BAB 3 PENGOLAHAN DATA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 PENGOLAHAN DATA

BAB 3 ANALISA DATA. produksi kelapa sawit dari tahun 2007 sampai dengan tahun Tabel 3.1 Data Produksi Kelapa Sawit di

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. yang akan datang. Ramalan adalah situasi dan kondisi yang diperkirakan akan terjadi

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan

BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Pengertian Pengolahan Data

BAB 2 LANDASAN TEORI. datang dengan waktu yang relatif lama (assaury, 1991). Secara teoritis peramalan

BAB III SEJARAH DAN STRUKTUR BPS

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 3 BADAN PUSAT STATISTIK (BPS)

BAB. 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi jagung merupakan hasil bercocok tanam, dimana dilakukan penanaman bibit

Mengerjakan Latihan dengan Microsoft Office Excel

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORITIS

BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM. 3.1 Alasan digunakan Metode Exponential Smoothing. Banyak metode peramalan yang dapat digunakan dalam memprediksi tingkat

BAB 2 LANDASAN TEORI

PERAMALAN NILAI PENJUALAN ENERGI LISTRIK PLN (PERSERO) TANJUNG MORAWAA DENGAN METODE SMOOTHING IRA AYU SOPHYA HUTAPEA

BAB 2 LANDASAN TEORI. sama setiap hrinya. Pada bulan-bulan tertentu curah hujan sangat tinggi dan pada

Estimasi, Pemilihan Model dan Peramalan Hubungan Deret Waktu

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN TEORITIS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

1. Pendahuluan. 2. Mengaktifkan Microsoft Excell. 3. Mengenal Lingkungan Kerja Microsoft Excell 4. Mengakhiri Microsoft Excell

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

APLIKASI METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL GANDA BROWN DALAM MERAMALKAN JUMLAH PENDUDUK BERDASARKAN JENIS KELAMIN DI KOTA MEDAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. bidang produksi, penelitian dan riset, bidang pertahanan dan keamanan, bidang

BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan mengestimasi apa yang akan terjadi pada masa yang akan

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. 2.1 Produk Domestik Regional Bruto

BAB I PENDAHULUAN. yang ada pada CV. Agung Jaya Cabang Pabean diperoleh dari supplier atau

Prediksi Harga Saham dengan ARIMA

PERENCANAAN JUMLAH PRODUK MENGGUNAKAN METODE FUZZY MAMDANI BERDASARKAN PREDIKSI PERMINTAAN Oleh: Norma Endah Haryati ( )

PERAMALAN JUMLAH PENDISTRIBUSIAN BAHAN BAKAR MINYAK DI KOTA PEMATANG SIANTAR TAHUN DENGAN METODE EKSPONENSIAL SMOOTHING TUGAS AKHIR

PERAMALAN JUMLAH ANGGARAN BELANJA DAERAH PEMERINTAH KOTA MEDAN PADA TAHUN TUGAS AKHIR ANTONIUS PANTUN A. MANURUNG

Jurnal Pustakawan Indonesia Volume 10 No. 1. MANFAAT FITUR PivotTable DARI MICROSOFT OFFICE EXCEL UNTUK PENGOLAHAN DATA STATISTIK PERPUSTAKAAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

Dwi Puspitasari 1, Mustika Mentari 2, Wildan Ridho Faldiansyah 3

Modul Praktikum 4 Dasar-Dasar Teknologi Informasi dan Komunikasi

Materi Power POint Ajib Susanto, S.Kom : 1

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Key words: Artificial Neural Network, Exponential Smoothing, Prediction, Electrical Energy Need.

Pengenalan Microsoft Excel 2007

Evelina Padang, Gim Tarigan, Ujian Sinulingga

Peramalan (Forecasting)

BAB 3 PRAKIRAAAN dan PERAMALAN PRODUKSI. Dalam Manajemen Operasional, mengapa perlu ada peramalan produksi?

Memulai Menggunakan Microsoft Excel

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada penelitian ini, data yang diperoleh dari 4 tahun terakhir pada toko

BAB 2 LANDASAN TEORI

Membuat Box-Plot dengan Program Minitab dan SPSS

PENERAPAN METODE EXPONENTIAL SMOOTHING UNTUK PERAMALAN PENGGUNAAN WAKTU TELEPON DI PT TELKOMSEL Divre 3 SURABAYA

KEANDALAN PERAMALAN. Disajikan oleh: Bernardus Budi Hartono. Teknik Informatika [Gasal ] FTI - Universitas Stikubank Semarang

BAB III PERAMALAN 3.1 Landasan Teori Peramalan

Peramalan Jumlah Penumpang Pada Siluet Tour And Travel Kota Malang Menggunakan Metode Triple Exponential Smoothing

MODUL MICROSOFT OFFICE POWERPOINT 2010 KKL STMIK AMIKOM PURWOKERTO

ANALISIS JUMLAH CALON MAHASISWA BARU TAHUN 2010 DI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA.

SISTEM PERAMALAN PENJUALAN PRODUK USAHA KECIL MENENGAH BERDASARKAN POLA DATA RIWAYAT PENJUALAN

BAB II LANDASAN TEORI. Sistem informasi terdiri dari input, proses, dan output, seperti yang terlihat pada

PERAMALAN PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) PADA TAHUN 2011 DI KABUPATEN DELI SERDANG BERDASARKAN DATA TAHUN TUGAS AKHIR

VII. MODEL PRAKIRAAN PERMINTAAN

Dian Kristanti 1) 1 Prodi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Meulaboh.

