BAB II LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
Outsourcing pada hakikatnya adalah suatu kegiatan pembelian, yaitu kegiatan pembelian jasa dengan tujuan strategis berjangka panjang.

Materi 06. IT Sourcing

Pengembangan Sistem Informasi Secara Outsourcing dan Insourcing

PENILAIAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN INSOURCING DAN OUTSOURCING

Keuntungan dan Kekurangan Sistem Informasi Outsourcing dan Insourcing di Perusahaan (Tugas Individu)

Pengembangan Sistem Informasi dengan menggunakan pendekatan Incourcing dan Outsourcing pada Perusahaan. Erichson M.H Silitonga P

INSOURCING, OUTSOURCING,

OUTSOURCING. Oleh : SITI JAMILLAH

PROKONTRA INSOURCING DAN OUTSOURCING

TUGAS INDIVIDU Sistem Informasi Manajemen PERBANDINGAN IMPLEMENTASI OUT SOURCING, INSOURCING DAN CO- SOURCING DAN DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Gejala globalisasi mengakibatkan semakin banyaknya

Bab 2. Pembahasan. Definisi Outsourcing

Sistem Informasi Outsourcing

PENGEMBANGAN DAN PENGADAAN SISTEM INFORMASI

A. MAKNA DAN HAKIKAT PENYEDIAAN TENAGA KERJA DENGAN SISTEM OUTSOURCING

PENERAPAN METODE OUTSOURCING DAN INSOURCING DALAM PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PADA PERUSAHAAN

Pertimbangan Penerapan Insourcing / Outsourcing Sistem dan Teknologi Informasi Dalam Perusahaan

OUTSOURCING, INSOURCING & CO-SOURCING

PENERAPAN OUTSOURCING SISTEM INFORMASI DALAM SUATU PERUSAHAAN

PERBEDAAN INSOURCING DAN OUTSOURCING DALAM PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI

TUGAS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PE ILAIA PE ERAPA SISTEM FORMASI I SOURCI G DA OUTSOURCI G. Dosen: Dr. Ir. Arif Imam Suroso, M.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE OUT-SOURCING, IN-SOURCING, DAN CO-SOURCING

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. Pengembangan Sistem Informasi Dengan Menggunakan Pendekatan Insource atau Outsource di Perusahaan

I. PENDAHULUAN. Kompetisi di dunia usaha yang berlangsung ketat, menuntut. perusahaan untuk memberikan tanggapan secara cepat dan tepat agar

OUTSOURCING SISTEM INFORMASI DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA

Kelebihan & Kekurangannya

INSOURCING, OUTSOURCING,

Tugas Individu. Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM)

PEMILIHAN OUTSOURCING INSOURCING CO SOURCING DALAM PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Bernat Panjaitan ISSN Nomor

BAB III AKIBAT HUKUM APABILA PERJANJIAN KERJA TIDAK DILAPORKAN KE INSTANSI YANG MEMBIDANGI MASALAH KETENAGAKERJAAN

BAB I PENDAHULUAN. Hubungan antara kepuasan..., Widiana Sasti Kirana, FISIP UI, Universitas Indonesia

MERINTIS USAHA DAN MODEL PENGEMBANGANNYA

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SECARA OUTSOURCING INSOURCING DAN COSOURCING

MERINTIS USAHA DAN MODEL PENGEMBANGANNYA. Tatap muka ke /03/2015 KwuAgroind/MerintisUsaha.2013

MAGISTER MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2013

BAB 1 PENDAHULUAN. Masalah sumber daya manusia masih menjadi sorotan dan tumpuan bagi

TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. Keunggulan dan Kelemahan Menggunakan Insourcing dan Outsourcing

BAB V PENUTUP. khas minang di kota Padang dengan menguji hubungan antara entrepreneurial

