerja yang lain Rekan kerja saya bersikap positif dan menghargai pekerjaan yang saya lakukan Terjalin hubungan kerja yang baik antara saya dengan pimpinan maupun dengan sesama rekan kerja saya. PPAD Provinsi Jawa Tengah 50 Alternatif jawaban Jumlah Rata- STS TS KS S SS Skor Rata 0 0 13 74 22 445 4,08 0 0 7 75 27 456 4,18 0 0 4 78 27 459 4,21 0 0 12 73 24 449 4,12 0 0 14 76 19 441 4,06 Jumlah 0 0 50 376 119 2250 4,13

Terlihat dari tabel di atas, pada pernyataan angket Team Work diketahui tidak ada Pegawai Negeri Sipil Pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah yang menjawab pernyataan angket sangat tidak setuju dan tidak setuju dari total skor ke lima kriteria dengan 5 pernyataan sebesar 545, sebanyak 50 pegawai atau 9,18 persen pernyataan kurang setuju, 376 pegawai atau 68,99 persen setuju dengan menjawab angket dan sisanya 119 pegawai atau 21,83 persen kriteria sangat setuju. Jadi jumlah maksimum jawaban angket yaitu pada kriteria setuju sebanyak 376 pegawai, dan jumlah minimum jawaban angket ada pada kriteria sangat tidak setuju dan tidak setuju dan rata-rata jawaban angket yang ada pada team work dalam penelitian ini adalah jawaban setuju. Berdasarkan Tabel 4.4 menunjukkan jawaban rata-rata yang diberikan responden pada butir pernyataan tentang variabel team work adalah sebesar 4,13 yang nilai skornya diatas skor 3,40 ini berarti indikator team work yang diterapkan Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah sudah baik atau skornya tinggi. Kondisi ini penting untuk diperhatikan agar kinerja pegawai kedepan lebih meningkat sehingga dapat memacu meningkatkan pelayanan yang lebih baik. 51

4.3. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Item pernyataan dianggap valid jika nilai dari rhitung lebih besar dari rtabel dan sebaliknya jika r hitung lebih kecil dari pada rtabel maka item pertanyaan dinyatakan tidak valid. Untuk mengetahui tingkat validitas dengan melihat angka pada (Corrected Item-Total Correlation) dengan menggunakan alat bantu komputer program SPSS Release 22.00. 4.3.1. Hasil Pengujian Validitas Pemberian Upah Pungut Penelitian ini digunakan untuk menguji instrumen tiap item soal yang nantinya terdapat dalam tes individual dengan menggunakan angket pemberian upah pungut. Untuk uji validitas soal tes akhir setelah dianalisis dengan menggunakan bantuan SPSS for windows version 22.0, dapat diketahui bahwa dari 5 item butir pernyataan yang diujikan semuanya valid, yaitu soal nomor 1 dengan corrected item- Total correlation sebesar 0,424, nomor 2 dengan corrected item-total correlation sebesar 0,509, nomor 3 dengan corrected item-total correlation sebesar 0,353, nomor 4 dengan corrected item-total correlation sebesar 0,485, dan pernyataan nomor 5 dengan corrected item-total correlation sebesar 0,389 dinyatakan valid karena memiliki nilai corrected item-total correlation lebih dari 0,188. R tabel 52

sebesar 0,188 karena berdasarkan tabel r Product Moment dengan jumlah responden ada 109, maka didapat hasil 0,188 dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa item-item pertanyaan dalam penelitian ini dikatakan valid. Hal ini ditunjukkan dari besarnya r hitung yang lebih besar daripada r tabel yang merupakan syarat dari validitas. Dengan demikian instrument dalam penelitian ini benar-benar dapat mengukur apa yang hendak diukur. 4.3.2. Hasil Pengujian Validitas Motivasi Kerja PNS Penelitian ini bertujuan untuk menguji instrumen tiap item soal yang nantinya akan digunakan dalam tes individual berbentuk angket tentang motivasi kerja PNS pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah yang berjumlah 6 item pernyataan dengan menggunakan bantuan SPSS for windows version 22.0. Berdasarkan hasil pengujian SPSS dilihat bahwa itemitem pertanyaan pada angket penelitian ini semua dapat dikatakan valid. yaitu soal nomor 1 dengan corrected item- Total correlation sebesar 0,342, nomor 2 dengan corrected item-total correlation sebesar 0,462, nomor 3 dengan corrected item-total correlation sebesar 0,341, nomor 4 dengan corrected item-total correlation sebesar 0,306, nomor 5 dengan corrected item-total correlation sebesar 53