BAB II LANDASAN TEORI. saling berhubungan membentuk suatu kesatuan atau organisasi atau suatu jaringan

Membuat Grafik dengan Microsoft Excel

OpenOffice.org Writer OpenOffice.org Calc OpenOffice.org Impress OpenOffice.org Draw OpenOffice.org Math OpenOffice.org Base OPEN OFFICE CALC

TUGAS AKHIR NOVITA PRASASTI GRACELYA SIANTURI

c. Maka di layar monitor akan muncul grafik seperti berikut:

PERAMALAN BANYAKNYA JUMLAH SURAT KILAT YANG DIKIRIM DAN DITERIMA KANTOR POS MEDAN DAN BELAWAN TAHUN 2011 TUGAS AKHIR

PENGGUNAAN ALGORITMA NONLINEAR PROGRAMMING UNTUK MENGOPTIMALKAN PARAMETER DALAM METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL SATU PARAMETER

BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan (forecasting) adalah kegiatan memperkirakan atau memprediksi apa. situasi dan kondisi di masa yang akan datang.

TINJAUAN PUSTAKA. Prediksi pada dasarnya merupakan dugaan atau prediksi mengenai terjadinya

BAB III LANDASAN TEORI

Sainstech. Dalam. Membuat. Tahap 2: Total Siswa. Jul. Mei. Mar. Feb. Apr. Jun PLC. Rata rata

BAB 3 PENGOLAHAN DATA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II LANDASAN TEORI

Transkripsi:

BAB 3 PENGOLAHAN DATA 3.1 Pengertian Pengolahan Data Pengolahan data dapat diartikan sebagai penjabaran atas pengukuran data kuantitatif menjadi suatu penyajian yang lebih mudah dimengerti dan menguraikan suatu masalah secara keseluruhan. Data yang diolah penulis adalah data per tahun dari banyaknya energi listrik yang disalurkan PT. PLN (Persero) Cabang Medan yang dimulai dari tahun 2005 sampai 2015. Metode yang digunakan untuk mengolah data adalah metode peramalan smoothing eksponensial ganda yaitu metode linier satu parameter dari Brown. 3.2 Pengolahan Data dengan Metode Smoothing Eksponensial Ganda: Metode Linier Satu Parameter dari Brown Tabel 3.1 Data Energi Listrik yang Disalurkan PT. PLN Cabang Medan Tahun 2005 sampai 2015 Periode Tahun Energi yang Disalurkan (kwh) 1 2005 2.466.322.426 2 2006 2.549.229.019 3 2007 2.686.768.353 4 2008 2.934.732.684 5 2009 3.015.459.439 6 2010 3.317.639.094 7 2011 3.531.333.729 8 2012 4.159.259.769 9 2013 4.360.477.995 10 2014 4.388.722.350 11 2015 4.551.872.318

13 Grafik Energi Listrik yang Disalurkan PT. PLN Cabang Medan Tahun 2005 sampai 2015 sebagai berikut: 5000000000 4000000000 3000000000 2000000000 1000000000 Grafik Energi Listrik yang Disalurkan PT. PLN Cabang Medan Tahun 2005-2015 0 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Tahun Energi yang Disalurkan Gambar 3.1 Tampilan Grafik Energi Listrik yang Disalurkan PT. PLN Cabang Medan Tahun 2005 sampai 2015 Langkah-langkah untuk menentukan bentuk persamaan peramalan dengan menggunakan metode pemulusan eksponensial ganda: metode linier satu parameter dari Brown adalah: 1. Menentukan harga parameter smoothing eksponensial ganda yang besarnya 0 < α < 1. 2. Menghitung harga smoothing eksponensial tunggal menggunakan Persamaan (2.2): S t = dst. (Untuk sampai pada α = 0,1 dapat dilihat pada Tabel 3.2)

14 dst. (Untuk sampai pada α = 0,2 dapat dilihat pada Tabel 3.3) dst. (Untuk sampai pada α = 0,3 dapat dilihat pada Tabel 3.4) 3. Menghitung harga smoothing eksponensial ganda menggunakan Persamaan (2.3): dst. (Untuk sampai pada α = 0,1 dapat dilihat pada Tabel 3.2) dst. (Untuk sampai pada α = 0,2 dapat dilihat pada Tabel 3.3)

15 α = 0,3 = dst. (Untuk sampai pada α = 0,3 dapat dilihat pada Tabel 3.4) 4. Menghitung koefisien a t dan b t Persamaan (2.5): menggunakan Persamaan (2.4) dan a = S ( S S ) 2S S t t t t t t b t = ( S t S t ) 1 nilai konstanta pada periode pertama dikosongkan karena nilai eksponensial tunggal dan eksponensial ganda pada periode pertama mempunyai nilai yang sama. = dst. (Untuk sampai pada α = 0,1 dapat dilihat pada Tabel 3.2) nilai konstanta pada periode pertama dikosongkan karena nilai eksponensial tunggal dan eksponensial ganda pada periode pertama mempunyai nilai yang sama. dst. (Untuk sampai pada α = 0,1 dapat dilihat pada Tabel 3.2)

16 nilai konstanta pada periode pertama dikosongkan karena nilai eksponensial tunggal dan eksponensial ganda pada periode pertama mempunyai nilai yang sama. dst. (Untuk sampai pada α = 0,2 dapat dilihat pada Tabel 3.3) nilai konstanta pada periode pertama dikosongkan karena nilai eksponensial tunggal dan eksponensial ganda pada periode pertama mempunyai nilai yang sama. dst. (Untuk sampai pada α = 0,2 dapat dilihat pada Tabel 3.3) nilai konstanta pada periode pertama dikosongkan karena nilai eksponensial tunggal dan eksponensial ganda pada periode pertama mempunyai nilai yang sama. dst. (Untuk sampai pada α = 0,3 dapat dilihat pada Tabel 3.4) nilai konstanta pada periode pertama dikosongkan karena nilai eksponensial tunggal dan eksponensial ganda pada periode pertama mempunyai nilai yang sama.

