BAB III: DATA DAN ANALISA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III TINJAUAN KAWASAN STASIUN KERETA API PASAR SENEN, JAKARTA PUSAT

Jadwal Tiket Kereta Api (KA) Ekonomi, Ekonomi AC, Bisnis, Executive 2014 (per April 13)

BAB III: DATA DAN ANALISA

BAB III: DATA DAN ANALISA

BAB IV: KONSEP Konsep Bangunan Terhadap Tema.

Jadwal Tiket Kereta Api (KA) Ekonomi, Ekonomi AC, Bisnis, Executive 2014 (per April 13)

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN

BAB III: DATA DAN ANALISA

BAB III: DATA DAN ANALISA

KAWASAN TERPADU STASIUN PASAR SENEN

PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PEMALANG DI KABUPATEN PEMALANG

BAB VI KONSEP PERENCANAAN

Kecamatan Bekasi Timur Kecamatan Jatisampurna. Kecamatan Bekasi Barat Kecamatan Pondokgede. Kecamatan Bekasi Selatan Kecamatan Bantargebang

BAB I: PENDAHULUAN Latar Belakang.

BAB IV KONSEP. 4.1 Ide Awal

BAB III TINJAUAN DATA

LOKASI Lokasi berada di Jl. Stasiun Kota 9, dan di Jl. Semut Kali, Bongkaran, Pabean Cantikan.

BAB II FIRST LINE. ditinggalkan dan diabaikan oleh masyarakatnya sendiri. pada tahun yang berisi pengembangan Transit Oriented Development

BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. dengan lingkungannya yang baru.

LAPORAN PERANCANGAN ARSITEKTUR AKHIR

BAB I PENDAHULUAN. Re-Desain Stasiun Besar Lempuyangan Dengan Penekanan Konsep pada Sirkulasi, Tata ruang dan Pengaturan Fasilitas Komersial,

BAB III: DATA DAN ANALISA

BAB IV ANALISA PERENCANAAN

BAB III : DATA DAN ANALISA

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB III : DATA DAN ANALISA


BAB VI DESAIN PERANCANGAN

BAB V : KONSEP. 5.1 Konsep Dasar Perancangan

BAB V KONSEP. V.1 Konsep Perencanaan dan Perancangan. Konsep desain untuk fungsi M al dan Apartemen ini mencoba menampung kegiatankegiatan

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REDESAIN TERMINAL TERBOYO

BAB IV PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PEMALANG DI KABUPATEN PEMALANG

6.1 Program Dasar Perencanaan

LAMPIRAN Rencana ruang terbuka hijau kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. a. ruang terbuka hijau privat dikembangkan seluas 10 % (sepuluh persen)

BAB I: PENDAHULUAN Latarbelakang.

Pengembangan Stasiun Kereta Api Pemalang di Kabupaten Pemalang BAB I PENDAHULUAN. commit to user

BAB III ANALISA. ±4000 org b. Debarkasi Penumpang

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

BAB III ANALISIS. Gambar 15. Peta lokasi stasiun Gedebage. Sumber : BAPPEDA

BAB I: PENDAHULUAN Latarbelakang

Minggu 2 STUDI BANDING

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP DAN RANCANGAN RUANG PUBLIK (RUANG TERBUKA)

BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PROYEK

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB III DATA DAN ANALISA

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

TERMINAL ANTARMODA MONOREL BUSWAY DI JAKARATA

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB VI HASIL RANCANGAN. Redesain terminal Arjosari Malang ini memiliki batasan-batasan

SUDIMARA STATION INTERCHANGE DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN

PENGENALAN OBJEK. SIDANG TUGAS AKHIR SEKOLAH TINGGI MODE SURABAYA Tema HAUTE COUTURE Cherry Candsevia Difarissa

BAB V KESIMPULAN ARSITEKTUR BINUS UNIVERSITY

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB III: DATA DAN ANALISA

BAB V KONSEP. Gambar 5.1: Kesimpulan Analisa Pencapaian Pejalan Kaki

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

[STASIUN TELEVISI SWASTA DI JAKARTA]

BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. V.1 Konsep Dasar Perencanaan dan Perancangan

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA

S K R I P S I & T U G A S A K H I R 6 6

BAB IV: KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV PENGAMATAN PERILAKU

LAPORAN PERANCANGAN ARSITEKTUR AKHIR PERANCANGAN STASIUN TERPADU MANGGARAI JAKARTA SELATAN CONTEXTUAL ARCHITECTURE

Minggu 5 ANALISA TAPAK CAKUPAN ISI

LP3A REDESAIN TERMINAL BUS BAHUREKSO KENDAL TIPE B BAB V KONSEP DAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL BUS BAHUREKSO KENDAL