Entrepreneurship and Inovation Management

PERBANDINGAN INSOURCING, OUTSOURCING, DAN CO-SOURCING DALAM IMPLEMENTASI PADA PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. payroll untuk melakukan pembayaran gaji karyawan. Aktivitas ini merupakan faktor

ADLN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB 1 PENDAHULUAN. dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Salah satu strategi yang dilakukan

MENGEMBANGKAN STRATEGI SI/TI Titien S. Sukamto

PERLINDUNGAN HAK KONSTITUSIONAL BURUH DALAM OUTSOURCING BERDASARKAN UNDANG-UNDANG KETENAGAKERJAAN. abstract

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

OUTSOURCING SISTEM INFORMASI

KEPUASAN KERJA DAN PENINGKATAN PRESTASI KERJA. Oleh: Muslikhah Dwihartanti

I.PENDAHULUAN. dengan kebutuhan perusahaan. Melalui peranan SDM pada perusahaan turut

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEMILIHAN STRATEGI OUTSOURCING YANG TEPAT TERHADAP STRATEGI BISNIS PERUSAHAAN. Dosen :

BAB I PENDAHULUAN. Dalam suatu perusahaan terdapat beberapa sumber daya yang dapat dimanfaatkan

IMPLEMENTASI SISTEM OUTSOURCING DALAM PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu bisnis yang bergerak di bidang jasa adalah perbankan. Di era

BAB I PENDAHULUAN. sebagai karyawannya. Ditengah-tengah persaingan ekonomi secara global, sistem

BAB 2 TELAAH PUSTAKA 2.1 Manajemen Kinerja

BAB I PENDAHULUAN. yang semakin meningkat serta perusahaan-perusahaan yang semakin besar,

BAB I PENDAHULUAN. (Sumber :

Teori Ketergantungan Terhadap Sumber Daya (Resource Dependence Theory)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. dinamis, sehingga semua organisasi atau perusahaan yang bergerak di

OUTSOURCING DALAM SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI DI PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan. Peran sekolah dinilai sangat penting bagi maju dan berkembangnya

I. FENOMENA IMPLEMENTASI OUTSOURCING TERHADAP KETENAGAKERJAAN INDONESIA

PERANAN DAN RESIKO PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DENGAN OUTSOURCING (Sebagai Take Home Exam - UA)

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN. 4.1 Analisa Proses Tata Kelola Sistem Call Center 123

I. PENDAHULUAN. manusia yang ada di dalamnya. Apabila sumberdaya manusia tersebut diperhatikan

BAB I PENDAHULUAN. diarahkan agar tercapainya tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

BAB I PENDAHULUAN. Semakin banyak penduduknya maka semakin besar pula kesempatan kerja yang dibutuhkan.

BAB 2 KAJIAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN RANCANGAN HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN. apalagi memisahkan penggunaan keduanya. Oleh karenanya ada yang

Pertimbangan Memilih Sistem Produksi In- House atau Outsource

BAB I PENDAHULUAN. menuntut perusahaan mampu bertahan dan berkompetisi dengan perusahaan lain,

BAB II PENGAMBILAN KEPUTUSAN

PROFIL APROINTERIOR PERUSAHAAN DESIGN

Pengadaan Sistem Informasi

BAB II LANDASAN TEORI. sumber daya manusia dan sumber sumber daya lainnya secara efektif dan efisien

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN INSOURCING ATAU OUTSOURCING DI PERUSAHAAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

AFLY YESSIE, SE, Msi

Mengapa Saya Harus Mempelajari Manajemen Pemasaran?

