MULTI CRITERIA DECISION MODEL MENGGUNAKAN AHP/RATING MODEL LINEAR GOAL PROGRAMMING (Studi Kasus : Pemilihan Proposal Investasi CPPU/PPU PT.Sarana atim Ventura) Fadjar Hutomo PT. Sarana atim Ventura Ketintang Baru XV/34 - Surabaya ABSTRAK Penelitian ini meneliti proses pengambilan keputusan pemilihan proposal investasi di sebuah perusahaan modal ventura daerah, khususnya PT.Sarana atim Ventura. Sebuah model keputusan pemilihan proposal investasi yang multikriteria dan terintegrasi berdasarkan pada Model AHP/ dikembangkan, diaplikasikan dan diimplementasikan dengan menggunakan piranti lunak Expert Choice dan diintegrasikan dengan Teknik Linear Goal Programming. Model evaluasi multikriteria ini menghasilkan sebuah metodologi untuk memilih proposal investasi mana yang akan dibiayai dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria kualitatif maupun kuantitatif. Sebuah workshop sehari dilaksanakan dan diikuti oleh panel yang terdiri dari delapan orang tenaga ahli PT.Sarana atim Ventura yang selama ini terlibat dalam proses pengambilan keputusan investasi di PT.Sarana atim Ventura. Dari penelitian ini diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : Pertama, Model AHP/ memberikan kerangka kerja yang logis, terstruktur dan koheren dalam melaksanakan sebuah proses pengambilan keputusan kelompok dimana proposal investasi dievaluasi dalam berbagai kriteria yang telah diprioritaskan. Kedua, pemanfaatan Model AHP/ untuk pengambilan keputusan pemilihan proposal investasi secara multikriteria dalam sebuah kelompok dapat memfasilitasi proses diskusi kelompok, meningkatkan kerjasama dan memperbaiki kualitas keputusan yang akan diambil. Ketiga, Model AHP LGP yang terintegrasi memberikan keleluasaan dalam mengalokasikan sumber dana yang terbatas hanya kepada proposal investasi terpilih yang akan memaksimumkan keuntungan atau manfaat perusahaan. ABSTRACT This research examines the process of investment proposal selection decision making in a regional venture capital company, especially in PT.Sarana atim Ventura. An integrated multicriteria investment proposal selection decision model based on Analyticak Hierarchy Process and Model is developed, applied and implemented by using the Expert Choice Software, and integrated with Linear Goal Programming technique. This multicriteria evaluation model provides a methodology for selecting a set of manufacturing projects by considering both quantitative and qualitative decision criteria. An oneday workshop was conducted with a panel of eight experts who are involved in investment decision making process in PT.Sarana atim Ventura recently.
From this research some conclution can be reported. First, the AHP/ Model provides a logical, structured, coherent framework for conducting a group decision making process in which investment proposals are evaluated in multiple, prioritized criteria. Second, Utilizing AHP/ model for multicriteria investment proposal selection decision making in a group setting facilitated the group discussion process, promoted cooperation, and improved the quality of project selection decisions. Third, the integrated AHP/LGP Model provides decision makers with the flexibility needed for allocating limited source of fund only among those selected proposals that will maximize the company s benefits. Pendahuluan Latar Belakang PT.Sarana atim Ventura sebagai salah satu perusahaan Modal Ventura (Venture Capital) di awa Timur dituntut untuk senantiasa meningkatkan peran serta dan kinerjanya dalam mendukung gerak roda perekonomian di awa Timur. Salah satu upaya yang telah dan akan selalu dilakukan oleh pihak manajemen PT.Sarana atim Ventura adalah melalui upaya upaya perbaikan sistem dan prosedur pembiayaan kepada para Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) nya. Untuk memperoleh portfolio pembiayaan yang aman dan menguntungkan harus