BAB VI HASIL PERANCANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. V. 1 Konsep Dasar Perencanaan dan Perancangan. mengenai isu krisis energi dan pemanasan global.

dimungkinkan terletak diantara pertemuan perencanaan suatu terminal jalur arteri primer Jl. Bekas

BAB 4 HASIL DAN BAHASAN

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB III: GAMBARAN UMUM LOKASI STUDI

Skema 4.1 skema kajian konsep dan fungsi yang diajukan Sumber : penulis, 2016

BAB IV ANALISIS 4.1 Analisis Kegiatan Kegiatan Utama

BERITA ACARA AANWIJZING SAYEMBARA PERENCANAAN DAN PERANCANGAN STUDENT HOUSING

ARSITEKTUR KONTEKSTUAL SEBAGAI SOLUSI PERANCANGAN KAWASAN STASIUN TERPADU MANGGARAI JAKARTA SELATAN

BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. Pemikiran yang melandasi perancangan dari proyek Mixed-use Building

BAB V HASIL RANCANGAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Rancangan Sirkulasi Pada Terminal Intermoda Bekasi Timur

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

BAB V KONSEP PERANCANGAN. menggunakan dinding yang sifatnya masif.

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Konsep dasar perancangan beranjak dari hasil analisis bab sebelumnya yang

Gambar 5.30 Peta Jalur Transportasi Publik Kawasan Manggarai Gambar 5.31 Peta rencana Jalur Transportasi Publik Kawasan Manggarai...

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

Transkripsi:

BAB III: DATA DAN ANALISA 3.1. Data Fisik dan Non Fisik Stasiun Senen 3.1.1. Data Fisik Stasiun Senen Stasiun Pasar Senen atau disebut juga dengan stasiun senen terletak di kecamatan senen pusat, berada dekat dengan gelanggang Remaja Planet Senen. Stasiun Pasar Senen melayani kereta kelas bisnis dan ekonomi untuk tujuan luar kota. Seperti yang dijelaskan pada gambar di bawah ini : Gambar 3. 1Tampak Atas Stasiun Senen Sumber : Google Earth Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 32

Awalnya stasiun Pasar Senen merupakan tempat pemberhentian sementara dari kereta api jalur Batavia-Bekasi yang dibuka pada tahun 1894 oleh Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOS). Karena semakin meningkatnya jumlah penumpang dari Stasiun Pasar Senen, maka dibangunlah Stasiun Pasar Senen oleh Staats Spoorwegen (SS). Bangunan karya arsitek J. Van Gendt itu berbentuk persegi panjang simetris di kedua sisinya, dengan variasi dan penekanan dimensi bangunan yang lebih tinggi pada hall, seperti bangunan bergaya Neo-Indische pada umumnya yaitu merupakan peralihan gaya arsitektur ke arah modern. Pengaruh arsitektur modern terlihat dari deretan lunette atau jendela atas pada bangunan hall yang berbentuk persegi dan teratur seirama dengan pintu-pintu lengkung di bawahnya. Karakter vernakular atau penyesuaian dengan iklim setempat terlihat pada bentuk atap limasan yang mendominasi, dengan penambahan atap teritisan di atas pintu masuk hall untuk melindunginya dari air hujan sehingga terlihat seperti bangunan dua lantai.dari halaman parkir depan Stasiun Senen dapat langsung terlihat bangunan tempat penjualan tiket dan kanopi tambahan pada pintu masuk utama. 3.1.2. Data Non Fisik Stasiun Senen Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa stasiun Pasar Senen melayani kereta kelas bisnis dan ekonomi untuk tujuan luar kota, dengan data keberangkatan dan kedatangan stasiun sebagai berikut : Jadwal KA Stasiun Pasar Senen (PSE) GAPEKA 2015: No KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat 191 Kutojaya Utara Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 00.41 155 Jaka Tingkir Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 00.59 Ekonomi AC 151 Jayabaya Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 01.16 Ekonomi AC 173 173 Gaya Baru Malam Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 01.48 Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 33

