BAB II PEMAHAMAN TENTANG CO-WORKING SPACE

dokumen-dokumen yang mirip
SEMINAR TUGAS AKHIR 2015 BAB I PENDAHULUAN

Scanned by CamScanner

BAB II TINJAUAN COWORKING SPACE

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Objek Penelitian Profil Perusahaan Sejarah Perusahaan 1.2 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Perancangan

BAB I PENDAHULUAN TAMAN BACAAN DI PATI

Sebuah 'Idea' Hasil akhir daripada sebuah pemikiran yang cemerlang

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V. KONSEP PERANCANGAN

BAB IV TINJAUAN KHUSUS

BAB I PENDAHULUAN. Setiap hari penduduk yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, usia anak

Fasilitas Wisata Kuliner di Surabaya

Halaman Judul... i Abstrak... ii Kata Pengantar... iii Daftar Isi... iv Daftar Gambar... viii Daftar Tabel... x Daftar Diagram...

BAB IV PENGAMATAN PERILAKU

BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya zaman mengubah gaya hidup masyarakat. Mereka cenderung

Studi Lokasi. desain Interior cafe Monggo di Surabaya Town Square dengan tema cokelat

BAB II MENEMUKENALI SPESIFIKASI TIRTA UJUNG DI KARANGASEM

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Legend Coffee adalah sebuah perusahaan kuliner yang berdiri sejak

BAB V KONSEP 5.1 Konsep Tata Ruang Luar Gambar 5.1 Skema Site Plan

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. menjadi bebas tanpa hambatan tarif maupun non-tarif. Dari total. penduduk Indonesia. Indonesia dengan SDM dan SDA nya

Desain Interior Restoran pada Rest Area di Kabupaten Probolinggo Berkonsep Jawa Rustik dengan Sentuhan Ikon Khas Probolinggo

BAB IV ANALISA PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN DAN PERENCANAAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB V : KONSEP. 5.1 Konsep Dasar Perancangan

BAB I PENDAHULUAN. Sepuluh tahun belakangan ini, perkembangan otomotif di tanah air sangat

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB III KAJIAN LAPANGAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar belakang masalah

BAB I PENDAHULUAN. Perencanaan & Perancangan Interior Gallery Coffee & Café di Jakarta 1

BAB 1 PENDAHULUAN. di perkotaan-perkotaan salah satunya adalah kota Yogyakarta. Ini

Eksotisme & GALLERY. Vol. 13 No. 05 Mei 2012

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENDAHULUAN. Pengertian Judul

BAB III DATA SURVEY DAN ANALISA

BAB III STUDI LAPANGAN

KATA PENGANTAR Galeri Seni Kriya Logam, Kulit dan Rotan di Denpasar

BAB I PENDAHULUAN. bisnis untuk bisa tetap eksis di bidang usahanya. Secara umum tujuan dari pelaku

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

MUSEUM GERABAH NUSANTARA Penerapan arsitektur bangunan berbahan gerabah pada bentuk bangunan

BAGIAN DESKRIPSI HASIL RANCANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

Launching SOHO The Smith Alam Sutera dan Apartemen Residence

Ivan Susanto PANDUAN MEMBUKA USAHA TAMAN PENITIPAN ANAK / DAYCARE

BAB pagi 2 dini hari Kegiatan. Makan, minum, bersantai, bertemu teman. Menengah ke atas Fasilitas

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV PROGRAMING. 4.1 Analisa Existing Asumsi Lokasi

BAB I PENDAHULUAN. mampu menghasilkan devisa negara dengan mendatangkan wisatawan domestik

DENAH ALTERNATIF 1 LANTAI 1

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Tugas Akhir Desain Interior Stasiun Siaran Radio Suzana 91.3 FM Surabaya dengan Nuansa Surabaya. Suzana Indah Agustina

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. Pusat Komunitas Fotografi di Denpasar

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang


5 BAB V KONSEP DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V K O N S E P P E R A N C A N G A N

Milestone Casa de Parco Apartment

Mekarsari Bali Guesthouse

DATA PROYEK BAB II DATA PROYEK

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

1 PENDAHULUAN. Latar belakang

BAB IV IDENTIFIKASI MASALAH

BAB V PEMBAHASAN. tamu sangatlah ditentukan oleh siapakah yang melayani tamu tersebut. Penampilan

BAB 1 PENDAHULUAN. sesuai dengan perkembangan jaman cafe telah memiliki banyak konsep.