dimulai dari proses pemilihan Calon Perusahaan Pasangan Usaha (CPPU) yang selektif melalui sebuah proses evaluasi terhadap proposal-proposal yang diajukan. Proses seleksi terhadap proposal-proposal Calon Perusahaan Pasangan Usaha tersebut menjadi semakin penting ketika dihadapkan pada keterbatasan sumber dana yang dimiliki oleh PT.Sarana atim Ventura. Maka permasalahan ini merupakan sebuah permasalahan alokasi yaitu bagaimana mengalokasikan sumber dana yang terbatas kepada berbagai alternatif pembiayaan PPU dan pada akhirnya akan didapatkan portfolio pembiayaan yang aman dan menguntungkan. Proses pemilihan proposal Calon Perusahaan Pasangan Usaha ini merupakan aktifitas yang cukup kompleks sehubungan dengan banyaknya kriteria yang harus dipertimbangkan serta terdapat beberapa pengambil keputusan (anggota Komite Investasi) yang terlibat, yang masing-masing mempunyai preferensi tersendiri dalam menentukan bobot dari masing-masing kriteria pemilihan. Dalam menyelesaikan masalah seleksi Calon Perusahaan Pasangan Usaha tersebut digunakan metode pengambilan keputusan multikriteria. Beberapa model pengambilan keputusan pada dasarnya mengambil konsep pengukuran kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan upaya penggambaran dunia nyata melalui bentuk-bentuk matematis dan dilakukan melalui pendekatan permodelan secara matematis. Beberapa model pengambilan keputusan secara multikriteria antara lain : Model Unesco Model Scoring Model Goal Programming Al-Araimi, Saeed Ali Al F (1993) telah mengembangkan sebuah model pemilihan proyek manufaktur dengan menggunakan algoritma Integrated MCDM, dengan menggunakan model AHP/ Model dan kemudian mengintegrasikannya dengan model Linear Goal Programming.
Model AHP memiliki keunggulan antara lain dapat melakukan prioritasisasi terhadap kriteria kriteria kualitatif dan kuantitatif sekaligus dari permasalahan, mempunyai fleksibilitas yang tinggi terutama dalam pembuatan hirarkinya, bentuknya yang sederhana membuat model AHP dapat dengan cepat dipahami. Model AHP juga memiliki kelemahan dimana ketergantungan model ini pada masukan berupa persepsi seorang pakar akan membuat hasil akhir dari model ini menjadi tidak ada artinya bila pakar tersebut memberikan penilaian yang keliru. Selain itu model AHP juga tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahanpermasalahan optimasi. Model Linear Goal Programming memiliki kelebihan-kelebihan dalam hal : 1. Digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan banyak tujuan dengan dimensi atau satuan ukuran yang berbeda. 2. Sebagaimana programa linear lainnya, LGP digunakan untuk menyelesaikan permasalahan optimasi. Sedangkan kelemahan yang dimiliki oleh model LGP adalah bahwa model ini tidak dapat menentukan sendiri prioritas-prioritas dari kriteria-kriteria pengambilan keputusan yang ingin dipenuhi tersebut. Untuk itulah kemudian kedua model atau metode ini diintegrasikan untuk menghasilkan sebuah metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan pengambilan keputusan multikriteria. Metode ini dimulai dengan melakukan identifikasi kriteria-kriteria kualitatif maupun kuantitatif dari masalah keputusan pemilihan yang akan diselesaikan. Kemudian kriteria-kriteria tersebut didekomposisikan ke dalam sebuah hirarki untuk kemudian ditetapkan nilai prioritas dan bobotnya dan diperingkatkan dengan menggunakan metode AHP. Selanjutnya proyek manufaktur yang paling layak akan dipilih dengan menggunakan teknik Linear Goal Programming. Dengan menggunakan pendekatan dan metodologi yang sama, penelitian ini memiliki obyek tentang seleksi Calon Perusahaan Pasangan Usaha di PT.Sarana atim Ventura dengan menggunakan model Integrated MCDM. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang ada maka permasalahan yang timbul dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Identifikasi kriteria evaluasi untuk Pemilihan Calon Perusahaan Pasangan Usaha pada PT.Sarana atim Ventura. 