TUGAS AKHIR PS 1380 PEMBUATAN PROGRAM BANTU KOMPUTER UNTUK PERHITUNGAN TRAFFIC ASSIGNMENT DENGAN RUMUS COST FUNCTION DAVIDSON (MENGGUNAKAN MICROSOFT VISUAL BASIC 6.0) KURNIAWAN ADI PUTRANTO 3105.100.027 Dosen Pembimbing : WAHYU HERIJANTO, Ir., MT.
BAB I PENDAHULUAN
PENDAHULUAN LATAR BELAKANG PERUMUSAN MASALAH BATASAN MASALAH TUJUAN MANFAAT
LATAR BELAKANG Masalah transportasi/perhubungan merupakan masalah yang selalu dihadapi oleh negara-negara yang telah maju dan juga oleh negara-negara yang sedang berkembang. Konsep perencanaan transportasi biasanya dilakukan secara berurut sebagai berikut : - Trip Generation. - Trip Distribution. - Modal Split. - Traffic Assignment Traffic assignment (pembebanan lalu lintas) yang penting untuk dilakukan adalah pencarian rute terpendek dari suatu simpul asal menuju ke simpul tujuan. Penentuan pencarian rute terpendek biasanya dapat dilakukan dengan cara manual tetapi cara tersebut hanya dapat dilakukan pada jaringan jalan yang sederhana.
Perhitungan dan pencarian rute terpendek untuk jaringan jalan yang kompleks (perkotaan) dapat dibuat secara pemrograman komputer dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0. Untuk perumusan cost function Davidson dapat menentukan hubungan biaya-arus.dalam hubungan biaya-arus, biaya akan meningkat sesuai dengan arus lalu lintasnya.
PERUMUSAN MASALAH 1. Bagaimanakah algoritma perhitungan dan pencarian rute terpendek secara pemrograman komputer dengan menggunakan microsoft visual basic 6.0? 2. Bagaimanakah algoritma perhitungan dan pencarian rute terpendek secara pemrograman komputer jika dipakai pembebanan incremental loading Davidson?
BATASAN MASALAH 1. Tugas Akhir ini hanya membahas masalah traffic assignment atau pencarian rute terpendek secara pemrograman komputer dengan menggunakan microsoft visual basic 6.0. 2. Hasil dari rencana program bantu ini dapat mengetahui jarak rute terpendek dan menampilkan rute terpendeknya. 3. Hasil rencana jumlah node adalah sesuai dengan program bantu microsoft visual basic 6.0. 4. Pembebanan volume ruas jalan berdasarkan metode incremental loading. 5. Tidak memperhitungkan tundaan dan kerusakan pada ruas jalan. 6. Jaringan jalan yang ditinjau adalah jaringan jalan sekitar Klampis dalam kota Surabaya. 7. Data karakteristik jalan seperti matriks asal tujuan dianggap sudah tersedia. 8. Dalam perencanaan program bantu ini tidak memperhitungkan hambatan pada persimpangan dan larangan belok pada tikungan.
TUJUAN 1. Dapat mengetahui algoritma perhitungan dan pencarian rute terpendek secara pemrograman komputer dengan menggunakan microsoft visual basic 6.0. 2. Dapat mengetahui algoritma perhitungan dan pencarian rute terpendek secara pemrograman komputer dengan pembebanan incremental loading Davidson.
MANFAAT Dengan adannya program bantu komputer ini, diharapkan dapat menghemat waktu pengerjaan dan pemakai mudah dalam pengoperasiannya.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
FAKTOR PEMILIHAN RUTE TERPENDEK Dalam hal ini penulis akan menggunakan waktu tempuh terpendek sebagai faktor pemilihan rute terpendek. Perhitungan mengacu pada Indonesian Highway Capacity Manual (IHCM) untuk ruas jalan kota : FV = (FV O + FV W ) x FFV SF x FFV CS SF CS ( Km/Jam ) CS Dimana : FV FV O FV W FFV SF FFV CS = Kecepatan arus bebas kendaraan ringan (km/jam). = Kecepatan arus bebas dasar kendaraan ringan (km/jam) = Faktor penyesuaian lebar jalur lalu lintas efektif (km/jam) = Faktor penyesuaian kondisi hambatan samping = Faktor penyesuaian ukuran kota
C = C O FC W FC SP FC SF FC CS ( Smp/Jam ) SP SF CS Dimana : C O FC W FC SP FC SF FC CS = Kapasitas dasar = Faktor penyesuaian lebar jalur lalu lintas = Faktor penyesuaian pemisahan arah = Faktor penyesuaian hambatan samping = Faktor penyesuaian ukuran kota Perumusan Cost Function Davidson (1966) Dimana : Tq To Q a C Tq = To [ (1-(1 (1-a)Q/C) / (1-Q/C)] = Waktu tempuh akhir = Waktu tempuh awal = Volume arus lalu lintas = Parameter blunden = Kapasitas
PERHITUNGAN KINERJA DS = Q/C Dimana : DS Q C = Derajat kejenuhan = Volume arus lalu lintas = Kapasitas
VISUAL BASIC (VB) Visual basic merupakan bahasa pemrograman komputer yang dapat berjalan pada sistem operasi Windows. Menyediakan beberapa fasilitas yang dapat dipakai dalam membuat objek-objek pembantu program.