BAB IV ANALISA. Kegiatan yang terjadi di dalam asrama dibagi berdasarkan pengelompokan jenis. kegiatan yang dilakukan oleh pengguna asrama, yaitu :

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB V KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Proyek

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB 1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

LANDASAN TEORI DAN PROGRAM

H O T E L M A L L A PA R T M E N T S E M A R A N G

BAB II DESKRIPSI PROYEK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

KONSEP MAKRO & KONSEP MIKRO

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

BAB III STUDI LAPANGAN. Syariah Hotel Lor In Solo adalah sebuah Hotel syariah berbintang 4

PUSAT BALAWISTA Di Kabupaten Badung, Provinsi Bali

BUKU PROFIL. The garden of knowledge resources. UPT. PERPUSTAKAAN Tahun Universitas Internasional Batam

Transkripsi:

BAB II PEMAHAMAN TENTANG CO-WORKING SPACE Di dalam bab pemahaman tentang Co-working Space ini, terdapat beberapa pembahasan yang akan dijelaskan, yaitu tinjauan teori, kajian terhadap proyek sejenis, dan spesifikasi umum proyek. 2.1 Tinjauan Teori Pembahasan dalam tinjauan teori ini meliputi sejarah co-working, pemahaman co-working dan Co-working Space, teori dan tipologi Co-working Space. 2.1.1 Sejarah Co-working Pada tahun 2005, Brad Neuberg mencetuskan ide yang inovatif ini dengan mulai menggunakan kata co-working untuk menggambarkan ruang fisik yang awalnya disebut 9-5 group. Neuberg mengorganisir sebuah co-working site bernama Hat Factory di San Fransisco, sebuah apartemen sekaligus tempat bekerja untuk 3 (tiga) orang pekerja teknologi, dan dibuka untuk umum pada siang harinya. Brad juga salah satu pendiri Citizen Space, sebuah Co-working CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 6

Space pertama yang benar-benar hanya digunakan sebagai tempat bekerja saja. Sejak Neuberg membuka tempat ini, jumlah Co-working Space di berbagai wilayah meningkat 2 (dua) kali lipat setiap tahunnya. Konsep co-working ini sudah terlebih dahulu popular di Eropa, banyak warganya yang menerapkan sistem kerja seperti ini. Begitu juga di Inggris, konsep co-working ini sangat berkembang pesat, bahkan beberapa keberadaan Coworking Space di negara ini telah didukung oleh pemerintah setempat. Tidak heran jika Inggris disebut-sebut sebagai salah satu negara yang berniat mengadopsi konsep Co-working Space (tekno.compas.com, Semangat Kolaborasi di Tepi Margonda, 9 Oktober 2015, 11:00 WITA). Sekarang, Co-working Space telah hadir di seluruh dunia. Di Amerika saja, terdapat kurang lebih 700 (tujuh ratus) Co-working Space yang tersebar di berbagai negara bagian. Pada tahun 2012, beberapa Co-working Space seperti NextSpace, BLANKSACES, Link Coworking, WorkBar Boston, CoCo, dan 654 Croswell mendirikan organisasi The League of Extraordinary Coworking Spaces. 2.1.2 Pemahaman Co-working dan Co-working Space A. Pengertian Co-working Menurut Kamus Bahasa Inggris Oxford, definisi kata co-working adalah penggunaan kantor atau lingkungan kerja lainnya dengan orang-orang yang bekerja sendiri atau bekerja untuk perusahaan yang berbeda, biasanya untuk berbagi peralatan, ide, dan pengetahuan. Co-working merupakan sebuah gaya bekerja yang membutuhkan lingkungan kerja bersama dan kegiatan mandiri yang berbeda dengan lingkungan kerja di kantor pada umumnya, para co-worker biasanya tidak bekerja dalam satu perusahaan atau organisasi yang sama. Gaya bekerja seperti ini sering digunakan oleh para freelancer, kontraktor independen, atau orang yang sering bepergian dan bekerja di tempat yang berpindah-pindah. Co-working juga menjadi tempat bertemu sekumpulan orang yang bekerja secara independen dan saling berbagi pengalaman, ilmu, serta informasi. Orang-orang tersebut biasanya akan menjadi akrab dan saling menghargai, tidak sedikit juga dari mereka mampu menciptakan hal-hal yang baru dari apa yang telah mereka bicarakan. CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 7