Bab III Pemodelan Outsourcing Teknologi Informasi

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini sangat banyak merek mobil yang digunakan di Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Salah satu ciri kehidupan modern dapat dilihat dari semakin kompleknya

Desain Struktur Organisasi: Spesialisasi dan Koordinasi

Chapter 6 CORPORATE UNIVERSITY BEST PRACTICE

Transkripsi:

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep outsourcing Dalam pengertian umum, istilah outsourcing diartikan sebagai contract (work) out seperti ditemukan dalam Concise Oxford Dictionary, sementara mengenai kontrak itu sendiri diartikan sebagai berikut: Contract : to enter into or make a contract. From the Latin contractus, the pastparticiple of contrabere, to draw together, bring about or to enter into an agreement: con + trabere, to draw (Webster s English Dictionary) Ditinjau dari asal katanya, outsourcing berasal dari kata out yang berarti keluar dari source yang berarti sumber. Beberapa definisi lainnya yaitu: 1. Menurut pasal 64 Undang-Undang Ketenagakerjaan (UUK), outsourcing adalah suatu perjanjian kerja yang dibuat antara penguasaha dengan tenaga kerja, dimana perusahaan tersebut dapat menyerahkan sebagaian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan yang dibuat secara tertulis. 2. Menurut pasal 1601 b Kitab Undang-undang Hukum (KUH) Perdata, outsourcing disamakan dengan perjanjian pemborongan pekerjaan. Sehingga pengertian outsourcing adalah suatu perjanjian dimana pemborong mengikat diri untuk membuat suatu kerja tertentu bagi pihak lain yang memborongkan dengan menerima pembayaran tertentu dan pihak yang lain yang memborongkan mengikatkan diri untuk memborongkan pekerjaan kepada pihak pemborong dengan bayaran tertentu. 5

Dalam pengertian yang luas, dimana outsourcing sekedar diartikan sebagai penyerahan atau pengontrakan aktivitas perusahaan pada pihak ketiga, dimana ada beberapa tipe yang dapat dikenali (Indrajit, 2004), antara lain: 1. Contracting 2. Outsorcing 3. Insourcing 4. Co-sourcing 5. Benefit-based-relationship Contracting Adalah bentuk penyerahan aktivitas perusahaan pada pihak ketiga yang paling sederhana dan merupakan bentuk yang paling lama. Biasanya untuk kegiatan yang sederhana atau jenis layanan tingkat rendah seperti pembersihan kantor, pemeliharaan rumput dan kebun. Langkah ini adalah langkah jangka pendek dan taktis. Bukan bagian dari stategi perusahaan untuk mengambil posisi dalam pasar. Secara praktis menghemat tenaga kerja dan biaya. Outsourcing Adalah penyerahan aktivitas perusahaan pada pihak ketiga dengan tujuan untuk mendapatkan kinerja pekerjaan yang profesional dan berkelas dunia. Pemilihan pemberi jasa merupakan hal yang sangat vital. Diperlukan pemberi jasa yang menspesialisasikan dirinya pada jenis pekerjaan atau aktivitas yang akan diserahkan. Kompetensi utamanya juga berada di jenis pekerjaan tersebut. Disertai pengendalian yang tepat, pemberi jasa diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam meingkatkan keunggulan kompetitif perusahaan. Outsourcing merupakan langkah strategis bagi perusahaan dalam arti mempunyai kontribusi dalam menentukan hidup matinya dan berkembang tidaknya perusahaan. 6

Insourcing Adalah kebalikan dari outsourcing dimana perusahaan mengambil atau menerima pekerjaan dari perusahaan lain dengan berbagai motivasi. Salah satu motivasi penting ialah menjaga tingkat produktivitas dan penggunaan aset yang maksimal agar biaya satuan dapat ditekan sehingga menjaga dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Kompetensi utama perusahaan tidak hanya digunakan oleh perusahaan sendiri, tetapi dapat digunakan perusahaan lain dengan imbalan tertentu. Hal ini sangat penting, misalnya apabila kapasitas produksi tidak digunakan secara penuh, ada kapasitas yang menganggur. Co-sourcing Adalah jenis hubungan pekerjaan dan aktivitas, dimana hubungan antara perusahaan dan rekanan lebih erat dari sekedar hubungan outsourcing biasa. Misalnya terjadi dalam hal staf spesialis perusahaan diperbantukan kepada rekanan pemberi jasa karena langkanya keahlian yang diperlukan atau karena perusahaan tidak mau kehilangan staf spesialis tersebut. Dengan cara ini keberhasilan pekerjaan seakan akan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk juga resiko ketidakberhasilan. Benefit-based-relationship Adalah hubungan outsourcing dimana sejak semula kedua belah pihak mengandakan investasi bersama, dengan pembagian pekerjaan tertentu. Kedua belah pihak betul-betul saling mendukung dan sebaliknya saling tergantung. Kedua belah pihak mendapat pembagian keuntungan berdasarkan formula yang disetujui bersama. 7

