BAB I TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN. peneliti sebagai penyusunan skripsi. Untuk mendapatkan informasi dan data

BAB I PENDAHULUAN. merupakan produsen tepung terigu pertama dan terbesar di dunia, pabrik ini berada

IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. PT. Indofood Sukses Makmur. Tbk Bogasari Flour Mills adalah produsen

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

MEMPELAJARI KUALITAS TEPUNG TERIGU PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. DIVISI BOGASARI FLOUR MILLS


I.1 Latar Belakang. Gambar I.1 Struktur Organisasi Departemen FSBP FSBP FLOUR SILO AND BULK FLOUR PACKING & BY PRODUCT PACKING

PROSES PENGOLAHAN GANDUM MENJADI TEPUNG TERIGU DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR, TBK. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA

BAB III PROSES PENGUMPULAN DATA

BAB 1 PENDAHULUAN. PT. ISM Tbk Bogasari Flour Mills merupakan sebuah perusahaan yang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Seiring dengan ketatnya persaingan pada dunia industri ditambah lagi

PROSES PENGOLAHAN TEPUNG TERIGU DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA

PROSES PENGOLAHAN TERIGU DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA

BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN. Bogasari Flour Mills adalah salah satu divisi dari PT Indofood Sukses

BAB I PENDAHULUAN. secara hukum pada tanggal 23 April 1993 dengan nama PT. Citra Flour Mills.

OPTIMALISASI INTERVAL WAKTU PENGGANTIAN KOMPONEN MESIN PACKER TEPUNG TERIGU KEMASAN 25 KG DI PT X

BAB 1 PENDAHULUAN. Persaingan ketat terjadi saat ini dikarenakan banyak perusahaan yang terus

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

LAMPIRAN 1 HASIL WAWANCARA. 1. PT ISM Bogasari Flour Mills Division,Tbk merupakan perusahaan manufaktur

BAB 1 PENDAHULUAN. PT. Federal Karyatama adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang

PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

PROSES PENGOLAHAN BIJI GANDUM MENJADI TEPUNG TERIGU DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR, TBK. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Pemenuhan kebutuhan manusia yang terus berubah dan semakin beragam

PROSES PENGOLAHAN TEPUNG TERIGU DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK. BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi industri manufaktur dalam beberapa dekade terakhir ini

BAB V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK

M E P L E A L JARI T E T K E NIK K ES E E S H E AT A A T N K ES E E S L E A L MA M T A A T N K ER E JA

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK

PENGOLAHAN BIJI GANDUM MENJADI TEPUNG TERIGU DI PT. PAKINDO JAYA PERKASA SIDOARJO JAWA TIMUR LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. akan menyebabkan hasil produksi menjadi berkurang sehingga perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan budaya dan teknologi akan selalu memberikan dorongan kepada

PENGAWASAN MUTU TEPUNG TERIGU SECARA KIMIAWI DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk. BOGASARI FLOUR MILLS DIVISION JAKARTA

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan insentif material dan Non-material sebagai alat untuk

BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN. kertas, dimana dapat diklarifikasikan dalam 2 (dua) kelompok besar, yaitu :

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Memasuki Era pertumbuhan yang maju, lingkungan perusahaan beroperasi

Sehingga pada tahun 1999 PT. Euro Star Indonesia mendirikan pabrik

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. PT United Tractors Tbk (PTUT) merupakan salah satu distributor alat-alat berat

ANALISIS SIFAT REOLOGI ADONAN TEPUNG TERIGU DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk. BOGASARI FLOUR MILLS DIVISION JAKARTA

PENENTUAN INTERVAL WAKTU PEMELIHARAAN PENCEGAHAN BERDASARKAN ALOKASI DAN OPTIMASI KEHANDALAN PADA PERALATAN SEKSI PENGGILINGAN E

BAB 1 PENDAHULUAN. penghasil karung plastik, yang antara lain digunakan untuk tepung terigu

LAPORAN KERJA PRAKTEK PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK PABRIK TUBAN 01 JUNI 30 JUNI 2016

PROYEK AKHIR SISTEM MANAJEMEN MUTU PERUSAHAAN SARI ROTI. PT NIPPON INDOSARI CORPINDO,Tbk.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi dewasa ini, persaingan dalam dunia industri di negara kita