Gaya bekerja secara co-working ini menawarkan solusi bagi mereka yang biasanya bekerja secara terisolasi di dalam rumah dan dalam waktu yang sama juga membuat mereka melupakan sejenak suasana rumah yang biasanya membosankan dan mengganggu kinerja bekerja mereka. Mereka yang bekerja dan aktif menggunakan teknologi digital sebagai alat kerjanya tentu saja lebih memilih menggunakan sistem kerja yang lebih fleksibel seperti co-working ini. B. Pengertian Co-working Space Secara harfiah, Co-working Space merupakan sebuah ruang bersama yang digunakan untuk melakukan pekerjaan dan bertujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan para startup atau freelancer dalam mengerjakan perkerjaannya. Co-working space ini tidak sekedar tempat secara fisik, melainkan bagaimana membangun sebuah komunitas yang baik dari para co-worker. Akan tetapi, tidak semua co-working space ini membangun komunitas. Co-working Space ini memiliki keuntungan secara materi, yaitu para pengunjung dapat menghemat pengeluaran untuk menyewa kantor yang pada umumnya dibanderol cukup tinggi. Dan beberapa keuntungan secara non-materi, seperti. 1. Lingkungan kerja yang lebih kondusif. 2. Pengunjung dapat berbagi wawasan dengan pengunjung lainnya. 3. Pengunjung dapat membangun komunitas dan membuka bisnis lain. 4. Masuk ke dalam radar media. 5. Mendapatkan semua kebutuhan yang diperlukan dalam menyelesaikan pekerjaan di satu tempat. Konsep desain Co-working Space memang sedikit berbeda dengan kantor pada umumnya. Tempat ini tidak akan diisi oleh 1 (satu) perusahaan saja, melainkan merupakan para pekerja individual atau kelompok-kelompok kecil yang membutuhkan tempat sementara untuk bekerja tanpa harus mengeluarkan biaya sewa kantor yang pada umumnya cukup mahal. Tempat ini akan menyediakan meja dan kursi untuk para pekerja, mahasiswa/i atau siapa saja yang ingin mengerjakan tugasnya sekaligus bersantai dengan menyantap kopi ataupun minuman dan makanan ringan lainnya. CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 8

Desain meja dan kursi sengaja diciptakan menyerupai meja kerja pada umumnya lengkap dengan lampu kerja dan stop kontak yang memadai. Sistem pelayanan yang digunakan adalah penyewaan meja. Dengan menyewa 1 (satu) meja di Co-working Space ini, pengunjung akan mendapatkan paket minuman dan makanan ringan, layanan Wi-Fi berkecepatan tinggi, loker penyimpanan barang, serta akses menggunakan mesin fax, printer, dan scanner yang telah disediakan. Akan tetapi, Co-working Space juga akan menyediakan tempat khusus bagi mereka yang hanya ingin bersantai dan menghabiskan waktu luang. 2.1.3 Teori Co-working Space Tidak terdapat keseragaman teori atau format khusus dalam perancangan Co-working Space. Terdapat berbagai macam jenis Co-working Space yang menyediakan layanan yang berbeda-beda, ada yang murni sebagai tempat bekerja, ada yang sekaligus bisa digunakan sebagai tempat tinggal atau bermalam, ada juga yang memiliki fasilitas mentoring dengan dukungan dari korporasi besar. Tujuan utamanya bukan sekadar menyewakan ruang perkantoran, melainkan sebagai sebuah tempat komunitas yang sinergis tempat para entrepreneur penggunanya bisa mengembangkan jejaring mereka dan menghasilkan ide-ide baru (Uzzaman, 2015:160). 2.1.4 Tipologi Co-working Space Dengan perkembangan Co-working Spaces yang cukup pesat di dunia, bentuk yang berbeda dari cara berbisnis mulai bermunculan. Sehingga terdapat 5 (lima) kategori Co-working Spaces yang dapat dibangun untuk memfasilitasinya, yaitu. A. Midsize and Big Community Co-working Spaces Pada kategori ini akan ditemukan classical Co-working Space yang pada umumnya memberikan layanan dan tempat untuk 40 (empat puluh) co-workers (2 nd Global Coworking Survey, 2011). Kategori ini didefinisikan berdasarkan jumlah atau kapasitas workspace, bukan dari sebuah perusahaan atau industri khusus, sehingga memungkinkan untuk memperluas tempat, memperbanyak kapasitas, dan merubah konsep desainnya. Pusat Co-working Spaces dari sebuah industri akan masuk ke dalam kategori ini. Contohnya dapat dilihat pada Betahaus CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 9