0,355 dan pernyataan nomor 6 dengan corrected item-total correlation sebesar 0,322 dinyatakan valid karena memiliki nilai corrected item-total correlation lebih besar dari R tabel yaitu 0,188. R tabel sebesar 0,188 karena berdasarkan tabel r Product Moment dengan jumlah responden ada 109, Hal ini dilihat dari besarnya r hitung yang lebih besar daripada r tabel yang merupakan syarat dari validitas. Dengan demikian instrument dalam penelitian ini benar-benar dapat mengukur apa yang hendak diukur. 4.3.3. Hasil Pengujian Validitas Kinerja PNS Penelitian ini bertujuan untuk menguji instrumen tiap item soal yang nantinya akan digunakan dalam tes individual yang berjumlah 6 item pertanyaan angket tentang Kinerja PNS pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah dengan menggunakan bantuan SPSS for windows version 22.0. Berdasarkan hasil pengujian SPSS dilihat bahwa itemitem pertanyaan pada angket penelitian ini semua dapat dikatakan valid. yaitu soal nomor 1 dengan corrected item- Total correlation sebesar 0,383, nomor 2 dengan corrected item-total correlation sebesar 0,399, nomor 3 dengan corrected item-total correlation sebesar 0,553, nomor 4 dengan corrected item-total correlation sebesar 0,488, nomor 5 dengan corrected item-total correlation sebesar 54

0,409 dan pernyataan nomor 6 dengan corrected item-total correlation sebesar 0,407 dinyatakan valid karena nilai corrected item-total correlation lebih besar dari R tabel yaitu 0,188. R tabel sebesar 0,188 karena berdasarkan tabel r Product Moment dengan jumlah responden ada 109. Hal ini dilihat dari besarnya r hitung yang lebih besar daripada r tabel yang merupakan syarat dari validitas. Dengan demikian instrument dalam penelitian ini benar-benar dapat mengukur apa yang hendak diukur. 4.3.4. Hasil Pengujian Validitas Team Work Penelitian ini bertujuan untuk menguji instrumen tiap item soal yang nantinya akan digunakan dalam tes individual angket tentang Team Work Pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah yang berjumlah 5 item pertanyaan dengan menggunakan bantuan SPSS for windows version 22.0. Berdasarkan hasil pengujian SPSS dilihat bahwa itemitem pertanyaan pada angket penelitian ini semua dapat dikatakan valid. yaitu soal nomor 1 dengan corrected item- Total correlation sebesar 0,431, nomor 2 dengan corrected item-total correlation sebesar 0,506, nomor 3 dengan corrected item-total correlation sebesar 0,559, nomor 4 dengan corrected item-total correlation sebesar 0,440, dan nomor 5 dengan corrected item-total correlation sebesar 55

0,390 dinyatakan valid karena nilai corrected item-total correlation lebih besar dari R tabel yaitu 0,188. R tabel sebesar 0,188 karena berdasarkan tabel r Product Moment dengan jumlah responden ada 109. Hal ini dilihat dari besarnya r hitung yang lebih besar daripada r tabel yang merupakan syarat dari validitas. Dengan demikian instrument dalam penelitian ini benar-benar dapat mengukur apa yang hendak diukur. 4.4. Uji Reliabilitas Instrumen Langkah selanjutnya yang digunakan dalam penelitian ini setelah secara keseluruhan dinyatakan valid atau handal dalam mengukur apa yang hendak diukur, maka instrumeninstrumen tersebut perlu dilihat konsistensinya yaitu dengan mengukur reliabilitas dari masing-masing variabel. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan bantuan komputer menggunakan program SPSS Release 22,00 dengan syarat Cronbach Alpha lebih besar daripada 0,60 maka pertanyaan tersebut dikatakan reliabel. Berdasarkan pengujian SPSS dapat dilihat hasil pengujian reliabilitas dari item-item pertanyaan yang diajukan yaitu pada variabel pemberian upah pungut besarnya Cronbach Alpha 0,676. Motivasi kerja PNS Cronbach Alpha sebesar 0,623. Kinerja PNS besarnya Cronbach Alpha 0,705 dan pada variabel Team Work terdapat Cronbach Alpha 56