137 Senja Utama Yogya Pasar Senen (PSE) Bisnis AC 02.02 175 Brantas Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 02.14 141 Sawunggalih Malam Pasar Senen (PSE) Bisnis AC 02.31 163 Gajah Wong Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 02.41 77 Gumarang Pasar Senen (PSE) Eksekutif/Bisnis AC 02.58 133 Senja Utama Solo Pasar Senen (PSE) Bisnis AC 03.12 159 Menoreh I Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 03.30 225 Serayu Malam Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 04.39 148F Cirebon Ekspres Fakultatif Cirebon (CN) Bisnis 04.45 192 Kutojaya Utara Kutoarjo (KTA) Ekonomi AC 05.30 136 Fajar Utama Yogya Yogya Tugu (YK) Bisnis AC 06.15 146 Gajah Wong Yogya Lempuyangan (LPN) Ekonomi AC 06.45 160 Menoreh Semarang Tawang (SMT) Ekonomi AC 07.15 212 212 Tegal Ekspres Tegal (TG) Ekonomi AC 07.45 140 Sawunggalih Pagi Kutoarjo (KTA) Bisnis AC 08.15 177 Kertajaya Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 08.23 222 Serayu Pagi Purwokerto (PWT) Ekonomi AC 09.00 171 Matarmaja Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 09.45 149 Majapahit Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 09.55 174 Gaya Baru Malam Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi AC 10.30 205 Tegal Arum Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 11.18 184 Bengawan Solo Purwosari (PWS) Ekonomi AC 11.30 152 Jayabaya Malang (ML) Ekonomi AC 12.00 156 Jaka Tingkir Solo Purwosari (PWS) Ekonomi AC 12.30 166 Krakatau Kediri (KD) Ekonomi AC 12.50 13.00 178 Kertajaya Surabaya Pasarturi (SBI) Ekonomi AC 14.00 Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 34

139 Sawunggalih Pagi Pasar Senen (PSE) Bisnis AC 14.18 157 Menoreh Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 14.36 135 Fajar Utama Yogya Pasar Senen (PSE) Bisnis AC 15.06 172 Matarmaja Malang (ML) Ekonomi AC 15.15 78 Gumarang Surabaya Pasarturi (SBI) Bisnis AC 15.45 176 Brantas Kediri (KD) Ekonomi AC 16.00 206 Tegal Arum Tegal (TG) Ekonomi AC 16.30 221 Serayu Pagi Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 17.12 161 Bogowonto Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 17.22 142 Sawunggalih Malam Kutoarjo (KTA) Bisnis AC 18.00 150 Majapahit Malang (ML) Ekonomi AC 18.30 138 Senja Utama Yogya Yogya Tugu (YK) Bisnis AC 19.00 211 Tegal Ekspres Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 19.22 147F Cirebon Ekspres Fakultatif Pasar Senen (PSE) Bisnis 19.39 158 Menoreh Semarang Tawang (SMT) Ekonomi AC 19.45 201 201 Tawang Jaya Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 20.38 162 Bogowonto Lempuyangan (LPN) Ekonomi AC 21.45 165 Krakatau Merak (MER) Ekonomi AC 21.53 22.00 134 Senja Utama Solo Solo Balapan (SLO) Bisnis AC 22.00 186 186 Progo Yogya Lempuyangan (LPN) Ekonomi AC 22.30 202 202 Tawang Jaya Semarang Poncol (SMC) Ekonomi AC 23.00 185 Progo Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 23.27 183 Bengawan Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 23.58 Tabel 3. 1 Jadwal Kereta Stasiun Senen Sumber : Wikipedia Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 35

3.2. Analisa Fisik dan Non Fisik Dari data yang telah didapat diatas langkah selanjutnya adalah dengan menganalisis dari data yang ada sehingga dapat diketahui kebutuhan dan konsep yang akan diambil dari stasiun senen ini. Analisis dibagi menjadi dua yaitu analisis fisik dann analisis non fisik. 3.2.1. Analisis Fisik Stasiun Senen Analisis Fisik didapat dari data fisik dari Stasiun Senen yang selanjutnya akan dianalisis lebih lanjut untuk menentukan kebutuhan ruang dan konsep yang akan diambil dalam merancang TOD Stasiun ini.berikut ini adalah beberapa analisis yang diperlukan dalam merancang TOD Stasiun Senen : a Analisis Berdasarkan TOR dan Rencana Tata Wilayah Kota Analisis berdasarkan PanduanPerancanganTapakSenen (TOR), yaitu : i Pengembangan Stasiun Kereta Api Senen didasarkan atas kebijakan Pemerintah, diperlihatkan pada Lampiran 2A. Kebijakan Pemerintah Pengembangan Fasilitas Transportasi Kota. ii Tapak dibagi dalam beberapa zona yakni zona peruntukan sebagai stasiun KA, zona komersial, zona gelangang remaja serta zona plaza dan ruang terbuka hijau (RTH). iii Bangunan Stasiun MRT, diperkirakanseluas20.000 m2 (tidak termasukparkir). Peron terdiridari4 track jalanlayangkeretaapi, 2 track untuk KA Komuter dan 2 track untuk KA luar kota. Panjangtrack untuk10 gerbongkereta apiatausekitar 250 m. Bangunan stasiunterdiridari3 lapis, peronberadapadalapis teratas. Stasiunmemiliki kelengkapanstandar, dilengkapidenganruangkomersialseperti resto, sertaretail. iv Rancanganharusmemperhatikansetingtapak, sertaintermodatransportasi diantaranyadiperlukanjalan pedestrian menuju terminal bus serta stasiun MRT. Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 36