di Berlin atau Coworking-Networks HUB yang memiliki beberapa kantor cabang yang tersebar di berbagai tempat. B. Small Community Co-working Spaces Mungkin banyak yang bertanya-tanya, bagaimana sebuah komunitas kantor dapat dikatakan memiliki sebuah Co-working Space. Apakah dapat dikatakan sebuah Co-working Space jika 3 (tiga) orang desainer grafis bekerja bersama-sama dalam sebuah ruangan untuk menghemat biaya sewa kantor? Tidak juga. Hal ini berarti bahwa sebuah collaborative workspace kecil dengan 10 (sepuluh) tempat bekerja dapat dikatakan sebagai Small Community Co-working Space. Dan sering kali Co-working Space tipe ini memiliki suasana yang penuh cinta dan kasih sayang serta atmosfer yang sangat tidak formal, contohnya dapat dilihat pada Parisian Soleilles Cowork di Paris. C. Corporate Powered Co-working Spaces Meningkatnya jumlah perusahaan besar yang menemukan cara-cara berbisnis yang baru, membuat Co-working Space ini menjadi sebuah tambahan tempat yang dibutuhkan untuk mengorganisir cara bekerja, melakukan riset, dan mencari inovasi baru yang dapat dimanfaatkan perusahaan besar untuk meningkatkan kinerja dan pendapatan perusahaannya. Pada tipe ini, Co-working Space tersebut akan memiliki akses terbatas, seperti hanya bisa digunakan oleh para pekerja yang bekerja dibawah perusahaan tersebut. Akan tetapi, agar konsep co-working ini lebih bisa tercapai, tidak tertutup kemungkinan Co-working Space tipe ini akan membuka layanannya untuk para pekerja dan para freelancer yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut. Contoh kategori ini dapat dilihat pada Network Orange Coworking Space di Toronto, dimana tempat mereka bekerja disponsori oleh ING Direct Bank. Contoh lainnya yaitu Hannover Coworking Space Modul 57, yang disponsori oleh TUI Germany. D. University Related Co-working Spaces Co-working Space merupakan tempat yang ideal untuk mengaplikasikan atau mencoba ilmu dan pengetahuan yang baru diperoleh. Tempat ini akan menjadi jembatan antara teori dan praktek yang akan membantu para pelajar untuk mengerti dan mendalami sebuah proyek. Contoh yang paling menonjol dapat dilihat pada Startup Sauna di Helsinki, yaitu sebuah proyek yang dimulai CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 10

oleh mahasiswa dari Aalto University. Contoh lainnya adalah Reynolds School of Journalism, yaitu sebuah sekolah tambahan pada University of Nevada, dimana yang selanjutnya bekerja sama dengan Coworking Space Reno Collective. The Eberhard Karls University di Tubingen sudah memiliki Co-working Space mereka sendiri di dalam kampusnya. E. Pop-Up Co-working Spaces Pop-Up Co-working Spaces merupakan tempat yang berisikan oleh komunitas aktif yang berkegiatan sementara. Tempat ini biasanya dibuat untuk uji coba untuk sebuah Co-working Space permanen di masa yang akan datang atau dibangun oleh sebuah perusahaan atau industri tertentu untuk menyelesaikan sebuah proyek tertentu, seperti sebuah proyek yang melibatkan banyak kelompok internal perusahaan dan partner kerja sama dari luar perusahaan. Contohnya yaitu Coworking Space of the Swiss Federal Railways. Bentuk lain dari Pop-Up Co-working Spaces ini adalah sebuah bangunan yang diciptakan oleh pemiliknya untuk digunakan sementara. The City of Lucerne memberikan penggunaan sementara pada bangunan kolam renang indoor mereka untuk dijadikan sebagai private operator. Tempat ini menyediakan showrooms, lokakarya dan ruang bekerja dengan biaya sewa yang cukup murah. CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 11

2.2 Kajian terhadap Proyek Sejenis Kajian terhadap proyek sejenis dilakukan pada 3 (tiga) proyek sejenis, yaitu Co-working Space yang ada di Bali. Berikut penjabaran hasil dari observasi lapangan yang dilakukan pada bulan Oktober 2015. 2.2.1 Hubud, Ubud A. Gambaran Umum Hubud adalah Co-working Space pertama di Ubud yang didirikan oleh 3 (tiga) ekspatriat bernama Peter Wall, John Alderson, dan Steve Munroe. Tempat ini didesain dengan konsep tempat terbuka yang dikelilingi taman dan dilengkapi dengan fasilitas seperti internet yang cepat, printer, scanner, mesin foto copy, dan ruang seminar. Suasana di dalam Hubud dapat dilihat pada Gambar 2.1. Gambar 2.1 Suasana di dalam Hubud, Ubud Sumber: http://cdn1.tnwcdn.com/wpcontent/blogs.dir/1/files/2014/02/hubud.png B. Lokasi Hubud berlokasi di daerah pariwisata dimana banyak wisatawan dan ekspatriat yang tinggal di daerah itu, yaitu di Jalan Monkey Forest 88X Ubud Gianyar, Bali Indonesia 80571. Untuk lokasi lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2.2 dan Gambar 2.3. CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 12