2. Bagaimana melakukan optimasi pengambilan keputusan pemilihan Proposal Investasi Calon Perusahaan Pasangan Usaha dengan mempertimbangkan aspirasi dan kriteria-kriteria evaluasi baik kualitatif maupun kuantitatif. Batasan Masalah Batasan dari permasalahan ini adalah : 1. Penelitian ini hanya dilakukan pada proposal-proposal permohonan yang diterima oleh PT.Sarana atim Ventura. 2. kriteria yang digunakan adalah kriteria berdasarkan hasil wawancara dengan Direksi dan Staff PT.Sarana atim Ventura dan studi pustakan yang dilakukan oleh penulis. 3. Dalam penelitian ini dianggap bahwa para pembuat keputusan yang tergabung dalam Komite Intern PT.Sarana atim Ventura memiliki kemampuan dan
kompetensi yang sama dalam memberikan penilaian terhadap setiap alternatip dan judgement untuk pembobotan setiap kriteria. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk lebih memahami proses pemilihan proposal investasi di PT.Sarana atim Ventura sebagai sebuah proses pengambilan keputusan multi kriteria secara kelompok. 2. Untuk mengembangkan sebuah model keputusan multi kriteria yang mengoptimalkan pemilihan kriteria kualitatif dan kuantitatif dalam proses pemilihan proposal investasi di PT.Sarana atim Ventura dengan menggunakan model Analytical Hierarchy Process yang diintegrasikan dengan sebuah model Linear Goal Programming. Metoda Penelitian Model keputusan pemilihan proposal investasi yang multi kriteria dan integral ditetapkan dalam tujuh langkah berikut ini : 1. Data proyek dikumpulkan dan diperoleh dari Calon Perusahaan Pasangan Usaha. 2. -kriteria pemilihan diidentifikasi dari berbagai literatur tentang Studi Kelayakan Proyek serta hasil wawancara dengan Direksi dan Staff PT.Sarana atim Ventura. 3. Masalah pemilihan proposal investasi tersebut didekomposisikan ke dalam sebuah model hirarki AHP. Keputusan pemilihan proposal investasi berada pada level pertama. Level kedua dari hirarki tersebut terdiri dari kriteria-kriteria pemilihan proposal investasi dan dari setiap kriteria tersebut didefinisikan dalam beberapa subkriteria sebagai level ketiga dari hirarki. Level terakhir terdiri dari rating intensitas untuk masing-masing subkriteria. 4. Dibentuk sebuah Panel yang terdiri dari pihak pihak yang selama ini terlibat dalam pengambilan keputusan proposal investasi di PT.Sarana atim Ventura dan memahami permasalahan-permasalahan yang timbul di dalamnya. 5. -kriteria pemilihan proposal investasi, bersama dengan rating intensitas masing-masing diberi bobot oleh masing-masing anggota panel. Opini dari anggota panel ini diperoleh melalui sebuah kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dihitung rata-rata geometrisnya untuk setiap kriteria dan hasilnya digunakan sebagai data kelompok. 6. Seluruh alternatip proposal investasi kemudian diperingkatkan dengan menggunakan model AHP yang disediakan oleh software EXPERT CHOICE untuk menentukan total weighted score dari masing-masing alternatip dan kemudian dipilih beberapa alternatip proposal dengan rangking tertinggi. 7. Dari beberapa alternatip proposal tersebut kemudian dipilih beberapa alternatip yang paling layak dengan menggunakan teknik Linear Goal Programming.
Model Hirarki Keputusan Model Hirarki Keputusan dari masalah Pemilihan Proposal Investasi ini disusun dengan sistematika sebagai berikut : 1 Level Pertama : Adalah alternatip keputusan pemilihan proposal investasi 2 Level Kedua : Terdiri dari kriteria-kriteria dalam analisa kelayakan / pemilihan proposal investasi 3 Level ketiga : Terdiri dari subkriteria-subkriteria dari masing-masing kriteria tersebut di atas 4 Level keempat : Berisi intensitas dari masing-masing subkriteria Pemilihan Proposal investasi Gb.1. Model Hirarki Keputusan Formulasi Model Goal Programming System Constraint / Kendala Sistem : Prohibit multiple of projects/proposals : setiap proyek/proposal hanya dapat dipilih 1 kali / tidak boleh ada duplikasi. Xj + d j d + j = 1 ; j = 1,2,, j=1 Min d + j