2.1.1 Perbedaan pokok antara kontrak jasa biasa dengan outsourcing Kontrak Jasa Biasa 1. Mempunyai tujuan sekedar menyelesaikan pekerjaan tertentu 2. Sekedar menyerahkan tugas pada tugas pihak ketiga 3. Mungkin tidak dapat, atau tidak sempat mengerjakan sendiri 4. Hubungan pemberi kerja dengan kontraktor jangka pendek 5. Umumnya tidak menyangkut tidak menyangkut transfer sumber daya manusia 6. Hubungan pemberi kerja dengan kontraktor sekedar hubungan kerja biasa 7. Tujuan lebih bersifat jangka pendek 8. Umumnya tidak menyangkut transfer peralatan atau asset perusahaan Outsourcing 1. Mempunyai tujuan strategis jangka panjang 2. Ingin menyerahkan pada pihak yang lebih professional 3. Ingin berkonsentrasi pada bisnis utama 4. Hubungan bersifat jangka panjang 5. Sering kali disertai dengan transfer sumber daya manusia 6. Hubungan pemberi kerja dengan kontraktor berkembang menjadi hubungan kemitraan bisnis 7. Tujuan lebih menjangkau jangka panjang 8. Sering kali disertai dengan transfer peralatan atau perusahaan Tujuan strategis dari suatu outsourcing yaitu outsourcing digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan kemampuan dan keunggulan kompetitif perusahaan agar dapat mempertahankan hidup dan berkembang. Mempertahankan hidup berarti dapat mempertahankan pangsa pasar. Berkembang berarti meningkatkan pangsa pasar. Oleh karena itu pekerjaan harus diserahkan pada pihak yang lebih profesional dan lebih berpengalaman daripada perusahaan sendiri dalam melaksanakan jenis pekerjaan yang diserahkan, tidak sekedar pihak ketiga saja. Berkonsentrasi pada bisnis utama berarti ingin profesionalisme dan kinerja di bidang yang seharusnya memang dikuasai dengan baik, karena itu pekerjaan utamanya. Apabila hubungan 8

antara pemberi kerja dan penerima kerja bersifat jangka panjang, saling menguntungkan, saling percaya, dan saling mendukung disebut hubungan kemitraan bisnis atau partnership. 2.1.2 Sifat Strategis Outsourcing Dalam perkembangnya seperti sekarang ini outsourcing digunakan untuk melakukan restrukturisasi perusahaan yang justru masih sedang dalam keadaan baik. Makin banyak pimpinan perusahaan yang menyadari bahwa fokus utama ialah mengembangkan kompetensi utama perusahaan dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Semua hal lain yang menggangu fokus tersebut dioutsourcingkan. Berkonsentrasi pada core-business adalah keinginan perusahaan untuk berkonsentrasi pada bisnis utama dan ini hanya dapat dilakukan apabila tidak diganggu dengan pemikiran dan kesibukan bisnis sampingan. Berarti berkonsentrasi untuk meningkatkan kompetensi utama, yang pada gilirannya meningkatkan kemampuan daya saingnya. Apalagi di jaman globalisasi, dimana persaingan tidak hanya makin luas tetapi juga makin ketat. Hubungan bersifat semakin panjang, agar tujuan outsourcing dapat tercapai maka hubungan antara perusahaan dan pemberi jasa haruslah jangka panjang, dimana diharapkan bahwa rekan pemberi jasa dapat menyesuaikan diri dengan keperluan perusahaan, yang mungkin sekali unik karena setiap perusahaan adalah unik dan jasa yang diperlukan bersifat unik. Tidaklah mungkin bahwa jasa dapat diberikan dengan baik, apabila setiap kali berganti rekanan. Berkembang menjadi kemitraan bisnis, hubungan jangka panjang dan kesadaran saling menguntungkan lama kelamaan akan berkembang menjadi kemitraan bisnis dalam arti yang lebih dalam. Hubungan ini hanya dapat dicapai 9