Gambar 2.2 Peta Pulau Bali Sumber: http://www.tourbalimurah.com/ten tang-bali.html Gambar 2.3 Peta lokasi Hubud, Ubud Sumber: https://maps.google.com/ C. Tinjauan Non-arsitektural Hubud memiliki operating hour selama 24 jam setiap harinya, sehingga member bisa datang kapan saja untuk bekerja. Terdapat 3 (tiga) orang Host atau Receptionist yang menjaga dan melayani para pengunjung dan member selama 6 (enam) jam kerja dalam 3 (tiga) shift kerja yang berbeda, yaitu first shift pukul 08.00 WITA s/d 14.00 WITA, middle shift pukul 10.00 WITA s/d 16.00 WITA, dan late shift pukul 14.00 WITA s/d 20.00 WITA. Setelah pukul 20.00 WITA, Hubud akan dijaga oleh security guard hingga first shift dan para Host datang keesokan harinya. Terdapat kurang lebih 300 (tiga ratus) orang tercatat sebagai member tetap pada Co-working Space ini dengan persentase 95% merupakan warga asing. Bagi yang ingin bekerja di Hubud, diwajibkan untuk mendaftar sebagai member dengan biaya yang berbeda-beda, seperti Rp 500.000 untuk 25 jam kerja per bulan atau Rp 2,5 juta untuk jam kerja tak terbatas selama satu bulan. Co-working Space ini juga sering mengadakan acara gratis seperti meetup atau diskusi dengan berkolaborasi dengan berbagai komunitas yang bisa diikuti oleh member. D. Tinjauan Arsitektural Hubud memiliki luasan total sebesar 500 m 2 (Lihat Gambar 2.22). Material bangunan utama yang digunakan untuk penyusun dinding dan atap adalah bambu dan kayu untuk menghadirkan kesan alami pada bangunan (Lihat Gambar 2.4, Gambar 2.9, Gambar 2.15, Gambar 2.21, Gambar 2.20). Lantai CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 13

pada Hubud menggunakan lantai kayu parket, baik di Indoor Work Space ataupun di Semi-Outdoor Work Space untuk menserasikan dengan material utama (bambu) dan menghadirkan kesan natural serta hangat (Lihat Gambar 2.13). Co-working Space ini mampu menampung pengunjung maksimal hingga 100 orang (tidak termasuk kapasitas conference room dan meeting room). Terdapat berbagai fasilitas yang disediakan oleh Hubud yang dapat dinikmati para member, yaitu. 1. Full Speed Wi-fi up to 50 mbps (Powered by BizNet and Speedy Instant). 2. Indoor and Semi-Outdoor Work Space (Lihat Gambar 2.5, Gambar 2.6, Gambar 2.7, Gambar 2.11, Gambar 2.17, Gambar 2.18, Gambar 2.19). 3. Conference Room / Ruang Seminar (kapasitas 10-20 orang). 4. Meeting Room / Ruang Pertemuan (kapasitas 4-6 orang) (Lihat Gambar 2.14). 5. Skype Room (kapasitas 1 orang) (Lihat Gambar 2.12). 6. Fax, Fotocopy, Printer & Scanner (Lihat Gambar 2.8). 7. BitCoin machine. 8. Hubud Bookshare (Lihat Gambar 2.8). 9. Café Living Food Lab (Lihat Gambar 2.16). 10. Kitchen (Self Treat) (Lihat Gambar 2.10). 11. Locker. 12. Weekly Events / acara mingguan (Business Coach, Skill Sharing, Yoga, Bali Bungkus, Member Lunch/Social Hour, Cinta Bahasa Course). CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 14

Gambar 2.5 Meja Host dekat pintu masuk Gambar 2.4 Hubud: Hub in Ubud Sumber: Hasil Observasi Lapangan 2015 Gambar 2.6 Area Indoor Work Space Gambar 2.7 Area Individual Work Space Gambar 2.8 Fasilitas printer, fotocopy, bookshare Gambar 2.9 Pintu masuk Hubud Sumber: Hasil Observasi Lapangan 2015 CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 15

Gambar 2.10 Kitchen dan meja untuk bersantap Gambar 2.11 Area work space di bawah langitlangit atap (lantai 3) Gambar 2.12 Skype Room kapasitas untuk 1 orang Sumber: Hasil Observasi Lapangan 2015 Gambar 2.14 Meeting Room berkapasitas 4-6 orang Gambar 2.13 Lantai kayu parket Sumber: Hasil Observasi Lapangan 2015 Gambar 2.15 Bambu sebagai material utama CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 16