Optimumkan penggunaan dana sesuai dana yang tersedia ( CI ) CIj. Xj + d +1 d + +1 = CI j = 1 Min d +1 Goal Constraint : Maximize IRR ; irrxj = nilai IRR untuk alternatip ke j irrxj. Xj + d +2 d + +2 = IRR j = 1 Min d +2 Maximize NPV ; npvxj = nilai NPV untuk alternatip ke j npvxj. Xj + d +3 d + +3 = NPV j = 1 Min d +3 Maximize Coverage aminan ; covxj = coverage jaminan untuk alternatip ke j covxj. Xj + d +4 d + +4 = COV j = 1 Min d +4 Maximize Penyerapan Tenaga Kerja ; Empxj alternatip ke j empxj. Xj + d +5 d + +5 = EMP j = 1 Min d +5 = umlah Tenaga Kerja pada Non negative constraint Xj 0 d k 0 d + k 0 Fungsi Tujuan Minimize Z = { W1 (d + j) + W2(d +1 d + +1)}+{W3(d +2)+ W4 (d +3) + j=1 W5 (d +4) + W6 (d +5) }
Hasil dan Diskusi -kriteria Dari hasil kajian pustaka mengenai studi kelayakan usaha dan wawancara serta diskusi dengan Anggota Panel dan manajemen PT.Sarana atim Ventura maka penulis telah mengidentifikasi beberapa aspek yang akan menjadi kriteria yang akan dipertimbangkan dalam proses penilaian dalam pemilihan proposal investasi yang memenuhi persyaratan, sebagai berikut : Manajemen : Usia Perusahaan Kualifikasi tim manajemen Pengendalian Usaha / Sistem Administrasi Karakter / Kredibilitas Pengelola Keuangan : Internal Rate of Return (IRR) Net Present Value Pasar / Pemasaran : Potensi Ekspor Persaingan Usaha Pertumbuhan Pasar / Volume Usaha Teknis / Produksi : Kualitas Produk Adaptibilitas Tehnologi Kapasitas Produksi Sosial : Penyerapan Tenaga Kerja Dampak Lingkungan Agunan / Collateral Coverage / Nilai Agunan Bentuk /enis agunan Lingkungan Eksternal Regulasi Pemerintah Kondisi Makro Ekonomi Hirarki Keputusan Berdasarkan aspek-aspek atau kriteria-kriteria beserta masing-masing subkriteria yang tersebut disusun sebuah Hirarki Keputusan dari permasalahan Pemilihan Proposal Investasi Calon Perusahaan Pasangan Usaha dengan menggunakan piranti lunak Expert Choice. Level pertama dari Hirarki adalah Keputusan Pemilihan Proposal Investasi Calon PPU. Level kedua terdiri dari Aspek-aspek / -kriteria pemilihan proposal investasi dan level ketiga adalah subkriteria-subkriteria dari masing-masing tersebut. Level keempat atau terakhir terdiri dari Intensitas dari masing-masing subkriteria.
Gbr. 2. Hirarki Keputusan Pemilihan Proposal Investasi Expert Choice Persamaan Linear Goal Programming Berdasarkan hasil perhitungan score dari masing-masing alternatip proposal investasi dipilih 11 (sepuluh) alternatip proposal investasi yang memiliki score tertinggi. Dan selanjutnya kita masukkan data-data dari alternatip proposal tersebut serta bobot prioritas dari masing-masing kriteria kuantitatif ke dalam formulasi Linear Goal Programming untuk permasalahan Pemilihan Proposal Investasi dengan menggunakan bantuan software QSB for Windows untuk mendapatkan solusi yang optimal. Dari hasil perhitungan AHP kita dapatkan bobot prioritas dari masing-masing kriteria kuantitatif sebagai berikut : Tabel. 1. Normalisasi Bobot Prioritas Kuantitatif Bobot AHP Normalisasi IRR 0,110 0,409 Cov 0,074 0,275 NPV 0,055 0,204 Empl 0,030 0,112 0,269 1,000 Berikut adalah formulasi perhitungan Linear Goal Programming tersebut : Pembatas Sistem a. Sebuah Proyek / Proposal hanya dapat dipilih satu kali : CV.Antara : X1 + N1 P1 = 1 KWSG : X2 + N2 P2 = 1 CV.Sarana Doa : X3 + N3 P3 = 1 CV.Tanjung Alam : X4 + N4 P4 = 1 CV.Bangun Artha : X5 + N5 P5 = 1 UD.Utomo : X6 + N6 P6 = 1 CV.Purnama Seragam : X7 + N7 P7 = 1 PT.Bintang Rejeki Graha : X8 + N8 P8 = 1 Massa Makmur : X9 + N9 P9 = 1 KUD Sumber Makmur : X10 + N10 P10 = 1 PT. Sinar Indah Perkasa : X11 + N11 P11 = 1 Goal Objective : Min P1 + P2 + P3 + P4 + P5 + P6 + P7 + P8 + P9 + P10 + P11