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam pertumbuhan industri otomotif di Indonesia, salah satunya adalah

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

5.1 PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. secara terpadu. Perusahaan ini termasuk perusahaan perseroan terbatas dengan

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Bentuk badan hukum PT. Argo pantes adalah Perseroan Terbatas (PT)

BAB III METODE PENULISAN

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

V. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN. pesat seiring dengan berkembanganya teknologi. Dengan adanya internet,

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAPORAN MAGANG DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR. Tbk BOGASARI FLOUR MILLS DIVISI TANJUNG PRIOK, JAKARTA UTARA (PROSES PRODUKSI TEPUNG TERIGU)

BAB 1 TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Tepung Terigu dengan Pendekatan Six Sigma dan Cost of Poor Quality

BAB I PENDAHULUAN. Gula pasir merupakan kebutuhan pokok strategis yang memegang peran

EVALUASI GOOD HALAL MANUFACTURING PRACTICE (GHMP) DI MILL MNO PT.ISM BOGASARI FLOUR MILLS

BAB 1 PENDAHULUAN. atau tidak maka dibutuhkan suatu kelayakan proyek. diukur dengan mempertimbangkan untung dan ruginya suatu investasi.

BAB I PENDAHULUAN. dengan pertambahan penduduk. Perkembangan industri tepung terigu

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISA DATA. terkait, yang terintegrasi. Misi Bogasari: 1. Menghasilkan produk berkualitas

BAB II SEJARAH PT. INDONESIA STANLEY ELECTRIC

BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Tabel 1. Rating Factor Operator Operator Faktor Kelas Lambang Nilai Total Rating Factor Keterampilan Average D 0,00

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB 1 PENDAHULUAN. makin banyaknya perusahaan yang menjalani proses produksi di Indonesia. Makin

BAB VI PERAWATAN DI INDUSTRI

I. PENDAHULUAN. Menurut Saragih (2001), pengembangan sektor agribisnis pada. masa yang akan datang menghadapi sejumlah tantangan besar yang

BAB I PENDAHULUAN. harus mengoptimalkan kinerja dari fungsi-fungsi yang ada di perusahaan.

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan produk plastik pada saat ini cukup pesat dimana semakin

PT. BOGASARI FLOUR MILLS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III OBYEK PENELITIAN. III.1. Sejarah Singkat PT. Swasti Makmur Sejahtera

BAB. III METODOLOGI PENELITIAN. PT. FK adalah perusahaan yang bergerak dibidang industri insektisida rumah tangga.

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam menghadapi persaingan pasar bebas yang semakin ketat, setiap

Tugas dan tanggungjawab Quality Assurance (QA) / Jaminan Mutu

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pertama di Indonesia. Nama Sosro diambil dari nama keluarga pendirinya yakni

BAB I PENDAHULUAN. manusia merupakan unsur pengatur dan pelaksana dari setiap kegiatan organisasi.

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. dalam bidang industri pengolahan minyak goreng. Perusahaan Permata Hijau

BAB I PENDAHULUAN. yaitu pakan ternak berbentuk mesh, pellet, dan crumble. PT. Gold Coin memiliki

PENGARUH KOMPENSASI, GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI DI PT. ISM BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA

Universitas Sumatera Utara

PBR INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM PROSEDUR PEMUATAN BATUBARA KE DALAM TONGKANG

V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB VIII PEMBAHASAN 8.1. Faktor Teknis Bahan Baku dan Bahan pembantu

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

Diagram 3.1 Flowchart Metodologi Pemecahan Masalah (Lanjutan)

Adapun tugas dan tanggung jawab masing-masing manager dalam struktur. organisasi PT. Riau Andalan Pulp and Paper adalah sebagai berikut :

Transkripsi:

1 BAB I TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 1.1 LATAR BELAKANG Kerja praktek ini dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa untuk dapat terjun langsung ke lapangan sesuai dengan program study yang sudah ditempuh. Didalam seksi Mechanical Maintenance Packing terdapat beberapa pekerjaan yang merupakan bentuk tanggung jawab terhadap perusahaan yang dapat menimbulkan permasalahan di perusahaan, dilihat dari tingginya frekwensi kerusakan, efek yang ditimbulkan, serta besarnya pengaruh terhadap kelancaran dan mutu produksi di Departement terkait. Maka dari itu mengacu pada Department Guidelines atau sasaran dari Department dalam hal Profesionalisme dalam bekerja, berusaha untuk mencapai sasaran tersebut dengan memaksimalkan proses pekerjaan yang telah ada. Kondisi lingkungan yang berdebu dan produktifitas yang tinggi juga ikut berperan dalam mempercepat kerusakan spare part mesin. Dimana debu tepung itu sendiri memiliki sifat yang ringan sehingga kecil kemungkinannya untuk di eliminasi. Hal ini menyebabkan debu tepung dengan mudah menempel pada komponen mesin. Perlu adanya schedule yang matang untuk preventive maintenance pada mesin-mesin yang tidak produksi meminimalisir kerusakan pada mesin pada saat produksi berjalan yang akan menimbulkan breakdown maintenance. Salah satu dari tujuan preventive maintenance adalah untuk menemukan suatu tingkat keadaan yang menunjukan gejala kerusakan sebelum alat-alat tersebut mengalami kerusakan fatal. (Dikutip dari: Kelompok Kerja Mutu Anggrek Biru, MMPC). 1.1.1 Sejarah PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Div. Bagasari Flour Mills Asal mula berdirinya PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Bogasari Flour Mills diprakasai oleh Empat Sekawan, yaitu: Soedono Salim, Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad yang berniat mendirikan sebuah pabrik tepung di

2 Indonesia yang dapat memenuhi kebutuhan tepung terigu pada saat itu. Dimulai sejak tanggal 7 Agustus 1970, setelah selama satu tahun proses kontruksi dan pembangunan pabrik industri ini, maka sesuai dengan keputusan notaris, terbentuklah perusahaan tepung terigu pertama di Indonesia dengan nama PT. Bogasari Flour Mills, dengan bentuk perusahaan adalah Perseroan Terbatas karena disesuaikan Peraturan Pemerintah Nomor E/68 tentang perusahaan dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Dan pada tanggal 29 November 1971 proses produksi penggilingan gandum pertama kali dilakukan, dan saat itulah menandakan bahwa tepung terigu dapat dihasilkan sendiri oleh Indonesia melalui pabrik yang berlokasi di wilayah Cilincing, Tanjung Priok, Jakarta. Industri utama dari perusahaan ini adalah proses pengolahan/ penggilingan biji gandum menjadi tepung terigu yang mana sumber biji gandum yang diolah pabrik berasal impor dari mancanegara, seperti dari USA, Canada, Australia, India, dan juga dari beberapa negara Timur Tengah dan di Amerika Selatan. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat akan tepung terigu, maka didirikanlah pabrik tepung terigu Bogasari kedua satu tahun kemudian tepatnya pada tanggal 10 Juli 1972, yang berlokasi di kawasan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Selain dua pabrik tepung tersebut, Bogasari juga memiliki tiga divisi penunjang lainnya yang mempunyai peran sebagai penunjang produksi dari PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Bogasari Flour Mills yang memproduksi tepung terigu. Ketiga divisi tersebut adalah divisi pasta, maritim, dan divisi kemasan. Dua divisi, yaitu pasta dan maritim terletak satu lokasi dengan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Bogasari Flour Mills di Tanjung Priok, sedang divisi kemasan/ tekstil berlokasi di Citereup, Bogor, Jawa Barat. Divisi pasta didirikan sekitar Desember 1991. Pendirian Pabrik pasta ini dilakukan untuk dapat lebih meningkatkan daya saing dan juga untuk menciptakan penganekaragaman makanan. Produk dengan menggunakan system otomatis ini menghasilkan produk berupa Long Pasta dan Short Pasta, seperti contohnya adalah sapagetti dan makaroni dengan merek dagang Bogasari adalah LaFonte dan DelMonte. Divisi Maritim PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Bogasari Flour Mills dibentuk pada Tanggal 12 September 1977. Divisi ini dianggap sangat perlu guna menjamin kelancaran proses pengadaan dan pengangkutan gandum yang diimpor dari mancanegara, agar pesediaan gandum dapat terjamin. Sedang divisi kemasan/tekstil di