Gambar 2.17 Suasana Semi-Outdoor Work Space Gambar 2.16 Café Living Food Lab yang terdapat pada Hubud Sumber: Hasil Observasi Lapangan 2015 Gambar 2.18 Taman rindang yang dapat digunakan sebagai tempat untuk yoga dan acara lainnya Gambar 2.19 Semi-Outdoor Work Space memiliki view ke hamparan sawah Gambar 2.20 Atap expose material kayu dan bambu Gambar 2.21 Ruang janitor, panel listrik, dan shoe rack Sumber: Hasil Observasi Lapangan 2015 CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 17

CONFERENCE ROOM GARDEN INDOOR WORK SPACE Gambar 2.22 Blok plan pada Hubud, Ubud Sumber: Hasil Observasi Lapangan (Oktober 2015) SEMI OUTDOOR WORK SPACE CAFE JANITOR KITCHEN ENTRANCE SEMINAR TUGAS AKHIR 2015 CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 18

2.2.2 Lineup Hub, Kuta A. Gambaran Umum Lineup Hub merupakan sebuah Co-working Space yang terletak di Sunset Road Kuta dan dibuka sekitar bulan Mei tahun 2013. Mereka mempunyai 2 (dua) lantai dengan berbagai fasilitas seperti wi-fi, ruang seminar, coffee brewer, dan PlayStation 4 yang bisa dimainkan di waktu senggang. Suasana di dalam Lineup Hub dapat dilihat pada Gambar 2.23, Gambar 2.26, Gambar 2.27, Gambar 2.28, dan Gambar 2.29. Gambar 2.23 Suasana di dalam Lineup Hub, Seminyak Sumber: http://e27.co/wp-content/uploads/2015/04/lineup-hub-seminyak.jpg B. Lokasi Lineup Hub berlokasi di Sunset Permai 3, Jalan Sunset Road, Kuta Badung, Bali Indonesia 80361 (Lihat Gambar 2.24 dan Gambar 2.25). Gambar 2.24 Peta Pulau Bali Sumber: http://www.tourbalimurah.com/ten tang-bali.html Gambar 2.25 Peta Lokasi Lineup Hub, Kuta Sumber: https://maps.google.com/ CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 19

C. Tinjauan Non-arsitektural Lineup Hub beroperasi setiap hari Senin hingga Sabtu mulai pukul 10 pagi hingga 1 malam. Pengunjung Lineup Hub tidak selalu sama setiap harinya dan pengunjung WNA (Warga Negara Asing) lebih mendominasi tempat ini. Dan hingga saat ini (11 Oktober 2015), Lineup Hub mempunyai 30 (tiga puluh) orang sebagai member tetapnya. Co-working Space ini hanya memperkerjakan 3 (tiga) orang pegawai sebagai receptionist di seluruh shift kerja (pagi, sore, dan malam). Lineup Hub memiliki rencana untuk membuka layanannya hingga 24 jam full, tetapi mereka terkendala tidak terdapatnya pegawai yang berkeinginan untuk bekerja pada shift tengah malam hingga subuh. Kisaran harga untuk member di Lineup Hub juga berbeda-beda, mulai dari Rp 1 juta per bulan untuk paket Basic (yakni hanya bisa mendapatkan akses 5 hari kerja dalam sebulan, serta diskon jika ingin menambah jumlah hari), hingga Rp 2,9 juta untuk paket Full-Time (mendapat akses tak terbatas selama sebulan, prioritas lebih menggunakan ruang seminar, menggunakan loker, dan lainnya). Bisa juga menggunakan paket harian yakni sebesar Rp 250.000 untuk satu hari. D. Tinjauan Arsitektural Lineup Hub terbangun diatas lahan yang hanya seluas 75 m 2 dengan luas bangunan 150 m 2 (2 lantai) (Lihat Gambar 2.30). Kolom bangunan terbuat dari baja expose dan dinding menggunakan material bata expose. Lantai pada Lineup Hub menggunakan lantai kayu parket dan menghadirkan kesan natural dan hangat. Kapasitas pada Co-working Space ini terbatas hanya untuk 20 hingga 30 orang (tidak termasuk kapasitas conference room). Terdapat berbagai fasilitas yang disediakan oleh Co-working Space ini, yaitu. 1. Full Wi-fi & AC Room. 2. 20 (dua puluh) Personal Computer 3. Conference Room / Ruang Seminar (kapasitas 10-15 orang). 4. Coffee Brewer. 5. Fotocopy, Printer & Scanner. 6. Drink Cooler & Dispenser. 7. Locker. 8. PlayStation 4 & LED Television. CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 20

Gambar 2.26 Suasana Lantai 1 di Lineup Hub Gambar 2.27 Meja Host Gambar 2.28 Suasana Lantai 2 di Lineup Hub Gambar 2.29 Tempat untuk bersantai sambil bekerja CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 21