sebesar 0,705. Jadi dapat disimpulkan bahwa instrumeninstrumen pertanyaan angket dalam penelitian ini memenuhi pengujian reliabilitas. Hal ini diketahui besarnya Cronbach Alpha lebih besar daripada 0,60. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa variabel-variabel dalam penelitian ini secara keseluruhan konsisten dalam mengukur apa yang diukur. 4.5. Hasil Uji Asumsi Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik. Perhitungan dan analisis data dilakukan dengan program SPSS 22,0 for windows. Sebelum tahap pengujian hipotesis, untuk memenuhi persyaratan tersebut, harus dipenuhi beberapa analisis, Uji persyaratan analisis regresi yang akan digunakan dalam penelitian tentang pengaruh pemberian upah pungut terhadap kinerja pegawai negeri sipil dengan motivasi sebagai variabel pemediasi dan team work sebagai variabel moderasi (Studi pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah) terdiri dari uji normalitas, multikolinearitas, dan Heteroskedastisitas yang secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut: 4.5.1. Uji Normalitas Dalam pengujian normalitas data bertujuan untuk mengetahui normal tidaknya distribusi penelitian masingmasing variabel penelitian. Uji normalitas data penelitian 57

ini menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnof. Model regresi yang baik adalah yang memiliki distribusi data yang normal atau mendekati normal. Untuk menguji apakah distribusi data normal atau tidak, salah satunya adalah dengan menggunakan analisis grafik. Cara yang paling sederhana adalah dengan melihat histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Dengan melihat tampilan grafik histogram pada lampiran, dapat disimpulkan bahwa grafik histogram pengaruh pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja PNS, pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja PNS, pengaruh team work berperan sebagai variabel moderasi dalam hubungannya antara pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja PNS pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah memberikan pola distribusi yang mendekati normal. Dengan hanya melihat histogram dapat memberikan hasil yang meragukan khususnya untuk ukuran sampel yang kecil. Metode yang handal adalah dengan melihat normal probability plot, dimana pada grafik normal plot terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Pada grafik normal plot dalam lampiran pengaruh Pemberian Upah Pungut terhadap Motivasi Kerja PNS, 58

pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja PNS, pengaruh Team Work Berperan Sebagai Variabel Moderasi pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal yang berarti memiliki distribusi data normal. Dalam penelitian ini Teknik analisis uji normalitas data penelitian juga menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan program SPSS dengan hasil sebagai berikut: Tabel 4.5. Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Pengaruh Pemberian Upah Pungut terhadap Motivasi Kerja Pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Unstandardized Residual 109 Mean.0000000 Std. Deviation 191.991.302 Absolute.047 Positive.047 Negative -.042 c. Lilliefors Significance Correction. d. This is a lower bound of the true significance..047.200 c,d 59

Berdasarkan tabel 4.5, dapat dilihat bahwa dari Uji normalitas Pengaruh Pemberian Upah Pungut terhadap Motivasi Kerja Pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah dengan kolmogorov-smirnov Test di peroleh nilai signifikan (Asymp. Sig.) 2-tailed sebesar 0,200 lebih besar dari alpha (0,05) maka dapat disimpulkan data distribusi normal sehingga model regresi sudah memenuhi asumsi normalitas dan layak di pakai dan dilanjutkan ke tahap pengujian selanjutnya. Tabel 4.6. Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja PNS Pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. (2-tailed) One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. Unstandardized Residual 109 Mean.0000000 Std. Deviation 197.953.380 Absolute.080 Positive.080 Negative -.069.080.084 c Berdasarkan tabel 4.6, dapat dilihat bahwa dari Uji normalitas Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja PNS 60

Pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah dengan kolmogorov-smirnov Test di peroleh nilai signifikan (Asymp. Sig.) 2-tailed sebesar 0,084 lebih besar dari alpha (0,05) maka dapat disimpulkan data distribusi normal sehingga model regresi sudah memenuhi asumsi normalitas dan layak di pakai dan dilanjutkan ke tahap pengujian selanjutnya. Tabel 4.7. Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Pengaruh Team Work Berperan Sebagai Variabel Moderasi Dalam Hubungannya Antara Pemberian Upah Pungut Terhadap Motivasi Kerja PNS N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. (2-tailed) One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. 61 Unstandardized Residual 109 Mean.0000000 Std. Deviation 130.182.748 Absolute.081 Positive.081 Negative -.036.081.077 c Berdasarkan tabel 4.7, dapat dilihat bahwa dari Uji normalitas Pengaruh Team Work Berperan Sebagai Variabel Moderasi Dalam Hubungannya Antara Pemberian Upah Pungut Terhadap Motivasi Kerja PNS dengan kolmogorov- Smirnov Test di peroleh nilai signifikan (Asymp. Sig.)