3 Citereup, Bogor, Jawa Barat didirikan untuk dapat memenuhi kebutuhan karung kemasan dari dua Pabrik Bogasari Jakarta dan Surabaya. Pabrik yang dimulai sejak 10 Januari 1977 ini memiliki kapasitas produksi kantong blacu (cotton bag) dan Polypropylene bag (PP Bag) sebesar lebih dari 4,5 juta kantong per tahun. Pada Tanggal 28 Juli 1992 PT. Bogasari Flour Mills diakuisisi oleh PT. Indocement Tunggal Prakarsa, sehingga sejak saat itu PT. Bogasari Flour Mills berubah nama menjadi PT. Indocement Tunggal Prakarsa Bogasari Flour Mills, dengan menjadi divisi makanan dari perusahaan semen itu. Seiring kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yang mengakibatkan lahirnya banyak industri penggilingan tepung terigu baru, dan melihat pasar yang harus semakin bersaing, pada 30 Juni 1995 PT. Indocement Tunggal Prakarsa Bogasari Flour Mills pun diakuisisi kembali. Kali ini oleh PT. Indofood Sukses Makmur Tbk., yang kemudian pun berubah nama menjadi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Bogasari flour mills. Dan nama ini berlaku sampai saat ini. PT. ISM Tbk. Bogasari flour mills sejak awal berdirinya merupakan industri yang murni hanya untuk proses penggilingan tepung terigu saja, dan ini terjadi sampai tahun 1998. Saat ini PT. Indofood Sukses Makmur Tbk Bogasari flour mills menjadi pabrik penghasil tepung terigu terbesar di dunia dalam satu lokasi produksi. Dengan kapasitas produksi tepung terigu sebesar 3,6 juta metrik ton per tahun dari kapasitas giling sebanyak 4,7 juta metrik ton gandum per tahun atau sekitar 16 ribu metrik ton per hari. Ini semua didukung dengan semua fasilitas alat pengolahan modern, dari kapasitas tampung dari 140 buah silo gandum yang dapat menampung 400.000 metrik ton, dengan 15 mill unit yang siap beroperasi. Sejak 19 September 1999, untuk pertama kalinya PT. Indofood Sukses Makmur Tbk Bogasari flour mills melakukan ekspor tepung terigu ke Singapura dengan kiriman sebanyak 860 karung tepung terigu (21,5 metrik ton). Dan sejak itulah PT. Indofood Sukses Makmur Tbk Bogasari flour mills terus bertambah aktif dalam melakukan pemasaran produknya, khususnya ke luar negeri. Untuk itulah, maka PT. Indofood Sukses Makmur Tbk Bogasari Flour Mills membuka kantor perwakilan di Singapura untuk mendukung pemasarannya tersebut. Negara yang menjadi konsumen tetap produk PT. Indofood Sukses Makmur Tbk Bogasari Flour Mills itu antara lain: Jepang, Singapura, Malaysia dan beberapa negara lainnya. Sebagai perusahaan tepung terbesar di dunia PT. Indofood Sukser Makmur Tbk. Divisi Bogasari Flour Mills

4 mempunyai motto, yaitu: "turut membangun gizi bangsa". (Dikutip dari: Laporan magang Ikhsanudin, A. 2010). Gambar 1.1 Logo dan Produk Perusahaan (Sumber: Bogasari 2014 http://www. bogasari.com/product) 1.1.2 Lokasi Perusahaan Lokasi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Div. Bogasari, di Jl. Raya Cilincing No. 1, Tanjung Priok, Jakarta Utara 14110, Telp +62214301048, Fax +622143920154, Telex: 64067 BOGA IA, www.bogasari.com 1.2 BIDANG USAHA PERUSAHAAN Selain menghasilkan tepung terigu, PT. ISM Tbk, Div. Bogasari pun juga menghasilkan produk sampingan. Yaitu produk dari sisa hasil olahan penggilingan gandum ataupun hasil gagal dari proses produksi tersebut. Hasil produk sampingan (by product) tersebut diberi nama: bran, pollard, serta pellet, dan juga tepung industri. Bran, pellet, dan pollard digunakan untuk pakan ternak. Jadi dapat dikatakan bahwa hampir semua bahan baku (row material) yang ada di PT. ISM Tbk. Bogasari flour mills dapat dipakai dan diolah menjadi produk, baik produk inti (tepung terigu) maupun hasil produk sampinganya secara maksimal. (Dikutip dari: Laporan magang Ikhsanudin, A. (2010). 1.3 STRUKTUR ORGANISASI PT. ISM BOGASARI FLOUR MILLS, TBK Kekuatan tertinggi di PT. ISM Bogasari Flour Mills, Tbk Jakarta adalah OPU (Deputy OPU Head) yang membawahi empat Senior Vice President (SVP). Senior Vice President yang ada di PT. ISM Bogasari Flour Mills, Tbk terdiri atas SVP Finance,