17 dst. (Untuk sampai pada α = 0,3 dapat dilihat pada Tabel 3.4) 5. Menghitung trend peramalan Ft mmenggunakan Persamaan (2.6): F = at btm t m nilai ramalan pertama dikosongkan karena nilai konstanta smoothing sebelum periode pertama tidak ada. nilai ramalan kedua dikosongkan karena nilai konstanta smoothing periode pertama tidak ada. dst. (Untuk sampai pada α = 0,1 dapat dilihat pada Tabel 3.2) nilai ramalan pertama dikosongkan karena nilai konstanta smoothing sebelum periode pertama tidak ada. nilai ramalan kedua dikosongkan karena nilai konstanta smoothing periode pertama tidak ada. dst. (Untuk sampai pada α = 0,2 dapat dilihat pada Tabel 3.3) nilai ramalan pertama dikosongkan karena nilai konstanta smoothing sebelum periode pertama tidak ada. nilai ramalan kedua dikosongkan karena nilai konstanta smoothing periode pertama tidak ada. dst. (Untuk sampai pada α = 0,3 dapat dilihat pada Tabel 3.4) 6. Menghitung nilai kesalahan (error) menggunakan Persamaan (2.7).

18 α = 0,1 nilai error periode pertama dikosongkan karena ramalan pada periode pertama tidak ada. nilai error periode kedua dikosongkan karena ramalan pada periode kedua tidak ada. 2.686.768.353 2.482.903.745 = 203.864.608 2.934.732.684 2.524.505.732 = 410.226.952 dst. (Untuk sampai pada α = 0,1 dapat dilihat pada Tabel 3.2) α = 0,2 nilai error periode pertama dikosongkan karena ramalan pada periode pertama tidak ada. nilai error periode kedua dikosongkan karena ramalan pada periode kedua tidak ada. e 3 = 2.686.768.353 2.499.485.063 = 187.283.290 e 4 = 2.934.732.684 2.577.714.643 = 357.018.041 dst. (Untuk sampai pada α = 0,2 dapat dilihat pada Tabel 3.3) α = 0,3 nilai error periode pertama dikosongkan karena ramalan pada periode pertama tidak ada. nilai error periode kedua dikosongkan karena ramalan pada periode kedua tidak ada. dst. (Untuk sampai pada α = 0,3 dapat dilihat pada Tabel 3.4) 8. Menghitung nilai kuadrat kesalahan (error). = 0,1 = nilai kuadrat error periode pertama dikosongkan karena ramalan pada periode pertama tidak ada = nilai kuadrat error periode kedua dikosongkan karena ramalan pada periode kedua tidak ada. = (203.864.608) 2 = 41.560.778.558.085.400

19 = (410.226.952) 2 = 168.286.151.974.915.000 dst. (Untuk sampai pada α = 0,1 dapat dilihat pada Tabel 3.2) α = 0,2 = nilai kuadrat error periode pertama dikosongkan karena nilai error pada periode pertama tidak ada. nilai kuadrat error periode kedua dikosongkan karena nilai error pada periode kedua tidak ada. = (187.283.290) 2 = 35.070.030.638.310.500 = (357.018.041) 2 = 127.461.881.713.724.000 dst. (Untuk sampai pada α = 0,2 dapat dilihat pada Tabel 3.3) α = 0,3 = nilai kuadrat error periode pertama dikosongkan karena nilai error pada periode pertama tidak ada. nilai kuadrat error periode kedua dikosongkan karena nilai error pada periode kedua tidak ada. = (170.701.971) 2 = 29.139.162.971.565.900 = (308.783.526) 2 = 95.347.265.996.925.400 dst. (Untuk sampai pada α = 0,3 dapat dilihat pada Tabel 3.4) Dengan perhitungan yang sama, untuk α = 0,4 sampai dengan α = 0,9 hasilnya ditampilkan pada Tabel 3.5 sampai Tabel 3.10. 3.3 Penaksiran Model Peramalan Dalam mengolah data pada Tabel 3.1, penulis menggunakan metode peramalan yaitu dengan metode smoothing eksponensial satu parameter dari Brown. Untuk memenuhi perhitungan smoothing eksponensial tunggal, ganda dan ramalan yang akan datang, maka kita harus menentukan parameter dari nilai α terlebih dahulu yang biasa digunakan dengan cara trial and error atau coba dan salah. Nilai α yang dipilih dari 0 < α < 1, dihitung Mean Square Error (MSE) yang merupakan suatu ukuran ketepatan perhitungan dengan mengkuadratkan nilai error masingmasing elemen dalam sebuah susunan data dan kemudian dicoba dengan nilai α yang lain.

20 Untuk menghitung nilai MSE yaitu terlebih dahulu mencari error yang merupakan hasil dari data asli dikurang hasil ramalan. Lalu tiap error dikuadratkan dan dibagi dengan banyaknya error.