variabel sebesar 0,077 lebih besar dari alpha (0,05) maka dapat disimpulkan data distribusi normal sehingga model regresi sudah memenuhi asumsi normalitas dan layak di pakai dan dilanjutkan ke tahap pengujian selanjutnya. 4.5.2. Uji Multikolinieritas 1 Uji Multikolinieritas bertujuan membuktikan apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas, jika variabel bebas saling berkorelasi maka variabelvariabel tersebut tidak ortogonal. Regresi yang baik seharusnya tidak memiliki gejala multikolinieritas. Untuk mendekati ada tidaknya gejala multikolinearitas antar variabel independen digunakan Variance Inflation Factor (VIF). Jika nilai tolerance < 0,1 dan VIF > 10, maka terjadi multikolinearitas. Untuk mengetahui gejala multikolinearitas pada penelitian dapat dilihat pada hasil perhitungan berikut ini. Tabel 4.8. Uji Multikolinearitas Pengaruh Pemberian Upah Pungut Terhadap Motivasi Kerja PNS Model (Constant) Coefficients Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Collinearity Statistics Std. B Error Beta t Sig. Tolerance VIF 19.538 1.640 11.915.000 Upah Pungut.218.080.256 2.739.007 1.000 1.000 Dependent Variabel : Motivasi Kerja PNS 62

Tabel 4.8 di atas dapat diketahui bahwa nilai tolerance untuk variabel pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja PNS sebesar 1,000 yang lebih besar dari 0,10. Ini berarti tidak ada korelasi antar variabel independent. Hasil perhitungan nilai Variance Inflation Factor (VIF) juga menunjukkan hal yang sama, tidak ada satu pun variabel independent yang memiliki nilai VIF lebih dari 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel independent dalam model regresi, sehingga model regresi layak dipakai dan dapat dilanjutkan ke tahap pengujian selanjutnya. Dengan demikian variabel independen yaitu pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja PNS Pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah selama rata-rata periode pengamatan. Tabel 4.9 Uji Multikolinearitas Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja PNS 1 Model (Constant) Motivasi Coefficients Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Collinearity Statistics Std. B Error Beta t Sig. Tolerance VIF 14.075 2.320 6.066.000.430.096.396 4.458.000 1.000 1.000 Dependent Variabel : Kinerja PNS 63

Tabel 4.9 di atas dapat diketahui bahwa nilai tolerance untuk variabel motivasi kerja terhadap kinerja PNS sebesar 1,000 yang lebih besar dari 0,10. Ini berarti tidak ada korelasi antar variabel independent. Hasil perhitungan nilai Variance Inflation Factor (VIF) juga menunjukkan hal yang sama yaitu 1,000, tidak ada satu pun variabel independent yang memiliki nilai VIF lebih dari 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel independent dalam model regresi, sehingga model regresi layak dipakai dan dapat dilanjutkan ke tahap pengujian selanjutnya. Dengan demikian variabel independen yaitu motivasi kerja dapat digunakan untuk memprediksi kinerja pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah. Tabel 4.10. Uji Multikolinearitas Pengaruh Team Work Berperan Sebagai Variabel Moderasi Dalam Hubungannya Antara Pemberian Upah Pungut Terhadap Motivasi Kerja PNS 1 Model (Constant) Coefficients Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Collinearity Statistics Std. B Error Beta t Sig. Tolerance VIF 3.216 1.704 1.887.062 Upah Pungut.227.056.287 4.039.000.934 1.070 Motivasi.533.066.576 8.091.000.934 1.070 Dependent Variabel : Team Work 64