5 SVP Commersials, SVP Manufacturing, dan SVP Human Resources. SVP Manufacturing dibantu oleh tiga vice president yaitu VP Operations, VP Technical Support, VP Quality and Product Planning and Development. Masing-masing VP memimpin satu divisi, fungsi divisi-divisi tersebut adalah sebagai berikut: 1.3.1 Operations Division Operations Division merupakan bagian yang bertanggung jawab atas operasi penyimpanan di silo, proses milling, dan packing. Bagian ini dibagi lagi menjadi empat department, yaitu: 1. Milling Department bertanggung jawab atas kelancaran proses produksi dan menggiling tepung terigu dengan mutu sesuai dengan yang ditetapkan tugasnya antara lain melaksanakan produksi sesuai dengan rencana produksi. Bagian ini dipimpin oleh manager dan dibantu oleh deputy head miller dan head miller. 2. Flour Silo and Bulk Packing Department, bertanggung jawab atas penyimpanan tepung terigu sementara sebelum dipacking dalam silo khusus tepung terigu dan pengemasan tepung terigu dalam bentuk karung maupun curah. Tugasnya antara lain melakukan pengemasan produk berdasarkan jenisnya, yaitu tepung regular. Bagian ini dipimpin oleh seorang manager. 3. Blanding Silo and Bulk Packing Department, bertanggung jawab atas pencampuran tepung terigu menjadi tepung premix maupun tepung-tepung inovasi lainnya. Selain itu juga bertugas untuk mengemas tepung-tepung tersebut dalam consumer packing (kemasan setengah kilo gram, satu kilo gram dan dua kilo gram). Tugasnya antara lain melakukan pengemasan produk berdasarkan jenisnya, yaitu tepung ekspor dan special. Bagian ini dipimpin oleh seorang manager. 4. Silo Department, yang bertanggung jawab memasukan gandum kedalam wheat silo sesuai dengan jenisnya dan spesifikasinya dan mengatur proses pengeluaran gandum menuju mill untuk digiling. Tugasnya antara lain melaksanakan operasi penyimpanan gandum dan melakukan transfer gandum sesuai komposisi grist yang diminta oleh pihak mill. Bagian ini dipimpin oleh seorang manager.

6 1.3.2 Technical Support Division Technical Support Division merupakan bagian yang bertanggung jawab untuk pemeliharaan seluruh sarana utama penunjang kelancaran produksi dimulai dari pengadaan sumber energy sampai kepada bangunan tempat produksi berlangsung. Bagian ini dibagi menjadi empat departement, yaitu: 1. Maintenance Department, perawatan mesin dan pemasangan mesin serta peralatan di tempat produksi. 2. Production Facility Department, bertanggung jawab atas pemeliharaan seluruh bangunan yang ada, kebersihan lingkungan pabrik dan pemeliaraan taman, serta pelaksanaan pengendalian hama pada silo dan tempat penyimpanan tepung. 3. Automation Department, bertanggung jawab atas perawatan dan pemeliaraan seluruh peralatan listrik serta bertugas menjalankan instalasi sederhana. 4. Material Store Department, bertanggung jawab atas pengadaan instrumentinstrument alat yang digunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan seluruh mesin dan alat produksi. Tugasnya antara lain penyediaan sarana keperluan produksi seperti suku cadang peralatan, bahan bakar, serta kemasan. 1.3.3 Quality and Product Planning and Development Division Quality and Product Planning and Development Division merupakan bagian yang bertanggung jawab untuk pengendaian dan kontrol dari produk-produk produksi PT.ISM Bogasari Flour Mills, Tbk. 1.3.4 Struktur Organisasi Department Maintenance Struktur organisasi merupakan suatu sistem menurut pola tertentu yang terdiri dari beberapa macam fungsi serta terdapat urutan wewenang dan tanggung jawab dari bagian-bagian atau fungsi-fungsi organisasi tersebut, makin banyak kegiatan yang dilakukan dalam suatu organisasi maka makin kompleks pula hubungan yang ada. Untuk itu perlu dibangun bagan yang menggambarkan tentang hubungan tersebut termasuk hubungan masing-masing kegiatan dan fungsinya. Adapun struktur