Tabel 3.2 Perhitungan Peramalan Banyaknya Energi Listrik yang Disalurkan PT. PLN (Persero) Cabang Medan dengan Smoothing Eksponensial Ganda Linier dari Brown dengan α = 0,1 2.466.322.426 2.466.322.426 2.466.322.426 - - - - - 2.549.229.019 2.474.613.085 2.467.151.492 2.482.074.679 829.066 - - - 2.686.768.353 2.495.828.612 2.470.019.204 2.521.638.020 2.867.712 2.482.903.745 203.864.608 41.560.778.558.085.400 2.934.732.684 2.539.719.019 2.476.989.185 2.602.448.853 6.969.982 2.524.505.732 410.226.952 168.286.151.974.915.000 3.015.459.439 2.587.293.061 2.488.019.573 2.686.566.549 11.030.388 2.609.418.835 406.040.604 164.868.972.436.134.000 3.317.639.094 2.660.327.665 2.505.250.382 2.815.404.947 17.230.809 2.697.596.937 620.042.157 384.452.276.460.312.000 3.531.333.729 2.747.428.271 2.529.468.171 2.965.388.371 24.217.789 2.832.635.756 698.697.973 488.178.857.510.528.000 4.159.259.769 2.888.611.421 2.565.382.496 3.211.840.345 35.914.325 2.989.606.160 1.169.653.609 1.368.089.565.689.170.000 4.360.477.995 3.035.798.078 2.612.424.054 3.459.172.102 47.041.558 3.247.754.670 1.112.723.325 1.238.153.196.982.780.000 4.388.722.350 3.171.090.505 2.668.290.699 3.673.890.311 55.866.645 3.506.213.660 882.508.690 778.821.587.335.226.000 4.551.872.318 3.309.168.687 2.732.378.498 3.885.958.875 64.087.799 3.729.756.956 822.115.362 675.873.667.643.717.000 5.308.285.054.590.870.000 Untuk mendapatkan nilai MSE digunakan persamaan (2.8) dengan α = 0,1 dan N = 11 MSE = 482.571.368.599.170.000 21

Tabel 3.3 Perhitungan Peramalan Banyaknya Energi Listrik yang Disalurkan PT. PLN (Persero) Cabang Medan dengan Smoothing Eksponensial Ganda Linier dari Brown dengan α = 0,2 2.466.322.426 2.466.322.426 2.466.322.426 - - - - - 2.549.229.019 2.482.903.745 2.469.638.690 2.496.168.799 3.316.264 - - - 2.686.768.353 2.523.676.666 2.480.446.285 2.566.907.048 10.807.595 2.499.485.063 187.283.290 35.075.030.638.310.500 2.934.732.684 2.605.887.870 2.505.534.602 2.706.241.138 25.088.317 2.577.714.643 357.018.041 127.461.881.713.724.000 3.015.459.439 2.687.802.184 2.541.988.118 2.833.616.249 36.453.516 2.731.329.455 284.129.984 80.729.848.026.052.000 3.317.639.094 2.813.769.566 2.596.344.408 3.031.194.724 54.356.289 2.870.069.765 447.569.329 200.318.303.967.904.000 3.531.333.729 2.957.282.398 2.668.532.006 3.246.032.791 72.187.598 3.085.551.013 445.782.716 198.722.229.767.933.000 4.159.259.769 3.197.677.873 2.774.361.179 3.620.994.566 105.829.173 3.318.220.389 841.039.380 707.347.238.779.789.000 4.360.477.995 3.430.237.897 2.905.536.523 3.954.939.271 131.175.344 3.726.823.739 633.654.256 401.517.716.031.837.000 4.388.722.350 3.621.934.788 3.048.816.176 4.195.053.399 143.279.653 4.086.114.615 302.607.735 91.571.441.420.096.800 4.551.872.318 3.807.922.294 3.200.637.399 4.415.207.188 151.821.224 4.338.333.052 213.539.266 45.599.017.946.004.000 1.888.342.708.291.650.000 Untuk mendapatkan nilai MSE digunakan persamaan (2.8) dengan α = 0,2 dan N = 11 MSE = 171.667.518.935.604.000 22

Tabel 3.4 Perhitungan Peramalan Banyaknya Energi Listrik yang Disalurkan PT. PLN (Persero) Cabang Medan dengan Smoothing Eksponensial Ganda Linier dari Brown dengan α = 0,3 2.466.322.426 2.466.322.426 2.466.322.426 - - - - - 2.549.229.019 2.491.194.404 2.473.784.019 2.508.604.788 7.461.593 - - - 2.686.768.353 2.549.866.589 2.496.608.790 2.603.124.387 22.824.771 2.516.066.382 170.701.971 29.139.162.971.565.900 2.934.732.684 2.665.326.417 2.547.224.078 2.783.428.756 50.615.288 2.625.949.158 308.783.526 95.347.265.996.925.400 3.015.459.439 2.770.366.324 2.614.166.752 2.926.565.896 66.942.674 2.834.044.044 181.415.395 32.911.545.421.820.700 3.317.639.094 2.934.548.155 2.710.281.173 3.158.815.137 96.114.421 2.993.508.569 324.130.525 105.060.597.067.256.000 3.531.333.729 3.113.583.827 2.831.271.969 3.395.895.685 120.990.796 3.254.929.558 276.404.171 76.399.265.883.051.000 4.159.259.769 3.427.286.610 3.010.076.361 3.844.496.858 178.804.392 3.516.886.481 642.373.288 412.643.440.653.791.000 4.360.477.995 3.707.244.025 3.219.226.660 4.195.261.390 209.150.299 4.023.301.250 337.176.745 113.688.157.209.177.000 4.388.722.350 3.911.687.523 3.426.964.919 4.396.410.126 207.738.259 4.404.411.689-15.689.339 246.155.366.650.386 4.551.872.318 4.103.742.961 3.629.998.332 4.577.487.591 203.033.413 4.604.148.385-52.276.067 2.732.787.171.422.340 868.168.377.741.659.000 Untuk mendapatkan nilai MSE digunakan persamaan (2.8) dengan α = 0,3 dan N = 11 MSE = 78.924.397.976.514.500 23