b. Optimasi Penggunaan Dana 4.000.000X1 + 2.000.000X2 + 400.000X3 + 500.000X4 + 750.000X5 + 200.000X6 + 650.000X7 + 2.000.000X8 + 100.000X9 + 400.000X10 + 1.500.000X11 + N12 P12 = 10.000.000 Goal Objective : Min N12 Pembatas Tujuan 1. Maksimalkan IRR 0,19X1 + 0,19X2 + 0,20X3 + 0,24X4 + 0,20X5 + 0,19X6 + 0,19X7 + 0,19X8 + 0,20X9 + 0,19X10 + 0,185X11 + N13 P13 = 0,24 Goal Objective : Min N13 2. Maksimalkan Coverage aminan (Cov) 1,3X1 + 1,27X2 + 1,28X3 + 1,25X4 + 1,50X5 + 1,25X6 + 1,69X7 + 2,90X8 + 1,20X9 + 1,35X10 + 2,70X11 + N14 P14 = 2,90 Goal Objective : Min N14 3. Maksimalkan NPV 365.965X1 + 225.306X2 + 52.745X3 + 84.831X4 + 60.962X5 + 18.298X6 + 59.469X7 + 182.983X8 + 10.699X9 + 36.597X10 + 125.652X11 + N15 P15 = 1.223.507 Goal Objective : Min N15 4. Maksimalkan Penyerapan Tenaga Kerja (Empl) 143X1 + 527X2 + 30X3 + 100X4 + 75X5 + 90X6 + 500X7 + 250X8 + 23X9 + 1500X10 + 241X11 + N16 P16 = 3.479 Goal Objective : Min N16 Fungsi Tujuan : Minimalkan Z = {1.000 ( P1 + P2 + P3 + P4 + P5 + P6 + P7 + P8 + P9 + P10 + P11 ) + 1.000N12 } + { 409N13 + 275N14 + 204N15 + 112N16 } Berdasarkan hasil perhitungan formulasi model Linear Goal Programming maka alternatip proposal investasi yang terpilih adalah : Tabel.2. Daftar Proposal Investasi Terpilih Var Proposal PPU/CPPU umlah Dana IRR Cov Emply X1 CV.Antara 4.000.000.000 19% 130% 143 X2 KWSG 2.000.000.000 19% 127% 527 X3 CV.Sarana Doa 400.000.000 20% 128% 30 X4 CV.Tanjung Alam 500.000.000 24% 125% 100 X5 CV.Bangun Artha 750.000.000 20% 150% 75 X6 UD.Utomo 200.000.000 19% 125% 90 X7 CV.Purnama 650.000.000 19% 169% 500 X11 Seragam PT.Sinar Indah 1.500.000.000 18.5% 270% 241 Perkasa 10.000.000.000
Analisa Sensitifitas Analisa Sensitifitas terhadap hasil perhitungan tersebut di atas dilakukan dengan mengubah Bobot Prioritas dari masing-masing subkriteria terukur dalam Fungsi Tujuan : IRR, Coverage, NPV, Employment. Tabel 4.22 dan Tabel 4.23 menggambarkan tentang rangkuman hasil Analisa Sensitifitas, Tabel.3. Matrik Perubahan Hasil Analisa Sensitifitas 10M Sumber Dana Tersedia 10 M Skenario Bobot Prioritas IRR Cov NPV Empl Alternatip Terpilih Original 409 275 204 112 X1,X2,X3,X4,X5,X6,X7,X11 Sken.1 112 275 204 409 X1,X2,X3,X4,X5,X6,X7,X11 Sken 2 204 275 409 112 X1,X2,X3,X4,X5,X6,X7,X11 Sken 3 275 409 204 112 X1,X2,X3,X4,X5,X6,X7,X11 Dari tabel di atas dapat diambil kesimpulan awal bahwa hasil perhitungan LGP tersebut tidak sensitif terhadap perubahan bobot prioritas dari masing-masing sub kriteria terukur pada kondisi jumlah dana yang tersedia sebesar 10 M dari total kebutuhan sebesar 12,5 M untuk kesebelas alternatip proposal. Apabila diskenariokan bahwa sumber dana yang tersedia hanyalah 5 M ternyata perubahan Bobot Prioritas diatas juga tidak memberikan hasil perhitungan yang berbeda. Tabel 2.menggambarkan tentang rangkuman hasil Analisa Sensitifitas pada kondisi dana yang tersedia 5 M : Tabel.4. Perubahan Hasil Analisa Sensitifitas 5 M Sumber Dana Tersedia 5 M Skenario Bobot Prioritas IRR Cov NPV Empl Alternatip Terpilih Awal 409 275 204 112 X2,X3,X4,X8,X9 Sken.1 112 275 204 409 X2,X3,X4,X8,X9 Sken 2 204 275 409 112 X2,X3,X4,X8,X9 Sken 3 275 409 204 112 X2,X3,X4,X8,X9 Kesimpulan Dari keseluruhan proses dan hasil penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Model AHP/ memberikan kerangka kerja yang logis, terstruktur dan koheren dalam melaksanakan sebuah proses pengambilan keputusan kelompok dimana proposal investasi dievaluasi dalam berbagai kriteria yang telah diprioritaskan. 2. Pemanfaatan Model AHP/ untuk pengambilan keputusan pemilihan proposal investasi secara multikriteria dalam sebuah kelompok dapat memfasilitasi proses diskusi kelompok, meningkatkan kerjasama dan memperbaiki kualitas keputusan yang akan diambil. 3. Model AHP LGP yang terintegrasi memberikan keleluasaan dalam mengalokasikan sumber dana yang terbatas hanya kepada proposal investasi yang akan memaksimumkan keuntungan atau manfaat perusahaan.
