Rhenno ledhuardo ( ) Muhammad Haikal ( ) Winda Dwi Yusnita ( )

dokumen-dokumen yang mirip
Sessi. Dosen Pembina:

Perilaku Individu dan Manajemen Sumber Daya Manusia Internasional

MANAJEMEN SDM PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL Kerja Yang Secara Mental Menantang Ganjaran Yang Pantas Kondisi Kerja Yang Mendukung Rekan Kerja Yang Mend

BAB I PENDAHULUAN menjadi Rp 335 triliun di tahun Perkembangan lain yang menarik dari

BAB I PENDAHULUAN. Di jaman sekarang ini banyak perusahaan yang berusaha untuk memenangkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Oleh. Dr. Zainuddin Iba, SE., M.M 29 November 2017 BAHAN AJAR M S D M. Bagian 6 SDM INTERNASIONAL

Empat sub pokok pembahasan, yaitu digambarkan dalam bagan dibawah ini:

Bisnis Internasional. Pengaturan SDM pada Perusahaan Multinasional (MNC) Andi Youna Bachtiar, M.Ikom. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Akuntansi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bahan Kuliah Manajemen Pemasaran Internasional: STRATEGI PEMASARAN GLOBAL. Program Studi Magister Manajemen Program Pascasarjana-UHAMKA

BAB II URAIAN TEORITIS. judul penelitian Pengaruh Deskripsi Kerja dan Kompensasi Terhadap Prestasi

Oleh. Dr. Zainuddin Iba, SE., M.M 27 November 2017 BAHAN AJAR M S D M. Bagian-2 KOMPENSASI DAN BALAS JASA

BAB I PENDAHULUAN. trampil cenderung pindah ke kota untuk mencari pengalaman. Oleh karena itu,

MANAJEMEN KINERJA. Paradigma Baru Dalam Memanajemeni. Oleh: Rojuaniah Dosen FE - UIEU

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA INSENTIF DAN GAIN SHARING

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengertian performance sebagai hasil kerja atau prestasi kerja. Namun,

I. PENDAHULUAN. manusia yang ada di dalamnya. Apabila sumberdaya manusia tersebut diperhatikan

MSDM Materi 14 Audit SDM

MSDM Materi 14. Audit SDM. 1

PENGANTAR MANAJEMEN Materi 9 Organizing/Pengorganisasian: Manajemen Sumber Daya Manusia Viraguna Bagoes Oka, M Finc Dharma Iswara Bagoes Oka, M Finc

BAB II PROGRAM STUDI VOKASI PARIWISATA UNIVERSITAS INDONESIA

Strategi Operasi untuk Barang & Jasa

Gambaran Mengenai Bisnis Internasional

BAB I PENDAHULUAN. menarik tenaga kerja yang efektif dalam sebuah organisasi (Daft, 2000).

Bab 9: PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN. Hak cipta 2005 South-Western. Semua hak dilindungi undangundang.

BAB II URAIAN TEORITIS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perubahan ekonomi dalam era globalisasi mengalami

BAB II LANDASAN TEORI. satu file sehingga menghasilkan satu hasil yang dikehendaki. (Abdul Kadir,

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. bersaing dan salah satu alat yang dapat digunakan oleh perusahaan adalah

BAB II TINJAUAN TEORI. 1. Angga Putra Samudra dengan judul Pengaruh Kompensasi Finansial

ARTI PENTING MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB 4 PENUTUP. 4.1 Kesimpulan

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan akan berusaha untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan

BAB I PENDAHULUAN. terpenting yang mampu digunakan menjalankan setiap proses di dalamnya yaitu

Ujian Akhir Sekolah Tahun 2007 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

BAB II LANDASAN TEORI. dicapainya. Tujuan tersebut diraih dengan mendayagunakan sumber-sumber

BAB I PENDAHULUAN. daya, terutama sumber daya manusia dalam pelaksanaan suatu proyek maka

III. KERANGKA PEMIKIRAN

Po P lilt i ekn k ik i T e T lk l om o Pe P nga g n a tar a M a M n a aje j man ma B i B s i n s is i 1 Pe P nda d h a ulu l a u n

FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PERUSAHAAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. Sistem Informasi pada suatu sistem meliputi masukan data (input) yang

BAHAN AJAR Jurusan : Administrasi Bisnis Konsentrasi : Mata Kuliah : Pengantar Bisnis

KUESIONER. 1 Apakah perusahaan memiliki struktur organisasi yang jelas dan rinci? V

PEREKONOMIAN INDONESIA DI ERA GLOBALISASI

Bisnis yang. Dinamis 26/03/2013. Kebutuhan Manusia yang. Dinamis. Kinerja Organisasi. Kualitas dan Kemampuan Kompetitif SDM

yang membentuk lingkungan pemsaran eksternal. komponen bauran pemasaran segmentasi tersebut dalam pemasaran. konsumen perilaku pembelian konsumen.

BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini persaingan dalam dunia bisnis sangatlah ketat, khususnya di

15B. Catatan Sementara NASKAH REKOMENDASI TENTANG PEKERJAAN YANG LAYAK BAGI PEKERJA RUMAH TANGGA. Konferensi Perburuhan Internasional

Memahami Proses Pemasaran Dan Perilaku Konsumen

Materi 9 Organizing: Manajemen Sumber Daya Manusia

Rencana pembangunan pendidikan jangka panjang ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi

DEFINISI STRUKTUR ORGANISASI

ANDRI HELMI M, SE., MM BISNIS INTERNASIONAL

PEMASARAN EKSPOR. PEMASARAN INTERNASIONAL MINGGU KE TUJUH BY. MUHAMMAD WADUD, SE., M.Si. FAKULTAS EKONOMI UNIV. IGM

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. yang diperoleh adalah tingkat Kompetensi Pedagogik guru-guru SD Negeri di

R201 Rekomendasi tentang Pekerjaan Yang Layak bagi Pekerja Rumah Rangga, 2011

BAB II BAHAN RUJUKAN

Bab 9 PENYUSUNAN PERSONALIA ORGANISASI

III. KERANGKA PEMIKIRAN

LINGKUNGAN BISNIS ROBIT FAUZI S1 SI 2G ABSTRAK

A. Pengertian Gaji dan Upah

Pengaruh Globalisasi Ekonomi Terhadap Perkembangan Ekonomi Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Sumber Daya Manusia dari waktu ke waktu masih menjadi topik menarik

STRATEGI INTERNASIONAL

BAB I PENDAHULUAN. yang semakin meningkat serta perusahaan-perusahaan yang semakin besar,

DAFTAR ISI... HALAMAN DAFTAR TABEL... DAFTAR GRAFIK... DAFTAR BOKS... KATA PENGANTAR...

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGAMBANGAN SKKNI DALAM RANGKA MENINGKATKAN KOMPETENSI TENAGA KERJA INDONESIA MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL

ANALISIS EFEKTIFITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN KARYAWAN (Studi Kasus PT CHERIA ALAM MANDIRI) Mita Kurniasih EB10

Alasan 08/01/2015. Disajikan oleh: Nur Hasanah, SE, MSc. Undangundang. Keinginan karyawan. Keinginan perusahaan. Kontrak kerja berakhir

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia. Manajemen terdiri dari enam unsur (6M) yang meliputi man, money,

PENGARUH KOMPENSASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN MEUBEL CV. MUGIHARJO BOYOLALI

BAB I PENDAHULUAN. departementersendiri dalam suatu organisasi, yaitu HumanResource Departemen

BAB III LANDASAN TEORI

Pertemuan LINGKUNGAN BISNIS by mayo

BAB I PENDAHULUAN. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang

BAB II LANDASAN TEORI

Tiga komponen barang yang ditawarkan. bab 12

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. aktivitas kerja yang terpisah, tetapi berhubungan dan memberikan

Nova Yanti Maleha, SE, M.Si 19/09/2016 1

KEBIJAKAN ANTIKORUPSI

BAB II KAJIAN PUSTAKA. internal maupun pihak eksternal perusahaan. Untuk memenuhi kebutuhan

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATA KULIAH: MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA EKM 202

Transkripsi:

Rhenno ledhuardo (125020200111080) Muhammad Haikal (125020207111050) Winda Dwi Yusnita (125020206111001)

Pentingnya strategi bagi pengembangan praktik-praktik manajemen sumberdaya manusia merupakan hal yang penting dalam organisasi domestik, misalnya : perluasan logis bagi penilaian pekerjaan, menyatukan teknologi-teknologi yang berbeda, praktik-praktik sumber daya manusia yang menyajikan kecakapan dari sumber-sumber nyata (misalnya, kegunaan penilaian pekerjaan khusus dan program penilaian pelatihan) dan dari sumber tidak nyata ( reputasi, kemampuan berorganisasi). Penilaian pekerjaan menjadi suatu alat untuk menjamin kesuksesan pelaksanaan strategi perusahaan, lebih dari metode untuk membimbing keputusan administrasi personalia. Akan tetapi, para profesional (manajer) sumberdaya tidak selalu dalam pengembangan dan pelaksanaan strategi global.