Tabel 3.5 Perhitungan Peramalan Banyaknya Energi Listrik yang Disalurkan PT. PLN (Persero) Cabang Medan dengan Smoothing Eksponensial Ganda Linier dari Brown dengan α = 0,4 2.466.322.426 2.466.322.426 2.466.322.426 - - - - - 2.549.229.019 2.499.485.063 2.479.587.481 2.519.382.646 13.265.055 - - - 2.686.768.353 2.574.398.379 2.517.511.840 2.631.284.918 37.924.359 2.532.647.700 154.120.653 23.753.175.557.850.200 2.934.732.684 2.718.532.101 2.597.919.945 2.839.144.258 80.408.104 2.669.209.277 265.523.407 70.502.679.473.711.000 3.015.459.439 2.837.303.036 2.693.673.181 2.980.932.891 95.753.237 2.919.552.362 95.907.077 9.198.167.424.821.990 3.317.639.094 3.029.437.459 2.827.978.892 3.230.896.026 134.305.711 3.076.686.128 240.952.966 58.058.331.847.328.600 3.531.333.729 3.230.195.967 2.988.865.722 3.471.526.212 160.886.830 3.365.201.737 166.131.992 27.599.838.608.421.200 4.159.259.769 3.601.821.488 3.234.048.029 3.969.594.947 245.182.306 3.632.413.042 526.846.727 277.567.473.807.528.000 4.360.477.995 3.905.284.091 3.502.542.453 4.308.025.728 268.494.425 4.214.777.253 145.700.742 21.228.706.078.146.300 4.388.722.350 4.098.659.394 3.740.989.230 4.456.329.559 238.446.776 4.576.520.153-187.797.803 35.268.014.781.928.400 4.551.872.318 4.279.944.564 3.956.571.363 4.603.317.764 215.582.134 4.694.776.335-142.904.017 20.421.558.203.541.500 543.597.945.783.278.000 Untuk mendapatkan nilai MSE digunakan persamaan (2.8) dengan α = 0,4 dan N = 11 MSE = 49.417.995.071.207.000 24

Tabel 3.6 Perhitungan Peramalan Banyaknya Energi Listrik yang Disalurkan PT. PLN (Persero) Cabang Medan dengan Smoothing Eksponensial Ganda Linier dari Brown dengan α = 0,5 2.466.322.426 2.466.322.426 2.466.322.426 - - - - - 2.549.229.019 2.507.775.723 2.487.049.074 2.528.502.371 20.726.648 - - - 2.686.768.353 2.597.272.038 2.542.160.556 2.652.383.520 55.111.482 2.549.229.019 137.539.334 18.917.068.397.163.600 2.934.732.684 2.766.002.361 2.654.081.458 2.877.923.263 111.920.902 2.707.495.001 227.237.683 51.636.964.461.589.600 3.015.459.439 2.890.730.900 2.772.406.179 3.009.055.621 118.324.721 2.989.844.166 25.615.273 656.142.223.672.165 3.317.639.094 3.104.184.997 2.938.295.588 3.270.074.406 165.889.409 3.127.380.341 190.258.753 36.198.392.926.638.600 3.531.333.729 3.317.759.363 3.128.027.476 3.507.491.250 189.731.887 3.435.963.815 95.369.914 9.095.420.544.052.350 4.159.259.769 3.738.509.566 3.433.268.521 4.043.750.611 305.241.045 3.697.223.138 462.036.631 213.477.848.486.901.000 4.360.477.995 4.049.493.780 3.741.381.151 4.357.606.410 308.112.630 4.348.991.656 11.486.339 131.935.973.213.426 4.388.722.350 4.219.108.065 3.980.244.608 4.457.971.523 238.863.457 4.665.719.040-276.996.690 76.727.166.398.634.300 4.551.872.318 4.385.490.192 4.182.867.400 4.588.112.983 202.622.792 4.696.834.980-144.962.662 21.014.173.335.620.500 427.855.112.747.485.000 Untuk mendapatkan nilai MSE digunakan persamaan (2.8) dengan α = 0,5 dan N = 11 MSE = 38.895.919.340.680.500 25

Tabel 3.7 Perhitungan Peramalan Banyaknya Energi Listrik yang Disalurkan PT. PLN (Persero) Cabang Medan dengan Smoothing Eksponensial Ganda Linier dari Brown dengan α = 0,6 2.466.322.426 2.466.322.426 2.466.322.426 - - - - - 2.549.229.019 2.516.066.382 2.496.168.799 2.535.963.964 29.846.373 - - - 2.686.768.353 2.618.487.565 2.569.560.059 2.667.415.071 73.391.259 2.565.810.338 120.958.015 14.630.841.489.506.800 2.934.732.684 2.808.234.636 2.712.764.805 2.903.704.467 143.204.747 2.740.806.330 193.926.354 37.607.430.946.388.700 3.015.459.439 2.932.569.518 2.844.647.633 3.020.491.403 131.882.828 3.046.909.214-31.449.775 989.088.342.015.506 3.317.639.094 3.163.611.264 3.036.025.811 3.291.196.716 191.378.178 3.152.374.231 165.264.863 27.312.475.061.399.400 3.531.333.729 3.384.244.743 3.244.957.170 3.523.532.315 208.931.359 3.482.574.894 48.758.835 2.377.423.958.758.630 4.159.259.769 3.849.253.759 3.607.535.123 4.090.972.394 362.577.953 3.732.463.674 426.796.095 182.154.906.367.123.000 4.360.477.995 4.155.988.300 3.936.607.030 4.375.369.571 329.071.906 4.453.550.347-93.072.352 8.662.462.681.979.850 4.388.722.350 4.295.628.730 4.152.020.050 4.439.237.410 215.413.020 4.704.441.478-315.719.128 99.678.567.551.148.400 4.551.872.318 4.449.374.883 4.330.432.950 4.568.316.816 178.412.900 4.654.650.431-102.778.113 10.563.340.471.750.100 383.976.536.870.071.000 Untuk mendapatkan nilai MSE digunakan persamaan (2.8) dengan α = 0,6 dan N = 11 MSE = 34.906.957.897.279.200 26