4. Model Keputusan Pemilihan Proposal Investasi Multikriteria menjadi penting untuk tiga alasan berikut : a. Model tersebut mengkombinasikan dan membobotkan Kualitatif maupun Kuantitatif dengam menggunakan AHP b. Model tersebut menggunakan score pembobotan untuk mengurutkan alternatip proposal dengan menggunakan AHP/ Model dari software Expert Choice. c. Model tersebut mengintegrasikan Linear Goal Programming untuk proposal investasi dengan menggunakan software QSB+ Saran Pengembangan Penelitian ini tentu saja masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karenanya masih sangat terbuka kemungkinan untuk pengembangan dan perbaikan, misalnya dengan mengkombinasikannya dengan Analisa Manfaat-Biaya untuk menghasilkan keputusan yang lebih komprehensif dan berkualitas. Sebagaimana disarankan oleh Saaty (1992), dengan membuat dua hirarki, satu untuk Manfaat dan satu lagi untuk Biaya. Kemudian gunakan Bobot dari Manfaat dan Biaya untuk menghitung rasio Manfaat Biaya untuk Proposal yang diajukan, sehingga proposal-proposal tersebut akan dirangking berdasarkan Rasio Manfaat-Biayanya. Daftar Pustaka Al-Araimi,Saeed Ali Al F. 1993. An integrated multi criteria decision model for manufacturing project selection in a developing country. UMI Dissertation Services. Michigan Ciptomulyono,U. 1998. Integration of Analytical Hierarchy Process and Goal Programming Approach For Waste Management Strategy. A paper presented in The 3 rd International Conference on Multi Objective Programming and Goal Programming, May 31 une 3, Quebec City, Canada. Ciptomulyono,U. 2001. Integrasi metode Delphi dan AHP untuk identifikasi dan penetapan prioritas objektif/kriteria keputusan. Majalah IPTEK vol. 12. Harker,P.T.1989. The Art and Science of Decision Making : The Analytic Hierarchy Process, In Golden,B.L,E.A. Wasil and PT Harker (eds ). The Analytic Hierarchy Process : Application and Studies, NY : Springer-Verlag (3-36) Husnan S dan Suwarsono. 1992. Studi Kelayakan Proyek, Edisi Revisi. Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN. Yogyakarta Mulyono,S. 1999. Operations Research, Edisi kedua. Lembaga Penerbit FE UI.akarta Permadi,B.1992. AHP. Pusat Antar Universitas-Studi Ekonomi UI. akarta Ramanathan,R dan L.S. Ganesh 1994. Group Preference Aggregation Methods employed in AHP : An Evaluation and An Intrinsic process for Deriving Members Weightatges, European ournal of Operational Research, vol 79 Ramanathan,R dan L.S Ganesh 1995. Energy Resources Allocation Incorporating Qualitative and Quantitative Criteria : An Integrated Model Using Goal Programming and AHP, Socio-Econ.Plann.Sci, Vol.29 (3) Saaty TL. 1980. The Analytic Hierarchy Process, MacGraw Hill, New York Saaty,TL. 1995. How To Make A Decision : The Analytic Hierarchy Process, Interfaces vol. 24