v Tapak perencanaan yang terdiri dari beberapa zona memiliki 2 gate, yakni gate masuk pada sisi selatan serta gate keluar pada sisi utara. Untuk melayani kegiatan GOR dan fasilitas komersial diperlukan jalur khusus. Area drop off untukkendaraanpribadi, taxi sertavvip direncanakanpadasisitertentu daribangunanstasiun. vi Bangunan lama konservasi dipertahankan untuk mendukung fungsi stasiun. vii FasilitasApartment Luasan maksimal 6000 m2 Unit kamar: Studio max 25m2 2 bed room max 32m2 3 bed room max 40m2 Fasilitas standar apartment menengah(lobby, pool, lapangan tenis, commercial area) Analisis Berdasarkan RT/RW yaitu sebagai berikut : Luas Lahan Apartemen = 8.800 m2 KDB : 60 = 5.280 m2 KLB : 6 (asumsi max 10 lt) KB : 48 lt (stasiun) KB : Max 12 Lantai (fasilitas penunjang) KDH : 30 KTB : 55 Tipe : T PSL : P Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 37

Gambar 3. 2 RT RW Stasiun Senen Sumber : Data Pribadi b Analisis Luar Tapak Stasiun Senen Analisis Luar Tapak sangat diperlukan dalam merancang TOD Stasiun ini karena dapat diketahui posisi site dalam lingkungan, keunggulan dan kekurangannya sehingga dapat ditemukan metode dan konsep yang tepat dalam merancang TOD Stasiun Senen. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa stasiun Senen berada di dekat gelanggang planet remaja, yang berada satu komplek dengan stasiun senen, di sisi utara tapak, berbatasan langsung dengan gedung Dinas Perhubungan, sedangkan di sisi barat tapak berhadapan langsung dengan terminal senen, Pasar Senen dan Senen Jaya, Di sisi selatan tapak berhadapan langsung dengan jalan Len Jend Suprapto yang selalu macet karena ada perlintasan pintu kereta api, dan si sebelah barat berhadapan langsung dengan jalan Bungur Besar. Seperti yang dijelaskan pada gambar di bawah ini : Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 38

Gambar 3. 3Analisis Luar Tapak Sumber :Dokumentasi Pribadi c Analisis Sirkulasi Tapak Pada tapak eksisting analisis sirkulasi stasiun senen dibagi menjadi 4 jenis yaitu sirkulasi mobil, sirkulasi motor, sirkulasi pejalan kaki, dan sirkulasi angkutan umum. Untuk sirkulasi mobil pintu masuk utamanya berada di JL Letjend Soeprapto dan pintu keluar berada di Jl Stasiun Senen yang berseberangan dengan Terminal Senen, untuk pintu masuk dan keluar motor berada di Jl Stasiun Senen, untuk pintu masuk Pejalan kaki dapat dilaui baik di Jl Letjend Soeprapto maupun Jl Stasiun Senen, dan untuk jalur kendaraan umum berada di terminal senen dengan pintu masuk yang berada di Jl Pasar Senen dan Pintu Keluar di Jl Stasiun Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 39