Tabel 3.8 Perhitungan Peramalan Banyaknya Energi Listrik yang Disalurkan PT. PLN (Persero) Cabang Medan dengan Smoothing Eksponensial Ganda Linier dari Brown dengan α = 0,7 2.466.322.426 2.466.322.426 2.466.322.426 - - - - - 2.549.229.019 2.524.357.041 2.506.946.657 2.541.767.426 40.624.231 - - - 2.686.768.353 2.638.044.959 2.598.715.469 2.677.374.450 91.768.812 2.582.391.656 104.376.697 10.894.494.834.879.000 2.934.732.684 2.845.726.367 2.771.623.097 2.919.829.636 172.907.629 2.769.143.262 165.589.422 27.419.856.582.252.500 3.015.459.439 2.964.539.517 2.906.664.591 3.022.414.443 135.041.494 3.092.737.265-77.277.826 5.971.862.342.755.780 3.317.639.094 3.211.709.221 3.120.195.832 3.303.222.610 213.531.241 3.157.455.937 160.183.157 25.658.643.669.392.900 3.531.333.729 3.435.446.377 3.340.871.213 3.530.021.540 220.675.381 3.516.753.851 14.579.878 212.572.851.022.361 4.159.259.769 3.942.115.751 3.761.742.390 4.122.489.113 420.871.177 3.750.696.921 408.562.848 166.923.600.666.475.000 4.360.477.995 4.234.969.322 4.093.001.242 4.376.937.401 331.258.852 4.543.360.289-182.882.294 33.445.933.575.492.400 4.388.722.350 4.342.596.442 4.267.717.882 4.417.475.001 174.716.640 4.708.196.254-319.473.904 102.063.575.273.511.000 4.551.872.318 4.489.089.555 4.422.678.053 4.555.501.057 154.960.171 4.592.191.641-40.319.323 1.625.647.795.215.220 374.216.187.590.997.000 Untuk mendapatkan nilai MSE digunakan persamaan (2.8) dengan α = 0,7 dan N = 11 MSE = 34.019.653.417.363.400 27

Tabel 3.9 Perhitungan Peramalan Banyaknya Energi Listrik yang Disalurkan PT. PLN (Persero) Cabang Medan dengan Smoothing Eksponensial Ganda Linier dari Brown dengan α = 0,8 2.466.322.426 2.466.322.426 2.466.322.426 - - - - - 2.549.229.019 2.532.647.700 2.519.382.646 2.545.912.755 53.060.220 - - - 2.686.768.353 2.655.944.222 2.628.631.907 2.683.256.538 109.249.262 2.598.972.975 87.795.378 7.708.028.433.280.920 2.934.732.684 2.878.974.992 2.828.906.375 2.929.043.609 200.274.468 2.792.505.799 142.226.885 20.228.486.691.644.000 3.015.459.439 2.988.162.550 2.956.311.315 3.020.013.784 127.404.940 3.129.318.076-113.858.637 12.963.789.288.724.200 3.317.639.094 3.251.743.785 3.192.657.291 3.310.830.279 236.345.976 3.147.418.724 170.220.370 28.974.974.259.442.800 3.531.333.729 3.475.415.740 3.418.864.050 3.531.967.430 226.206.759 3.547.176.256-15.842.527 250.985.650.004.525 4.159.259.769 4.022.490.963 3.901.765.581 4.143.216.346 482.901.530 3.758.174.189 401.085.580 160.869.642.131.288.000 4.360.477.995 4.292.880.589 4.214.657.587 4.371.103.590 312.892.006 4.626.117.876-265.639.881 70.564.546.436.489.900 4.388.722.350 4.369.553.998 4.338.574.716 4.400.533.280 123.917.129 4.683.995.597-295.273.247 87.186.290.173.461.500 4.551.872.318 4.515.408.654 4.480.041.866 4.550.775.442 141.467.151 4.524.450.408 27.421.910 751.961.125.767.955 389.498.704.190.104.000 Untuk mendapatkan nilai MSE digunakan persamaan (2.8) dengan α = 0,8 dan N = 11 MSE = 35.408.973.108.191.300 28

Tabel 3.10 Perhitungan Peramalan Banyaknya Energi Listrik yang Disalurkan PT. PLN (Persero) Cabang Medan dengan Smoothing Eksponensial Ganda Linier dari Brown dengan α = 0,9 2.466.322.426 2.466.322.426 - - - - - - 2.549.229.019 2.540.938.360 2.533.476.766 2.548.399.953 67.154.340 - - - 2.686.768.353 2.672.185.354 2.658.314.495 2.686.056.212 124.837.729 2.615.554.293 71.214.060 5.071.442.284.712.540 2.934.732.684 2.908.477.951 2.883.461.605 2.933.494.297 225.147.110 2.810.893.941 123.838.743 15.336.034.265.342.700 3.015.459.439 3.004.761.290 2.992.631.322 3.016.891.259 109.169.716 3.158.641.407-143.181.968 20.501.075.959.779.800 3.317.639.094 3.286.351.314 3.256.979.314 3.315.723.313 264.347.993 3.126.060.975 191.578.119 36.702.175.668.274.300 3.531.333.729 3.506.835.487 3.481.849.870 3.531.821.105 224.870.556 3.580.071.306-48.737.577 2.375.351.365.620.090 4.159.259.769 4.094.017.341 4.032.800.594 4.155.234.088 550.950.724 3.756.691.660 402.568.109 162.061.081.985.382.000 4.360.477.995 4.333.831.930 4.303.728.796 4.363.935.063 270.928.202 4.706.184.812-345.706.817 119.513.202.997.879.000 4.388.722.350 4.383.233.308 4.375.282.857 4.391.183.759 71.554.061 4.634.863.265-246.140.915 60.585.350.229.908.500 4.551.872.318 4.535.008.417 4.519.035.861 4.550.980.973 143.753.004 4.462.737.820 89.134.498 7.944.958.749.218.330 430.090.673.506.118.000 Untuk mendapatkan nilai MSE digunakan persamaan (2.8) dengan α = 0,9 dan N = 11 MSE = 39.099.152.136.919.800 29