7 organisasi dari Department Mechanical Maintenance Packing di PT. Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari Flour Mills adalah sebagai berikut: Maintenance Manager Superintendent Area Jetty A-B Superintendent Maintenance Area Packing Superintendent Mechanical Workshop Superintendent Maintenance Area Mill Section Head Electrical Maintenance Packing Section Head Mechanical Maintenance Packing Foreman Transfer Line Foreman Carrousel Flour Packing Foreman Consumer Packing Gambar 1.2 Struktur organisasi dept. mechanical maintenance packing Line Maintenance (Mechanical) bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang berhubungan dengan perbaikan dan perawatan mesin produksi serta pekerjaan yang sesuai dengan Quality Objective dan memenuhi standar yang berlaku. Line Maintenance (Mechanical) bertanggung jawab terhadap availability peralatan seperti, proses perbaikan dan perawatan hingga pemasangan mesin di lapangan, seperti autobagger, mesin jahit, carousel, belt conveyor, metal detector, weigher, line transfer, screw conveyor, dan lain sebagainya. Hampir semua peralatan produksi yang ada di seluruh area flour silo and bulk packing menjadi bagian tanggung jawab Seksi Line Maintenance terutama yang berhubungan dengan proses produksi, sehingga proses produksi tidak terganggu dan semua peralatan dalam kondisi siap pakai.

8 1.3.5 Kualifikasi Sumber Daya Manusia Untuk pengembangan organisasi maka dibutuhkan suatu standar atau kualifikasi sumber daya manusia yang harus dipenuhi sehingga proses operasional akan berjalan dengan lancar. Standar kualifikasi dalam dimensi peran untuk leveling di seksi Line maintenance adalah sebagai berikut: a. Tugas Kepala Bagian Berperan sebagai perencana untuk menjamin persiapan pekerjaan yang akurat, tepat waktu, dan dipahami oleh bawahan. Berperan untuk memastikan ketepatan ukuran, kesesuaian spesifikasi, dan jumlah perlengkapan mesin-mesin produksi yang diminta secara tepat waktu serta menjamin terawatnya mesin-mesin produksi. Menjamin ketersediaan bahan-bahan material dan peralatan kerja yang dibutuhkan secara tepat jumlah, mutu, dan tepat waktu. Menyajikan laporan mengenai proses kerja, waktu yang digunakan, waktu pengerjaan, dan gambar kerja secara akurat dan tepat waktu. Berperan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan program dan training untuk mendapatkan bawahan yang handal. b. Tugas Foreman Berperan dalam perbaikan mesin dan peralatan produksi untuk menjamin order perbaikan mesin dapat dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Evaluasi dan menentukan prioritas kelayakan order pemilihan suku cadang untuk memastikan suku cadang tersebut sesuai dengan yang diperlukan. Memastikan terpeliharanya mesin/peralatan di area produksi dengan menjalankan jadwal pemeliharaan, mengawasi, dan mengarahkan proses pemeliharaan. c. Tugas Teknisi Lapangan Melaksanakan perbaikan mesin produksi dan suku cadang yang berhubungan dengan semua mesin produksi packing untuk memastikan bagian tersebut yang mengalami kerusakan dapat segera dioperasikan dan perawatan kembali, serta memastikan setiap permintaan suku cadang didasari oleh pertimbangan yang benar dan terdokumentasi.