kalau kedua belah pihak merasa saling memberikan keuntungan dan saling mendukung sehingga juga sama sama sadar bahwa menpunyai tujuan yang sama. Tidak jarang outsourcing suatu pekerjaan disertai dengan pemindahan karyawan yang tadinya mengerjakan pekerjaan tersebut di perusahaan asli ke perusahaan pemberi layanan. Apakah yang dipindah semua, apakah sebagian, apakah pemindahan melalui seleksi tertentu atau tidak, apakah gajinya sama atau berubah, apakah tadinya karyawan purna waktu lalu menjadi karyawan paro waktu adalah masalah teknis hubungan kerja. Tujuan strategis atau jangka panjang outsourcing bukanlah untuk keperluan sesaat karena menjaga kehidupan organisasi dan mengusahakan pengembangan perusahaan adalah tujuan yang terus menerus dan berjangka panjang bahkan sangat panjang. Oleh karena itu diperlukan rencana jangka panjang, yang dilengkapi dengan rencana jangka menengah dan rencana jangka pendek. 2.2 Alasan-alasan Melakukan/Tidak Melakukan Outsourcing Alasan-alasan mengapa melakukan outsourcing tersebut menurut ( Suwondo, 2004 ) adalah ; 1. Alasan organisasi 2. Alasan perbaikan kinerja 3. Alasan keuangan 4. Alasan penghasilan 5. Alasan biaya 6. Alasan sumber daya manusia 10

2.2.1 Alasan organisasi Meningkatkan efektifitas perusahaan dengan menfokuskan diri pada apa yang dapat dilakukan paling baik yaitu kompetensi utamanya (bisnis utamanya) Meningkatkan fleksibilitas untuk mengantisipasi perubahan bisnis, baik penggunaan tehnologi atau proses maupun perubahan volume bisnis Melakukan transformasi organisasi Meningkatkan nilai produk dan layanan Meningkatkan kepuasan pelanggan Menghindari pengendalian bagian yang sulit dikendalikan Mempercepat hasil reengineering 2.2.2 Alasan perbaikan kinerja Memperbaiki kinerja operasi perusahaan Memperoleh ketrampilan ahli dan teknologi yang tidak mungkin diperoleh dengan cara lain Meningkatkan manajemen dan pengendalian Memperbaiki manajemen risiko Mendapatkan ide-ide yang inovatif Memperbaiki kredibilitas dan pamor tinggi dengan cara berasosiasi dengan pemberi jasa yang unggul 2.2.3 Alasan keuangan Mengurangi investasi dalam pembelian dan penggantian aset Menggunakan dana yang ada untuk keperluan lain yang lebih mendesak dan penting Memperoleh arus kas dengan memindahkan aset kepada pemberi jasa Membagi resiko keuangan dengan pemberi jasa Mengurangi dan mengendalikan biaya operasi 11