30 Kemudian nilai-nilai MSE yang telah diperoleh dapat dilihat pada nilai α yang memberikan nilai MSE yang paling kecil. Perbandingan ukuran ketepatan metode peramalan nilai penjualan energi listrik di PT. PLN (Persero) Cabang Medan dengan melihat MSE adalah sebagai berikut: Tabel 3.11 Perbandingan Ukuran Ketepatan Metode Peramalan α MSE 0,1 482.571.368.599.170.000 0,2 171.667.518.935.604.000 0,3 78.924.397.976.514.500 0,4 49.417.995.071.207.000 0,5 38.895.919.340.680.500 0,6 34.906.957.897.279.200 0,7 34.019.653.417.363.400 0,8 35.408.973.108.191.300 0,9 39.099.152.136.919.800 Dari Tabel 3.11, MSE yang paling kecil terdapat pada α = 0,7 yaitu dengan MSE = 34.019.653.417.363.400. 3.4 Penentuan Bentuk Persamaan Peramalan Melalui cara trial and error dengan 0 < α < 1, telah diperoleh perhitungan peramalan pemulusan eksponensial linier satu parameter dari Brown dengan α = 0,7, sehingga dapat ditentukan bentuk persamaan peramalan untuk periode berikutnya. Berdasarkan perhitungan pada α = 0,7, dapat diperoleh persamaan peramalan untuk periode berikutnya yaitu dengan menggunakan persamaan (2.6) sebagai berikut:

31 3.5 Peramalan Banyaknya Energi Listrik yang Disalurkan Tahun 2016, 2017 dan 2018 Setelah diperoleh persamaan peramalan banyaknya energi listrik yang disalurkan, maka dapat dihitung banyaknya energi listrik yang disalurkan untuk tiga periode berikutnya, yaitu untuk tahun 2016, 2017 dan 2018 : a. Untuk periode ke-12 (tahun 2016) b. Untuk periode ke-13 (tahun 2017) c. Untuk periode ke-14 (tahun 2018) Tabel 3.12 Peramalan Banyaknya Energi Listrik yang Disalurkan PT. PLN (Persero) Cabang Medan Tahun 2016 sampai 2018 Tahun Periode Peramalan Banyaknya Energi Listrik yang Disalurkan 2016 12 4.710.461.228 2017 13 4.865.421.400 2018 14 5.020.383.571 Nilai-nilai kesalahan yang diperoleh dari perincian data ramalan banyaknya energi listrik yang disalurkan adalah: 1. Nilai Tengah Kesalahan (Mean Error) adalah: N et ME N t1

32 = 2. Nilai Tengah Kesalahan Kuadrat (Mean Squared Error) adalah: MSE = N t1 N e 2 t = 34.019.653.417.363.400 3. Nilai Tengah Kesalahan Absolut (Mean Absolute Error) adalah: MAE = N t1 N e t 133.931.395 4. Nilai Tengah Kesalahan Persentase Absolut (Mean Absolute Percentage Error) adalah: MAPE N t1 PE N t = = 3,64 5. Nilai Tengah Kesalahan Persentase (Mean Persentase Error) adalah: MPE N t1 PE N t = = 0,91

33 6. Jumlah Kuadrat Kesalahan (Sum Square Error) adalah: SSE N 2 e t t1 374.216.187.590.997.000

BAB 4 IMPLEMENTASI SISTEM 4.1 Pengertian Implementasi Sistem Dalam hal pengolahan data, komputer mempunyai kelebihan dari manusia yaitu kecepatan, ketepatan dan keandalan. Terutama dalam pengolahan data yang jumlahnya sangat besar dan rumit dikerjakan secara manual tentunya sangat membutuhkan komputer untuk mengolah data. Di samping dapat dikerjakan dengan cepat dan tepat, juga dapat mengurangi kesalahan perhitungan. Jadi, implementasi sistem merupakan penerapan hasil desain tertulis ke dalam sebuah tulisan yang mana penulis menggunakan Microsoft Excel 2007 untuk menganalisis data banyaknya energi listrik yang disalurkan. 4.2 Pengenalan Microsoft Excel Microsoft Excel adalah program lembar kerja atau spreadsheet. Program Microsoft Excel merupakan salah satu program aplikasi Microsoft Office untuk mengolah data perhitungan. Microsoft Excel dapat melakukan pengolahan data secara cepat pada bidang matematika, akuntansi, statistik dan pada bidang lain yang memerlukan perhitungan dengan cepat dan teliti. Selain Microsoft Excel, dapat juga mengolah data statistik dengan software lainnya seperti SPSS dan MINITAB. Hasil pengolahan data statistik menggunakan Microsoft Excel mempunyai keakuratan dan ketelitian yang sama dengan program yang secara khusus melakukan pengolahan data statistik. Sheet atau lembar kerja Microsoft Excel terdiri dari 16.384 kolom dan 1.048.576 baris. Kolom diberi nama dengan huruf dari A, B, C sampai dengan Z, lalu dilanjutkan dengan AA, AB, AC sampai kolom XFD. Sedangkan baris ditandai dengan angka mulai dari 1,2,3 sampai dengan 1.048.576. Microsoft Excel 2007 hadir dengan tampilan yang lebih praktis dan mudah digunakan, juga berintegrasi dengan berbagai software lain seperti Microsoft Word, Microsoft Accses, dan Microsoft Powerpoint.