Gambar 2.30 Blok plan pada Lineup Hub, Kuta Sumber: Observasi Lapangan (Oktober 2015) SEMINAR TUGAS AKHIR CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 2015 22

2.2.3 WAVE, Kuta A. Gambaran Umum WAVE merupakan sebuah Co-working Space yang didirikan oleh Ryuta Saito dan Noritaka Kobayashi pada Februari 2014. Mereka ingin memfasilitasi inovator, startup, komunitas, atau individu; sebuah tempat bekerja dan berkolaborasi. Co-working Space yang terletak di Kuta ini menyediakan wi-fi, printer, scanner, mesin foto copy, serta air mineral gratis bagi para member. WAVE juga bisa dijadikan tempat untuk mengadakan berbagai acara. Suasana di dalam WAVE dapat dilihat pada Gambar 2.31 dan Gambar 2.34. Gambar 2.31 Wave Bali Co-working Space Sumber: https://d1h69ey09xg1xv.cloudfront.net/wpcontent/uploads/2014/07/wave-bali-co-working-space.jpg B. Lokasi WAVE Bali Co-working Space terletak di Jalan Patih Jelantik Blok PM 1 No. 17 Istana Kuta Galeria, Kuta Badung, Bali Indonesia 80361 (Lihat Gambar 2.32 dan Gambar 2.33). Gambar 2.32 Peta Pulau Bali Sumber: http://www.tourbalimurah.com/ten tang-bali.html Gambar 2.33 Peta lokasi WAVE Co-working Space Sumber: https://maps.google.com/ CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 23

C. Tinjauan Non-arsitektural Di antara semua Co-working Space di Bali, WAVE termasuk yang paling murah. Member bisa memilih paket mingguan yakni sebesar Rp 150.000, paket 2 mingguan Rp 300.000, dan paket bulanan sebesar Rp 500.000. Bagi Anda yang hanya ingin mampir bekerja di WAVE sehari atau dua hari, Anda tetap bisa menggunakan fasilitas di WAVE dengan harga yang bisa dinegosiasikan. WAVE beroperasi mulai dari jam 10 pagi hingga 6 malam. D. Tinjauan Arsitektural WAVE hanya memiliki luasan sebesar 80 m 2 (Lihat Gambar 2.36). Terdapat area personal space dengan kursi dan meja seperti pada bar. Terdapat juga public space dengan kursi dan meja yang dapat digunakan bersama (Lihat Gambar 2.35). Dinding dicat berwarna putih memberikan kesan bersih dan tenang. Lantai menggunakan lantai parket memberikan kesan hangat dan natural yang cocok diterapkan pada tempat bekerja. Terdapat berbagai fasilitas yang disediakan oleh Co-working Space ini, yaitu. 1. Full Wi-fi & AC Room. 2. Conference Room / Ruang Seminar (kapasitas 10-15 orang). 3. Coffee Brewer. 4. Fotocopy, Printer & Scanner. 5. Drink Cooler & Dispenser. 6. Locker. CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 24

Gambar 2.34 Suasana meja Host Sumber: Hasil Observasi Lapangan Gambar 2.35 Public Space Lt. 1 Sumber: Hasil Observasi Lapangan CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 25

Gambar 2.36 Blok plan pada WAVE, Kuta Sumber: Observasi Lapangan (Oktober 2015) SEMINAR TUGAS AKHIR 2015 CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 26

2.3 Spesifikasi Umum Proyek Di dalam spesifikasi umum ini akan dijelaskan tentang pengertian, fungsi dan tujuan, klasifikasi, civitas dan aktifitas yang diwadahi, dan struktur organisasi pengelola dari sebuah Co-working Space. 2.3.1 Pengertian Co-working Space adalah sebuah ruang bersama yang digunakan untuk melakukan pekerjaan dan bertujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan para startup, freelancer, ataupun mahasiswa/i dalam mengerjakan pekerjaannya. 2.3.2 Fungsi dan Tujuan Co-working Space memiliki tujuan untuk mewadahi para startup, freelancer, ataupun mahasiswa/i dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan maksimal. Untuk itu, Co-working Space memiliki fungsi sebagai berikut. 1. Penyedia tempat untuk bekerja, bersosialisasi, sekaligus bersantai. 2. Penyedia berbagai fasilitas penunjang untuk menyelesaikan pekerjaan. 2.3.3 Klasifikasi Terdapat beberapa tipe atau kategori Co-working Space yang dapat digunakan dalam perancangan Co-working Space, yaitu. 1. Midsize and Big Community Co-working Spaces. 2. Small Community Co-working Spaces. 3. Corporate Powered Co-working Spaces. 4. University Related Co-working Spaces. 5. Pop-Up Co-working Spaces. 2.3.4 Civitas dan Aktifitas yang Diwadahi Secara umum, civitas dalam sebuah Co-working Space dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu. A. Pengguna Tetap Yang dimaksud dengan pengguna tetap yaitu pengguna yang akan beraktivitas dalam Co-working Space untuk jangka waktu lama. Pengguna tetap tersebut adalah para pengelola Co-working Space itu sendiri, baik manajer maupun karyawan yang bekerja di Co-working Space tersebut. Yang dikategorikan sebagai pengguna tetap adalah sebagai berikut. CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 27