Tabel 4.10 di atas dapat diketahui bahwa nilai tolerance untuk variabel Team Work berperan sebagai Variabel Moderasi dalam Hubungannya antara Pemberian Upah Pungut terhadap Motivasi Kerja PNS sebesar 0,934 yang lebih besar dari 0,10. Ini berarti tidak ada korelasi antar variabel independent. Hasil perhitungan nilai Variance Inflation Factor (VIF) sebesar 1,070, tidak ada satu pun variabel independent yang memiliki nilai VIF lebih dari 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel independent dalam model regresi, sehingga model regresi layak dipakai dan dapat dilanjutkan ke tahap pengujian selanjutnya karena memenuhi asumsi multikolinearitas. Dengan demikian variabel independen Team Work dapat digunakan untuk memprediksi Pemberian Upah Pungut terhadap Motivasi Kerja PNS pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah. 4.5.3. Uji Heteroskedastisitas Untuk menguji gejala heteroskedastisitas dalam analisis pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan grafik scatterplot. Titik-titik tersebut harus menyebar secara acak, tersebar baik di atas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Apabila kondisi ini terpenuhi, maka dapat dinyatakan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. 65

Hasil pengujian diatas sebagaimana ditunjukkan pada lapiran, dapat diketahui bahwa dalam grafik scatterplot, titik-titik yang terbentuk menyebar secara acak, tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel bebas pada penelitian ini yaitu pemberian upah pungut, motivasi kerja, dan Team Work tidak terjadi heteroskedastisitas sehingga dengan demikian model regresi layak digunakan. 4.6. Uji Hipotesis 4.6.1. Analisis Pengaruh Pemberian Upah Pungut terhadap Motivasi Kerja PNS Pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah Sebagai analisis lanjutan menggunakan teknik statistik untuk mencari ada tidaknya pengaruh yang signifikan antara variabel x dan y. Untuk memudahkan peneliti dalam menganalisis data yang diperoleh maka peneliti menggunakaan bantuan program statistik berbasis komputer yaitu SPSS (Statistic Program Social Sciences) Release 22.00. Hipotesis penelitian yang diuji berbunyi ada pengaruh yang signifikan antara pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja PNS Pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah. Dengan menggunakan 66

alat bantu komputer program SPSS Release 22.00, diperoleh hasil berikut ini: Model 1 (Constant) Unstandardized Coefficients Std. B Error Coefficients 67 Standardized Coefficients Beta t Sig. 19.538 1.640 11.915.000 Upah Pungut.218.080.256 2.739.007 adependent variable : Motivasi Kerja PNS Model pengaruh pemberian upah pungut (X 1 ) terhadap motivasi kerja PNS (Y 1 ) dinyatakan dalam bentuk persamaan regresi Y = 19,583 + 0,218 X 1. Uji signifikansi persamaan regresi dapat disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 4.11. Signifikansi Pemberian Upah Pungut Terhadap Motivasi Kerja PNS Pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah Sum of Squares ANOVA a Mean Square F Sig. Model df Regression 27.905 1 27.905 7.500.007 b 1 Residual 398.095 107 3.721 Total 426.000 108 a. Dependent Variable: Motivasi b. Predictors: (Constant), Upah Pungut Berdasarkan uji signifikansi variabel pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja PNS diperoleh nilai Fhitung 7,500 dengan signifikansi 0,007 sehingga variabel pemberian upah pungut secara signifikan memberi pengaruh terhadap

motivasi kerja PNS pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja PNS pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah adalah signifikan, dengan persamaan regresi Y = 19,583 + 0,218 X 1, menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan skor pemberian upah pungut akan menyebabkan kenaikan skor motivasi kerja PNS sebesar 0,218 satuan pada konstanta 19,583. Besarnya varian pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja PNS dapat dilihat dari perhitungan SPSS Release 22.00. Model Summary b R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate R Square Change Model R 1.256 a.066.057 192.886.066 a. Predictors: (Constant), Upah Pungut b. Dependent Variable: Motivasi Berdasarnya hasil pengujian di atas maka didapatkan besarnya pengaruh motivasi kerja PNS yang ditentukan pemberian upah pungut sebesar 0,057 atau 5,7 persen (lihat Adjusted R Square). Hal ini berarti 5,7 persen motivasi kerja PNS pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah mendapat pengaruh pemberian upah pungut (SE 1 ) 5,7 persen sedangkan sisanya 94,3 persen 68

ditentukan oleh faktor lain di luar variabel pemberian upah pungut. Kekuatan pengaruh antara pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja PNS dinyatakan dalam koefisien regresi linear dengan signifikansi 0,007. Adapun kriteria pengujian hipotesis berdasarkan taraf signifikansi yakni jika probabilitas lebih dari 0,05 maka dapat dinyatakan tidak terdapat pengaruh, dan jika probabilitas signifikansinya kurang dari 0,05 maka dapat dinyatakan terdapat pengaruh antara dua kelompok penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nol (H o ) ditolak, yang berarti hipotesis penelitian yang menyatakan ada pengaruh yang signifikan antara pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja PNS pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah dapat diterima kebenarannya. Dengan demikian dapat diketahui bahwa setiap kenaikan skor pemberian upah pungut akan diikuti naiknya skor motivasi kerja PNS, begitu juga sebaliknya setiap kenaikan skor motivasi kerja PNS akan diikuti naiknya skor pemberian upah pungut. 4.6.2. Analisis Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja PNS pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah Hipotesis penelitian yang diuji berbunyi ada pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja Pada 69

Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah. Dengan menggunakan alat bantu komputer program SPSS Release 22.00, maka dapat diperoleh hasil sebagai berikut: Model (Constant) 1 Motivasi Coefficients a Unstandardized Coefficients Std. B Error 70 Standardized Coefficients Beta t Sig. 14.075 2.320 6.066.000.430.096.396 4.458.000 A Dependent Variable :Kinerja PNS Model pengaruh motivasi kerja (X 2) terhadap kinerja PNS(Y 2 ) Pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah dinyatakan dalam bentuk persamaan regresi Y= 14,075 + 0,430X 2. Perhitungan dengan hasil Uji signifikansi persamaan regresi dapat disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 4.12. Signifikansi Motivasi Kerja Terhadap Kinerja PNS Pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah Sum of Squares ANOVA a Mean Square F Sig. Model df 1 Regression 78.613 1 78.613 19.876.000 b Residual 423.204 107 3.955 Total 501.817 108 a. Dependent Variable: Kinerja PNS b. Predictors: (Constant), Motivasi

Berdasarkan uji signifikansi variabel Motivasi Kerja Terhadap Kinerja PNS diperoleh nilai Fhitung 19,876 dengan signifikansi 0,000 sehingga variabel motivasi kerja secara signifikan memberi pengaruh positif terhadap Kinerja PNS Pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja PNS adalah signifikan, dengan persamaan regresi Y= 14,075 + 0,430 X 2, menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan skor motivasi kerja akan menyebabkan kenaikan skor kinerja PNS sebesar 0,430 satuan pada konstanta 14,075. Besarnya varian motivasi kerja terhadap kinerja PNS dapat dilihat dari perhitungan SPSS Release 22.00 sebagai berikut: Model Summary b R Square Adjusted R Square 71 Std. Error of the Estimate R Square Change Model R 1.396 a.157.149 198.876.157 a.predictors: (Constant), Motivasi b. Dependent Variable: Kinerja PNS Berdasarnya hasil pengujian di atas maka didapatkan besarnya pengaruh kinerja PNS yang ditentukan oleh motivasi kerja sebesar 0,149 atau 14,9 persen (lihat Adjusted R Square). Hal ini berarti 14,9 persen kinerja PNS mendapat pengaruh dari motivasi kerja (SE 1 ) 14,9 persen sedangkan

sisanya 85,1 persen ditentukan oleh faktor lain di luar variabel motivasi kerja. Kekuatan pengaruh antara motivasi kerja terhadap kinerja PNS dinyatakan dalam koefisien regresi linear dengan signifikansi 0,000 kurang dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nol (H o ) ditolak, yang berarti hipotesis penelitian yang menyatakan ada pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja PNS pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah dapat diterima kebenarannya. Dengan demikian dapat diketahui bahwa setiap kenaikan skor motivasi kerja akan diikuti naiknya skor kinerja PNS pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah, begitu juga sebaliknya. 4.6.3. Analisis Peranan Team Work Sebagai Variabel Moderasi Dalam Hubungannya Antara Pemberian Upah Pungut Terhadap Motivasi Kerja PNS pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah. Penggunaan alat analisis regresi linear berganda dimaksudkan untuk menganalisis pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak bebas. Dalam penelitian ini adalah membahas tentang analisis Team Work Sebagai Variabel Moderasi Dalam hubungannya Antara Pemberian Upah Pungut Terhadap Motivasi Kerja PNS pada Dinas 72