2.2.4 Alasan penghasilan Mendapatkan akses pasar dan kesempatan bisnis lebih luas dengan melalui jaringan pemberi jasa Mempercepat perluasan bisnis dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, sistem dan proses pemberi jasa Menambah kapasitas produksi dan penghasilan pada saat perusahaan tidak mampu mendanainya 2.2.5 Alasan biaya Mengurangi biaya dengan memanfaatkan kemampuan unggul pemberi jasa, baik kemampuan teknologi, spesialisasi, produktivitas, pengembangan dan riset Mengubah biaya tetap menjadi biaya variable Mengurangi kebutuhan arus kas Sering kali dapat mengurangi biaya gaji dan upah karyawan 2.2.6 Alasan sumber daya manusia Memberikan pada karyawan kepastian lebih dalam hal jenjang karir Menghindari problema yang ditimbulkan oleh tuntutan sumber daya manusia, sering kali sulit diatasi sendiri Lebih memberikan fokus pada pembinaan sumber daya manusia di bidang kegiatan utama perusahaan Alasan-alasan Tidak Melakukan Outsourcing Alasan alasan mengapa suatu perusahaan tidak melakukan outsourcing antara lain; karena ketidakpastian, kurangnya pengawasan, potensi konflik, ketidaksenangan karyawan dan finansial. Karena alasan- 12

alasan ini, baik karena pertimbangan maupun pengalaman, suatu perusahaan tidak mau melakukan outsourcing atau tidak mau melanjutkan melakukan outsourcing. Sedangkan alasan alasan lain perusahaan tidak melakukan outsourcing adalah : belum melakukan studi, merasa terlalu sibuk melakukan studi, tidak berani mengambil resiko, menganggap ide yang baik tetapi waktunya belum tepat, mempunyai pengalaman jelek, menganggap pelanggan membenci ini, takut akan reaksi karyawan, takut reaksi serikat buruh, menunggu proyek percobaan sampai berhasil dan terlalu banyak biaya tersembunyi yang tidak ketahuan. Beberapa survey berkenaan dengan suatu perusahaan melakukan atau tidak melakukan outsourcing antara lain : hasil survey oursourcing Institute yang berbasis di Amerika yang mempunyai 18000 anggota pernah melakukan survey 1998 diantara 600 anggotanya mengenai alasan mereka melakukan outsourcing ( Suwondo, 2004 ) : a. mempercepat keuntungan reengineering b. mendapatkan akses pada kemampuan kelas dunia c. memperoleh suntikan kas d. membebaskan sumberdaya untuk kepentingan lain e. membebaskan diri dari fungsi yang sulit dikelola atau dikendalikan f. memperbaiki fokus perusahaan g. memperoleh dana capital h. mengurangi biaya operasi i. mengurangi resiko j. memperoleh sumber daya yang tidak dimiliki perusahaan lain. 13

Hasil survey Shreeveport diantara 500 perusahaan besar di Inggris dengan menghasilkan alasan-alasan yang paling banyak dikemukakan tentang mengapa suatu perusahaan takut melakukan outsourcing: a. Kehilangan kendali b. Implikasi kehilangan lapangan kerja c. Kehilangan sumber daya manusia d. Kesulitan mengendalikan biaya e. Kehilangan waktu pengorganisasian f. Terlalu tergantung pada pemberi jasa g. Butuh waktu untuk mengendalikan pemberi jasa h. Meragukan kemampuan pemberi jasa Hasil survey Business Comunications Review yang dilakukan pada tahun 1998 alasan utama semula diajukan untuk melakukan outsourcing yaitu: menekan biaya, dan karena kekurangan tenaga yang menguasai teknologi informasi. Hasil survey American Management Association (AMA) pada tahun 1997 (Suwondo, 2004) mengenai penghapusan pekerjaan menemukan bahwa 23% dari penghapusan pekerjaan adalah karena outsourcing yang merupakan kenaikan dari angka 21% pada 1995. Hasil ini menyebabkan AMA mengembangkan risetnya mengenai outsourcing sekitar apakah suatu jenis pekerjaan tertentu di outsource-kan, sebagian atau seluruhnya. Riset ini menemukan beberapa data sebagai berikut: Tingkat outsourcing dalam berbagai jenis usaha/industri Tingkat oursourcing dalam fungsi keuangan 14