Tiga Strategi Sumber daya Internasional (IHRM) Eksportif Adaptif Integratif

Pokok Pokok Persoalan Susunan Kepegawaian Interasional Perbedaan-perbedaan IHRM (kepegawaian internasional) digunakan untuk membahas praktik-praktik penilaian dan manajemen kinerja (PMM), dengan susunan kepegawaian sebagai berikut : Susunan Kepegawaian etnosentris dengan kebangsaan negara asal/induk (PCN) Susunan kepegawaian polisentris dengan kebangsaan negara tuan rumah (HCN) Susunan kepegawaian regiosentris dan geosentris, dengan kebangsaan negara ketiga dan para manajer global

Perbedaan Sosial Budaya dan Penilaian Manajemen Kinerja Kondisi sosial dan nilai-nilai budaya menyebabkan berkurangnya hubungan antara strategi dan praktik PMM. Meskipun strategi IHRM kuat, namun praktik-praktik PMM mengalami kegagalan karena tidak menyesuaikan dengan kondisi dan nilai-nilai budaya dari negara yang ditempati sehingga pelaksanaan strategi IHRM menjadi kurang sukses.

Kriteria global dan lokal mempunyai beberapa tujuan : 1. Digunakan untuk menyeleksi manajer luar negeri dan manajer kunci. 2. Meningkatkan evaluasi kinerja untuk membantu dalam pengambilan keputusan. 3. Memberikan suatu mekanisme kontrol untuk menghubungkan unit luar negeri dengan MNC. Tujuan penggunaan kriteria ini menentukan pilihan kriteria yang akan dipakai.

Kriteria penilaian kinerja level unit merupakan hasil dari tingkat analisis strategi bisnis unit (SBU), dan bisanya berhubungan dengan tujuan-tujuan strategis.

Menurut Metowidjo mendefinisikan dua tipe kinerja : Aktivitas-aktivitas yang mentransformasikan bahan-bahan mentah pada barang-barang dan pelayanan-pelayanan, misalnya penjualan produk, mengoperasi perlengkapan produksi dsb Aktivitas-aktivitas yang melayani produksi barang dan pelayanan. Misalnya pembelian, pengendalian, dan pengawasan.

Kondisi-kondisi tertentu dapat mengurangi kinerja. Perbedaan kultur antar negara asal manajer dengan kultur dimana manajer tersebut bekerja, membuat tugasnya lebih sulit untuk dilaksanakan, karena beberapa perubahan kultur lebih sulit untuk beradaptasi. Kesukaran penyesuaian ini menunjukkan evaluasi dan kinerja yang diharapkan.

Banyak metode-metode yang digunakan dalam penilaian kinerja. Perbedaan-perbedaan metode tersebut disebabkan karena perbedaan kultur. Misalnya dalam kultur yang kekuasaannya tinggi, seseorang memiliki status yang lebih tinggi akan menerima umpan balik dari seseorang yang lebih rendah.

Pelatihan yang digunakan harus menekankan pada keefektifan tujuan dan bagaimana individu memberikan kontribusi pada sebuah unit. Pelatihan juga harus menjelaskan bagaimana praktik pengelolaan kinerja (PMM) meningkatkan keberhasilan unit dan individu. Pelatihan harus digunakan untuk meningkatkan keakuratan dan keadilan skala golongan. Pelatihan ini menyediakan standar-standar untuk menilai indikator keberhasilan pada masing perilaku.

Dalam penggunaan kinerja ada enam metode yang dapat digunakan, antara lain : Peraturan dan Prosedur Sosialisasi Perencanaan Kinerja Umpan Balik dan Pelatihan Kompensasi dan Bonus Kerjasama yang Erat

Analisis Kasus Sumber Daya Manusia Pada NIKE, Inc di Indonesia Upah Jam Kerja Usia Pegawai Uang Lembur dan Pesangon

1. Kasus Nike terjadi karena pekerja merasakan banyak ketidakadilan, terutama terkait dengan upah yang rendah, pekerja di bawah umur, uang lembur yang tidak dibayar, pesangon yang terancam tidak dibayar, jam kerja melebihi jam kerja normal, larangan secara tidak langsung untuk berserikat, dan kekerasan fisik yang kerap kali terjadi. 2. Pemerintah memang menerapkan upah yang rendah untuk buruh, hal ini dilandasi oleh alasan: kualitas pekerja memang masih rendah, jumlah pengangguran banyak, dan memperkuat keunggulan kompetitif bangsa sebagai tempat investasi yang dapat mereduksi biaya produksi. 3. Perlu ada manajemen sumber daya yang baik antara pemerintah, kontraktor (produsen), NGO, dan pekerja untuk mencapai target dan memenuhi peraturan dari perusahaan asing penanam modal. Namun harus tetap dikritisi jika terdapat peraturan yang memberatkan pihak lokal.

1. Peningkatkan kualitas sumber daya manusia sangat diperlukan disamping kuantitas yang besar. 2. Komunikasi antara seluruh stakeholders merupakan kunci kesuksesan utama