BAB III METODOLOGI
FLOWCHART PROSES KERJA PROGRAM START Tidak Input : 1. Daftar node dan centroid 2. Koordinat node dan centroid 3. List berupa nomor ruas titik 1, titik 2, karakteristik tujuan 4. List asal tujuan 5. Metode loading Data sudah benar Ya Pembentukan jaringan jalan Jaringan jalan terbentuk Pembebanan rute metode Incremental Perhitungan travel time Tidak Pencarian rute terpendek Rute terpendek dan volume ruas jalan Data sudah benar Ya Output : 1. Rute terpendek 2. Volume ruas jalan 3. Gambar peta SELESAI
BAB IV ANALISA DATA
DATA YANG DIGUNAKAN UNTUK PENYUSUNAN PROGRAM Survey lapangan Hal ini dilakukan untuk mengetahui sekilas gambaran tentang jaringan jalan yang ditinjau. Dari survey ini juga didapat peta pengaturan lalu lintas jaringan jalan. Setelah mengetahui gambaran jaringan jalan dan pengaturan lalu lintas, maka kita dapat memodelkan jaringan jalan tersebut. Data karakteristik jalan Berasal dari Dinas Perhubungan, data ini menjelaskan tentang detail suatu ruas jalan seperti tipe ruas jalan, panjang ruas jalan, jumlah dan lebar tiap ruas jalan, hambatan yang ada di ruas jalan dan median.
GAMBAR JARINGAN JALAN YANG DITINJAU
GAMBAR PETA PENGATURAN LALU LINTAS
GAMBAR PEMODELAN JARINGAN
DATA JARINGAN JALAN
MATRIKS ASAL TUJUAN (MAT) TAHUN 2002
Dari data matriks asal tujuan (MAT) diatas pada tahun 2002 diramalkan menjadi tahun 2009 dengan cara sebagai berikut : Penulis mengutip data Tugas Akhir untuk jumlah kendaraan mobil penumpang (LV) pada tahun 2000 hingga 2009. Kemudian untuk peramalan matriks asal tujuan dari tahun 2002 hingga 2009 diambil data jumlah kendaraan tahun 2002 = 178249 dan jumlah kendaraan tahun 2009 = 253956 Jadi, faktor pertumbuhan mobil penumpang dari tahun 2002 ke 2009 adalah : Tahun 2009 253956 = = 1,42 % atau 42 % Tahun 2002 178249
MATRIKS ASAL TUJUAN (MAT) TAHUN 2009 MAT setelah di kalikan faktor pertumbuhan 42 %
BAB V PENYUSUNAN TAMPILAN PROGRAM
Mini Program ITRA 1. Frmlogin 2. Form1 (halaman utama) 3. Frmcoba 4. Frmiterasi1 5. Frmiterasi2 6. Frmiterasi3 7. Frmiterasi4 8. FrmFindAllPaths 9. FrmFindShortPath 10. FrmFindShortPath1 11. FrmFindShortPath2 12. FrmFindShortPath3 13. Mco 14. MFCcs 15. MFCsf_bahu 16. MFCsf_kereb 17. MFCsp 18. MFCw 19. MFFVcs 20. MFFVsf 21. MFFVsf_kereb 22. MFVo 23. MFVw
FLOWCHART PENGGUNAAN ITRA START FrmLogin Form1 Membentuk jaringan jalan Editor Add Shape Change Shape Join Delete Add Caption Jaringan jalan terbentuk Memberi nilai waktu Tq pada tiap ruas Add Caption Arrow/line Arrow/line 1 Arrow/line 2 Arrow/line 3 Arrow/line 4 Waktu Tq pada tiap ruas Klik pada node asal dan node tujuan Find Find Short Path Find Short Path 1 Find Short Path 2 Find Short Path 3 Find All Path A
FLOWCHART PENGGUNAAN ITRA A Form1 Quit FINISH
BAB VI PENGGUNAAN PROGRAM BANTU
ITRA`
BAB VII KESIMPULAN
KESIMPULAN 1. Mengetahui algoritma perhitungan dan pencarian rute terpendek secara pemrograman komputer dengan menggunakan microsoft visual basic 6.0. 2. Mengetahui algoritma perhitungan dan pencarian rute terpendek secara pemrograman komputer dengan pembebanan incremental loading Davidson.
TERIMA KASIH