1 Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah dengan menggunakan alat bantu komputer program SPSS Release 22.00, diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4.13. Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda Unstandardize Standardized Correlations Model d Coefficients Coefficients Std. Partial B Error Beta t Signifikansi (Constant) 3.216 1.704 1.887.062 Upah Pungut.227.056.287 4.039.000.365 Motivasi Kerja.533.066.576 8.091.000.618. a Dependent Variable: Team Work Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2016 Dengan demikian hasil persamaan regresi linear berganda dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Y= 3,216 + 0,227 X 1 + 0,533 X 2 Dari persamaan tersebut di atas, maka dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Persamaan di atas menunjukkan bahwa pemberian upah pungut (X 1 ) dan motivasi kerja (X 2 ) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Team Work (Y 3 ). Hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai koefisien masing-masing variabel penelitian yaitu pemberian upah pungut dan motivasi kerja yang positif. 2. Berdasarkan persamaan di atas dapat diketahui bahwa variabel bebas yang paling berpengaruh terhadap team work sebagai variabel moderasi adalah motivasi kerja. Kemudian diikuti dengan variabel pemberian upah 73

pungut. Hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai koefisien masing-masing variabel penelitian yaitu pemberian upah pungut sebesar 0,227, sedangkan motivasi kerja sebesar 0,533 sehingga variabel motivasi kerja mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap peranan team work sebagai variabel moderasi pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah. Uji F dilakukan untuk menguji signifikansi variabel bebas terhadap variabel tidak bebas secara bersama-sama. Jika nilai Fhitung lebih besar dari pada Ftabel dan besarnya nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka menerima Ha atau dengan kata lain menerima hipotesis yang menyatakan bahwa variabel bebas berpengaruh secara serentak dan signifikan terhadap variabel tidak bebas. Hasil perhitungan nilai F dengan program SPSS Release 22,00 dapat dilihat pada Tabel 4.14. Tabel 4.14. Uji Simultan Antara Variabel Pemberian Upah Pungut (X 1 ) dan Motivasi Kerja (X 2 ) Terhadap Peranan Team Work sebagai Variabel Moderasi (Y 3 ). ANOVA a Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. Regression 182.012 2 91.006 52.704.000 b 1 Residual 183.034 106 1.727 Total 365.046 108 a. Dependent Variable: Team Work b. Predictors: (Constant), Motivasi, Upah Pungut Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2016 74

Dalam penelitian tabel 4.14 terdapat uji simultan antara variabel pemberian upah pungut dan motivasi kerja PNS terhadap peranan team work sebagai variabel moderasi. Berdasarkan uji F test di dapat Fhitung 52,704 dengan taraf signifikan (p) 0,000. Karena probabilitas (0,000) jauh lebih kecil dari 0,05, maka Ho di tolak dan hipotesis yang menyatakan bahwa secara bersama-sama ada pengaruh antara pemberian upah pungut dan motivasi kerja terhadap peranan team work sebagai variabel moderasi dapat diterima kebenarannya. Dengan hasil persamaan regresi Y= 3,216 + 0,227 X 1 + 0,533 X 2, menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan skor pemberian upah pungut dan satu satuan skor motivasi kerja akan menyebabkan kenaikan skor team work yang berperan sebagai variabel moderasi sebesar 0,76 satuan pada konstanta 3,216. Besarnya varian team work yang berperan sebagai variabel moderasi yang ditentukan dari penerimaan upah pungut dan motivasi kerja dapat dilihat dari perhitungan SPSS Release 22.00 sebagai berikut: Model Summary b Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate R Square Change 1.706 a.499.489 131.405.499 a. Predictors: (Constant), Motivasi, Upah Pungut b. Dependent Variable: Team Work 75

Berdasarnya hasil pengujian di atas maka didapatkan besarnya pengaruh team work yang berperan sebagai variabel moderasi yang ditentukan dari penerimaan upah pungut dan motivasi kerja sebesar 0,489 atau 48,9 persen (lihat Adjusted R Square). Hal ini berarti 48,9 persen team work yang berperan sebagai variabel moderasi mendapat pengaruh dari pemberian upah pungut dan motivasi kerja sedangkan sisanya 51,1 persen ditentukan oleh faktor lain di luar variabel pemberian upah pungut dan motivasi kerja. Kekuatan pengaruh antara pemberian upah pungut dengan motivasi kerja terhadap team work yang berperan sebagai variabel moderasi dinyatakan dalam koefisien regresi ganda (r) 0,706. Dengan demikian hipotesis ketiga yang menyatakan ada pengaruh team work yang berperan sebagai variabel moderasi dalam hubungannya antara pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah dapat diterima kebenarannya. 4.7. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa besarnya pengaruh pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja adalah signifikan yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan skor pemberian upah pungut akan menyebabkan kenaikan skor motivasi kerja PNS. Pemberian 76