Senen yang berhadapan langsung dengan pintu masuk Stasiun di sisi utara. Yang dijelaskan pada gambar berikut: Gambar 3. 4 Analisa Dalam Tapak Stasiun Manggarai Sumber :Dokumentasi Pribadi d Analisis Sirkulasi dalam Stasiun Senen Pada tapak eksisting sirkulasi di dalam stasiun senen dibagi menjadi 2 yaitu sirkulasi penumpang luarkota dan sirkulasi penumpang Comutter Line, pada penumpang luar kota tiket dapat dibeli langsung di area loket atau dapat memesan lewat internet, melakukan pembayaran dan melakukan cetak mandiri di area cetak madiri, setelah mendapatkan tiket penumpang disarankan untuk datang ke stasiun setengah jam sebelum berangkat dan mengantriuntuk memasuki peron, untuk peron 1 antrian dilakukan di pintu gaya baru selatan, dan untuk peron 3 antrian dilakukan di pintu begawan, peron 4 adalah peron untuk kedatangan penumpang Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 40

luarkota, dan akan lamngsung keluar melalui tangga basement, dan peron 6 digunakan untuk comutter line dengan loket di sebelah kanan hall, hal ini digambarkan seperti dibawah ini : Gambar 3. 5 Analisa Sirkulasi Dalam Stasiun Senen Sumber :Dokumentasi Pribadi Gambar 3. 6 Analisa Jalur Kereta Stasiun Senen Sumber : Dokumentasi Pribadi Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 41

e Analisis Ruang Eksisting Stasiun Senen Analisis akan ruang eksisting sangat diperlukan karena sabagai pedoman untuk menentukan bagian manakah dari stasiun lama yang harus dipertahankan dan bagian mana yang akan dilakukan perubahan, namun karena bangunan stasiun senen merupakan bangunan cagar budaya kelas A dan tidak boleh diubah maka untuk bagian tersebut tidak akan dilakukan sedikit perubahan fungsi dari stasiun, seperti yang diuraikan dari dari gambar berikut : Gambar 3. 7Analisa Ruang Eksisiting Stasiun Senen Sumber :Dokumentasi Pribadi f Analisis Matahari Stasiun Senen Analisa matahari sangat diperlukan terutama dalam menetukan perletakan massa bangunan, walaupun pada akhirnya perletakan massa bangunan yang menghadap matahari tidak dapat dihindari terutama pada Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 42

perancangan TOD Stasiun Senen ini, dikarenakan posisi bangunan stasiun yang hampir sejajar dengan arah matahari barat dan timur, karena itulah diperlukan perlakuan khusus pada fasad dari stasiun senen, yang salah satunya dengan pemilihan material yang hemat energi dan dapat mengurangi panas matahari. Sedangkan untuk area apartemen agar diusahakan untuk menghindari panas matahari secara pasif yaitu dengan tidak langsung menghadap ke arah matahari barat dan timur, yang dijelaskan pada gambar berikut : Gambar 3. 8Analisa Arah Matahari Dalam Tapak Stasiun Senen Sumber :Dokumentasi Pribadi g Zoning Eksisting Stasiun Senen Konsep Zoning dari Stasiun Senen ini dibagi menjadi tiga yaitu zona publik yang diwakili dengan warna kuning, zona semi publik yang diwakili dengan warna biru, zona privat yang diwakili dengan warna merah. Yang dijelaskan pda gambar berikut ini: Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 43

Gambar 3. 9Zoning Eksisting Stasiun Senen Sumber : Dokumentasi Pribadi h Kendala yang ditemukan dalam Analisis Fisik Berikut beberapa kendala yang ditemukan dalam analisa fisik dari Stasiun Senen yaitu : Luas Apartemen = 5.280 m2x6= 31.680 Terdapat Parkir Liar yang menyebabkan kemacetan Berada di lokasi yang strategis dekat dengan pasar senen (selalu ramai) Parkir mobil di dalam stasiun masih belun teratur dan dropp off belum didesain dengan baik (menimbulkan penumpukan kendaraan) Antrian menuju peron yang masih kurang nyaman, sering terjadi penumpukan penumpang di hall menuju peron Jalur angkutan umum di terminal masih kurang teratur Site yang menghadap matahari barat dan timur sehingga panas tidak dapat dihindari Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 44

Tidak adanya selasar untuk pejalan kaki di terminal senen, sehingga kurang nyaman Penghubung stasiun dan terminal masih kurang nyaman & aman Hanya terdapat dua pintu masuk pejalan kaki, bila dari Jl Bungur harus memutar jauh Ruang tunggu penumpang yang masih kurang memadai Perlu adanya jalur sirkulasi barang (track bawah) dan pembagian jalur kereta luar kota dan Comuter line pada stasiun baru (track atas) 3.2.2. Analisis Non Fisik Stasiun Senen Tabel 3. 2Program Ruang Stasiun Manggarai Sumber :Dokumentasi Pribadi Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 45

Tabel 3. 3Analisa Arah Angin Dalam Tapak Stasiun Manggarai Sumber :Dokumentasi Pribadi Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 46