35 4.3 Langkah-langkah Pengolahan Data Cara memulai pengolahan data pada Microsoft Excel yaitu: 1. Klik Start pada sudut kiri bawah layar desktop. Gambar 4.1 Cara Mengaktifkan Microsoft Excel 2. Klik All Program kemudian klik Microsoft Office dan pilih Microsoft Excel 2007. Maka akan muncul seperti Gambar 4.2. Gambar 4.2 Tampilan Lembar Kerja Microsoft Excel

36 3. Masukkan (entry) data yang akan diolah seperti pada Gambar 4.3. Gambar 4.3 Tampilan Pemasukan Data 4. Olah data dengan memasukkan rumus. Persamaan (2.2) untuk nilai α = 0,1 yaitu dengan memasukkan rumus =0,1*B3+(1-0,1)*C2, kemudian melanjutkan rumus untuk baris selanjutnya seperti pada Gambar 4.4. Gambar 4.4 Tampilan Hasil Olah Data untuk Persamaan (2.2) Persamaan (2.3) untuk nilai α = 0,1 yaitu dengan memasukkan rumus =0,1*C3+(1-0,1)*D2, kemudian melanjutkan rumus untuk baris selanjutnya seperti pada Gambar 4.5

37 Gambar 4.5 Tampilan Hasil Olah Data untuk Persamaan (2.3) Persamaan (2.4) untuk nilai α = 0,1 yaitu dengan memasukkan rumus =2*C3- D3, kemudian melanjutkan rumus untuk baris selanjutnya seperti pada Gambar 4.6. Gambar 4.6 Tampilan Hasil Olah Data untuk Persamaan (2.4) Persamaan (2.5) untuk nilai α = 0,1 yaitu dengan memasukkan rumus =0,1/(1-0,1)*(C3-D3) kemudian melanjutkan rumus untuk baris selanjutnya seperti pada Gambar 4.7.

38 Gambar 4.7 Tampilan Hasil Olah Data untuk Persamaan (2.5) Persamaan (2.6) untuk nilai α = 0,1 yaitu dengan memasukkan rumus =E3+F3, kemudian melanjutkan rumus untuk baris selanjutnya seperti pada Gambar 4.8. Gambar 4.8 Tampilan Hasil Olah Data untuk Persamaan (2.6) Persamaan (2.7) untuk nilai α = 0,1 yaitu dengan memasukkan rumus =B4- G4, kemudian melanjutkan rumus untuk baris selanjutnya seperti pada Gambar 4.9.

39 Gambar 4.9 Tampilan Hasil Olah Data untuk Persamaan (2.7) Kuadratkan nilai e t dengan rumus =H4^2 untuk baris dilanjutkan dengan rumus seperti pada Gambar 4.10. Gambar 4.10 Tampilan Hasil Kuadrat Persamaan (2.7) 4.4 Pembuatan Grafik Microsoft Excel menyediakan fasilitas untuk membuat aneka bentuk grafik. Langkah-langkah membuat grafik pada Microsoft Excel sebagai berikut: 1. Blok seluruh tabel yang akan dijadikan grafik, yaitu tahun dan data aktual energi listrik yang disalurkan (kwh). 2. Pilih menu Insert, kemudian pilih line pada charts.

40 3. Lalu pilih jenis chart yang diinginkan, yaitu line with markers. 4. Klik Design pada Chart Layouts pilih layout 3. 5. Pada Chart Title ubah menjadi Grafik Energi Listrik yang Disalurkan PT. PLN Cabang Medan Tahun 2005-2015. 6. Klik kanan pada grafik yang telah muncul, pilih select data. 7. Kemudian akan muncul kotak dialog select data source. 8. Pada Horizontal (Category) Axis Labels diubah menjadi tahun 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015. 9. Kemudian klik OK, maka akan muncul grafik seperti Gambar 4.11 berikut: Gambar 4.11 Tampilan Output dari Tabel yang Dijadikan Grafik Energi Listrik yang Disalurkan PT. PLN Cabang Medan Tahun 2005 sampai 2015

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pengolahan data pada Bab 3, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut: a. Dari hasil pengolahan data dalam meramalkan banyaknya energi listrik yang disalurkan, maka penyaluran energi listrik PT. PLN (Persero) Cabang Medan terus meningkat dari tahun ke tahun. b. Dari hasil pengolahan data tahun 2005 sampai 2015 untuk banyaknya energi listrik yang disalurkan oleh PT. PLN (Persero) Cabang Medan dalam satuan kwh dengan menggunakan metode smoothing eksponensial ganda dengan metode linier satu parameter dari Brown, diperoleh nilai MSE terkecil yaitu 34.019.653.417.363.400 dengan α = 0,7. c. Bentuk persamaan peramalan banyaknya energi listrik yang disalurkan PT. PLN (Persero) Cabang Medan dan hasil peramalan untuk 3 periode ke depan berdasarkan data tahun 2005 sampai 2015 adalah: Peramalan banyaknya energi listrik yang disalurkan PT. PLN (Persero) Cabang Medan untuk tahun 2018 yakni periode ke-14 adalah sebesar 5.020.383.571 kwh. 5.2 Saran Karena semakin bertambahnya penduduk, semakin banyak lapangan pekerjaan, dan semakin berkembanya zaman, sehingga besar kemungkinan membutuhkan energi listrik dalam kapasitas yang semakin besar dan berdasarkan hasil peramalan energi listrik yang terus meningkat maka bagi pihak PT. PLN (Persero) Cabang Medan supaya mempersiapkan dan menyediakan kapasitas energi listrik bagi para pelanggan atau pengguna listrik untuk masa yang akan datang.