upah pungut merupakan suatu penerimaan sebagai suatu imbalan dari pemberian kerja kepada penerima kerja untuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah dilakukan dan berfungsi sebagai jaminan kelangsungan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan dan dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu persetujuan, undang-undang peraturan, dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pemberi kerja dan penerima kerja. Besarnya pengaruh motivasi kerja yang ditentukan oleh pemberian upah pungut sebesar lima koma tujuh persen. Hal ini berarti lima koma tujuh persen motivasi kerja PNS mendapat pengaruh pemberian upah pungut sedangkan sisanya sembilan empat koma tiga persen ditentukan oleh faktor lain di luar variabel pemberian upah pungut. Oleh karena itu terbukti memberikan pengaruh yang positif bagi motivasi kerja PNS atau sumbangan efektif yang memberi pengaruh pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja. Analisis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja mendapatkan hasil yang signifikan, setiap kenaikan satu satuan skor motivasi kerja akan menyebabkan kenaikan skor kinerja PNS. Motivasi merupakan keinginan dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut bertindak. Biasanya orang bertindak karena adanya alasan untuk mencapai tujuan. Memahami motivasi sangatlah penting karena kinerja, reaksi terhadap kompensasi dan persoalan 77

sumber daya manusia yang lain dipengaruhi dan mempengaruhi motivasi. (Malthis, 2006: 114). Adapun besarnya varian kinerja PNS yang ditentukan oleh motivasi kerja adalah empat belas koma sembilan persen. Hal ini berarti empat belas koma sembilan persen kinerja PNS mendapat pengaruh dari motivasi kerja. Hasil analisis peranan Team Work sebagai variabel Moderasi dalam hubungannya antara Pemberian Upah Pungut terhadap Motivasi Kerja PNS, bahwa setiap kenaikan satu satuan skor akan menyebabkan kenaikan skor team work yang berperan sebagai variabel moderasi dengan besarny. Adapun besarnya varian team work yang berperan sebagai variabel moderasi yang ditentukan dari penerimaan upah pungut dan motivasi kerja adalah empat puluh delapan koma sembilan persen. Pemberian upah pungut yang dikelola dengan baik atau dilaksanakan sebagaimana mestinya dalam jangka panjang dapat menjadi alat yang efektif bagi semangat kerja karyawan (Yensy, 2010:33). Pemberian upah pungut yang baik akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, sehingga akan berdampak kepada motivasi karyawan. Berdasarkan rumusan hipotesis yang menyatakan Ha (Hipotesis alternatif) adalah Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja, motivasi kerja terhadap kinerja PNS dan hipotesis ketiga yaitu terdapat peranan team work sebagai variabel 78

moderasi dalam hubungannya dengan pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja sedangkan Ho (Hipotesis Nihil) yaitu Tidak terdapat pengaruh signifikan antara pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja, motivasi kerja terhadap kinerja PNS dan hipotesis ketiga yaitu terdapat peranan team work sebagai variabel moderasi dalam hubungannya dengan pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja. Berdasarkan hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa hipotesis nol (H o ) ditolak dan (Ha) diterima, dengan signifikansi sebesar 0,000 atau probabilitas kurang dari 0,05 yang berarti semua hipotesis penelitian dapat diterima kebenarannya. Jadi dapat diartikan bahwa semua hipotesis penelitian yang menyatakan ada pengaruh yang signifikan antara pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja, motivasi kerja terhadap kinerja PNS dan terdapat peranan team work sebagai variabel moderasi dalam hubungannya dengan pemberian upah pungut terhadap motivasi kerja pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah dapat diterima kebenarannya. Dengan adanya pemberian upah pungut, motivasi yang terbentuk dan Team Work baik dari dalam diri pegawai itu sendiri maupun dari lingkungan, dapat menjadikan diri pegawai terus bersemangat, antusias dan tidak gampang menyerah dalam bekerja. Akhirnya dengan tumbuhnya semangat dalam diri pegawai dalam bekerja akan berdampak pula pada kinerja yang akan dihasilkan oleh pegawai itu 79

sendiri, menjadikan pegawai tidak memiliki mental yang lemah tetapi memiliki mental yang kuat dan semangat untuk berjuang dalam memberikan kontribusi yang terbaik bagi instansi kerja yaitu pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah. 80