Tujuan melakukan outsourcing fungsi bidang keuangan Tingkat outsourcing dalam fungsi umum dan administrasi Tujuan melakukan outsourcing dalam fungsi umum dan administrasi Tingkat outsourcing dalan fungsi personalia Tujuan melakukan outsourcing dalam fungsi personalia 2.3 Resiko Outsourcing Resiko outsourcing secara umum adalah tidak tercapainya secara penuh tujuan yang diinginkan, tidak tercapainya sebagian dari tujuan yang diinginkan atau lambatnya pencapaian tujuan yang ingin dicapai. Beberapa usaha untuk mengurangi resiko antara lain dengan melakukan uji coba terlebih dahulu, melakukan pemilihan pemberi jasa dengan lebih teliti, melakukan kontrak jangka pendek dahulu, merencanakan dan melakukan pengawasan dengan baik, menggunakan konsultan, memilih waktu yang tepat dan mempersiapakan perencanaan darurat. 2.4 Keluhan-Keluhan Umum Pelaksanaan Outsourcing Berdasarkan hasil studi International Facility Management Association di tahun 1993 (Suwondo, 2004), keluhan-keluhan umum yang dikeluhkan perusahaan pada waktu melakukan outsourcing (bila salah memilih vendor dan menetapkan Service Level Agreements - SLAs) adalah sebagai berikut: Pekerjaan kontrak kurang orientasi pada perusahaan 51% Proses tawar menawar yang panjang 44% Waktu respon untuk problem yang lebih panjang 35% Kehilangan control atas fungsi yang di-outsource 31% Pekerja-pekerja kualitas rendah 29% 15

Sulit mengubah vendor 25% Mengurangi kualitas 24% Membuang waktu untuk mengawasi kontrak 23% Tingkat pelayanan yang rendah 23% Meningkatkan penggantian karyawan 22% Menaikkan biaya 18% Mempersulit pembelian 12% Tidak ada kerugian 9% 2.5 Masalah-masalah Pemilihan Vendor Outsourcing dan SLA di Indonesia Cara menentukan vendor outsourcing dan SLAs di Indonesia sama dengan ketentuan-ketentuan di atas. Masalah umum yang dihadapi dalam pemilihan vendor outsourcing dan SLAs di Indonesia saat ini adalah: Jumlah vendor yang relatif sangat sedikit Vendor kurang spesialisasi di bidangnya Kontrak dan SLAs yang tidak mencakup seluruh lingkup pekerjaan yang di-outsourcing Vendor yang kurang/tidak komitmen dengan kontrak/slas yang ditetapkan Proses tawar menawar penentuan vendor yang tidak membandingkan kesetaraan (apel dengan apel). Hanya harga tanpa ketentuan SLAs dan kontrak yang jelas. 2.6 Ishikawa Diagram Diagram Ishikawa merupakan diagram yang di temukan oleh Dr Kaouru Ishikawa. Selain disebut sebagai Diagram Ishikawa, diagram ini juga disebut dengan Cause and effect diagram ataupun diagram tulang ikan (http://en.wikipedia.org/wiki/ishikawa_diagram). Diagram ini berbentuk tulang ikan dan menganalisis masalah dengan menjabarkan penyebab-penyebab masalah tersebut. 16

Contoh diagram Ishikawa sebagai berikut: Gambar 2.1 Diagram Ishikawa 2.7 Pareto Diagram Pareto diagram adalah diagram yang digunakan untuk melihat faktor faktor darimana yang menyebabkan terjadinya suatu masalah. Selain itu, pareto diagram dapat juga digunakan untuk mengevaluasi faktor apa yang terpenting untuk ditangani terlebih dulu Skala Prioritas (http://en.wikipedia.org/wiki/pareto_diagram). 200 Jumlah Masalah Jumlah Masal 150 100 50 0 1 2 3 Jenis Masalah Gambar 2.2 Diagram Pareto 17