1. Pimpinan Contoh: CEO (Chief Executive Officer) dan Co-founder. Secara umum, aktifitas yang dilakukan oleh kelompok pimpinan ini dalam Co-working Space adalah. (1) Memimpin pengelolaan Co-working Space. (2) Melakukan koordinasi / rapat. (3) Mengembangkan Co-working Space. 2. Pengelola Contoh: Manajer dan Koordinator. Secara umum, aktifitas yang dilakukan oleh kelompok pengelola ini dalam Co-working Space adalah. (1) Mengelola segala fasilitas dan aktifitas dalam Co-working Space. (2) Melakukan koordinasi / rapat. (3) Membuat laporan kegiatan. 3. Administrasi Contoh: Host dan IT Specialist. Secara umum, aktifitas yang dilakukan oleh kelompok administrasi ini dalam Co-working Space adalah. (1) Melakukan pekerjaan administratif dan keuangan. (2) Melakukan koordinasi / rapat. (3) Memasarkan dan promosi. 4. Servis Contoh: Cleaning service dan Security. Secara umum, aktifitas yang dilakukan oleh kelompok servis ini dalam Co-working Space adalah. (1) Melakukan pekerjaan servis dan pemeliharaan Co-working Space. (2) Melakukan koordinasi / rapat. B. Pengguna Tidak Tetap Yang dimaksud dengan pengguna tidak tetap adalah pengguna yang akan beraktivitas dalam Co-working Space untuk waktu yang relatif singkat. Yang dikategorikan sebagai pengguna tidak tetap adalah sebagai berikut. CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 28

1. Anggota / Member Anggota atau yang biasa disebut dengan member merupakan mereka yang telah terdaftar dan melakukan administrasi untuk mendapatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan oleh Co-working Space. Secara umum, aktifitas yang dilakukan oleh member dalam Co-working Space adalah. (1) Mengerjakan tugas / pekerjaan pribadi. (2) Melakukan administrasi. (3) Mengikuti kegiatan mingguan (weekly events). (4) Melakukan rapat pertemuan / seminar. 2. Pengunjung Pengunjung merupakan mereka yang hanya datang tanpa melakukan administrasi pendaftaran. Secara umum, aktifitas yang dilakukan oleh pengunjung dalam Co-working Space adalah. (1) Mengerjakan tugas / pekerjaan pribadi. (2) Menghadiri rapat pertemuan / seminar. 2.3.5 Struktur Organisasi Pengelola Tidak ada peraturan baku dalam struktur organisasi pengelola sebuah fungsi Co-working Space. Dari hasil tinjauan objek sejenis di lapangan, setiap objek memiliki kemiripan dalam struktur organisasi pengelola yang digunakan. Kesimpulan struktur organisasi pengelola sebuah Co-working Space dapat dilihat pada Gambar 2.37. CEO / CO-FOUNDER COMMUNICATIONS MANAGER OPERATIONS MANAGER EVENTS MANAGER IT SPESIALIST HOST VIDEOGRAPHER CLEANING SERVICE SECURITY Gambar 2.37 Struktur organisasi pengelola pada co-working space 0 CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 29

2.3.6 Fasilitas Fasilitas yang disediakan dalam sebuah co-working space tergantung dari kebutuhan yang ingin dipenuhi oleh pihak pemilik sebuah Co-working Space. Dari hasil tinjauan objek sejenis di lapangan, berikut merupakan beberapa fasilitas yang dapat dinikmati dan digunakan oleh pengunjung atau member dalam sebuah Co-working Space, yaitu. 1. Full Speed Wi-fi. 2. Indoor, Semi-Outdoor, and Outdoor Work Space. 3. Conference Room / Ruang Seminar 4. Meeting Room / Ruang Pertemuan 5. Skype Room 6. Fax, Fotocopy, Printer & Scanner. 7. Wrap Up Corner (tempat untuk penjilidan laporan). 8. Bookshare. 9. Café. 10. Kitchen (Self Treat). 11. Locker. 12. Weekly Events / acara mingguan CO-WORKING SPACE DI KOTA DENPASAR 30